KINERJA LAPORAN KEUANGAN DINAS
PERHUBUNGAN KOTA PALEMBANG
PROVINSI SUMATERA SELATAN
PERIODE 2017-2021
PROPOSAL SKIPSI
diajukan guna pengembangan kompentensi keilmuan terapan
pemerintahan dan syarat penyusunan skripsi pada Program Sarjana
Terapan Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri
oleh
NAMA : MUHAMMAD DEANDIE NOUFAL ENRICO
NPP : 30.0926
PROGRAM STUDI KEUANGAN PUBLIK
FAKULTAS MANAJEMEN PEMERINTAHAN
INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI
JATINANGOR
2023
ii
USULANvJUDUL (TENTATIVE) PROPOSAL SKRIPSI PRAJA UTAMA
PROGRAM STUDI KEUANGAN PUBLIK
FAKULTAS MANAJAMEN PEMERINTAHAN
INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI
NAMA : Muhammad Deandie Noufal Enrico
NPP : 30.0926
Kelas : F6
Program Studi : Keuangan Publik
Fakultas : Manajemen Pemerintahan
Dengan ini mengajukan permohonan judul Proposal Skripsi (tetative):
KINERJA LAPORAN KEUANGAN DINAS PERHUBUNGAN KOTA
PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN
PERIODE 2017-2021
Demikian Permohonan pengajuan judul ini saya sampaikan kepada Ketua
Program Studi Keuangan Publik untuk mendapatkan persetujuan.
Jatinangor, November 2022
Yang Mengajukan,
Muhammad Deandie Noufal Enrico
NPP. 30.0926
PERSETUJUAN
Menyetujui Tidak Menvetuiui Catatan I Keterangan
Jatinangor, November 2022
Ketua Prodi Keuangan Publik
Dr. Marja Sinurat, [Link], MM
NIP. 19690119 199303 1 003
iii
TANDA PERSETUJUAN PROPOSAL SKRIPSI
Judul Proposal Skripsi : Kinerja Laporan Keuangan Dinas
Perhubungan Kota Palembang Provinsi
Sumatera Selatan Periode 2017-2021
Nama : Muhammad Deandie Noufal Enrico
NPP : 30.0926
Program Studi : Keuangan Publik Pemerintahan
Fakultas : Manajemen Pemerintahan
Disetujui untukvdipertahankan di hadapan Tim Penguji pada Sidang Ujian
Proposal Skripsi, pada 11 November 2022.
Jatinangor, 11 November 2022
Dosen Pembimbing,
Budi Margono, [Link], [Link]
Pembina (IV/a)
NIP.19640717 199703 1 001
iv
LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL SKRIPSI
Judul Proposal Skripsi : Kinerja Laporan Keuangan Dinas
Perhubungan Kota Palembang Provinsi
Sumatera Selatan Periode 2017-2021
Nama : Muhammad Deandie Noufal Enrico
NPP : 30.0926
Program Studi : Keuangan Publik Pemerintahan
Fakultas : Manajemen Pemerintahan
Telah diuji dan dinyatakan lulus pada November 2022, di hadapan
tim Penguji pada Sidang Ujian Proposal Skripsi, yang terdiri dari :
No Nama Kedudukan Tanda Tangan
1. Ketua (…………………)
2. Sekretaris (…………………)
3. Anggota (…………………)
Ketua Program Prodi Dosen Pembimbing
Dr. Marja Sinurat, [Link], MM Budi Margono, [Link], Msi
Pembina TK.I (IV/b) Pembina (IV/a)
NIP.19690119 199303 1 003 NIP.19640717 199703 1 001
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin puji syukur peneliti panjatkan kehadirat
Allah SWT, karenavatas berkat danvrahmat-Nya, peneliti dapat
menyelesaikanvProposal Skripsi yangvberjudul, “KINERJA LAPORAN
KEUANGAN DINAS PERHUBUNGAN KOTA PALEMBANG PROVINSI
SUMATERA SELATAN PERIODE 2017-2021”, tepat pada waktu yang
telah ditentukan. Proposal Skripsi ini ditulis dan diajukan sebagai salah
satu persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan pada Fakultas
Manajemen Pemerintahan Program studi keuangan publik. Disamping itu,
peneliti Proposal ini akan direalisasikan pada pelaksanaan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di Dinas Perhubungan dalam
kaitannya dengan pengaplikasian dari teori-teori yang didapat selama
mengikuti perkuliahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Peneliti menyadari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak
yang langsung maupun tidak langsung telah terlibat dalam Penelitian
Proposal Skripsi ini. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Orang tua yang selalu mendoakan dan keluarga yang selalu ada untuk
mendukung.
2. Dr. Hadi Prabowo, MM selaku Rektor Institut Pemerintahan Dalam
Negeri.
3. Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Administrasi,
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Wakil Rektor Bidang Kerja
Sama Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
4. Dr. Marja Sinurat, [Link], MM sebagai Ketua Program Studi dan Bapak
Budi Margono, [Link], Msi sebagai Dosen Pembimbing Proposal Skripsi
terimakasih telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan
arahan sehingga Proposal Skripsi ini dapat diselesaikan.
5. Semua pihak yangvsecaravlangsung dan tidak langsungvtelah terlibat
dalamvpenulisan ProposalvSkripsi ini.
vi
Peneliti menyadari bahwa Proposal Skripsi ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu diharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk dapat menjadi perbaikan. Semoga Proposal Skripsi ini
bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.
Jatinangor, 11 November 2022
M. DEANDIE NOUFAL E.
NPP. 30.0926
vii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.........................................................................................i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................iii
KATA PENGANTAR.....................................................................................v
DAFTAR ISI.................................................................................................vii
DAFTAR TABEL.........................................................................................viii
DAFTAR GAMBAR......................................................................................ix
BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................. 1
1.1. Latar Belakang .......................................................................... 1
1.2. Batasan Masalah .................................................................... 10
1.3. Rumusan Masalah .................................................................. 11
1.4. Tujuan Penelitian .................................................................... 11
1.5. Kegunaan Penelitian ............................................................... 12
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 14
2.1. Penelitian Sebelumnya ........................................................... 14
2.2. Landasan Teoritis dan Legalistik ............................................. 18
2.2.1. Landasan Teoritis ......................................................... 18
[Link] Manajemen Keuangan Sektor Publik ......................... 18
2.2.2. Landasan Legalistik................................................................... 28
2.3. Operasional Konsep atau Operasionalisasi Variabel .............. 30
2.4. Kerangka Pemikiran ................................................................ 33
2.5. Hipotesis Kinerja atau Hipotesis ............................................. 35
BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 36
3.1. Pendekatan Penelitian .......................................................... 36
3.2. Operasional Konsep ............................................................. 37
3.3. Sumber Data dan Informan atau Populasi dan Sampel ........ 38
3.4. Instrumen Penelitian ............................................................. 41
3.5. Tenik Pengumpulan Data ..................................................... 41
viii
3.5.1. Data Primer ............................................................................. 42
3.6. Teknik Analisis Data ............................................................. 44
3.7. Jadwal dan Lokasi Penelitian .............................................. 44
3.7.1. Lokasi Penelitian .................................................................... 44
3.7.2. Jadwal Penelitian ................................................................... 44
Daftar Pustaka..............................................................................................xi
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Penelitian Sebelumnya..............................................................14
Tabel 2.2 Tingkat Kemandirian Daerah.....................................................25
Tabel 2.3 Skala Interval Rasio Efektivitas PAD.........................................26
Tabel 2.4 Skala Interval Rasio Efesiensi...................................................26
Tabel 2.5 Operasional Variabel.................................................................30
Tabel 3.1 Operasional Konsep..................................................................38
Tabel 3.2 Data Informan............................................................................40
Tabel 3.3 Jadwal Kegiatan........................................................................45
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Bagan Alir Penelitian.............................................................34
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Salahvsatu tujuan pendirianvnegara Indonesia adalahvuntuk
memajukan kesejahteraanvumum, disamping gunavmencapai tujuan
lainnya. Dalam perjalanannya, pemerintahvIndonesia telah
melakukan terobosanvuntuk mencapaivkesejahteraan sosial bagi
seluruhvrakyatnya. Berbagai kebijakanvtelah diambil, mulaivdari
pengaturan sektorvvperpajakan, distribusivbarang dan jasa, hingga
melakukan utangvdalam danvluar negeri.
SejakvIndonesia menerapkan adanyavkebijakan otonomi
daerah pada tahun 2001 denganvdiberlakukannya Undang-Undang
Nomor 22 Tahun 1999 yangvsebagaimana diubahvdengan Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2004vmaka membuat tata pemerintahan
daerah di Indonesiavmengalami perubahanvyang sebelumnya
bersifat sentralisasivmenjadi desentralisasi. Definisivdari
desentralisasivyaitu penyerahanvwewenang pemerintahanvoleh
pemerintahvkepada daerahvotonom untuk mengatuvdan mengurus
urusan pemerintahanvdalam sistemvNegara KesatuanvRepublik
Indonesia (NKRI). Berdasarkanvundang-undang tersebut, semua
kewenanganvpemerintahan diserahkanvkepada daerah, kecuali
kewenanganvpolitik luarvnegeri,vpertahanan, keamanan, yustisi,
moneter danvfiskal nasional, danvagama. Tujuanvdiberlakukannya
otonomi daerahvadalah untukvmempercepat terwujudnya
kesejahteraan masyarakatvmelalui peningkatanvpelayanan kepada
masyarakat. Tujuanvyang baik tersebutvakan dapat tercapaivapabila
didukung denganvpengelolaan keuanganvyang baik pula. Untukvitu,
ketersediaan sumbervdaya manusia pemerintahvdaerah yang
1
2
memiliki pengetahuanvdan pemahamanvyang baik terhadap
pengelolaan keuanganvdaerah mutlak harusvdipenuhi.
Negara Indonesiavmerupakan negaravyangvmelaksanakan
konsep desentralisasivdan otonomi daerahvyang sudahvberlangsung
sejak lamavdengan kedaulatanvmutlak berada padavpemerintah
pusat. Desentralisasi merupakan suatu perwujudan dari
penyelenggaraanvpemerintahan daerahvitu sendiri (otonomi daerah),
dimanavkekuasaan danvkewajiban untukvmenyelenggarakan serta
mengelola urusanvpemerintahan daerahvsendiri sertavkepentingan
masyarakat setempatvdialihkan kepadavpemerintah daerah. Suatu
daerah dapatvdikatakan maju danvberkembang jika daerah tersebut
mampuvmewujudkan penyelenggaraan pemerintahanvyang
transparanvdan akuntabilitasvyang tinggi.
