0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan18 halaman

Analisis Kampanye TVC Burger King

TVC Burger King menggunakan model komunikasi Berlo untuk menyampaikan pesan bahwa produk mereka tidak menggunakan bahan pengawet melalui ilustrasi visual. TVC ini termasuk kategori audio visual dan media digital, dan ditayangkan secara luas melalui berbagai saluran untuk menyebarluaskan pesan tersebut.

Diunggah oleh

Bawnimeow Meow
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan18 halaman

Analisis Kampanye TVC Burger King

TVC Burger King menggunakan model komunikasi Berlo untuk menyampaikan pesan bahwa produk mereka tidak menggunakan bahan pengawet melalui ilustrasi visual. TVC ini termasuk kategori audio visual dan media digital, dan ditayangkan secara luas melalui berbagai saluran untuk menyebarluaskan pesan tersebut.

Diunggah oleh

Bawnimeow Meow
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UTS

CREATIVE MEDIA PRODUCTION

DELLA SANTIKA
00000042789
Kelas A
1. (Sub-CPMK-01 & Sub-CPMK-02: Bobot 50%
dinilai berdasarkan kelengkapan jawaban Anda) Dengan menggunakan e-mail
student, lihatlah kampanye “Burger King” dalam TVC pada link berikut:
[Link]
usp=sharing
Analisis kampanye tersebut pada beberapa aspek berikut:
A. Berlo’s Communication Model
B. Media Categorization
C. Media Classifications
D. P.E.S.O Model

Jawaban
A. Berlo’s Communication Model
Model komunikasi yang dikembangkan oleh David [Link] ini berorientasi pada
4 elemen utama yang merupakan faktor penting dalam proses penyampaian suatu
pesan dari pengirim hingga kepada penerima pesan. 4 elemen tersebut terdiri dari
S.M.C.R (Source, Message, Channel, Receiver)
 Source & Massage
Source ini merupakan sumber pesan atau pengirim pesan yang
tentunya seorang pengirim pesan ini diliputi elemen pendukung lain yang
harus dimiliki yaitu keterampilan komunikasi, attitude, pengetahuan,
sistem social, dan budaya. Keempat elemen pendukung tersebut harus ada
agar penyampaian pesan itu berlangsung dengan jelas dan penerima pesan
pun akan mengerti dan tidak ada kesalah pahaman dari pesan yang
diterima. Elemen pendukung tersebut harus diperhatikan oleh sang
pengirim pesan dikarenakan agar pesan yang akan dicoba untuk
disampaikan kepada khalayak itu tidak menimbulkan sebuah kerancuan
dalam benak khalayak.
Sedangkan Message adalah substansi pesan yang akan disampaikan
kepada penerima pesan seperti isi pesan, bentuk pesan, dsb. Dalam
Message ini pun terdapat 4 elemen pendukung didalamnya yang dapat
membuat pesan yang dihasilkan dapat memberikan efek kepada penerima
sesuai dengan isi pesan yang dibuat. Elemen tersebut diantaranya content,
elements, treatment, structure,dan code.
Isi konten tentunya adalah sebuah materi pesan yang akan disampaikan
sender kepada penerima pesan. Elemen yang dimaksud adalah seperti
gestur, jenis komunikasi, dsb. Treatment adalah bagaimana pesan itu
dikemas untuk menerima feedback dari penerima pesan. Struktur pesan
yang memiliki penilaian seberapa efektif pesan tersebut bagi penerima
pesan. Kode hampir sama halnya dengan elemen yang dimana kode ini
adalah bentuk pesan sebagai alat komunikasi dalam kode-kode gambar
atau lainnya. Kode yang baik dan jelas akan terhindar dari misinterpretasi
dari penerima pesan.
Pada Kasus TVC dari Burger King tersebut kita dapat melihat bahwa
sender memiliki sebuah keterampilan komunikasi yang dapat terlihat pada
pemilihan pesan yang diambil dari sebuah insight bahwa sebuah fast food
itu adalah makanan yang tidak sehat karena mereka makanan cepat saji
yang dimana makanan cepat saji identik dengan sebuah bahan pengawet.
Berdasarkan pengetahuan dari sebuah insight yang didapat tersebut sender
akan mencoba mengkomunikasikan sebuah pesan kepada khalayak melalui
sebuah visualisasi jelas sebuah gambaran nyata bahwa mereka bukanlah
produk yang menggunakan bahan pengawet. Khalayak akan diperlihatkan
sebuah ilustrasi nyata terkait kondisi produk mereka yang ternyata tetap
tidak bisa bertahan lama.
Dengan sebuah visualisasi pesan yang akan disampaikan kepada
khalayak ini juga mencoba untuk memudahkan para target khalayak yang
tidak perlu lagi membaca sebuah teks untuk mendapatkan sebuah
informasi produk, mereka hanya ditargetkan untuk melihat visual gambar
yang memiliki cerita dengan teks informasi pada akhir video. Hal ini
membuat pesan yang akan disampaikan dapat meminimalisir perubahan
makna pesan saat diterima oleh khalayak karena pesan telah dirancang
dengan sebuah visualisasi dengan alur cerita yang jelas.
Isi konten dari pesan ini tentunya bertujuan untuk mengubah persepsi
khalayak bahwa makanan cepat saji Burger King tidak seperti yang
mereka pikirkan yang dimana makanan cepat saji selalu menggunakan
bahan pengawet, tetapi bagi Burger King mereka bisa tetap terlihat indah
(menggiurkan) tanpa sebuah pengawet. Melalui sebuah ilustrasi dengan
dikemas dengan komunikasi verbal melalui sebuah teks yang
menghidupkan cerita dan teks informasi. Sender mencoba mengemas
pesan melalui visualisasi yang terlihat realistis melalui kondisi produk
burger mereka dengan tujuan dapat memberikan efek yang meyakinkan
penerima pesan.
Pada struktur pesan pun disusun dengan sangat rapih dimulai dari
ilustrasi penggambaran kondisi awal sampai kepada kondisi setelah kurang
lebih 1 bulan dan ditutup dengan teks informasi tagline untuk penekanan
pesan. Struktur tersebut disusun secara runtut dan sangat memudahkan
penerima pesan untuk mencerna isi pesan tersebut. Untuk kode yang
terdapat dalam pesan ini pun terdapat sebuah background musik yang
memiliki lirik yang menyinggung kata perbedaan dan keindahan. Kode
tersebut untuk menunjukkan bahwa pesan yang ingin disampaikan itu
adalah untuk melihat perbedaan/perubahan yang ada di dalam iklan
tersebut.

