LAPORAN PRAKTIK STASE
BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH
DISUSUN OLEH :
RATNA OKTAVIANI
223001080015
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2022-2023
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN LENGKAP
STASE ASUHAN BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH
PADA An. Y UMUR 40 BULAN
DENGAN TUMBUH KEMBANG NORMAL DI PUSKESMAS
PEMBANTU PEMBENGIS TANJUNG JABUNG BARAT
TAHUN 2023
Diajukan sebagai salah satu syarat wajib dalam menyelesaikan
Stase Asuhan Pada Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah
Jambi, Juli 2023
Disetujui,
CI Akademik
(Bdn. Lismawati, [Link]., [Link])
NIDN. 1021038703
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN LENGKAP
STASE ASUHAN BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH
PADA An. Y UMUR 40 BULAN
DENGAN TUMBUH KEMBANG NORMAL DI PUSKESMAS
PEMBANTU PEMBENGIS TANJUNG JABUNG BARAT
TAHUN 2023
Dipersiapkan dan Disusun Oleh :
NAMA : Ratna Oktaviani
NIM : 223001080015
Disetujui
CI Akademik
(Bdn. Lismawati, [Link]., [Link])
NIDN. 1021038703
Mengetahui,
Ka. Program Studi Pendidikan Profesi Bidan
(Bdn. Devi Arista, [Link]., [Link])
NIK. 1010300715008
3
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan
Laporan Praktik Stase Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Dalam kesempatan ini
penulis menghanturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada dosen pengampuh ibu Bdn. Lismawati, [Link].,[Link] selaku CI
Akademik dan CI Lahan, yang telah memberikan bimbingan sehingga dapat
menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan stase yang penulis jalankan.
Penulis juga menyadari bahwa dalam proses penulisan laporan ini, masih
jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian
penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.
Dan oleh karenanya, penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka
menerima masukan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan dan
penyempurnaan makalah ini dikemudian hari.
Akhirnya penulis berharap, laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh
pembaca. Dan dapat memberikan kontribusi yang positif serta bermakna dalam
proses perkuliahan Praktik Klinik Kebidanan. Aamiin.
Jambi, Juli 2023
Penulis
4
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN.............................................................................iii
KATA PENGANTAR.........................................................................................iv
DAFTAR ISI........................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................1
B. Tujuan......................................................................................................4
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Konsep Dasar Balita................................................................................5
B. Tumbuh Kembang...................................................................................6
BAB III TINJAUAN KASUS
I. Pengkajian...............................................................................................20
II. Interpretasi Data Dasar............................................................................23
III. Diagnosa Potensial..................................................................................23
IV. Tindakan Segera......................................................................................23
V. Intervensi.................................................................................................24
VI. Implementasi...........................................................................................24
VII. Evaluasi...................................................................................................25
BAB IV PEMBAHASAN
Analisa temuan kasus dengan kajian teori serta jurnal penelitian...............26
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................................27
B. Saran........................................................................................................28
DAFTAR PUSTAKA
DOKUMENTASI
LEMBAR BIMBINGAN
5
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Balita adalah individu atau sekelompok individu dari suatu penduduk
yang berada dalam rentan usia tertentu. Usia balita dapat dikelompokkan
menjadi tiga golongan yaitu golongan usia bayi (0-2 tahun), golongan batita
(2-3 tahun), dan golongan pra sekolah (>3-5 tahun). Adapun menurut WHO,
kelompok balita adalah 0-60 bulan (Adriani dan Bambang, 2014).Anak
memiliki suatu ciri khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi
sampai berakhirnya masa remaja, hal ini membedakan anak dengan dewasa.
Anak menunjukan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai
dengan usia nya (Kemenkes RI, 2016: 3).
Periode lima tahun pertama kehidupan merupakan masa penting
tumbuh kembang anak yang kemudian akan menjadi dasar dan menentukan
perkembangan anak selanjutnya. Masa tersebut merupakan masa yang sangat
sensitif dan berlangsung sangat pendek, serta tidak dapat diulang, sehingga
sering disebut “masa keemasan”(golden period), jendela kesempatan (window
of opportunity), dan masa ktitis (critical period) (Kemenkes RI, 2010).
