100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
109 tayangan39 halaman

Laporan Stase Asuhan Balita 40 Bulan

Laporan ini membahas asuhan kebidanan pada balita bernama An. Y umur 40 bulan dengan tumbuh kembang normal di Puskesmas Pembantu Pembengis. Laporan ini berisi tentang pengkajian, interpretasi data, diagnosa potensial, tindakan segera, intervensi, implementasi dan evaluasi yang dilakukan selama stase.

Diunggah oleh

Nadya Ryani Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
109 tayangan39 halaman

Laporan Stase Asuhan Balita 40 Bulan

Laporan ini membahas asuhan kebidanan pada balita bernama An. Y umur 40 bulan dengan tumbuh kembang normal di Puskesmas Pembantu Pembengis. Laporan ini berisi tentang pengkajian, interpretasi data, diagnosa potensial, tindakan segera, intervensi, implementasi dan evaluasi yang dilakukan selama stase.

Diunggah oleh

Nadya Ryani Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIK STASE

BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH

DISUSUN OLEH :
RATNA OKTAVIANI
223001080015

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2022-2023
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN LENGKAP
STASE ASUHAN BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH
PADA An. Y UMUR 40 BULAN
DENGAN TUMBUH KEMBANG NORMAL DI PUSKESMAS
PEMBANTU PEMBENGIS TANJUNG JABUNG BARAT
TAHUN 2023

Diajukan sebagai salah satu syarat wajib dalam menyelesaikan


Stase Asuhan Pada Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah

Jambi, Juli 2023

Disetujui,
CI Akademik

(Bdn. Lismawati, [Link]., [Link])


NIDN. 1021038703
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN LENGKAP
STASE ASUHAN BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH
PADA An. Y UMUR 40 BULAN
DENGAN TUMBUH KEMBANG NORMAL DI PUSKESMAS
PEMBANTU PEMBENGIS TANJUNG JABUNG BARAT
TAHUN 2023

Dipersiapkan dan Disusun Oleh :


NAMA : Ratna Oktaviani
NIM : 223001080015

Disetujui
CI Akademik

(Bdn. Lismawati, [Link]., [Link])


NIDN. 1021038703

Mengetahui,
Ka. Program Studi Pendidikan Profesi Bidan

(Bdn. Devi Arista, [Link]., [Link])


NIK. 1010300715008

3
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan

Laporan Praktik Stase Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Dalam kesempatan ini

penulis menghanturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada dosen pengampuh ibu Bdn. Lismawati, [Link].,[Link] selaku CI

Akademik dan CI Lahan, yang telah memberikan bimbingan sehingga dapat

menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan stase yang penulis jalankan.

Penulis juga menyadari bahwa dalam proses penulisan laporan ini, masih

jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian

penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.

Dan oleh karenanya, penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka

menerima masukan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan dan

penyempurnaan makalah ini dikemudian hari.

Akhirnya penulis berharap, laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh

pembaca. Dan dapat memberikan kontribusi yang positif serta bermakna dalam

proses perkuliahan Praktik Klinik Kebidanan. Aamiin.

Jambi, Juli 2023

Penulis

4
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN.............................................................................iii
KATA PENGANTAR.........................................................................................iv
DAFTAR ISI........................................................................................................v

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................1
B. Tujuan......................................................................................................4

BAB II TINJAUAN TEORI


A. Konsep Dasar Balita................................................................................5
B. Tumbuh Kembang...................................................................................6

BAB III TINJAUAN KASUS


I. Pengkajian...............................................................................................20
II. Interpretasi Data Dasar............................................................................23
III. Diagnosa Potensial..................................................................................23
IV. Tindakan Segera......................................................................................23
V. Intervensi.................................................................................................24
VI. Implementasi...........................................................................................24
VII. Evaluasi...................................................................................................25

BAB IV PEMBAHASAN
Analisa temuan kasus dengan kajian teori serta jurnal penelitian...............26

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................................27
B. Saran........................................................................................................28

DAFTAR PUSTAKA
DOKUMENTASI
LEMBAR BIMBINGAN

5
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Balita adalah individu atau sekelompok individu dari suatu penduduk

yang berada dalam rentan usia tertentu. Usia balita dapat dikelompokkan

menjadi tiga golongan yaitu golongan usia bayi (0-2 tahun), golongan batita

(2-3 tahun), dan golongan pra sekolah (>3-5 tahun). Adapun menurut WHO,

kelompok balita adalah 0-60 bulan (Adriani dan Bambang, 2014).Anak

memiliki suatu ciri khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi

sampai berakhirnya masa remaja, hal ini membedakan anak dengan dewasa.