 Channel & Receiver


Channel yang merupakan saluran komunikasi yang dipilih untuk
mengirimkan pesan kepada penerima pesan. Channel sendiri memilik 5
elemen pendukung didalamnya yaitu hearing, seeing, touching, smelling,
dan tasting.
Hearing mengenai bagaimana penerima pesan bisa mendengar untuk
menerima pesan, seeing mengenai apa yang dapat dilihat oleh penerima
pesan untuk bisa mencerna pesan, touching mengenai sentuhan yang
digunakan sebagai saluran komunikasi, smelling mencium aroma yang
dapat menjadi saluran komunikasi, dan tasting mengenai rasa yang dapat
membuka sebuah komunikasi.
Sedangkan Receiver adalah individu sebagai penerima pesan, tetapi
elemen pendukung receiver ini sama persis dengan elemen pendukung
source yang dimana seorang receiver harus memiliki keterampilan
komunikasi yang baik seperti kemampuan mendengar, membaca,
berbicara untuk menanggapi, dsb. Sikap penerima pesan untuk
memberikan feedback. Pengetahuan yang baik akan mempermudah
penerima pesan mengolah dan mencerna pesan. Sistem sosial dan budaya
yang akan mempengaruhi bagaimana pesan itu diterima atau tidaknya oleh
penerima pesan.
Dalam TVC burger king tersebut kita dapat melihat bahwa bentuk
yang digunakan adalah sebuah video iklan yang dimana pesan ini cocok
jika menggunakan channel sebuah platform media social ataupun pada
iklan tv komersial. Jika dihubungkan dengan elemen yang terdapat pada
channel tersebut maka iklan tersebut tentunya terdapat dengan jelas unsur
hearing dari background musik dengan pilihan lirik yang sesuai denga nisi
pesan, unsur seeing dimana penerima pesan akan melihat visual dari
ilustrasi kondisi produk burger yang berubah dari waktu ke waktu. Tetapi
untuk elemen touching, smelling, dan tasting tersebut dalam iklan ini dapat
dikatakan tetap terdapat ketiga elemen tersebut walaupun tidak bisa benar-
benar dirasa oleh penerima pesan, hanya saja penerima pesan bisa
tergambarkan rasa dan sensasi kondisi produk burger tersebut .
Karena bentuk dari iklan ini adalan sebuah ilustrasi dengan satu copy
yaitu tagline yang mereka berikan di akhir, maka keterampilan komunikasi
dan pengetahuan penerima pesan diuji melalui pemahaman mereka Ketika
melihat iklan tersebut. Ketika penerima pesan tersebut memilik dasar
pengetahuan terkait permasalahan fast food maka akan lebih cepat
menangkap isi pesan yang ada. Budaya dan nilai mereka yang
menganggap fast food banyak menggunakan bahan pengawet akan bisa
berubah jika penerima pesan bisa menerima isi pesan produk burger king
tersebut dengan baik.

