1) Lingkungan fisik sekolah (school physical enviromental)ialah lingkungan
yang berupa sarana dan prasarana yang tersedia disekolah yang memadai
seperti ruang kelas dengan penerangan, ventilasi udara yang cukup baik,
tersedianya AC (penyejuk ruangan), overhead projector (OHP) atau LCD,
papan tulis (whiteboard), spidol, perpustakaan lengkap, laboratorium,dan
sarana penunjang belajar lainnya. Kelengkapan sarana dan prasarana akan
berpengaruh positif bagi siswa dalam meraih prestasi bagi siswa dalam
meraih prestasi belajar.
2) Lingkungan sosial kelas (Class Climate Environment) ialah suasana
psikologis dan sosial yang terjadi selama proses belajar mengajar antara
guru dan murid didalam kelas. Iklim kelas yang kondusif memacu siswa
untuk bergairah dalam belajar dan mempelajari materi pelajaran yang baik.
3) Lingkungan sosial keluarga (Family Cocial Environment) ialah susana
interaksi sosial anatara orang tua dengan anak-anak dalam lingkungan
keluarga. Orang tua yang tidak mampu dalam mengasuh anak-anak dengan
baiak, karena orang tua cenderung otoriter sehingga anak-anak bersikap patuh
semu (pseudo obedience) dan memberontak bila dibelakang orang tua.38
2. Faktor Penghambat Pencapaian Prestasi Belajar
Sifat-sifat buruk yang melekat pada diri serorang individu yang dapat
meghambat pencapaian prestasi belajar di sekolah antara lain :
a. Malas ialah sifat keengganan yang menyebabkan seseorang tidak mau
melakukan sesuatu. Malas belajar ialah sifat keengganan (ketidakmauan)
38
Agoes Dariyo, Ibid , h. 92
yang menyebabkan seseorang tidak mau untuk
belajar dalam upaya mencapai prestasi demi
masa depan hidupnya. Orang yang malas
menganggap belajar sebagai suatu hal yang
tidak penting, orang malas juga sering kali
menunjukkan sikap prokrastinasti yaitu
menunda-nunda suatu pekerjaan yang
seharusnya dapat dikerjakan dalam waktu
secepatnya.
b. Sifat keterpaksaan alah sifat yang mudah
mengeluh, mengomel dan tidak mau
melakukan suatu tugas yang harus dikerjakan
oleh siwa. Sifat ini dianggap sebagai
penghambat karena seorang pelajar tidak
memiliki kesadaran untuk belajar.
c. Persepsi diri yang buruk. Seorang siswa
memiliki persepsi yang buruk (bad perception)
terhadap diri sendiri, pada umumnya berasal
dari lingkungan keluarga yang tidak
mendukung keberhasilan dalam suatu
pelajaran dan senantiasa memperlakukan
secara buruk terhadap seorang anak. Persepsi
buruk ditandai dengan suatu perasaan bahwa
dirinya adalah orang yang bodoh, tidak
mampu, dan tidak bisa berbuat apa-apa dalam
mengikuti pelajaran disekolah.39
B. Tinjauan Pustaka
Peneliti terdahulu yang relevan berkaitan
dengan manajemen mutu pendidikan guna
meningkatkan prestasi, yaitu :
1. Defi Irnawati “Implementasi Manajemen
Mutu Terpadu”, dengan hasil penelitian
ialah sudah melaksankan indikator
keberhasilan manajemen
39
Agoes Dariyo, Ibid, h. 92-93