0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
373 tayangan17 halaman

Peran Perawat dalam Terapi Komplementer

Terapi komplementer merupakan penggunaan terapi tradisional dalam pengobatan modern yang melihat manusia secara holistik. Terapi ini meliputi mind body techniques seperti meditasi dan musik, body movement seperti tai chi, touch therapy, dan spiritual therapy seperti doa. Perawat berperan dalam menerapkan terapi-terapi ini untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, emosional, dan spiritual pasien.

Diunggah oleh

Maria Suyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
373 tayangan17 halaman

Peran Perawat dalam Terapi Komplementer

Terapi komplementer merupakan penggunaan terapi tradisional dalam pengobatan modern yang melihat manusia secara holistik. Terapi ini meliputi mind body techniques seperti meditasi dan musik, body movement seperti tai chi, touch therapy, dan spiritual therapy seperti doa. Perawat berperan dalam menerapkan terapi-terapi ini untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, emosional, dan spiritual pasien.

Diunggah oleh

Maria Suyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI KOMPLEMENTER

DI KOMUNITAS

Donatus Korbianus Sadipun, [Link]., Ns., [Link]


Universitas Nusa Nipa

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab 12 ini, Anda akan mampu:


1. Menjelaskan tentang terapi komplementer di
Komunitas
2. Menganalisa peran perawat dalam terapi
komplementer

Pendahuluan

Terapi komplementer adalah penggunaan terapi tradsional


kedalam pengobatan modern. Terapi komplementer juga ada
yang menyebutnya dalam pengobatan holistik. Pendapat ini
didasari oleh bentuk terapi yang mempengaruhi individu secara
menyeluruh yaitu keharmonisan individu untuk
mengintergrasikan pemikiran, badan, dan jiwa dalam kesatuan
fungsi. Hasil terapi yang telah diintegrasi tersebut ada yang telah
lulusujian klinis sehingga sudah disamakan dengan obatmodern.
Kondisi ini sesuai dengan prinsip keperawatan yang memandang
manusia sebagai mahkluk holistic (bio, psiko, sosial, dan
spiritual). Prinsip holistic pada keperawatan ini perlu didukung
kemampuan perawat
dalam menguasai berbagai bentuk terapi keperawatan termasuk
terapi komplementer. Penerapan terapi komplementer pada
keperawatan perlu mengacu kembali pada teori-teori yang
mendasari praktik keperawatan misalnya Teori Rogers yang
memandang manusia sebagai sistem terbuka, kompleks,
mempunyai berbagai dimensi dan energi. Terapi komplementer
dapat berupa promosi kesehatan, misalnya memperbaiki gaya
hidup dengan menggunakan terapi nutrisi. Intervensi
komplementer ini berkembang ditingkat pencegahan primer,
sekunder, tersier dan dapat dilakukan ditingkat individu
maupun kelompok dalam komunitas masyarakat.

