0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Praktikum Generator Sinyal Persegi

Praktikum ini bertujuan untuk menghasilkan sinyal persegi dengan frekuensi dan amplitudo tertentu menggunakan prosesor DSP. Frekuensi sinyal persegi ditentukan oleh jumlah titik data yang dikirimkan ke DAC pada interval waktu tertentu. Amplitudo atas dan bawah diset sesuai kisaran output DAC. Hasil percobaan menunjukkan filter rekonstruksi DAC membatasi frekuensi minimum yang dapat dihasilkan.

Diunggah oleh

Wijaya Jaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Praktikum Generator Sinyal Persegi

Praktikum ini bertujuan untuk menghasilkan sinyal persegi dengan frekuensi dan amplitudo tertentu menggunakan prosesor DSP. Frekuensi sinyal persegi ditentukan oleh jumlah titik data yang dikirimkan ke DAC pada interval waktu tertentu. Amplitudo atas dan bawah diset sesuai kisaran output DAC. Hasil percobaan menunjukkan filter rekonstruksi DAC membatasi frekuensi minimum yang dapat dihasilkan.

Diunggah oleh

Wijaya Jaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Praktikum Pengolahan Sinyal

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Lab 3: Square-wave generator

I. Tujuan
Dapat menghasilkan sinyal persegi dengan frekuensi dan amplitudo tertentu.

II. Teori
Sinyal persegi mempunyai dua amplitudo, yaitu amplitudo atas dan amplitudo bawah. Selama beberapa
saat amplitudo berada pada nilai atas kemudian beberapa saat amplitudo berubah menjadi nilai bawah.
Proses tersebut terjadi berulang-ulang. Pertanyaannya adalah: bagaimana menghasilkan sinyal persegi
dengan frekuensi yang sesuai dengan keinginan?

Untuk menghasilkan sinyal persegi dengan frekuensi


tertentu, perhatikan ilustrasi pada Gambar 1. Frekuensi
merupakan kebalikan dari periode. Periode (T) atau waktu
untuk membentuk satu sinyal persegi sempurna sama
dengan banyaknya titik nilai yang dikeluarkan (N) dikalikan
dengan jarak antar titik (TS). TS adalah periode sampling
yang menunjukkan seberapa cepat prosesor memberikan
nilai baru pada waktu berikutnya.

Gambar 1. Menghitung frekuensi sinyal


persegi

Permasalahan berikutnya adalah, berapa nilai atas (VH) dan nilai bawah (VL)
yang harus diberikan? Nilai atas dan nilai bawah tentu saja disesuaikan
dengan lebar data dari prosesor itu sendiri. Lebar data dari prosesor
TMS320C6416 adalah 16-bit. Untuk melakukan pengamatan apakah sinyal
persegi ini, prosesor dihubungkan dengan DAC (Digital to Analog
Converter) seperti pada Gambar 2. DAC yang ditanam pada DSK6416
adalah DAC 16-bit. Dimana nilai digital yang harus diberikan ke DAC adalah
bilangan bertanda (signed integer) ±15-bit yang akan menghasilkan
tegangan output sebesar ±3.3 volt. DAC pada DSK6416 berada pada IC
Codec TLV320AIC23. IC Codec tersebut juga sekaligus berisi ADC. Gambar 2. Prosesor ke DAC

Jadi untuk menghasilkan sinyal persegi dengan frekuensi tertentu (f), anda harus tahu berapa frekuensi
sampling (fs) dari DAC dan berapa banyak titik (jumlah data VH dan VL) yang dilemparkan ke DAC. Sedangkan
untuk menentukan amplitudo sinyal persegi, pilihlah nilai atas (VH) dan nilai bawah (VL) dengan batas ±215
atau ±32768.

Untuk mengakses DAC menggunakan library yang telah disediakan:


1. Pada bagian #include, tambahkan header file dsk6416_aic23.h
2. Sebelum digunakan, panggil subrutin DSK6416_AIC23_openCodec() untuk melakukan inisialisasi IC
Codec.
3. Anda dapat melihat rutin-rutin apa saja yang disediakan dengan melihat isi file header tersebut.

III. Peralatan
1. Satu unit PC dengan software Code Composer Studio.
2. Satu set DSP Starter Kit TMS320C6416.
3. Satu set Oscilloscope.

Hary [Link].2012
Praktikum Pengolahan Sinyal. Modul 3.

IV. Prosedur Praktikum


1. Kerjakan tutorial “How to create a project”. Gunakan nama project yang berbeda, misalnya:
squarewave.
2. Modifikasi program utama seperti berikut:

#include “squarewave_bioscfg.h” //sesuaikan dengan DSP/BIOS yang anda buat


#include “dsk6416.h”
#include “dsk6416_aic23.h”

DSK6416_AIC23_Config config = DSK6416_AIC23_DEFAULTCONFIG;

void main(){
DSK6416_AIC23_CodecHandle hCodec;
Int16 V=20000, N, M;

DSK6416_init();
hCodec = DSK6416_AIC23_openCodec(0, &config);
DSK6416_AIC23_setFreq(hCodec, DSK6416_AIC23_FREQ_16KHZ);

N=8; M=0;
while(1){
if (++M >= (N/2)){
V=-(V);
M=0;
}
while(!DSK6416_AIC23_write(hCodec, V)); //kanal kiri
while(!DSK6416_AIC23_write(hCodec, V)); //kanal kanan
}
}

3. Amati output pada DAC dari program yang baru saja anda buat. Hubungkan oscilloscope dengan salah
satu kanal pada jalur Line Out dari DSK6416. Lihat Gambar 3.

Gambar 3. Posisi Line Out pada board DSK6416

V. Data Percobaan
Ubahlah nilai N pada program utama sehingga dapat menghasilkan frekuensi signal yang berbeda seperti
tabel berikut.

Tabel 1. Pembangkitan Sinyal Persegi pada frekuensi sampling 16000 Hz


Frekuensi hasil
Frekuensi yang Nilai N Gambar sinyal
No. pengukuran pada
diinginkan (Hz) pada program satu periode
oscilloscope (Hz)
1 1000
2 2000
3 4000
4 8000
5 500
6 200
7 40

Hary [Link].2012
Praktikum Pengolahan Sinyal. Modul 3.

VI. Analisa dan Kesimpulan


Anda pasti bertanya-tanya, mengapa sinyal persegi yang diharapkan tidak kunjung muncul. Patut diketahui
bahwa didalam IC Codec, terdapat filter LPF setelah DAC. Filter LPF ini biasa disebut sebagai filter
rekonstruksi. Frekuensi cut-off filter rekonstruksi ini otomatis mengikuti frekuensi sampling dari DAC.

Untuk nomor 1 sampai 3 pada Tabel 1, ingat kembali konsep harmonisa pada sinyal persegi. Sedangkan
untuk nomor 6 dan 7 pada Table 1, hal ini disebabkan oleh adanya kapasitor blocking pada jalur Line-Out.
Anda dapat melihat kembali file PDF kedua pada percobaan pertama.

Hary [Link].2012

Anda mungkin juga menyukai