B. Media Categorization
 Printed
Dalam media printed atau bisa disebut sebagai media cetak ini terdapat
beberapa kategori didalamnya yaitu printed ads, papan reklame, poster,
brochure, dll.
 Audio
Media yang berorientasi dengan sumber suara dengan contoh seperti radio
ads, ad-libs, In-store radio, dll.
 Audio visual
Media yang melibatkan suara dengan sebuah visual (gambar) seperti TV
ads, cinema ads, youtube ads, video profile, dsb.
 Digital media
Sedangkan digital media ini adalah media yang bisa berbentuk konten
video, artikel online, podcast, konten story yang dimana semua konten
tersebut bisa diakses secara online melalui jaringan internet.

Analisis
Jika dihubungkan dengan dengan TVC Burger King “The Beauty Of
No Artificial Preservatives” tersebut maka akan termasuk kedalam
kategori Audio visual dengan digital media. Karena bentuk dari konten
TVC tersebut terdapat unsur suara yang dimana terdapat background
music didalamnya, lalu terdapat sebuah visual yaitu penggambaran kondisi
produk burger dari hari ke hari beserta atribut lainnya seperti logo dan
teks.
Selain itu karena bentuk TVC ini adalah sebuah video selain bisa
ditampilkan pada saluran TV, video ini bisa ditampilkan untuk melengkapi
kampanye dalam media digital seperti youtube ads, Instagram ads, dsb
yang dimana mereka bisa melihat iklan video ini secara keseluruhan dan
bisa menyebar luaskan kepada orang lain. Selain itu juga bisa dalam
bentuk banner ads yang bisa ditampilkan dalam bentuk sebagai berikut
C. Media Classifications
Media classifications based on message distribution terdapat 3 jenis yaitu:
 Broadcasting Media
Broadcasting media ini bentuk penyampaian pesannya akan secara cepat
menjangkau audiens yang lebih luas.
 Niche Media
Dalam Niche media ini pesan akan ditujukan kepada segmen pasar yang
sudah lebih jelas karakteristiknya atau dengan kata lain sudah sesuai untuk
ditujukan kepada target pasar yang seperti apa.
 Addressable Media
Pada addressable media ini pesan sudah ditujukan dengan lebih spesifik
pada kontak target audiens yang akan dituju seperti mengirim pesan seperti
direct marketing.

Analisis
Dalam TVC Burger King tersebut jika dilihat dari bentuk media yang
digunakan maka sebenarnya kampanye ini memang berbentuk
broadcasting media yang dimana mereka mencoba menampilkan konten
iklan kepada jangkauan yang lebih luas melalui saluran TV. Maka artinya
iklan akan bisa terlihat oleh segala usia yang kebetulan melihat iklan
tersebut pada TV.
Tetapi distribusi pesan melalui broadcasting media ini juga akan dirasa
lebih tepat karena target dari TVC ini adalah orang-orang dewasa yang
selalu memikirkan mengkonsumsi makanan yang lebih sehat untuk
menjaga Kesehatan. Distribusi pesan ini akan dirasa tepat jika menyasar
pada audiens berumur 30-45 tahun yang masih seringkali lekat dengan
media TV. Selain itu karena distribusi pesan broadcasting ini memiliki
jangkauan yang luas maka tidak menutup kemungkinan segmentasi lain
yang ikut terpapar iklan tersebut akan lebih memilih Burger King karena
mereka percaya produk ini lebih baik dari fast food lain.
Tetapi jika dilihat berdasarkan sisi Adressable media dan niche media
TVC ini jika ditujukan secara spesifik dan distribusinya langsung kepada
target audiens yang dipilih maka akan dirasa kurang cocok. Penyampaian
pesan akan dirasa kurang efisien karena seharusnya isi pesan ini walaupun
ditargetkan kepada auidens dewasa yang peduli akan kesehatan, tetapi
tidak menutup kemungkinan audiens anak muda yang semula tidak peduli
dengan masalah makanan cepat saji nantinya ketika melihat bisa ikut
terkena efek iklan tersebut. Karena biasanya anak muda cenderung mudah
tergiur dengan sesuatu yang lebih bagus. Ditambah lagi fast food ini secara
umum sangat digemari oleh anak-anak muda.

