0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
112 tayangan5 halaman

Manfaat e-Business: Studi Kasus Gojek dan Grab

Studi kasus Go-Jek dan Grab menunjukkan bahwa kedua perusahaan tersebut menerapkan strategi e-Business yang serupa dalam menyediakan layanan transportasi online di Indonesia, meskipun Go-Jek menawarkan lebih banyak pilihan layanan. Namun demikian, survei menunjukkan bahwa pengguna Grab lebih banyak dibanding Go-Jek. Tulisan ini menganalisis penerapan e-Business oleh Go-Jek dan Grab serta memberikan saran perluasan studi unt

Diunggah oleh

al
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
112 tayangan5 halaman

Manfaat e-Business: Studi Kasus Gojek dan Grab

Studi kasus Go-Jek dan Grab menunjukkan bahwa kedua perusahaan tersebut menerapkan strategi e-Business yang serupa dalam menyediakan layanan transportasi online di Indonesia, meskipun Go-Jek menawarkan lebih banyak pilihan layanan. Namun demikian, survei menunjukkan bahwa pengguna Grab lebih banyak dibanding Go-Jek. Tulisan ini menganalisis penerapan e-Business oleh Go-Jek dan Grab serta memberikan saran perluasan studi unt

Diunggah oleh

al
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI KASUS

(Dalam kasus Go-Jek dan Grab)

A. Abstrack
Menerapkan strategi e-Business meningkatkan manfaat bisnis-bisnis. Layanan
ojek online juga merupakan aplikasi e-Business di sebuah perusahaan yang awalnya
ojek hanya tersedia di tempat seperti Pangkalan Ojek, tapi di zaman sekarang,
semakin canggih teknologi dan semakin berkembang ilmu Sosial Media, kini
pemesanan Ojek tidak perlu lagi mendatangi Pangkalan terdekat, namun bisa di pesan
melalui Ponsel Pintar, seperti Gojek ataupun Grab. Tulisan ini bertujuan untuk
mempelajari cara membandingkan perusahaan terkhususnya yang berkecimpung
dalam dunia jasa transportasi seperti Gojek dan Grab. Memberikan layanan sebagai
produk dalam implementasi e-Business. Jenis metode penelitian ini bersifat kualitatif.
Gunakan metode deskriptif dan dapatkan data sekunder. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa konsep tersebut digunakan perusahaan Go-Jek dan Grab serupa
karena merupakan dua perusahaan. Tempat-tempat ini menyediakan layanan yang
sama dan memiliki tujuan yang sama, Namun perbedaannya hanya pada jumlah
layanan yang tersedia yang mereka berikan serta kepuasan pelanggan yang mereka
tawarkan, Berdasarkan hasil pencarian, semakin banyak orang yang tertarik dengan
Grab digunakan sebagai pengganti Go-Jek meskipun layanannya bersifat sama. Ojek
online ini hadir untuk memudahkan pekerjaan Anda. Masyarakat menggunakan jasa
ojek online kapanpun dan dimanapun mereka berada.

B. Pendahuluan
Zaman sekarang ini kita tidak bisa lepas dari yang Namanya dunia digital
seperti contohnya hal yang dapat di jangkau menggunakan jaringan Internet. Internet
sendiri telah banyak merubah segala sesuatu yang berkaitan dengan keberlangsungan
hidup masyarakat, dan Internet juga telah berhasil memenuhi beberapa keperluan
masyarakat, seperti contohnya mempermudah segqala pekerjaan karena seperti yang
ada pada saat ini, segala sesuatu sudah dapat dilakukan secara online.
Pada zaman sekarang, e-Business tidak hanya dapat dilakukan oleh perusahaan
yang memiliki jangkauan ataupun skala yang besar, namun ada banyak sekali usaha
menengah kebawah yang memanfaatkan Internet untuk melancarkan usaha mereka
dalam menerapkan konsep e-Business. Ambil contoh seperti Ojek Online, perusahaan
seperti itu telah menunjukkan dan memberikan kepada kita bukti bahwa Internet
sudah sangat amat berpengaruh dalam hal kemajuan perdagangan, perusahaan, dan
dalam segala hal. Bermula di tahun 2010 sebagai perusahaan transportasi roda dua
melalui panggilan telepon, GO-JEK kini telah tumbuh menjadi platform
dan aplikasi terdepan yang menyediakan berbagai layanan lengkap mulai dari
transportasi, logistik, pembayaran, layan-antar makanan (Go-Food), dan berbagai
layanan yang membantu dan mempermudah lainnnya.
Seperti yang kita ketahui, Go-Jek juga mempunyai perusahaan pesaing seperti
Grab. Grab yang awal mulanya di perkenalkan dengan nama GrabTaxi. Perusahaan
tersebut awalnya didirikan pada tahun 2012 oleh Anthony Tan dan Hooi Ling Tan di
Malaysia dan kemudian di pindahkan ke Singapura. Di Indonesia, Grab masuk pada
tahun 2014 dengan layanan GrabTaxi, yang seiring berjalannya waktu sudah
mengembangkan layanan-layanan lainnya, seperti yang kita kenal sekarang ini.