Salah satuvkebijakan pentingvyang berada didalamvotoritas
pemerintah adalahvkebijakan fiskal, dimanavnegara berperanvdalam
mengatur kegiatanvekonomi agarvtetap terjaga stabilitasvdan
kesejahteraanvrakyatnya. Kebijakan fiskalvadalah kebijakan
pemerintah untukvmempengaruhi pertumbuhanvekonomi melalui
pengeluaran pemerintahvdan pajak. Kebijakan fiskalvmerupakan
kebijakan yangvmemengaruhi AnggaranvPendapatan danvBelanja
Negara (APBN). Kebijakan fiskalvdiartikan sebagaivlangkah
pemerintah untukvmembuat perubahan-perubahanvdalam sistem
pajak. Pemasukanvyang diatur utamanyavmelalui pajak, dan
pengeluaran yaknivberupa anggaranvyang dikeluarkan untuk
menunjangvprogram pemerintah. Kebijakanvfiskal berkaitanverat
dengan kebijakanvuntuk meraih tujuanvekonomi tertentuvmelalui
instrumenvperpajakan, penerimaan, utangvpiutang, danvbelanja
pemerintah. Di Indonesia, kebijakanvfiskal ada padavkewenangan.
Instrumen kebijakanvfiskal yang kitavbahas selanjutnyavialah
pengeluaranvbelanja negara, Hal inivseperti konsepvdasar dari
apapunvyang terjadi, bahkan dalamvhidup kita sendiri. Misal
3
pendapatan keluargvmenurun, tentunya kitavakan berusahavuntuk
berhemat danvmenekan pengeluaranvagar terjadivkeseimbangan
antara pendapatanvdan pengeluaran. Dalamvkonteks negara,vnilai
belanja negaravdapat dikurangivatau ditambah sesuaivkebutuhan.
Apabila neracavpembayaran negaravdefisit, maka pemerintahvbisa
mengurangivpengeluaran belanjanyavdi sektor tertentu, misalnya
penundaanvpembayaranvTHR bagi PNS.
Keuangan Daerahvmerupakan semuavhak danvkewajiban
daerahvdalam rangka penyelenggaraanvpemerintahanvdaerah yang
dapat dinilaivdengan uangvtermasuk didalamnyavsegala bentuk
kekayaan yangvberhubungan denganvhak danvkewajiban daerah
tersebut. SedangkanvPengelolaan KeuanganvDaerah merupakan
keseluruhanvkegiatan yangvmeliputi perencanaan,vpelaksanaan,
penatausahaan, pelaporan,vpertanggungjawaban, danvpengawasan
keuanganvdaerah. AnggaranvPendapatan dan BelanjavDaerah,
selanjutnyavdisingkat APBD merupakanvrencana keuanganvtahunan
pemerintahan daerahvyang dibahasvdan disetujuivbersama oleh
pemerintah daerahvdan DPRD, danvditetapkan denganvperaturan
daerah. AdapunvSumber-sumber keuangan daerah atauvpendapatan
asli daerahvadalah pendapatanvyang diperolehvdari sumbervsumber
pendapatan daerahvdan dikelolavsendiri oleh pemerintahanvdaerah.
Terdapat beberapaVruang lingkupvdalamVsektor publikVyaitu
meliputi lembagavlembaga pemerintahvperusahaanvmilik negaravatau
daerahv yayasanvsosial, dan lainvsebagainya. Dinas Perhubungan
Kota Palembangvmerupakan salahvsatu instansi sektorvpublik yang
berada dalamvruang lingkupvlembaga pemerintah, yangvdalam
kegiatan operasionalnyavseluruh biaya yangvdigunakan oleh Dinas
Perhubungan Kota Palembang bersumber dari Anggaran
PendapatanvBelanja Daerah (APBD), sehinggavsudah pastivbahwa
Dinas PerhubunganvKota Palembang memegangvprinsip efektivitas,
efisiensi, danvekonomis. Untuk mengetahuivapakah prinsipvtersebut
4
telah dijalankanvdengan [Link] tidak, maka perluvdilakukan
pengukuran terhadapvkinerja keuanganvkarena di Dinas
Perhubungan Kota Palembangvsendiri tidakvterdapat pengukuran
khusus terhadapvkinerja keuangan.
Desentralisasi fiskalvmerupakan desentralisasivyang paling
mendapat perhatian darivpublik dikarenakan sebelum era reformasi
semua pengelolaanvkeuangan telah diambilvalih oleh pusatvnamun
setelah adanyavdesentralisasi fiskal inivpengelolaan keuangan
tersebut sebagianvsudah beralih [Link]. Penyelenggaraan
desentralisasi fiskalvmemberikan keleluasaanvuntuk daerah agar
dalam mengelolavkeuangan daerahvdapat berjalan denganvoptimal
dan kinerjavkeuangan pemerintahvdaerah semakin meningkat.
Desentralisasi yangvdiberikan kepadavdaerah otonom dengan
maksud untuk meningkatkanvkesejahteraan [Link]
upaya mendorong pertumbuhanvekonomi dan pembangunanvdaerah,
mengurangi kesenjanganvantar daerah, meningkatkanvkualitas
pelayananvsupaya lebih efektifvterhadap kebutuhanvpotensivdan
karakteristik daerahvmasing-masing.
Tujuan desentralisasivfiskal bertujuan untukvmemenuhi aspirasi
daerah menyangkutvpenguasaan atasvsumber-sumber keuangan
negara, mendorongvakuntabilitas dan transparansivpemerintah
daerah, meningkatkanvpastisipasi masyarakat dalamvproses
pembangunanvdaerah, mengurangivketimpanganvantar daerah,
menjaminvterselenggaranyavpelayanan publik minimumvdi setiap
daerah,vdan padavakhirnya diharapkanvdapatvmeningkatkan
kesejahterahaanvmasyarakatvsecara umum, (Nurhemi dan Suryani
2015). Argumenvini tidakvterlepas dari keyaninanvbahwa
pembangunanvtidak dapatvtercapai dengan hanyavmelalui
mekanismevpasar, malainkanvmemerlukanvperan pemerintahvmelalui
kebijakanvanggarannya. Adapun jika dikajivlebih lanjut, kebijakan
desentralisasi fiskalvmerupakan konsekuensivdari keputusanvpolitik
5
desentralisasi atauvpolitik otonomi daerah yangvdiambil pemerintah.
Otonomi daerahvtidak mungkin berhasilvapabila tidak didukung
sepenuhnya olehvpolitik fiskal melaluivtransfer fiskal ke daerah
(desentralisasi fiskal) untukvmendukung keberhasilanvotonomi
daerahvtersebut.
kebijakan desentralisasivfiskal di [Link] dengan
tujuanvberikut. Menjaga kesinambunganvkebijaksanaan fiskal dalam
konteks kebijaksanaanvekonomi makro; Mengoreksivvertical
imbalance, yaituvmemperkecil ketimpanganvyang terjadivantara
keuangan pemerintahvpusat dan keuanganvdaerah yang dilakukan
dengan memperbesarvtaxing powervdaerah; Mengoreksivhorizontal
imbalance yaituvketimpangan antar daerahvdalam kemampuan
keuangannya; Meningkatkanvakuntabilitas, efektivitas, danvefisiensi
dalam rangkavpeningkatan kinerja pemerintahvdaerah; Meningkatkan
kualitas pelayananvkepada masyarakat; danvMeningkatkan
partisipasi masyarakatvdalam pengambilanvputusan di sektorvpublik.
Kebijakan desentralisasivvdiharapkan semuavpemerintah daerah
dapat membiayaivurusan rumah tangganyavdan pembangunan di
daerah denganvbertumpu pada pendapatanvasli daerah (PAD).
Pengukuran kemandirianvdaerah menggunakanvindikator rasio
kemandirian. Rasiovini menggambarkanvketergantungan daerah
terhadapvsumber dana eksternal. Untuk mengetahui besarnya
tingkat kemandirianvdaerah maka dapat divlihat dari perbandingan
pendapatan asli daerahv(PAD) yang dimilikivpemerintah daerah
terhadap bantuanvpemerintah pusatvatau provinsi danvpinjaman.
Hubungan likuiditas danvkemandirian daerah ini menunjukkanVbahwa
V
semakinVtinggi tingkatvlikuiditas berartivmenaikkan tingkat
kemandirianvdaerah sehinggavsemakin kecilvunsur utang danvtidak
terbebaninya daerahvdengan sumber danaveksternal darivpinjaman
atau utang. Pendapatanvasli daerah (PAD) adalahvsemua
penerimaanvdaerah yangvbersumber darivoptimalisasi sumbervdaya
6
yang ada di daerah. Pendapatanvasli daerah, terdirivdari hasil pajak
daerah, hasilvretribusi daerah, hasilvperusahaan milikvdaerah, dan
hasil pengelolaanvkekayaan daerahvyang dipisahkan; dan lainvlain
pendapatan aslivdaerah yang sah. Besarvkecilnya pendapatanvasli
daerah (PAD) dapatvmenggambarkan kemampuanvdaerah dalam
mengelola danvmengoptimalkan potensivsumber daya darivdaerah
masing-masing.
Sistem akuntansivyang baik meliputivpula dibuatnyavsistem
pengendalian internvyang memadai. Tahapvpelaksanaan anggaran
inivdilaksanakanvmulai 1 Januari sampaivdengan 31 Desembervpada
tahun berjalanvdan dilaksanakanvoleh masing-masing satuanvkerja
sesuai denganvanggaran yangvtelah disusunvserta pada tahapVini
juga merupakanvtahap penyusunanvlaporan keuangan. Laporan
keuangan disajikanvharus sesuaivdengan StandarVAkuntansi
PemerintahV(SAP)vyang terdiri darivLaporan RealisasiVAnggaran
(LRA), LaporanvArus Kas (LAK), Neraca, danvCatatan atas Laporan
Keuangan (CaLK).
Kinerja keuanganvpemerintah daerahvadalah kemampuanvsuatu
daerahvuntuk menggali danvmengelola sumber-sumbervkeuangan
asli daerahvdalam memenuhivkebutuhan gunavmendukung
berjalannya sistemvpemerintahan, pelayananvkepada masyarakat
dan pembangunanvdaerahnya denganvtidak tergantungvsepenuhnya
pada PemerintahvPusat dan mempunyaivkeleluasaan dalam
menggunakanvdana-dana untukvkepentingan masyarakatvdaerah
dalam batas-batasvyang ditentukanvperaturanvperundang-undangan
(Syamsi, 1986).
Dalam rangkavpelaksanaan otonomivdaerah danvdesentralisasi
fiskal, pemerintahvdituntut untukvmemiliki kemandirianvkeuangan
daerah yang lebihvbesar denganvtingkat kemandirianvkeuangan
yang lebih besarvberarti daerahvtidak akanvlagi bergantungvpada
bantuan pemerintah pusat danvprovinsi melaluivperimbangan. Dana
7
perimbangan masih tetap diperlukan untuk mempercepat
pembangunanvdaerah. Semakinvtinggi tingkat kemandirianvdaerah
maka daerahvdapat memberikanvpelayanan publik yangvlebih
berkualitas.