P.E.S.O Model
 Paid Media
Bentuk promosi dengan sebuah media berbayar ini tentunya bersifat
dapat dikontrol. Isi pesan yang disampaikan dapat dikendalikan oleh
perusahaan, serta media berbayar ini juga memiliki jangkauan yang lebih
luas dan bahkan kita bisa menentukan target yang lebih spesifik lagi.
Dalam TVC burger king ini tentunya jika dilihat TVC tersebut cocok
dikategorikan kedalam paid media, karena bentuk outputnya adalah video
cocok untuk memilih menggunakan media berbayar karena dilihat dari
visualisasi yang terlihat sangat professional dari Teknik pengambilan
gambar, dll pun seperti menggunakan jasa creative agency. Bentuk iklan
video ini akan jauh lebih efektif ketika menggunakan media berbayar
karena video iklan ini bisa dilihat oleh jutaan orang di seluruh dunia dan
juga bisa ditargetkan untuk target tertentu jika menggunakan media
berbayar pada platform media social dsb. Jika iklan TVC Burger King ini
menggunakan media berbayar maka efektivitas dari segi awareness sudah
tidak perlu diragukan lagi.

 Earned Media
Earned media ini adalah Ketika seorang PR (media realation)
mengeluarkan sebuah publikasi yang nantinya akan diberitakan media lain.
Earned media ini bersifat uncontrol dikarenakan media lain yang
memberitakan dan mereka menulis dengan gaya editorial masing-masing,
maka perusahaan tidak bisa mengatur isi pesan yang diberitakan.
Dalam TVC Burger King tersebut mereka mencoba untuk
mengkomunikasikan bahwa produk burger king itu indah tanpa bahan
pengawet. Perusahaan memberikan isi pesan bahwa produk mereka seperti
itu. Ketika iklan tersebut sudah tayang atau di publikasikan dengan tagline
“The Beauty of No Artificial Preservatives” dan menjadi perbincangan
khalayak yang memancing media ikut membahas iklan tersebut tetapi
media akan memberitakan sesuai dengan apa yang mereka ingin tulis,
dengan kesimpulan perusahaan Burger King tidak dapat meminta tulisan
oleh media tersebut dibuat bagus atau hal lainnya. Contohnya adalah
sebagai berikut

 Shared Media
Jika sebuah iklan disebarkan melalui platform yang dapat membagikan
konten maka disebut sebagai shared media. Shared media ini bersifat semi-
controllable, yang dimana perusahaan bisa mengkontrol isi pesan sebelum
konten di publikasi tetapi Ketika konten sudah disebarkan maka sudah
tidak dapat dikontrol.
Dalam TVC Burger King tersebut perusahaan menyampaikan isi pesan
mengklaim bahwa produk mereka aman, fresh, dan tidak menggunakan
pengawet. Perusahaan ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap
produk burger king yang berbeda dari fast food lainnya. Ketika konten
iklan tersebut di publikasikan maka tidak menutup kemungkinan bahwa
orang yang melihat konten tersebut dan membagikan konten tersebut
untuk dilihat keluarga, teman, dll akan membahas isi pesan dari TVC
tersebut. Mereka bisa membahas isi pesan tersebut menjadi pro ataupun
kontra dan mereka pun bisa langsung mengutarakan pendapat mereka pada
platform yang mereka gunakan. Burger King pun harus menerima segala
pendapat terkait TVC mereka tersebut, begitu pula untuk penerima pesan
mereka bebas mengeluarkan feedback apapun terkait isi pesan dari tagline
TVC “The Beauty of No Artificial Preservatives”. Berikut adalah contoh
berbagai opini yang tidak bisa dikontrol oleh perusahaan sebagai dampak
dari shared media.

