0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan19 halaman

Konsep dan Bagian Generator DC

Makalah ini membahas tentang generator arus searah (DC). Terdiri dari dua bagian utama yaitu rotor dan stator. Rotor berputar untuk menghasilkan medan magnetik, sedangkan stator tidak bergerak dan menghasilkan tegangan keluaran. Prinsip kerjanya adalah mengubah energi mekanis menjadi listrik melalui induksi elektromagnetik. Terjadi rugi daya akibat resistansi dan medan magnet. Efisiensi dibandingkan antara daya masukan

Diunggah oleh

MAHYAR KHAIRI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan19 halaman

Konsep dan Bagian Generator DC

Makalah ini membahas tentang generator arus searah (DC). Terdiri dari dua bagian utama yaitu rotor dan stator. Rotor berputar untuk menghasilkan medan magnetik, sedangkan stator tidak bergerak dan menghasilkan tegangan keluaran. Prinsip kerjanya adalah mengubah energi mekanis menjadi listrik melalui induksi elektromagnetik. Terjadi rugi daya akibat resistansi dan medan magnet. Efisiensi dibandingkan antara daya masukan

Diunggah oleh

MAHYAR KHAIRI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GENERATOR ARUS SEARAH (DC)

DOSEN PEMBIMBING :

Muhammad rizal fackri S.T., M.T.

OLEH :

MAHYAR KHAIRI 180211098

UIN AR-RANIRY BANDA ACEH

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

2021
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini listrik merupakan kebutuhan yang sangat pokok bagi kehidupan umat

manusia. Tanpa adanya listrik, manusia akan sulit beraktifitas dan menyelesaikan

pekerjaannya dengan baik. Penggunaan generator merupakan salah satu upaya

mengoptimalkan penggunaan energi listrik dengan memanfaatkannya sebagai pengubah daya

mekanis menjadi daya [Link] (1997:107) menuliskan,”Generator adalah sebuah mesin

listrik yang dapat mengubah daya mekanis menjadi daya listrik. Jika sepotong kawat terletak

diantara kutub-kutub magnit, kemudian kawat tersebut kita gerakkan, maka di ujung kawat

itu muncul gaya gerak listrik karena induksi”

Generaor ada dua jenis, yaitu generator AC dan generator DC. Needle (1991:151)

mengemukakan, “generator arus searah didasarkan pada prinsip dasar yakni bila sebuah

penghantar dibuat berputar melalui medan magnet, suatu gaya gerak listrik (ggl) akan

diindusir di dalam penghantar tersebut”..Generator mempunyai dua bagian utama yaitu rotor

dan [Link] stator terdiri dari rangka; inti kutub magnet dan lilitan dan; sikat komutator,

sedangkan bagian rotor terdiri dari komutator; jangkar; lilitan jangkar. Generator DC ada dua

macam, yaitu generator DC tanpa penguatan medan dan generator DC dengan penguatan

medan. Dalam penggunaan Generator DC, pasti akan mengalami losses (Rugi-rugi). Rugi-

Rugi yang terjadi dibagi menjadi tiga, yaitu: rugi-rugi tembaga atau listrik, rugi-rugi besi atau

magnet, rugi-rugi mekanik. Karena terjadi rugi-rugi, maka efisiensi dilakukan untuk

membandingkan daya masukan dan keluaran.

Ketika sudah mengenal tentang generator, maka user dapat secara bertahap mampu

menggunakannya dengan optimal, baik bagi masyarakat pribadi maupun dalam sektor
[Link] ini terjadi lonjakan permintaan generator listrik karena kemudahan dan

ragam [Link] kehidupan sehari-hari generator dapat berfungsi sebagai salah satu

pembangkit tegangan di pabrik, sedangkan di bengkel generator berfungsi sebagai pengisi

accu pada mobil.

Mengingat pengtingnya manfaat dari generator DC(arus searah) dalam kehidupan

sehari-hari, maka dalam makalah ini penulisakan membahas mengenai pengetahuan dasar

dari generator listrik.

1.2 Rumusan Masalah

Penulisan makalah ini mempunyai rumusan masalah sebagai berikut.

1. Seperti apa konsep dasar generator DC(arus searah)?

2. Apa saja bagian-bagian generator DC (arus searah)?

3. Bagaimana prinsip kerja generator DC(arus searah)?

4. Apa saja rugi-rugi daya yang terjadi pada mesin DC(arus searah)?

5. Seperti apa efisiensi daya generator DC (arus searah)?

6. Seperti apa karakteristik generator DC (arus serah)?

1.3 Tujuan Pembahasan

Penulisan makalah ini bertujuan sebagai berikut.

