PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
PROPOSAL
REHAB PEMBANGUNAN RUMAH WARGA
TIDAK LAYAK HUNI
Disusun Oleh:
KARANG TARUNA WIRA MUDA
LINGKUNGAN KEBONSARI KELURAHAN GARUM
KECAMATAN GARUM
KABUPATEN BLITAR
TAHUN 2022
PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
Blitar, 05 Februari 2022
Kepada :
Yth. ………………………………….
di.
…………………………………….
SURAT PENGANTAR
Nomor : ……../K.P/WIRAMUDA/2022
N URAIA BANYAKNYA KETERANGAN
O N
1 Proposal Kegiatan Rehabilitasi 1 (satu) Berkas Disampaikan
Rumah Tidak Layak Huni dengan hormat
Lingkungan Kebonsari Kelurahan untuk menjadi
Garum Kecamatan Garum periksa
Kabupaten Blitar
Tahun 2022
Blitar, 05 Februati 2022
Ketua Karang Taruna Sekretaris
Harianto Ahmad Antoko
PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
Nomor : 01/KP/WIRAMUDA/2022 Blitar, 05 Februari 2022
Lampiran : 1 (satu) berkas
Perihal : Permohonan Kegiatan Rehabilitasi Kepada :
Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Yth. BAPAK …………….................
Tahun 2022 Di
Blitar
Sehubungan dengan masih ada warga masyarakat yang memiliki Rumah Tidak
Layak Huni (RTLH) di Lingkungan Kebonsari RT 01/RW 02 Kelurahan Garum
Kecamatan Garum, bersama ini kami mohon bantuan untuk Program Rumah Tidak
Layak Huni untuk warga masyarakat atas nama (sebagaimana data terlampir).
Demikian untuk menjadi periksa, dan atas perhatiannya kami sampaikan terima
kasih.
Blitar, 05 Februati 2022
Ketua Karang Taruna Sekretaris
Harianto Ahmad Antoko
PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
1. LATAR BELAKANG
Kemiskinan merupakan fenomena sosial yang nyaris sama tuanya dengan usia peradaban
manusia. Kemiskinan dan kesejahteraan ibarat tidak dua sisi mata uang yang tidak terlepaskan
seberapapun baiknya Negara itu. Dalam pemahaman umum indicator kemiskinan disebabkan
minimnya kepemilikan harta namun pemahaman tersebut berkembang bahwa kemiskinan itu
disebabkan pada keterbatasan akses pelayanan publik, sulitnya pelayanan kesehatan, sulitnya
mendapatkan akses-akses informasi dan sebagainya. Dengan demikian keterlibatan pemerintah
menjadi penting karena persoalan kemiskinan adalah tanggung jawab Negara.
Permasalahan kemiskinan merupakan masalah yang harus ditangani secara lintas sektoral,
berkesinambungan dan sinergis, hal ini dikarenakan masalah kemiskinan merupakan sumber
dan berkembangnya permasalahan sosial, yang salah satunya adalah lanjut usia terlantar oleh
karena itu kemiskinan harus ditangani secara serius baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Kemajuan perkembangan ekonomi tidak akan ada artinya jika kelompok rentan
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tidak terlayani dengan baik, bahkan muncul
anggapan bahwa “Kemerdekaan adalah sekedar lepas dari penjajahan seharusnya juga lepas dari
kemiskinan” Untuk itu pembangunan bidang ekonomi harus dikembangkan bersama
pembangunan kesejahteraan sosial halini selaras dengan pernyataan “ bahwa pembangunan
ekonomi adalh juga pembangunan sosial, tidak ada yang utama diantara keduanya”
pembangunan ekonomi sangat mempengaruhi tingkat kemakmuran suatu Negara, pembangunan
ekonomi yang sepenuhnya diserahkan pada mikanisme pasar, tidak akan mampu menjamin
kesejahteraan sosial pada masyarakatnya. Pengalaman Negara maju dan berkembang yang
hanya memperioritaskan pada perkembangan ekonomi banyak yang gagal menciptakan
pemerataan dan menimbulkan kesenjangan sosial yang pada akhirnya menimbulkan masalah
kemiskinan.
Angka kemiskinan akan lebuh besar lagi jika dalam katagori kemiskinan dimaksudkan
adalah fakir miskin yang kini jumlahnya makin hari cenderung makin bertambah. Secara umum
kondisi fakir miskin lebih memperihatinkan ketimbang orang miskin. Selain memiliki
kekurangan pangan, sandang dan papan kelompok rentan (vulnerable group) ini mengalami pula
keterlantaran psikologis, sosial dan politik.
Pada hakekatnya kelompok fakir miskin ini tidak dapat mencapai kualitas hidup dan
kondisi yang memadai karena :
a. Terbatasnya sarana dan prasarana;
b. Sumber daya alam yang terbatas serta factor-faktor yang mendukung pengelolaannya;
PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
c. Rendahnya tingkat pendidikan baik formal maupun informal yang dimiliki;
d. Rendahnya akses kesejahteraan sosial lainnya.