Anak menunjukan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai

dengan usia nya (Kemenkes RI, 2016: 3).

Periode lima tahun pertama kehidupan merupakan masa penting

tumbuh kembang anak yang kemudian akan menjadi dasar dan menentukan

perkembangan anak selanjutnya. Masa tersebut merupakan masa yang sangat

sensitif dan berlangsung sangat pendek, serta tidak dapat diulang, sehingga

sering disebut “masa keemasan”(golden period), jendela kesempatan (window

of opportunity), dan masa ktitis (critical period) (Kemenkes RI, 2010).

Mengingat masa 5 tahun pertama merupakan masa yang relatif pendek

dan tidak akan terulang kembali dalam kehidupan seorang anak, maka para

orang tua, pengasuh, dan pendidik harus memanfaatkan periode yang singkat

ini untuk membentuk anak menjadi bagian dari generasi penerus yang

1
2

tangguh dan berkualitas (Bracken, 2009; Jeharsae et al., 2013). Salah satu

yang dapat dilakukan yaitu dengan memerhatikan tumbuh kembang anak.

Tumbuh kembang optimal adalah tercapainya proses tumbuh kembang yang

sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh anak. Dengan mengetahui

penyimpangan tumbuh kembang secara dini, maka dapat dilakukan berbagai

upaya pencegahan, stimulasi dan penyembuhan serta pemulihannya sedini

mungkin pada masa-masa proses tumbuh kembang anak sehingga hasil yang

diharapkan akan tercapai (Departemen Kesehatan RI, 2014; IDAI, 2016).

Pelayanan yang mempengaruhi cakupan kunjungan bayi adalah

pemeriksaan perkembangan bayi melalui Stimulasi Deteksi dan Intervensi

Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), karena pelayanan ini dihitung bahwa

setiap bayi berhak memperoleh pelayanan kesehatan minimal 4 kali yaitu satu

kali pada umur 29 hari – 2 bulan, 1 kali pada umur 3-5 bulan, 1 kali pada

umur 6-8 bulam dan 1 kali pada umur 9-11 bulan, dengan meliputi pelayanan

vitamin K1, vitamin A 1 kali, imunisasi dasar (BCG, DPT/Hb1-3, Polio 1-4,

Campak) dan SDIDTK 4 kali (Kemenkes RI, 2010).

Menurut World Healt Organitation (WHO) pada tahun 2012

melaporkan bahwa 5 – 25 % anak mengalami gangguan disfungsi otak minor

atau gangguan belajar, termasuk gangguan perkembangan motorik halus. Di

Indonesia pada tahun 2016 terdapat 16 % balita mengalami gangguan

perkembangan (khatarina, 2016: 219). Faktor yang mempengaruhi

pertumbuhan dan perkembangan anak adalah motivasi belajar anak, gizi anak,

lingkungan pengasuh, stimulasi, pengetahuan ibu, kesehatan anak,


3

perumahan, social ekonomi, jumlah saudara, kelompok sebaya, keluarga

(Setyaningrum, 2017: 16-23).

Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik melakukan asuhan

kebidanan balita pada An. Y umur 40 bulan dengan tumbuh kembang normal

di puskesmas Pembantu Pembengis Tanjung Jabung Barat Tahun 2023.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Mampu mengimplementasikan seluruh pengetahuan dalam

memberikan Asuhan Kebidanan Tumbuh Kembang Pada Balita dengan

tepat.

2. Tujuan Khusus

a. Mampu melakukan pengkajian data secara sistematis pada An. Y umur

40 bulan dengan tumbuh kembang normal di Puskesmas Pembantu

Pembengis.

b. Mampu melakukan interpretasi data pada An. Y umur 40 bulan dengan

tumbuh kembang normal.

c. Mampu merumuskan diagnosa potensial dan antisipasi pada An. Y

umur 40 bulan dengan tumbuh kembang normal.

d. Mampu melaksanakan tindakan segera pada An. Y umur 40 bulan

dengan tumbuh kembang normal.

e. Mampu membuat rencana tindakan pada An. Y umur 40 bulan dengan

tumbuh kembang normal.


