SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK SEKOLAH
Dosen Pengampu :Hartati , SKM, [Link]
Disusun Oleh : Ihya bagus Aris Wicaksana
Nim : P1337420322121
POLTEKKES KEMENTERIAN KESEHATAN
SEMARANG DIII KEPERAWATAN PEKALONGAN
TAHUN AJARAN 2023/2024
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK SEKOLAH
Topik : Diare
Subtopik : Pencegahan dan penanganan
diare Hari/Tanggal : Senin, 11 September 2023
Waktu/Jam : 08.00 s.d. selesai
Tempat/Peserta : Auditorium Poltekkes Semarang
1. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta mampu mengetahui car acara
pencegahan dan penanganan diare dan dapat dipublikasikan dalam kehidupan sehari
hari.
B. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 10 menit peserta mampu :
1) Menjelaskan pengertian diare
2) Mnjelaskan penyebab diare
3) Menjelaskan tanda dan gejala
4) Menjelaskan komplikasi pada diare
5) Menjelaskan cara pencegahan diare
6) Menjelaskan cara pengobatan dan penanganan diare
2. MATERI (Terlampir)
1) Pengertian Diare
2) Penyebab Diare
3) Tanda dan Gejala Diare
4) Komplikasi Diare
5) Cara Pencegahan Diare
6) Cara Penanganan Diare
3. METODE
Diskusi
Tanya Jawab
4. MEDIA DAN ALAT
Leaflet
5. KEGIATAN
NO WAKTU KEGIATAN MAHASISWA KEGIATAN
PESERTA
1. 2 menit Pembukaan : 1. Menjawab salam
1. Membuka kegiatan dengan 2. Mendengarkan
mengucap salam 3. Memperhatikan
2. Memperkenalkan diri
3. Kontrak waktu
4. Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan
5. Menyebutkan materi yang akan
disampaikan pada penyuluhan
2. 10 menit Pelaksanaan : 1. mendengarkan
1. menjelaskan pengertian diare 2. memperhatikan
2. menjelaska tanda dan gejala diare
3. menjelaskan komplikasi
4. menjelaskan cara pencegahan
diare
5. menjelaskan pengobatan dan
penanganan diare
3. 5 menit Diskusi : Mengajukan pertanyaan
Memberikan kesempatan pada peserta
untuk mengajukan pertanyaan kemudian
didiskusikan bersama dan menjawab
pertanyaan
4. 3 menit Evaluasi : Menjawab dan
Menanyakan kepada peserta materi yang menjelaskan pertanyaan
di berikan dan reinforcement kepada
peserta bila dapat menjwab dan
menjelaskan Kembali materi
5. 2 menit Terminasi : Mendengarkan dan
1. mengucapkan terimakasih pada menjawab salam
peserta
2. mengucapkan salam
6. RENCANA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Peserta hadir ditempat penyuluhan.
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan Auditorium Poltekkes Semarang.
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Peserta mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai.
c. Peserta dapat mempraktekkan teknik cuci tangan dengan benar.
d. Peserta dapat mengulang cam pembuatan dan pemberian oralit sesuai anjuran
dan takaran yang disampaikan.
e. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.
3. Evaluasi Hasil
a. Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 80% peserta penyuluhan mampu
mengerti dan memahami penyuluhan yang diberikan sesuai dengan tujuan
khusus.
7. EVALUASI
1) Apakah pengertian dari diare ?
2) Apa tanda dan gejala timbulnya diare ?
3) Komplikasi yang terjadi diare ?
4) Bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi diare ?
5) Lalu, jika sudah terkena diare bagaimana cara pengobatan dan penanganan diare?
8. SUMBER YANG DIGUNAKAN
[Link]
penyakit-diare
[Link]
URAIAN MATERI
1. PENGERTIAN DIARE
Diare merupakan penyakit yang membuat penderitanya sering buang air besar
dengan kondisi tinja encer atau cair. Ini biasanya terjadi karena adanya gangguan
dalam sistem pencernaan, yang bisa disebabkan oleh infeksi, makanan yang tidak
cocok, reaksi terhadap obat-obatan, atau masalah kesehatan lainnya. Diare bisa
bersifat akut (berlangsung hanya beberapa hari) atau kronis (berlangsung dalam
jangka waktu yang lebih lama). Dehidrasi adalah komplikasi umum yang dapat terjadi
akibat diare yang berat. Pada umumnya diare terjadi akibat mengkonsumsi makanan
dan minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit.