 Owned Media
Owned media ini adalah bentuk media untuk penyampaian pesan
kepada khalayak yang dimana media ini dimiliki oleh perusahaan itu
sendiri. Maka owned media ini bersifat controllable, karena media ini
dimiliki oleh perusahaan itu sendiri tentu saja perusahaan dengan bebas
bisa memiliki akses penuh untuk bisa mengatur isi pesan.
Dalam kasus TVC Burger King ini menyambung dengan pendapat
khalayak yang terdapat pada share media tersebut maka perusahaan bisa
menanggapi pendapat khalayak dan menyampaikan pesan melalui
berbagai media yang dimiliki oleh perusahaan. Sebagai contoh mereka
bisa menyinggung pendapat khalayak dengan membuat konten lain yang
masih berkaitan dengan campaign iklan TVC pada platform media sosial
resmi ataupun pada website perusahaan.

2. (Sub-CPMK-03 & Sub-CPMK-04: Bobot 50%


dinilai berdasarkan kelengkapan jawaban Anda) Dengan menggunakan e-mail
student, lihatlah kampanye Spotify” dalam TVC pada link berikut:
[Link]
usp=sharing
Analisis kampanye tersebut pada beberapa aspek berikut:
A. Competitive Analysis (seluruh komponen)
B. Segmentation, Targeting, Positioning
C. PitchPerfect™ Message Strategy
D. The Elevator Stories

Jawaban
A. Competitive Analysis
 Situation analysis
Strength
- Platform streaming musik digital dengan kualitas premium dan
dipercaya masyarakat sebagai aplikasi top of mind untuk streaming
musik.
- Aplikasi telah memiliki jutaan lagu dari lagu hits hingga lagu
terdahulu.
- UI/UX sudah sangat baik dan friendly untuk user
Weakness
- Harga untuk paket langgana masih tergolong cukup mahal
- Harus terhubung dengan koneksi internet untuk bisa akses fitur secara
keseluruhan.
Opportunities
- Sales promotion untuk attract target market pelajar dengan budget
sesuai.
- Partnership dengan media lain untuk membangun platform streaming
audio yang semakin canggih.
Threats
- Aplikasi streaming musik yang memberikan free dengan akses yang
cukup menguntungkan.
- Aplikasi spotify bajakan yang disediakan oknum demi menghidari
pembayaran yang mahal.

Potential Competitors
1. Youtube Music
Saat ini competitor yang paling kuat datang dari youtube musik
yang dimana aplikasi ini menyediakan layanan streaming lagu
gratis. Youtube music ini bisa dikatakan memiliki koleksi lagu
yang jauh lebih lengkap dibandingkan Spotify dikarenakan
Youtube music ini masih terkoneksi dengan youtube regular. Maka
koleksi lagu-lagu yang tidak ditemukan pada Spotify bisa dengan
mudah ditemukan pada youtube music. Bahkan youtube music ini
juga sudah memiliki fitur lirik lagu yang bisa dibaca oleh pengguna
dan jika pengguna ingin melihat versi music video akan dengan
mudah dengan satu klik langsung ditampilkan video yang
diinginkan. Hal yang lebih menarik lagi kita hanya cukup
berlangganan youtube premium maka sudah otomatis kita
mendapatkan akses youtube music secara premium, dengan kata
lain bayar 1 dapat banyak keuntungan.

 Objectives
Menurut saya secara umum tujuan dari kampanye pada TVC Spotify
ini adalah meningkatkan Interest (Engagement) pada Brand Spotify.
Karena isi pesan kampanye yang dipakai merujuk kepada sebuah
pertanyaan yang menjadi pancingan untuk audiens ikut membagikan
konten dan melihat Kembali reaksi mereka apakah pernah memutar sebuah
lagu saat di perjalanan.
 Strategy
Untuk mencapai tujuan tersebut Spotify memilih strategi komunikasi
corporate campaign dan juga product campaign. Karena dalam isi pesan
TVC ini kita melihat Spotify mencoba untuk memberikan kesan bahwa
spotify (Product) ada untuk membuat sebuah rasa nyaman bagi setiap
orang saat melakukan perjalanan. Spotify sebagai platform streaming
musik yang selalu ada kapanpun dimanapun adalah solusi yang tepat untuk
menemani setiap perjalanan anda.

