Pemahaman Distribusi Normal dan Aplikasinya
Pemahaman Distribusi Normal dan Aplikasinya
Materi III
Distribusi Normal
Dosen Pengampu
Samalua Waoma, S.E., M.M.
Univeristas Nias Raya
4/4/2022 Samalua Waoma_Fakultas Ekonomi dan Bisnis 1
7- 2
Distribusi Normal
Pemikiran mengenai distribusi normal berasal dari Abraham de Moivre (1667 – 1754), Pierre S.
Laplace (1749 – 1827) dan Karl Gauss (1777 – 1855).
Kurva normal adalah grafik yang menyatakan distribusi normal , yaitu suatu distribusi
frekuensi dengan frekuensi yang menyebar di sekitar pusat distribusi tersebut dan secara
perlahan-lahan menurun secara simetris.
X 2
1 12
Y e
2
σ
0,5 0,5
X
-∞ μ = Md = Mo ∞
7- 3
Sifat-Sifat Kurva Normal:
3. Secara teoretis, kurva yang meluas dalam arahnya masing-masing, secara perlahan-
lahan semakin mendekati sumbu mendatar. Perluasannya itu menuju tidak
terhingga, tetapi tidak pernah menyentuh sumbu mendatar (asymptotic).
X 2
1 12
Y e - X ,
Dari persamaan luas kurva normal 2 bila peubah acak X
X
dinyatakan dalam satuan baku (standard units) Z , maka persamaan Y di
atas berubah menjadi Y 1 e .Z Dalam hak ini , Z didistribusikan secara normal
2 1
2
Perincian luas di bawah kurva normal baku (standard normal curve) telah disusun
dalam sebuah tabel yang mempunyai nilai antara 0 ≤ Z ≤ 3,99
7- 4
0,4115
Luas (0 ≤ Z ≤ 1,35) = 0,4115
(Lihat Tabel)
Z
0 1,35
0,1443
Z
-0,37 0
4/4/2022 Samalua Waoma_Fakultas Ekonomi dan Bisnis 4
7- 5
Daerah di Bawah Kurva Normal Baku
Untuk nilai Z dari 0 sampai dengan 3,9
0,8857
Luas (-1,25 ≤ Z ≤ 0) = 0,3944
Luas ( 0 ≤ Z ≤ 2,38) = 0,4913
+
Luas (-1,25 ≤ Z ≤ 2,38) = 0,8857
Z
-1,25 0 2,38
Z
-0,43 0
4/4/2022 Samalua Waoma_Fakultas Ekonomi dan Bisnis 7
7- 8
0,0362
Z
-1,82 0 2,92
X
Z
Teladan 1
X 2 165 162
Z2 0,6
5
X
160 162 165
X1 μ X 2
P(-0,4 ≤ Z ≤ 0 ) = 0,1554
0,3812 P( 0 ≤ Z ≤ 0,6) = 0,2258
+
P(-0,4 ≤ Z ≤ 0,6) = 0,3812 = 38,12%
Z
Mahasiswa FE-UHN yang mempunyai tinggi mulai
dari 160 s.d. 165 cm sebanyak 38,12%
-0,4 0 0,6
Z1 Z2
7- 11
Teladan 2
Sebuah biro jasa tenaga kerja yang menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri melakukan
seleksi terhadap 15.000 tenaga kerja yang melamar untuk diberangkatkan ke luar
negeri. Biro jasa tersebut hanya dapat menerima sebanyak 2.400 tenaga kerja
mengingat keterbatasan lapangan kerja di luar negeri. Dari hasil seleksi, diperoleh data
bahwa rata-rata hasil ujian seluruh pelamar adalah 48 dan simpangan baku 3,6. Bila
distribusi nilai hasil ujian seleksi dianggap mengikuti distribusi normal, berapakah
nilai hasil ujian terendah dari calon tenaga kerja yang dapat diterima dalam seleksi
tersebut?
Calon tenaga kerja yang akan diterima adalah 2.400/15.000 = 0,16 = 16%
3,6
2.400 t.k. Hitung lebih dahulu berapa nilai Z untuk seluas 0,34.
12.600 t.k Dari tabel diperoleh nilai yang mendekati luas 0,34 adalah:
X
48 51,564 Z = 1,00, luasnya adalah 0,3413
Z = 0,99, luasnya adalah 0,3389.