1. Mengetahui konsep dasar generator DC(arus searah).

2. Mengetahui bagian-bagian generator DC (arus searah).

3. Mengetahui prinsip kerja generator DC (arus searah).

4. Mengetahui rugi-rugi daya yang terjadi pda mesin DC (arus searah).

5. Mengetahui efisiensi daya generator DC (arus searah).

6. Mengetahui karakteristik generator DC (arus searah).


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Generator DC (Arus Searah)

Nurhadi (2012) mengemukakan bahwa “generator merupakan salah satu mesin listrik,

yang mengubah energy gerak atau mekanik menjadi energy listrik”.Rijono (1997:107)

menuliskan,”Generator adalah sebuah mesin listrik yang dapat mengubah daya mekanis

menjadi daya [Link] sepotong kawat terletak diantara kutub-kutub magnit, kemudian

kawat tersebut kita gerakkan, maka di ujung kawat itu muncul gaya gerak listrik karena

induksi”.

Needle (1991:151) mengemukakan, “generator arus searah didasarkan pada prinsip

dasar yakni bila sebuah penghantar dibuat berputar melalui medan magnet, suatu gaya gerak

listrik (ggl) akan diindusir di dalam penghantar tersebut”. GGL tersebut dapat ditentukan

menggunakan kaidah tangan kanan seperti dibawah ini.

Gambar 2.1 Penentuan Arah GGL

(Sumber: [Link]

Ramlawati, Yunus (2016:34) menuliskan, “jika telapak tangan dibuka sedemikian

sehingga keempat jari yang dirapatkan menunjuk arah medan magnetic B dan ibu jari

menunjuk kea rah arus listrik, arah dorong telapak tangan menunjukkan arah gaya magnetic F

yang dialami kawat berarus.


Generator merupakan salah satu mesin [Link] (2008:384) menuliskan

sebagai berikut.

Ada tiga hal pokok yang menjadi dasar kerja sebuah mesin listrik, yaitu:

· Adanya fluks magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnit.

· Adanya kawat penghantar listrik, yang merupakan tempat terbentuknya gaya gerak listrik

(Ggl) atau aliran arus listrik.

· Gerakan relative antara fluk magnet dengan kawat penghantar listrik. Dalam hal ini boleh

magnitnya tetap, sedangkan kawat penghantarnya yeng bergerak atau sebaliknya.

2.2 Bagian-Bagian Generator DC

Pada dasarnya Generator terdiri dari dua bagian utama yaitu rotor dan

[Link] merupakan bagian dari generator yang berputar, berfungsi sebagai kumparan

medan, dan untuk menghasilkan medan magnetik yang menggunakan magnet permanen

(Nurhadi, 2012)”.“Stator merupakan bagian generator yang tidak bergerak dan berfungsi

sebagai kumparan jangkar yang menghasilkan tegangan keluaran (Nurhadi, 2012)”.

Rotor dan stator mempunya beberapa bagian.“Bagian stator terdiri dari rangka;

inti kutub magnet dan lilitan dan; sikat komutator, sedangkan bagian rotor terdiri dari ko-

mutator; jangkar; lilitan jangkar (Sumardjati, 2008:384)”.

2.2.1 Rangka generator

Sumardjati, (2008:385) menuliskan, “fungsi utama dari rangka mesin adalah sebagai

bagian dari tempat mengalirnya fluks; magnet…. Selain itu rangkapun berfungsi untuk

meletakkan alat-alat tertentu dan melindungi bagian-bagian mesin lainnya”.


Gambar 2.2 Rangka Generator

(Sumber: [Link]

Hampir sama dengan pendapat datas, Sianturi, (2009) memberikan penjelasannya

tentang rangka stator seperti berikut ini.

Rangka stator merupakan rumah (kerangka) yang menyangga jangkar generator, yang terbuat

dari besi tuang dan dilengkapi dengan slot-slot (parit) sebagai tempat melekatnya kumparan

[Link] stator meliliki celah yang berfungsi sebagai ventilasi udara, sehingga

udara dapat keluar masuk dalam inti stator sebagai pendingin.

Dari kedua pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa rangka stator didesain

sedemikian rupa untuk melindungi bagian-bagin mesin lainnya agar tidak mudah terjadi

kerusakan.

2.2.2 Inti kutub magnet dan lilitan penguatan magnet

Sianturi, (2009) menuliskan mengenai inti stator seperti berikut.