Mengingat masa 5 tahun pertama merupakan masa yang relatif pendek
dan tidak akan terulang kembali dalam kehidupan seorang anak, maka para
orang tua, pengasuh, dan pendidik harus memanfaatkan periode yang singkat
ini untuk membentuk anak menjadi bagian dari generasi penerus yang
1
2
tangguh dan berkualitas (Bracken, 2009; Jeharsae et al., 2013). Salah satu
yang dapat dilakukan yaitu dengan memerhatikan tumbuh kembang anak.
Tumbuh kembang optimal adalah tercapainya proses tumbuh kembang yang
sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh anak. Dengan mengetahui
penyimpangan tumbuh kembang secara dini, maka dapat dilakukan berbagai
upaya pencegahan, stimulasi dan penyembuhan serta pemulihannya sedini
mungkin pada masa-masa proses tumbuh kembang anak sehingga hasil yang
diharapkan akan tercapai (Departemen Kesehatan RI, 2014; IDAI, 2016).
Pelayanan yang mempengaruhi cakupan kunjungan bayi adalah
pemeriksaan perkembangan bayi melalui Stimulasi Deteksi dan Intervensi
Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), karena pelayanan ini dihitung bahwa
setiap bayi berhak memperoleh pelayanan kesehatan minimal 4 kali yaitu satu
kali pada umur 29 hari – 2 bulan, 1 kali pada umur 3-5 bulan, 1 kali pada
umur 6-8 bulam dan 1 kali pada umur 9-11 bulan, dengan meliputi pelayanan
vitamin K1, vitamin A 1 kali, imunisasi dasar (BCG, DPT/Hb1-3, Polio 1-4,
Campak) dan SDIDTK 4 kali (Kemenkes RI, 2010).
Menurut World Healt Organitation (WHO) pada tahun 2012
melaporkan bahwa 5 – 25 % anak mengalami gangguan disfungsi otak minor
atau gangguan belajar, termasuk gangguan perkembangan motorik halus. Di
Indonesia pada tahun 2016 terdapat 16 % balita mengalami gangguan
perkembangan (khatarina, 2016: 219). Faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan anak adalah motivasi belajar anak, gizi anak,
lingkungan pengasuh, stimulasi, pengetahuan ibu, kesehatan anak,
3
perumahan, social ekonomi, jumlah saudara, kelompok sebaya, keluarga
(Setyaningrum, 2017: 16-23).
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik melakukan asuhan
kebidanan balita pada An. Y umur 40 bulan dengan tumbuh kembang normal
di puskesmas Pembantu Pembengis Tanjung Jabung Barat Tahun 2023.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mampu mengimplementasikan seluruh pengetahuan dalam
memberikan Asuhan Kebidanan Tumbuh Kembang Pada Balita dengan
tepat.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan pengkajian data secara sistematis pada An. Y umur
40 bulan dengan tumbuh kembang normal di Puskesmas Pembantu
Pembengis.
b. Mampu melakukan interpretasi data pada An. Y umur 40 bulan dengan
tumbuh kembang normal.
c. Mampu merumuskan diagnosa potensial dan antisipasi pada An. Y
umur 40 bulan dengan tumbuh kembang normal.
d. Mampu melaksanakan tindakan segera pada An. Y umur 40 bulan
dengan tumbuh kembang normal.
e. Mampu membuat rencana tindakan pada An. Y umur 40 bulan dengan
tumbuh kembang normal.
4
f. Mampu melaksanakan Implementasi data pada An. Y umur 40 bulan
dengan tumbuh kembang normal.
g. Mampu melakukan evaluasi An. Y umur 40 bulan dengan tumbuh
kembang normal.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Konsep Dasar Balita
Pengertian Balita
Balita adalah kelompok anak yang berada pada rentang usia 1-5 tahun
(Andriani dan wirjatmadi, 2012). Masa balita merupakan periode penting
dalam proses tumbuh kembang manusia dikarenakan tumbuh kembang
berlangsung cepat. Perkembangan dan pertumbuhan di masa balita menjadi
faktor keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di masa
mendatang.
Anak balita adalah anak yang telah menginjak usia diatas satu tahun
atau lebih popular dengan pengertian anak dibawah lima tahun. Balita adalah
istilah umur bagi anak usia 1-3 tahun (batita) dan anak prasekolah (3- 5
tahun). Saat usia batita, anak masih tergantung penuh pada orangtua untuk
melakukan kegiatan penting, seperti mandi, buang air dan makan (Setyawati
dan Hartini, 2018).
Kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan
perkembangan yang bersifat unik, artinya memiliki pola pertumbuhan dan
perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan motorik kasar), kecerdasan
(daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio-
emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang
khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang sedang
5
6
dilalui oleh anak tersebut. Antara lain otak mengalami pengaruh sehingga
dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi
genetiknya
B. Pertumbuhan dan Perkembangan
1. Pengertian
Soetjiningsih (2015) menjelaskan tumbuh kembang adalah proses
yang berkelanjutan dari konsepsi sampai dewasa yang dipengaruhi oleh
faktor genetik dan lingkungan. Pertumbuhan paling cepat terjadi pada
masa janin, usia 0-1 tahun dan masa pubertas. Sedangkan tumbuh
kembang yang dapat dengan mudah diamati pada masa balita. Saat
tumbuh kembang setiap anak mempunyai pola perkembangan yang sama,
akan tetapi kecepatannya berbeda. Pada masa balita termasuk kelompok
umur paling rawan terhadap kekurangan energi dan protein, asupan zat
gizi yang baik sangat diperlukan untuk poses pertumbuhan dan
perkembangan. zat giziyang baik adalah zat- zat gizi yang berkualitas
tinggi dan jumlahnya mencukupi kebutuhan. Apabila zat gizi tubuh tidak
terpenuhi dapat menyebabkan beberapa dampak yang serius, contohnya
gagal dalam pertumbuhan fisik serta perkembangan yang tidak sesuai.
a. Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan fisik pada seseorang yang
ditandai dengan bertambahnya ukuran berbagai organ tubuh karena
bertambahnya sel-sel dalam tubuh. Pertumbuhan bisa diukur dengan
7
berat badan, tinggi badan, umur tulang dan keseimbangan
metabolisme.
b. Indikator pertumbuhan
Berat badan merupakan salah satu ukuran pada antopometri
yang paling penting dan paling sering digunakan (Supriasa,2012).
Berat badan merupakan gambaran dari masa tubuh, masa tubuh sangat
peka dalam waktu yang singkat. Perubahan tersebut secara langsung
tergantung oleh adanya penyakit infeksi dan nafsu makan.
Pada anak yang mempunyai status kesehatan dan nafsu makan
yang baik, maka pertambahan berat badan akan mengikuti sesuai
dengan usianya. akan tetapi, apabila anak mempunyai status kesehatan
yang tidak baik maka pertumbuhannya akan terhambat. Oleh karena
itu, berat badan mempunyai sifat labil dan digunakan sebagai salah
satu indikator status gizi yang menggambarkan keadaan saat ini.
Supriasa (2012), mengungkapkan bahwa, berat badan dapat
digunakan untuk memantau pertumbuhan fisik dan menentukan status
gizi pada seseorang yang tidak memiliki kelainan klinis. Status gizi
ditentukan berdasarkan golongan usia. Selain berfungsi memantau
pertumbuhan, berat badan juga berfungsi untuk menentukan dosis
obat dan kebutuhan makanan pada individu. Tinggi badan
memberikan gambaran tentang pertumbuhan. Pada keadaan tubuh
yang normal, pertumbuhan tinggi badan bersamaan dengan usia.
Pertumbuhan tinggi badan berlangsung lambat, kurang peka pada
8
kekurangan zat gizi dalam waktu yang singkat. Dampak pada tinggi
badan akibat kekurangan zat gizi berlangsung sangat lama, sehingga
dapat menggambarkan keadaan gizi masa lalu. Keadaan tingi badan
pada usia sekolah menggambarkan status gizi berdasarkan indeks
TB/Usaat balita.
