Peran dan Fungsi Umum Organisasi Internasional
Selain mempunyai tujuan serta aktivitas, Organisasi Internasional juga mempunyai peranan dan
fungsi. Dalam buku Pengantar Hubungan Internasional, Bennt mengatakan bahwa fungsi dari
organisasi internasional itu adalah :
1. Menyediakan hal-hal yang dibutuhkan bagi kerjasama yang dilakukan antar negara dimana
kerjasama itu menghasilkan keuntungan yang besar bagi seluruh bangsa.
2. Menyediakan banyak saluran-saluran komunikasi antar pemerintah yang dilakukan antar
pemerintah sehingga ide-ide dapat bersatu ketika masalah muncul ke permukaan.
Kemudian, selain fungsi ada juga peran dari Organisasi Internasional. Menurut Perwita dan Yani
dalam buku Pengantar Ilmu Hubungan Internasional dikatakan bahwa peranan Organisasi
Internasional dalam hubungan internasional saat ini telah diakui karena keberhasilannya dalam
memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh suatu negara, kehadiran organisasi
internasional mencerminkan kebutuhan manusia untuk bekerjasama, sekaligus sebagai sarana
untuk menangani masalah-masalah yang timbul melalui kerjasama.
Kemudian peranan dapat diartikan sebagai orientasi atau konsep dari bagian yang dimainkan
oleh suatu pihak dalam orisi sosialnya. Dengan peranan tersebut, para pelaku individu atau
organisasi akan berperilaku sesuai dengan harapan orang maupun lingkungannya. Dalam hal ini
peranan mejalankan konsep melayani untuk menghubungkan harapan-harapan yang terpola dari
orang lain atau konsep lingkungan dengan hubungan dan pola yang menyusun struktur sosial
Setiap organisasi internasional memiliki fungsi dan peran masing-masing sesuai dengan tujuan
organisasi internasional tersebut. peran organisasi internasional dapat diaktegorikan kedalam tiga
kategori
1. Sebagai instrumen
Organisasi internasional digunakan untuk mencapai tujuan tertentu berdasarkan politik luar
negerinya. Suatu instrumen menunjukan tujuannya apabila memperlihatkan kegunaannya dalam
periode tertentu. Biasanya terjadi pada intergovernmental organizations. Dimana anggota-
anggotanya merupakan negara berdaulat yang dapat membatasi tindakan-tindakan organisasi
internasional. Sedangkan pada non governmental organizations tindakannya mencerminkan
perilaku dari anggotanya yang berupa kelompok perdagangan, organisasi bisnis, partai politik,
atau kelompok gereja.
2. Sebagai Arena
Organisasi internasional merupakan tempat bertemu anggota-anggotanya untuk membicarakan
dan membahas masalah-masalah yang dihadapi. Organisasi internasional menyediakan tempat-
tempat pertemuan bagi para anggota untuk berkumpul berama-sama untuk berdiskusi, berdebat,
bekerjasama, maupun saling berbeda pendapat. Organisasi internasioal menyediakan kesempatan
bagi para anggotanya untuk lebih meningkatkan pandangan serta usul dalam suatu forum politik
dimana hal seperti ini tidak dapat diperoleh dalam diplomasi bilateral.
3. Sebagai aktor independen.
Organisasi internasional dapat membuat keputusan-keputudan sendiri tanpa dipengaruhi oleh
kekuasaan atau paksaan dari luar organisasi. Sejak tahun 1960-an terdapat buktu-bukti bahwa
sejumlah entitas termasuk organisasi internasional dapat mempengaruhi kejadian-kejadian dunia.
bila ha ini terjadi, entitas-entitas tersebut menjadi aktor dalam arena internasional dan saingan
bagi negara. kemampuan entitas tersebut dalam beroperasi sebagai aktor internasional dan
transnasional dapat dibuktikan bkarena mengidentifikasi diri dan kepentingannya melalui badan-
badan koorporasi, bukan melalui negara.