Kebijakanvotonomibdaerah menjadikan pemerintahvpusat
sebagai sumberVdana bantuan yangvdiandalkan olehVpemerintah
daerah, dimanavdana bantuan tersebutvberupa danavperimbangan.
Dana [Link] dari danavalokasi umum (DAU), dana
alokasi khususv(DAK),Vdan danavbagi hasil (DBH).VBerdasarkan
Undang-UndangVRepublik IndonesiavNomor 33 Tahun 2004vtentang
Perimbangan Keuanganvantara PemerintahvPusat danvPemerintah
Daerah, dana alokasivumum (DAU) adalahvdana yangvbersumber
dari pendapatanvAnggaran Pendapatanvdan Belanja Negara (APBN)
yang dialokasikanvdengan tujuanvpemerataan [Link]
antar daerahvuntuk mendanaivkebutuhan daerah dalamvrangka
pelaksanaanvdesentralisasi. Danavalokasi umum (DAU) diberikan
pemerintah pusatvuntuk membiayaivkekurangan dari pemerintah
daerah dalamvmemanfaatkan pendapatanvasliVdaerah (PAD) nya.
PenggunaanVdana alokasi umumV(DAU) diserahkanVkepada
pemerintahVdaerah sesuai denganVprioritas, kepentingan,Vdan
kebutuhan daerahvmasing-masingVyang bertujuanvuntuk
meningkatkan pelayananvpublik dalamVrangkavmelaksanakan
otonomiVdaerah.
Kebijakan yangvtelah diatur oleh PeraturanvPemerintah
Pengganti [Link] 1 Tahun 2020, dalamvrangka
menghadapi ancamanvyang membahayakanvperekonomian
Indonesia, kebijakanvyang diaturvmeliputi kebijakan pendapatan
negara, juga termasukvkebijakan di bidangvkeuangan daerah, dan
kebijakanvpembiayaan dan kebijakanvstabilitas sistemvkeuangan
yang meliputi kebijakanvdalam rangka penangananvmasalah
lembaga keuanganvyang membahayakan perekonomianvIndonesia
8
dan/atau stabilitasvsistem keuangan. Kebijakanvkeuangan yang
diambilvpemerintah sebagianvbesar dilimpahkan kepadavdaerah-
daerah sebagaivwujud asas desentralisasi. PemerintahvDaerah
diberikan kewenanganvuntuk melakukanvpengutamaan penggunaan
alokasi anggaranvuntuk kegiatanvtertentu (refocusing), realokasi,
dan penggunaan. Anggaran Pendapatan Daerah yang diaturvdalam
Permenkeuvno 35/PMK07/2021 serta Keputusan Bersama antara
Kemendagri [Link] nomor 119/2813/SJ/ dan no
117/KMK.07/2020.
Pemerintah Daerahvterus melakukan perbaikan terutama dari
segi tata kelolavpemerintahan. Dinas PerhubunganvKota Palembang
menyadarivbahwa kemajuan yang diciptakanvdaerah di era
desentralisasi inivbergantung pada tata kelola pemerintah daerah.
Dengan demikian prinsip-prinsipvgood govemance harus
direalisasikan dalamvPemerintah Kota Palembang. Kinerja keuangan
Dinas PerhubunganvKota Palembang merupakanvinformasi yang
penting terutamavuntuk membuat kebijakan dalamvpengelolaan
keuangan daerahvdan menilai apakahvDinas Perhubungan Kota
Palembangvberhasil mengelolavkeuangannya denganvbaik serta
memberikan dampakvyang positif terhadapvkesejahteraan
masyarakat. DinasvPerhubungan merupakanvsalah satu dinasvatau
Organisasi Perangkatvdaerah (OPD) yang bernaungvdi bawah
Pemerintah KotavPalembangvDinas Perhubungan beralamat di
Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, 35 Ilir Palembang.
Menurut Fahrni (2012:1) menjelaskan bahwa:
laporan keuanganvsecara garis besar dibutuhkan oleh dua
pihak yaitu pihak internalvdan eksternal. Pihak internal adalah
pihak yang berkaitanvlangsung dengan kegiatanvoperasional
pemerintahan seperivkepala dinas dimana laporan keuangan
digunakan untukvmengambil keputusan dan kebijakanvdalam
9
pemerintahan. Pihak ekstenal adalah pihak yang
berkepentingan terhadapvpemerintahan sepertivmasyarakat
dan pihak legislatifv(Fahrni, 2012:1).
Pengelolaan keuangan daerah, telah diatur didalam UU No. 17
tahun [Link] Keuangan NegaraVyang mewajibkan kepada
Presiden, Gubernur,vWalikota dan Bupati untukvberkewajiban
menyampaikan LaporanvPertanggungjawaban pelaksanaan
APBN/APBDvberupa LaporanvKeuangan, salah satu laporannya
adalah laporan realisasi anggaran. Bentuk laporan
pertanggungjawaban kepada masyarakat yaitu laporanvkeuangan
sebagai hasilvdari Akuntansi Sektor Publik.
Menurut Nurfadillah (2016: 1) menjelasakan bahwa:
Salah satuvlaporan keuanganvyang wajib disusun oleh
pemerintah daerahvadalah Laporan RealisasivAnggaran.
Laporan [Link] adalah unsurvlaporan keuangan
daerah yangvpertama-tama dihasilkanvsebelum selanjutnya
diisyaratkan untukvmembuat laporanvarus kas danvlaporan
neraca. Anggaranvdalam pemerintah merupakanvtumpuan
dalam penyelenggaraanvpemerintahan. Upaya pemerintah
daerah dalamvmenelusuri sumber dana yangvbersumber dari
potensi daerahvvyang dimiliki sertavkapabilitas dalam
memanfaatkan danvmengelola sumber danavyang ada
tergambar dalamvAnggaran Pendapatan danvBelanja Daerah
(APBD) ([Link] Nurfadilah, 2016: 1).
Dinas Perhubungan merupakanvsalah satu instansivsektor
publik yang beradavdalam ruang lingkupvlembaga pemerintah, yang
dalamvkegiatan operasionalnyavseluruh biaya yangvdigunakan oleh
Dinas Perhubunganvbersumber dari AnggaranvPendapatan Belanja
Daerahv(APBD), sehingga sudahvpasti bahwa Dinas Perhubungan
10
memegangvprinsip efektivitas,vefisiensi, dan ekonomis. Untuk
mengetahuivapakah prinsipvtersebut telahVdijalankan denganVbaik
atau tidak, makavperlu dilakukan pengukuranvterhadap kinerja
keuangan, karenavdi Dinas Perhubungan sendiri tidakvterdapat
pengukuran khususvterhadap kinerja keuangan.
Dari laporan keuangan Dinas Perhubungan maka dapat
diketahui kinerja keuangan dinas. Tentu saja laporan keuangan
Dinas Perhubungan perlu dianalisis Iebih lanjut untuk melalui kinerja
keuangan secara lebih menyeluruh apakah dalam kondisi baik atau
buruk. Berdasarkan laporan keuangan dari Dinas Perhubungan
diketahui bahwa dalam periode tertentu terjadi defisit anggaran pada
Dinas Perhubungan. Fenomena ini harus dianalisis dengan rasio
keuangan daerah sehingga dapat dinilai tingkat kinerja keuangan
pada Dinas Perhubungan.
Dinas Perhubungan Kota Palembangvvvsecara pasti
menggunakanvanggaran pendapatan danvpendapatan daerah untuk
pengeluaranvpendapatan operasionalvmaupun pendapatanvmodal,
agar tidakvvterjadi penyelewenganvvdalam pengelolaannya.
Menjalankan programvanggaran pendapatanvdari tahun 2017-2021
Dinas PerhubunganvKota Palembang masihvmengalami perbedaan
yang signifikanvantara anggaranvpendapatan denganvrealisasi
pendapatan.
Berdasarkan latar belakang diatas maka dalamvpenulisan
ProposalvSkripsi ini penulisvmengambil judul: “Kinerja Laporan
Keuangan Dinas Perhubungan Kota Palembang Provinsi Sumatera
Selatan Periode 2017-2021”.
1.2. Batasan Masalah
Batasan MasalahvBerdasarkan identifikasi masalahvdiatas,
penulis tidakvakan mengkaji sepenuhnya, mengingatvkompleksitas
masalah sertavpertimbangan biayavterbatas dan waktu [Link]
11
sehinggavpenulis hanyavakan mengambil beberapavmasalah yang
dianggap representatifvuntuk dikaji danvditeliti. Dalamvmenyimpulkan
ruang lingkupvmasalah, perlu adanyavpembatasan masalahvdan
fokus padavmenganalisis kinerjavkeuangan DinasvPerhubungan
menggunakan rasiovkemandirian, rasio efektivitas,vrasio efisiensi,
rasio aktivitas, danvrasio pertumbuhan.
1.3. Rumusan Masalah
Dari latarvbelakang di atas makavdapat dirumuskan
[Link] berikut :
1. Bagaimana kinerjav keuangan Dinas PerhubunganvKota
Palembang yang diukurvmenggunakanvrasio?
2. Bagaimanav pertumbuhan pendapatanv dan belanjav di
Dinas PerhubunganvKota Palembang?
3. [Link] DinasvPerhubungan KotavPalembang
berdasarkanvkinerja keuangan danvanalisis pertumbuhan
[Link]?
1.4. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusanvmasalah yang telahvdiuraikan, maka
tujuanvdilaksanakan penelitianvini adalah sebagaivberikut:
1. Untuk mengetahuiv kinerja keuanganv Dinas PerhubunganvKota
Palembang yang diukurvmenggunakan rasio.
2. Untuk mengetahuiv pertumbuhan pendapatanv dan belanja di
Dinas PerhubunganvKota Palembang.
3. Untuk mengetahuivperforma Dinas PerhubunganvKota
Palembang berdasarkanvkinerja keuangan danvanalisis
pertumbuhanvpendapatan belanja.
12
1.5. Kegunaan Penelitian
Berdasarkanvtujuan yang telahvdikemukakanvsebelumnya,
maka penelitian inivdiharapkan dapat bergunavbagi semua pihak
yangvbersangkutan, baik secara teoritisvmaupun praktis.
1. Kegunaan Teroritis
Kegunaan teoritis penelitianvini sebagai upaya untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya keuangan publik.
Hasil darivpenelitian ini diharapkanvdapat menjadi referensivatau
masukan, bagivpihak-pihak yangvingin mengetahuivkinerja
keuanganvdi Dinas PerhubunganvKota Palembang Provinsi
SumateravSelatan.