Inti stator terbuat dari laminasi-laminasi baja campuran atau besi magnetic khusus yang

terpasang ke rangka stator. Laminasi-laminasi diisolasi satu sama lain dan mempunyai jarak

Santara laminasi yang memungkinkan udara pendingin lewat. Di sekeliling inti terdapat slot-

slot tempat melekatkan konduktor/belitan jangkar.

Kumparan yang berisi kutub-kutub magnet diberi lilitan penguat untuk menghasilkan

aliran arus listrik agar terjadi proses elektromagnetis (Sumardjati, 2008:385).


Gambar 2.3 Inti Kutub

(Sumber: [Link]

2.2.3 Sikat komutator

Sumardjati, (2008:385) menuliskan, “Fungsi utama sikat adalah penghubung untuk

aliran arus dari lilitan jangkar ke terminal luar (generator) atu terminal luar kelilitan jangkar

(motor)”.Di dalam generator, sikat melakukan kontak sehingga dapat mengalirkan arus.

Needle (1991:154) menyatakan, “tanpa sikat-sikat yang melakukan kontak dengan

komutator, arus tidak dapat dikumpulkan dari generator ataupun disalurkan ke sebuah

motor”.

Gambar 2.4 Sikat Komutator

Sumber: ([Link]

2.2.4 Komutator
Tegangan yang dibangkitkan pada generator searah merupakan berbentuk gelombang

sinus yang nobennya, sinyal sinus merupakan bentuk dari gelombang arus bolak-balik. Untuk

menyearakhan arus tersebut, maka pada generator DC(arus searah) digunakanlah komutator.

Ketika kumparan berputar, maka akan terjadi komutasi. Dari peristiwa komutasi inilah terjadi

proses penyearahan arus (Sumardjati, 2008:385).

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan, bahwa komutator adalah sebuah alat mekanik

yang dapat digunakan untuk menyearahkan arus AC (arus bolak balik) menjadi arus seaeah

(DC) dalam generator.

Gambar 2.5 Komutator

(Sumber: [Link]

2.2.5 Jangkar

Jangkar dalam bentuk silinder adalah jangkar yang umum digunakan dalam mesin

[Link] dibuat dengan permeabilitas yang cukup besar agar kumparan lilitan jangkar

teltetak pada tempat dengam imbas maknetik yang besar (Sumardjati, 2008:385).
Gambar 2.6 Jangkar generator

(Sumber: [Link]

Didalam jangkar terdapat tiga jenis [Link] lilitan jangkar, lilitan gelung, lilitan

gelung majemuk, lilitan gelombang (Sumardjati, 2008:385).

2.3 Prinsip Kerja Generator DC (Arus Searah)

Seperti yang telah kita ketahui, generator arus searah didasarkan pada prinsip dasar

yakni bila sebuah penghantar dibuat berputar melalui medan magnet, suatu gaya gerak listrik

(ggl) akan diindusir di dalam penghantar tersebut.

Pada prinsipnya, rotor akan berputar sehingga akan timbul EMF. Pada generator DC

arus induksinya tidak berubah karena menggunakan cincin belah. Disini, rotor tetap akan

menghasilkan teganga induksi bolak-balik, namun pada generator DC terdapat komutator

sebagai pengubah tegangan.

2.4 Macam-Macam Generator DC (Arus Searah)

Rijono, (1997:131) menuliskan mengenai macam-macam generator DC seperti

dibawah ini.

Berdasarkan penggunaan penguat medan, generator DC ada dua macam, yaitu generator DC

tanpa penguatan medan dan generator DC dengan penguatan medan. Generator DC dengan
penguatan medan terbagi menjadi dua, yaitu generator DC dengan medan terpisah dan

generator DC dengan penguat sendiri.

2.4.1 Generator penguat sendiri

Yang dimaksut dengan generator penguat sendiri adalah arus listrik yang dialirkan

melalui kumparan penguat medan (Rf) diambilkan dari output generator tersebut.

Ada tiga jenis generator penguat sendiri, yaitu:

[Link] Generator hunt

Generator shunt adalah kumparan penguat medan dipasang parallel terhadap

kumparan armatur (Rijono, 1997:132).

Gambar 2.7 Generator shunt

(Sumber: [Link]

[Link] Generator seri

Generator seri merupakan generator yang yang kumparan medan disambung seri

dengan hambatan armature. Kelemahan dari generator seri adalah tegangan output tidak stabil

karena arus beban berubah-ubah sesuai denganbeban yang dipikul (Rijono, 1997:134).
Gambar 2.8 Generator Seri

(Sumber: [Link]

[Link] Generator kompon

Generator kompon dibuat untuk mengurangi kelemahan generator shunt maupun

generator seri karena generator jenis ini mengandung kedua kumparan tersebut.

