0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan3 halaman

Panduan Single Beam Echosounder

Dokumen tersebut membahas mengenai single beam echosounder (SBES) yang merupakan alat ukur kedalaman air dengan menggunakan gelombang suara tunggal. SBES bekerja dengan memancarkan gelombang suara ke dasar laut, mengukur waktu pantulannya, dan mengkonversikannya menjadi kedalaman. SBES umumnya digunakan pada kapal survei untuk memetakan struktur dasar laut.

Diunggah oleh

dani eru
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan3 halaman

Panduan Single Beam Echosounder

Dokumen tersebut membahas mengenai single beam echosounder (SBES) yang merupakan alat ukur kedalaman air dengan menggunakan gelombang suara tunggal. SBES bekerja dengan memancarkan gelombang suara ke dasar laut, mengukur waktu pantulannya, dan mengkonversikannya menjadi kedalaman. SBES umumnya digunakan pada kapal survei untuk memetakan struktur dasar laut.

Diunggah oleh

dani eru
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SINGLE BEAM

Single-beam echosounder merupakan alat ukur kedalaman air yang menggunakan pancaran tunggal
sebagai pengirim dan pengiriman sinyal gelombang suara. Komponen dari single-beam terdiri dari
transciever (transducer atau receiver) terpasang pada lambung kapal. Sistem ini mengukur
kedalaman air secara langsung dari kapal penyelidikan12.

Untuk cara kerjanya, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

Cek kembali apakah kabel single beam dan display sudah terpasang dengan benar.

Pastikan antena terpasang dan jika diperlukan input satelit GPS.

Arahkan single beam ke bawah sehingga masuk ke dalam air.

Atur skala kedalaman yang ingin kita tampilkan di display.

Atur frekuensi ke 200 Hz untuk laut yang dangkal atau 50 Hz untuk laut yang dalam atau dual untuk
menggunakan kedua frekuensi tersebut1.

Berikut adalah panduan cara mempartisi hard disk laptop menggunakan fitur bawaan Windows, Disk
Management:

Klik kanan pada tombol Start dan pilih Disk Management.

Pilih partisi yang ingin dipartisi ulang.

Klik kanan pada partisi tersebut dan pilih Shrink Volume.

Masukkan ukuran partisi baru yang diinginkan dalam MB (1 GB = 1024 MB).

Klik Shrink untuk memulai proses pemotongan partisi.

Setelah selesai, klik kanan pada ruang yang tidak terpakai dan pilih New Simple Volume.

Ikuti wizard untuk membuat partisi baru.

Apa itu single beam echosounder SBES?


Halo semua! Pada kesempatan ini, saya ingin membahas tentang single beam echosounder atau
yang biasa disingkat SBES. SBES merupakan salah satu alat yang digunakan untuk melakukan survei
bawah air. Alat ini sangat penting untuk digunakan ketika ingin mengukur kedalaman laut dan
mendapatkan informasi tentang struktur bawah laut. Nah, untuk lebih memahami tentang SBES,
simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Tips Menggunakan SBES

SBES merupakan singkatan dari Single Beam Echosounder. Alat ini berfungsi untuk mengukur
kedalaman laut dan menciptakan peta profil bawah laut. Prinsip kerja SBES adalah dengan
memancarkan gelombang suara ke bawah laut. Gelombang suara ini akan dipantulkan oleh dasar
laut dan kembali ke alat SBES. Kemudian, alat SBES akan menghitung waktu tempuh gelombang
suara dan mengkonversinya menjadi kedalaman laut.

Bagaimana SBES Bekerja?

SBES bekerja dengan memancarkan gelombang suara ke bawah laut. Gelombang suara yang
dipancarkan akan merambat ke dasar laut dan dipantulkan kembali ke alat SBES. Kemudian, alat
SBES akan menghitung waktu tempuh gelombang suara dan mengkonversinya menjadi kedalaman
laut. Hasil pengukuran kedalaman laut ini kemudian dapat digunakan untuk memetakan struktur
bawah laut.

SBES biasanya digunakan pada kapal survei atau kapal pengukur laut. Kapal tersebut akan dipasangi
dengan alat SBES dan melakukan survei bawah laut dengan mengikuti jalur tertentu. Hasil survei
akan direkam dalam bentuk data dan kemudian diolah menjadi peta profil bawah laut.