2. Kegunaan Praktis
Hasil dari penelitianvini diharapkan dapatvmenambah wawasan
atauvmasukan pihak lain, khususnyavbagi penulisvselanjutnya
dibidang keuanganvlandasan teori itu bisa divimplementasikan
terhadap objekvpenelitian.
a. Kegunaan untuk penulis
Praja diharapkan dapat memperoleh tambahan pengetahuan,
pengalaman dan keterampilan teknis pemerintahan dalam
melaksanakan tugas lapangan sesuai fokus penelitian terapan
pemerintahan. Hasil penelitian inivdiharapkan juga dapat
menjadi wawasan berpikir terhadap fenomena-fenomenavyang
terjadivdi lokasivpenelitianvyang dapatvdijadikan bahan dalam
pembelajaran di lnstitut Pemerintahan Dalam Negeri.
b. Kegunaan untuk Lokasi Penelitian
Hasil penelitianvini diharapkan dapatvmemberikan sumbangan
pemikiranvserta masukan kepada PemerintahvProvinsi
Sumatera Selatan dalam mengelola keuangan daerah
terutama dalam hal sistem pengendalian intern pemerintah
terhadap pengadaan ilmuvpengetahuan khususnya divbidang
keuangan daerah.
13
c. Kegunaan untuk lemabaga
Hasil penelitian inivdiharapkan dapatvmemberikan kontribusi
terhadap ilmu pengetahuan [Link] pengambilan
keputusan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Penelitian Sebelumnya
Penulis juga melihat dari penelitian terdahulu yang relevan
dengan topik yang dibahas sebagai bahan perbandingan untuk
penulis dalam melaksanakan penelitian. Adapun penelitian
sebelumnya yang dijadikan bahan rujukan dan bahan perbandingan
guna membantu dan menyempurnakan penelitian sebelumnya
yang pernah dilakukan. Penelitian yang pertama yang digunakan
penulis sebagai bahan acuan adalah penelitian yang dilakukan
oleh:
Tabel 2.1
Penelitian Sebelumnya
No Nama Judul Metode Hasil
Penulis Penelitian
1. Ratnasari Analisis Kualitatif Hasil penelitian
Haliyah pengukuran Deskriptif menunjukan bahwa
Syamsuddin pemerintah kinerja pemerintah
daerah dengan daerah Kabupaten
menggunakan Pinrang selama
prinsip value tahun 2010-2014
for money tidak ekonomis
{Studi kasus karena memiliki rata-
pemerintah rata rasio ekonomi
kabupaten lebih dari 100% yaitu
pinrang) 104.63%. Dari segi
efisiensi Kinerja yaitu
efisien karena
memiliki rata-rata
rasio efisiensi
14
15
No Nama Judul Metode Hasil
Penulis Penelitian
95.89%. DanVdari
segivefektivitas, rata-
rata rasiovefektivitas
yaitu 108.26%Vyang
menunjukkanvKinerja
Pemerintah Daerah
KabupatenvPinrang
selamavtahun 2010-
2014 [Link].
2. Rahmayati Analisis Kualitatif Hasil penelitianVini
Kinerja Deskriptif menunjukkanvbahwa
Keuangan kinerjaVkeuangan
Pemerintah
Pemerintah
KabupatenvSukoharjo
Daerah
masih belumVoptimal.
Kabupaten
Walaupun dalam
Sukoharjo
pengelolaan
Tahun
PendapatanvAsli
Anggaran DaerahVsudah efektif
2011-2013 danvefisien, tetapi
tingkatVkemandirian
daerahVmasihvsangat
rendah. Hal ini dapat
dibuktikanvdari
besarnyavbantuan
dari pusat dan
provinsivdibandingkan
denganvpendapatan
aslivdaerah
Kabupaten Sukoharjo.
Selain itu,vdalam
16
No Nama Judul Metode Hasil
Penulis Penelitian
penggunaan
dananyavmasih
belum berimbang
karenavsebagian
besar dana
digunakanvuntuk
belanja operasivdari
pada belanja modal.
3. Fitrah Kinerja Kualitatif Hasilvpenelitian yang
Ramadhan keuangan Deskriptif telah dilakukan
pemerintah menunjukkanvbahwa
daerah secaravumum kinerja
Kabupaten keuangan daerah
bulukumba Kabupaten
provinsi Bulukumbavmasih
sulawesi tergolongvrendah,
selatan yangvdilihat dari
beberapavrasio
keuanganvKabupaten
Bulukumbavpada
tahun 2020 antara lain
rasiovkemandirian
keuanganvdaerah
Kabupaten Buukumba
Sebesarvv13,49 %,
rasio efektivitas 95,60
%, rasio efisiensi
84,37 %, rasio
keserasianv76,25 %,
dan rasio
pertumbuhanv -2,63
17
No Nama Judul Metode Hasil
Penulis Penelitian
%. [Link] kinerja
BPKD Kabupaten
Bulukumbavtelah
efektif namunvdalam
pelaksanaan
pengelolaan
keuanganvdaerah
tersebut masih
mengalamivbeberapa
masalah karena
terdapatvfaktor-faktor
penghambatvyang
adavsehingga
menghambatvproses
kinerja keuangan
daerahvKabupaten
Bulukumba.
Sumber. [Link] [Link], 2022
Berdasarkan Tabet 2.1 diatas dapatvdilihat perbedaan dan
persamaan penelitian terdahulu dengan penelitianvyangvakan
dilakukanvpenulis. Penelitianvyang dilakukanvoleh Ratnsari Haliyah
Syamsuddln memiliki kesamaanvyaitu lokasi penelitianvyang
dilaksanakan di KabupatenvPinrang dan metode yang digunakan
adalah metodi kualitatifvdeskritptif. Perbedaan penelitian yang
dilakukanvRatnasari Haliyah Syamsuddinvterletak pada konsep
yangvdigunakan dimanavpenelitiannya [Link] Value
For Moneyvyang hanya memfokuskanvpada aspekvkemandirian,
efektivitasvdan, efisiensi.
Penelitianvyang dilakukanvoleh Rahmayati memilikivkesamaan
yaituvsama-sama menggunakan metodevkualitatif dan objek
18
penelitiannyavadalah anggaran pendapatan. Perbedaanvdari
penelitian yangvdilakukan oleh Rahmayati terletakvpada konsep
yang digunakanvdimana penelitiannya menggunakan Konsep
Value ForvMoney yang hanyavmemfokuskan padavaspek
kemandirian,vefektivitas dan,vefisiensi.
Penelitianvyang dilakukan oleh Fitrah Ramadhan memiliki
persamaanvyang terletak padavtujuan penelitiannyavyaitu untuk
mengetahuivkinerja keuanganvpemerintah daerahvmenggunakan
laporan realisasivanggaran. Penelitianvyang dilakukanvoleh Fitrah
Ramadhan memilikivperbedaan pada lokasivvpenelitian danvaspek
yang diukurvefektivitas, pertumbuhan,vkeserasian danvefisiensi.
2.2. Landasan Teoritis dan Legalistik
[Link] [Link]
yang di [Link] literatur,vmodul [Link] tidak
lepas darivpedoman [Link]-undangan. Usulan
[Link] pemerintahan inivmengantarkanvPraja
Utama [Link] menjadi calonvsarjana
sains terapanvpemerintahan sehinggavdalam tinjauan teoritis. ini
penulis [Link] [Link]
[Link].
2.2.1. Landasan Teoritis
[Link] Manajemen Keuangan Sektor Publik
Manajemenvkeuangan publik adalahvsemuavkegiatan/
upaya/ aktivitasvyang dilakukanvpemerintah (pusatvatau daerah)
[Link] semuavurusan negara, khususnyavyang
berkaitan denganvaktivitas finansialvpemerintahan mulaivdari
pengelolaan,vpenerimaan, pengeluaranvvhingga kebijakan
mengadakanvpembiayaan (Halim, 2014:3).
1. [Link] Sektor Publik
19
MenurutvMunawir (2014:2) laporan keuangan pada
dasarnyavmerupakan hasil darivproses akuntansi yangvdapat
digunakanvsebagai alatvuntuk berkomunikasivantara data
keuangan atauvaktivitas suatuvperusahaan denganvpihak-
pihak yangvberkepentingan denganvdata atauvaktivitas
perusahaanvtersebut.
DalamvPeraturan Pemerintahv(PP) Nomor 24 tahunv2005
mendefinisikanvbahwa [Link] suatu
penyajianvdata keuanganvtermasuk catatanvyang
menyertainyav(bila ada),vyang dimaksudkanvvvuntuk
mengkomunikasikanvsumber daya ekonomiv(aktiva) dan/atau
kewajiban suatuventitas pemerintahvpada saat tertentuvatau
perubahanvatas aktivavdan/atau kewajibanvselama suatu
periode tertentu sesuai dengan standar akuntansi pemerintah.
a. Menurut PSAK No.45 Tahun 2009 pada unit
pemerintahan tujuan umum laporan keuangan adalah :
- Memberikan informasi keuanganvuntuk menentukan
dan memprediksivaliran kas, saldo neraca, dan
kebutuhanvsumber daya finansial jangka pendekvunit
pemerintah.
- Memberikanvinformasi keuangan untukvmenentukan
danvmemprediksi kondisi ekonomi suatuvunit
pemerintahanvdan perubahan-perubahan yangvterjadi
di dalamnya.
- Memberikanvinformasi keuangan untukvmemonitor
kinerja, kesesuaiannya denganvvvperaturan
perundangan,vkontrak yang telahvdisepakati, dan
ketentuan lainvyangvdisyaratkan.
- Memberikanvinformasi untukvperencanaan dan
penganggaran,vserta untuk memprediksivpengaruh
20
akuisisi danvalokasi sumber daya terhadap
pencapaian tujuanvoperasional.
- Memberikan informasi untuk mengevaluasi kinerja
manajerial dan organisasional.
2. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2010
menyebutkan bahwa komponen-komponen yang terdapat
dalam suatu set laporan keuangan terdiri dari laporan
pelaksanaan anggaran dan laporan finansial.
[Link]. Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah
Kinerja adalahvkependekan darivkinetika energi kerjavyang
berarti penyelesaianvsuatu tugas denganvpenerapan ilmu
pengetahuan, keterampilan,vdan kemampuan. lnformasivkinerja
yang dihasilkanvsistem pengukuranvkinerja dapal menjadivsuatu
bentuk akuntabilitasvdalam mengelola suatuvorganisasi. Kinerja
dapat diartikan sebagai prestasi kerja.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan
bahwa kinerja adalah keluaran/hasil dari kegiatan atau program
yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan
anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur.
Menurut Sujarweni (2017: 71) "kinerjavmerupakan hasil dari
evaluasivterhadap pekerjaanvyang telah selesaivdilakukan,vhasil
pekerjaan tersebutvdibandingkan dengan kriteria yangvditetapkan
bersama."
Menurut Fahrni (2018:142), menjelaskan "kinerja keuangan
adalahvsuatu analisisvyang dilakukan untukvmelihat sejauhvmana
suatu perusahaanvtelah melaksanakan denganvmenggunakan
aturan-aturan pelaksanaanvkeuangan secaravbaik danvbenar."