Diare umumnya berlangsung kurang dari 14 hari (diare akut). Namun, pada
sebagian kasus, diare dapat berlanjut hingga lebih dari 14 hari (diare kronis).
Umumnya, diare dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, diare yang memburuk
dapat menyebabkan komplikasi yang fatal, jika tidak ditangani dengan tepat.
2. PENYEBAB DIARE
Diare dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, tetapi umumnya terjadi akibat
infeksi virus di usus besar. Jenis virus penyebab diare meliputi Rotavirus, Norwalk
atau Norovirus, Cytomegalovirus, dan virus hepatitis. Di antara jenis-jenis virus
tersebut, Rotavirus adalah virus yang paling sering menyebabkan diare pada anak-
anak.
Selain infeksi virus, diare juga dapat disebabkan oleh :
1) Infeksi bakteri, seperti Campylobacter, Clostridum difficile, Escherichia coli,
Salmonella, dan Shigella
2) Infeksi parasit, contohnya amebiasis, kriptosporidiosis, giardiasis, atau
strongyloidiasis
3) Infeksi virus lain, seperti SARS-CoV-2 penyebab COVID-19
4) Alergi makanan
5) Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan
seperti sorbitol
6) Intoleransi fruktosa, yaitu gangguan dalam mencerna pemanis alami pada
madu dan buah-buahan
7) Intoleransi laktosa, yaitu gangguan dalam mencerna zat gula pada susu dan
produk sejenisnya
8) Efek samping operasi batu empedu
9) Efek samping obat-obatan, misalnya antibiotik, yang dapat mengganggu
keseimbangan alami bakteri dalam usus, atau antasida yang mengandung
magnesium.
3. TANDA DAN GEJALA PENYEBAB DIARE
Gejala diare bervariasi. Namun, gejala yang paling sering dialami oleh
penderita diare adalah :
Perut mulas
Buang air besar cair (tinja encer) atau bahkan berdarah
Sulit menahan buang air besar
Pusing, lemas, dan kulit terasa kering
Sebagian besar diare disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di usus besar
yang berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Namun, diare yang
berlangsung lama dapat terjadi akibat peradangan di saluran pencernaan.
4. KOMPILKASI
Diare dapat menyebabkan berbagai komplikasi, terutama jika tidak diobati
dengan baik. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat diare meliputi:
1) Dehidrasi
Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang signifikan dari
tubuh, yang dapat mengakibatkan dehidrasi. Dehidrasi yang parah dapat
berdampak serius pada kesehatan, terutama pada anak-anak dan orang dewasa
yang lebih rentan.
2) Gangguan Elektrolit
Kehilangan cairan dan elektrolit akibat diare dapat mengganggu keseimbangan
elektrolit dalam tubuh, yang dapat mempengaruhi fungsi jantung, otot, dan sistem
saraf.
3) Penurunan Berat Badan
Diare yang berat dan berkepanjangan dapat menyebabkan penurunan berat
badan yang signifikan karena hilangnya cairan dan nutrisi dari tubuh.
4) Gangguan Pemrosesan Makanan
Diare dapat mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dari
makanan yang dikonsumsi, menyebabkan kurangnya asupan nutrisi yang
dibutuhkan oleh tubuh.
5) Penularan Infeksi
Jika diare disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi bakteri atau parasit, ada
risiko penularan kepada orang lain melalui kontak langsung atau lingkungan yang
terkontaminasi.
6) Penularan Infeksi
Jika diare disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi bakteri atau parasit, ada
risiko penularan kepada orang lain melalui kontak langsung atau lingkungan yang
terkontaminasi.
7) Komplikasi pada Orang dengan Kondisi Medis Tertentu
Orang yang memiliki kondisi medis seperti penyakit autoimun, gangguan
pencernaan kronis, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin lebih rentan
terhadap komplikasi akibat diare.
8) Kematian
Diare yang parah dan tidak diobati dapat menyebabkan kondisi yang
mengancam jiwa, terutama pada kelompok yang rentan seperti bayi, anak-anak
kecil, dan orang tua.
Penting untuk mencari perawatan medis jika diare berlangsung lebih lama dari
biasanya, terutama jika disertai dengan gejala dehidrasi seperti mulut kering, urin
berkurang, dan kelemahan yang parah.
5. PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN DIARE
Pengobatan utama diare adalah mencegah dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi
ketika cairan tubuh yang hilang lebih banyak daripada yang dikonsumsi. Kondisi ini
dapat menyebabkan tubuh tidak berfungsi secara normal. Untuk pencegahannya
penderita dapat meminum cairan elektrolit, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang
akibat diare. Selain itu, konsumsi makanan lunak, suplemen probiotik, dan obat anti
diare bisa didapatkan di apotek atau toko obat, juga disarankan untuk mempercepat
pemulihan diare.
Pada kondisi yang lebih serius, dokter akan memberikan obat-obatan, seperti :
Obat antibiotik
Obat pereda nyeri
Obat yang dapat memperlambat gerakan usus
Untuk mencegah diare, dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan diri dan
makanan, misalnya dengan mencuci buah dan sayur sebelum dimakan, tidak
mengonsumsi makanan atau minum air yang belum dimasak sampai matang, dan rajin
mencuci tangan.
6. PENANGANAN UTAMA PADA ANAK DIARE
a) Pemberian Cairan
Penting untuk memastikan anak tetap terhidrasi. Berikan cairan oralit (oral
rehydration solution) yang mengandung elektrolit dan gula. Cairan ini membantu
mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare. Jika anak tidak mau
minum oralit, Anda bisa memberikan cairan lain seperti air putih, jus, atau kaldu
ringan.
b) Pemberian Makanan
Lanjutkan memberikan makanan pada anak, tetapi pilih makanan yang mudah
dicerna dan rendah lemak. Pilihan makanan meliputi nasi, roti tawar, pisang
matang, apel yang sudah dikupas, dan bubur.
c) Hindari Makanan Tertentu
Hindari memberikan makanan yang dapat memperparah gejala diare, seperti
makanan pedas, berlemak tinggi, atau makanan yang mengandung banyak gula.
d) Pantau Tanda Dehidrasi
Perhatikan tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, mata cekung, kurang
buang air kecil, atau lemah. Jika tanda-tanda ini muncul, segera konsultasikan
dengan dokter.
e) Konsultasikan dengan Dokter
Jika diare berlangsung lebih dari beberapa hari, atau jika anak tampak sangat
lemah atau mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter. Dokter dapat
memberikan panduan lebih lanjut dan mungkin meresepkan obat jika diperlukan.
f) Hindari Obat Antidiare
Tidak dianjurkan untuk memberikan obat antidiare tanpa rekomendasi dokter,
terutama pada anak-anak. Obat semacam itu dapat memperparah masalah atau
menyebabkan efek samping.
EVALUASI
Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat
1. Apakah pengertian dari diare ?
2. Apa tanda dan gejala timbulnya diare ?
3. Komplikasi yang terjadi diare ?
4. Bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi diare ?
5. Lalu, jika sudah terkena diare bagaimana cara pengobatan dan penanganan diare?
Jawaban :
1. Pengertian Diare
Diare merupakan penyakit yang membuat penderitanya sering buang air besar dengan
kondisi tinja encer atau cair.
2. Tanda dan Gejala Diare
Tinja encer
Muntah
Badan lesu atau lemah.
Panas
Tidak nafsu makan
Darah dan lendir dalam kotoran
Nyeri pinggang
3. Komplikasi
Komplikasi yang dapat diakibatkan oleh diare adalah sebagai berikut:
a. Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik, hipertonik).
b. Hipokalemia (dengan gejala ineteorismus, lemah, bradikardi).
c. Hipoglikemi
4. Pencegahan Diare
Untuk mencegah diare, dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan diri dan
makanan, misalnya dengan mencuci buah dan sayur sebelum dimakan, tidak
mengonsumsi makanan atau minum air yang belum dimasak sampai matang, dan rajin
mencuci tangan.
Untuk pencegahannya penderita dapat meminum cairan elektrolit, untuk
mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Selain itu, konsumsi makanan lunak,
suplemen probiotik, dan obat anti diare bisa didapatkan di apotek atau toko obat, juga
disarankan untuk mempercepat pemulihan diare.
5. Pengobatan dan Penanganan Diare
Pengobatan utama diare adalah mencegah dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi
ketika cairan tubuh yang hilang lebih banyak daripada yang dikonsumsi. Kondisi ini
dapat menyebabkan tubuh tidak berfungsi secara normal.
Penanganan utama pada anak diare adalah memastikan kecukupan asupan
cairan anak untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan gangguan elektrolit. Cairan
yang paling ideal adalah cairan rehidrasi oral (CRO) atau oralit yang mengandung
air, gula dan elektrolit.