100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
771 tayangan90 halaman

Kodifikasi ICD-9-CM untuk Prosedur Medis

Pelatihan koding ICD-9-CM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam mengkodifikasi tindakan medis sesuai dengan sistem ICD-9-CM tahun 2010, mencakup aturan dasar, struktur chapter, dan konvensi tanda baca dalam ICD-9-CM serta melakukan kodefikasi yang sesuai dengan aturan klaim JKN."

Diunggah oleh

nazma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
771 tayangan90 halaman

Kodifikasi ICD-9-CM untuk Prosedur Medis

Pelatihan koding ICD-9-CM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam mengkodifikasi tindakan medis sesuai dengan sistem ICD-9-CM tahun 2010, mencakup aturan dasar, struktur chapter, dan konvensi tanda baca dalam ICD-9-CM serta melakukan kodefikasi yang sesuai dengan aturan klaim JKN."

Diunggah oleh

nazma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kodifikasi Tindakan Sesuai Dengan

ICD 9CM Tahun 2010

Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan


Kementerian Kesehatan RI
Pelatihan Koding Bagi Tenaga Koder di FKRTL Dalam Program JKN
Makasar, 27 Agustus – 1 September 2023
TUJUAN UMUM PELATIHAN

Diharapkan peserta mampu melakukan


kodifikasi tindakan/prosedur sesuai
dengan ICD-9-CM Tahun 2010

2
TUJUAN KHUSUS
Diharapkan peserta dapat meningkatkan pemahaman
terkait :
1. aturan dasar ICD-9-CM
2. struktur dan chapter di ICD-9-CM
3. konvensi tanda baca ICD 9 CM
4. melakukan kodefikasi ICD-9-CM sesuai dengan
aturan klaim JKN
Definisi Prosedur
Intervensi medis atau bedah yang dilakukan kepada pasien dengan
tujuan diagnostik atau terapeutik
Meliputi :
• Radiologi eksplorasi fungsional
• Intervensi bedah
• Prosedur umum untuk tujuan diagnostik/terapi

ICD 9 CM 🡺 Merupakan sistem pengklasifikasian prosedur


tindakan operasi dan non operasi berdasarkan
kriteria / kategori tertentu

5
Tujuan Penggunaan ICD-9 CM
a. Informasi klasifikasi morbiditas dan mortalitas untuk statistik.
b. Indeks penyakit dan operasi.
c. Laporan diagnosis oleh dokter
d. Penyimpanan dan pengambilan data.
e. Laporan nasional morbiditas dan mortalitas.
f. Untuk pengelompokan penyakit (CBG) dalam pembiayaan.
g. Membantu kompilasi dan pelaporan data sebagai evaluasi
pelayanan kesehatan. 6
ICD 9 CM terbagi menjadi :
• Bagian I : (Tabular List) Daftar
Classification of Procedures.
• Bagian II : Index to Procedure,
Alfabet A – Y

7
ICD 9-CM Procedure Classification:

Based on 2-
Published digit
Modification of Structure of
in its own structure
Fascicle V the
volume Surgical with 2
containing “Surgical procedures
Non-surgical classification decimal
Procedures” of procedures is based on Numeric digits where
both ICD 9
are group in necessary
are confined to anatomy only
Tabular Classification rubrics 01- (expansion
rubrics 87-99 rather than
List and of Procedures 86 from 3 digits
surgical in ICD 9 to
Alphabetic in Medicine specialty. 4 digits in
Index. ICD 9-CM)

8
16 CHAPTER CODE ICD-9-CM
BAB CODE PROCEDURE
0 00 Procedures and intervention, not elsewhere clasified
1 01 – 05 Operations on the nervous system
2 06 – 07 Operations on the endocrine system
3 08 – 16 Operations on the eye
4 18 – 20 Operations on the ear
5 21 – 29 Operations on the nose, mouth, and pharynx
6 30 – 34 Operations on the respiratory system
7 35 – 39 Operations on the cardiovascular system
8 40 – 41 Operations on the hemic dan lymphatic system
9 42 – 54 Operations on the digestive system
10 55 – 59 Operations on the urinary system
11 60 – 64 Operations on the male genital organs
12 65 – 71 Operations on the female genital organs
13 72 – 75 Obstetrical procedures
14 76 – 84 Operation on the musculoskeletal system
15 85 – 86 Operations on the integumentary system
9
16 87 – 99 Miscellaneous diagnostic and therapeutic procedures
DEFINITION

• Prosedur Operatif

• Prosedur Non Operatif

10
Prosedur Operatif
setiap prosedur
terapeutik/diagnostik utama
yang melibatkan
penggunaan instrument
atau dengan memanipulasi
bagian atau beberapa
bagian dari tubuh. Pada
umumnya dengan bantuan
anastesi. 11
Prosedur Non Operatif

Prosedur investigasi dan


terapeutik lain yang tidak
melibatkan pembedahan
seperti prosedur radiologi,
laboratorium, pemeriksaan
fisik, psikologis dan lainnya.

