0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan9 halaman

Latar Belakang Penyakit Rabies

Proposal promosi kesehatan dengan tema penyakit rabies bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gejala, penularan, dan pencegahan penyakit rabies melalui penyuluhan di klinik kesehatan. Penyakit rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Bali dengan kasus kematian 22 orang dari 2022-2023.

Diunggah oleh

kremato gaming
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan9 halaman

Latar Belakang Penyakit Rabies

Proposal promosi kesehatan dengan tema penyakit rabies bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gejala, penularan, dan pencegahan penyakit rabies melalui penyuluhan di klinik kesehatan. Penyakit rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Bali dengan kasus kematian 22 orang dari 2022-2023.

Diunggah oleh

kremato gaming
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PROMOSI KESEHATAN DENGAN TEMA PENYAKIT RABIES

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yaitu penyakit yang menular dari hewan ke
manusia. Infeksi ini ditularkan oleh hewan yang terinfeksi penyakit rabies. Hewan utama sebagai
penyebab penyebaran rabies adalah anjing, kelelawar, kucing dan kera. Di Indonesia rabies atau
yang dikenal dengan “penyakit anjing gila” masih menjadi salah satu masalah yang mengancam
kesehatan masyarakat.

Angka kejadian kasus penyakit rabies di bali terdapat kasus gigitan 34.850, namun gigitan
yang pasti rabies ada 680 kasus dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2023 yang tersebar seluruh
kabupaten kota di bali, kasus kematian oleh karna rabies berjumlah 22 kasus.

[Link] umum :

Masyarakat dapat memahami tentang penyakit Rabies.

[Link] kkhusus:

Masyarakat mengerti tentang penyakit Rabies.

Masyarakat menggerti tentang gejala dan massa inkubasi penyakit rabies.

Masyarakat menggerti tentang cara penangganan penyakit Rabies.

[Link] pelaksanaan kegiatan:

Klinik utama tulus ayu denpasar , beralamat di jalan tukad Batanghari no 22 panjer denpasar, wilayah
kerja puskesmas denpasar selatan I

[Link] pelaksanaan kegiatan:

Hari…

Tanggal,….. September 2023

Jam 10.00 wita sampai selesai ….


SATUAN ACARA PENYULUHAN

KLINIK UTAMA TULUS AYU

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Penyakit Rabies


Masyarakat mengerti tentang penyakit Rabies.

Masyarakat menggerti tentang gejala dan massa inkubasi


penyakit rabies.

Masyarakat menggerti tentang cara penangganan


penyakit Rabies

Sasaran : Masyarakat di kelurahan panjer denpasar

Tempat dan waktu : Klinik utama tulus ayu denpasar , beralamat di jalan tukad
pelaksanaa Batanghari no 22 panjer denpasar, wilayah kerja puskesmas
denpasar selatan I
Hari…tanggal….september 2023, jam 10.00 wita sampai selesai

Metode : Ceramah , diskusi dan Tanya jawab

Petugas Penyuluhan : Dr./Ns…….


Kegiatan Penyuluhan

KLINIK UTAMA TULUS AYU


SATUAN ACARA PENYULUHAN

No Kegiatan Penyuluhan Metode Media Waktu


1. Pembukaan:

a. Memberi salam Ceramah - 5 menit


b. Memperkenalkan diri
c. Menyampaikan tujuan
d. Kontrak waktu
penyuluhan

2. Pelaksanaan:

a. Memberikan perasaan Ceramah Leaflet 45 menit


nyaman
b. Memberikan
ketenangan
c. Mengurangi stress,
khususnya stress
ringan/sedang
d. Mengurangi ketegangan
e Pemaparan materi
f. Tanya jawab

3. Penutup:

a. Evaluasi Tanya jawab - 10 menit


[Link] materi dan diskusi
yang telah disampaikan.
c. Mengucapkan salam
MATERI RABIES

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yaitu penyakit yang menular dari hewan ke
manusia. Infeksi ini ditularkan oleh hewan yang terinfeksi penyakit rabies. Hewan utama sebagai
penyebab penyebaran rabies adalah anjing, kelelawar, kucing dan kera. Di Indonesia rabies atau
yang dikenal dengan “penyakit anjing gila” masih menjadi salah satu masalah yang mengancam
kesehatan masyarakat.

Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit menular akut, menyerang susunan saraf pusat
yang disebabkan oleh Lyssavirus. Virus rabies bisa menular melalui air liur, gigitan atau cakaran
dan jilatan pada kulit yang luka oleh hewan yang terinfeksi rabies, hewan yang berisiko tinggi
tinggi untuk menularkan rabies umumnya adalah hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak
mendapatkan vaksin rabies.

Gejala masa inkubasi virus rabies berkisar antara 4 - 12 minggu, setelah masa inkubasi orang
yang tertular virus rabies akan mengalami gejala mirip flu, demam otot melemah, kesemutan
atau merasa terbakar di area gigitan, sakit atau nyeri kepala, demam, mual dan muntah, merasa
gelisah, bingung atau terancam tanpa ada penyebab, hiperaktif, halusinasi, insomnia atau
gangguan tidur, kesulitan menelan ketika makan atau minum serta produksi air liur berlebih.
Gejala rabies pada manusia berkembang secara bertahap dimulai dengan gejala awal yang mirip
flu lalu berkembang menjadi gangguan neurologis yang parah. Meski bisa berakibat fatal, pasien
tetap berpeluang sembuh asal segera diobati setelah terpapar virus rabies.