Menurut soetjiningsih (2015), pertumbuhan tinggi badan
meningkat pada masa bayi, kemudian melambat, kemudian meningkat
kembali pada masa pubertas dan melambat lagi hingga akhirnya
terhenti pada usia 18-20 tahun.
c. Status gizi
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi
makanan dan penggunaan zat- zat gizi. Supriasa (2012), status gizi
adalah hasil akhir dari keseimbangan antara asupan makan dengan zat
gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.
d. Perkembangan
Menurut Supriasa (2012), perkembangan adalah suatu proses
bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam pola yang teratur sebagai hasil dari proses
pematangan. Anak yang sehat akan berkembang sesuai dengan
pertumbuhannya. Perkembangan menyangkut adanya proses
pembelahan sel-sel, jaringan organ dan sistem organ pada tubuh yang
berkembang sedemikian rupa, sehingga dapat memenuhi fungsinya
9
masing-masing. Perkembangan tersebut meliputi emosi, intelektual,
dan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya.
e. Penilaian perkembangan
Penilaian perkembangan bertujuan untuk mengetahui kelainan
perkembangan dan hal-hal lain yang menjadi risiko terjadinya
kelainan perkembangan. Apabila kelainan dalam perkembangan dapat
diketahui dengan segera, maka akan di atasi sedini mungkin. Penilaian
perkembangan pada balita dilakukan berdasarkan apa yang telah
dicapai oleh anak, kemudian dibandingkan dengan tabel pemantauan
perkembangan anak. Pemantauan pertumbuhan anak berisi tugas
perkembangan anak yang harus dicapai berdasarkan usia. Tugas
perkembangan anak dibagi menjadi 7 bagian, yaitu motorik kasar,
motorik halus, komunikasi pasif, komunikasi aktif, kecerdasan,
menolong diri sendiri, dan tingkah laku sosial. (Soetjiningsih, 2015).
Menurut Sinta B, Lusiana El (2019) Anak memiliki suatu ciri
yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai
berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan
dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri
pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya.
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta
jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur
tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan
panjang dan berat. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan
10
fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar,
gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.
Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda
dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi
kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya,
misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara,
emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting
dalam kehidupan manusia yang utuh.
2. Ciri-ciri dan Prinsip-prinsip Tumbuh Kembang Anak.
Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri-ciri yang saling
berkaitan. Ciri ciri tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perkembangan menimbulkan perubahan.
Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan. Setiap
pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi. Misalnya
perkembangan intelegensia pada seorang anak akan menyertai
pertumbuhan otak dan serabut saraf.
2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan
perkembangan selanjutnya. Setiap anak tidak akan bisa melewati satu
tahap perkembangan sebelum ia melewati tahapan sebelumnya.
Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa
berdiri. Seorang anak tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kaki
dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak
11
terhambat. Karena itu perkembangan awal ini merupakan masa kritis
karena akan menentukan perkembangan selanjutnya.
3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda.
Sebagaimana pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatan
yang berbeda beda, baik dalam pertumbuhan fisik maupun
perkembangan fungsi organ dan perkembangan pada masing-masing
anak.
4. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan.
Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun
demikian, terjadi peningkatan mental, memori, daya nalar, asosiasi
dan lain-lain. Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi
badannya serta bertambah kepandaiannya.
5. Perkembangan mempunyai pola yang tetap.
Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut dua hukum yang
tetap, yaitu:
a. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala, kemudian
menuju ke arah kaudal/anggota tubuh (pola sefalokaudal).
b. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak
kasar) lalu berkembang ke bagian distal seperti jari-jari yang
mempunyai kemampuan gerak halus (pola proksimodistal).
6. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan.
Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur dan
berurutan. Tahap-tahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik, misalnya
12
anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu
membuat gambar kotak, anak mampu berdiri sebelum berjalan dan
sebagainya.
3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tumbuh Kembang
Anak.
Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan
normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun faktor-
faktor tersebut antara lain:
1) Faktor dalam (internal)
a. Ras/etnik atau bangsa
Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak
memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.
b. Keluarga
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi,
pendek, gemuk atau kurus.
c. Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal,
tahun pertama kehidupan dan masa remaja.
d. Jenis kelamin
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat
daripada laki laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas,
pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.
13
e. Genetik.
Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi
anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan
genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti
kerdil.
2) Faktor luar (eksternal)
a. Faktor Prenatal
Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan
mempengaruhi pertumbuhan janin.\
Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan
kongenital seperti club foot.
Toksin/zat kimia
Beberapa obat-obatan seperti Amlnopterin, Thalldomid dapat
menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskisis.
Endokrin
Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia,
kardiomegali, hiperplasia adrenal.
