0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan4 halaman

Memahami Metode Quality Function Deployment

QFD (Quality Function Deployment) adalah metodologi terstruktur untuk merencanakan dan mengembangkan produk dengan menetapkan spesifikasi kebutuhan pelanggan dan mengevaluasi kemampuan produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Proses QFD menggunakan 6 matriks untuk membandingkan persyaratan pelanggan, spesifikasi teknis, teknologi, proses produksi, kontrol mutu, dan spesifikasi produk akhir.

Diunggah oleh

clarissa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan4 halaman

Memahami Metode Quality Function Deployment

QFD (Quality Function Deployment) adalah metodologi terstruktur untuk merencanakan dan mengembangkan produk dengan menetapkan spesifikasi kebutuhan pelanggan dan mengevaluasi kemampuan produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Proses QFD menggunakan 6 matriks untuk membandingkan persyaratan pelanggan, spesifikasi teknis, teknologi, proses produksi, kontrol mutu, dan spesifikasi produk akhir.

Diunggah oleh

clarissa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

QFD (Quality Function Deployment)

QFD adalah suatu metodologi terstruktur yang digunakan dalam proses perencanaan dan
pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta
mengefaluasi secara sistematis kapabilitas suatu produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan
dan keinginan konsumen.
Alat utama dari QFD adalah matriks, setiap matriks yang dibuat sebagai bagian dari
proses QFD. Dalam siklus lengkap proses QFD terdapat 6 matriks dapat dilihat pada berikut:


Persyaratan Pelanggan Matriks 1
 Teknologi Terapan
Ciri-Ciri Teknikal Matriks 2
 Proses Manufaktur
Teknologi Terapan Matriks 3
 Proses Pengendalian Kualitas
Proses Manufaktur Matriks 4
 Pengendalian Proses Statistik
Proses Pengendalian Kualitas Matriks 5
 Spesifikasi Produk
Pengendalian Proses Statistik Matriks 6

Masing – masing matriks digunakan pada gambar memiliki manfaat sendiri, manfaat tersebut
adalah:
1) Matriks 1, digunakan untuk membandingkan persyaratan pelanggan dengan ciri-ciri teknikal
produk/jasa yang saling berhubungan,
Persyaratan pelanggan di sini menjadi patokan bagi perusahaan untuk menciptakan
produknya sesuai dengan keinginan pelanggan agar produk tersebut laku di pasaran.
Biasanya untuk mengetahui persyaratan pelanggan ini perusahaan akan melalukan riset
melalui survey atau terjun langsung ke pasar melakukan kegiatan ghost shopping. Kemudian,
perusahaan akan mencocokan hasil riset yang di dapat dengan teknologi terapan yang mereka
miliki.

1
2) Matriks 2, digunakan untuk membandingkan ciri-ciri teknikal pada Matriks 1 dengan
teknologi terapan. Matriks 1 dan 2 menghasilkan informasi yang dibutuhkan guna menjawab
pertanyaan-pertanyaan yaitu 1) apa yang menjadi kebutuhan pelanggan? 2) persyaratan
teknikal apa yang dibutuhkan sehubungan dengan ciri-ciri kebutuhan pelanggan? 3)
teknologi apa yang dibutuhkan untuk memenuhi atau melampaui persyaratan pelanggan? dan
4) kegiatan apa yang dilaksanakan sehubungan dengan persyaratan teknikal?
Setelah melakukan riset, perusahaan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pada matriks 2.
Lalu perusahaan akan melihat mampukah mewujudkan keinginan pelanggan ke dalam proses
manufaktur.
3) Matriks 3, digunakan untuk membandingkan teknologi terapan dari Matriks 2 dengan proses
pemanufakturan. Matriks ini bermanfaat dalam mengidentifikasi variabel penting dalam
proses pemanufakturan.
Pada tahap selanjutnya, tidak asal dilakukan proses manufaktur meskipun perusahaan
memang sanggup memproduksi produk tersebut. Harus dicocokkan teknologi terapan mana
yang dimiliki perusahaan, yang paling cocok dengan proses pemanufakturan sehingga
menghasilkan barang yang tepat.
4) Matriks 4, bermanfaat untuk membandingkan proses pemanufakturan dari Matriks 3 dengan
proses pengendalian kualitas. Matriks ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan untuk
mengoptimalisasikan proses,
Dalam proses pemanufakturan, tentu dilakukan pengendalian kualitas melalui sejumlah
aturan dan cara produksi yang ditetapkan dengan benar.
5) Matriks 5, dipergunakan untuk membandingkan proses pengendalian kualitas dan proses
Statistical Process Control (SPC). Matriks ini memastikan bahwa parameter dan variabel
proses yang tepat digunakan,
Dalam hal ini, meskipun telah ditetapkan pengendalian kualitas, namun tetap diamati apakah
cara-cara tersebut sudah benar atau belum.
6) Matriks 6, digunakan untuk membandingkan parameter SPC dengan spesifikasi yang telah
dikembangkan untuk produk/jasa akhir. Pada Matriks ini dilakukan penyesuaian untuk
menjamin bahwa produk/jasa yang dihasilkan merupakan produk/jasa yang dibutuhkan
pelanggan.

