Nama : Irma Afifah
NIM : 157222008
TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN
A. Pengertian
Bidan Praktek Mandiri ( BPM ) merupakan bentuk pelayanan kesehatan di
bidang kesehatan dasar. Praktek bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan
yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan masyarakat) sesuai
dengan kewenangan dan kemampuannya. Bidan yang menjalankan praktek harus
memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga dapat menjalankan praktek pada
saran kesehatan atau program.
Tempat Praktik Mandiri Bidan adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang
diselenggarakan oleh Bidan lulusan pendidikan profesi untuk memberikan pelayanan
langsung kepada klien.
B. Persyaratan Pendirian Bidan Praktek Mandiri
1. Menjadi anggota IBI (Ikatan Bidan Indonesia)
2. Permohonan Surat Ijin Praktek Bidan selaku Swasta Perorangan
3. Surat Keterangan Kepala Puskesmas Wilayah Setempat Praktek
4. Surat Pernyataan tidak sedang dalam sanksi profesi/ hukum.
5. Surat Keterangan Ketua Ranting IBI Wilayah
6. Persiapan peralatan medis dan medis usaha praktek bidan secara perorangan dengan
pelayanan pemeriksaan pertolongan persalinan dan perawatan.
7. Membuat Surat Perjanjian sanggup mematuhi perjanjian yang tertulis.
8. Bidan dalam menjalankan praktek harus :
a. Memiliki tempat dan ruangan praktek yang memenuhi persyaratan kesehatan.
b. Menyediakan tempat tidur untuk persalinan minimal 1 dan maksimal 5 tempat
tidur.
c. Memiliki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan
prosedur tetap (protap) yang berlaku.
d. Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peralatan yang berlaku.
1
9. Bidan yang menjalankan prakytek harus mencantumkan izin praktek bidannya atau
foto copy prakteknya diruang praktek, atau tempat yang mudah dilihat.
10. Bidan dalam prakteknya memperkerjakan tenaga bidan yang lain, yang memiliki
SIPB untuk membantu tugas pelayanannya
11. Bidan yang menjalankan praktek harus harus mempunyai peralatan minimal sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dan peralatan harus tersedia ditempat prakteknya.
12. Peralatan yang wajib dimilki dalam menjalankan praktek bidan sesuai dengan jenis
pelayanan yang diberikan .
13. Dalam menjalankan tugas bidan harus serta mempertahankan dan meningkatkan
keterampilan profesinya antara lain dengan :
a. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan atau saling tukar informasi
dengan sesama bidan .
b. Mengikuti kegiatan-kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang
tugasnya, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun oleh organisasi
profesi.
c. Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktek agar tetap
siap dan berfungsi dengan baik.
C. Perijinan
SIPB dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang seterusnya akan
disampaikan laporannya kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat dengan
tembusan kepada organisasi profesi setempat.
D. Persyaratan Gedung/ Bangunan
1. Papan nama
a. Untuk membedakan setiap identitas maka setiap bentuk pelayan medik dasar swasta
harus mempunyai nama tertentu, yang dapat diambil dari nama yang berjasa
dibidang kesehatan, atau yang telah meninggal atau nama lain yang sesuai dengan
fungsinya.
b. Ukuran papan nama seluas 1 x 1,5 meter.
c. Tulisan blok warna hitam, dan dasarnya warna putih.
d. Pemasangan papan nama pada tempat yang mudah dan jelas mudah terbaca oleh
masyarakat .
2
2. Tata ruang
a. Setiap ruang priksa minimal memiliki diameter 2 x 3 meter.
b. Setiap bangunan pelayanan minimal mempunyai ruang priksa, ruang
adsministrasi/kegiatan lain sesuai kebutuhan, ruang tunggu, dan kamar mandi/WC
masing-masing 1 buah.
c. Semua ruangan mempunyai ventilasi dan penerangan/pencahayaan.
3. Lokasi
a. Mempunyai lokasi tersendiri yang telah disetujui oleh pemerintah daerah setempat
(tata kota), tidak berbaur dengan kegiatan umum lainnya seperti pusat perbelanjaan,
tempat hiburan dan sejenisnya.
b. Tidak dekat dengan lokasi bentuk pelayanan sejenisnya dan juga agar sesuai fungsi
sosialnya yang salah satu fungsinya adalah mendekatkan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat.