Berdasarkan definisivahli diatas dapatvdisimpulkan bahwa
kinerjavkeuangan daerahvadalah hasil darivevaluasi terhadap
21
kegiatanvatau program yangvdigunakan sebagaivsalah satu ukuran
untukvkemampuan daerahvdalam mengelola keuanganvsebagai
wujud pelaksanaanvotonomi daerah.
[Link]. Analisis Kinerja Keuangan
1. Pengertian Kinerja Keuangan
Menurut Jumingan (2006) kinerjavkeuangan adalah
gambaranvprestasi yangvdicapai pemerintah danvperusahaan
dalam kegiatanvoperasionalnya, baik menyangkutvaspek
keuangan, aspekvpemasaran, aspek penghasilanvdan
penyaluranvdana, aspek teknologivmaupun aspekvsumbervdaya
manusianya.
Kinerjavkeuangan adalah hasilvatau prestasi yangvtelah
dicapaivoleh manajemenvperusahaan dalamvmengelola asset
perusahaanvsecara efektifvselama periodevtertentu. Kinerja
keuangan sangatvdibutuhkan oleh perusahaanvuntuk
mengetahui danvmengevaluasi tingkatvvkeberhasilan
perusahaanvberdasarkan aktivitasvkeuangan yangvvtelah
dilaksanakanv(Rudianto, 2013:189).
Menurut Fahmi (2014:2) kinerja keuanganvmerupakan
suatuvanalisis yang dilakukanvuntuk melihat sejauhvvmana
suatuvperusahaanvtelah melaksanakan denganvmenggunakan
aturan-aturanvpelaksanaanvkeuangan secara baikvdan benar.
Dari pemaparanvyang telahvdiuraikan di atas makavdapat
ditarik kesimpulanvbahwa kinerjavkeuangan merupakanvsuatu
hasil keberhasilanvperusahaan atasvpencapaian dari aktivitas
di bidangvkeuangan.
2. Tujuan AnalisisvKinerja atauvLaporan Keuangan
Menurut Kasmir (2014:68) secara umumvtujuan [Link]
keuanganvadalah : Untuk mengetahuivposisi keuangan
perusahaan dalamvsatu periode tertentu, baikvharta, kewajiban,
22
modal, maupunvhasil usahavyang telahvdicapaivuntukvbeberapa
periode.
a. Untukvmengetahui kelemahan-kelemahanvapa saja yang
menjadi kekuranganvperusahaan.
b. Untuk mengetahuivkekuatan-kekuatan yangvdimiliki.
c. Untuk memenuhivlangkah-langkah perbaikanvapa sajavyang
perlu dilakukanvke depan [Link] denganvposisi
keuanganvperusahaanvsaat ini.
d. Untuk melakukanvpenilaian kinerjavmanajemen ke depan
apakah perluvpenyelenggaraan atauvtidak karenavsudah
dianggap berhasilvatau gagal.
e. Dapatvjuga digunakan sebagaivpembandingvdengan
perusahaanvsejenisvtentangvhasil kinerjavyang tercapai.
3. Teknik AnalisisvKinerja atauvLaporanvKeuangan
Teknik analisisvlaporan keuanganvmenurut Harahap (2015:217):
a. MetodevKomparatif
Metode inivdigunakanvdengan memanfaatkanvangka-
angka laporanvkeuangan danvmembandingkannyavdengan
angka-angka laporanvkeuangan lainnya.
b. Trend Analysis
Rasio adalahvgambaran situasi perusahaan pada suatu
waktu tertentu dan darivgambaran inivsebenarnya dapatvkita
bayangkanvkecenderungan (trend) situasivperusahaanvdi
masa yangvakan datangvmelalui gerakanvpada masavlalu
sampai masavkini. Analisis inivharus menggunakanvteknik
perbandinganvlaporan keuanganvbeberapa tahun danvdari
sini digambarkanvtrendnya. Trend analisisvini biasanya
dibuatvmelalui grafik.
c. Common Size Financial Statement
Metode inivvvmerupakan metode [Link]
menyajikan laporanvkeuangan dalamvbentukvprestasi.
23
Prestasivitu biasa dikaitkanvdengan suatuvjumlah [Link]
pentingvmisalnya assetvuntuk neraca,vpenjualan untukvlaba
rugi.
d. Index [Link]
Metode inivdihitung index dan digunakan untuk
menkonfersikanvangka-angka laporanvkeuangan. Biasanya
ditetapkan tahunvdasar yangvdiberi indexv100. Beranjak dari
tahunvdasar ini, dibuatvindex tahun-tahunvlainnya sehingga
dapat dibacavdengan mudahvperkembanganvangka-angka
laporan keuanganvperusahaanvtersebut padavperiode lain.
e. RasiovLaporan Keuangan
Rasiovlaporan keuanganvadalah perbandinganvantar
pos-posvtertentuvdengan posvlain yang memilikivhubungan
signifikan (berarti). Rasiovkeuang viniv hanya
menyederhanakanvhubungan antarav pos tertentu dengan
pos yangvlainnya. Denganvpenyederhanaan ini kitavdapat.
menilai hubungan antar pos dan dapatvmembandingkannya
v
dengan rasio sehinggavdapat diberivpenilaian.
f. Analisis Sumber Penggunaan Kas dan Dana
Analisisvsumber penggunaanvkas dan danvdilakukan
denganvmenggunakan laporan keuangan duavperiode,
laporan inivdibandingkan danvdilihat mutasinya. Setiap
mutasivmempengaruhivpos lainnya.
[Link]. Analisis Rasio
1. Pengertian Rasio
MenurutvKasmir (2014:104) Rasiovkeuangan merupakan
kegiatanvmembandingkanvangka-angka yang ada di dalam
laporanvkeuangan. Perbandinganvdapat dilakukanvantara satu
komponenvdengan komponenvdalam satu laporanvkeuangan
atau antar komponenvyang ada diantaravlaporanvkeuangan.
24
Kemudian, angkaVyang diperbandingkanVdapat berupa angka-
angka dalamVsatu periode maupunVVbeberapaVperiode.
2. ManfaatVAnalisis RasioVKeuangan
Manfaat analisisVrasio keuanganVmenurut Fahmi (2014:47)
yaitu:
a. Analisis rasioVkeuanganVsangat bermanfaatVuntuk dijadikan
sebagaiValat menilaiVkinerja dan prestasiVperusahaan.
b. AnalisisVVrasio keuanganVVsangat bermanfaat bagi pihak
VV
manajemenVVsebagai rujukanVVuntuk membuat
perencanaan.
c. Analisis rasio keuangan dapaVVdijadikan sebagaiValat untuk
VV
mengevaluasiVkondisi suatuVperusahaan dariVprespektif
keuangan.
d. Analisis rasioVkeuangan jugaVbermanfaat bagi paraVkreditor
dapatVdigunakan untuk memperkirakanVpotensi resikoVyang
dihadapi dikaitkanVdengan adanyaVjaminan kelangsungan
pembayaranVbunga dan pengembalianvpokok pinjaman.
e. Analisis rasiovkeuanganVdapat dijadikan sebagaiVpenilaian
bagi pihakVstakeholdervorganisasi.
3. Bentuk-Bentuk Rasio
UntukVmengukur suatuVkinerja keuangan dapatVdigunakan
beberapa jenisVrasioV Setiap rasioVkeuangan memilikiVtujuan,
kegunaan, dan artiVtertentu, kemudianVsetiap hasil dari rasio
yang diukurVdiinterpretasikan sehinggaVmenjadi berarti bagi
pengambilanVVkeputusan.
a. Rasio Kemandirian
RasioVVVkemandirianVdaerah dihitung dengan cara
membandingkan jumlahVVVpenerimaan pendapatanVVVasli
dengan jumlah pendapatan transfer dari pemerintah pusat,
V
semakin tinggi angka rasio maka rasio ini menunjukan tinggi
V V V
kemandirianVdaerahnya (Nurhayati, 2015).
25
Tabel 2.2
Tingkat Kemandirian Daerah
Kemampuan Rasio kemandirian Pola
keuangan (%) hubungan
RendahvSekali 0-25 lnstruktif
vRendah >25 – 50 Konsultatif
Sedang >50-75 Partisipatif
Tinggi >75-100 Delegatif
Sumber: Kepmendagri Nomor 600.900.327 tahun 1996
Keterangan:
1. Polavhubungan instruktif, perananvpemerintah pusatvlebih
dominan darivpada kemandirianvpemerintah daerah
(daerah tidakvmampu melaksanakanvotonomivdaerah).
2. Polavhubungan delegatif,vcampur tanganzpemerintah
pusat zsudah tidak adazkarena daerahztelah benar-benar
mampu danzmandiri melaksanakanvurusan otonomi
daerah.
3. Polavhubungan partisipatif, peranvpemerintah pusat
semakinvberkurang, mengingatvdaerah yangvbersangkutan
tingkat kemandiriannyavmendekati mampuvmelaksanakan
urusanvotonomi.
4. Polavhubungan delegatif,vcampur tanganvpemerintah
pusat sudahvtidak ada karenavdaerah telah benar-benar
mampu danvmandiri melaksanakan urusanvotonomi
daerah.
b. Rasio Ketergantungan
Rasio ketergantungavdihitung dengan cara membandingkan
jumlah pendapatanvtransfer denganvtotal penerimaan
[Link] tinggi rasiovini makavsemakinvtinggi
tingkat. ketergantunganvterhadap pemerintahvpusat
(Nurhayati, 2015).
26
c. Rasio Efektivitas
Efektivitasvmerupakan hubunganvantara outputvdengan
tujuan. semakin besarvkontribusi output terhadap
pencapaianvtujuan, maka semakin efektifvorganisasi,
program, atauvkegiatan. Jika efisiensi berfokusvpada output
dan prosesvmaka efektivitas berfokusvpada outcome (hasil).
Suatuvprogram, dinilai efektif apabilavoutput yang dihasilkan
bisa memenuhivtujuan yangvdiharapkan (Suoth dkk, 2016).
Tabel 2.3
Skala Interval Rasio Efektivitas PAD
Persentase Kinerja Keuangan Kriteria
Di atas 100 Sangat efektif
90-100 efektif
80-90 Cukup efektif
60-80 Kurang efektif
60-0 Tidak efektif
Sumber: Mahmudi (2016:141)
d. Rasio Efisiensi
Efisiensivmerupakan suatu pengukuranvperbandingan antara
realisasivpengeluaran rutinvdan realisasi pendapatanvdalam
melaksanakanvsuatu pekerjaan, semakinvkecil rasiovefisiensi
makavsemakin baik, begitupunvsebaliknya (Tooy dkk, 2016).