Gambar 2.9 Generator Kompon

(Sumber: [Link]

2.5 Rugi-Rugi Daya Pada Generator DC (Arus Searah)

Rugi-Rugi yang terjadi pada motor arus searah dibagi menjadi tiga, yaitu: rugi-rugi

tembaga atau listrik, rugi-rugi besi atau magnet, rugi-rugi mekanik (Sumardjati, 2008:404).
2.5.1 Rugi listrik

Rugi listrik adalah rugi daya yang hilang pada saat lilitan medan dalam kondisi

panas. Rugi-rugi tembaga dibagi atas rugi tembaga jangkar dan rugi tembaga [Link]

tembaga

dibagi menjadi motor shunt ([Link]) dan motor seri ([Link]). Rugi kumparan

medan dapat dihitung dengan rumus [Link] (Sumardjati, 2008:404).

2.5.2 Rugi Besi

Rugi besi terdiri dari Rugi Histerisis dan Rugi Arus Pusar. Rugi Histerisis dapat

dihitung dengan rumus sedangkan rugi arus pusar dapat dihitung

dengan rumus (Rijono, 1997:143).

2.5.3 Rugi mekanik

Rijono (1997:144) menuliskan mengenai rugi mekanik seperti dibawah ini.

Rugi mekanik terdiri dari:

a. Rugi gesekyang terjadi pada pergesekan sikat dan sumbu.

b. Rugi angin (windageloss) atau disebut juga rugi buta (stray loss) akibat adanya celah udara

antara bagian rotor dan bagian stator.

Besar rugi mekanik sekitar 10 sampai 20% dari rugi total pada beban penuh.

2.6 Efisiensi Generator DC

Rijono (1997:145-148) menuliskan tentang efisiensi seperti di bawah ini :

Pada umumnya yang disebut dengan efisiensi adalah perbandingan antara daya output dan

daya input. Dalam hal ini ada tiga macam efisiensi yaitu:
di mana:

untuk generator kompond besarnya adalah:

= Rugi kumparan medan shunt

= Rugi kumparan jangkar

= Rugi kumparan medan seri

Rugi gesek = Rugi sikat + Rugi buta/angina+Rugi sumbu

Rugi sikat = = tegangan pada sikat

Rugi buta atau rugi angina yaitu rugi-rugi karena adanya celah-celah antara bagian rotor dan

stator (± 1%).

Rugi Sumbu = Rugi-rugi yang timbul pada benda putar

Rugi inti = Rugi histerisis + Rugi arus putar

di mana

di mana :
= Daya output generator

= Daya total yang diterima mesin

Kondisi Efisiensi maksimum

Daya output dari generator DC adalah . Sedangkan daya input :

atau :

Jika arus kumparan shunt (Ish) diabaiakan, maka Ia =IL dan persamaan 2.53 menjadi :

Oleh karena Ia = IL, maka persamaan 2.55 menjadi :

Efisiensi akan maksimum jika pembagi = 0. Sehingga persamaan 5.56 menjadi:

Dengan demikian efisiensi generator DC akan maksimum jika variabel loss sama dengan rugi

konstan (Pc).

Besar arus beban pada kondisi efisiensi maksimum maksimum adalah :


Catatan :

Ƞ ekonomi = Ƞ mekanik x Ƞ listrik

Suatu generator dikatakan bagus jika Ƞ ekonomi 95%

2.7 Karakteristik Generator

Pada umumnya karakteristik generator ada tiga, yaitu karakteristik beban nol,

karakteristik dalam atau total, karakteristik luar.

2.7.1 Karakteristik nol (Eo/lm)

Sumardjati(2008:397) menuliskan, “karakteristik nol (Eo / lm) memperlihatkan

hubungan antara pembangkitan ggl tanpa beban (beban nol) dalam jangkar (Eo) dan arus

medan (lm) pada kecepatan konstan”.

2.7.2 Karakteristik nol (Eo/lm)

Sumardjati(2008:397) menuliskan, “karakteristik dalam atau Total (E/Ia) memperlihat

hubungan antara ggl E yang diinduksikan secara nyata dalam jangkar dan arus jangkar Ia”.

