MAKALAH ORGANISASI DAN ARSITEKTUR
CONTROL LOGIC UNIT (CLU)
DOSEN : ALESIA LORENZZA SINAGA
MUHAMMAD ANGGI HARAHAP
SILVESTER KEVIN SALOLOSIT
NURUL ‘AINI FADHILAH SITORUS
MARIA MIRAYANTI SALOLOSIT
MONIKA CAHAYATI SARAGIH
NINA B. SAKALIOU
YESLIA SIRITOITET
VERONIKA SAMALANGGURE
FEBRIANI
PRODI SISTEM INFORMASI
INSITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS INDONESIA
MEDAN
2022
KATA PENGANTAR
Segala bagi puji kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa, yang Dia telah
memberikan kesempatan dan kesehatan serta karunia-NYA sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini yang membahas tentang”CONTROL LOGIC UNIT”
dengan tepat waktu . Penyusunan makalah ini dibuat bertujuan dan diajukan untuk
memenuhi tugas dari mata kuliah “ORGANISASI DAN ARSITEKTUR ”
Selaku tim penyusun,kami berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu lewat bimbingan dan pentunjuk yang sangat membantu suksesya
penyusunan makalah ini.
Kami selaku tim penyusun makalah ini,menyadari sepenuhnya bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempatan. Oleh, karena itu. Kami mengharapkan tegur
sapa, krirtik dan saran yang bersifat membangun dari dosen dan selalu pembaca
makalah ini,agar dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan makalah selanjutya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua orang dan khususnya dalam bidang
pendidikan.
Medan, 22 Mei 2023
Kelompok 4
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................................................
BAB I ..................................................................................................................................
PENDAHULUAN...............................................................................................................
A. LATAR BELAKANG.............................................................................................
B. TUJUAN..................................................................................................................
BAB II.................................................................................................................................
PEMBAHASAN .................................................................................................................
PENGERTIAN CONTROL LOGIC UNIT............................................................
TUGAS CONTROL LOGIC UNIT........................................................................
PROSES TIGA LANGKAH CONTROL LOGIC UNIT........................................
MASUKAN MASUKAN CONTROL LOGIC UNIT............................................
KELUARAN KELUARAN CLU...........................................................................
FUNGSI CONTROL LOGIC UNIT.......................................................................
CARA KERJA CLU................................................................................................
MACAM MACAM CLU........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebelum membahas lebih detail mengenai Control Unit, tentunya yang
sangat penting kaitannya ialah CPU. Central Processing Unit (CPU) adalah
bagian dari komputer yang berupa perangkat keras (hardware) yang
merupakan pusat kendali dari sitem komputer dan mengkoordinasi semua
kegiataan yang ada. Agar semua berjalan dengan baik, maka harus ada
interaksi antara peralatan satu dengan yang lain agar setiap proses yang
dilakukan brainware dapat berjalan sesuai keinginan.
Pada awal-awal desain komputer, CU diimplementasikan sebagai ad-hoc
logic yang susah untuk didesain. Sekarang, CU diimplementasikan sebagai
sebuah microprogram yang disimpan di dalam tempat penyimpanan kontrol
(control store). Beberapa word dari microprogram dipilih oleh microsequencer
dan bit yang datang dari word-word tersebut akan secara langsung mengontrol
bagian-bagian berbeda dari perangkat tersebut, termasuk diantaranya adalah
register, ALU, register instruksi, bus dan peralatan input dan output di luar
chip. Pada komputer modern, setiap subsistem ini telah memiliki kontrolernya
masing-masing, dengan CU sebagai pemantaunya (supervisor), dan untuk
mengetahui lebih lanjut, kami akan membahasnya pada bab selanjutnya.
B. TUJUAN
Pembuatan tugas ini untuk melengkapi tugas dari mata
kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer yang di bimbing oleh Bapak M.
Erfan, [Link] dan tujuan lainnya ialah untuk menambah wawasan kami
tentang dunia komputer, dan yang akan dibahas disini ialah tentang Control
Unit.
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN CONTROL LOGIC UNIT
Control Logic Unit (CLU) adalah komponen dalam sistem komputer yang
bertanggung jawab untuk mengendalikan operasi dan alur data di dalamnya. CLU
berfungsi untuk mengarahkan aliran data antara komponen-komponen sistem
komputer, seperti prosesor, memori, dan perangkat input/output.
TUGAS DARI CONTROL LOGIC UNIT
1. Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
2. Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
3. Mengambil data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses.
4. Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau
perbandingan logika serta mengawasi kerja.
5. Menyimpan hasil proses ke memori utama.
Proses tiga langkah karakteristik unit control
1. Menentukan elemen dasar prosesor
2. Menjelaskan operasi mikro yang akan dilakukan prosesor
3. Menentukan fungsi-fungsi yang harus dilakukan unit control agar
menyebabkan pembentukan operasi mikro.
Masukan-masukan unit control
1. Clock / pewaktu
Pewaktu adalah cara unit control dalam menjaga waktunya. Unit control
menyebabkan sebuah operasi mikro (atau sejumlah operasi mikro yang
bersamaan) dibentuk bagi setiap pulsa waktu. Pulsa ini dikenal sebagai
waktu siklus prosesor.
2. Register instruksi
Opcode instruksi saat itu digunakan untuk menentukan operasi mikro
mana yang akan dilakukan selama siklus eksekusi.
3. Flag
Flag ini diperlukan oleh unit control untuk menentukan status prosesor
dan hasil operasi ALU sebelumnya.
4. Sinyal control untuk mengontrol bus
Bagian bus control bus system memberikan sinyal-sinyal ke unit control,
seperti sinyal-sinyal interupsi dan acknowledgement.