X
Z X Z
X Z
X 48 0,99 (3,6)
X 51,564
Dengan demikian, nilai ujian terendah dari tenaga kerja yang diterima dalam seleksi tersebut
adalah 51,564.
Teladan 3
Z
- 0,33 0 1,13
65.000 – μ = 1,13 σ
65.000 – μ = 1,13 (13.698,63)
μ = 65.000 – 15.479,45
μ = 49.520,55
a.
X
Z
42.000 - 40.000
Z 0,4
5.000
X
$40.000 $42.000
P(0 ≤ Z ≤ ∞ ) = 0,5000
P(0 ≤ Z ≤ 0,4) = 0,1554 -
P(0,4 ≤ Z ≤ ∞ ) = 0,3446 = 34,46% -
Z
0 1,13
X X
b. Z Z
32.000 - 40.000 35.000 - 40.000
Z1 - 1,6 Z2 -1
5.000 5.000
P(1-1,6 ≤ Z ≤ 0 ) = 0,4452
P(-1 ≤ Z ≤ 0) = 0,0398 -
= 0,4054 = 40,54%
Definisi
Jika X adalah peubah acak binomial dengan μ = np dan σ = √npq, maka bentuk
batasan X
Z
dari distribusi di mana n ~ adalah merupakan distribusi
normal
yang dibakukan dengan μ = 0 dan σ = 1.
7- 17
x P(X:15; 0,4)
0 0,0005
1 0,0047
2 0,0219
3 0,0634
4 0,1268
5 0,1859
6 0,2066
7 0,1771
8 0,1181
9 0,0612
10 0,0245
11 0,074
12 0,0016
13 0,0003
14 0,0000
15 0,0000
0.25 7- 19
Gambar 1. Histogram dan Kurva Normal untuk P(X; 15; 0,4)
0.2
0.15
0.1
0.05
0
3,5 4,5 6,5 9,5
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
7- 20
Teladan 4
Dari distribusi peluang binomial P(X; 15; 0,4) hitunglah: (a) P(X = 4; 15; 0,4) dan
P(7 ≤ X ≤ 9; 15; 0,4) dengan menggunakan distribusi binomial dan distribusi normal.
μ = np = 15(0,4) = 6
X1 3,5 6
Z1 1,32
1,9
X 4,5 6
Z2 2 0,79
1,9
Z
-1,32 - 0,79 0
Z1 Z2
Selisih hitungan antara distribusi normal terhadap
distribusi binomial hanya 0,1268 – 0,1214 = 0,0054
4/4/2022 Samalua Waoma_Fakultas Ekonomi dan Bisnis 21
7- 22
X1 6,5 6
Z1 0,26
1,9
X 9,5 6
Z2 2 1,84
1,9
X
μ=6 6,5 9,5
Melalui bantuan tabel normal dapat diperoleh:
Teladan 4
Sebuah mesin menghasilkan keluaran (ouput) yang rusak sebanyak 20%. Suatu contoh
(sample) sebanyak 100 satuan keluaran diambil secara acak, berapa peluang bahwa tidak
lebih dari 10 satuan dalam contoh tersebut adalah keluaran yang rusak?
n = 100 p = 0,2
Syarat penghampiran distribusi normal: np > 5 dan nq > 5
μ = np = 100(0,2) = 20 > 5
nq = 100(0,8) = 80 > 5
X
10,5 μ = 20 σ = √npq = √100(0,2)(0,8) = √16 = 4
X 10,5 20
Z 2,38
4
P(- ~ ≤ Z ≤ 0) = 0,5000
P (- 2,38 ≤ Z ≤ 0) = 0,4913
_
Kurang dari 25
1. P(0) + P(1) + ……… + P(24) P(X ≤ 24,5)
P(X < 25)
No. Yang akan dihitung Distribusi Diskret (Binomial) Distribusi Kontinu (Normal)
Antara 25 dan 50
5. P(26) + P(27) …… + P(49) P(25,5 ≤ X ≤ 49,5)
25 < X < 50
25 sampai dengan 50
7. P(25) + P(26) …… + P(50) P(24,5 ≤ X ≤ 50,5)
P(25 ≤ X ≤ 50)
Tugas III