Pengetahuan Pola Makan Ibu Menyusui dan Status Gizi
Pengetahuan Pola Makan Ibu Menyusui dan Status Gizi
OLEH
ATRI YANTI ENGA LIKKA
2007010153
2022
BAB I
PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengetahuan
1. Pengertian Pengetahuan
Ada banyak ahli yang mendefenisikan pengetahuan, mengemukakan
bahwa pengetahuan ialah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan
tahu tersebut adalah hasil dari pada: kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai
(Salam, 2018).
Menurut Soeprapto “Ilmu” merupakan terjemahan dari kata Inggris
science. Kata science berasal dari kata Latin scientia yang berarti “pengetahuan”.
Kata scientia berasal dari bentuk kata kerja scire yang artinya “mempelajari”,
“mengetahui” (Sobur, 2016).
Menurut Oemarjoedi pengetahuan adalah faktor penentu bagaimana
manusia berpikir, merasa dan bertindak (Dulistiawati, 2017). Pengetahuan
menurut Reber (2016) dalam makna kolektifnya, pengetahuan adalah kumpulan
informasi yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok, atau budaya
[Link] secara umum pengetahuan menurut Reber (2016) adalah
komponen - komponen mental yang dihasilkan dari semua proses apapun, entah
lahir dari bawaan atau dicapai lewat pengalaman (Reber 2016).
Berdasarkan beberapa definisi tentang pengetahuan dapat disimpulkan
bahwa pengetahuan adalah kumpulan informasi yang didapat dari pengalaman
atau sejak lahir yang menjadikan seseorang itu tahu akan sesuatu.
2. Aspek-aspek pengetahuan
Aspek-aspek tentang pengetahuan menurut Sobur (2016) adalah sebagai berikut:
1) Pengetahuan
2) Penelitian
3) Sistematis Sedangkan menurut Bloom (Azwar, 2017) aspek dari
pengetahuan adalah sebagai berikut :
a. Mengetahui
Tahu diartikan sebagai pengingat suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah
mengingat kembali terhadap rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab
itu “tahu” ini adalah merupakan tingkatan yang paling rendah.
b. Memahami
Memahami diartikan sebagai kemampuan untuk menjelaskan
secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat
menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah
paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan,
menyebutkan, menyimpulkan meramalkan terhadap objek yang akan
dipelajari
c. Aplikasi
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi
misalnya yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi rill (sebenarnya).
d. Analisis
Meliputi pemilahan informasi menjadi bagian-bagian atau meneliti
dan mencoba memahami struktur informasi.
e. Sintesis
Menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungi bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru dengan
kata lain sintesis itu adalah suatu kemampuan untuk menyususn
formulasi baru dari formulasiformulasi yang ada.
a. Evaluasi
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan
penilaian terhadap suatu materi objek. Pengetahuan dapat dilakukan
dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi
yang ingin di ukur dari suatu objek penelitian atau responden. Dari
pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa aspek pengethauan bermula
dari tahu tentang materi yang sudah dipelajari yang kemudian dapat
dijelaskan secara benar tentang objek yang diketahui lalu kemampuan
atau pengetahuan itu di gunakan untuk menyusun
pengetahuanpengetahuan baru dari pengetahuan yang sudah ada,
kemudian penegtahuanpengetahuan ini di evaluasi atau dinilai terhadap
suatu objek.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang menurut
Notoatmodjo (2018) yaitu :
1) Umur
Umur adalah umur responden menurut tahun terakhir. Umur sangat erat
hubungannya dengan pengetahuan seseorang, karena semakin bertambah usia
maka semakin banyak pula pengetahuannya.
2) Pendidikan
Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka diharapkan stok modal manusia
(pengetahuan, ketrampilan) akan semakin baik. Pendidikan secara umum
adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik
individu, kelompok masyarakat sehingga mereka memperoleh tujuan yang
diharapkan.
3) Pekerjaan
Kegiatan atau usaha yang dilakukan ibu setiap hari berdasarkan tempat dia
bekerja yang memungkinkan ibu hamil memperoleh informasi tentang
tandatanda persalinan. Pekerjaan sangat mempengaruhi ibu yang memiliki
pekerjaan diluar rumah lebih cepat dan mudah mendapatkan informasi dari
luar.
4) Pengalaman
Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk memperoleh
kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang untuk memperoleh kebenaran
pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang telah
diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi masa lalu.
5) Sumber informasi
Informasi adalah data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang
mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi
kepuasan saat ini atau kepuasan mendatang, informasi yang datang dari
pengirim pesan yang ditujukan kepada penerima pesan, seperti :
a. Media cetak, dan lain-lain.
b. Media elektronik, seperti televisi, radio, video, slide, dan lain-lain.
c. Non media, seperti dari keluarga, teman, dan lain-lain.