Jenis-Jenis Terapi Komplementer

1. Mind Body Techniques (Terapi pikiran tubuh)


a. Pengertian Mind Body Techiques
Pada terapi pikiran tubuh, individu berfokus pada pengajaran
atau penciptaan keseimbangan proses mental guna
menimbulkan penyembuhan. Fokus terapi pikiran tubuh adalah
menciptakan keseimbangan pikiran, emosi, atau pernafasan,
karena individu adalah satu kesatuan yang utuh.
b. Jenis-jenis Mind Body Techiques
1) Meditasi
Meditasi adalah pemusatan pikiran dan perasaan. Beberapa
agama mengembangkan pula meditasi ritual. Meditasi
merupakan praktik relaksasi yang melibatkan pelepasan pikiran
dari semua hal yang membebani, maupun mencemaskan dalam
hidup kita sehari-hari, yang pada gilirannya memiliki manfaat
bagi kesehatan fisik, emosional, psikis dan fungsi otak.
2) Guide Imagery
Guide imagery merupakan teknik relaksasi yang berfokus dan
mengarahkan imajinasi seseorang. Latihan imagery relaxation
merupakan intervensi perilaku untuk mengatasi kecemasan,
stres dan nyeri. Guide imagery relaxtion dapat mengurangi
tekanan darah, nadi, respirasi dan meningkatkan suhu tubuh.
Hal itu karena guide imagery relaxtion dapat mengaktivasi sistem
saraf parasimpatis. Tujuan dari guide imagery relaxtion adalah
mengalihkan perhatian dari stimulus nyeri atau kecemasan
kepada hal- hal yang menyenangkan dan relaksasi. Selama
latihan relaksasi seseorang dipanduuntuk rileks dengan situasi
yang tenang dan sunyi. Guided imagery relaxtion dimulai dengan
pasien diminta untuk menutup matanya secara perlahan dan
konsentrasi pada pernafasanya, kemudian diminta untuk focus
ke kehidupan yang tenang dan damai sampai dapat melawan
ketakutan, keragu- raguan dan hambatan.
3) Hypnoteraphy
Hypnotherapy adalah salah satu cara untuk mengatasi berbagai
macam permasalahan psikologis dengan mengaplikasikan
teknik hipnosis. Hypnoterapi juga merupakan teknik yang sangat
efektif untuk menjangkau pikiran bawah sadar seseorang, karena
pada umumnya permasalahan psikologis disebabkan oleh
memori, pengalaman atau pemahan yang tertanam dalam
pikiran bawah sadar. Secara umum, mekanisme kerja
hipnoterapi berhubungan dengan sistem kerja
otak manusia yang dapat menstimulir otak untuk meningkatkan
mood.
4) Terapi musik
Terapi musik adalah suatu terapi yang menggunakan musik
untuk mengatasi berbagai masalah dalam berbagai aspek.
Manfaat terapi music yaitu membantu mengekspresikan
perasaan; membantu rehabilitas fisik; memberi pengaruh postif
terhadap kondisi suasana hati dan emosi; meningkatkan
memori, serta meyediakan kesempatan yang unik untuk
berinteraksi; serta membangun kedekatan emosional
5) Teknik relaksasi nafas dalam
Teknik relaksasi nafas dalam merupakan suatu bentuk
implementasi asuhan keperawatan yang dapat menurunkan
intesitas nyeri, teknik relaksasi napas dalam meningkatkan
ventilasi paru dan oksigenasi darah. perawat mengajarkan
kepada klien bagaiman cara melakukan napas dalam, menahan
inspirasi secara maksimal dan bagaimana menghembuskan
napas secara perlahan.
c. Manfaat terapi pikiran tubuh
Penurunan kecemasan, depresi, iritabilitas dan kemurungan.
Peningkatan belajar dan memori, peningkatan aktualisasi diri,
peningkatan kebahagiaan dan stabilitas emosi.
d. Indikasi dan kontraindikasi terapi pikiran tubuh
Semua pasien perlu mendapatkan terapi pikiran tubuh kecuali
mereka yang mengalami psikopat, sosiopat, autistic, delusi yang
tidak terkontral,
klien yang mudah bosan dan pasien rehabilitasi ambulatory yang
tidak termasuk psikosis berat.
2. Body Movement Therapy
Mekanika tubuh pada dasarnya bagaimana tubuh secara efesien
terkordinasi dan aman sehingga menghasilkan gerakan yang
baik dan memelihara keseimbangan selama beraktivitas. Terapi
gerak tubuh adalah istilah selimut untuk beberapa jenis terapi
yang menggunakan gerakan sebagai cara untuk mencapai
kesehatan tubuh, pikiran dan spiritual, misalnya:
a. Tai chi
Olahraga tradisional cina yang dapat diklasifikasikan sebagai
olahraga sedang. Tai chi memiliki manfaat fisologis, psikososial,
