0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan7 halaman

Analisa Filtration Loss dan Mud Cake

Laporan mingguan pratikum ini menganalisis filtration loss dan mud cake dengan menggunakan filter press dan jangka sorong. Hasilnya menunjukkan tebal mud cake 0,9 mm untuk lumpur 1 dan 0,5 mm untuk lumpur 2, sedangkan filtration lossnya masing-masing 20 ml/30 menit dan 7,5 ml/30 menit. Pengukuran ini penting untuk mengontrol masalah selama pemboran seperti pipa terjepit atau kerusakan formasi.

Diunggah oleh

Umbu Kerung Pamara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan7 halaman

Analisa Filtration Loss dan Mud Cake

Laporan mingguan pratikum ini menganalisis filtration loss dan mud cake dengan menggunakan filter press dan jangka sorong. Hasilnya menunjukkan tebal mud cake 0,9 mm untuk lumpur 1 dan 0,5 mm untuk lumpur 2, sedangkan filtration lossnya masing-masing 20 ml/30 menit dan 7,5 ml/30 menit. Pengukuran ini penting untuk mengontrol masalah selama pemboran seperti pipa terjepit atau kerusakan formasi.

Diunggah oleh

Umbu Kerung Pamara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN MINGGUAN

PRATIKUM ANALISA LUMPUR PEMBORAN


FILTRATION LOSS DAN MUD CAKE

OLEH

NAMA : UMBU KERUNG PAMARA


NIM : 113220243
PLUG :R

LABORATORIUM ANALISA LUMPUR PEMBORAN


JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2023
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN MINGGUAN
PRATIKUM ANALISA LUMPUR PEMBORAN
FILTRATION LOSS DAN MUD CAKE

Diajukan untuk memenuhi persyaratan Praktikum Analisa Lumpur Pemboran


Tahun Akademik 2023/2024, Jurusan Teknik Perminyakan, Fakultas Teknologi
Mineral, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

DISUSUN OLEH :

NAMA : UMBU KERUNG PAMARA

NIM : 113220243

PLUG :R

Disetujui untuk
Analisa Lumpur Pemboran
Oleh :
Asisten Pratikum

ALDI MUSLIADI
11320055
FILTRATION LOSS DAN MUD CAKE

A. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan percobaan pada pratikum kali ini menggunakan filter press dan jangka
sorong untuk mengetahui pengarauh komposisi lumpur bor terhadap filtration loss
dan mud cake.
B. DASAR TEORI
Filtration loss adalah peristiwa hilangnya fasa cair (filtrat) dari suspensi
lumpur kedalam formasi permeable dan porous yang dilalui saat sirkulasi lumpur
berlangsung. Fluida yang hilang kedalam batuan disebut “filtrate”, sedangkan
lapisan partikel partikel besar tertahan di permukaan batuan di sebut “filter cake”.
Pada dasarnya ada dua jenis filtration yang terjadi selama operasi pemboran, yaitu
static filtration dan dynamic filtration. Static filtration terjadi Ketika lumpur
pemboran sedang diam dan dynamic filtration lumpur pemboran sedang
disirkulasikan. Apabila filtration loss dan pembentukan mud cake tidak dikontrol,
maka akan menimbulkan berbagai masalah, baik selama operasi pemboran maupun
dalam evaluasi formasi dan tahap produksi. Filtration loss yang terlalu besar dapat
menyebabkan kerusakan formasi atau swelling. Filtration loss dapat dikurangi
dengan menambahkan additif. Mud cake adalah lapisan lumpur pemboran yang
menempel di dinding lubang bor. Fungsi mud cake untuk mencegah kehilangan
lumpur keformasi, memberikan tekanan hidrostatis, dan melindungi formasi dari
kerusakan gesekan antara pipa pemboran dan lubang bor. Range harga Mud cake
yang aman dan menguntungkan adalah 0.8 mm hingga 2 mm. Apabila terlalu tebal
dapat menyebabkan pipe sticking (pipa terjepit).
C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
1. Filter Press
2. Stopwatch
3. Filter Paper
4. Jangka sorong
5. Gelas Ukur
2. Bahan
1. Bentonite
2. PAC-L
3. XCD
D. LANGKAH PERCOBAAN
1. Filtration Loss
1. Mempersiapkan alat filter press, memasang filter press dan filter paper
serapat mungkin.
2. Letakkan gelas ukur dibawah silinder untuk menampung fluid filtrate.
3. Tuangkan campuran lumpur ke silinder dan alirkan udara dengan
tekanan 100 psi.
4. Mencatat volume filtrate pada menit ke 7,5 menit dan 30 menit.
2. Mud Cake
1. Siapkan jangka sorong
2. Menentukan tebal mud cake dengan mengukur menggunakan jangka
sorong.
E. HASIL PERCOBAAN
Properties Lumpur 1 Lumpur 2
Mud Cake 0,9 mm 0,5 mm
20 ml / 30 menit 7,9 ml / 30 menit
Filtration Loss
20 ml / 30 menit 7,9 ml / 30 menit

