ALAT LABORATORIUM
Kacamata lab digunakan untuk melindungi mata dari percikan larutan bahan kimia.
Pembakar Bunsen, yang diberi nama Robert Bunsen, adalahperalatan laboratorium umum yang
menghasilkan api gas terbuka tunggal,yang digunakan untuk pemanasan, sterilisasi, dan
pembakaran.
Jas lab memberikan penghalang pada tubuh dan lengan kita dari risiko kontak dengan zat
berbahaya yang ada di laboratorium
Rak tabung reaksi merupakan salah satu dari instrumen peralatan laboratorium non-gelas yang
digunakan untuk menyimpan atau menata beberapa tabung reaksi.
sarung tangan / kaos tangan dengan tujuan melindungi tangan dari bahan kimia yang tercecer
sehingga dapat menyebabkan kulit tangan menjadi gatal atau bahkan dapat mengakibatkan
melepuh
Teleskop (teropong) digunakan untuk melihat benda-benda besar yang letaknya jauh. Fungsi
teleskop untuk membawa bayangan benda yang terbentuk lebih dekat sehingga tampak benda
lebih besar
Timbangan electronic berfungsi untuk menimbang bahan atau zat yang akan digunakan
sebelum melakukan suatu percobaan yang membutuhkan suatu penimbangan
Tabung Reaksi
tabung reaksi
Tabung reaksi terbuat dari gelas yang dapat dipanaskan, alat ini digunakan sebagai tempat
untuk mereaksikan zat kimia dalam jumlah sedikit. Cara penggunaannya adalah tabung reaksi
dipegang pada bagian lehernya, dimiringkan kurang lebih 60° kemudian diisi dengan larutan
yang akan dianalisa.
Apabila tabung reaksi beserta isinya akan dipanaskan, pegang sepertiga bagian bawah dengan
menggunakan penjepit karena tabung reaksi tersebut akan panas. Mulut tabung harus
diarahkan ke tempat yang aman (jangan ke arah muka sendiri atau muka orang lain). Tabung
reaksi yang panas tidak boleh didinginkan secara mendadak karena bisa pecah.
Penjepit Kayu
penjepit kayu
Sesuai namanya, alat ini terbuat dari kayu yang dipakai untuk memegang tabung reaksi. Saat ini
selain terbuat dari bahan kayu, penjepit tabung reaksi ini juga bisa kita temukan dari bahan
logam,
Rak Tabung Reaksi
test tube rack
Terbuat dari kayu atau logam dipakai untuk menaruh tabung reaksi. Rak tabung reaksi tersedia
bermacam-macam ukuran dimana setiap ukuran tersebut juga berbeda jumlah lubangnya.
Baca Juga :
Mengenal Ukuran Tabung Reaksi Kimia dan Cara Menggunakannya
Pengaduk Gelas / Batang Pengaduk
Batang pengaduk berbentuk tabung yang tidak berlubang di bagian dalamnya dan dipakai untuk
mengaduk suatu campuran atau larutan zat kimia pada waktu melakukan reaksi kimia. Juga
dipakai untuk membantu pada waktu menuangkan atau mendekantasi cairan dalam proses
penyaringan dan pemisahan.
Corong
corong laboratorium
Corong biasanya terbuat dari gelas ataupun plastik yang dapat kita sesuaikan dengan aplikasi di
laboratorium. Corong yang baik berbentuk kerucut bersudut 60° dipakai untuk memasukkan
suatu cairan kedalam suatu tempat yang mulutnya sempit seperti botol, labu ukur, buret,
erlenmeyer, dan sebagainya.
Selain itu corong juga digunakan untuk analisa filtrasi / penyaringan yang tentunya digunakan
secara bersamaan dengan bantuan klem dan statif. Corong yang tangkainya berdiameter relatif
agak besar dipakai untuk memasukkan zat berbentuk serbuk kedalam bejana bermulut kecil.
Gelas Arloji
gelas atau kaca arloji
Gelas arloji mempunyai ukuran penampang lintang yang berbeda-beda sesuai dengan
kebutuhan di laboratorium, digunakan untuk menimbang zat berbentuk kristal, selain itu juga
digunakan untuk menutup gelas beker yang berisi larutan waktu pemanasan atau untuk
menguapkan cairan.