dapat meningkatkan kontrol keseimbangan, fleksibilitas,
dan kebugaran kardiovaskuler orangdewasa.
b. Qigong
Suatu olahraga yang berbeda dengan olahraga pada umumnya,
yaitu tidak hanya dengan posisi, gerakan atau aturan, namun
dengan mementingkan teknik pernapasan yang mempunyai 3
prinsip yaitu olah tubuh, pernapasan, pikiran
3. Touch Therapy (Terapi sentuhan)
a. Definisi Terapi Sentuhan
Healing Touch disebut juga terapi sentuhan lembut, diberikan
dalam kondisi rileks untuk memberikan keseimbangan energi
emosi, spiritual dan fisik yang bertujuan membantu dalam proses
penyembuhan. Therapeutic touch adalah
modalitas komplementer yang telah terbukti memiliki efek
internal yang mengurangi tekanan psikologis dan mempercepat
relaksasi, dan juga mengurangi rasa sakit dan meningkatkan
kekebalan tubuh
b. Tujuan Terapi Sentuhan
Merestorasi keselarasan dan keseimbangan sistem energy
tubuh, mensupport diri pasien melalui proses sentuhan untuk
meningkatkan kemampuan tubuh, pikiran, emosi, spiritual
dalam mencapai kondisi kesehatan yang optimal.
c. Kelebihan Terapi Sentuhan
Dapat tercapai kondisi relaksasi hanya dengan sentuhan
sederhana, cocok untuk segala usia, dapat diterapkan pada
pasien-pasien yang mengalami gangguan jantung, dapat berjalan
selaras dengan program medis.
d. Indikasi Terapi Sentuhan
Klien dengan kecemasan, Klien dengan rasa kehilangan yang
kronis, Klien yang merasakan rasa nyeri kronis dalam tubuhnya,
Klien dengan rasa sakit, Klien dengan hipertensi dan gangguan
sistem pernapasan, Klien dengan kolesterol dan sistem
kekebalan tubuh yang lemah, Klien dengan harga diri rendah,
Klien dengan gangguan depresi ringan, dan Klien dengan
gangguan tidur.
e. Kontraindikasi Terapi Sentuhan
Suhu tubuh lebih dari 38ᵒ C atau merasa tidak sehat; Tumor;
Varises; Flebitis; Hemophilia; Penyakit menular; Trauma akut
seperti luka terbuka, memar, ligament terkilir dan luka bakar.
4. Spiritual Therapy
a. Pengertian Terapi Spiritual
Spiritual gayatri mantram adalah konsep yang luas dengan
berbagai dimensi dan perspektif yangditandai adanya perasaan
keterikatan kepadasesuatu yang lebih besar dari diri kita, yang
disertai dengan usaha pencari makna dalam hidup atau dapat
dijelaskan sebagai pengalaman yang bersifat universal dan
menyentuh. Beberapa individu menggambarkan spiritualitas
dalam hidupnya seperti adanya perasaan terhubung yang suci
dan menentramkan atau memberikan kedamaian hati. Terapi
dukungan spiritual gayatri mantra ini merupakan bentuk
implementasi asuhan keperawatan yang holistic, dalam
pelaksanaan terapi dukungan spiritual, perawat menunjukan
perilaku caring yang dapat memberikan ketenangan,
kenyamanan bagi klien sehingga mendekatkan hubungan
terapeutik perawat dan klien. Seseorang yang memiliki
keyakinan akan keberadaan Tuhan Yang Maha Kuasa memiliki
kekuatan, pengharapan untuk meminta kesembuhan,
keselamatan dan perlindungan.
b. Tujuan Pemberian Terapi Spiritual
Memberikan rasa nyaman kepada klien sehingga klien akan lebih
rileks dan tenang; Memperkuat mentalitas pada diri klien;
Menurunkan stress dan Membangkitkan rasa percaya diri serta
optimism
c. Manfaat Terapi Spiritual
1) Meningkatkan perasaan akan kedamaian diri
dan kekuatan batin, meningkatkan kesadaran
pribadi, penerimaan yang baik tentang kehidupan dunia,
kemampuan untuk mengatasi ketidakpastian hidup dan
ambikuisitas, kemampuan menerima kondisi seperti
kemerosotan fisik karena usia, kondisi sakit terminal dan
keadaan stress.
2) Menghilangkan keresahan, kekacauan dan
kegelisahan yang ada pada pikiran setiap
insan yang mempunyai masalah.
3) Upaya lain adalah restorasi doa dengan Tuhan
sebagai perantara perjanjian sehingga dapat
diberikan kesehatan.
d. Teknik dalam Memberikan Terapi Spiritual
1) Terapi spiritual dilakukan didalam ruangan
tertentu. Perawat sebagai pembicara yang
sudah menguasai komunikasi terapeutik
dapat memberikan pencerahan tentang
hakikat mengapa manusia diciptakan dan
mengenalkan tujuan manusia diciptakan.
