0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan20 halaman

Praktikum Load Balancing Jaringan

Laporan praktikum load balancing menjelaskan tentang pengertian dan manfaat load balancing serta algoritma dan metode yang digunakan. Studi kasus membahas implementasi load balancing menggunakan metode PCC pada topologi jaringan perusahaan dengan dua ISP untuk menangani permintaan akses internet apabila salah satu ISP mengalami gangguan. Langkah pengerjaannya meliputi konfigurasi DHCP, IP, DNS dan firewall NAT pada Mikrotik.

Diunggah oleh

surya12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan20 halaman

Praktikum Load Balancing Jaringan

Laporan praktikum load balancing menjelaskan tentang pengertian dan manfaat load balancing serta algoritma dan metode yang digunakan. Studi kasus membahas implementasi load balancing menggunakan metode PCC pada topologi jaringan perusahaan dengan dua ISP untuk menangani permintaan akses internet apabila salah satu ISP mengalami gangguan. Langkah pengerjaannya meliputi konfigurasi DHCP, IP, DNS dan firewall NAT pada Mikrotik.

Diunggah oleh

surya12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Administrasi Infrakstruktur Jaringan

Laporan Praktikum Load Balancing

Nama : Angely Lian Indrinata

Kelas : XII TKJ 5

Absen : 01
A. Landasan Teori

a. Pengertian Load Balancing


Load Balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau
lebih jalur koneksi secara seimbang, menghindari overload pada salah satu jalur
koneksi agar trafik dapat berjalan optimal.
Load balancing juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau
lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk
mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal. Walaupun pada penggunaan
Teknik Load Balancing menggunakan 2 link yang digunakan bersama, tetapi perlu
diperhatikan bahwa load balancing tidak akan menambah besar bandwidth yang
diperoleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi trafik dari kedua link bandwidth
tersebut agar dapat terpakai secara seimbang dan saling mendukung.
Selama ini masih ada bahkan mungkin banyak yang beranggapan salah tentang Load
Balancing. Banyak yang beranggapan bahwa dengan menggunakan Load balancing
dua jalur koneksi atau lebih maka besar bandwidth yang akan didapat menjadi dua
kali lipat dari bandwidth sebelum menggunakan load banlancing.
Hal ini perlu diperjelas bahwa load balancing tidak berfungsi menambah besar
bandwidth yang diperoleh, tetapi hanya akan membagi trafik dari kedua bandwidth
tersebut agar dapat terpakai secara seimbang.

b. Manfaat Load Balancing


1. Mengurangi Beban Server
Request data dari client tentu akan membuat server mengalami overload, bila terjadi
overload server tersebut akan down dan tidak dapat diakses oleh client. Maka dari itu
load balancing membagi beban request data dari client agar server berjalan lebih
maksimal dalam menangani request data client.
2. Mempercepat Akses
Bila melakukan load balancing pada web server maka website dari web server
tersebut akan lebih cepat diakses dikarenakan beban dari client ditangani oleh dua
atau lebih web server yang menyebabkan akses tersebut dapat ditangani tanpa
memperlambat kinerja dari server.
3. Redudansi
Jika terdapat 3 web server dan salah satunya mengalami kerusakan (down) maka 2
web server lain akan tetap menjaga website selalu berjalan dan dapat di akses oleh
client, client tidak akan menyadari downtime apapun dari website tersebut.

c. Fungsi Load Balancer


1. Menginterupsi traffic jaringan yang diarahkan ke sebuah situs
2. Membagi jaringan menjadi permintaan individu dan menentukan server yang akan
menerima permintaan individu
3. Memonitor server yang ada serta memastikan server server tersebut merespon
grafik jika sebuah server mengalami kegagalan maka ia tidak akan digunakan lagi