Gelas Ukur
gelas ukur
Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. Alat ini mempunyai
skala dengan ukurannya bermacam-macam dari kecil sampai yang besar, Gelas ukur merupakan
alat ukur yang kasar dan tidak untuk pengukuran yang teliti.
Contoh : larutan yang akan dititrasi tidak boleh diambil atau diukur dengan gelas ukur tetapi
diambil dengan pipet volume yang mempunyai keakuratan lebih tinggi.
Gelas Kimia
gelas kimia
Gelas kimia bukanlah digunakan sebagai alat pengukur, tanda volume yang ada merupakan
taksiran kasar. Alat ini terdapat dalam berbagai ukuran dan digunakan untuk wadah sementara
larutan atau reagent, memanaskan larutan, menguapkan pelarut atau memekatkan.
Erlenmeyer
erlenmeyer
Alat ini juga bukanlah alat pengukur, digunakan dalam analisis volumetri untuk wadah suatu
volume tertentu dari suatu larutan, seringkali juga digunakan dalam kegiatan titrasi, dan untuk
memanaskan larutan.
Ada dua jenis Erlenmeyer :
Erlenmeyer tanpa tutup gelas, dipakai untuk titrasi larutan yang tidak mudah menguap.
Erlenmeyer dengan tutup gelas, dipakai titrasi larutan yang mudah menguap.
Labu Takar
labu takar
Labu takar merupakan suatu bejana dengan leher panjang sempit dan dasar yang datar,
dilengkapi dengan tanda batas volume dan mempunyai kapasitas tampung sesuai dengan
ukuran yang tercantum. Bila pada alat tertulis 20 °C dan 100 ml maka alat tersebut dapat
menampung cairan pada 20 °Celcius sebanyak 100 ml sampai garis tanda yang terdapat pada
leher alat.
Labu takar ini banyak digunakan untuk membuat larutan standar atau baku pada analisis
volumetri. Seringkali juga digunakan untuk pengenceran sampai volume tertentu. Perlu
diperhatikan alat ini jangan digunakan untuk mengukur larutan atau pelarut yang panas.
Pipet Gondok
fungsi pipet gondok
Bagian tengah dari pipet ini membesar seperti gondok. Ujungnya runcing dan pada bagian atas
ada tanda goresan melingkar. Tepat sampai tanda tersebut, volume larutan didalam pipet sama
dengan angka yang tertera pada alat tersebut.
Alat ini dipakai untuk mengambil dan memindahkan larutan secara tepat pada volume tertentu
sesuai kapasitas. pipet gondok tersebut. Pipet gondok ini merupakan alat pengukur yang lebih
tepat dari gelas ukur karena lebih akurat.
Pipet Ukur
pipet ukur
Pipet ukur mempunyai bentuk berupa tabung gelas yang agak panjang dengan ujung runcing
dan mempunyai skala. Teknik penggunaannya sama dengan pipet gondok, hanya saja volume
dapat dipindahkan sebagian disesuaikan dengan keperluan. Jumlah cairan yang dituangkan
dapat disesuaikan dengan skala yang ada pada pipet tersebut.
Pipet Tetes atau Pasteur
gambar pipet tetes
Pipet ini tidak mempunyai ukuran volume atau skala lainnya, digunakan untuk memindahkan
sedikit zat cair atau larutan yang tidak mempunyai ketelitian tinggi.
Buret
buret biasa
Berupa tabung gelas panjang dengan pembagian skala dan ujung bawah dilengkapi dengan kran
digunakan untuk titrasi atau mengukur volume titran yang digunakan. Berdasarkan tingkat
ketelitian atau pembagian skalanya, buret dibagi menjadi 2 jenis :
Makro buret dengan pembagian skala 0,1 sampai 0,05 ml.
Mikro buret dengan pembagian skala 0,01 ml.
Yang perlu diperhatikan pada buret adalah ketika membaca membaca skala pada buret supaya
tidak timbul kesalahan paralax.