Tujuan dari diberikan pencerahan adalah
untuk mengurangi manusia akan nafsu atau
keinginan yang berlebih agar lebih
memprioritaskan kebutuhan.
2) Terapi spiritual yang dilakukan sebagai bentuk
bimbingan individu. Terapi yang dilakukan
oleh satu perawat dengan satu klien, perawat
membacakan sesuatu yang harus ditirukan
oleh klien, kemudian perawat meminta klien
untuk membacakan kembali bacaan tersebut
dan membimbing klien dalam proses ibadah
sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
e. Langkah-langkah dalam Melakukan terapi
spiritual
Duduklah dengan tenang dan santai; Tutuplah kedua mata dan
mengatur nafas; Bernafaslah secara alamiah dan mulai
mengucapkan mantramsecara berulang-ulang;
Bila ada pikiran yang mengganggu kembalilah fokuskan pikiran;
Lakukan selama 10-20 menit; Jika sudah selesai melaukan terapi,
jangan langsung berdiri, duduklah dulu lalu beristirahat,
tenangkan pikiran barulah berdiri dan lakukan kegiatan kembali
5. Nutritional Therapies (Terapi Nutrisi)
a. Pengertian Terapi Nutrisi
Terapi nutrisi adalah terapi yang diberikan kepada pasien yang
mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Efek
samping dari kemoterapi beberapa diantaranya yaitu: mual,
muntah, rambut rontok, diare, dan mulut terasa pahit. Kondisi
seperti ini yang menyebabkan penurunannafsu makan dan dapat
berpengruh pada penurunan status gizi dalam jangka panjang.
Kemoterapi akan berhasil secara optimal apabila ditunjang oleh
status gizi yang baik.
b. Tujuan Terapi Nutrisi
Memperbaiki kekurangan nutrisi atau mencegah nutrisi;
Mencegah komplikasi dan efek samping yang berhubungan
dengan nutrisi; Mencegah berkurangnya masa otot, tulang,
darah, organ dan masa tubuh yang lain; Memberikan kekuatan
energy bagi tubuh; Mencegah terkena infeksi dan Membantu
penyembuhan serta meningkatkan kualitas hidup.
c. Manajemen Nutrisi Terhadap Efek Samping
Kemoterapi
1) Penurunan nafsu makan
Sediakan porsi kecil makanan kegemaran sehingga siap
dimakan ketika lapar; Asupan makanan dalam porsi kecil
harus mengandung tinggi protein dan tinggi kalori; Apabila sulit
makan makanan padat, dapat diganti dengan suplemen cair
seperti sup, susu, dan jus; menciptakan suasana nyaman saat
makan untuk mencegah hilangnya nafsu makan, membatasi
minum saat makan, dan olahraga teratur bila memungkinkan.
2) Mulut kering
Meningkatkan asupan cairan; Memilih makan yang lunak;
Permen dapat digunakan untuk stimulasi pengeluaran air liur;
Hindari rokok dan alcohol
3) Mual dan Muntah
Pasien ditempatkan diruangan yang sejuk; Hindari makanan
didalam ruangan dimana terdapat bau masakan atau keadaan
yang terlalu panas; Cuci mulut sebelum dan sesudah makan;
Hindari makanan satu-dua jam sebelum dan sesudah
kemoterapi; Hindari makanan yang menyebabkan mual seperti
makanan pedas, berminyak dan bau yang menyengat; Minum air
sedikit demi sedikit; Hindari penggunaan bumbu yang berlebih
pada makanan; Menghisap permen bila mulut terasa tidak enak;
Menjaga kebersihan mulut; Pada periode mual hebat,
melakukan aktivitas yang bersifat relaksasi seperti membaca
atau tidur.
4) Konstipasi
Makan makanan yang mengandung serat, dianjurkan asupan
serat 25-35gram perhari; Minum 8-10 gelas perhari; Melakukan
aktivitas fisik seperti berjalan dan berolahraga teratur; Jika
konstipasi telah terjadi, lanjut makanan makanan tinggi serat
dan minum yang cukup untuk menjaga aktivitas fisik; Segera ke
dokter untuk mendapat terapi medis seperti laksatif untuk
mengurangi gejala.
5) Diare
Diare yang berkepanjangan dapat mengakibatkan terjadinya
dehidrasi. Penanganannya antara lain: Makan makanan seperti
sup, pisang dan minuman untuk mengganti cairan serta
elektrolit yang hilang; Hindari makanan yang berminyak,
minuman panas, dingin dan kafein; Hindari makanan tinggi serat
terutama kacang kering dan sayuran Brokoli dan kubis; Batasi
susu; Batasi makanan atau minuman yang dapat menyebabkan
gas seperti soda; Obat antidiaredapat diberikan bila perlu.
Fokus Terapi Komplementer