Tabel 2.4
Skala Interval Rasio Efesiensi
Kinerja Keuongon (%) Kriteria
> 100 Tidak efisien
90-100 Kurang efisien
80-90 Cukup efektif
60-80 efisien
60-0 sangat efisien
27
e. Rasio Aktivitas
Rasiovini menggambarkanvbagaimana pemerintahvdaerah
dalam memprioritaskanvalokasi dananyavpada belanja rutin
dan belanjavpembangunanvsecara optimal. Semakin tinggi
persentasevdana yang dialokasikanvuntuk belanja rutin
berarti persentasevbelanja investasiv(Pembangunan) yang
digunakanvuntuk menyediakanvsarana dan prasarana
ekonomivmasyarakat cenderung semakinvkecil (Nurhayati,
2015).
Rasio Belanja Operasi = Total Belanja Operasi ×100%
Total Belanja Daerah
Rasio Belanja Modal = Total Belanja Modal ×100%
Total Belanja Daerah
4. [Link] [Link] [Link]
MenurutvMahmudi (2006) yangvdikutip olehvMirza (2012)
terdapat 2vanalisis yang dapatvdigunakan untukvmengukur
kinerjvkeuangan sektorvpublik :
a. Analisis Pertumbuhan Pendapatan
Analisis pertumbuhan pendapatan bermaanfaatvuntuk
mengetahuivapakah pemerintah daerah dalamvtahun
anggaranvbersangkutan atauvselama beberapavperiode
anggaran,vkinerja anggarannyavmengalami pertumbuhan
pendapatanvsecara positifvatau negatif. Apabilavpendapatan
kecenderungan (tren) meningkatvmaka pertumbuhan
pendapatanvdikatakan positif. Begitupunvsebaliknya, jika
pendapatanvmenunjukkan penurunan maka berarti
pertumbuhanvpendapatan dikatakanvnegatif. Pertumbuhan
pendapatan padavtahun tertentu (t) dapatvdihitung dengan
rumusvberikut (Mahmudi, 2016:137):
28
Pertumbuhan = Pendapatan Th t – Pendapatan Th (t-1) ×100%
pendapatan Realisasi Pendapatan t−1
b. [Link] Belanja
Analisis pertumbuhan belanja bermanfaatvuntuk
mengetahuivperkembangan belanjavdari tahun ke tahun.
Pada umumnya pertumbuhanvbelanja memiliki
kecenderunganvuntuk naik, alasannyavkenaikan belanja
biasanya dikaitkanvdengan penyesuaianvterhadap inflasi,
perubahan nilaivmata uang danvpenyesuaian faktorvmakro
ekonomi.
Pertumbuhan = Realisasi Belanja t − (t − 1)
Belanja Realisasi Belanja t−1
Keterangan:
Th t : Tahun yang dihitung
Th (t - 1) : Tahun sebelumnya
2.2.2. Landasan Legalistik
[Link]. Otonomi Daerah
Penyelenggaraan pemerintahan di Indonesiavmenganut asas
desentralisasivyang menggunakan asas otonom yang berdasarkan
prinsip otonomi daerah. Otonomivdaerah adalahvhak, wewenang,
danvkewajiban daerahvotonom untuk mengaturvdan mengurus
sendiri urusanvpemerintahan danvkepentingan masyarakat
setempat sesuaivdengan peraturanvperundang-undanganvyang
telah ditetapkan. Otonomivdaerah yang dilakukanvharus nyatavdan
bertanggungvjawab.
Menurut pasal 1 ayat (6) Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2014 tentang Pemerintahan Daerah, otonomi daerah adaloh "Hak,
wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mongatur don
mengurus sendiri Urusan Pemerintahan dan kepentingan
mosyarakat setempot dalam sistem Negara Kesatuan Republik
Indonesia".
29
Salah satu indikator otonomi daerah adalahvkemampuan
pengelolaan danvpengadaan sumber-sumbervkeuangan Daerah,
bahkan dapatvdikatakan bahwavhampir tldak adavkegiatan
pemerintahvyang dapatvberlangsung tanpavdukungan sumber-
sumber keuanganvyang memadai. Aspekvkeuanganvdaerah
merupakon faktorvpenting bagi terselenggaranyavotonomi daerah,
sebab faktorvkeuangan daerahvadalah alat utamavdalam
pengelolaan..pembangunan daerah.
[Link]. Pengelolaan Keuangan Daerah
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah Bab XI tentang Keuangan Daerah
pasal 280 menyatakan bahwa "dalam menyelenggarakan
sebagian urusan pemerintahan yang diserahkan dan/atau
ditugaskan, penyelenggara pemerintahan daerah mempunyai
kewajiban dalam pengelolaan keuangan daerah".
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Daerah mendeskripsikan secara jelas bahwa pengelolaan
keuangan yang dilakukan daerah dalam rangka desentralisasi
harus dijalankan berdasarkan asas-asas yang disebut pada
Bagian Kesatu Pasal 66 ayat 1 Undang-Undang ini.
Pengelolaan keuangan yang dikelola pemerintah daerah
bukan hal yang mud ah untuk dilaksanakan. Terdapat berbagai
masalah dan hambatan dalam pelaksanaan yang mengakibatkan
pengelolaan keuangan tidak efektif. Cara mengatasi hal tersebut,
pemerintah telah membuat berbagai peraturan yang sangat
membantu pengelolaan keuangan dalam menj lankan tugasnya.
Berpegang pada pcraturan yang teloh ditetapkan maka para
pengelola keuangan di daerah akan memperoleh hasil
pongelolaan keuangan yang berJalan secara efektif dan efisien.
30
2.3. Operasional Konsep atau Operasionalisasi Variabel
Operasionalisasivvariabel diperlukanvuntuk menentukanvjenis
indikator sertavskala darivvariabel – variabelvyang terkaitvdalam
[Link] hipotesisvdengan alat bantuvstatistik
dapat dilakukanvsecara benarvsesuai dengan [Link].
Definisi..operasional variabel..menurut Umi Narimawati, dkk.
(2010:31) sebagai berikut : “Operasionalvvariabel adalahvproses
penguraian..variabelvpenelitian keadaan subvvariabel,vdimensi,
indikator subvvariabel, dan..pengukuran. Adapunvsyarat penguraian
operasionalisasivdilakukan [Link] [Link]-
masing [Link], apabilavbelum [Link]
maka perluvdilakukan analisisvfaktor”.
Definisi variabel penelitian menurut Sugiyono (2013:38)
sebagaivberikut : “Variabelvpenelitian padavdasarnya adalahvsegala
[Link] [Link] ditetapkan olehvpeneliti
untuk dipelajarivsehingga diperolehvinformasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarikvvkesimpulannya”..Berdasarkan judulvvusulan
penelitian..yang telahvdikemukakan..diatasvyaitu “Kinerja Laporan
Keuangan..Dinas Perhubungan..Kota Palembang Provinsi Sumatera
Selatan Periode 2017-2021”, maka variabel-variabel yang terkait
[Link] adalah:
Tabel 2.5
Operasional Variabel
Variabel Konsep Variabel Indikator Skala
Rasio Efektivitas merupakan RP Rasio
Target
Efektivitas hubunganvantara output
x 100%
dengan tujuanvsemakin besar
kontribusivoutput terhadap
pencapaianvtujuan, maka
semakinvefektif organisasi,
program,vatau kegiatan. Jika
31
efisiensivberfokus pada output
dan proses makavefektivitas
berfokusvpada outcome (hasil).
Suatuvorganisasi, program,
atau kegiatanvdinilai efektif
apabila outputvyang dihasilkan
bisavmemenuhi tujuanvyang
diharapkanvatau spending
wisely (Suoth dkk, 2016).
Rasio Efisiensi merupakanvsuatu Belanja rutin Rasio
Penerimaan
Efisiensi pengukuranvperbandingan
x 100%
antara realisasivpengeluaran
rutin danvrealisasi pendapatan
dalamvmelaksanakan suatu
pekerjaan, semakinvkecil rasio
efisiensi maka
semakinvbaik, begitupun
sebaliknyav(Tooy dkk, 2016).
Rasio Rasio kemandiriaan PAD Rasio
BP
Kemandirian menunjukkanvkemampuan
x 100%
pemerintahvdaerah dalam
membiayaivsendiri kegiatan
pemerintah,vpembangunan
dan pelayananvkepada
masyarakat.
Analisis Analisisvpertumbuhan RP t−(t−1) Rasio
RP t−1
Pertumbuh- pendapatanvbermanfaat untuk
x 100%
an mengetahuivapakah
Pendapatan pemerintahvpusatvdalam tahun
anggaran yangvbersangkutan
32
atau selamavbeberapavperiode
anggaran. Kinerja
anggarannyavmengalami
pertumbuhanvpendapatan
secara
positif atauvnegatif. Jika kinerja
anggarannyavmengalami
pertumbuhanvsecara negatif
maka menunjukanvadanya
penurunan kinerja
pendapatan. Sebaliknyavika
kinerja anggarannya
mengalamivpertumbuhan
secara positifvmaka
menunjukanvadanya
peningkatanvkinerja
pendapatan (Mirza, 2012).
Analisis Analisis pertumbuhanvbelanja RB t−(t−1) Rasio
RB t−1
Pertumbuh- bermanfaat untukvmengetahui
x 100%
an Belanja perkembanganvbelanja dari
tahunvke tahun. Pada
umumnyavpertumbuhan
belanjavmemiliki
kecenderunganvuntuk naik.
Alasannya kenaikan belanja
biasanyavdikaitkan dengan
penyesuaian terhadap inflasi,
prubahan nilai matavuang, dan
penyesuaianvfaktor makro
ekonomi (Mirza, 2012).
Sumber : Data Diolah Penulis (2022)
33
Keterangan : RP = Realisasi Pendapatan
BP = Bantuan Pusat
PAD = Pendapatan Asli Daerah
2.4. Kerangka Pemikiran
Tolak ukurvyang seringvdigunakan adalah rasio,vyaitu
menggabungkanvdua data keuanganvyang satu dengan yang lain,
analisis rasio dapatvmemberikan pandanganvyang lebih baikvtentang
kondisivkeuangan dan prestasivperusahaan. Agar mencapaivhasil
yang optimalvDinas Perhubungan harusvbekerja secaravefisien.
Analisisvkeuangan memilikivperan yang pentingvuntuk mendapatkan
tolak ukurvtertentu untukvdapat membandingkanvefisien dan
efektivitas yangvdicapai olehvperusahaan padavtahun tertentu
dibandingkan denganvtahun sebaliknyavatau sesudahnya.
Dalamvinstansi sektorvpublik tetapvmenerapkanvprinsip
efektivitas,vefisiensi, serta ekonomisvmeskipun instansivpada sektor
ini tidakvberorientasi terhadapvkeuntungan.
Alamvsektor ini jugavterdapat analisisvkhusus mengenaivanlisis
pertumbuhan pendapatanvdan juga belanja. Jikavkinerja
anggarannyavmengalami pertumbuhanvpendapatan secaravnegatif
maka menunjukanvadanya penurunan kinerjavpendapatan.