Bola Isap / Suction Bulb
bola hisap
Pengambilan suatu larutan atau cairan menggunakan pipet volume dapat dilakukan dengan
bantuan bola hisap karet. Alat ini terdiri dari satu bola dengan ujung pendek diatas dan ujung
bawah agak panjang. Ujung bawah mempunyai cabang kesamping. Sebelum dipakai untuk
mengambil cairan, bola hisap dikosongkan dengan menekan bola dan bagian ujung atas.
Pipet volume dimasukkan kedalam lubang ujung bawah bola hisap tetapi jangan melewati pipa
cabang. Untuk menggunakannya, pijit bagian ujung bawah sehingga cairan akan terhisap masuk
ke dalam pipet. Cairan dapat keluar dengan memijit bagian pipa cabang. Sehabis menggunakan
bola hisap, pipet dilepas dan biarkan udara masuk sehingga bola menggelembung kembali
seperti semula.
Botol Semprot
botol semprot
Botol semprot plastik digunakan untuk menyimpan air suling yang akan digunakan sebagai
pelarut zat, pencucian untuk membersihkan dinding bejana dari sisa-sisa endapan, atau
membilas alat-alat yang telah dicuci. Botol semprot plastik ini dapat dipegang dengan satu
tangan dan dengan pijatan yang lemah cairan akan keluar. Botol semprot mempunyai ukuran
yang berbeda-beda mulai dari yang kecil sampai yang besar sesuai keperluan.
Cawan porselin
cawan porselin
Cawan porselin biasanya digunakan sebagai tempat mengabukan kertas saring dan memijarkan
endapan sehingga terbentuk senyawa yang stabil. Cawan porselen yang baik dapat dipanaskan
hingga suhu 1200 ° celcius. Cawan porselen yang masih panas tidak boleh didinginkan
mendadak dengan air dingin karena bisa pecah karena perbedaan suhu yang ekstrim.
Pinggan porselinPinggan porselin
Alat ini hampir sama seperti cawan porselin namun lebih tebal. Digunakan untuk menguapkan
larutan sehingga menjadi lebih pekat atau menjadi kering atau menjadi kristal.
Piring / Pelat tetes
Pelat tetes
Digunakan untuk mereaksikan zat yang dalam jumlah sedikit. alat ini tidak boleh dipanaskan,
Seringkali digunakan pada pengenalan sifat-sifat larutan bersifat asam atau basa dengan
menggunakan kertas lakmus.
Mortar Martil
Merupakan alat laboratorium yang bentuknya sangat mirip dengan lumpang dan alu terbuat
dari bahan porselen atau keramik yang membuatnya terlihat mirip dengan cawan porselin atau
krusibel. Mortar dan martil adalah sepasang alat laboratorium yang penggunaannya tidak dapat
dipisahkan berdasarkan fungsinya.
Penggunaannya tidak ditumbukkan tetapi dipegang dan diputar-putar, digerus. Fungsi mortal
dan martil adalah untuk menghaluskan sampel pengujian yang ada di laboratorium, hal ini juga
dapat digunakan untuk mencampurkan beberapa bahan menjadi satu dengan cara digerus
secara bersamaan.
Cawan Petri
ukuran cawan petri laboratorium
Cawan petri adalah kaca bundar berbentuk silinder tipis dan transparan. fungsi cawan petri
berhubungan langsung dengan mikroorganisme yang dipelajari. Biasanya dilengkapi dengan
tutup.
Baca Juga :
Pengertian, Fungsi, dan Ukuran Cawan Petridish Laboratorium
Neraca Ohaus
neraca ohaus
Neraca merupakan salah satu alat ukur massa yang dapat dibedakan berdasarkan jenis skala
dan jumlah lengannya. Berdasarkan skalanya, neraca ini dibedakan menjadi dua yaitu neraca
ohaus manual dan digital. Untuk yang manual ada neraca ohaus dua lengan, tiga lengan, dan
empat lengan.
Neraca ohaus adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengukur massa benda yang
memiliki ketelitian 0,01 gram. Prinsip kerja dari neraca ini sebenarnya hanya sekedar
membandingkan massa benda yang akan diukur dengan anak timbangan. Kemampuan
pengukuran dari neraca ini dapat diubah dengan cara menggeser posisi anak timbangan
sepanjang lengan neraca anak timbangannya.