12
Prinsip Operasi – dilakukan untuk mengobati kondisi yang
dipilih sebagai diagnosis utama 13
Struktur ICD-9-CM

Multi-axial classification

Codes differentiated
according to categories:

1st level: Anatomical site


axis

2nd level: Procedural axis

3rd level:
Site/Procedure/Technique
axis
14
CHAPTER VI - OPERATIONS ON THE RESPIRATORY
SYSTEM (30-34) (PRIMARY AXIS)
32 EXCISION OF LUNG AND BRONCHUS
(SECONDARY AXIS)

32.0 LOCAL EXCISION OR DESTRUCTION OF LESION


OR TISSUE OF BRONCHUS (SECONDARY AXIS)

32.01 ENDOSCOPIC EXCISION OR DESTRUCTION OF


LESION OR TISSUE OF BRONCHUS (TERTIARY AXIS)

32.09 OTHER LOCAL EXCISION OR DESTRUCTION OF


LESION OR TISSUE OF BRONCHUS (TERTIARY AXIS)

15
CHAPTER XI -OPERATIONS ON THE MALE GENITAL
ORGANS (60-64) (PRIMARY AXIS)
60 Operations on prostate and seminal vesicles
(SECONDARY AXIS)

60.1 Diagnostic procedures on prostate and seminal vesicles


(SECONDARY AXIS)

60.11 Closed [percutaneous] [needle] biopsy of prostate


60.12 Open biopsy of prostate
60.13 Closed [percutaneous] biopsy of seminal vesicles
60.14 Open biopsy of seminal vesicles
60.18 Other diagnostic procedures on prostate and periprostatic
60.19 Other diagnostic procedures on seminal vesicles
16
Konvensi tanda baca
dalam ICD 9 CM

17
NEC (Not elsewhere classifiable).
Kurangnya informasi yang didapatkan untuk
mendapatkan kode yang spesifik.

18
NOS (Not otherwise specified).
🡺 Equivalent to “unspecified”

19
[] Brackets
Digunakan untuk mengurung persamaan kata atau sinonim
( Synonyms ), kata sebutan alternatif ( alternative words ), dan
frasa penjelasan ( explanatory phrases ).
Contoh : extracorporeal circulation [heart-lung machine]

( ) Parentheses
Untuk mengurung kata tambahan (supplementary words) yang
mengikuti suatu istilah tindakan, tanpa mempengaruhi kode ICD.

20
: Colons
Menambahkan istilah yang tidak lengkap. Dengan menambahkan
satu atau lebih modifier untuk bisa ditetapkan ke dalam kategori
tertentu.
e.g 52.96 Anastomosis of Pancreas
Anastomosis of pancreas (duct) to:
intestine
jejunum
stomach

21
} Braces
untuk melampirkan serangkaian istilah, yang masing-masing
dimodifikasi oleh pernyataan yang muncul di sebelah kanan kurung
kurawal.

e.g 56.0 Transurethral removal of obstruction from ureter


and renal pelvis
Removal of:
blood clot from ureter or renal pelvis
calculus without incision
foreign body

22
INCLUDE
Istilah yang muncul di bawah judul pada digit 3 untuk menjelaskan lebih detail
atau memberikan contoh kategori tsb
Contoh : 81.5 Joint replacement of lower extremity
Includes: arthroplasty of lower extremity with:
external traction or fixation
graft of bone (chips) or cartilage
internal fixation device or prosthesis

23
24
Excludes
Istilah pengecualian yang harus dilihat dan ditelusuri pada tempat lain

25
26
OMIT CODE
OMIT CODE dibedakan berdasarkan :

1. Merupakan bagian dari prosedur utama


Jika ada pernyataan omit code pada Indeks Alfabet maka prosedur
tersebut adalah bagian dari kode prosedur lain yang berhubungan dan
tidak dikode.
Contoh :
# Laparatomy NEC 54.19
as operative approach --omit code
# Laminectomy (decompression) (for exploration) 03.09
as operative approach --omit code

27
OMIT CODE
2. Berdasarkan Teknik yang digunakan
Jika ada pernyataan omit code terkait dengan teknik yang dilakukan maka
tidak dikode. Tetapi jika dilakukan dengan instrument (tajam) maka bukan
termasuk omit code.