4

f. Mampu melaksanakan Implementasi data pada An. Y umur 40 bulan

dengan tumbuh kembang normal.

g. Mampu melakukan evaluasi An. Y umur 40 bulan dengan tumbuh

kembang normal.
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Konsep Dasar Balita

Pengertian Balita

Balita adalah kelompok anak yang berada pada rentang usia 1-5 tahun

(Andriani dan wirjatmadi, 2012). Masa balita merupakan periode penting

dalam proses tumbuh kembang manusia dikarenakan tumbuh kembang

berlangsung cepat. Perkembangan dan pertumbuhan di masa balita menjadi

faktor keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di masa

mendatang.

Anak balita adalah anak yang telah menginjak usia diatas satu tahun

atau lebih popular dengan pengertian anak dibawah lima tahun. Balita adalah

istilah umur bagi anak usia 1-3 tahun (batita) dan anak prasekolah (3- 5

tahun). Saat usia batita, anak masih tergantung penuh pada orangtua untuk

melakukan kegiatan penting, seperti mandi, buang air dan makan (Setyawati

dan Hartini, 2018).

Kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan

perkembangan yang bersifat unik, artinya memiliki pola pertumbuhan dan

perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan motorik kasar), kecerdasan

(daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio-

emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang

khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang sedang

5
6

dilalui oleh anak tersebut. Antara lain otak mengalami pengaruh sehingga

dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi

genetiknya

B. Pertumbuhan dan Perkembangan

1. Pengertian

Soetjiningsih (2015) menjelaskan tumbuh kembang adalah proses

yang berkelanjutan dari konsepsi sampai dewasa yang dipengaruhi oleh

faktor genetik dan lingkungan. Pertumbuhan paling cepat terjadi pada

masa janin, usia 0-1 tahun dan masa pubertas. Sedangkan tumbuh

kembang yang dapat dengan mudah diamati pada masa balita. Saat

tumbuh kembang setiap anak mempunyai pola perkembangan yang sama,

akan tetapi kecepatannya berbeda. Pada masa balita termasuk kelompok

umur paling rawan terhadap kekurangan energi dan protein, asupan zat

gizi yang baik sangat diperlukan untuk poses pertumbuhan dan

perkembangan. zat giziyang baik adalah zat- zat gizi yang berkualitas

tinggi dan jumlahnya mencukupi kebutuhan. Apabila zat gizi tubuh tidak

terpenuhi dapat menyebabkan beberapa dampak yang serius, contohnya

gagal dalam pertumbuhan fisik serta perkembangan yang tidak sesuai.

a. Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah perubahan fisik pada seseorang yang

ditandai dengan bertambahnya ukuran berbagai organ tubuh karena

bertambahnya sel-sel dalam tubuh. Pertumbuhan bisa diukur dengan


7

berat badan, tinggi badan, umur tulang dan keseimbangan

metabolisme.

b. Indikator pertumbuhan

Berat badan merupakan salah satu ukuran pada antopometri

yang paling penting dan paling sering digunakan (Supriasa,2012).

Berat badan merupakan gambaran dari masa tubuh, masa tubuh sangat

peka dalam waktu yang singkat. Perubahan tersebut secara langsung

tergantung oleh adanya penyakit infeksi dan nafsu makan.

Pada anak yang mempunyai status kesehatan dan nafsu makan

yang baik, maka pertambahan berat badan akan mengikuti sesuai

dengan usianya. akan tetapi, apabila anak mempunyai status kesehatan

yang tidak baik maka pertumbuhannya akan terhambat. Oleh karena

itu, berat badan mempunyai sifat labil dan digunakan sebagai salah

satu indikator status gizi yang menggambarkan keadaan saat ini.

Supriasa (2012), mengungkapkan bahwa, berat badan dapat

digunakan untuk memantau pertumbuhan fisik dan menentukan status

gizi pada seseorang yang tidak memiliki kelainan klinis. Status gizi

ditentukan berdasarkan golongan usia. Selain berfungsi memantau

pertumbuhan, berat badan juga berfungsi untuk menentukan dosis

obat dan kebutuhan makanan pada individu. Tinggi badan

memberikan gambaran tentang pertumbuhan. Pada keadaan tubuh

yang normal, pertumbuhan tinggi badan bersamaan dengan usia.

Pertumbuhan tinggi badan berlangsung lambat, kurang peka pada


8

kekurangan zat gizi dalam waktu yang singkat. Dampak pada tinggi

badan akibat kekurangan zat gizi berlangsung sangat lama, sehingga

dapat menggambarkan keadaan gizi masa lalu. Keadaan tingi badan

pada usia sekolah menggambarkan status gizi berdasarkan indeks

TB/Usaat balita.