Radiasi
Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan
kelainan pada janin seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi
14
mental dan deformitas anggota gerak, kelainan kongential mata,
kelainan jantung.
lnfeksi
lnfeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH
(Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks)
dapat menyebabkan kelainan pada janin: katarak, bisu tuli,
mikros efali, retardasi mental dan kelainan jantung kongenital.
Kelainan imunologi
Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah
antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap
sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam
peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang
selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan Kem icterus
yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.
Anoksia embrio
Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta
menyebabkan pertumbuhan terganggu.
Psikologi ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan
mental pada ibu hamil dan lain-lain.
b. Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia
dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
15
c. Faktor Pasca Persalinan
Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang
adekuat.
Penyakit kronis/ kelainan kongenital
Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan
retardasi pertumbuhan jasmani.
Lingkungan fisis dan kimia.
Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut
hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak
(provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya
sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb,
Mercuri, rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap
pertumbuhan anak.
Psikologis Hubungan anak dengan orang sekitarnya.
Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau
anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di
dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Endokrin
Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan
menyebabkan anak mengalami hambatan [Link]-
ekonomi
Kemiskinan
16
Berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan
yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan
anak.
Lingkungan pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat
mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya
dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi
anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap
kegiatan anak.
Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat
pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat
perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan
terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.
4. Aspek perkembangan yang di pantau :
Gerak kasar atau motorik kasar
aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan
pergerakan dan sikap tubuh, misal : duduk, berdiri.
Gerak halus atau motorik halus
17
aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan
gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan
oleh otot-otot kecil, missal : mengamati sesuatu, menjimpit, menulis.
Kemampuan bicara dan bahasa
aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan
respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi.
Sosialisasi dan kemandirian
aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak (makan
sendiri, membereskan mainan selesai bermain, dan berinteraksi
dengan lingkungannya.
Tahapan Perkembangan Balita
Usia 36–48 bulan
Berdiri satu kaki 2 detik
Melompat kedua kaki di angkat
Mengayuh sepeda roda tiga
Menggambar garis lurus
Menumpuk 8 buah kubus
Mengenal 2-4 warna
Menyebut nama, umur, tempat
Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
Mendengarkan cerita
Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
Mengenakan celana panjang, kemeja baju
18
Beberapa gangguan tumbuh-kembang yang sering ditemukan.
Gangguan bicara dan bahasa
Cerebral palsy
Sindrom Down
Perawakan pendek
Gangguan Autisme
Retardasi mental
Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
5. Stimulasi tumbuh kembang Balita dan Anak Prasekolah
Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak
umur 0-6 tahn agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap
anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus
pada setiap kesempatan. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan
penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.
Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa prinsip
dasar yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.
2. Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan
meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya.
3. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak.
4. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bemyanyi,
bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.
19
5. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur
anak, terhadap ke 4 aspek kemampuan dasar anak.
6. Gunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada di
sekitar anak.
7. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.
8. Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas
keberhasilannya.
BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA SEHAT
An. Y umur 40 bulan dengan Tumbuh Kembang Normal
di Puskesmas Pembantu Pembengis
Tempat Praktek : Puskesmas Pembantu Pembengis
No. Reg :
Tanggal, Jam : 31 Mei 2023 Jam : 12.00 wib
Oleh : Ratna Oktaviani
I. PENGKAJIAN
A. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas Anak
a. Nama : An. Y
b. Tanggal Lahir : 3 Februari 2020
c. Jenis Kelamin : Perempuan
2. Orang tua (ibu dan ayah)
Nama : Ny. M Nama : Tn. D
Umur : 38 th Umur : 40 th
Agama : Protestan Agama : Protestan
Pekerjaan : Honorer Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Rt 13 Desa Pembengis Alamat : Rt 13 Pembengis
3. Alasan kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan perkembangan dan pertumbuhan
anak nya yang sudah berumur 40 bulan dan tampak terlalu aktif.