Neraca analitik
Timbangan Analitik Kern ABS 220-4
Neraca analitik merupakan sebuah sebuah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur
massa suatu zat, baik zat berbentuk padat maupun cair. Neraca analitik sangat mudah
ditemukan di setiap laboratorium karena fungsi dan kegunaannya yang sangat penting.
Kelebihan Neraca Analitik :
Memiliki tingkat akurasi atau ketelitian yang sangat baik bahkan hingga 0,00001 gram
Neraca analitik digital mudah dalam penggunaannya karena lebih praktis dan efektif tidak
membutuhkan waktu yang lama.
Beberapa neraca analitik digital bahkan sudah memiliki fitur internal calibration yang
memungkinkan kita melakukan kalibrasi sendiri.
Klem dan Statif
klem dan statif
Klem merupakan sebuah alat penjepit yang terbuat dari besi dimana alat ini digunakan untuk
menjepit alat gelas kimia / corong, sedangkan statif merupakan stand yang menjadi tempat
meletakkan klem.
Kedua alat ini berfungsi membantu kita memegang alat kimia tertentu dalam suatu proses
kimia dimana terkadang proses kimia membutuhkan waktu yang lama atau pemanasan dengan
suhu tinggi sehingga tidak memungkinkan kita untuk memegang alat tersebut dengan tangan.
Untuk menggunakan klem dan statif itu sendiri sebenarnya tidak ada aturannya, kita hanya
perlu memasang klem dengan statif menggunakan penjepit klem. Penggunaan penjepit klem
sebaiknya dalam posisi menghadap keatas dengan tujuan untuk mencegah klem terjatuh.
Pembakar Spirtus
pembakar spirtus
Pembakar spirtus ini merupakan alat laboratorium yang digunakan untuk menghasilkan nyala
api. Sesuai namanya bahan bakar dari alat ini menggunakan spirtus yang disalurkan
menggunakan sumbu-sumbunya yang akan menyerap spirtus dan dikeluarkan di bagian atas.
Cara menyalakan pembakar spirtus adalah tinggal dikasih api dan untuk mematikannya
mematikannya adalah dengan langsung ditutup, jadi tidak ditiup.
Pembakar Bunsen
pembakar bunsen laboratorium
Terdiri dari tabung logam vertikal yang terhubung kedalam sumber bahan bakar (burner tube)
dengan lubang pemasukan udara. Gas yang biasanya digunakan adalah gas alam atau metana
atau bahan bakar gas cair semacam propana dan butana atau kalau di sekitar kita di
laboratorium kita biasanya menggunakan gas elpiji.
Alat ini digunakan untuk beberapa proses kimia yang memerlukan pemanasan di dalamnya.
Khusus pada kimia analitik pembakar bunsen digunakan dalam uji kualitatif untuk memanaskan
tabung reaksi.
Baca Juga :
Prinsip Kerja, Bagian-Bagian, dan Fungsi Pembakar Bunsen
Kaki Tiga dan Kasa
kaki tiga dan kasa
Kaki Tiga adalah logam besi bundar dengan kaki terbuat dari logam sebanyak tiga, merupakan
alat penunjang di laboratorium yang digunakan untuk menopang atau menahan alat gelas kimia
atau labu selama pemanasan. Umumnya kaki tiga terbuat dari logam ringan seperti baja yang
tahan karat atau besi sehingga mudah dipindahkan kapan saja.
Nama kaki tiga sendiri diambil dari jumlah tiga batang yang dapat berdiri tegak dan kuat dalam
menahan bahan di atasnya. Kaki tiga ini memiliki bentuk yang bervariasi seperti segitiga atau
lingkaran. Terkadang ada juga yang ketiga kakinya dapat dilepas dan disesuaikan tergantung
pada kebutuhan penggunaannya.
Biasanya kasa kawat dengan bagian tengah keramik harus diletakkan diatas kaki tiga agar gelas
seperti beaker gelas bisa diletakkan di atasnya. Karena kaki tiga ini tinggi maka pembakar
bunsen dapat diletakkan di bawah untuk memanaskannya.
Segitiga Porselen
segitiga porselen
Alat ini berfungsi sebagai penopang wadah, misalnya : cawan porselin yang akan dipanaskan
diatas kaki tiga.