1. Terapi Komplementer pada Pasien dengan Hipertensi


Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah dari jantung dan
dialirkan ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Dikatakan terkena
hipertensi mempunyai tekanan darah sistolik >140 mmHg dan
tekanan darah diastolic >90 mmHg. Terapi Komplementer:
a. Daun salam; daun salam mengandung asiri, tanin,
dan flavonoida, yang sangat bermanfaat untuk
mengobati darah tinggi. Cara membuat ramuan:
cuci 7-10 lembar daun salam sampai bersih, lalu
rebus dalam 3 gelas air sampai sisa 1 gelas. Setelah
dingin, saring dan air saringannya diminum sehari
2 kali masing-masing ½ gelas
b. Bawang putih; makanan ini berfungsi sebagai
antikoagulan yang dimana bisa menurunkan
resiko pembekuan darah
c. Senam relaksasi progresif; suatu metode untuk
membantu menurunkan tegangan otot sehingga
tubuh menjadi rileks
d. Mengkudu; mengandung anti inflamasi yang pada
hipertensi mampu menurunkan tekanan darah
2. Terapi Komplementer pada Pasien Autism atau
Hiperaktif
Banyak orang tua yang memiliki anak dengan gangguan autism
mencoba beberapa jenis pendekatan alternatif ketika
konvesional tidak bekerja. Terapi Komplementer:
a. Terapi sensorik; mengekspos anak-anak dengan
sentuhan menenangkan; gerakan, suara, atau bau
untuk mengurangi gejala autism
b. Terapi music; di dalam metode ini akan
merangsang beberapa bagian, yaitu komunikasi,
keterampilan motorik, keterampilan kognitif,
ekspresi emosional
c. Yoga; yoga menggabungkan meditasi dan gerakan,
yang dapat membantu anak-anak untuk lebih
santai dan kebugaran.

Peran Perawat dalam Terapi Komplementer

Peran perawat yang dapat dilakukan dari pengetahuan tentang


terapi komplementer diantaranya sebagai konselor, pendidik
kesehatan, peneliti, pemberi pelayanan langsung, koordinator
dan sebagai advokat. Perawat secara holistik harus bisa
mengintergrasikan prinsip mind-body-spirit dan modalitas (cara
mengatakan sikap terhadap suatu situasi) dalam kehidupan
sehari-hari dan praktik keperawatanya.
Terapi komplementer menjadi salah satu cara bagi perawat
untuk menciptakan lingkungan yang terapeutik dengan
menggunakan diri sendiri sebagai alat atau media penyembuh
dalam rangkah menolong orang lain dari masalah kesehatan.
Terapi komplementer digunakan bersama-sama dengan terapi
medis conventional.
1. Konselor
Sebagai konselor perawat dapat menjadi tempat bertanya,
konsultasi, dan diskusi apabila klien membutukan informasi
ataupun sebelum mengambil keputusan.
2. Pendidik kesehatan
Perawat dapat menjadi pendidik bagi perawat disekolah tinggi
keperawatan seperti yang berkembang diaustralia dengan lebih
dahulu mengembangkan kurikulum pendidikan
3. Peneliti
Peran perawat sebagai peneliti diantaranya dengan melakukan
berbagai penelitian yang dikembangkan dari hasil-hasil
evidence-based practice.
4. Pemberi pelayanan langsung
Perawat dapat berperan sebagai pemberi pelayanan langsung
misalnya dalam praktik pelayanan kesehatan yang melakukan
integrasi komplementer. Perawat berperan untuk memenuhi
permintaan kebutuhan perawatan komplementer yang mungkin
diberikan termasuk perawatan alternatif.
5. Koordinator
Perawat lebih banyak berinteraksi dengan klien sehingga peran
koordinator dalam terapi komplementer juga sangat penting.
Perawat dapat mendiskusikan terapi komplementer dengan
dokter yang merawat dan unit manajer terkait.
6. Advokat
Pengembangan kebijakan, praktik keperawatan, pendidikan, dan
riset. Apabila isu ini berkembang dan terlaksana terutama oleh
perawat yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan
tentang terapi komplementer, diharapkan akan dapat
meningkatkan pelayanan kesehatan sehingga kepuasan klien
denganperawat secara bersama-sama dapat meningkat.