4. Hak dan guna pakai
a. Mempunyai surat kepemilikan (Surat hak milik / surat hak guna pakai)
b. Mempunyai surat hak guna (surat kontrak bangunan) minimal 2 tahun.
E. Penerapan Analisis SWOT
1. Strength (Kekuatan)
a. Telah menyelesaikan program SI Kebidanan
b. Pengetahuan baik tekhnis maupun non tekhnis, antara lain :
1). Asuhan persalinan normal
2). LSS
3). Diklat jarak jauh bidan
4). Keluarga berencana
5). Insersi IUD
6). Pemasangan AKBK
7). Pelatihan penanganan HIV AIDS
8). Pelatihan isu gender
9). Pelatihan kesehatan reproduksi
c. Memiliki wajah yang menarik
d. Memiliki solidaritas yang tinggi
e. Pandai bersosialisasi
3
f. Memiliki rasa humor
g. Kreatif dan inovatif
h. Ramah dan santun
2. Weakness (Kelemahan)
a. Sensitif
b. Berbicara spontan apa adanya, terkadang tanpa mempedulikan perasaan orang lain
c. Pelupa
3. Opportunities (peluang)
a. Bidan praktek swasta yang ada relatif sedikit
b. Setelah dianalisis pelayanan sebagian bidan di daerah itu kurang memuaskan
khususnya dalam bidang kepuasan pelanggan
c. Bidan-bidan senior kurang bisa meningkatkan kreatifitas sehingga terlihat monoton
4. Threats (ancaman)
a. Adanya persaingan yang tidak sehat
Persyaratan menurut KEPMENKES RI NO. 900/MENKES/SK/VII/2002
b. Bidan dalam menjalankan prakteknya harus:
1). Memiliki tempat dan ruangan praktek yang memenuhi persyaratan kesehatan
2). Menyediakan tempat tidur untuk persalinan, minimal 1 dan maksimal 5 tempat
tidur
3). Memilki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan
prosedur tetap (protap) yang berlaku.
4). Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peralatan yang berlaku
c. Bidan yang menjalankan praktek harus mencantumkan izin praktek bidannya atau
fotocopy izin prakteknya di ruang praktek, atau tempat yang mudah dilihat.
d. Bidan dalam prakteknya menyediakan lebih dari 5 tempat tidur, harus
memperkerjakan tenaga bidan yang lain, yang memiliki SIPB untuk membantu
tugas pelayanannya.
e. Bidan yang menjalankan praktek harus mempunyai peralatan minimal sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dan harus tersedia di tempat prakteknya
f. Peralatan yang wajib dimiliki dalam menjalankan praktek bidan sesuai dengan jenis
pelayanan yang diberikan
g. Dalam menjalankan tugas bidan harus senantiasa mempertahankan dan
meningkatkan keterampilan profesinya antara lain dengan:
4
1). Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan atau saling tukar informasi
dengan sesama bidan
2). Mengikuti kegiatan-kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang
tugasnya, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh organisasi
profesi
3). Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktek agar tetap
siap dan berfungsi dengan baik
F. Kelengkapan Administrasi, Peralatan, Sarana dan Prasarana BPM
1. Administrasi
a. Memiliki papan nama bidan praktek swasta
b. Mempunyai SIPB dan masih berlaku
c. Ada visi dan misi
d. Ada falsafah
e. Memiliki buku standar pelayanan kebidanan
f. Ada buku pelayanan KB
g. Ada buku standar pelayanan kebidanan neonatal
h. Ada buku register pasien
i. Ada format catatan medis
1). Antenatal
2). Persalinan
3). Nifas
4). Bayi Baru Lahir
5). Keluarga Berencana
6). Bayi Sehat
7). Rujukan
8). Laporan
9). Surat Kelahiran
10). Surat Kematian
11). Partograf