Faktor-faktor dari pengetahuan meliputi, umur seseorang, sebab umur seseorang
dapat sangat erat hubungannya dengan pengetahuan seseorang, kemudian
pendidikan, pendidikan yang semakin tinggi diharapkan dapat menjadi modal
manusia (pengetahuan) akan semakin baik. Selanjutnya adalah pekerjaan dan
pengalaman, semakin banyak orang bekerja pasti akan mendapatkan
pengalaman dan pengetahuan yang lebih banyak dan luas dari pada orang yang
tidak bekerja. Lalu yang terakhir adalah sumber informasi, pengetahuan dapat
diperoleh dari berbagai sumber informasi apapun, bukan hanya di lembaga
pendidikan saja, tapi pengetahuan juga dapat diperoleh dari media cetak, media
elektronik, bahkan termasuk keluarga dan teman-teman.
2.2 Konsep Ibu Menyusui
1. Pengetian Ibu Menyusui
Ibu adalah sebutan yang lazim untuk wanita yang telah melahirkan kita ke dunia.
Menyusui adalah proses pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi, dimana bayi
atau anak kecil dengan cara refleks menghisap dan menelan untuk mendapatkan
ASI (Roesli, 2016).
Menyusui bukan hanya bermanfaat untuk bayi akan tetapi juga memberikan
manfaat bagi ibu, dengan cara memberikan ASI Eksklusif tanpa makanan dan
minuman lain kepada bayi sejak lahir, kecuali obat dan vitamin. Pemberian ASI
eksklusif dapat berlangsung selama 0-6 bulan dan setelah berumur 6 bulan
diberikan makanan tambahan dengan nutrisi yang aman dan pemberian ASI
dilanjutkan sampai berumur 2 tahun (Depkes, 2017).
2. Manfaat Pemberian Air Susu Ibu (ASI
Manfaat untuk bayi adalah memberikan nutrisi terbaik untuk bayi, meningkatkan
daya tahan tubuh, meningkatkan jalinan kasih sayang meningkatkan kecerdasan.
Manfaat bagi ibu dapat mengurangi pendarahan paska melahirkan terjadinya
anemia, kemungkinan terjadinya kanker payudara, menjarangkan kelahiran, dapat
mengembalikan lebih cepat berat badan dan besarnya rahim ibu ke ukuran normal,
dan ekonomis (Suherni, 2016)
2.3 Pola Makan
Pola makan merupakan perilaku sangat penting yang dapat mempengaruhi
keadaan gizi. Hal ini disebabkan oleh kuantitas dan kualitas makanan dan minuman
yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan masyarakat. Gizi
seimbang sangat penting untuk pertumbuhan normal (KemenKes RI, 2017).
Ibu adalah orang yang memiliki peranan penting dalam menentukan makanan yang
akan diberikan kepada anak, karena pola pemberian makanan pada bayi 0-6 bulan
hanya bisa melalui Air Susu Ibu (ASI), maka dari itu, ibu harus memiliki pengetahuan
gizi dalam pemenuhan gizi seimbang (Supariasa, 2016).
Pola makan ibu menyusui yang tidak seimbang dapat mempengaruhi air susu ibu
(ASI) dan mempengaruhi status gizi pada bayi, karena ASI merupakan satu-satunya
makanan bagi bayi. Salah satu pemicu rendahnya status gizi pada usia 0-6 bulan yaitu
rendahnya pemberian ASI Eksklusif.
Pola makan yang seimbang akan menunjukkan status gizi yang baik. (Makhrajani,
2018)
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI, 2016) menganjurkan
pemenuhan gizi dengan :
1. Karbohidrat Saat bulan pertama menyusui, kebutuhan ibu meningkat sebesar
65 gr per hari atau setara dengan 1 ½ porsi nasi. Ibu menyusui dianjurkan
mengkonsumsi Nasi, ubi, kentang, singkong, bihun, mie, roti, makaroni dan
jagung.
2. Protein Sangat diperlukan untuk peningkatan produksi air susu. Ibu menyusui
membutuhkan tambahan protein 17 gr atau setara dengan 1 porsi daging (35gr)
dan 1 porsi tempe (50gr). Dianjurkan mengkonsumsi 2-3 kali sehari seperti
daging, telur, tempe dan kacang-kacangan.
3. Lemak Lemak berfungsi sebagai sumber tenaga dan berperan dalam produksi
ASI serta pembawa vitamin dalam ASI, dapat diperoleh dari Omega-3 dan
omega-6.
4. Vitamin dan Mineral Ibu menyusui membutuhkan lebih banyak vitamin dan
mineral, dan dapat diperoleh dari vitamin B1, B6, B2, B12, vit A, Yodium dan
Kalsium, jumlah vitamin dan mineral adalah 3 porsi sehari dari susu, sayuran
dan buah-buahan.
5. Cairan Ibu menyusui sangat membutuhkan cairan agar dapat menghasilkan air
susu dengan cepat, dianjurkan minum 2-3 liter air perhari atau lebih dari 8
gelas air sehari (12-13 gelas perhari).