Menurut soetjiningsih (2015), pertumbuhan tinggi badan

meningkat pada masa bayi, kemudian melambat, kemudian meningkat

kembali pada masa pubertas dan melambat lagi hingga akhirnya

terhenti pada usia 18-20 tahun.

c. Status gizi

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi

makanan dan penggunaan zat- zat gizi. Supriasa (2012), status gizi

adalah hasil akhir dari keseimbangan antara asupan makan dengan zat

gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

d. Perkembangan

Menurut Supriasa (2012), perkembangan adalah suatu proses

bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih

kompleks dalam pola yang teratur sebagai hasil dari proses

pematangan. Anak yang sehat akan berkembang sesuai dengan

pertumbuhannya. Perkembangan menyangkut adanya proses

pembelahan sel-sel, jaringan organ dan sistem organ pada tubuh yang

berkembang sedemikian rupa, sehingga dapat memenuhi fungsinya


9

masing-masing. Perkembangan tersebut meliputi emosi, intelektual,

dan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya.

e. Penilaian perkembangan

Penilaian perkembangan bertujuan untuk mengetahui kelainan

perkembangan dan hal-hal lain yang menjadi risiko terjadinya

kelainan perkembangan. Apabila kelainan dalam perkembangan dapat

diketahui dengan segera, maka akan di atasi sedini mungkin. Penilaian

perkembangan pada balita dilakukan berdasarkan apa yang telah

dicapai oleh anak, kemudian dibandingkan dengan tabel pemantauan

perkembangan anak. Pemantauan pertumbuhan anak berisi tugas

perkembangan anak yang harus dicapai berdasarkan usia. Tugas

perkembangan anak dibagi menjadi 7 bagian, yaitu motorik kasar,

motorik halus, komunikasi pasif, komunikasi aktif, kecerdasan,

menolong diri sendiri, dan tingkah laku sosial. (Soetjiningsih, 2015).

Menurut Sinta B, Lusiana El (2019) Anak memiliki suatu ciri

yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai

berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan

dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri

pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya.

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta

jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur

tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan

panjang dan berat. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan


10

fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar,

gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.

Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda

dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi

kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya,

misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara,

emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting

dalam kehidupan manusia yang utuh.

2. Ciri-ciri dan Prinsip-prinsip Tumbuh Kembang Anak.

Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri-ciri yang saling

berkaitan. Ciri ciri tersebut adalah sebagai berikut:

1. Perkembangan menimbulkan perubahan.

Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan. Setiap

pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi. Misalnya

perkembangan intelegensia pada seorang anak akan menyertai

pertumbuhan otak dan serabut saraf.

2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan

perkembangan selanjutnya. Setiap anak tidak akan bisa melewati satu

tahap perkembangan sebelum ia melewati tahapan sebelumnya.

Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa

berdiri. Seorang anak tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kaki

dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak
11

terhambat. Karena itu perkembangan awal ini merupakan masa kritis

karena akan menentukan perkembangan selanjutnya.

3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda.

Sebagaimana pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatan

yang berbeda beda, baik dalam pertumbuhan fisik maupun

perkembangan fungsi organ dan perkembangan pada masing-masing

anak.

4. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan.

Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun

demikian, terjadi peningkatan mental, memori, daya nalar, asosiasi

dan lain-lain. Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi

badannya serta bertambah kepandaiannya.

5. Perkembangan mempunyai pola yang tetap.

Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut dua hukum yang

tetap, yaitu:

a. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala, kemudian

menuju ke arah kaudal/anggota tubuh (pola sefalokaudal).

b. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak

kasar) lalu berkembang ke bagian distal seperti jari-jari yang

mempunyai kemampuan gerak halus (pola proksimodistal).

6. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan.

Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur dan

berurutan. Tahap-tahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik, misalnya


12

anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu

membuat gambar kotak, anak mampu berdiri sebelum berjalan dan

sebagainya.

3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tumbuh Kembang

Anak.

Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan

normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang

mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun faktor-

faktor tersebut antara lain:

1) Faktor dalam (internal)

a. Ras/etnik atau bangsa

Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak

memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.

b. Keluarga

Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi,

pendek, gemuk atau kurus.

c. Umur

Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal,

tahun pertama kehidupan dan masa remaja.

d. Jenis kelamin

Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat

daripada laki laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas,

pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.


13

e. Genetik.

Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi

anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan

genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti

kerdil.

2) Faktor luar (eksternal)

a. Faktor Prenatal

 Gizi

Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan

mempengaruhi pertumbuhan janin.\

 Mekanis

Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan

kongenital seperti club foot.