2. PERMASALAHAN
Permasalahan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Blitar
dari tahun ke tahun cenderung meningkat dan komplek, yang paling dominan adalah keluarga
miskin yang terbagi :
a. Rumah tangga sangat miskin
b. Rumah tangga miskin
3. MAKSUD DAN TUJUAN
a. Proposal ini dimaksudkan sebagai kerangka acuan dalam pelaksanaan kebijakan perencanaan
program, strategi dan kegiatan pemberdayaan dan pembangunan fakir miskin khususnya
Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) karena apada dasarnya pembangunan dan pemberdayaan
sosial dengan menghargai inisiatif dan kreatifitas mereka terhadap kebutuhan dan
permasalahan yang dihadapi, sehingga secara mandiri dapat mengaktualisasikan dirinya
dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mampu memecahkan permasalahannya.
b. Adapun tujuan adalah memperdayakan para lanjut usia yang ada di wilayah Kelurahan Garum
Kecamatan Garum Kabupaten Blitar dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan
agar mereka dapat hidup wajar baik secara jasmani, rohani dan sosial sehingga dapat
berperan akltif dalam pembangunan.
4. HASIL YANG DIHARAPKAN
Dengan memperhatiakn kondisi dan permasalahan yang dialami warga masyarakat yang
bermasalah dengan kesejahteraan sosialnya khususnya lanjut usia terlantar, maka merupakan
salah satu bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah dalam mempercepat proses
pembangunan pada mereka yang masih belum tersentuh proses pembangunan nasional pada
umumnya. Oleh karena itu mereka harus diperdayakan.
Pola pemberdayaan adalah suatu upaya pengembangan kemandirian mereka, guna
memenuhi kebutuhan hidup dalam berbagai aspek sehingga dapat berhasil secara optimal.;
dengan meningkatkan fungsi sosial, maka aksebilitas terhadap pelayanan sosial, maka
aksebilitas terhadap pelayanan sosial dapat terjangkau, sehingga yang diharapkan adalah
kualitas hidup dan taraf kesejahteraannya dapat meningkat, antara lain :
a. Meningkatnya peran serta fakir miskin sehingga mereka tidak selalu menjadi objek
perubahan akan tetapi sekaligus mampu menjadi subjek perubahan;
b. Meningkatkan kemandirian fakir miskin sehingga mampu berusaha dan mampu
meningkatkan kegiatan – kegiatan dalam rangka mencukupi kebutuhan pokok mereka;
c. Berkembangnya pola fikir dan pola tanggap sehingga akan berpengaruh pada system
kehidupan dan penghidupan fakir miskin;
PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
d. Meningkatnya sumber daya manusia, sehingga terdampak pada kesejahteraan sosial
dilingkungannya.
5. PENUTUP
Demikian proposal permohonan bantuan rumah tidak layak huni di Kelurahan Garum
Kecamatan Garum Kabupaten Blitar ini dibuat agar dapatnya dipergunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam menentukan kebijakan program kegiatan dan strategi yang akan
dilaksanakan.
Blitar, 05 Februati 2022
Ketua Karang Taruna Sekretaris
Harianto Ahmad Antoko
PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
SUSUNAN PENGURUS
Pelindung : KEPALA
LINGKUNGAN
Penasehat : KEPALA
LINGKUNGAN
Ketua : .........................................
Sekretaris : .........................................
Bendahara : .........................................
Seksi-seksi terdiri dari :
1. Seksi Perencanaan : 1. .........................................
2. .........................................
3. Seksi Pelaksanaan : 1. .........................................
2. .........................................
4. Seksi Pengawasan : 1. .........................................
2. .........................................
5. Seksi Pengadaan : 1. .........................................
2. .........................................
Blitar, 05 Februati 2022
Ketua Karang Taruna Sekretaris
Harianto Ahmad Antoko
PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
PENGGUNAAN DANA
N NAMA KEGIATAN VOLU ANGGARAN
O. ME
1. Rehabilitasi atap 1 Unit Rp. 4.000.000,-
2. Rehabilitasi lantai 1 Unit Rp. 4.000.000,-
3. Rehabilitasi dinding 1 Unit Rp. 4.500.000,-
4. Pembangunan Jamban 1 Unit Rp. 2.500.000,-
JUMLA Rp. 15.000.000,-
H
NO NAMA KEGIATAN VOLUME ANGGARAN
TOTAL
1 Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni 20 Unit Rp. 15.000.000,-
JUMLAH Rp. 300.000.000,-
TOTAL
Blitar, 05 Februati 2022
Ketua Karang Taruna Sekretaris
Harianto Ahmad Antoko
PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
DAFTAR HADIR MUSYAWARAH PEMBENTUKAN
PANITIA REHAB PEMBANGUNAN RUMAH WARGA
LAYAK HUNI
Hari : …………………………
Tanggal : …………………………
Tempat : …………………………
Acara : …………………………
N NAM JABATAN TANDA TANGAN
O. A
1. 1. ..................
2. 2. ..................
3. 3. ..................
4. 4. ..................
5. 5. ..................
6. 6. ..................
7. 7. ..................
8. 8. ..................
9. 9. ..................
10 10. ..................
.
11 11. ..................
.
12 12. ..................
.
13 13. ..................
.
14 14. ..................
.
15 15. ..................
.
16 16. ..................
.
17 17. ..................
.
18 18. ..................
.
19 19. ..................
.
20 20. ..................
.
21 21. ..................
.
22 22. ..................
PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
Blitar, 05 Februati 2022
Ketua Karang Taruna Sekretaris
Harianto Ahmad Antoko
PANITIA KEGIATAN BAKTI SOSIAL
KARANG TARUNA WIRA MUDA
RW. 01 KELURAHAN GARUM KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR
LAMPIRAN
FOTO RUMAH