Labu Destilasi
labu destilasi
Labu destilasi merupakan salah satu peralatan gelas yang sering kita gunakan di laboratorium
karena fungsi dan kegunaannya yang sangat menunjang penelitian. Labu destilasi ini memiliki
bentuk yang hampir sama seperti labu alas bulat tetapi memiliki pipa penghubung disisinya.
Labu destilasi sering digunakan untuk alat penyulingan di laboratorium. Prinsip kerja labu
destilasi ini didasarkan pada perbedaan titik didih atau volatilitas larutan sehingga larutan yang
tercampur akan terpisah berdasarkan titik didihnya.
Pendingin / Kondensor
kondensor
Dalam beberapa metode kimia, kondensor digunakan untuk mendinginkan uap panas.
Kondensor berasal dari kata kondensasi yang berarti bahwa alat tersebut akan mendinginkan
uap yang melewatinya dan mengubah menjadi fase cair.
Prinsip kerja dari kondensor adalah dengan menurunkan suhu uap secara drastis. Setiap
kondensor akan memiliki sistem pendingin menggunakan aliran air, oleh karena itu dalam
menggunakan kondensor kita membutuhkan pompa air untuk membuat aliran air dalam
kondisi terus berjalan.
Ada beberapa kondensor yang ada di laboratorium
Kondensor Liebig
Kondensor Alihn
Kondensor Graham
Kondensor Dimroth
Kondensor Friedrichs
Perbedaan dari kondensor tersebut dapat dilihat pada gambar diatas.
Corong Pisah
corong pisah ekstraksi
Merupakan alat laboratorium yang digunakan dalam ekstraksi bahan cairan untuk proses
memisahkan dengan beberapa komponen dalam campuran antara dua fase dengan kepadatan
yang berbeda.
Penggunaan corong pisah ini dapat dilakukan dengan bantuan dari campuran dua fase pelarut
sehingga dapat dimasukkan kedalam corong yang ditutup kemudian dikocok dengan kuat untuk
melakukan teknik dalam pencampuran dari dua fase larutan tersebut.
Lemari Asam
fume hood
Lemari asam merupakan sebuah furniture laboratorium berukuran besar yang memiliki bentuk
seperti meja terisolasi untuk mengurangi efek atau paparan material berbahaya dalam hal ini
asam. Lemari asam juga memiliki nama lain yaitu fume hood.
Fungsi lemari asam adalah untuk menghindarkan atau menjauhkan atau membuang segala
jenis uap berbahaya baik dalam bentuk cairan seperti asam sulfat maupun padatan NaOH.
Tang Krus
tang krus
Digunakan untuk memegang / mengambil wadah dalam keadaan panas, misalnya pada saat
analisa kadar air dengan menggunakan oven dimana tang krus ini digunakan untuk mengambil
botol timbang yang akan dikeluarkan dari oven.
Parafilm
parafilm
Parafilm adalah film semi-transparan yang bersifat fleksibel, mudah dibentuk, dan biasanya
digunakan untuk menyegel atau menutup sementara gelas beaker agar cairan dalam gelas
beaker tersebut tidak tumpah.
Kertas Saring
kertas saring
Kertas saring digunakan untuk untuk memisahkan antara zat terlarut dari zat padat,
memisahkan partikel suspensi dari cairan, atau untuk mengeringkan padatan di desikator, dll.
Kertas saring ini bisa kita temukan dalam beberapa ukuran yang bisa kita lihat di dalam
kemasannya. Misalnya : pada gambar diatas merupakan kertas saring whatman no. 42.
Desikator
fungsi desikator laboratorium
Desikator / Exicator adalah wadah yang terbuat dari bahan kaca yang berfungsi untuk
menghilangkan kandungan air. Contoh penggunaan desikator ini adalah untuk analisa kadar air
suatu sampel.
Botol Timbang
botol timbang
Botol timbang banyak digunakan untuk menentukan kadar air suatu sampel. Selain itu juga
sering dipakai untuk menyimpan bahan yang bersifat higroskopis. Jika digunakan untuk
menimbang zat cair yang bersifat mudah menguap maka botol timbang harus dalam kondisi
tertutup agar tidak terjadi penguapan.