4. Data Ibu
a. Riwayat obstetric : Persalinan ke 3
20
21
b. Frekuensi ANC : 8 kali di Puskesmas Pembantu
Pembengis
c. Imunisasi TT : Status T 5 (TT lengkap)
d. Obat-obatan yang di minum : Asam folat, Tablet FE, Kalk, vit c
e. Kenaikan BB : 13 kg
f. Riwayat penyakit penyerta : Tidak ada.
g. Komplikasi selama hamil : Tidak ada
h. Riwayat persalinan terakhir
Tanggal 3 Februari 2020
Jam 02.30 wib
Jenis persalinan : Spontan pervaginam
Penolong : Bidan
Tempat persalinan : Pustu Pembengis
Lama Persalinan : 6 Jam
Komplikasi/penyulit : Tidak ada
5. Keadaan BBL
a. Antropometri
BBL : 3300 gr
PB : 50 cm
LK : 34 cm
LD : 32 cm
b. APGAR score : 9/10 Segera menangis
c. Keadaan fisik : Normal
d. Penanganan awal BBL : Baik
6. Riwayat Imunisasi
a. HB-0 : 1x
b. BCG : 1x
c. Polio : 4x
d. DPT-HB-Hib : 3x
e. Campak : 1x
f. DPT Lanjutan : 1x
22
g. Campak lanjutan : 1x
7. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Anak
Ibu mengatakan saat ini anaknya dalam keadaan baik dan
sebelumnya anak tidak pernah menderita penyakit menular ataupun
penyakit turunan
b. Riwayat Kesehatan Ibu
Ibu mengatakan saat ini ibu dalam keadaan baik. Ibu tidak pernah
menderita penyakit menular dan penyakit keturunan.
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan keluarga nya tidak pernah/tidak sedang menderita
penyakit menular atau penyakit keturunan seperti Jantung, Asma,
Diabetes, HIV/AIDS, Hepatitis dll.
B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan umum : Baik
b. Tanda-tanda vital
Suhu : 36,3 °C
R : 24 x/menit
HR : 80 x/menit
c. BB : 15 kg
d. TB : 95 cm
e. LK : 46,3 cm
2. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala : Tidak ada kelainan
b. Telinga : Tidak ada kelainan
c. Mata : Tidak ada kelainan
d. Hidung : Tidak ada kelainan
e. Leher : Tidak ada kelainan
f. Dada : Tidak ada kelainan
g. Bahu, lengan dan tangan : Tidak ada kelainan
23
h. Perut : Tidak ada kelainan
i. Genetalia dan anus : Tidak ada kelainan
j. Tungkai dan kaki : Tidak ada kelainan
k. Punggung : Tidak ada kelainan
l. Kulit : Tidak ada kelainan
3. Pola Pemenuhan Kebutuhan dasar
a. Nutrisi
Makan
Jenis : Nasi, sayur, lauk, buah dan diselingi snack
Pola Makan : 3 x sehari
Keluhan : Tidak ada
Minum
Anak minum air putih 7-8 x sehari di tambah minum susu
b. Eliminasi
BAK : 6-7 x sehari, warna jernih, bau pesing
BAB : Setiap hari, warna kuning, konsistensi lembek
c. Hygiene : Mandi 3 x sehari
4. Pemeriksaan penunjang : Tidak di lakukan
II. INTERPRETASI DATA DASAR
DS : - Ibu mengatakan anak terlalu aktif
DO : - TTV dalam batas normal
- BB : 15 kg
- TB : 95 cm
- LK : 46.3 cm
Diagosa : An. Y umur 40 bulan dengan tumbuh kembang normal
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Dilakukannya pemeriksaan tumbuh kembang
III. DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada masalah
IV. TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
24
V. INTERVENSI
Tanggal : 31 Mei 2023 Jam : 12.15 wib
1. Lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital
2. Lakukan pemeriksaan antropometri
3. Lakukan pemeriksaan fisik (head to toe)
4. Lakukan pemeriksaan perkembangan pada anak dengan stimulasi sesuai
umur anak.
5. Beritahu pada ibu hasil dari pemeriksaan terhadap anak nya
6. Berikan KIE pada ibu tentang tumbuh kembang anak sesuai usia nya
7. Anjurkan ibu untuk tetap memantau pertumbuhan dan perkembangan anak
8. Anjurkan ibu untuk memberi makan yang sehat dan bergizi pada anak
9. Anjurkan ibu untuk mengawasi pola makan anak
10. Beritahu ibu untuk rutin memeriksakan pemeriksaan tumbuh kembang anak
berikutnya
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 31 Mei 2023 Jam : 12.20 wib
1. Melakukan pemeriksaan Tanda-tanda Vital
2. Melakukan pemeriksaan antropometri
3. Melakukan pemeriksaan fisik (head to toe)
4. Melakukan pemeriksaan perkembangan pada anak dengan stimulasi sesuai
umur anak.
