analisis maka berpikir kreatif untu menemukan sesuatu yang (inovasi)
akan lebih mudah dikembangkan.
1) Tipe prestasi belajar evaluasi
Tipe ini merupakan kesanggupan memberikan keputusantentang nilai
sesuatu berdasarkan judgment yang demikian kriteria yang
digunakannya.
Tipe prestasi ini dikategorikan paling tinggi. Untuk dapat melakukan evaluasi,
diperlukan pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisi, dan sintesis.32
b. Tipe pretasi belajar bidang afektif
Bidang afektif berkenan dengan sikap dan nilai. Tipe prestasi belajar
afektif tampak pada siswa dalam berbagai tingkah laku seperti atensi atau
perhatian terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai guru
dan teman, kebiasaan belajar, dan lain-lain. Tingkatan bidang afektif
sebagai tujuan dan tipe prestasi belajar mencakup antara lain :
1) Receving atau attending, yakni kepekaan dalam menerima rangsangan
(stimulus) dari luar yang datang pada siswa.
2) Responding atau jawaban,yakni reaksi yang diberikan seorang siswa
terhadap stimulus yang datang dari luar.
3) Valuing (penilaian), yakni berkenaan dengan penilaian dan kepercayaan
terhadap gejala atau stimulus.
32
Tobirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 2006), h. 151-154
4) Organisasi, yakni pengembangan nilai ke dalam
suatu sistem organisasi, termasuk menentukan
hubungan suatu nilai dengan nilai lain dan
kemantapan, prioritas nilai yang telah
dimilikinya.
5) Karakteristik dan internalisasi nilai, yakni
keterpaduan dari semua sistem nilai yang telah
dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola
kepribadiannya.33
c. Tipe prestasi belajar bidang psikomotor
Tipe ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill), dan
kemampuan bertindak seseorang. Dalam praktik
belajar mengajar disekolah-sekolah, tipe-tipe
prestasi belajar kognitif cenderung lebih dominan
dari tipe-tipe prestasi belajar efektif dan
psikomotorik.34
2. Faktor-faktor pencapaian prestasi belajar
Terdapat 2 faktor utama yang mempengaruhi
pencapaian prestasi belajar siswa yaitu:
a. Faktor internal
Faktor internal ialah faktor yang berhubungan
erat dengan segala kondisi siswa, meliputi:
1) Kesehatan fisik
Kesehatan fisik yang prima akan mendukung
seseorang siswa untuk melakukan kegiatan
belajar dengan baik, sehingga ia akan dapat
meraih prestasi belajar yang baik pula.
Sebaliknya, siswa yang sakit tentu saja
33
Tobirin, Ibid, h.154-155
34
Tobirin, Ibid, h. 155-156