Modul 9
EKUITAS MEREK
Dr. Ryan Kurniawan, S.E., M.M
PENDAHULUAN
Tujuan Pembelajaran Umum
:Mahasiswa mampu memahami dasar-dasar manajemen
pemasaran, mampu mengkonseptualisasi dengan konteks bisnis
nyata dan mampu meningkatkan soft skill dalam pemasaran.
Tujuan Pembelajaran Khusus
:Mahasiswa mampu memahami dan mengerti tentang strategi
merek mampu membuat strategi merek yang mengadaptasi
lingkungan pemasaran dengan baik.
Brand Equity
Sekumpulan harta dan beban merek yang terkait dengan sebuah merek, nama, simbol
yang dapat menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau
jasa kepad perusahaan dan atau pelanggan perusahaan tersebut. (Aaker ; 1991).
Definisi Merek
1
Merek adalah suatu komponen penting dalam produk, merek dapat menjadi suatu
identitas bagi produk untuk membedakan dengan produk lain, memberikan nilai lebih,
mendefinisikan kualitas, dan membentuk citra.
Merek/Brand merupakan: nama, term, sign, symbol, atau design atau kombinasi
dianataranya, untuk mengidentifikasi barang dan jasa dari seorang pembeli atau
pembeli kelompok dan membedakan dari mereka persaingnya.
Peran Merek
• Merek mengidentifikasi sumber atau pembuat produk dan memungkinkan konsumen
(baik individual maupun organisasi) untuk menetapkan tanggung jawab pada pembuat
atau distributor tertentu.
Fungsi Merek
• Merek menyederhanakan penanganan atau penelurusan produk,
• Merek membantu mengatur catatan persediaan dan catatan akuntansi,
• Merek menawarkan perlindungan hukum kepada perusahaan untuk fitur-fitur atau
aspek unik produk
Manfaat Ekuitas Merek
• Peningkatan persepsi kinerja produk
• Loyalitas lebih besar
• Lebih sedikit kerentanan terhadap aksi pemasaran pesaing
• Lebih sedikit kerentanan terhadap krisis pemasaran
• Marjin lebih besar
2
• Lebih kakunya tanggapan konsumen terhadap kenaikan harga
Lebih elastisnya tanggapan konsumen terhadap penurunan harga
Mengukur ekuitas merek
• Pendekatan tidak lansung. Menilai ekuitas merek yang potensial dengan
menindentifikasi dan melacak struktur pengetahuan merek konsumen.
• Pendekatan langsung. Menilai dampak actual pengetahuan merek terhadap respon
konsumen pada berbagai aspek pemasaran
Enam Tingkatan Brand
1. Attribute (mercedes)
2. Benefits (functional dan emotional benefit); durabelè functional benefits; expensive
è emotional benefits
3. Values (high performance, safety, prestige)
4. Culture; (German culture; organized, efficient, high quality)
5. Personality: no-nonsense boss (person), a reigning lion (animal) atau an austere
palace (object)
6. User: executive (55 tahun)
Terdapat tiga secara umum digunakan dalam pendekatan penelitian untuk
mendapatkan arti dari brand/merek :
Word associations: McDonalds
Personifying the brand:
Laddering up to find the brand essence
Membangun Brand Identity
1. Brand name
2. Logo
3
3. Colors
4. Tagline
5. Symbol
Emotional Branding
Brand bonding
Internal branding (understand, desire, dan deliver on the brand promise)
Brand Name Decision
Terdapat empat brand name yang dapat digunakan:
Individual names
Blanket family names
Separate family names
Corporate name combined with individual product names
Perusahaan memutuskan untuk menggunakan nama merek berdasarkan:
Nama seseorang : Honda, Estee Lauder
Nama lokasi: KFC, AA
Kualitas: safeway, Duracell
Lifestyle: Weight watchers,Healthy Choice
Artificial name: Exxon, Kodak
Brand-building tools
Public relations and press releases:
Sponsorships
Clubs and consumer communities
Factory visits
Trade shows
4
Event marketing
Public facilities
Social cause marketing
High value for the money
Founder’s or a celebrity personality
Mobile phone marketing
Brand Strategy Decision
Functional brand
Image brands
Experiential brands
Line extensions
Brand extension
Multibrands
New brands
Co-branding
Brand Awareness
Kemampuan konsumen untuk mengidentifikasikan atau mengenal merek
( Rositter dan Percy 1987)
Brand awareness terdiri dari pengenalan merek dan ingatan merek ( Keller 1993)
Brand Association
Persepsi konsumen mengenai beragam atibut atau citra atau kesan yang dimiliki oleh
atau terkait dengan suatu merek tertentu.