5. Memberitahukan pada ibu hasil dari pemeriksaan terhadap anak nya, bahwa
semua pemeriksaan TTV, antropometri dan fisik dalam batas normal dan
pemeriksaan perkembangan anak menunjukkan tidak ada nya kelainan.
6. Memberikan KIE pada ibu tentang tumbuh kembang anak sesuai usia nya
7. Menganjurkan ibu untuk tetap memantau pertumbuhan (Berat badan dan
Tinggi badan) dan perkembangan ( motorik halus, motorik kasar, bahasa
dan personal sosial) anaknya agar ibu mengetahui perubahan yang terjadi
pada anak
8. Menganjurkan ibu untuk memberi makan yang sehat dan bergizi pada anak
25
9. Menganjurkan ibu untuk mengawasi pola makan anak
10. Beritahu ibu untuk rutin memeriksakan pemeriksaan tumbuh kembang anak
berikutnya di posyandu atau fasilitas kesehatan yang ada.
VII. EVALUASI
Tanggal : 31 Mei 2023 Jam : 12.35 wib
1. Telah di lakukan pemeriksaan tanda tanda vital pada anak.
2. Telah di lakukan pemeriksaan antropometri pada anak.
3. Telah di lakukan pemeriksaan fisik pada anak.
4. Telah di lakukan pemeriksaan perkembangan pada anak dengan stimulasi
sesuai umur anak.
5. Ibu telah diberitahukan tentang hasil dari semua pemeriksaan yang di
lakukan pada anak
6. Ibu mengerti dan paham tentang KIE yang diberikan
7. Ibu bersedia untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak di
rumah
8. Ibu mengerti dan bersedia untuk memberikan makanan pada anak yang
bergizi
9. Ibu bersedia untuk mengawasi pola makan anak
10. Ibu mengerti dan bersedia untuk rutin datang ke posyandu tiap bulan nya
untuk memeriksakan tumbuh kembang anak.
CI Akademik, Peserta Praktik,
(Bdn. Lismawati, [Link].,[Link]) (Ratna Oktaviani)
BAB IV
PEMBAHASAN
Dalam bab ini penulis akan membahas kesesuaian dan kesenjangan
yang ditemukan antara teori dan praktik dilapangan, serta kendala-kendala
yang terjadi dilapangan selama melakukan Asuhan Kebidanan Bayi, Balita
dan Anak Prasekolah An. Y umur 40 bulan dengan Tumbuh kembang
normal di Puskesmas Pembantu Pembengis Tanjung Jabung Barat.
Ibu An. Y datang ke pelayanan kesehatan guna untuk melakukan
pemeriksaan terhadap anaknya dengan keluhan anak yang terlalu aktif.
Penulis melakukan Asuhan kebidanan pada Balita An. Y umur 40 bulan di
Puskesmas Pembantu Pembengis mulai dari pendataan, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan tumbuh dan kembang anak serta di lakukan stimulasi pada
anak.
Setelah di lakukan nya asuhan kebidanan pada An. Y umur 40
bulan maka di dapat bahwa keadaan anak dalam batas yang normal baik
dari pertumbuhan yaitu Berat badan, Tinggi badan dan lingkar kepala
maupun perkembangan anak yaitu motorik kasar, motorik halus, bahasa
dan sosial, anak tampak sehat, aktif dan bisa berkomunikasi dua arah.
Dari semua hasil pemeriksaan yang di kumpulkan maka di dapatlah bahwa
tumbuh kembang An. Y sudah sesuai dengan umur, dan dari teori yang
ada sudah sesuai dan tidak di temukan ada nya kesenjangan.
[Link]
26
27
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pada bab ini penulis mengambil suatu kesimpulan dari Laporan Stase
Asuhan Kebidanan Bayi, Balita dan Anak Prasekolah yang berjudul ” An. Y
umur 40 bulan dengan tumbuh kembang normal di Puskesmas Pembantu
Pembengis Tanjung Jabung Barat tahun 2023”.
1. Dalam melakukan asuhan kebidanan pada balita An. Y, penulis telah
mampu melakukan pengkajian dengan baik. Pengkajian tersebut didapat
dari pengumpulan data yaitu dari data subjektif dan data objektif.