F. PEMBAHASAN
Pratikum minggu pertama acara ketiga berjudul filtration loss dan mud cake
yang bertujuan menggunakan filter press dan jangka sorong untuk mengetahui
pengarauh komposisi lumpur bor terhadap filtration loss dan mud cake. Filtration
loss adalah peristiwa hilangnya fasa cair (filtrat) dari suspensi lumpur kedalam
formasi permeable dan porous yang dilalui saat sirkulasi lumpur berlangsung.
Fluida yang hilang kedalam batuan disebut “filtrate”, sedangkan lapisan partikel
partikel besar tertahan di permukaan batuan di sebut “filter cake”. Sedangkan mud
cake adalah fasa padat yang ikut tersaring di muka lapisan membentuk lapisan yang
berfungsi sebagai penguat dinding lubang bor sehingga tidak mudah runtuh.
Apabila filtration loss dan pembentukan mud cake tidak dikontrol, maka akan
menimbulkan berbagai masalah, baik selama operasi pemboran maupun dalam
evaluasi formasi dan tahap produksi seperti pipa terjepit dan kerusakan formasi
seperti mengembangnya clay (swelling) dan penyumbatan porositas di sekitar
lubang bor. Mud cake yang tipis merupakan bantalan yang baik antara pipa
pemboran dan permukaan lubang bor. Mud cake yang tebal akan menjepit pipa
pemboran sehingga sulit diangkat dan diputar, sedangkan filtrate akan masuk ke
formasi dan dapat menimbulkan damage pada formasi.
Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan kali ini yaitu : filter press dan
filter paper untuk memisahkan filtrate dengan endapan, jangka sorong untuk
mengukur ketebalan mud cake, dan gelas ukur untuk mengukur volume filtrate.
Sedangkan bahan yang digunakan yaitu bentonite, PAC-L, dan XCD.
Langkah-langkah percobaan pada filtration loss yaitu mempersiapkan alat
filter press, memasang filter press dan filter paper serapat mungkin. Selanjutnya
letakkan gelas ukur dibawah silinder untuk menuangkan fluid filtrate dan tuangkan
campuran lumpur ke selinder dan alirkan udara dengan tekanan 100 psi. Terakhir
mencatat volume filtrate pada menit ke 7 menitan dalam 30 menit. Sedangkan pada
percobaan mud cake diawali dengan mempersiapkan alat jangka sorong dan
mengukur tebal mud cake dengan mengukur dengan mmenggunakan jangka sorong
dan catat hasil dari pengukuran tersebut.
Berdasarkan percobaan di laboratorium, di peroleh tebal mud cake setebal 0,9
mm pada lumpur 1 dan 0,5 mm pada lumpur 2. Sedangkan pada filtration loss di
peroleh hasil pada lumpur 1 sebesar 20 ml/30 menit dan pada lumpur 2 sebesar 7,5
ml/menit.
Aplikasi lapangan dari percobaan kali ini yaitu untuk melakukan pengontrolan
terhadap filtration loss dan mud cake dapat mencegah masalah dalam operasi
pemboran, evaluasi formasi, dan tahap produksi. Apabila filtration loss terlalu
besar maka mud cake yang terbentuk pun akan semakin tebal sehingga akan
menyebabkan masalah seperti pipa terjepit, selain itu filtrat yang menyusup ke
dalam pori batuan akan menyebabkan kerusakan formasi (damage) seperti
mengembangnya clay (swelling), penyumbatan porositas di sekitar lubang bor
sehingga akan mengurangi harga permeabilitas. Filtration loss yang tidak terlalu
besar dan mud cake yang tidak terlalu tebal justru akan membantu proses
pemboran, yaitu mud cake tersebut berfungsi sebagai bantalan drill string dan
mencegah runtuhnya dinding lubang bor.
G. KESIMPULAN
1. Tujuan percobaan pada pratikum kali ini menggunakan filter press dan
jangka sorong untuk mengetahui pengarauh komposisi lumpur bor
terhadap filtration loss dan mud cake.
2. Filtration loss adalah peristiwa hilangnya fasa cair (filtrat) dari suspensi
lumpur kedalam formasi permeable dan porous yang dilalui saat sirkulasi
lumpur berlangsung. Fluida yang hilang kedalam batuan disebut “filtrate”,
sedangkan lapisan partikel partikel besar tertahan di permukaan batuan di
sebut “filter cake”. Sedangkan mud cake adalah fasa padat yang ikut
tersaring di muka lapisan membentuk lapisan yang berfungsi sebagai
penguat dinding lubang bor sehingga tidak mudah runtuh.
3. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai
berikut :
a. Lumpur 1
Mud cake = 0,9 mm
Filtration loss = 20 ml/30 menit
b. Lumpur 2
Mud cake = 0,5 mm
Filtration loss = 7,5 ml/menit.
4. Range harga Mud cake yang aman dan menguntungkan adalah 0.8 mm
hingga 2 mm. Apabila terlalu tebal dapat menyebabkan pipe sticking (pipa
terjepit). Sedangkan Filtration loss yang terlalu besar dapat menyebabkan
kerusakan formasi atau swelling.
5. Aplikasi lapangan dari percobaan kali ini yaitu untuk melakukan
pengontrolan terhadap filtration loss dan mud cake dapat mencegah
masalah dalam operasi pemboran, evaluasi formasi, dan tahap produksi.
Apabila filtration loss terlalu besar maka mud cake yang terbentuk pun
akan semakin tebal sehingga akan menyebabkan masalah seperti pipa
terjepit, selain itu filtrat yang menyusup ke dalam pori batuan akan
menyebabkan kerusakan formasi (damage) seperti mengembangnya clay
(swelling), penyumbatan porositas di sekitar lubang bor sehingga akan
mengurangi harga permeabilitas.

Anda mungkin juga menyukai