Sebaliknya, jikavkinerja anggarannyavmengalami pertumbuhan
secara positifvmaka menunjukanvadanya peningkatan..kinerja
pendapatan. Analisisvpertumbuhan [Link] untuk
mengetahuivperkembangan belanja darivtahun ke tahun. Performa
keuangan yangvbaik akan bergunavbagi instansi itu sendirivuntuk
tetap mempertahankanvatau bahkanvmeningkatkan prestasinya
dalam kinerjavkeuangan, serta bagi pemerintahvpusat untuk
mengetahui bahwavinstansi tersebut telahvmelakukan prinsip
efektivitas, efisien,vdan ekonomisvdengan baik.
Adapun Alur pikir penelitianvtersebut dapavdilihat pada gambar
dibawah ini:
34
Dinas Perhubungan
Observasi dan Identifikasi
Masalah
Pengumpulan Data
Analisis
Kinerja
Keuangan Pertumbuhan
1. Rasio Efektivitas 1. Pertumbuhan
2. Rasio Efisiensi Pendapatan
3. Rasio 2. Pertumbuhan
Kemandirian Belanja
Pemecahan Masalah
Kesimpulan dan Saran
Selesai
Gambar 2.1 Bagan Alir Penelitian
35
2.5. Hipotesis Kinerja atau Hipotesis
Hipotesis dapatvdiartikan sebagai suatuvgambaran yang bersifat
sementara terhadapvpermasalahan penelitian, sampaivterbukti
melaluivdata yang terkumpulv(Arikunto, 2010:110). Sedangkan
Sugiyono (2010:93) mengemukakan pengertian hipotesisvsebagai
berikut: Hipotesisvmerupakan jawabanvsementara terhadapvrumusan
masalahvpenelitian, dikatakanvsementara karena jawaban yang
diberikanvbaru [Link] fakta-fakta [Link] yang
diperoleh melaluivpengumpulan data. Jadi,vhipotesis jugavdapat
dinyatakanvsebagai jawaban teoritisvterhadap rumusanvmasalah
penelitian, belumvjawaban yang empirik. Berdasarkanvpendapat di
atas, maka dapatvdikatakan bahwavhipotesis merupakanvjawaban
sementaravyang belum final danvmasih harusvdibuktikan
kebenarannyavmelaluivpenelitian lebih lanjut. Hipotesisvdalam
penelitian inivyaituvAnalisisvKinerja Keuangan padavDinas
Perhubungan Kota Palembang tahun 2017-2021.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Pendekatan Penelitian
Suatu penelitian tentu memerlukan penyelidikan dalam
pemecahan masalah dan menggunakan metode penelitian yang
sesuai dengan apa yang ingin diteliti. Metode adalah aspek yang
sangat penting dan memiliki pengaruh besar terhadap berhasil
tidaknya suatu penelitian. Berdasarkan berbagai macam jenis
penelitian terdapat dua jenis mengacu pada penelitian yang akan
diteliti, yaitu kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif,
penelitian yang merupakan data yang diperoleh disusun sedemikian
rupa kemudian dianalisis berdasarkan teori-teori yang relevan
dengan permasalahan untuk mengambil kesimpulan dan saran.
Menurut Saryono dalam buku Harahap (2020: 123) "Penelitian
kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki,
menemukan. menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau
keistimewaan dari pengaruh-pengaruh sosial yang tidak dapat
dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kualitatif."
Jenis metode penelitian kualitatif yang digunakan yaitu metode
deskriptif yang merupakan upaya untuk menggambarkan secara
sistematis terhadap suatu situasi masalah, fenomena dalam rangka
menyediakan informasi tentang suatu kondisi dari permasalahan
tersebut.
Menurut Nazir (2014:43) menyatakan bahwa:
Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status
sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem
pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.
Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat
36
37
deskripsi,vgambaran atau lukisan secara sistematis,vfaktual dan
akurat mengenaivfakta-fakta, sifat-sifat sertavhubungan antar
fenomenavyang terselidiki.
Penelitian ini selainvmenggunakan metode deskriptif, penelitian
ini juga menggunakan pendekatan induktif. Pendekatanvinduktif
merupakanvpendekatan yang memberikanvpemahaman suatu
konsepvyang bersifatvkhusus ke umum, dan dapat menarik
kesimpulanvsecara umumvdari fakta yangvada dilapangan.
Penelitian inivbertujuan untukvmendeskripsikan kondisi dari
kinerja keuanganvKota Palembang jika dilihatvatau dinilai
menggunakanvRasio Keuanganvdengan denganvmengumpulkan
dan menyajikanvdata yang diterimavdari Dinas Perhubungan Kota
Palembang berupavdata-data laporanvrealisasi anggaranvDinas
Perhubungan Kota Palembang memberikanvgambaran yang cukup
jelasvuntuk penulis menganalisisvserta membandingkanvdengan
teorivyang ada.
3.2. Operasional Konsep
OperasionalvKonsep merupakan sebuahvpanduan ketika akan
melakukanvsebuah penelitianvagar pembahasan tidakvkeluar dan
melebar darivfokus penelitian, ruang lingkup penelitian menjadi acuan
dalam mengumpulkan informasi. Setiap konsep penelitian perlu
didefinisikan kedalam bagian-bagianvatau dimensi, sehinggavdapat
diukur. Dalamvsebuah konsep terdirivdari indikator atauvvariabel.
Penelitian dalam penelitian ini mencoba merumuskan ruang
lingkup penelitianvmengenai Kinrerja KeuanganvPemerintahvDaerah
terhadap AnggaranvPendapatanvdan BelanjavDaerah yang
digambarkan dalam sebuah operasional yang memuat konsep,
dimensi, Konsep, dan indikator. Konsep penelitian yang perlu
dioperasionalisasikan untuk memandu peneliti agar pembahasan
yang ingin diolah lebih menjadi lebih rinci selanjutnya tidak keluar
38
dan melebar dari fokus penelitian, ruang lingkup penelitian sebagai
berikut :
Tabel 3.1
Operasional Konsep
Judul Konsep Indikator Sub-
indikator
Kinerja Rasio 1. Pad
Keuangan Kemandirian 2. Pendapatan Transfer
Rasio Efektivitas 1. Realisasi
Penerimaan
Kinerja Pendapatan Asli
Keuangan Daerah
2. Target Penerimaan
Dinas
Perhubungan Pendapatan Asli
Kota Daerah
Palembang Rasio Efesiensi 1. Realisasi
Pengeluaran
(Belanja Daerah)
2. Realisasi
Pendapatan Daerah
3.3. Sumber Data dan Informan atau Populasi dan Sampel
Menurut Sugiyono (2014:80) populasi adalah wilayah
generalisasivyang terdiri atasvobyek dan subyekvyang mempunyai
kualitas danvkarakteristik tertentu yangvditetapkan oleh penelitivuntuk
dipelajari danvkemudian ditarikvkesimpulannya. Sampelvadalah suatu
himpunanv bagian (subset) dariv unit populasi (Kuncoro 2013:118).
Berdasarkanvdefinisi tersebut, [Link] penelitian inivyang
menjadivpopulasivadalah Dinas Perhubungan Kota Palembang.
Adavdua macamvklasifikasi datavyang digunakan dalam
39
penelitian ini yaitu:
a. Datavprimer, yaitu datavyang diperolehvlangsung darivpihak
pertama, beberapavpendapat pribadi, karenavmerupakan
persepsivmasing-masing darivyang bersangkutanv(informan
dipilh olehvpeneliti).
b. Datavsekunder, yaitu datavyang objektifvbiasanya sudahvdiolah
pihakvketiga danvdapat ditemukanvdalam monografivkoran hasil
penelitianvterdahulu yangvmenjadi acuanvpenelitian, berupa
informasi atauvketerangan tertulisvberkaitan dengan objek
penelitian berupavdokumentasi danvarsip resmi.
Berdasarkan penjelasan mengenai data primer dan sekunder
yang dikemukakan oleh Sujarweni (2019: 89) diatas, maka kaitannya
denganvpenelitian yang akan dilakukanvoleh penulis dapatvditentukan
datavprimer maupunvsekunder yangvdibutuhkan gunavmemudahkan
penulisvdalam melaksanakanvpenelitian [Link] Kinerja
Keuangan Dinas Perhubungan Kota Palembang. Adapun..data
primer yangcdibutuhkan, meliputi hasil wawancara dari informan
yang dianggapcahli atau mengerticdi bidang pengelolaan keuangan
daerah, hasilcpengamatan yangcdilakukan oleh peneliticketika terjun
ke lapangancmengenai kinerja keuangan di Dinas Perhubungan Kota
Palembang. Adapun data sekundercyang dibutuhkan oleh peneliti
guna melaksanakancpenelitian yaitu [Link] Realisasi
AnggarancDinas Perhubungan Kota Palembang.
lnforman adalah seseorang yang dapat memberikan informasi
mengenai penelitian yang sedang dilaksanakan. lnforman dalam
[Link] pihak-pihakcyang dianggapcberkompetencdalam
bidangvyang diteliti ataupun pihak yang mengetahui permasalahan
penelitian sehingga dapat menunjang informasi terkait penelitian
yang sedang dilaksanakan.
Menurut Sugiyono (2016;300) menyatakan bahwa
Penentuanvinforman yangvsering di gunakanvdalam penelitian
40
kualitatifvadalah purposivevsampling. [Link]
[Link] secaravpurposive sampling..adalah...teknik
pengambilanvsampel sumber..data dengan..pertimbangan
[Link] tertentu.
Penulis menggunakan teknik pengmbilan sampel dengan
cara mencari danvmenyusun secaravsistematis datavyang diperoleh
dari hasilvwawancara, catatanvlapangan danvdokumentasi, dengan
caravmengorganisasikanvdata ke dalamvkategori, menjabarkanvke
dalamvunit-unit, melakukanvsintesa, menyusunvke dalamvpola,
memilihvmana yangvpenting dan yang akan dipelajarivdan membuat
kesimpulanvsehingga mudah dipahamivoleh diri sendiri maupun
orangvlain. Datavtersebut terdirvdari laporanvkeuangan Dinas
Perhubungan Kota Palembang Tahun 2017-2021. [Link]
diawalivdengan menghitungvkinerja keuanganvdengan metode
analisis rasiovkeuanganvmenggunakan software Microsoft Excel.
Tabel 3.2
Daftar lnforman
JUMLAH
No. INFORMAN
(ORANG)
1 Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang 1
2 Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Palembang 1
3 Kepala Bagian Keuangan 1
4 Bendahara 1
5 Perencana 1
JUMLAH 1
41
Menurut Sugiyono (2014:80) populasi adalah wilayah
generalisasivyang terdirivatas obyek danvsubyek yang mempunyai
kualitasvdan karakteristikvtertentu yang ditetapkanvoleh peneliti
untuk dipelajarivdan kemudianvditarik kesimpulannya. Sampelvadalah
suatu himpunanvbagian (subset) darivunit populasi (Kuncoro, 39
2013:118). Berdasarkanvdefinisi tersebut, makavdalam penelitianvini
yang menjadivpopulasi adalah Dinas Perhubungan Kota Palembang.