Botol Laboratorium
botol laboratorium
Botol laboratorium mempunyai fungsi yang sangat luas di dalam laboratorium, misalnya untuk
menyimpan larutan buffer ph meter, menyimpan sampel retained dari sampel raw material, dll.
Botol laboratorium juga bisa kita temukan dari yang berbahan gelas ataupun plastik yang
autoclaveable. Ukurannyapun sangat bervariasi dan dapat kita temukan dari volume 25 ml.
Ballast
ba ice ballast
Ballast ini digunakan pada lampu UV pada sistem aliran air di laboratorium untuk menghasilkan
aquadem yang bebas dari cemaran mikrobiologi. Alat ini mempunyai umur 1 tahun, sehingga
secara periodik harus diganti.
Botol Reagen
botol reagen
Botol reagen merupakan wadah khusus yang digunakan untuk berbagai cairan dan reagen
padat di laboratorium. Botol reagen Digunakan untuk menyimpan larutan kimia atau untuk
menyimpan indikator asam basa seperti fenolftalin.
Kimwipes
kimwipes
Berbeda dengan tissue pada umumnya, kimwipes merupakan tissue non residual, sehingga
sangat cocok digunakan untuk beberapa aplikasi di laboratorium, misalnya membersihkan
elektroda ph meter, membersihkan kuvet yang pada spektrofotometer UV Visible, dll.
Peralatan Instrumen Laboratorium Kimia
Jika diatas kita membahas mengenai alat-alat laboratorium kimia yang sering kita temui.
Berikut ini adalah beberapa peralatan instrumen yang sering terdapat di dalam laboratorium
kimia. Untuk penjelasannya masing-masingnya akan dibahas terpisah mengingat harus detil
menjelaskan mulai dari bagian-bagian komponennya, prinsip kerjanya, cara
mengoperasikannya, sampai ke metode kalibrasi yang digunakan untuk menjaga akurasi
peralatan tersebut.
Magnetic Stirer
Oven
Tanur / Furnace
Water purified
Spektrofotometer UV Visible
Spektrofotometer Serapan Atom (AAS)
FTIR
Ultrasonic Cleaner
pH Meter
Conductivity meter
dll
Semoga bermanfaat.
SHARE THIS Facebook Twitter Google+ Pin ItBuffer
TAGS: #ALAT LABORATORIUM #NAMA-NAMA PERALATAN LABORATORIUM #PERALATAN
LABORATORIUM
Related Posts
Mengenal Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) Lebih Detil
Mengenal Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) Lebih Detil
Mengetahui kandungan logam dalam suatu sampel merupakan hal wajib dibeberapa bidang,
misalnya terkait dengan lingkungan dimana terdapat nilai ambang batas yang harus dipenuhi
untuk kandungan logam dalam perairan tertentu sehingga air tersebut masih dalam baku mutu
kegunaanya serta belum masuk di kategori tercemar. Hal lain misalnya ambang batas
maksimum kandungan timbal aman di dalam air …
Spektrofotometer UV Vis, Apa Saja Jenis dan Bagian-Bagiannya?
Spektrofotometer UV Vis, Apa Saja Jenis dan Bagian-Bagiannya?
Di era seperti saat ini dimana kebutuhan analisa kimia terhadap suatu bahan / sampel semakin
meluas maka dengan diimbangi perkembangan teknologi, banyak berbagai macam instrument
tercipta dengan segala kelebihannya. Sebut saja kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC), gas
chromatography (GC), spektrofotometer massa, spektrofotometer infra red, atau
spektrofotometer UV visibel. Nah pada artikel ini kita akan sedikit …
Fungsi Desikator Laboratorium dalam Analisa Kadar Air Sampel
Fungsi Desikator Laboratorium dalam Analisa Kadar Air Sampel
Selain botol timbang, keberadaan desikator merupakan desikator dalam suatu laboratorium
sangatlah penting untuk melakukan analasi kadar air / kadar abu dari suatu sampel. Pada artikel
kali ini kita akan membahas mengenai pengertian dan fungsi desikator, jenis / modelnya, serta
bagian-bagian dari desikator tersebut. Pengertian dan Fungsi Desikator Desikator adalah wadah
yang terbuat dari bahan gelas …