Sedangkan menurut Archer, organisasi internasional mempunyai tiga peran penting dalam world
politic. Pertama, organisasi internasional digunakan oleh negara-negara sebagai instrumen dari
kebijakan luar negerinya dimana hal ini sesuai dengan pandangan state centric. Kedua, organisasi
internasional dimanfaatkan untuk memodifikasi atau mengatur tingkah laku negara-negara.
ketiga, organisasi internasional adalah sebagai aktor yang dapat bertindak sesuai dengan
kemauannya, sehingga dapat dilihat apakah organisasi internasional tersebut otonom atau tidak .
A. Asas dan Tujuan PBB (Perserikatakan Bangsa-Bangsa)
Adapun tujuan perserikatan bangsa-bangsa menurut preambul piagam itu adalah sebagai berikut.
1) Menyelamatkan generasi mendatang dari bencana perang.
2) Memperteguh kepercayaan pada hak-hak asasi manusia, harkat dan derajat diri manusia dan
persamaan hak bagi pria dan wanita, serta bagi semua bangsa baik besar maupun kecil.
3) Menciptakan keadaan yang memungkinkan terpeliharanya keadilan dan penghormatan
kewajiban yang timbul dari perjanjian internasional dan sumber internasional lain.
4) Mendorong kemajuan sosial dan tingkat kehidupan yang lebih baik.
Dalam pasal 2 piagam perserikatan bangsa-bangsa ditetapkan tujuh asas, yaitu sebagai
berikut.
1) Asas persamaan kedaulatan, adalah bahwa semua anggota sama-sama berdaulat dan sama-
sama memiliki satu suara tanpa memperhitungkan luas dan kemajuan negaranya. Pengecualian
atas asas ini hanya berlaku dalam keanggotaan Dewan Keamanan yang menetapkan adanya hak
veto yang dimiliki oleh lima negara anggota tetap.
2) Asas Pacta Sunt Servanda, adalah bahwa negara anggota berkewajiban dengan itikad baik
memenuhi kewajiban yang ditimbulkan dari piagam PBB.
3) Asas penyelesaian sengketa secara damai, adalah bahwa negara anggota harus menjamin akan
menyelesaikan sengketa yang terjadi antar dirinya dengan negara lain secara damai dan
menggunakan cara-cara yang tidak mengancam perdamaian dan keamanan internasional serta
keadilan.
4) Asas tidak menggunakan kekerasan, adalah bahwa negara anggota harus menjauhkan diri dari
penggunaan ancaman dan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu
negara lain. Asas ini merupakan pelengkap dari asas ketiga di atas yang mendorong negara untuk
menyelesaikan sengketanya secara damai.
5) Asas membantu perserikatan bangsa-bangsa, adalah bahwa negara anggota harus membantu
perserikatan bangsa-bangsa dalam suatu tindakan yang diambil sesuai dengan ketentuan piagam
dan tidak membantu negara yang dikenai tindakan pencegahan atau pemaksaan oleh perserikatan
bangsa-bangsa.
6) Asas kepatuhan negara bukan anggota, adalah bahwa negara anggota menjamin agar negara
bukan anggota, apabila perlu untuk perdamaian dan keamanan internasional, bertindak sesuai
dengan asas-asas perserikatan bangsa-bangsa.
7) Asas tidak mencampuri yuridiksi domestik negara anggota, adalah bahwa perserikatan
bangsa-bangsa dilarang untuk mencampuri urusan yang pada hakikatnya merupakan urusan
dalam negeri suatu negara. Negara anggota tidak diharuskan untuk menyelesaikan urusan dalam
negerinya sesuai dengan ketentuan piagam.
B. Keaggotaan PBB
Keanggotaan PBB dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.
1. Anggota asli atau anggota pangkal atau original members (Pasal 3 Piagam PBB), terdiri dari
51 negara, yaitu negara-negara yang ikut ambil bagian dalam Konferensi San Fransisco 25
April – 26 Juni 1945.
2. Anggota atau members (Pasal 4, 5, dan 6 Piagam PBB), yaitu negara Negara anggota PBB
yang masuk kemudian, berdasarkan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Adapun syarat-syarat untuk diterima sebagai anggota PBB antara lain sebagai berikut.
1) Negara yang merdeka.