 Tactics
Taktik yang digunakan tentunya adalah memproduksi sebuah TVC
dengan konsep yang mengambil dari sebuah insight bahwa banyak sekali
orang yang berkendara merasa jenuh dan tidak semangat dalam perjalanan.
Berdasarkan insight tersebut spotify hadir memberikan solusi untuk para
orang-orang yang mengalami masalah tersebut.
 Actions
Eksekusi kampanye komunikasi dari sebuah TVC Spotify For The
Ride ini adalah melakukan promosi komersil pada TV dan juga pada
media digital dalam bentuk digital ads, dsb.
 Control
Dalam kampanye ini control yang dilakukan untuk melihat kesuksesan
dari kampanye Spotify For The Ride ini bisa dilihat dari KPI yang ada dan
juga melihat dari engagement rate serta melakukan control pada social
media marketing tools.

B. Segmentation, Targeting, Positioning


 Segmentation
 Demografis
Age : 20 – 45 Tahun
Gender : Perempuan & Laki-laki
Status : All Status
SES Level : A-B
 Geografis
Masyarakat Perkotaan (Kota-kota besar)
 Behavior
- Suka bepergian dengan kendaraan
- Mengikuti trend perkembangan digital
- Suka menyempatkan waktu untuk memutar sebuah lagu saat
beraktivitas
- Suka mendengarkan lagu dari aplikasi digital
 Psikografis
- Menyukai banyak lagu
- Memiliki rasa antusias saat mendengarkan musik
- Menyukai hal yang praktis, mudah, dan cepat
- Mempunyai hobby mendengarkan music
- Menyukai atau gemar dengan musisi, penyanyi, idol, dsb.
 Targeting
Target market dari kampanye TVC Spotify ini jika dilihat mereka
menyasar kepada orang-orang dewasa 20-45 tahun yang sering berkendara dan
merasakan jenuh saat perjalanan, serta akrab dengan teknologi digital. Segmen
pasar tersebut berpotensi karena mereka dapat menemukan sebuah
kenyamanan dalam perjalanan bersama Spotify.

 Positioning
Melalui TVC Spotify For The Ride ini Spotify mencoba untuk membentuk
sebuah image bahwa mereka merupakan platform musik digital yang akan
selalu ada dimanapun dan kapanpun untuk membuat hari-hari anda semakin
indah dengan lantunan musik yang diputar yang menghasilkan sebuah
kenyamanan dan kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Spotify ini juga
mencoba untuk membuat target audiens akan selalu merasa sebelum memulai
perjalanan tidak lengkap jika belum memutar musik melalui Spotify, sehingga
Ketika target audiens bepergian akan selalu teringat dengan Spotify yang
menjadi top of mind dalam aplikasi streaming musik yang nyaman karena
kualitas yang terjamin.

