0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan5 halaman

Analisa Interaksi Klien dan Perawat

Dokumen tersebut merangkum interaksi antara perawat dengan pasien bernama Ny. T pada pertemuan pertama. Tujuan pertemuan adalah untuk melakukan perkenalan dan mengetahui kondisi serta masalah yang dihadapi Ny. T. Perawat melakukan wawancara dengan bertanya tentang latar belakang, keluarga, dan gejala yang dirasakan Ny. T. Ny. T terlihat senang berinteraksi dan bersedia bertemu lagi besok.

Diunggah oleh

Nadia Revalina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan5 halaman

Analisa Interaksi Klien dan Perawat

Dokumen tersebut merangkum interaksi antara perawat dengan pasien bernama Ny. T pada pertemuan pertama. Tujuan pertemuan adalah untuk melakukan perkenalan dan mengetahui kondisi serta masalah yang dihadapi Ny. T. Perawat melakukan wawancara dengan bertanya tentang latar belakang, keluarga, dan gejala yang dirasakan Ny. T. Ny. T terlihat senang berinteraksi dan bersedia bertemu lagi besok.

Diunggah oleh

Nadia Revalina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI

Kelompok :I
Tanggal : 09 Mei 2022
Waktu : Pkl. 16.00 – 16.30 Wib (30 menit)
Tempat : Anggrek
Inisial Klien : Ny.T
Interaksi ke : Pertama (1) (fase perkenalan)
Lingkungan : diruangan klien Anggrek, berdampingan dengan klien, suasana tenang atau tidak gaduh
Deskripsi pasien : klien terlihat mondar mandir, berbicara sendiri dan ketawa sendiri
Tujuan komunikasi : Klien dapat mengenal dirinya, dapat berinteraksi dengan lingkungan maupun orang lain, dan dapat menyebutkan nama, hobi
dan mampu untuk memfokuskan kontak mata terhadap perawat.

KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA RASIONAL


VERBAL PADA PERAWAT BERPUSAT PADA
KLIEN
P: Selamat sore bu P: Memandang Ny.T dan P: Merasa tenang dan Kalimat pembuka dalam
tersenyum siap untuk memulai suatu percakapan
membicarakan tentang dan juga merubuan salah
Perkenalan satu cara membina
K: sore bu, K: Memandang K : diam dan tenang hubungan saling percaya

P: bu, perkenalkan saya P: Memandang dan tersenyum P: merasa senang Ny.T


perawat ( Anugerah), nama ibu mau diajak berbincang Mengingatkan pada kontak
siapa dan mau dipanggil siapa bincang awal sehingga unruk diajak
(Tante,atau ibu) berbincang bincang

K: (iya, panggil ibu saja) K: Memandang K: merasa senang


karena sudah
berkenalan
P: baik, bu. T boleh perawat P: Memandang dan kontak P: merasa tenang dan Membuat kontrak
(anugerah) mengajak bu. T mata dan tersenyum mencoba menanyakan sebelumnya,bahwa akan
untuk berbincang – bincang apa kegiatan yang berbincang bincang tentang
hari ini ,nah Bu.T bisa pilih dilakukan Ny. T kegiatan Ny. T
tempatnya mau di ruangan
makan atau tetap di ruangan ini
kalo mau sekarang kita mulai
berbincang-bincang bu. Dan
waktunya sekitar 30 menit

K: iya mau,(mengagguk) di K: Mengangguk-angguk K: merasa senang


ruangan saja

P : Baik ibu.T, kalau boleh tahu P : memandang dan kontak P : Merasa senang dan Menjawab pertanyaan
alamat ibu dimana ya? mata tenang untuk mempertahankan
hubungan saling percaya
K : di bentiring K : Memandang K : Merasa senang

P : Orang tua ibu T masih ada? P: Memandang dan kontak P : merasa perihatin Menjawab pertanyaan
mata untuk memberikan
K : Ayah sudah meninggal bu informasi

K : Memandang K: merasa sedih


P: Ibu. T kalu boleh tau hobi P : Memandang P : Mencoba bertanya
ibu apa ya misalkan, Bu.T suka Menjelaskan apa saja
kegiatan apa, misalkan kegiatan yang dilakukan
menyapu, menyiram tanaman,
merapiakn tempat tidur atau
kegiatan apa yang Bu. T sukai

K: Tidak ada bu K : menunduk K : merasa tidak


bersemangat
P : Bu.T berapa bersaudara bu ? P : memandang dan kontak P : merasa senang Menjawab pertanyaan
mata untuk mempertahankan
K : 9 bu hubungan saling percaya
K : memandang K : merasa senang

P : kenapa ibu sampai dibawa P : memandang dan kontak P : Merasa prihatin Menjawab pertanyaan
kesini kemaren bu? mata untuk mempertahankan
hubungan saling percaya
K : Tidak tau, saya datang K: memandang K : merasa sedih dan
membawa kue dari batu raja marah
untuk suami saya. Tapi saya
malah diantar kesini sama adik
saya. Adik saya itu mau
menguasai harta ayah saya.

P : apa yang bu.T rasakan pada P : Memandang dan kontak P : merasa ingin tahu Menjawab pertanyaan
saat itu? mata untuk mempertahankan
hubungan saling percaya
K : tidak ada, kata ayah jangan K : memandang K : tersenyum
mengubur harta. Berbuat
baiklah.