C. Landasan Teori
e-Commerce, tidak lain tidak bukan adalah suatu kegiatan perdagangan ataupun
perniagaan yang dilakukan secara online. Pada mula-mula suatu bisnis hanyalah
dilakukan melalui face-to-face antara produsen, konsumen, dan pelanggan. Apa itu e-
commerce? Ee-Commerce itu sendiri adalah penggunaan layanan teknologi dan
internet ataupun teknologi informasi lainnya untuk mendukung perdagangan yang
dilakukan secara digital. Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa e-
Commerce adalah suatu kegiataan yang di timbulkan karena penggunaan teknologi
internet untuk membangun suatu perniagaan bisnis perusahaan dalam bentuk
pelayanan dan Kerjasama.

1. Pertumbuhan Ojek Online


Pada masa sekarang ini, orang sangat minat terhadap angkutan umum online
seperti ojek online. Ojek online sendiri banyak sekali di minati akhir-akhir ini,
karena semakin hari semakin berkembang pelayanannya. Dalam pertumbuhan
ojekn online secara tidak langsung dapat membantu para penggunanya.
Layanan ojek online kini hadir bertujuan untuk mebantu masyarakat dalam
penggunaan teknologi yang terus berkembang seiring berjalannya waktu.
a. Gojek
Gojek adalah perusahaan layanan jasa transportasi yang lahir dan di
dirikan di Indonesia, perusahaan ini berkecimpung dalam pelayanan
transportasi online seperti Grab-Bike, Grab-Car, Go-Food, ataupun pelayanan
antar barang. Hamper semua daerah di Indonesia terutama Jabodetabek dapat
mengakses platform dan menikmati layanan-layanan yang ditawarkan oleh
Gojek ini.
b. Grab
Grab adalah suatu layanan transportasi yang dilakukan secara online,
bisa juga dikatakan sebagai layanan jasa sewa mobil yang memberikan anda
kebebasan dalam memilih perjalanan yang gterasa aman dan nyaman.
Grab yang awal mulanya Bernama GrabTaxi ini adalah perusahaan O20
(Online). Grab sendiri merupakan yang paling banyak digunakan di Asia
Tenggara.

D. Hasil dan Pembahasan


Akhir-akhir nini, Indonesia mulai banyak sekali membahas Gojek dan
pesaingnya, yaitu Grab. Siapa sangka, ojek yang dulunya dilakukan dengan car akita
mendatangi tempat seperti pangkalan ojek, kini bisa dilakukan dengan cara yang
sangat amat dapat membantu melalui platform digital. Melalui kesederhanaan ide
yang sekarang dapat menciptakan suatu aplikasi yang sangat amat bermanfaat dan
tentunya dibutuhkan oleh masyarakat. Gojek dan Grab merupakan perusahaan yang
menyediakan jasa transportasi di Indonesia. Dengan kedua aplikasi tersebut,
pelanggan dapat dengan mudah memahami kisaran tarif yang harus dibayarkan serta
dapat mengetahui keberadaan jangkauan driver yang ingin di pesan melalui aplikasi
dengan menggunakan layanan maps. Sistem pembayaran sendiri dilakukan secara
tunai ataupun non-tunai. 21,3% penikmat layanan jasa ojek online mengaku sering
menggunakan layanan Grab untuk berpergian. Sementara 19,4% mengaku sering
menggunakan aplikasi Gojek saat ingin berpergian.