 Toksin/zat kimia

Beberapa obat-obatan seperti Amlnopterin, Thalldomid dapat

menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskisis.

 Endokrin

Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia,

kardiomegali, hiperplasia adrenal.

 Radiasi

Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan

kelainan pada janin seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi


14

mental dan deformitas anggota gerak, kelainan kongential mata,

kelainan jantung.

 lnfeksi

lnfeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH

(Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks)

dapat menyebabkan kelainan pada janin: katarak, bisu tuli,

mikros efali, retardasi mental dan kelainan jantung kongenital.

 Kelainan imunologi

Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah

antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap

sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam

peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang

selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan Kem icterus

yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.

 Anoksia embrio

Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta

menyebabkan pertumbuhan terganggu.

 Psikologi ibu

Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan

mental pada ibu hamil dan lain-lain.

b. Faktor Persalinan

Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia

dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.


15

c. Faktor Pasca Persalinan

 Gizi

Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang

adekuat.

 Penyakit kronis/ kelainan kongenital

Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan

retardasi pertumbuhan jasmani.

 Lingkungan fisis dan kimia.

Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut

hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak

(provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya

sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb,

Mercuri, rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap

pertumbuhan anak.

 Psikologis Hubungan anak dengan orang sekitarnya.

Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau

anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di

dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

 Endokrin

Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan

menyebabkan anak mengalami hambatan [Link]-

ekonomi

 Kemiskinan
16

Berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan

yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan

anak.

 Lingkungan pengasuhan

Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat

mempengaruhi tumbuh kembang anak.

 Stimulasi

Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya

dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi

anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap

kegiatan anak.

 Obat-obatan

Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat

pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat

perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan

terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.

4. Aspek perkembangan yang di pantau :

 Gerak kasar atau motorik kasar

aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan

pergerakan dan sikap tubuh, misal : duduk, berdiri.

 Gerak halus atau motorik halus


17

aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan

gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan

oleh otot-otot kecil, missal : mengamati sesuatu, menjimpit, menulis.

 Kemampuan bicara dan bahasa

aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan

respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi.

 Sosialisasi dan kemandirian

aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak (makan

sendiri, membereskan mainan selesai bermain, dan berinteraksi

dengan lingkungannya.

Tahapan Perkembangan Balita

Usia 36–48 bulan

 Berdiri satu kaki 2 detik

 Melompat kedua kaki di angkat

 Mengayuh sepeda roda tiga

 Menggambar garis lurus

 Menumpuk 8 buah kubus

 Mengenal 2-4 warna

 Menyebut nama, umur, tempat

 Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan

 Mendengarkan cerita

 Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri

 Mengenakan celana panjang, kemeja baju


18

Beberapa gangguan tumbuh-kembang yang sering ditemukan.

 Gangguan bicara dan bahasa

 Cerebral palsy

 Sindrom Down

 Perawakan pendek

 Gangguan Autisme

 Retardasi mental

 Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)

5. Stimulasi tumbuh kembang Balita dan Anak Prasekolah

Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak

umur 0-6 tahn agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap

anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus

pada setiap kesempatan. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan

penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.

Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa prinsip

dasar yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.

2. Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan

meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya.

3. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak.

4. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bemyanyi,

bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.


19

5. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur

anak, terhadap ke 4 aspek kemampuan dasar anak.

6. Gunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada di

sekitar anak.

7. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.

8. Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas

keberhasilannya.
BAB III

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA SEHAT

An. Y umur 40 bulan dengan Tumbuh Kembang Normal


di Puskesmas Pembantu Pembengis

Tempat Praktek : Puskesmas Pembantu Pembengis


No. Reg :
Tanggal, Jam : 31 Mei 2023 Jam : 12.00 wib
Oleh : Ratna Oktaviani

I. PENGKAJIAN
A. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas Anak
a. Nama : An. Y
b. Tanggal Lahir : 3 Februari 2020
c. Jenis Kelamin : Perempuan
2. Orang tua (ibu dan ayah)
Nama : Ny. M Nama : Tn. D
Umur : 38 th Umur : 40 th
Agama : Protestan Agama : Protestan
Pekerjaan : Honorer Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Rt 13 Desa Pembengis Alamat : Rt 13 Pembengis
3. Alasan kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan perkembangan dan pertumbuhan
anak nya yang sudah berumur 40 bulan dan tampak terlalu aktif.
4. Data Ibu
a. Riwayat obstetric : Persalinan ke 3

