0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan5 halaman

SOP Insisi Abses di Puskesmas

Standar Operasional Prosedur (SOP) Insisi Abses memberikan pedoman lengkap tentang tahapan melakukan insisi atau membuka abses untuk mengeluarkan pus dan kotoran, mulai dari persiapan, pelaksanaan prosedur medik, hingga tindak lanjut dan monitoring pasien. SOP ini bertujuan untuk memastikan insisi abses dilakukan dengan aman dan efektif oleh tenaga medis.

Diunggah oleh

Timothy Ambarita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan5 halaman

SOP Insisi Abses di Puskesmas

Standar Operasional Prosedur (SOP) Insisi Abses memberikan pedoman lengkap tentang tahapan melakukan insisi atau membuka abses untuk mengeluarkan pus dan kotoran, mulai dari persiapan, pelaksanaan prosedur medik, hingga tindak lanjut dan monitoring pasien. SOP ini bertujuan untuk memastikan insisi abses dilakukan dengan aman dan efektif oleh tenaga medis.

Diunggah oleh

Timothy Ambarita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Standard Operasional Prosedur (SOP)

Insisi Abses

DINAS KESEHATAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR


UPT PUSKESMAS SOPOSURUNG
JL. Kartini Kecamatan Balige
Email : upt_pusksoposurung@[Link]
Insisi Abses
[Link] : UKP/SOP-18/SP/V/2019
[Link] : 00/00

SOP Tanggal Terbit : 21 Mei 2019


Halaman : 1/2

UPT PUSKESMAS dr. Daslan B.H. Simanjuntak


SOPOSURUNG NIP. 19831208 201001 1 017

[Link]  Incisi abses adalah: suatu tindakan membuka kulit / organ tanpa
mengambil organ atau kulit tersebut, sebagai jalan untuk mengeluarkan
pus dan kotoran dari dalam abses
 Incisi abses dilakukan oleh tenaga dokter dan tenaga keperawatan
(perawat/ bidan).
[Link] Sebagai pedoman petugas dalam melakukan tindakan incisi abses
[Link] Surat Keputusan Kepala Puskesmas Soposurung
[Link]  Kapita selekta kedokteran, Aesculapius; 1992
 Bedah minor, dr Sumiadi Karakata.
[Link] 1. Petugas memberikan informasi maksud dan tujuan tindakan kepada pasien
(informed consent)
2. Petugas meminta persetujuan pasien (informed consent)
3. Petugas memakai sarung tangan (APD)
4. Petugas menyiapkan alat dan bahan dalam bak instrumen kecil
5. Petugas mengatur posisi pasien supaya nyaman dan rileks.
6. Petugas membersihkan daerah operasi dengan tindakan a dan antiseptik,
jika abses setelah pecah, maka mulai painting dari arah luar kedalam
(bagian yang kotor diusap terakhir).
7. Petugas melakukan anestesi dengan lidocain 2% secara infiltrasi atau blok
tergantung lokasi dan kondisi pasien, atau cukup dengan chlor ethyl
semprot.
8. Petugas menyiapkan kassa untuk menampung eksudat
9. Petugas melakukan insisi dengan mess/ pisau bedah
[Link] menekan area abses agar pus/eksudat keluar semaksimal mungkin.
[Link] melakukan debridement jaringan nekrotik dengan kasa
[Link] melakukan irigasi dengan NaCl 0.9 % sampai jernih
[Link] membilas dengan H202
[Link] mencuci dengan antiseptik betadin
[Link] memasang kassa jika kemungkinan eksudat masih ada atau
diperkirakan masih produktif
[Link] merawat luka secara terbuka (tidak dijahit)
[Link] memberitahu kepada pasien bahwa tindakan sudah selesai
[Link] membuang sampah medis pada tempatnya
[Link] mencatat tindakan dalam rekam medis
[Link] merapikan alat dan bahan
[Link] melakukan observasi pasien antara 5 sampai dengan 15 menit.
[Link] membereskan dan membersihkan peralatan pasca tindakan
[Link] melepas sarung tangan dan mencuci tangan
[Link] Ruang Klinik Umum / Ruang Gawat Darurat
Terkait

[Link]  Catatan rekam medis / tindakan keperawatan


Terkait  Inform consent
 Form Resep
Insisi Abses
[Link] : UKP/DT-18/SP/V/2019
[Link] : 00/00

SOP Tanggal Terbit : 21 Mei 2019


Halaman :1

UPT PUSKESMAS dr. Daslan B.H. Simanjuntak


SOPOSURUNG NIP. 19831208 201001 1 017

No Langkah Kegiatan Ya Tidak Tidak


Berlaku

1 Apakah Petugas memberikan informasi maksud dan tujuan


tindakan kepada pasien (informed consent)?
2 Apakah Petugas meminta persetujuan pasien (informed
consent)?
3 Apakah Petugas memakai sarung tangan (APD)?
4 Apakah Petugas menyiapkan alat dan bahan dalam bak
instrumen kecil?
5 Apakah 5. Petugas mengatur posisi pasien supaya nyaman dan
rileks?
6 Apakah 6. Petugas membersihkan daerah operasi dengan tindakan
a dan antiseptik, jika abses setelah pecah, maka mulai
painting dari arah luar kedalam (bagian yang kotor
diusap terakhir)?
7 Apakah Petugas melakukan anestesi dengan lidocain 2%
secara infiltrasi atau blok tergantung lokasi dan
kondisi pasien, atau cukup dengan chlor ethyl
semprot?
8 Apakah Petugas menyiapkan kassa untuk menampung
eksudat?
9 Apakah Petugas melakukan insisi dengan mess/ pisau bedah?
10 Apakah 10. Petugas menekan area abses agar pus/eksudat keluar
semaksimal mungkin?
11 Apakah 11. Petugas melakukan debridement jaringan nekrotik
dengan kassa?
12 Apakah 12. Petugas melakukan irigasi dengan NaCl 0.9 % sampai
jernih?
13 Apakah 13. Petugas membilas dengan H202?
14 Apakah Petugas mencuci dengan antiseptik betadin?
15 Apakah Petugas memasang kassa jika kemungkinan eksudat
masih ada atau diperkirakan masih produktif?
16 Apakah Petugas merawat luka secara terbuka (tidak dijahit)?
17 Apakah Petugas memberitahu kepada pasien bahwa tindakan

sudah selesai?
18 Apakah Petugas membuang sampah medis pada tempatnya?
19 Apakah Petugas mencatat tindakan dalam rekam medis?
20 Apakah Petugas merapikan alat dan bahan?
21 Apakah Petugas melakukan observasi pasien antara 5 sampai
dengan 15 menit?
22 Apakah Petugas membereskan dan membersihkan peralatan
pasca tindakan?
23 Apakah Petugas melepas sarung tangan dan mencuci tangan?

CR: ……………%.
Soposurung, 2019
Pelaksana / Auditor

Narti Tambunan
NIP.19790209 200604 2 017

Anda mungkin juga menyukai