d. Fitur Load Balancing


1. Asymmetric load.
Rasio dapat dibuat dengan menentukan koneksi yang menjadi primary yang dianggap
paling baik backbonenya dan terbaik dalam path routingnya, jadi kita dapat membuat
mesin untuk mencari best path determination dan routing yang terpendek dan terbaik
untuk sampai ketujuan.
2. Aktivitas berdasarkan prioritas.
Disaat load jaringan sedang peek, server akan dapat membagi aktivitas berdasarkan
prioritas dan ke link cadangan.
3. Proteksi dari serangan DDoS.
Karena kita dapat membuat fitur seperti SYN Cookies dan delayed-binding suatu
metode di back-end server 16 pada saat terjadi proses TCP handshake pada saat
terjadi serangan SYN Flood .
4. Kompresi HTTP.
Memungkinkan data untuk bisa mentransfer objek HTTP dengan dimungkinkannya
penggunaan utilisasi kompresi gzip yang berada di semua web browser yang modern.
5. TCP Buffering.
Dapat membuat respon buffer dari server dan berakibat dapat memungkinkan task
akses lebih cepat.
6. HTTP Caching.
Dapat menyimpan content yang static, dengan demikian request dapat di handel tanpa
harus melakukan kontak ke web server diluar jaringan yang berakibat akses terasa
semakin cepat.
7. Content Filtering.
Beberapa Load Balancing dapat melakukan perubahan trafik pada saat dijalankan.
8. HTTP Security.
Beberapa system Load Balancing dapat menyembunyikan HTTP error pages,
menghapus identifikasi header server dari respon HTTP, dan melakukan enkripsi
cookies agar user tidak dapat memanipulasinya.
9. Priority Queuing.
Berguna untuk memberikan perbedaan prioritas traffic paket.

10. Spam Filtering.


Spam istilah lainnya junk mail merupakan penyalahgunaan dalam pengiriman berita
elektronik untuk menampilkan berita iklan dan keperluan lainnya yang
mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para pengguna web. Bentuk berita spam yang
umum dikenal meliputi: spam surat elektronik, spam instant messaging, 17 spam
Usenet newsgroup, spam mesin pencari informasi web web search engine spam, spam
blog, spam berita pada telepon genggam, spam forum Internet, dan lain lain. Spam ini
biasanya datang bertubi- tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh
penerimanya. Beberapa contoh lain dari spam ini bisa berupa surat elektronik berisi
iklan, sms pada telepon genggam, berita yang masuk dalam suatu forum newsgroup
berisi promosi barang yang tidak terkait dengan aktifitas newsgroup tersebut,
spamdexing yang mendominir suatu mesin pencari search engine untuk mencari
popularitas bagi suatu URL tertentu, ataupun bisa berupa berita yang tak berguna dan
masuk dalam suatu blog, buku tamu situs web, dan lain-lain.

e. Algoritma Load Balancing


a. Round Robin
Algoritma ini membagi beban secara bergiliran dan berurutan dari satu ke server ke
server lain sehingga membentuk putaran
b. Ratio
Radio atau rasio sebenarnya merupakan parameter untuk masing-masing server yang
akan dimasukkan ke dalam sistem balancing. Server dengan rasio terbesar di beri
beban besar begitu juga server dengan rasio kecil akan lebih sedikit mendapatkan
beban.
C. Fastest
Algoritma ini melakukan pembagian beban dengan mengutamakan server server yang
memiliki respon paling cepat.
D. Least connection
Algoritma ini akan melakukan pembagian beban berdasarkan banyaknya koneksi
yang sedang dilayani oleh sebuah server

