0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan12 halaman

Penyakit Rabies: Etiologi dan Gejala

Rabies adalah penyakit infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, seperti anjing dan serigala. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, dan perubahan perilaku seperti agresif atau takut air. Diagnosa didukung dengan pemeriksaan cairan serebrospinal dan biopsi kulit di area gigitan. Penanganannya meliputi pemberian

Diunggah oleh

Angel Charla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan12 halaman

Penyakit Rabies: Etiologi dan Gejala

Rabies adalah penyakit infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, seperti anjing dan serigala. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, dan perubahan perilaku seperti agresif atau takut air. Diagnosa didukung dengan pemeriksaan cairan serebrospinal dan biopsi kulit di area gigitan. Penanganannya meliputi pemberian

Diunggah oleh

Angel Charla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN

PENYAKIT RABIES
kelompok 7

Ns. Dirgantari Pademme, [Link],.[Link]


Pengertian
Rabies adalah suatu penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat
yang dapat menyerang semua jenis binatang berdarah panas dan
manusia. Penyakit ini ditandai dengan disfungsi hebat susunan
saraf pusat dan hampir selalu berakhir dengan kematian. Rabies
merupakan salah satu penyakit menular tertua yang dikenal di
Indonesia. Virus rabies termasuk dalam genus Lyssavirus dan famili
Rhabdoviridae. Genus Lyssavirus sendiri terdiri dari 80 jenis virus
dan virus rabies merupakan prototipe dari genus ini.
Etiologi
Penyebab rabies adalah virus yaitu genus Rhabdovirus. Berbagai jenis
hewan dapat menularkan rabies ke manusia. Yang terbanyak adalah oleh
hewan liar, khususnya musang, kelelawar, rubah, dan serigala. anjing,
kucing, hewan ternak, atau hewan berdarah panas dapat menularkan
rabies kepada manusia. Manusia tertular rabies melalui gigitan hewan yang
terinfeksi.

Rabies menyebar melalui kontak langsung terutama gigitan, air liur yang
mengandung virus masuk melalui luka gigitan. Selanjutnya virus tersebut
masuk ke dalam tubuh menuju otak, dan kemudian dari otak ke kelenjar
ludah melalui syaraf sentrifugal serta ke pankreas.
Manifestasi Klinis
Berikut adalah beberapa tanda dan gejala umum penyakit rabies:

a.. Tahap Awal (Prodromal Stage):


Gejala ini muncul dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah paparan virus rabies.
1)Demam rendah atau demam.
2)Rasa gatal atau terbakar di sekitar luka gigitan.
3)Sensasi tidak nyaman di lokasi gigitan.
4)Sakit kepala.
5)Kelemahan atau kelelahan umum.

2. Tahap Agresif (Furious Rabies):


Ini adalah tahap di mana pasien mengalami perubahan perilaku yang dramatis dan mungkin tampak sangat agresif.
1)Kecemasan dan kebingungan.
2)Halusinasi, termasuk penglihatan dan pendengaran yang tidak normal.
3)Keliru, agresif, dan mudah marah.
4)Kesulitan menelan (hidrofobia), yang dapat menyebabkan pasien takut air atau air liur berlebihan.
5)Kejang otot.
3. Tahap Paralitik (Paralytic Rabies):
Tahap ini dapat mengikuti tahap agresif atau langsung terjadi setelah tahap
prodromal.
1)Pasien mengalami kelumpuhan otot yang progresif.
2)Paralisis dan kelemahan bertambah baik pada satu sisi tubuh atau
menyebar ke seluruh tubuh.
3)Kesadaran terganggu.
4)Gangguan pernapasan.

Gejala rabies selanjutnya akan berkembang menjadi koma dan akhirnya


kematian, biasanya dalam beberapa minggu setelah munculnya gejala
pertama.
Patofisiologi
Komplikasi
·Ensefalitis Rabies: Komplikasi paling serius dari penyakit rabies
adalah ensefalitis rabies, yaitu peradangan otak yang disebabkan oleh
virus rabies. Ini dapat menyebabkan gejala neurologis yang parah,
seperti perubahan perilaku, kebingungan, kejang, paralisis, dan koma.
·Gangguan Pernapasan: Virus rabies dapat mengganggu sistem saraf
otonom yang mengontrol pernapasan. Ini dapat menyebabkan
kesulitan bernapas dan bahkan gagal napas.
·Paralisis: Virus rabies dapat menyebabkan paralisis progresif di
seluruh tubuh karena kerusakan yang terjadi pada sistem saraf. Ini
sering dimulai dari lokasi gigitan dan merambat ke seluruh tubuh.
·Sistim Saraf Pusat: Rabies dapat mengganggu fungsi normal otak dan
sumsum tulang belakang, mengakibatkan gangguan fungsi tubuh
yang serius.
Pemeriksaan Penunjang
Berikut adalah beberapa pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan:

1. ·Biopsi kulit: Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan biopsi kulit dari area gigitan
hewan yang mencurigakan. Sampel ini kemudian akan dianalisis untuk mendeteksi adanya
virus rabies.
2. ·Tes darah: Tes darah dapat digunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap virus rabies
atau antigen virus itu sendiri. Pemeriksaan ini dapat membantu dalam mengkonfirmasi
adanya infeksi rabies.
3. ·Tes cairan serebrospinal (Liquor cerebrospinalis): Jika penyakit rabies telah mencapai tahap
yang lebih lanjut, dokter dapat melakukan punksi spinal untuk mengambil sampel cairan
serebrospinal. Ini dapat mengungkapkan adanya perubahan karakteristik pada cairan
tersebut yang mengindikasikan infeksi rabies.
4. ·Tes imunofluoresensi langsung (Direct Immunofluorescence Assay - DIFA): Ini adalah salah
satu metode laboratorium paling umum yang digunakan untuk mendeteksi virus rabies
pada sampel jaringan otak atau saraf. Tes ini biasanya dilakukan setelah kematian pasien.
5. ·PCR (Polymerase Chain Reaction): Metode ini digunakan untuk mengamplifikasi dan
mendeteksi materi genetik virus rabies dalam sampel. PCR bisa digunakan untuk
mendeteksi virus dalam sampel darah, ludah, atau jaringan otak.
Penatalaksanaan

1)Penanganan luka gigitan:

Cuci luka gigitan dengan sabun atau detergernt di air mengalir selama 10-15 menit
dan beri antiseptic (betadine, alcohol 70%, obat merah dll)
Anamnesis apakah didahukui tindakan provokatif, hewan yang menggigit
menunjukkan gejala rabies, penderita gigitan hewan pernah divaksinasi dan kapan,
hewan penggigit pernah divaksinasi dan kapan.
Identifikasi luka gigitan
Luka resiko tinggi : jilatan/ luka pada mukosa, luka diatas daerah bahu (mukosa, leher,
kepala) luka pada jari tangan, kaki, genetalia, luka lebar/dalam dan luka yang banyak.

2)Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Serum Anti Rabies (SAR)
Kesimpulan
Rabies adalah penyakit serius yang memerlukan
pencegahan dan penanganan yang cepat dan
tepat. Mencegah paparan melalui vaksinasi dan
tindakan pencegahan lainnya adalah langkah
terbaik untuk menghindari penyakit ini. Jika terjadi
gigitan hewan yang mencurigakan, pencarian
perawatan medis segera sangat penting untuk
meminimalkan risiko infeksi rabies.
Ada gajah dibawah batu
banyak nanya saya lempar batu

sekian dari kelompok 7

Anda mungkin juga menyukai