12). Informed Consent
13). Formulir Permintaan Darah
5
2. Peralatan dan obat-obatan
a. Peralatan tidak steril
1). Tensimeter
2). Stetoskop biokuler
3). Stetoskop monokuler
4). Timbangan dewasa
5). Timbangan bayi
6). Pengukuran panjang bayi
7). Thermometer
8). Oksigen dalam regulator
9). Ambu bag dengan masker resusitasi (ibu+bayi)
10). Penghisap lendir
11). Lampu sorot
12). Penghitung nadi
13). Sterilisator
14). Bak instrument dengan tutup
15). Reflek Hammer
16). Alat pemeriksaan Hb (Sahli)
17). Set pemeriksaan urine (protein + reduksi)
18). Pita pengukur
19). Plastik penutup instrument steril
20). Sarung tangan karet untuk mencuci alat
21). Apron / celemek
22). Masker
23). Pengaman mata
24). Sarung kaki plastik
25). Infus set
26). Standar infuse
27). Semprit disposable
28). Tempat kotoran / sampah
29). Tempat kain kotor
30). Tempat plasenta
31). Pot
6
32). Piala ginjal / bengkok
33). Sikat, sabun dan tempatnya
34). Kertas lakmus
35). Semprit glyserin
36). Gunting verband
37). Spateln lidah
38). IUD kit
39). Implant kit
40). Covis
41). Suction
42). Gergaji implant
b. Peralatan steril
1). Klem pean
2). Klem ½ kocher
3). Korentang
4). Gunting tali pusat
5). Gunting benang
6). Gunting episiotomy
7). Kateter karet / metal
8). Pinset anatomis
9). Pinset chirurgic
10). Speculum vagina
11). Mangkok metal kecil
12). Pengikat tali pusat
13). Pengisap lendir
14). Tampon tang dan tampon vagina
15). Pemegang Jarum
16). Jarum kulit dan otot
17). Sarung tangan
18). Benang suter + catgut
19). Doek steril
c. Bahan habis pakai
1). Kapas
7
2). Kain kasa
3). Plester
4). Handuk
5). Pembalut wanita
d. Formulir yang disediakan
1). Formulir Informed Consent
2). Formulir ANC
3). Partograf
4). Formulir persalinan / nifas dan KB
5). Formulir rujukan
6). Formulir surat kelahiran
7). Formulir permintaan darah
8). Formulir kematian
e. Obat-obatan
1). Roborantia
2). Vaksin
3). Syok anafilak
a). Adrenalin 1:1000
b). Anti histamine
c). Hidrokortison
d). Aminophilin 230 mg / 10ml
e). Dopamine
4). Sedatife
5). Antibiotik
6). Uterotonika
7). Antipiretika
8). Koagulantika
9). Anti kejang
10). Glyserin
11). Cairan infuse
12). Obat luka
13). Cairan desinfektan
14). Obat penanganan asphiksia pada BBL
8
3. Sarana Dan Prasarana Asuhan Rooming-In / Rawat Gabung
a. Media Penyuluhan Kesehatan
1). Ada poster di dinding
a). Pesan-pesan ASI Ekslusif
b). Pesan Immunisasi
c). Pesan Vitamin A
d). Persalinan
e). Tanda Bahaya
2). Ada leaflet
3). Ada booklet
4). Ada majalah bidan
5). dan lainnya
b. Sarana
1). Rumah terbuat dari tembok
2). Lantai keramik
3). Ruang tempat periksa
4). Ruang perawatan
5). Dapur
6). Kamar mandi
7). Ruang cuci pakaian/alat
8). Ruang tunggu
9). Wastafel
10). Tempat sampah
11). Tempat parkir
G. Pelayanan yang Diberikan Bidan Praktek Mandiri
Dalam bidan praktek mandiri memberikan pelayanan yang meliputi :
1. Penyuluhan Kesehatan
2. Konseling KB
3. Antenatal Care (senam hamil, perawatan payudara)
4. Asuhan Persalinan
5. Perawatan Nifas (senam nifas)
6. Perawatan Bayi
9
7. Pelayanan KB ( IUD, AKBK, Suntik, Pil )
8. Imunisasi ( Ibu dan Bayi )
9. Kesehatan Reproduksi Remaja
10. Perawatan Pasca Keguguran.
H. Referensi
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 Tentang Izin
Dan Penyelenggaraan Praktik Bidan
10