0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan5 halaman

Densitas Lumpur Pemboran dan Fungsinya

Pratikum ini bertujuan untuk mengenal material pembentuk lumpur pemboran dan menentukan densitasnya. Fungsi utama lumpur adalah mengangkat cutting ke permukaan dan menahan tekanan formasi. Densitas lumpur 1 diukur sebesar 8,7 ppg dan lumpur 2 sebesar 8,4 ppg menggunakan alat mud balance. Aplikasinya adalah mendesain lumpur sesuai dengan pressure window untuk mencegah kick atau loss circulation.

Diunggah oleh

Umbu Kerung Pamara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan5 halaman

Densitas Lumpur Pemboran dan Fungsinya

Pratikum ini bertujuan untuk mengenal material pembentuk lumpur pemboran dan menentukan densitasnya. Fungsi utama lumpur adalah mengangkat cutting ke permukaan dan menahan tekanan formasi. Densitas lumpur 1 diukur sebesar 8,7 ppg dan lumpur 2 sebesar 8,4 ppg menggunakan alat mud balance. Aplikasinya adalah mendesain lumpur sesuai dengan pressure window untuk mencegah kick atau loss circulation.

Diunggah oleh

Umbu Kerung Pamara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LUMPUR DASAR DAN DENSITAS

A. TUJUAN PERCOBAAN

Pratikum yang dilakukan pada minggu pertama acara pertama bejudul lumpur
dasar dan densitas yang bertujuan untuk mengenal material pembentuk lumpur
pemborann serta fungsinya. Fungsi utama lumpur antara lain :
1. Mengangkat cutting ke permukaan
Fungsi diatas tergantug dari :
a. Kecepatan fluida annulus.

b. Kapasitas untuk menahan fluida yang merupakan fungsi dari densitas,


aliran (laminar dan turbulen), dan viskositas. Umumnya kecepatan
100-200 fpm telah cukup (kadang-kadang perlu200 fpm tetapi jarang).
2. Menahan tekanan formasi
Tekanan normal formasi adalah 0,465 psi/ft. Pada tekanan normal, fluida
yang terdapat pada pori-pori baatuan adalah fresh water. Sehingga
penggunaan air dan bentonite sudah cukup menahan tekanan formasi.
Densitas lumpur bor merupakan salah satu sifat lumpur yang sangat penting
karena peranannya berhubungan langsung dengan fungsi lumpur bor sebagai
penahan formasi. Adanya densitas lumpur bor yang terlalu besar akan
menyebabkan lumpur hilang ke formasi (loss circulation), sedangkan jika terlalu
kecil dapat menyebabkan masuknya fluida ke lubang sumur (kick).
B. DASAR TEORI

Tujuan percobaan pada pratikum kali ini yaitu untuk mengenal material
pembentuk lumpur dasar dan densitas yang betujuan untuk mengenal material
pembentuk lumpur pemboran serta menentukan densitas lumpur pemboran
menggunakan alat mud balance.
C. ALAT DAN BAHAN

1. Alat

• Multi mixer

• Mud balance

• Gelas ukur 500 cc

• Timbangan digital

• Cup

2. Bahan

• Bentonite, gr

• Barite, gr

• Air, ml

D. LANGKAH PERCOBAAN

Langkah percobaan pada pratikum kali ini antara lain :

1. Lumpur Dasar

1. Menyiapkan alat dan bahan

2. Menimbang bentonite

3. Memasukkan air ke masing-masing cup

4. Kaitkan cup pada multi mixer

5. Masukkan bentonite ke cup secukupnya

6. Tunggu hingga kurang lebih 15 menit

7. Apabila sudah tercampur, cup dilepaskan dari multi mixer


2. Densitas
1. Mengkalibrasi alat mud balance dengan mengisi cup dengan air hingga
penuh, lalu di tutup dan dibersihkan bagin luarnya serta mengeringkan
dengan tisu. Meletakkan kembali mud balance pada kedudukan semula.
Rider di tempatkan pada skala 8,33 ppg. Mengecek pada level glass,
bila seimbang, mengatur calibratio screw sampai seimbang.
2. Menimbang beberapa zat yang akan digunakan.
3. Menakakar air dan mencampurnya dengan bentonite lalu menutup cup.
4. Letakkan balance arm pada kedudukan semula lalu mengatur rider
hingga seimbangdan mencatat densitas yang ditunjukan pada skala.
E. HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN
Hasil perhitungan dari percobaan kali ini antara lain :
1. Lumpur 1
• Fresh water = 341,35 ml
• Bentonite = 22,5 gr
• Densitas =8,7 ppg
2. Lumpur 2
Fresh water, gr 338,836