20
21

b. Frekuensi ANC : 8 kali di Puskesmas Pembantu


Pembengis
c. Imunisasi TT : Status T 5 (TT lengkap)
d. Obat-obatan yang di minum : Asam folat, Tablet FE, Kalk, vit c
e. Kenaikan BB : 13 kg
f. Riwayat penyakit penyerta : Tidak ada.
g. Komplikasi selama hamil : Tidak ada
h. Riwayat persalinan terakhir
 Tanggal 3 Februari 2020
 Jam 02.30 wib
 Jenis persalinan : Spontan pervaginam
 Penolong : Bidan
 Tempat persalinan : Pustu Pembengis
 Lama Persalinan : 6 Jam
 Komplikasi/penyulit : Tidak ada
5. Keadaan BBL
a. Antropometri
 BBL : 3300 gr
 PB : 50 cm
 LK : 34 cm
 LD : 32 cm
b. APGAR score : 9/10 Segera menangis
c. Keadaan fisik : Normal
d. Penanganan awal BBL : Baik
6. Riwayat Imunisasi
a. HB-0 : 1x
b. BCG : 1x
c. Polio : 4x
d. DPT-HB-Hib : 3x
e. Campak : 1x
f. DPT Lanjutan : 1x
22

g. Campak lanjutan : 1x
7. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Anak
Ibu mengatakan saat ini anaknya dalam keadaan baik dan
sebelumnya anak tidak pernah menderita penyakit menular ataupun
penyakit turunan
b. Riwayat Kesehatan Ibu
Ibu mengatakan saat ini ibu dalam keadaan baik. Ibu tidak pernah
menderita penyakit menular dan penyakit keturunan.
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan keluarga nya tidak pernah/tidak sedang menderita
penyakit menular atau penyakit keturunan seperti Jantung, Asma,
Diabetes, HIV/AIDS, Hepatitis dll.
B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan umum : Baik
b. Tanda-tanda vital
 Suhu : 36,3 °C
 R : 24 x/menit
 HR : 80 x/menit
c. BB : 15 kg
d. TB : 95 cm
e. LK : 46,3 cm
2. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala : Tidak ada kelainan
b. Telinga : Tidak ada kelainan
c. Mata : Tidak ada kelainan
d. Hidung : Tidak ada kelainan
e. Leher : Tidak ada kelainan
f. Dada : Tidak ada kelainan
g. Bahu, lengan dan tangan : Tidak ada kelainan
23

h. Perut : Tidak ada kelainan


i. Genetalia dan anus : Tidak ada kelainan
j. Tungkai dan kaki : Tidak ada kelainan
k. Punggung : Tidak ada kelainan
l. Kulit : Tidak ada kelainan
3. Pola Pemenuhan Kebutuhan dasar
a. Nutrisi
Makan
 Jenis : Nasi, sayur, lauk, buah dan diselingi snack
 Pola Makan : 3 x sehari
 Keluhan : Tidak ada
Minum
 Anak minum air putih 7-8 x sehari di tambah minum susu
b. Eliminasi
 BAK : 6-7 x sehari, warna jernih, bau pesing
 BAB : Setiap hari, warna kuning, konsistensi lembek
c. Hygiene : Mandi 3 x sehari
4. Pemeriksaan penunjang : Tidak di lakukan
II. INTERPRETASI DATA DASAR
 DS : - Ibu mengatakan anak terlalu aktif
 DO : - TTV dalam batas normal
- BB : 15 kg
- TB : 95 cm
- LK : 46.3 cm
 Diagosa : An. Y umur 40 bulan dengan tumbuh kembang normal
 Masalah : Tidak ada
 Kebutuhan : Dilakukannya pemeriksaan tumbuh kembang
III. DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada masalah
IV. TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
24