C. Pitch Perfect™ Message Strategy


Strategi pitch perfect adalah strategi pesan yang menggunakan 7 pertanyaan untuk
dapat mendapatkan suatu poin pesan yang lebih tepat dengan sasaran target audience.
Strategi pesan ini dapat memiliki efek kepada sisi emosional konsumen dan
memberikan kesan tersendiri dalam benak konsumen.
 Whom are we talking to? (defined emotionally in terms of fear and desire)
TVC dari spotify for the ride ini terlihat perusahaan mencoba untuk
mengkomunikasikan isi pesan mereka kepada para orang-orang dewasa
(20 - 45 Tahun) yang memiliki aktivitas diluar rumah yang dan mereka
mereka sering membawa kendaraan pribadi.
 What is our point? (emotional conclusion we want target to draw)
Perusahaan mengetahui bahwa biasanya orang dewasa yang membawa
kendaraan pribadi ini bisa saja terjebak macet atau bahkan memiliki rasa
jenuh saat membawa kendaraan yang membuat perasaan pengemudi
memiliki mood yang kurang baik. Maka perusahaan spotify memberikan
sebuah insight bahwa dengan mendengarkan lagu spotify mereka akan
memiliki mood yang jauh lebih baik dan dengan mood yang baik akan
memberikan semangat/kehangatan kepada orang yang ada di sekitar
mereka.
 What is the key word in the point? (unusual, concrete, specific, powerful)
Kata kunci yang terdapat pada iklan Spotify ini adalah “Ever Let a
Song Play out” dan “For The Ride”. Kata kunci yang terdapat dalam iklan
ini pun konkrit atau relate dengan kenyataan yang menguatkan bahwa
pernahkah anda memutar sebuah lagu dalam perjalanan untuk membuat
perjalananmu semakin menyenangkan? Kata kunci tersebut sangat spesifik
untuk menyinggung para target audiens yang selalu memiliki perubahan
mood karena jenuh saat perjalanan, lalu spotify dengan pernyataan yang
kuat mengeluarkan sebuah pertanyaan apakah mereka pernah mencoba
memutar lagu saat dalam perjalanan yang membuat kata kunci ini sangat
relate dengan kebiasaan target audiens.
 Why should the target care about the point?
Target audiens dirasa harus peduli dengan poin isi pesan tersebut
karena Spotify melalui iklan tersebut telah mencoba memberikan
informasi berupa sebuah solusi bagi para target audiens untuk bisa
menikmati setiap perjalanan mereka yang berujung dengan sebuah
kenyamanan.
 Why should the target believe the point? (four lines maximum, in order of
importance)
Target audiens dapat mempercayai poin tersebut karena Spotify
menjaga kualitas musik yang mereka sediakan itu memiliki kualitas musik
yang jernih, sehingga akan membuat mereka merasa nyaman selama
perjalanan dan bukan malah merasa kesal karena kualitas suara musik
yang buruk dan akan membuat semakin jenuh.
 How should the target feel about the message, brand or product?
Target audiens diharapkan merasa bahwa kini mereka bisa melakukan
sebuah perjalanan dengan nyaman, semangat, mood jauh lebih baik sambil
memutar lagu lewat aplikasi Spotify. Ketika mereka mendengarkan lagu
dengan spotify saat melakukan perjalanan maka mereka akan mendapatkan
energi positif yang bisa berpengaruh kepada orang di sekitar dan juga diri
sendiri. Maka Spotify hadir dan akan selalu ada untuk menemani setiap
perjalanan mereka dengan jutaan lagu dengan kualitas music yang jernih.
 What do we want the target to do?
Target audiens merekomendasikan kepada kerabat mereka seolah-olah
mereka bersama spotify datang sebagai sebuah solusi agar orang lain dapat
melakukan perjalanan dengan senang dan nyaman. Para target audiens bisa
membagikan sebuah tips untuk bisa nyaman dalam perjalanan dengan
Spotify, sehingga akhirnya spotify menjadi bagian yang harus ada dalam
setiap perjalanan mereka.

D. The Elevator Stories


Elevator stories ini merupakan deskripsi singkat dari sebuah penjabaran ide
dan produk dalam suatu alur cerita yang dapat dipahami secara singkat. Berdasarkan
iklan Spotify For The Ride ini yang memiliki konsep bahwa Spotify adalah solusi
untuk menemani perjalanan anda tersebut telah mencoba menggali sebuah ide yang
membuat audiens bisa mengerti dengan mudah dengan waktu yang singkat terhadap
isi pesan yang berada di dalamnya. Karena dalam TVC tersebut penggambaran ide
telah dilakukan dengan sangat jelas melalui cerita yang memperlihatkan beberapa
pengemudi yang mulai merasa nyaman di perjalanan karena sudah melakukan sebuah
hal yaitu memutar lagu dalam perjalanan. Setelah itu mereka bisa mengemas
informasi dari produk dengan jelas saat bagian pengemudi yang ingin memutar lagu,
saat itu diperlihatkan dengan jelas aplikasi Spotify yang mereka gunakan. Hal itu
membuat audiens dengan singkat bisa menyadari bahwa maksud dari iklan ini adalah
pengemudi bisa merasa lebih nyaman jika memutar lagu dengan Spotify saat
perjalanan. Dengan muncul sebuah copy “Ever Let A Song Play Out” pada bagian
pengemudi memutar musik itu semakin mempertegas dan mempermudah audiens
untuk bisa memahami isi pesan dalam waktu singkat tanpa mereka harus mencerna
lebih lama terkait makna dalam TVC tersebut. Hal terakhir yang meberikan kesan
penegasan yang jelas adalah pada bagian penutup mereka menampilkan copy “For
The Ride” dengan kesan sebuah kesimpulan penutup yang mempertegas bahwa
Spotify adalah aplikasi musik yang siap menemani perjalanan anda.
SUMBER
PPT Pertemuan Creative Media Production 1-7
[Link] WKMG News 6
[Link]
artificial-preservatives-burger-king/, Gambar earned media

Anda mungkin juga menyukai