2.7.3 Karakteristik Luar (V/Ia)

Sumardjati(2008:397) menuliskan, “karakteristik luar (V/Ia) memperlihatkan

hubungan antara tegangan terminal V dan arus beban I. Kurva ini dibawah karakteristik

dalam, karena itu perhitungan bisa diambil dari kerugian tegangan diatas resistansi jangkar.
BAB III

ANALISA ATAU PEMBAHASAN MATERI

Dalam dunia industri dikenal berbagai jenis motor, generator maupun bentuk

bentuk konversienergi listrik yang diterapkan. Pada prinspnya tidak terlepas dari peranan

berbagai instrumen-intrumen yangbekerja dalam suatu sistim terintegrasi. Mesin DC adalah

salah satu bagian yang tidak terpisahkan daridunia industri. Mesin DC dapat beroperasi

sebagai motor maupun generator dengan fungsi membangkitkantorsi yang akan

menghasilkan putaran, dan dengan kata lain yang sebaliknya jika torsi dibangkitkan

makaenergi listrik akan terbentuk. Pengubahan tenaga electromagnetic terjadi pada saat

perubahan fluks yangdisebabkan oleh adanya gerak mekanis. Tegangan yang dibangkitkan

pada lilitan secara mekanis melaluimedan magnetic, sehingga harga reluktansi berubah ubah

sesuai putaran rotor. Model dan teknik analitis,matematis adalah sangat penting pada analisa

dan penerapan mesin DC. Dalam makalah ini penulis akanmemaparkan mengenai generator

dan motor DC secara umum berdasarkan karakteristik masing-


BAB IV

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari makalah tersebut, dapat disimpulkan mengenai beberapa hal.

Ø Generator arus searah didasarkan pada prinsip dasar yakni bila sebuah penghantar dibuat

berputar melalui medan magnet, suatu gaya gerak listrik (ggl) akan diindusir di dalam

penghantar tersebut.

Ø Rotor dan stator mempunya beberapa bagian. “Bagian stator terdiri dari rangka; inti kutub

magnet dan lilitan dan; sikat komutator, sedangkan bagian rotor terdiri dari komutator;

jangkar; lilitan jangkar.

Ø Generator DC ada dua macam, yaitu generator DC tanpa penguatan medan dan generator DC

dengan penguatan medan. Generator DC dengan penguatan medan terbagi menjadi dua, yaitu

generator DC dengan medan terpisah dan generator DC dengan penguat sendiri.

Ø Rugi-Rugi yang terjadi pada motor arus searah dibagi menjadi tiga, yaitu: rugi-rugi tembaga

atau listrik, rugi-rugi besi atau magnet, rugi-rugi mekanik.

Ø Efisiensi adalah perbandingan antara daya.

Ø Karakteristik generator ada tiga, yaitu karakteristik beban nol, karakteristik dalam atau total,

karakteristik luar.

3.2 Saran
Dengan mengetahui apa itu generator, karakteristik, efisiensi dan lain-lain, diharapkan

pembaca dapat lebih memahami mengenai genera-tor. Sehingga, pembaca dapat

menggunakan generator dengan baik sesu-ai dengan fungsinya.

DAFTAR PUSTAKA

Sumardjati. Sofyan, Prih. & Mahsyar, Ali. 2008. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik. Jakarta:

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Pdf, (Online),

([Link]

%[Link]), diakses 1 November 2016.

Nurhadi, Arif. & Sukmadi, Tedjo. 2012. Perancangan Generator Putaran Rendah Magnet

Permanen Jenis Fe Fluks [Link] Diponegoro [Link], (Online), (eprints.-

[Link]/32530/), diakses 1 November 2016.

Ekstension, Jurusan Teknik Elektro. 2008. Studi Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Pembang-kit

Listrik Tenaga Diesel : Medan. Aplikasi PT. Musim Mas Kim II Medan. Pdf, (Online),

([Link] diakses 1

November 2016

Rijono, Yon. 2002. Dasar Teknik Tenaga Listrik. Yogyakarta: Penerbit An-di.

Neidle, [Link] Instalasi Listrik. Bandung: Penerbit ITB

Gunawan, Indra. 2013. Panduan Menggulung Ulang Kumparan Motor Listrik Satu Fasa.

Yogyakarta: Penerbit Andi.


Zuhal. 1991. Dasar Tenaga Listrik. Bandung: Penerbit ITB

Lubis, Syahrizal, & Syamsul Amin. 2014. Analisis Pengaruh Beban Terha-dap Krakteristik dan

Efisiensi Generator Arus Searah Penguatan Kompon Kumulatif dan [Link]

Insikom. Pdf, (Online), ([Link] diakses 1

November 2016

Anda mungkin juga menyukai