dia tidak dapat meraih prestasi belajar dengan baik bahkan berakibat
pada kegagalan belajarnya (learning failure).35
1) Psikologis
a) Intelegensi (intelligence)
Taraf intelegensi yang tinggi (high average, superior, genius) pada
sesorang siswa, akan memudahkan bagiannya dalam memcahkan
masalah-masalah akademis disekolah. Dengan kemampuan
intelegensi yang baik tersebut, maka mereka pun akan mampu
meraih prestasi belajar yang memiliki taraf intelegensi rendah, di
tandai dengan ketidakmampuan dalam memahami masalah-m asalah
pelajaran akademis, sehingga berpengaruh pada prestasi belajar
yang rendah.
b) Bakat siswa
Secara umum, bakat (apatitude) adalah kemampuan potensial yang
dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan seseorang pada masa
yang akan datang.
c) Minat
Merupakan ketertarikan secara internal yang mendorong individu untuk
melakukan sesuatu atau kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau
keinginan yang besar terhadap sesuatu. Sifat minat bisa temporer, tetapi
bisa menetap jangka panjang.
35
Agoes Dariyo, Ibid, h. 90
d) Kreativitas
Ialah kemampuan berpikir alternatif dalam
menghadapi suatu masalah, sehingga ia dapat
menyelesaikan masalah tersebut dengan cara
yang baru dan unik. Kreativitas dalam belajar
memberi pengaruh positif bagi individu untuk
cara-cara terbaru dalam menghadapi suatu
masalah akademis.
2)Motivasi
Motivasi ialah dorongan yang menggerakan
seseorang untuk melakukan sesuatu dengan
sungguh-sungguh. Motivasi belajar (learning
motivation) adalah dorongan yang menggerakan
seorang pelajar untuk bersungguh- sungguh belajar
menghadapi pelajaran disekolah. Tujuan motivasi
adalah untuk menggerakan atau menggugah
seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya
untuk melakukan sesuatu sehingga dapat
memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu.36
3)Kondisi psikoemosional yang stabil
Kondisi emosi adalah bagaimana keadaan perasan
suasana hati yang dialami oleh seseorang. Kondisi
emosi seringkali dipengaruhi oleh pengalaman
dalam hidupnya.37
b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal ialah faktor yang berasal dari luar
individu, baik berupa lingkungan fisik maupun
lingkungan sosial.
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya,
36
1996), h.
73
37
Agoes Dariyo, Ibid, h. 91-92