2
Di tahap akhir ini, hasil manufaktur dari suatu barang dicocokkan dengan riset pasar di awal.
Agar dipastikan hasilnya sudah sesuai dengan persyaratan pelanggan.

CONTOH

Matriks 1

Herborist merupakan sebuah perusahaan kecantikan berbahan dasar herbal. Setelah


melakukan riset pasar, diketahui produk apa yang sedang diinginkan pelanggan. Ternyata
pelanggan mengharapkan lulur dari bahan herbal yang aman, namun ampuh merawat tubuh,
mencerahkan, menghaluskan dan mengencangkan kulit, serta melembabkan kulit. Tentunya
dengan harga yang terjangkau. Untuk kemasannya, ada yang menginginkan kemasan kecil
sebagai trial serta kemasan besar agar sekalian satu kali beli.
Dari hasil riset tersebut, dicocokkan dengan teknologi terapan yang dimiliki Herborist.
Mereka kemudian meneliti menggunakan teknologi terapan di lab R&D bahan apa yang
cocok dan setelah melalui teknologi di laboratorium R&D (Research & Decvelopment) untuk
mengecek bahan apa yang cocok, terpilihlah Zaitun. Mereka juga telah mengecek teknologi
terapan lain, dan cocok untuk memproduksi lulur zaitun.

Matriks 2

Dengan ciri-ciri teknikal seperti yang disebutkan di Matriks 1, Herborist sanggup


mewujudkannya ke dalam proses pemanufakturan. Mereka tahu di mana mendapatkan bahan
dasar zaitun dalam jumlah besar sehingga nantinya ciri-ciri teknikal yang diinginkan dapat
terwujud yaitu harga terjangkau, kemudian kemasan seperti apa yang cocok sesuai
permintaan pelanggan (kemasan 100 gr dan 200 gr), dan tentunya khasiat-khasiat yang
diinginkan akan diwujudkn dengan campuran bahan-bahan herbal lainnya. Mereka punya
mesin produksinya dan gudang khusus tempat penyimpanan.

Matriks 3

Karena hasil akhir lulur berbentuk cream, maka teknologinya disesuaikan dengan output
yang diinginkan. Untuk menghasilkan cream, ada ruang mixing yang digunakan untuk
mencampur bahan-bahan dasar cair menjadi hasil akhir cream.

Matriks 4

Proses manufaktur di Herborist dilakukam dengan aturan yang ketat agar menjamin kualitas
yang baik. Tidak sembarang orang bisa masuk ke ruang produksi, pegawai yang bekerja pun
harus mengenakan jas lab, masker, pelindung sepatu. Ruangan produksi pun dibuat berwarna
hijau agar jika ada bakteri langsung dapat terlihat.

3
Matriks 5

Yang tidak pernah ketinggalan dalam proses pengendalian kualitas, ada QC (Quality Control)
yang bertugas untuk mengecek kembali produk tersebut apakah sudah layak dipasarkan atau
belum. Jika ada kesalahan, maka produk tersebut akan dipisahkan untuk dibenahi terlebih
dahulu. Begitu pula pada proses-proses sebelumnya, bahwa dalam setiap akhir proses akan
ada bagian QC (Quality Control) yang akan memeriksa produk-produk tersebut sebelum
melanjutkan ke proses selanjutnya. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kesalahan yang
terjadi dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan.

Matriks 6

Setelah dilakukan serangkaian proses pengendalian kualitas, jadilah lulur zaitun sesuai
dengan pesyaratan pelanggan di matriks 1. Lulur zaitun yang wangi, memiliki banyak
khasiat, dan harganya terjangkau siap menembus pasar.

Anda mungkin juga menyukai