2.4 Status Gizi
Kata gizi berasal dari bahas arab “gizzah” yang artinya zat makanan sehat. Gizi
adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal
melalui proses absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran
zat-zat yang tidak digunakan unutk mempertahankan kehidupan, dan fungsi normal
organ-organ serta menghasilakan energi. (Supariasa, 2016)
Status gizi merupakan keadaan kesehatan tubuh seseorang atau sekelompok orang
yang diakibatkan oleh konsumsi, penyerapan, dan penggunaan zat gizi makanan.
Masalah Gizi dipengaruhi banyak faktor dan saling mempengaruhi. Salah satunya
adalah faktor ekonomi, pendidikan, ketersediaan pangan ditingkat rumah tangga, pola
konsumsi makanan, kepercayaan, tradisi dan budaya. Indeks Massa Tubuh (IMT)
adalah penilaian untuk memantau status gizi dan ukuran sederhana untuk berat badan
terhadap tinggi badan yang umum digunakan untuk mengklarifikasikan berat badan
kurang, berat badan normal maupun berat badan lebih pada orang dewasa (Kemenkes
RI, 2017).
1. Macam-macam Zat Gizi Pangan dan Gizi sangat berkaitan erat karena gizi
seseorang sangat tergantung pada kondisi pangan yang dikonsumsinya.
Masalah pangan antara lain menyangkut ketersediaan pangan dan kerawanan
konsumsi pangan yang dipengaruhi oleh kemiskinan, rendahnya pendidikan,
dan adat/kepercayaan yang terkait dengan tabu makanan. (Yayuk, F 2016).
2. Gizi Seimbang Gizi Seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang
mengandung zatzat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan
dirinya sendiri dan pertumbuhan dan perkembangan bayi saat menyusui
sangat penting karena apa yang Ibu makan sangat erat kaitannya dengan
produksi air susu ibu (ASI). Gizi Seimabang mengandung 3 zat gizi utama
yaitu :
1) Zat Tenanga (yang terdiri dari karbohidrat dan lemak)
2) Zat Pembangun (yang terdiri dari protein)
3) Zat Pengatur (yang terdiri dari vitamin dan mineral). (Godam,2016)
3. Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui Bayi 0-6 Bulan (Kemenkes RI, 2017)
1. Kerangka Konsep
Menurut Notoatmodjo (2018), kerangka konsep adalah kerangka hubungan antara
konsep-konsep yang akan diukur maupun diamati dalam suatu penelitian. Sebuah
kerangka konsep haruslah dapat memperlihatkan hubungan antara variable-variabel
yang akan diteliti. Kerangka konsep dalam penelitian ini dapat digambarkan seperti di
bawah ini.
2. Kerangka Hubungan Antara Variabel
Berdasarkan pada landasan teori diatas, maka pada penelitian ini dirumuskan
kerangka konsep penelitian sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kerangka Konsep
Variabel Independen Variabel Dependen
Dari kerangka konsep di atas dapat dilihat variabel independen dan variabel dependen :
nilai median
sampel.
Status Gizi Penilaian Buruk: jika skor Antopom Nomina 1. Kurang (
2 Ibu status gizi ibu responden≤dari etri l IMT <
menyusui menyusui yang nilai median 18,5)
nilai median
sampel.
Rumus chi-square
c. Penyajian Data
Penyajian data merupakan upaya penyususnan sekumpulan informasi kedalam
suatu matriks yang mudah dipahami.
3.7 Organisasi Dan Personalia Penilitian
Organisasi saya mengambil tempat penelitian di Puskesmas Mananga Kecamatan
Mamboro Kabupaten Sumba Tengah dan saya mengambil personalia ibu menyusui di
piuskesmas tersebut.
3.8 Jadwal Kegiatan Penelitian
Untuk jadwal kegiatan ppenilitiannya di rencanakan pada bulan september 2023
mendatang.
DAFTAR PUSTAKA
Ardiny, F. and Rahayuni, A. (2013) ‘Hubungan Status Gizi Ibu Dengan Status Gizi Bayi Usia 5
– 6 Bulan Yang Mendapat Asi Eksklusif’, Journal of Nutrition College, 2(4), pp. 600–607.
doi:10.14710/jnc.v2i4.3820.
Oktarina, O.O. and Wardhani, Y.F. (2020) ‘Perilaku Pemenuhan Gizi pada Ibu Menyusui di
Beberapa Etnik di Indonesia’, Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 22(4), pp. 236–244.
doi:10.22435/hsr.v22i4.1550.
Rustiana, W. (2013) ‘Program studi diploma III kebidanan sekolah tinggi ilmu kesehatan kusuma
husada surakarta 2013’, Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Resiko Tinggi Kehamilan
di BPS Siti Mursidah Sumber Lawang Sragen Tahun 2013, 1(2013), pp. 1–64.