2. Penulis telah mampu melakukan interpretasi data dengan menentukan
diagnosa kebidanan pada An. Y yang didapat dari data subjektif dan
objektif dari hasil pengkajian. Pada kasus ini anak tidak mengalami
masalah apapun.
3. Penulis telah mampu mengidentifikasi tidak ada diagnosa atau masalah
potensial yang mungkin akan terjadi pada An. Y
4. Penulis telah mampu mengidentifikasi tidak ada tindakan segera terhadap
keluhan yang di rasakan orangtua An. Y.
5. Penulis telah mampu memberikan rencana asuhan kebidanan terhadap An.
Y sesuai dengan asuhan yang diCVberikan.
6. Penulis telah mampu melakukan implementasi yang telah dilakukan sesuai
dengan rencana asuhan kebidanan yang diberikan pada An. Y
28
29
7. Penulis telah mampu melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah
diberikan terhadap An. Y
B. SARAN
1. Bagi Penulis/Mahasiswa
Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
dalam melakukan asuhan kebidanan secara baik dan benar kepada klien.
Dalam menghadapi pasien harus lebih menguasai teori, praktik dan
program-program yang tersedia bagi setiap asuhan yang diberikan,
sehingga asuhan yang diberikan berkualitas dan memenuhi standar yang
telah ditetapkan
2. Bagi klien
Klien (Ibu An. Y) diharapkan melakukan pemantauan terhadap
anak secara baik sesuai saran yang diberikan tenaga kesehatan, dan segera
kontak kepada petugas/bidan jika anak mengalami penyimpangan.
3. Bagi Lahan Praktik
Dalam memberikan pelayanan kebidanan pada klien diharapkan
bidan yang bertugas selalu memberikan KIE kepada klien sesuai dengan
kebutuhannya. KIE tersebut dapat berupa Edukasi dan Motivasi kepada
klien agar peduli terhadap kesehatan.
4. Bagi Instutusi
Dapat memberikan pembekalan sebelum mahasiswa diturunkan ke
lahan praktik sesuai dengan tujuan kompetensi yang ingin dicapai
30
sehingga mahasiswa dapat lebih mudah menggali dan menerapkan
keterampilan sesuai dengan teori yang telah dipelajari.
DAFTAR PUSTAKA
Adriani dan Wirjatmadi. 2012. Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta.
Kencana.
Adriani M, Bambang W. 2014. Gizi dan Kesehatan Balita (Peranan Mikro Zinc
pada pertumbuhan balita).Jakarta: Kencana
IDAI, 2016. Kiat Membuat Anak Sehat, Tinggi, dan Cerdas. Ikatan Dokter Anak
Indonesia Cabang DKI Jakarta
Kemenkes, RI. 2010. Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu
dan Anak (PWS-KIA). Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Ibu
Kemenkes, RI. 2016. INFODATIN Pusat Data dan Informasi Kementerian
Kesehatan RI Situasi Balita Pendek. Jakarta Selatan.
Supariasa, I. N. 2012. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC
Soetjiningsih (2015). Tumbuh kembang anak. Edisi 2. Jakarta: EGC
Setyaningrum, E. 2017. Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak Usia 0-12 Tahun.
Indomedia Pustaka.
Setyawati, Vilda Ana Veria & Eko Hartini. 2018. Buku Ajar Dasar Ilmu Gizi
Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta. Deepublish Publisher, CV Budi
Utama.
Sinta B, Lusiana El, & Andrian, Feni. 2019. Asuhan Kebidanan pada Bayi
Neonatus, Bayi dan Balita. Sidoarjo: Indonesia Pustaka.
DOKUMENTASI
LAPORAN STASE BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH
LEMBAR BIMBINGAN
PRAKTIK KLINIK PROFESI BIDAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2022-2023
Nama : Ratna Oktaviani
NIM : 223001080015
Ruangan : Puskesmas Pembantu Pembengis
Stase : Bayi, Balita dan Anak Prasekolah
CI Akademik : Bdn. Lismawati, [Link].,[Link]
TTD
No Hari/Tanggal Follow up Pembimbing CI
Akademik
Diketahui,
Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan
Bdn. Devi Arista, [Link].,[Link]
NIK. 1010300715008