P : Ayah bu. T yang berkata P : memandang dan tersenyum P : merasa tenang Memberikan informasi
seperti itu? dengan tatapan yang pasti

K : Iya K : memandang K : Merasa heran

P : lalu apa yang ibu rasakan P : memandang dan kontak P : merasa tenang Memeberikan informasi
jika mendegar suara itu bu? mata tentang yang dirasakan

K : sedih K : menunduk K : merasa takut


P : kemudian apa yang ibu P : memandang dan tersenyum P : merasa senang Mempraktekkan hal yang
lakukan jika mendengar suara dilakukan untuk mencegah
itu bu? suara bisikan

K : tutup mata tutup telinga bu K : Memandang K : merasa senang


lalu bilang pergi..pergii kamu
tidak nyata...
P : wahh, bagus sekali ya ibu P : tersennyum P : merasa senang Reinforcement positif
sudah bisa menghardik membuat seseorang senang
sehingga tingkah laku
K : iya bu K : tersenyum K : merasa percaya diri tersebut dapat diulangi

P : baik bu, hari ini kita sudah P : Memandang dan kontak P : merasa senang Membuat kontrak waktu
berbincang tentang masalah mata untuk pertemuan
yang ibu hadapi sekarang, dan selanjutnya
besok kita akan berbincang-
bincang lagi mengenai cara
menghardik, patuh minum obat
dan bercakap-cakap ya bu.
Sekitar jam 16.00 ya bu di
ruangan ini juga.

K : Baik bu. K : mengangguk K : merasa senang

Common questions

Didukung oleh AI

The patient shows her response to the nurse's communication by maintaining eye contact, nodding, and smiling when the nurse smiles, indicating a positive non-verbal feedback loop. She also participates actively by answering questions about her hobbies and family dynamics. She further responds to emotional cues, such as feeling sad when discussing her family's situation, and experiences mixed emotions when recalling her father's words, demonstrating complex emotional processing .

The patient's belief that her sibling wants to control her inheritance may contribute to feelings of paranoia and distrust, impacting her mental health and causing distress. During the interaction with the nurse, this belief manifests as sadness and anger when recounting her arrival at the facility. The nurse's empathetic approach and attentiveness help the patient feel heard and may mitigate some of her distress, albeit temporarily .

The nurse adjusts her communication strategy by using a soothing tone and open-ended questions to encourage the patient to express feelings and concerns. By signaling understanding and empathy through non-verbal cues such as nodding and smiling, the nurse adapts her approach to match the emotional state of the patient, facilitating a trusting relationship and supporting the patient in verbalizing complex emotions without pressure .

The nurse provides emotional reassurance by maintaining a calm and steady presence, using eye contact, and verbally acknowledging the patient's feelings. By doing so, the nurse validates the patient's emotions, which helps to alleviate fear and sadness. Additionally, the nurse offers positive reinforcement by acknowledging the patient's ability to manage distressing voices through self-soothing techniques, promoting confidence and coping skills .

Environmental factors play a crucial role in facilitating nurse-patient interaction by creating a milieu conducive to open communication. The session's setting in a quiet, private room helps eliminate distractions, allowing the patient to focus on the interaction. Such conditions promote relaxation and can enhance the depth of discussion, contributing to achieving session objectives like building trust and exploring personal histories without external stressors .

The interaction begins with the nurse introducing herself and asking the patient how she prefers to be addressed, which shows respect and personal attention. The nurse maintains eye contact and a calm demeanor, reinforcing a sense of safety and trust. Open-ended questions are used to evoke responses and encourage sharing, while acknowledging feelings and offering empathy helps strengthen rapport .

The significance of the patient practicing techniques, such as telling the voices to go away, lies in the development of self-efficacy and control over her symptoms. The nurse's assessment notes that reinforcing these skills can boost the patient's confidence and encourage repetition of such coping strategies. Positive reinforcement from the nurse, such as affirming that the patient is doing well, enhances the likelihood of these techniques being adopted as habitual responses to auditory hallucinations, fostering greater emotional stability .

The patient's reported lack of hobbies suggests potential underlying issues such as lack of engagement and motivation, which are common in mood and psychotic disorders. This factor could steer the mental health care plan towards incorporating activities that gradually rekindle interest and engagement. Occupational therapy might be recommended to explore potential interests, which can enhance the quality of life and foster improvements in overall mental well-being by filling idle time with structured, enjoyable activities .

The patient's belief in her father’s advice about ‘not burying treasure’ underscores a deeper cultural or personal value system that might affect her behavior and interactions. This belief could lead to a dichotomy between material attachment and moral values, thus contributing to internal conflict and influencing her trust levels with caregivers. It might manifest as guilt or anxiety during caregiving sessions, especially if she identifies her brother’s actions as betrayal, impacting her openness and cooperation with treatment .

The contracted follow-up session is an effective strategy in reinforcing continuity of care and providing structure for the therapeutic process. It establishes predictability, reducing anxiety related to future interactions, and gives the patient a sense of agency in her treatment. Such a plan allows the patient to prepare emotionally and mentally for continued conversation and exploration of coping strategies, potentially enhancing long-term therapeutic outcomes by fostering a sense of progress and commitment to the care process .

Anda mungkin juga menyukai