Dalam sistem yang diterapkan Gojek, jauh lebih terupdate daripada sistem yang
diterapkan oleh Grab. Hal ini disebabkan karena para pengembang aplikasi berupaya
agar sistem yang dimiliki selalu diperbarui mengikuti apa yang dibutuhkan
masyarakat seiring berjalannya waktu. Dengan tujuan guna mempermudah pelanggan
dalam melakukan pemesanan. Untuk pelayana yang ditawarkan Gojek pun lebih
unggul, Gojek memiliki beragam layanan yang dapat dinikmati seperti contohnya Go-
car, Go-Food, Go-Clean, Go-Send, Go-Mart, dan lain sebagainnya, meskipun Grab
juga memiliki kesamaan pada beberapa layanan, tetapi tetap saja, Gojek menawarkan
lebih banyak layanan. Namun, tidak bisa di pugkiri, bahwa pengguna Grab jaub lebih
banyak dibandingkan dengan Gojek, hal ini dapat dilihat dari hasil survei berikut;

Hasil survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) pada


periode 2019-2020 mencatat, Grab dan Gojek menjadi layanan aplikasi transportasi
online yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Seperti yang telah
dibahas diatas, bahwa 21,3% orang mengaku sebagai pengguna aplikasi Grab, dan
19,4% mengaku sebagai pengguna aplikasi Gojek. Bahkan 58,1% mengaku tidak
menggunakan layanan jasa transportassi online.

Gojek merupakan layanan jasa transportasi online yang terkanal di Indonesia. Hal ini
menyatakan bahwa Gojek dapat dengan mudah dikenal karena kemudahannya dibandingkann
ojek konvensional. Tapi, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, tantangan
yang dihadapi Gojek tidak hanya ojek konvensional, tetapi melainkan dengan adanya layanan
transportasi online lainnya seperti Maxim, InDrive, Uber, Grab, dan lain sebagainya. e-
Business yang diterapkan oleh Gojek meliputi CRM, ERP, dan SCM. Dengan adanya e-
Commerce, Gojek sangat banyak ,anfaat, antara lain dapt terciptanya pasar dan saluran
distribusi baru serta perolehan konsumen atau pelanggan baru. Selanjutnya, dengan
menerapkan e-Business, Gojek dapat dengan mudah berinovasi dan menekan biaya Bisnis.

E. Kesimpulan dan Saran


Penerapan e-Business yang dilakukan oleh Gojek dan Grab pada dasarnya hampir
sama. Namun, ada beberapa perbedaan didalamnya, seperti contoh pada layanan yang
mereka berikan dan tawarkan. Layanan yang ditawarkan Gojek ada lebih banyak di
bandingkan oleh Grab, yang menawarkan layanan yang terbatas. Tetapi, pada cara
menggunaan dan jasa yang mereka berikan memiliki banyak sekali persamaan dan
kesamaan, karena mereka bergerak di dalam bidang yang sama serta juga memiliki
target pasar dan konsumen yang sama, hanya saja disini kami sebagai penulis dalam
hal memilih menggunakan Gojek ataupun Grab itu tergantung kebutuhkan serta minat
masing-masing saja. Ada yang memilih Gojek karena memang dengan alas an lebih
dahulu mengebnal gojek dibandingkan Grab, ada juga yang beralasan Gojek lebih
murah, ada juga yang beralasan karena Gojek dibuat di Indonesia dalam rangka
mencintai produk lokal, atau ada juga yang beralsan karena Gojek lebih banyak
menawarkan jasa layanan.

