Legenda Kera Sakti
Legenda Kera Sakti dipercaya merupakan sebuah legenda yang terjadi di Puncak Gunung
Slamet, Jawa Tengah.
Legenda ini menceritakan tentang seekor Kera yang sakti namun tidak dicintai para dewa karena
ia tidak suka memakan buah – buahan melainkan ia lebih suka memakan bintang – bintang di
langit.
Namun meski begitu, ia sebenarnya adalah kera yang sangat baik dan suka menolong orang yang
tersesat di Gunung Slamet karena kera itu mendiami Gunung Slamet. Terkadang ia juga
membantu pendaki di Gunung Slamet yang diteror binatang buas.
Akan tetapi meski sang kera baik hanya karena tidak disukai para dewa, ia sering mengalami
gempuran. Hingga puncaknya suatu hari, Semar dan ketiga anaknya disuruh para dewa untuk
memberi pelajaran kepada Kera Sakti.
Mereka pun memberi pelajaran kepada sang kera. Dipatahkan puncak Gunung Slamet agar kera
sakti tak dapat menggunakannya untuk meraih dan memakan bintang – bintang. Kera sakti yang
tahu kondisi itu tentu saja sangat marah hingga akhirnya gempuran yang lebih dahsyat terjadi.
Namun meski berhasil memenangkan gempuran tersebut, kera sakti lemas karena belum makan
dan minum sama sekali. Ia melihat ada guci berisi air di dekatnya. Ia pun meminumnya.
Naasnya, kera sakti tidak tahu bahwa guci tersebut sebenarnya adalah air berisi racun yang
disediakan oleh Semar dan ketiga anaknya untuk menghabisi kera sakti.
Kera sakti mengerang kesakitan. Karena lama kelamaan tidak tega, Semar dan ketiga anaknya
mendekat dan berusaha mengakhiri penderitaan kera sakti dengan menombaknya. Kera sakti pun
meninggal dengan senyum ikhlasnya.
Pesan moral yang didapatkan dari legenda ini adalah bahwa seburuk apapun orang
memperlakukan kita, kita tetap harus ikhlas dan menjalani hidup dengan sebaik mungkin karena
mungkin Tuhan me