Bentonite, gr 22,5

Barite, gr 5

XCD, gr 1,8

PAC-L, gr 1,8

Densitas, ppg 8,4

F. PEMBAHASAN
Pratikum acara pertama minggu pertama berjudul Lumpur Dasar dan Densitas
yang bertujuan untuk mengenal material pembentuk lumpur pemboran serta
menentukan densitas lumpur pemboran menggunakan alat mud balance.
Lumpur pemboran merupakan faktor yang penting dalam pemboran.
Kecepatan pemboran, efisiensi, keselamatan dan biaya pemboran sangat tergantung
pada lumpur ini. Fungsi utama lumpur ada dua, antara lain mengangkat cutting ke
permukaan dan menahan tekanan formasi.
Alat yang digunakan dalalm pembuatan lumpur dasar pada percobaan adalah
multi mixer, timbangan, dan juga cup dengan prinsip kerja dari multi mixer itu
sendiri ialah agitasi dan bahan bahan yang digunakan pada saat pembuatan lumpur
adalah air, bentonite dan barite. Alat yang digunakan pada saat pengukuran densitas
setelah lumpur dasar terbentuk adalah mud balance yang memiliki prinsip kerja
kesetimbangan. Bagian-bagian dari mud balance adalah cup atau tabung sampel
yang berfungsi sebagai wadah sampel yang akan diukut densitasnya. Lalu ada rider
yang berfungsi untuk membaca skala, serta bubble yang akan menunjukkan titik
setimbang apabila pembacaan telah didapat dengan benar.
Langka-langkah percobaan pada pratikum kali ini yaitu pada lumpur dasar
diawali dengan menyiapkan alat dan bahan. Selanjutnya menimbang bentonite dan
memasukkan air ke masing-masing cup. Kemudian kaitkan cup pada multi mixer
dan masukkan bentonite ke cup secukupnya. Tunggu hingga kurang lebih 15 menit.
Sedangkan pada pengukuran densitas diawali dengan mengkalibrasi alat mud
balance dengan mengisi cup dengan air hingga penuh, lalu di tutup dan dibersihkan
bagin luarnya serta mengeringkan dengan tisu. Meletakkan kembali mud balance
pada kedudukan semula. Rider di tempatkan pada skala 8,33 ppg. Mengecek pada
level glass, bila seimbang, mengatur calibratio screw sampai seimbang. Kemudian
menimbang beberapa zat yang akan digunakan dan menakar air dan mencampurnya
dengan bentonite lalu menutup cup. Terakhir, Letakkan balance arm pada
kedudukan semula lalu mengatur rider hingga seimbangdan mencatat densitas yang
ditunjukan pada skala.
Berdasarkan hasil percobaan dan perhitungan di peroleh densitas lumpur
sebesar 8,7 ppg pada lumpur 1 dan densitas pada lumpur 2 sebesar 8,4 ppg.
Aplikasi lapangan dalam menentukan densitas ialah agar dapat mendesain
lumpur yang tepat sesuai dengan pressure window. Pressure window adalah grafik
yang menyatakan hubungan antara tekanan formasi, tekanan rekah formasi, dan
kedalaman sehingga dapat ditentukannya tekanan hidrostatis dari lumpur yang
cocok untuk keadaan formasi. Tekanan formasi adalah tekanan oleh fluida yang
mengisi pori, sementara tekanan rekah formasi adalah tekanan maksimal yang dapat
diterima oleh rekah formasi. Apabila (ph) < (pf), maka akan terjadi kick dan apabila
(ph) > (prf), maka mengakibatkan loss circulation, hingga menyebabkan blow out.
G. KESIMPULAN
1. Pratikum berjudul Lumpur Dasar dan Densitas yang bertujuan utnuk
mengenal material pembentuk lumpur pemborann serta fungsinya.
2. Fungsi utama lumpur ada dua, yaitu : mengangkat cutting dan menjaga
tekanan formasi
3. Pembuatan lumpur dasar menggunakan alat yang disebut dengan multi
mixer yang memiliki prinsip agitasi.
4. Pengukuran densitas menggunakan menggunakan prinsip kerja
kesetimbangan.
5. Berdasarkan hasil percobaan dan perhitungan di peroleh densitas lumpur
sebesar 8,7 ppg pada lumpur 1 dan densitas pada lumpur 2 sebesar 8,4
ppg.
6. Aplikasi lapangan dari percobaan kali ini adalah untuk mendesain
lumpur yang sesaui dengan pressure window. Apabila (ph) < (pf), maka
akan terjadi kick dan apabila (ph) > (prf), maka mengakibatkan loss
circulation, hingga menyebabkan blow out.

Anda mungkin juga menyukai