Beberapa cara penanganan luka gigitan hewan penularan rabies pada manusia cuci luka
gigitan secepatnya dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit lalu diberikan antiseptic,
segera dibawa ke rumah sakit untuk kembali dilakukan pencucian luka dan mendapatkan Vaksin
Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR), penanganan luka sesegera mungkin efektif
dapat mencegah timbulnya gejala dan kematian.

Tindakan-tindakan pencegahan terinfeksi virus rabies adalah dengan mengurangi faktor-faktor


risiko dengan cara :

1. Melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan.

2. Mendapatkan vaksin rabies untuk diri sendiri.

3. Menjaga kontak dari hewan yang berpotensi memiliki virus rabies.

4. Menjaga hewan peliharaan agar tidak berinteraksi dengan hewan liar atau asing.

5. Melaporkan ke petugas kesehatan apabila menemui seseorang atau hewan yang

mempunyai gejala rabies.

6. Cegah hewan-hewan lain yang berpotensi menyebarkan rabies masuk kedalam rumah.
DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT RABIES

HARI ….., TANGGAL….. 2023

NO NAMA ALAMAT TTD


STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

KLINIK UTAMA TULUS AYU PERAWATAN LUKA GIGITAN

No Dokumen Tanggal terbit : [Link] : Halaman :

Di tetapkan
Di Denpasar oleh Penanggung jawab Klinik Utama Tulus Ayu

[Link] Dewi

1. Pengertian Perawatan luka oleh karena gigitan binatang penyebab


rabies.

2. Tujuan Membantu percepatan penyembuhan dan mencegah infeksi


lebih lanjut

3. Kebijakan - Surat keputusan penanggung jawab klinik utama tulus


ayu, nomor 004/TU/[Link]/I/2023 tentang pedoman
pelayanan klinik utama tulus ayu

4. Reprensi 1. Undang – undang Kesehatan no 39 tahun


2009 tentang kesehatan

2. Keputusan menteri kesehatan no HK


01.07/MENKES/1186/2022 tentang panduan
praktek klinis bagi dokter di fasilitas
pelayanan kesehatan tingkat pertama

5. Prosedur/Langkah- - Jelaskan prosedul perawatan luka kepada pasien


langkah dan keluargannya
- Minta persetuan pada pasien/keluarganya, terkait
perawatan luka gigitan
- Persiapkan alat utk pembersihan luka gigitan
- Cuci tangan
- Cuci luka gigtan hewan tersangka rabies pada air
bersih yang menggalir, di basuh menggunakan
sabun atau detergen selama 10 sampai dengan 15
menit
- Keringkan luka dengan kasa steril
- Ganti sarung tangan yang basah dengan sarung
tangan yang kering
- Berikan cairan anti septic
- Bersihkan luka dengan menggunakan pinset dan
kasa streril pada luka gigitan, tidak baleh dijahit
kecuali luka robek besar.

6. Unit Terkait - PoliUmum


- UGD

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

KLINIK UTAMA TULUS AYU PEMBERIAN VAR (VAKSIN ANTI RABIES)

No Dokumen Tanggal terbit : [Link] : Halaman :

Di tetapkan
Di Denpasar oleh Penanggung jawab Klinik Utama Tulus Ayu

[Link] Dewi

1. Pengertian Memberikan Vaksin anti rabies (VAR), kepada pasien yang


suspek

2. Tujuan Mencegagh pasien agar tak tertular penyakit rabies dari


hewan suspek rabies
3. kebijakan - Surat keputusan penanggung jawab klinik utama tulus
ayu, nomor 004/TU/[Link]/I/2023 tentang pedoman
pelayanan klinik utama tulus ayu

4. Reprensi 1. Undang – undang Kesehatan no 39 tahun


2009 tentang kesehatan

2. Keputusan menteri kesehatan no HK


01.07/MENKES/1186/2022 tentang panduan
praktek klinis bagi dokter di fasilitas
pelayanan kesehatan tingkat pertama

[Link] - Siapkan VAR, kapas alcohol dan sarung tangan


langkah - langkah steril
- Jelaskan prosedur pennyuntikan dan meminta ijin
untuk penyuntikan kepada pasien, serta
menjelaskan jadwal penyuntikan berikutnya II dan
III.
- Petugas memakai sarung tangan
- Bersihan area deltoid kiri dan kanan dengan
menggunakan kapas alkohol dengan cara memutar
dari dalam ke luar
- Tunggu bekas usapan alkohol sampai kering
- Suntik pada deltoid kiri dan kanan secara intra
muskuler
- Dosis untuk 4 kali pemberian
Hari 0 dua kali pemberian sekaligus
Hari 7 satu kali pemberian
Hari 21 satu kali pemberian
- Tarik jarum suntik keluar dengan menekan daerah
suntik dengan kapas alkohol beberapa saat
- Tutup spuit dan lepas needlenya dari spuit lalu
buang needle secara terpisah ketempatnya pada
sampah medis
- Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan kembali

[Link] Terkait PoliUmum

UGD

Anda mungkin juga menyukai