Keluaran-keluaran unit control
• Sinyal control didalam prosesor: terdiri dari dua macam: sinyal-sinyal yang
menyebabkan data dipindahkan dari register yang satu ke register yang
lainnya, dan sinyal-sinyal yang dapat mengaktifasi fungsi-fungsi ALU
tertentu.
Fungsi Control Logic Unit
1. Pengendalian Aliran Instruksi: CLU bertanggung jawab untuk mengambil
instruksi dari memori dan mengirimkannya ke komponen yang sesuai
untuk dieksekusi. Ini melibatkan pemrosesan alur instruksi, seperti
pengambilan instruksi berikutnya (fetch) dan penentuan instruksi yang
akan dieksekusi berikutnya.
2. Dekode Instruksi: Setelah instruksi diambil dari memori, CLU akan
mendekode instruksi tersebut. Proses dekode ini melibatkan pemahaman
terhadap opcode (kode operasi) dan pengenalan operand (data yang akan
dioperasikan).
3. Kontrol Eksekusi: CLU mengendalikan pelaksanaan instruksi sesuai
dengan perintah yang diberikan. Ini mencakup penggunaan sirkuit logika
digital dan komponen kontrol lainnya untuk melaksanakan operasi
aritmetika, operasi logika, akses memori, dan interaksi dengan perangkat
input/output.
4. Pengaturan Aliran Kontrol: CLU mengelola aliran kontrol di dalam sistem
komputer. Ini meliputi pengelolaan aliran instruksi, pengaturan pengalihan
instruksi (branching), pengelolaan eksekusi instruksi sesuai dengan
kondisi tertentu (misalnya, melalui penggunaan flag atau kondisi lainnya),
dan pengelolaan kesalahan (exception) serta interupsi.
CLU dapat diimplementasikan menggunakan kombinasi sirkuit logika digital, seperti
gerbang logika dan flip-flop, serta dikendalikan oleh mikrokod atau firmware yang
menentukan perilaku spesifik dari unit tersebut.
Penting untuk dicatat bahwa terminologi dan implementasi CLU dapat bervariasi
tergantung pada arsitektur sistem komputer yang digunakan.
CARA KERJA CONTROL UNIT
Ketika sebuah komputer pertama kali diaktifkan power-nya, maka computer
tersebut menjalankan operasi bootstrap. Operasi ini akan membaca sebuah instruksi
dari suatu lokasi memory yang telah diketahui sebelumnya dan mentransfer instruksi
tersebut ke control unit untuk dieksekusi. Instruksi-intruksi dibaca dari memory dan
dieksekusi sesuai dengan urutan penyimpanannya.
Program counter dari suatu computer menyediakan suatu cara untuk
menyimpan lokasi instruksi berikutnya. Urutan eksekusi berubah dengan memindah
lokasi intruksi baru ke program counter sebelum pembacaan (fetch) instruksi
dikerjakan. Sebuah intruksi merupakan kalimat imperatif pendek yang sudah dapat
menjelaskan makna dari perintah tersebut. Suatu intruksi terdiri dari :
1. subjek (komputernya)
2. verb (suatu kode operasi yang mengindikasikan pekerjaan apa yang akan
dilaksanakan)
3. objek (operands) yang mengidentifikasikan nilai data atau lokasi memory.
Ketika intruksi-intruksi diterima oleh Control Unit, operation code akan
mengaktifkan urutan logic untuk mengeksekusi intruksi-intruksi tersebut. Satu
eksekusi program terdiri dari beberapa instruction cycle yang menjadi komponen
penyusun dari program tersebut. Sedangkan untuk setiap instruction cycle terdiri
dari beberapa sub cycle lagi seperti ftech cycle, indirect cycle,
execute cucle, dan interrupt cycle. Setiap sub cycle ini disusun dari beberapa
perintah dasar yang disebut micro operation.
Macam-macam CLU :
1. Single-Cycle CU
Proses di Single-Cycle CU ini hanya terjadi dalam satu clock cycle,
artinya setiap instruksi ada pada satu cycle, maka dari itu tidak
memerlukan state. Dengan demikian fungsi boolean masing-masing control
line hanya merupakan fungsi dari opcode saja. Clock cycle harus mempunyai
panjang yang sama untuk setiap jenis instruksi. Ada dua bagian pada unit
kontrol ini, yaitu proses men-decode opcode untuk mengelompokkannya
menjadi 4 macam instruksi (yaitu di gerbang AND), dan pemberian sinyal
kontrol berdasarkan jenis instruksinya (yaitu gerbang OR). Keempat jenis
instruksi adalah “R-format” (berhubungan dengan register), “lw” (membaca
memori), “sw” (menulis ke memori), dan “beq” (branching). Sinyal kontrol
yang dihasilkan bergantung pada jenis instruksinya. Misalnya jika melibatkan
memori ”R-format” atau ”lw” maka akan sinyal ”Regwrite” akan aktif. Hal
lain jika melibatkan memori “lw” atau “sw” maka akan diberi sinyal kontrol
ke ALU, yaitu “ALUSrc”. Desain single-cycle ini lebih dapat bekerja dengan
baik dan benar tetapi cycle ini tidak efisien.
2. Multi-Cycle CU
Berbeda dengan unit kontrol yang single-cycle, unit kontrol yang multi-
cycle lebih memiliki banyak fungsi. Dengan memperhatikan state dan opcode,
fungsi boolean dari masing-masing output control line dapat ditentukan.
Masing-masingnya akan menjadi fungsi dari 10 buah input logic. Jadi akan
terdapat banyak fungsi boolean, dan masing-masingnya tidak sederhana.
Pada cycle ini, sinyal kontrol tidak lagi ditentukan dengan melihat pada bit-bit
instruksinya. Bit-bit opcode memberitahukan operasi apa yang selanjutnya
akan dijalankan CPU.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]