2) Negara itu mencintai perdamaian.
3) Bersedia memenuhi kewajiban-kewajiban sebagai anggota PBB.
4) Mendapat persetujuan dari dewan keamanan PBB dan disetujui oleh Majelis Umum PBB.
Negara yang ingin menjadi anggota PBB, terlebih dahulu harus disetujui oleh dewan
keamanan PBB. Persetujuan ini sekurang-kurangnya tujuh suara, yang di dalamnya termasuk
semua anggota tetap dewan keamanan. Keputusan diterima atau tidaknya sebagai anggota,
sepenuhnya menjadi wewenang Majelis Umum PBB. Pengambilan keputusan di dalam
majelis berjalan secara demokratis, yaitu dengan suara 2/3 dari anggota yang hadir
menyetujui. Negara anggota yang berulang kali malanggar asas-asas dan Piagam PBB dapat
dikeluarkan sebagai anggota oleh majelis umum atas anjuran Dewan Keamanan (Pasal 6
Piagam Perdamaian). Piagam PBB mula-mula ditandatangani oleh wakil dari 51 negara
anggota. Kemudian PBB membuka keanggotaannya bagi negara-negara lain yang ingin
menjadi anggota, dengan syarat mereka harus merupakan negara cinta damai dan dapat
menerima serta bersedia mentaati semua persyaratan yang telah digariskan dalam Piagam
PBB. Pada tahun 1986 jumlah anggota sudah mencapai 159 negara. Anggota terakhir ialah
Brunei Darussalam pada tanggal 23 September 1986.
Syarat-syarat untuk menjadi anggota PBB adalah :
1. Negara cinta damai
2. Menerima dan sanggup melaksanakan kewajiban-kewajiban yang tercantum dalam
Piagam Perdamaian PBB.
Diusulkan oleh Dewan Keamanan dan disetujui oleh Sidang Majelis Umum. Suatu negara dapat
dicabut hak anggotanya jika negara tersebut berkali-kali melanggar Piagam Perdamaian PBB.
Bahasa-bahasa resmi PBB ialah : bahasa Arab, bahasa Arab, Bahasa Inggris, bahasa Mandarin,
bahasa Prancis, bahasa Rusia dan bahasa Spanyol.
C. Alat Kelengkapan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
Dalam Bab III Pasal 7 Piagama PBB, disebutkan ada 6 bagian struktur organisasi utama PBB
yang dapat dilihat pada bagian berikut:
a. Majelis Umum (General Assembly)
Setiap negara dapat menunjuk 5 orang wakil untuk hadir dalam Sidang Umum, tetapi hanya
berhak mengeluarkan satu suara (Pasal 5 dan 18 Piagam PBB). Tiap bulan September diadakan
sidang umum biasa oleh Majelis Umum, dan sewaktu-waktu dapat diselenggarakan sidang luar
biasa bila dikehendaki oleh Dewan Keamanan atau sebagian besar anggota PBB.
Dalam setiap sidang PBB, Majelis Umum memilih seorang ketua. Sidang umum mempunyai
kekuasaan untuk mengatur organisasi dan administrasi PBB, kecuali masalah yang sedang
diselesaikan Dewan keamanan. Bahasa resmi yang digunakan antara lain Bahasa Inggris,
Perancis, Rusia, Spanyol dan Cina, termasuk dalam siaran dan pemberitaan pers.
Tugas dan Kekuasaan Majelis Umum - Tugas dan kekuasaan Majelis Umum sangat luas, yaitu
sebagai berikut:
Berhubungan dengan perdamaian dan keamanan internasional
Berhubungan dengan kerjasama ekonomi, kebudayaan, pendidikan, kesehatan, dan
perikemanusiaan
Berhubungan dengan perwakilan internasional termasuk daerah yang belum mempunyai
pemerintahan sendiri yang bukan daerah strategis
Berhubungan dengan keuangan
Mengadakan perubahan piagam
Memilih anggota tidak tetap Dewan Keamanan, Ekonomi, dan Sosial, Dewan
Perwakilan, Hakim Mahkamah Internasional, dan sebagainyal.
b. Dewan Keamanan (Security Council)
Dewan Keamanan terdiri dari lima anggota tetap yang mempunya hak veto, yakni:
Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Perancis, dan Cina, ditambah dengan 10 anggota tidak
tetap yang dipilih untuk masa 2 tahun oleh Majelis Umum.