3.4. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2017:102) menjelaskan bahwa lnstrumen
penelitianvadalah suatu alatvyang digunakanvmengukurvfenomena
alam maupunvsosial yangvdiamati. Alat tes yangvakan digunakan
untukvmemperoleh datavdalam penelitianvini adalah soalvtes berupa
soalvpilihan gandavkepada sampelvuntuk dikerjakan secaravindividu.
Berdasarkan pendapatvdiatas dapatvdisimpulkanvbahwa peneliti
adalahvkuncivdari instrument penelitian. Penelitianvkualitatif
mengumpulkanvdata masing-masingvberupa dokumen-dokumen,
observasi, atauvwawancara.
3.5. Tenik Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalamvpenelitian ini adalahvmetode
kualitatif. Penelitianvkualitatif adalahvsuatu proses investigasivyang
di lakukan secaravintensif (sungguh-sungguh) dengan proses
pencatatanvteliti tetang apavyang terjadivdi lapangan, melaluivsuatu
dokumen, yangvmenyajikan bukti-bukti danvmelaporkan hasil
analisis data secaravdeskriptif (lengkap).
Sumbervdata yang digunakanvdalam penelitianvterdapat 2 (dua)
sumbervyakni datavinternal danvdata eksternal. Datavinternal ialah
data yangvdiperoleh darivdalam organisasi tersebut,vsedangkan data
eksternal berasalvdari luar organisasi. Adapunvsumber datavyang
digunakanvdalam peneltian inivadalah data internalvdan eksternal
dimana data internal diperoleh dari Dinas Perhubungan Kota
42
Palembang sedangkan data eksternal diperoleh dari hasil survey ke
lapangan. Klasifikasi data berdasarkan cara memperolehnya:
3.5.1. Data Primer
Data primer adalahvdata yang diperolehvlangsungvdari
sumbernya dan terjun langsung kelapangan kemudianvdiamati dan
dicatat. Dalamvpengumpulan datavprimer ini penulisvmelakukan
beberapavkegiatan, antara lain:
1. Metode Observasi
Observasivadalah pengamatanvyang dilakukan secara
sistematis dengan terjun langsung ke lapangan. Data yang
didapatkan tersebut kemudian dicatat agar digunakanvsebagai
data untuk menganalisavpermasalahan yang ada secara tepat
dan jelas. melalui observasivpeneliti belajar tentangvperilaku, dan
maknavdari perilakuvtersebut. Metodevinivdigunakanvuntuk
mengamativsecara langsungvperistiwa/fenomena yangvmenjadi
fokusvpenelitian. Dalamvpenelitian ini, penelitivmenggunakan
observasi partisipatifvyaitu dengan terjunvsecara langsung dan
melihat kegiatan sehari-harivuntuk mengumpulkan data.
Teknik pengumpulanvdata yangvdigunakan dalamvpenelitian
ini adalah :
a. Studivpustaka yaituvpengambilan data yang dilakukanvdengan
menggunakanvreferensi-referensi seperti : buku, jurnal, artikel.
b. Studivdokumentasi yaituvpengumpulan data denganvcara
mengumpulkanvdata keuangan atauvlaporan keuanganvdari
Dinas Perhubungan KotavPalembang.
2. Dokumentasi
Dokumentasivadalah suatu cara yang digunakanvuntuk
memperoleh datavdan informasi dalamvbentuk buku,varsip,
dokumen,vtulisan dan gambarvyang berupa laporanvserta
keteranganvyang dapat mendukungvpenelitian. Dokumentasi
43
digunakan untukvmengumpulkanvdata kemudianvditelaah.
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu
baik berupa tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari
seseorang. (Sugiyono, 2019:314). Dokumentasivtergolong dalam
data sekunder. Dalam Penelitian ini, peneliti akan menggunakan
dokumen Laporan Realisasi Anggaran yang diolah oleh peneliti
dari tahun 2018-2020 sebagai data awal peneliti untuk mendukung
penelitian.
3. Wawancara
Wawancaravadalah pertemuan duavorang untukvbertukar
informasi danvide melalui tanyavjawab sehinggavdapat
dikonstruksikan maknavdalam suatuvtopik tertentu. Dengan
wawancara makavpeneliti akan mengetahuivhal-halvyang lebih
mendalamvvtentang partisipanvvvvdengan maksud
menginterprestasikanvsituasi dan fenomena yangvterjadi dimana
hal ini tidak bisavditemukan melaluivobservasi. (Sugiyono,
2019:304).
Menurut Gulo (2007:110), pengumpulan datavdilakukan untuk
memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai
tujuanvpenelitian. Untuk memperoleh data dan informasi dalam
penelitian ini penulisvmenggunakan teknik wawancara,
dokumentasi dan observasi. Untukvmemperoleh data primer
digunakan 2 (dua)vteknik pengumpulan data,vyakni teknik
wawancara dengan peroranganvdan diskusi terfokusvsecara
berkelompok.
Wawancaravdilakukan denganvpara informan, informanvkunci
dari sejumlahvnarasumber. Dokumentasivdiperlukanvuntuk
menampilkanvgambar secara tertulisvyang berasal darivbuku-buku,
majalah,vdokumen,vperaturan-peraturan,vnotulen rapat,v catatan
harian danvsebagainya. Dokumenvberupavregulasi terkait
pelaksanaan urusanvpemerintahan divdaerah, demikianv pula
44
sejumlahv dasarv hukum bagiv penyelenggaraanv urusanv yang
bersifatvdelegatif padavkecamatan di KotavPalembang.
3.6. Teknik Analisis Data
Data merupakan salah satu proses paling penting dalam
penelitian, dimana analisis data yaitu dengan melakukan pengolahan
data secara sistematis yang dengan maksud untuk memecahkan
permasalahan yang ada. Miles dan Hubberman dalam
Simangunsong (2017:226) menjelaskan bahwa aktivitas dalam
analisis berlangsung secara terus menerus sampai tuntas.
Sugiyono (2014:244) mengemukakanvbahwa analisisvdata
adalah prosesvmencari dan menyusunvsecara sistematis datavyang
diperoleh dari hasilvwawancara, catatan lapanganvdan dokumentasi,
dengan caravmengorganisasikan data ke dalamvkategori,
menjabarkan kevdalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke
dalamvpola. Data tersebut terdiri dari laporan keuangan Dinas
Perhubungan Kota Palembang periode 2017-2021. Kemudian
menganalisisvmengenai pertumbuhanvpendapatan dan belanjavdi
Dinas Perhubungan Kota Palembang untuk mengetahui performa
dari instansi ini.
3.7. Jadwal dan Lokasi Penelitian
3.7.1. Lokasi Penelitian
Penelitian inivdilaksanakanvdi Dinas Perhubungan Kota Palembang.
3.7.2. Jadwal Penelitian
Gunavmemperoleh kelengkapan data-datavyang diperlukan
dalamvpenelitian ini, penulis akan melaksanakan penelitian pada
Dinas Perhubungan Kota Palembang
Pelaksanaan penelitianvdalam rangka penyusunanvskripsi ini
akanvdilaksanakan sesuaivdengan kalendervakademik yang
ditetapkan olehvlembaga lnstitut PemerintahanvDalam Negeri
45
(IPDN).vAdapun proses serta tahapanvtersebut digambarkan
dalam tabel 3.3vberikut ini:
Tabel 3.3
Jadwal Kegiatan Penelitian Penyusunan Skripsi Praja Utama Tahun
Akademik 2022/2023
Sumber Kalender Akademik IPDN 2022/2023
Keterangan :
= Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
xi
DAFTAR PUSTAKA
Andirfa, Mulya. (2018). Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah.
Aceh: Unimal Press.
Aan Komariah, Djam’an Satori. 2014. Metodologi Penelitian
Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Emzir, 2016. Metodelogi penelitian Kualitatif: Analisis Data. Jakarta :
PT Raja Grafindo Persada, hlm: 66
Halim, Abdul. 2012. Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan
Daerah. Jakarta: Salemba Empat.
Habibi, H. (2021). Analisis Realisasi Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) Pada Institut Agama Islam Negeri Bone. Adaara:
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 11(2), 122-132.
Halim Abdul. 2007. Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan
Daerah. Edisi Revisi, Jakarta, Salemba Empat.
Harsin, A. (2017). Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa Di
Desa Sungairaya Kecamatan Sungairaya Kabupaten Kuburaya Provinsi
Kalimantan Barat. JE & KP (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik), 1-17.
Idris, 2018. Kinerja Keuangan Daerah. Makasar : De La Macca, hlm
: 257
Khan, A. (2021). Optimalisasi Pelayanan Publik Bagi Pemimpin di
Era Digitalisasi di Provinsi Riau. Jurnal Niara, 14(2), 9-14.
L. Moleong, 2002. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung:PT Remaja
Rosdakarya,hlm: 34-35
Nisa, A., & Hanifah, N. (2020). Analysis of Effectiveness and
Efficiency of Padang Puskesmas Expenditure Budget Realization 2016-
2019. Assets: Jurnal Ilmiah Ilmu Akuntansi, Keuangan Dan Pajak, 4(2),
78-82.
Nusantara, B. I. (2021). Implementasi Digitalisasi Badan Usaha
Milik Desa (Bumdes) Di Era Pandemi Covid-19 Di Desa Kembang Kerang
Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (Doctoral
xii
dissertation, IPDN Jatinangor).
Pebriani, L. E. (2019). Analisis Realisasi Anggaran Dalam Menilai
Efektivitas Dan Efisiensi Kinerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (KPPN) Singaraja Tahun 2016-2018. Vokasi: Jurnal Riset
Akuntansi, 8(2), 48-53.
Purnamasari, H., & Ramdani, R. (2019). Evaluasi Program Badan
Usaha Milik Desa Oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di
Kabupaten Karawang. Jurnal Politikom Indonesiana, 4(2), 136-149.
Renaldi, R. (2021). Analisis Penyajian Laporan Realisasi Anggaran
Pada Instansi BPPSDMP. Jamak: Jurnal Mahasiswa Akuntansi, 2(1),
103-114.
Rivan, A., & Maksum, I. R. (2019). Penerapan Sistem Keuangan
Desa (siskeudes) dalam Pengelolaan Keuangan Desa. Jurnal
Administrasi Publik: Public Administration Journal, 9(2), 92-100.
Siti, 2019. Keuangan Daearah. Bandung: PT. Rineka Cipta, hlm 64
Suwendra, Wayan I, 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif dalam
Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan dan Keagamaan. Bandung :
Nilacakra, hlm: 4-5
Wijaya, E., Anggraeni, R., & Bachri, R. (2013). Desa Digital:
Peluang untuk Mengoptimalkan Penyebarluasan Peraturan Perundang-
Undangan di Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 13(1), 75-88.