V. INTERVENSI
Tanggal : 31 Mei 2023 Jam : 12.15 wib
1. Lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital
2. Lakukan pemeriksaan antropometri
3. Lakukan pemeriksaan fisik (head to toe)
4. Lakukan pemeriksaan perkembangan pada anak dengan stimulasi sesuai
umur anak.
5. Beritahu pada ibu hasil dari pemeriksaan terhadap anak nya
6. Berikan KIE pada ibu tentang tumbuh kembang anak sesuai usia nya
7. Anjurkan ibu untuk tetap memantau pertumbuhan dan perkembangan anak
8. Anjurkan ibu untuk memberi makan yang sehat dan bergizi pada anak
9. Anjurkan ibu untuk mengawasi pola makan anak
10. Beritahu ibu untuk rutin memeriksakan pemeriksaan tumbuh kembang anak
berikutnya
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 31 Mei 2023 Jam : 12.20 wib
1. Melakukan pemeriksaan Tanda-tanda Vital
2. Melakukan pemeriksaan antropometri
3. Melakukan pemeriksaan fisik (head to toe)
4. Melakukan pemeriksaan perkembangan pada anak dengan stimulasi sesuai
umur anak.
5. Memberitahukan pada ibu hasil dari pemeriksaan terhadap anak nya, bahwa
semua pemeriksaan TTV, antropometri dan fisik dalam batas normal dan
pemeriksaan perkembangan anak menunjukkan tidak ada nya kelainan.
6. Memberikan KIE pada ibu tentang tumbuh kembang anak sesuai usia nya
7. Menganjurkan ibu untuk tetap memantau pertumbuhan (Berat badan dan
Tinggi badan) dan perkembangan ( motorik halus, motorik kasar, bahasa
dan personal sosial) anaknya agar ibu mengetahui perubahan yang terjadi
pada anak
8. Menganjurkan ibu untuk memberi makan yang sehat dan bergizi pada anak
25

9. Menganjurkan ibu untuk mengawasi pola makan anak


10. Beritahu ibu untuk rutin memeriksakan pemeriksaan tumbuh kembang anak
berikutnya di posyandu atau fasilitas kesehatan yang ada.
VII. EVALUASI
Tanggal : 31 Mei 2023 Jam : 12.35 wib
1. Telah di lakukan pemeriksaan tanda tanda vital pada anak.
2. Telah di lakukan pemeriksaan antropometri pada anak.
3. Telah di lakukan pemeriksaan fisik pada anak.
4. Telah di lakukan pemeriksaan perkembangan pada anak dengan stimulasi
sesuai umur anak.
5. Ibu telah diberitahukan tentang hasil dari semua pemeriksaan yang di
lakukan pada anak
6. Ibu mengerti dan paham tentang KIE yang diberikan
7. Ibu bersedia untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak di
rumah
8. Ibu mengerti dan bersedia untuk memberikan makanan pada anak yang
bergizi
9. Ibu bersedia untuk mengawasi pola makan anak
10. Ibu mengerti dan bersedia untuk rutin datang ke posyandu tiap bulan nya
untuk memeriksakan tumbuh kembang anak.

CI Akademik, Peserta Praktik,

(Bdn. Lismawati, [Link].,[Link]) (Ratna Oktaviani)


BAB IV

PEMBAHASAN

Dalam bab ini penulis akan membahas kesesuaian dan kesenjangan

yang ditemukan antara teori dan praktik dilapangan, serta kendala-kendala

yang terjadi dilapangan selama melakukan Asuhan Kebidanan Bayi, Balita

dan Anak Prasekolah An. Y umur 40 bulan dengan Tumbuh kembang

normal di Puskesmas Pembantu Pembengis Tanjung Jabung Barat.

Ibu An. Y datang ke pelayanan kesehatan guna untuk melakukan

pemeriksaan terhadap anaknya dengan keluhan anak yang terlalu aktif.

Penulis melakukan Asuhan kebidanan pada Balita An. Y umur 40 bulan di

Puskesmas Pembantu Pembengis mulai dari pendataan, pemeriksaan fisik,

pemeriksaan tumbuh dan kembang anak serta di lakukan stimulasi pada

anak.

Setelah di lakukan nya asuhan kebidanan pada An. Y umur 40

bulan maka di dapat bahwa keadaan anak dalam batas yang normal baik

dari pertumbuhan yaitu Berat badan, Tinggi badan dan lingkar kepala

maupun perkembangan anak yaitu motorik kasar, motorik halus, bahasa

dan sosial, anak tampak sehat, aktif dan bisa berkomunikasi dua arah.

Dari semua hasil pemeriksaan yang di kumpulkan maka di dapatlah bahwa

tumbuh kembang An. Y sudah sesuai dengan umur, dan dari teori yang

ada sudah sesuai dan tidak di temukan ada nya kesenjangan.

[Link]

26
27
BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pada bab ini penulis mengambil suatu kesimpulan dari Laporan Stase

Asuhan Kebidanan Bayi, Balita dan Anak Prasekolah yang berjudul ” An. Y

umur 40 bulan dengan tumbuh kembang normal di Puskesmas Pembantu

Pembengis Tanjung Jabung Barat tahun 2023”.