Dewan Keamanan diberi hak dan wewenang untuk menentukan suatu hal atau masalah
yang dianggap mengganggu perdamaian, mengancam perdamaian, atau tindakan agresif.
Selanjutnya, sebagai tambahan, ada suatu komite staf militer diperbantukan pada Dewan
Keamanan yang terdiri dari Kepada Staf dari negara anggota tetap dan dimaksudkan agar
dapat mempersiapkan tindakan segera apabila terdapat ancaman perdamaian.
c. Dewan Ekonomi dan Sosial (Ekonomic and Social Council)
ECOSOC (Dewan Ekonomi dan Sosial) beranggotakan 18 negara, kemudian dengan
amendemen tahun 1963 yang mulai berlaku tahun 1965 bertambah menjadi 27 negara.
Berdasarkan amendemen tahun 1971, yang berlaku tahun 1975, jumlah anggota berubah
lagi menjadi 54 negara. Dewan Ekonomi dan Sosial dipilih oleh Sidang Umum untuk
masa 3 tahun dan bersidang sedikitnya tiga kali dalam setahun.
Tugas Dewan Ekonomi dan Sosial :
Bertanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan ekonomi dan sosial yang
digariskan oleh PBB
Mengembangkan ekonomi, sosial, dan politik
Memupuk hak asasi manusia
Mengkoordinasi kegiatan-kegiatan dari bidang khusus dengan berkonsultasi dan
menyampaikannya pada Sidang Umum kepada mereka dan anggota PBB.
d. Dewan Perwalian (Trustesship Council)
Dewan ini terdiri dari:
Anggota yang menguasai daerah perwalian
Anggota tetap Dewan Keamanan, dan
Sejumlah anggota yang dipilih untuk selama 3 tahun oleh Sidang Umum
Fungsi Dewan Perwalian - Fungsi dewan perwalian adalah
Mengusahakan kemajuan penduduk daerah perwalian dalam negara untuk mencapai
kemerdekaan sendiri.
Memberikan dorongan untuk menghormati hak-hak manusia
Melaporkan hasil pengawasan kepada Sidang Umum PBB
Piagam PBB mengatakan bahwa kolonialisasi harus dihapuskan. Oleh sebab itu, daerah yang
belum merdeka diusahakan oleh Dewan Perwalian untuk mendapatkan kemerdekaannya. Pada
umumnya sekarang daerah-daerah perwalian itu sudah merdeka.
e. Mahkamah Internasional (International Court of Justice)
Mahkamah Internasional ialah badan perlengkapan PBB yang berkedudukan di Den Haag
(Belanda). Anggotanya terdiri atas ahli hukum dari berbagai negara anggota PBB dewan
masa jabatan 9 [Link] adalah memberikan saran dan pendapat kepada Dewan
Keamanan dan Majelis Umum bila diminta.
Lembaga ini merupakan Mahkamah pengadilan tertinggi di dunia yang terdiri atas 15
orang hakim yang diilih dari 15 negara berdasarkan kecakapannya dalam bidang hukum.
Semua anggota PBB adalah peserta Piagam Mahkamah Internasional. Negara-negara bukan
anggota PBB juga menjadi peserta Piagam Mahkamah Internasional menurut ketentuan yang
ditetapkan oleh Majelis Umum atas usul Dewan Keamanan.
Mahkamah Internasional dalam mengadili suatu perkara berpedoman pada perjanjian-
perjanjian Internasional (traktatdan kebiasaan-kebiasaan internasional) sebagai sumber
hukum. Keputusan Mahkamah iNternasional meruakan keputusan terakhir walaupun dapat
dimintakan banding. Di samping pengadilan Mahkamah Internasional, terdapat juga
pengadilan arbitrasi internasional. Arbitrasi hanya untuk perselisihan hukum, dan keputusan
para arbitet tidak perlu berdasarkan peraturan-peraturan hukum.
f. Sekretarit
Sekretarit terdiri atas :
1. Sekretaris Jenderal dipimpin oleh sidang umum atas usul Dewan Keamanan dan dapat
dipilih kembali. Biasanya, Sekertaris Jenderal berasal dari negara yang tidak terlibat politik
besar. Sejak berdirinya PBB, sudah ada 7 orang Sekretaris Jenderal.