Asosiasi merk (brand association) menjadi dasar bagi konsumen dalam keputusan
pembelian dan loyalitas pada merek.
Brand Association memberikan fungsi bagi konsumen
5
Brand Perceived Quality
Persepsi Kualitas Merek:
Persepsi konsumen terhadap kualitas suatu merek barang atau jasa.
Persepsi yang baik mengenai kualitas suatu merek produk seringkali dijadikan alasan
utama seorang konsumen membeli merek tersebut.
Brand Loyalty
Loyalitas Merek (Brand Loyalty) Menggambarkan kesetiaan dan kedekatan seorang
konsumen kepada sebuah merek. Loyalitas juga menggambarkan derajat atau tingkat
kemungkinan seorang konsumen untuk berpindah ke merek lain jika terjadi perubahan
harga, fitur dan kualitas dari merek yang selalu dibelinya.
Jenis-Jenis Merek
Merek Dagang
Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh
seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan
dengan barang-barang sejenis lainnya.
Merek Jasa
Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau
beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa
sejenis lainnya.
6
Merek Kolektif
Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik
yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-
sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.
Berbeda dengan produk sebagai sesuatu yg dibuat di pabrik, merek dipercaya menjadi motif
pendorong konsumen memilih suatu produk, karena merek bukan hanya apa yg tercetak di
dalam produk (kemasannya), tetapi merek termasuk apa yg ada di benak konsumen dan
bagaimana konsumen mengasosiasikannya.
Menurut David A. Aaker, merek adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan (baik
berupa logo,cap/kemasan) untuk mengidentifikasikan barang/jasa dari seorang
penjual/kelompok penjual tertentu. Tanda pembeda yang digunakan suatu badan usaha
sebagai penanda identitasnya dan produk barang atau jasa yang dihasilkannya kepada
konsumen, dan untuk membedakan usaha tersebut maupun barang atau jasa yang
dihasilkannya dari badan usaha lain.
Merek merupakan kekayaan industri yang termasuk kekayaan intelektual.
Secara konvensional, merek dapat berupa nama, kata, frasa, logo, lambang, desain, gambar,
atau kombinasi dua atau lebih unsur tersebut.
Di Indonesia, hak merek dilindungi melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001. Jangka
waktu perlindungan untuk merek adalah sepuluh tahun dan berlaku surut sejak tanggal
penerimaan permohonan merek bersangkutan dan dapat diperpanjang, selama merek tetap
digunakan dalam perdagangan.
7
SUMBER:
Kotler, Philip and Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Pearson education, Inc.
LATIHAN SOAL
Untuk meperdalam pemahaman anda mengenai materi diatas, kerjakanlah latihan soal
berikut!
1. Bagaimana membuat strategi merek baru?
2. Jelaskan jenis-jenis merek?
SIMPULAN
Merek atau merek dagang adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan
produk/jasa dan menimbulkan arti psikologis/asosiasi. Atau juga Merek adalah suatu
"tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau
kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam
kegiatan perdagangan barang dan jasa.
8
PENUTUP
Modul ke 10 akan dibahas topik bahasan mengenai strategi produk di mana akan dijelaskna
bagaimana pemasar melakukan dan menyusun strategi produk sehingga produk yang
dihasilkan akan dapat memuaskan konsumen dan emrebut hati konsumen melalui produk
yang baik.