Tehnik Terapi Komplementer

1. Meditasi
Meditasi adalah suatu teknik yang memungkinkan seseorang
mampu menggunakan kesadaran dan pengalamannya sehingga
membuat seseorang lebih sadar akan dirinya. Meditasi dapat
menjadikan
seseorang lebih rileks, pikiran lebih tenang, meningkatkan
kesejahteraan fisik dan emosional dengan kondisi lingkungan
tenang. Terapi ini menggunakan sikap tubuh yang spesifik,
memfokuskan perhatian atau sikap terbuka terhadap gangguan.
Indikasi meditasi dilakukan pada saat stress, cemas, denyut
jantung dan tekanan darah meningkat. Kontraindikasi
melakukan meditasi adalah klien yang kurang mampu
menyimpan emosi dan kurang mampu menganalisa sebab akibat
yang kompleks.
2. Terapi massase
Teknik ini dengan cara menekan, mengusap dan memanipulasi
otot dan jaringan lunak lainnya pada tubuh. Massase dapat
berfungsi sebagai salah satu terapi untuk meredakan berbagai
keluhan fisik, seperti rasa kembung, menghilangkan nyeri dan
meredakan stress serta kelelahan fisik. Massase membantu
mengurangi keteganggan otot dengan menstimulasi sirkulasi
darah dalam tubuh, relaksasi mengurangi nyeri, sedangkan pada
bayi melancarkan sirkulasi sehingga efektif meningkatkan berat
badan.
3. Yoga
Yoga merupakan suatu sarana untuk mencapai suatu tingkat
aktivitas untuk pikiran dan jiwa agarberfungsi bersama secara
harmonis. Teknik ini mengkombinasikan postur fisik, teknik
nafas dalam, dan emditasi atau relaksasi. Yoga
mengkombinasikan postur, pernapasan, dan meditasi ataupun
relaksasi.
4. Bekam
Bekam adalah melakukan suction pada bagian tertentu (lokal)
dengan menggunakan cups pada area yang dipilih pada tubuh.
Tujuan utama terapi ini untuk mempercepat aliran darah dan
membantuh
mengeluarkan darah yang sudah tidak memiliki manfaat bagi
tubuh. Bekam juga bermanfaat untuk mengeluarkan racun dari
sirkulasi kulit dan kompartemen interstisial.
5. Akupuntur
Akupuntur medik yang dilakukan oleh dokter umum
berdasarkan kompetensinya. Metode yang berasal dari cina ini
di perkirakan sangat bermanfaat dalam mengatasi berbagai
kondisi kesehatan tertentu dan juga sebagai analgesi (pereda
nyeri). Cara kerjanya adalah dengan mengaktivasi berbagai
molekul signal yang berperan sebagai komunikasi antar sel.
Salah satu pelepasan molekul tersebut adalah pelepasan
endorphin yang banyak berperan pada sistem tubuh.
6. Terapi heperbarik
Terapi heperbarik yaitu suatu metode terapi dimana pasien di
masukan ke dalam sebuah ruangan yang memiliki tekanan udara
2-3 kali lebih besar dari padatekanan udara atmosfer normal (1
atmosfer), lalu diberi pernapasan oksigen murni (100%). Selama
terapi, pasien boleh membaca, minum, atau makan untuk
menghindari trauma pada telinga akibat tingginya tekanan
udara.
7. Terapi herbal medik
Terapi herbal medik yaitu terapi dengan menggunakan obat
bahan alam, baik berupa herbal terstandar dalam kegiatan
pelayanan penelitian maupun berupa fitofarmaka. Herbal
terstandar yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada cell
line atau hewan coba, baik terhadap keamanan maupun
evektifitasnya. Terapi dengan menggunakan herbal diatur lebih
lanjut oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Daftar Pustaka
Fitri. (2014). Terapi Ceragem Beserta Manfaatnya. Diakses dari:
[Link]
Fontaine K. (2015). Healing Practices: Alternativetherapies for nursing. Edisi
2. Prentice Hall.
Hou WH et al. (2010) Treatment effect of massage therapy in depressed people: a
meta-analysis. J Clin Psychiatic.
Kozier & Erb’s. (2012). Fundamentals of Nursing: Consepts, Prosess and Practise,9th
Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Nurgiwiati, E. (2018). Terapi Alternatif & Komplementer Dalam Bidang Keperawatan.
Bogor: In Media
Smith, S.F., Duell, D.J., Martin, B.C. (2014). Clinical Nursing Skills: Basic to
Advanced Skills. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Snyder, M. & Lindquist, R. (2012).
Complementary/Alternative Therapies In Nursing. 4thEd. New York: Springer.
Snyder, M. Tracy, M. Lindquist, R. (2014). Complementary alternative therapies in
nursing. Newyork: Springer Publishing Company Inc.
Utami. (2013). Tanaman Obat untuk Mengatasi Rematik & Asam Urat. Jakarta:
AgroMedia.
Purwanto, B. (2013). Herbal dan keperawatan komplementer. Yogyakarta: Nusa
Medika
Putri, D. Amalia, R. (2019). Terapi Komplementer Konsep dan Aplikasi dalam
[Link]: PustakaBaru