2. Sekretaris Jenderal Pembantu (Under Secretary). Ada 8 sekretaris pembantu yang
mengepalai satu departemen, yaitu
a. Sekretaris Jenderal pembantu urusan Dewan Keamanan
b. Sekretaris Jenderal pembantu urusan Ekonomi
c. Sekretaris Jenderal pembantu urusan Perwalian dan Penerangan untuk daerah yang belum
merdeka
d. Sekretaris Jenderal pembantu untuk urusan Sosial
e. Sekretaris Jenderal pembantu untuk urusan Hukum
f. Sekretaris Jenderal pembantu untuk urusan Penerangan
g. Sekretaris Jenderal pembantu untuk urusan Koperasi dan Pelayanan Umum
[Link] Jenderal pembantu urusan Tata Usaha dan Keuangan.
Tanggung jawab sekretaris jenderal pembantu adalah sebagai berikut...
1. Mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka penyelenggaraan pertemuan yang akan
diadakan oleh Majelis Umum dan Badan-Badan utama lainnyal.
2. Melaksanakan keputusan yang telah dihasilkan oleh Badan-Badan PBB dengan sebaik-
baiknya.
Piagam PBB mula-mula ditandatangani oleh wakil dari 51 negara anggota. Kemudian PBB
membuka keanggotaannya bagi negara-negara lain yang ingin menjadi anggota, dengan syarat
mereka harus merupakan negara cinta damai dan dapat menerima serta bersedia mentaati semua
persyaratan yang telah digariskan dalam Piagam PBB. Pada tahun 1986 jumlah anggota sudah
mencapai 159 negara. Anggota terakhir ialah Brunei Darussalam pada tanggal 23 September
1986.
Syarat-syarat untuk menjadi anggota PBB adalah :
3. Negara cinta damai
4. Menerima dan sanggup melaksanakan kewajiban-kewajiban yang tercantum dalam
Piagam Perdamaian PBB.
Diusulkan oleh Dewan Keamanan dan disetujui oleh Sidang Majelis Umum.
Suatu negara dapat dicabut hak anggotanya jika negara tersebut berkali-kali melanggar Piagam
Perdamaian PBB.
Bahasa-bahasa resmi PBB ialah : bahasa Arab, bahasa Arab, Bahasa Inggris, bahasa Mandarin,
bahasa Prancis, bahasa Rusia dan bahasa Spanyol.
D. Peranan Organisasi Internasional dalam meningkatkan hubungan
Internasional
Peranan Organisasi Internasional dalam meningkatkan hubungan Internasional
Organisasi Internasional secara sederhana dapat dimaknai sebagai badan hukum yang didirikan
oleh dua orang atau lebih negara yang merdeka dan berdaulat serta memiliki kepentingan dan
tujuan yang sama. Clive Archer mengartikan organisasi internasional sebagai struktur formal dan
berkelanjutan yang dibentuk atas suatu kesepakatan antara anggota-anggota (pemerintah dan
nonpemerintah) dari dua atau lebih negara berdaulat dengan tujuan untuk mengejar kepentingan
bersama para anggotanya. Organisasi internasional digolongkan kedalam dua kategori, yaitu
1. Organisasi antar pemerintah (Inter-Governmental Organization/IGO), anggotanya terdiri dari
delegasi resmi pemerintah negara-negara. Contoh : ASEAN, PBB.
2. Organisasi nonpemerintah (Non-Governmental Organization/NGO) anggotanya terdiri dari
kelompok-kelompok swasta di bidang keilmuan,keagamaan, kebudayaan,bantuan teknik atau
ekonomi, dan sebagainya. Contoh : UNHCR(pengungsi), Palang Merah Internasional.