Alat Survey Batimetri

Survei batimetri meliputi kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data kedalaman atau
topografi dari dasar perairan. Sedangkan survei hidrografi mencakup lebih banyak aspek pada sifat
suatu perairan lainnya misalnya slinitas, karakteristik sedimen dasar perairan, salinitas dan masih
banyak lagi yang lainnya. Ada beberapa metode dan peralatan yang dapat digunakan untuk
melakukan survey hidrografi dan batimetri antara lain single beam echosounder, multibeam
echosounder, sub bottom profiler dan sebagainya.

Beberapa peralatan dalam survey batimetri antara lain:

Singlebeam Echosounder (SBES)

Echosounder adalah alat untuk mengukur kedalaman perairan dengan menggunakan sifat
gelombang akustik sebagai medianya. Alat ini mengukur interval waktu transducer dengan
transreceiver dari pantulan gelombang akustik ketika sampai ke dasar perairan. Singlebeam
echosounder hanya menggunakan pancaran tunggal guna mengukur kedalam suatu titik. Alat ini
menjadi yang paling banyak ditemukan di Indonesia pada saat ini. Resolusi kedalaman alat ini
berkisar antara 0.1 m sampai dengan 0.01 m.

Multibeam Echosounder (MBES)

Prinsip alat ini sama seperti alat singlebeam echosounder. Perbedaannya yaitu terletak antara
jumlah perekaman titik kedalaman pada satu sesi pengamatan. Alat ini merekam titik berbentuk
kipas sehingga mendapatkan cakupan area kedalaman yang lebih lebar dan bisa menggambarkan
detail topografi dasar perairan yang lebih baik.
Side Scan Sonar (SSS)

Alat Side Scan Sonar pada dasarnya adalah instrument survey hidrografi yang menggambarkan
kondisi dasar perairan yang menyerupai data citra 2 dimensi. Tetapi Side Scan Sonar tetap
menggunakan instrument gelombang akustik pada frekuensi tertentu yang disematkan untuk
merekam data-data permukaan dasar air sepanjang jalur. Alat ini juga memiliki berbagai manfaat
seperti deteksi pipa dan kabel laut, deteksi struktur dangkal dasar laut, pengerukan, studi
lingkungan, perikanan, pertambangan dan arkeologi.

Sub Bottom Profiler (SBP)

Sub bottom profiler dalam survei hidrografi sangat sering digunakan untuk menggambarkan lapisan
sedimen serta batuan yang ada di bawah dasar laut. SBP memberikan informasi mengenai ketebalan
sedimen dan stratigrafinya. SBP cukup terkenal untuk digunakan karena kemampuannya untuk
mengoleksi data dengan cepat tanpa perlu merusak permukaan dasar perairan.

Aplikasi Survey Hidrografi

No Aplikasi Survei Hidrografi

1 Pembuatan peta mitigasi bencana alam terkait perairan misalnya daerah genangan banjir
atau potensi daerah rawan tsunami

2 Pemetaan topografi dasar sungai, danau, ataupun laut

3 Studi kualitas air

4 Pemetaan terkait pengecekan kualitas bendungan atau waduk

5 Pemetaan infrastruktur bawah laut, misalnya pipa atau jaringan bawah laut

6 Eksplorasi sumber daya alam bawah air

Unmanned Surface Vehicle (USV)

Unmanned Surface Vehicle umumnya disingkat dengan nama USV adalah wahana pengukuran dasar
air yang cukup fleksibel dan convertible. USV bisa disematkan berbagai jenis alat survei hidrografi
atau batimetri seperti multibeam atau singlebeam echosounder, GPS goodetik, side scan sonar. USV
biasanya digunakan untuk mengambil data dasar perairan dimana wahana yang besar seperti kapal
tidak bisa mengakses area tersebut seperti sungai kecil dan terjal, waduk, danau, atau perairan
dangkal yang bisa menyebabkan kapal karam. Sekalipun jangkauan daerah surveynya yang terbatas
wahana USV adalah solusi dalam pemetaan perairan dangkal.

Anda mungkin juga menyukai