Saran dengan adanya tulisan yang dimaksudkan sebagai penelitian dalam studi kassus
Gojek dan Grab ini diharapkan bisa lebih lanjut dalam peningkatan penerapan e-
Business terhadap perusahaan jasa transportasi online yang terdapat pada Gojek dan
Grab. Oleh karena itu juga dapat menjadi salah satu acuan dan cara untuk bagaimana
caranya memaksimalkan kebutuhan masyarakat dalam menggunakan layanan jasa
online yang tersedia sesuai apa yang dibutuhkan masing-masing individu.

F. Daftar Pustaka
Sari, O.M Febriani, A.S. Putra, "PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BISNIS"
Prosiding Seminar Nasional Darmajaya, 2018, vol 1, no 1 pp. 289-294
Dwi Wahyuni, Erniza. (2019) Analisa E-Commerce Pada Gojek. Jurnal Tekonologi
Bisnis
Fahrurrozi, Sayyidi, Dkk. (2020). Analisis Layanan Ojek Online PT. Grab Indonesia
Wilayah Surabaya dalam Perspektif Bisnis Islam. Jurnal Ekonomi dan Ekonomi
Syariah, vol 3 no 1 E-ISSN : 2599- 3410
Morrisan, M.A. dkk, Teori Komunikasi Massa: Media dan Masyarakat, (Bogor: PT
Glodis Indonesia, 2010)
Priawala, Ina. (2016). "SISTEM INFORMASI E-BUSINESS PADA OJEK ONLINE
DI WILAYAH PRINGSEWU." PROCIDING KMSI 4.1
Zein Ash Shiddieqy, M. (2017). Pengaruh E-Business Dan Strategi Bisnis Terhadap
Keunggulan Bisnis Pada PT. Go-Jek Indonesia Di Kota Bandung (Doctoral
dissertation, Universitas Komputer Indonesia).

Common questions

Didukung oleh AI

Challenges include competition from emerging platforms, maintaining cutting-edge technology, and addressing regulatory hurdles. Both companies continuously update their platforms to improve user experiences and remain technologically competitive. They also navigate regulatory environments by engaging with local governments and aligning their operations with industry standards .

Go-Jek leverages its local origins by emphasizing cultural relevance and national brand identity. It capitalizes on consumer loyalty to local enterprises and intensifies its market penetration by offering locally tailored services and pragmatic innovations that address specific regional needs .

Both companies incorporate regular system updates based on consumer feedback and emerging technological trends. They employ agile development practices, allowing for rapid iteration and deployment, ensuring their services remain relevant and competitive in meeting evolving consumer demands .

Social media plays a crucial role in promoting services, engaging consumers, and building brand visibility. Both Go-Jek and Grab utilize these platforms to disseminate information, collect feedback, and conduct targeted marketing campaigns, which enhance consumer engagement and loyalty .

Consumer preferences significantly influence competition, as users often choose based on service diversity, system updates, and loyalty to local brands. Some consumers prefer Go-Jek due to its comprehensive service offering and national origin, while others opt for Grab due to its broader regional presence and perceived reliability .

Customer satisfaction directly impacts service offerings, prompting both Go-Jek and Grab to expand and refine their services in response to user feedback. Continuous updates and diversified services are aimed at enhancing user satisfaction, thereby increasing customer retention and expanding market share .

e-Commerce plays a strategic role in expanding Go-Jek's service offerings by enabling seamless integration of new services, such as logistics and digital payments, into its existing platform. It allows for efficient market penetration and innovation by tapping into digital ecosystems that support diversified consumer needs and operational scalability .

Go-Jek uses an e-Business model that leverages smartphones and apps to facilitate service requests, payments, and tracking, unlike traditional ojek services which require physical presence at ojek stands. This digital model simplifies access to services and supports features like real-time payment through cash or non-cash methods .

The internet has allowed companies like Go-Jek and Grab to adopt e-Business strategies that enhance service delivery, customer reach, and operational efficiency. These technologies facilitate digital interactions, expand market accessibility, and enable continuous service innovation, which are leveraged by these companies to sustain competitive advantage and meet modern consumer expectations .

Go-Jek offers a wider range of services compared to Grab, including transportation, logistics, food delivery, and additional services such as cleaning and shopping. Grab also provides similar ride and food delivery services but is perceived as having a more limited range in comparison to Go-Jek .

Anda mungkin juga menyukai