f. Metode Load Balance


1. Static route dengan Address list
Static route dengan Address list adalah metode load balancing yang mengelompokkan
suatu range IP address untuk dapat di atur untuk melewati salah satu gateway dengan
menggunakan static routing. Metode ini sering di gunakan pada warnet yang
membedakan PC untuk browsing dengan PC untuk Game Online. Mikrotik akan
menentukan jalur gateway yang di pakai dengan membedakan src-address pada paket
data.
Kelebihan: dapat membagi jaringan dengan topologi yang sederhana, tidak ribet, dan
tidak ada disconnection pada client yang disebabkan perpindahan gateway karena
load balancing.
Kekurangan: Gampang terjadi overload jika yang aktif hanya client-client pada salah
satu
address list saja.
2. Equal Cost Multi Path (ECMP)
Equal Cost Multi Path adalah pemilihan jalur keluar secara bergantian pada gateway.
Contohnya jika ada dua gateway, dia akan melewati kedua gateway tersebut dengan
beban
yang sama (Equal Cost) pada masing-masing gateway.
Kelebihan: Dapat membagi beban jaringan berdasarkan perbandingan kecepatan di
antara 2 ISP.
Kekurangan: Sering terjadi disconnection yang disebabkan oleh routing table yang
restart
secara otomatis setiap 10 menit.
3. Nth
Nth bukanlah sebuah singkatan. Melainkan sebuah bilangan integer (bilangan ke -N).
Nth
menggunakan algoritma round robin yang menentukan pembagian pemecahan
connection
yang akan di-mangle ke rute yang dibuat untuk load balancing. Pada dasarnya,
koneksi yang masuk ke proses router akan menjadi satu arus yang sama. Walaupun
mereka datang dari interface yang berbeda. Maka pada saat menerapkan metode Nth,
tentunya akan ada Batasan ke router untuk hanya memproses koneksi dari sumber
tertentu saja. Ketika router telah membuat semacam antrian baru untuk batasan yang
kita berikan di atas, baru proses Nth dimulai.
Kelebihan: Dapat membagi penyebaran paket data yang merata pada masing-masing
gateway.
Kekurangan: Kemungkinan terjadi terputusnya koneksi yang disebabkan perpindahan
gateway karena load balancing.
4. Per Connection Classifier (PCC)
Per Connection Classifier merupakan metode yang menspesifikasikan suatu paket
menuju gateway suatu koneksi tertentu. PCC mengelompokkan trafik koneksi yang
keluar masuk router menjadi beberapa kelompok. Pengelompokan ini bisa dibedakan
berdasarkan src-address, dst-address, src-port dan dst-port. Mikrotik akan mengingat-
ingat jalur gateway yang telah dilewati di awal trafik koneksi. Sehingga pada paket-
paket data selanjutnya yang masih berkaitan akan dilewatkan pada jalur gateway yang
sama dengan paket data sebelumnya yang sudah dikirim.
Kelebihan: Mampu menspesifikasikan gateway untuk tiap paket data yang masih
berhubungan dengan data yang sebelumnya sudah dilewatkan pada salah satu
gateway.
Kekurangan: Beresiko terjadi overload pada salah satu gateway yang disebabkan oleh
pengaksesan situs yang sama.
B. Study Kasus
Anda adalah seorang Network Administrator perusahaan tempat anda bekerja ingin
menerapkan management trafik (Contoh browsing, download dll) dengan
menggunakan
metode PCC. Topologi yang tersedia seperti pada gambar, perusahaan hanya
menginginkan salah satu topologi yang menurut anda bisa di teraplkan. IP Address
jaringan san lainya di bebaskan menurut konfigurasi yang terbaik. Perusahaan juga
menginginkan apabila sala satu isp mati, isp lainya dapat meng handle permintaan
akses internet dari client.
C. Langkah Pengerjaan
1. Topologi

Mikrotik 1
1. Mengaktifkan DHCP Client pada mikrotik 1
2. Memberi IP pada mikrotik 1

3. Mencentang Allow Remote Requests pada DNS setting

4. Mengaktifkan DHCP Server pada mikrotik 1


5. Mengaktifkan firewall NAT dengan action Masquerade pada mikrotik 1

Mikrotik 2

1. Mengaktifkan DHCP Client pada mikrotik 2

2. Memberi IP pada mikrotik 2


3. Mencentang Allow Remote Requests pada DNS setting

4. Mengaktifkan DHCP Server pada mikrotik 2

5. Mengaktifkan firewall NAT dengan action Masquerade pada mikrotik 2


Mikrotik 3 (LOAD BALANCER)

1. Mengaktifkan DHCP Client pada mikrotik 3 yang berasal dari mikrotik 1 dan 2

2. Memberi IP address pada ether 3


3. Mengaktifkan DHCP server untuk ether 3

6. Mencentang Allow Remote Requests pada DNS setting


7. Membuat dua firewall NAT dengan masing-masing out interface yaitu ether 1 dan
ether 2. Dengan action masquerade
8. Membuat 2 mangle dengan action mark connecting
• Bagian General
• Bagian Advanced

• Bagian Extra
• Bagian Action (mark connection)
9. Membuat 2 mangle dengan action mark routing
• Bagian General

• Bagian Action
10. Masuk pada bagian IP > Routes. Buat routing untuk load balancing

11. Buat routing untuk setiap ISP


12. Melakukan pengujian dengan cara masuk ke Tools > Traceroute

13. Pengujian dengan melakukan disable pada ether 1 (ISP 1). Hasilnya adalah melewati
ISP 2
14. Pengujian dengan melakukan disable pada ether 2. Hasilnya adalah melewati ISP 1

D. Kesimpulan
Pada praktikum ini kita dapat mengetahui bahwa cara kerja dari load balancing ini
adalah menyalurkan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang.
Hal tersebut dikarenakan agar trafik dapat berjalan normal, mempercepat waktu
tanggap, menghindari overload (penumpukan) pada satu jalur koneksi. Misalnya saja
seperti yang telah diuji cobakan diatas bahwa terdapat satu jalur yang mengalami
masalah, maka akan langsung memilih jalur lainnya, begitu juga sebaliknya.
Keuntungan lainnya adalah kita dapat menggunakan beberapa jalur tersebut sebagai
jalur khusus misalnya jalur A digunakan untuk browsing dan jalur B digunakan untuk
bermain game.

Anda mungkin juga menyukai