Common questions

Didukung oleh AI

The holistic approach in complementary therapy is defined by the integration of traditional therapies into modern medical practices, focusing on the individual as a whole. This approach aims to harmonize an individual's mind, body, and spirit as a single functional unit, which aligns with the nursing principle of viewing humans as holistic beings involving biological, psychological, social, and spiritual dimensions .

Mind-body therapy aids in improving mental and physical health by focusing on balancing mental processes to facilitate healing. Techniques such as meditation, guided imagery, hypnotherapy, and music therapy work by reducing anxiety, depression, and irritability, as well as enhancing learning, memory, happiness, and emotional stability .

Benefits of acupuncture include pain relief, enhanced blood circulation, and the stimulation of neurochemical releases like endorphins that promote healing. However, limitations may arise from factors such as variability in individual responses, potential infection risk from needles, and the need for trained practitioners to deliver safe and effective treatments .

Nurses play various roles, such as counselors, health educators, researchers, direct service providers, coordinators, and advocates, in the application of complementary therapies. Their involvement can enhance patient care by providing holistic support, educating patients and healthcare providers, integrating evidence-based practices, and formulating policies that increase patient satisfaction and health outcomes .

Complementary therapies like sensory integration and music therapy benefit children with autism by reducing symptoms and improving communication, motor skills, cognitive abilities, and emotional expression. These therapies provide a non-invasive approach that can enhance a child's interaction capabilities and overall quality of life by targeting specific developmental needs .

Tai chi improves physical and psychosocial health by enhancing balance control, flexibility, and cardiovascular fitness. It is considered a moderate exercise that also fosters psychosocial well-being through its meditative and mindful movement patterns, contributing to reduced stress and enhanced emotional stability .

Potential contraindications for touch therapy include fever over 38°C, tumors, varicose veins, phlebitis, hemophilia, infectious diseases, acute trauma like open wounds, bruises, sprained ligaments, and burns. These factors are considered risks because they can exacerbate existing health issues or potentially spread infections through physical contact .

Spiritual therapy contributes to a patient's well-being by providing comfort, reducing stress, and improving self-confidence. It enhances inner peace, mental strength, and assists individuals in coping with life's uncertainties and stresses. Techniques involve providing a sense of connection to a higher power and fostering relaxation and positive mental states .

Nutritional therapy is distinguished by its focus on addressing nutritional needs specific to a patient's health condition. It supports recovery from medical treatments like chemotherapy by alleviating side effects such as nausea and loss of appetite, thus improving nutritional intake and aiding in maintaining or restoring nutritional status, which is critical for optimal recovery and treatment efficacy .

Mind-body techniques can be integrated into community health initiatives through workshops and training sessions aimed at teaching community members how to practice guided imagery or meditation. These sessions can help reduce community stress levels, improve mental health, and enhance overall wellness. By encouraging communal participation, these practices can cultivate a shared sense of peace and well-being, contribute to emotional support networks, and promote preventive healthcare attitudes .

Anda mungkin juga menyukai