1. Dalam melakukan asuhan kebidanan pada balita An. Y, penulis telah

mampu melakukan pengkajian dengan baik. Pengkajian tersebut didapat

dari pengumpulan data yaitu dari data subjektif dan data objektif.

2. Penulis telah mampu melakukan interpretasi data dengan menentukan

diagnosa kebidanan pada An. Y yang didapat dari data subjektif dan

objektif dari hasil pengkajian. Pada kasus ini anak tidak mengalami

masalah apapun.

3. Penulis telah mampu mengidentifikasi tidak ada diagnosa atau masalah

potensial yang mungkin akan terjadi pada An. Y

4. Penulis telah mampu mengidentifikasi tidak ada tindakan segera terhadap

keluhan yang di rasakan orangtua An. Y.

5. Penulis telah mampu memberikan rencana asuhan kebidanan terhadap An.

Y sesuai dengan asuhan yang diCVberikan.

6. Penulis telah mampu melakukan implementasi yang telah dilakukan sesuai

dengan rencana asuhan kebidanan yang diberikan pada An. Y

28
29

7. Penulis telah mampu melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah

diberikan terhadap An. Y

B. SARAN

1. Bagi Penulis/Mahasiswa

Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

dalam melakukan asuhan kebidanan secara baik dan benar kepada klien.

Dalam menghadapi pasien harus lebih menguasai teori, praktik dan

program-program yang tersedia bagi setiap asuhan yang diberikan,

sehingga asuhan yang diberikan berkualitas dan memenuhi standar yang

telah ditetapkan

2. Bagi klien

Klien (Ibu An. Y) diharapkan melakukan pemantauan terhadap

anak secara baik sesuai saran yang diberikan tenaga kesehatan, dan segera

kontak kepada petugas/bidan jika anak mengalami penyimpangan.

3. Bagi Lahan Praktik

Dalam memberikan pelayanan kebidanan pada klien diharapkan

bidan yang bertugas selalu memberikan KIE kepada klien sesuai dengan

kebutuhannya. KIE tersebut dapat berupa Edukasi dan Motivasi kepada

klien agar peduli terhadap kesehatan.

4. Bagi Instutusi

Dapat memberikan pembekalan sebelum mahasiswa diturunkan ke

lahan praktik sesuai dengan tujuan kompetensi yang ingin dicapai


30

sehingga mahasiswa dapat lebih mudah menggali dan menerapkan

keterampilan sesuai dengan teori yang telah dipelajari.


DAFTAR PUSTAKA

Adriani dan Wirjatmadi. 2012. Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta.
Kencana.

Adriani M, Bambang W. 2014. Gizi dan Kesehatan Balita (Peranan Mikro Zinc
pada pertumbuhan balita).Jakarta: Kencana

IDAI, 2016. Kiat Membuat Anak Sehat, Tinggi, dan Cerdas. Ikatan Dokter Anak
Indonesia Cabang DKI Jakarta

Kemenkes, RI. 2010. Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu


dan Anak (PWS-KIA). Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Ibu

Kemenkes, RI. 2016. INFODATIN Pusat Data dan Informasi Kementerian


Kesehatan RI Situasi Balita Pendek. Jakarta Selatan.

Supariasa, I. N. 2012. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC

Soetjiningsih (2015). Tumbuh kembang anak. Edisi 2. Jakarta: EGC

Setyaningrum, E. 2017. Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak Usia 0-12 Tahun.
Indomedia Pustaka.

Setyawati, Vilda Ana Veria & Eko Hartini. 2018. Buku Ajar Dasar Ilmu Gizi
Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta. Deepublish Publisher, CV Budi
Utama.

Sinta B, Lusiana El, & Andrian, Feni. 2019. Asuhan Kebidanan pada Bayi
Neonatus, Bayi dan Balita. Sidoarjo: Indonesia Pustaka.
DOKUMENTASI
LAPORAN STASE BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH
LEMBAR BIMBINGAN
PRAKTIK KLINIK PROFESI BIDAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2022-2023

Nama : Ratna Oktaviani


NIM : 223001080015
Ruangan : Puskesmas Pembantu Pembengis
Stase : Bayi, Balita dan Anak Prasekolah
CI Akademik : Bdn. Lismawati, [Link].,[Link]

TTD
No Hari/Tanggal Follow up Pembimbing CI
Akademik

Diketahui,
Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan

Bdn. Devi Arista, [Link].,[Link]


NIK. 1010300715008

Anda mungkin juga menyukai