28
CODE ALSO
Instruksi code also dalam daftar tabulasi berarti “beri kode ini juga bila
prosedur lain dilakukan”. Jadi menambahkan kode selain kode prosedur
utama.

30
31
Modifier pada ICD-9 CM

setiap kata benda atau kata sifat yang terdaftar


di dalam leadterm disebut modifier.

Terdapat 2 jenis modifier :

1. Modifier Esensial
2. Modifier Nonesensial

32
Modifier Esensial

Modifier essensial adalah deskripsi/penjelasan yang memiliki efek


pada pemilihan kode. Modifier ini menjelaskan perbedaan penting
dalam letak/tempat atau teknik bedah. Ketika istilah utama (main
term) hanya memiliki satu modifier, istilah utama itu merupakan
essential modifier.
modifier essensial terletak pada baris yang sama dengan istilah
utama (main term), dipisahkan dengan koma. esensial modifier
disebut sebagai subterm ketika istilah utama (main term) memiliki
lebih dari satu esensial modifier.
33
Modifier NonEsensial

Nonesensial Modifier ditemukan dalam tanda kurung setelah istilah


dan subterm utama. Bila istilah kurung ini ada dalam deskripsi
prosedur, hal itu tidak berpengaruh pada pemilihan kode yang
tercantum untuk istilah utama (main term)

34
Contoh Modifier pada ICD-9 CM

Misalnya, untuk menemukan kode Endarterektomi Aorta


Ascending dalam Indeks Abjad, pilih "Endarterektomi" sebagai
istilah utama, dengan “Ascending" dan "aorta" sebagai modifier.

Dalam contoh di atas, 38.10 digunakan untuk endarterektomi.


Namun endarterektomi aorta, endarterektomi aorta ascending atau
endarterektomi aorta desendening diberi kode 38.14. Modifier
esensial atau subterm "aorta" mempengaruhi pilihan kode dan
Modifier Nonesensial “ascending" tidak mempengaruhi kode.
35
Petunjuk-silang (cross-reference):

Suatu petunjuk silang untuk istilah atau persamaan dari


suatu tindakan, sama seperti dalam klasifikasi penyakit
atau ICD 10. Terdiri dari tiga macam:
1. .Petunjuk silang Lihat (See) merupakan sebuah
petunjuk yang jelas untuk melihat di tempat lain.
Ini digunakan dengan istilah yang tidak
menjelaskan jenis prosedur yang dilakukan.
2. Petunjuk silang Lihat juga (See Also)
mengarahkan untuk melihat istilah utama yang lain
jika seluruh informasi yang dicari tidak berada pada
istilah utama yang pertama dimasukkan.
3. Petunjuk-silang Lihat kategori (See Category)
mengarahkan koder pada daftar yang tersusun
dalam tabel untuk informasi lebih lanjut atau
petunjuk letak yang spesifik
36
37
Langkah-
Menentukan
langkah
kode
ICD-9 CM
IDENTIFIKASI PERNYATAAN
Identify the procedure phrase
to be coded
Dalam mengkode laporan operasi,
koder harus membaca dengan
seksama seluruh laporan operasi dan
mencatat atau menggaris bawahi
kemungkinan adanya penulisan
diagnosis, kelainan atau prosedur
yang tidak sesuai dengan apa yang
ditulis oleh dokter dalam laporan
operasi, koder harus mengklarifikasi
hal tersebut dengan dokter yang
bersangkutan
Decide the Lead
term
LIHAT LEAD
TERM
Leadterm / Main Term Pada ICD-9 CM

01 Merupakan jenis prosedur yang dilakukan


dan BUKAN LOKASI ANATOMI

Leadterm dapat berupa PROSEDUR,


02 EPONYM (menggunakan kata penemu),
atau KATA SIFAT
PROCEDURE
CONTOH LEADTERM PADA ICD-9 CM
Biopsy
Prosedur Bronchoplasty,
Bypass

Bischoff,
0Eponim Operasi Brock,
Burch procedure

Ballon
Adjective Blood
Bone
Contoh LEADTERM
TINDAKAN
Look up lead term in
the Alphabetic index
Locate any

modifiers
Check the code given in
the index with

Tabular list
Check for Inclusion
and Exclusion
terms
Assign the code
CANTUMKAN KODE yang Anda pilih
Ketentuan Khusus Kodefikasi ICD 9 CM 50

∙ Principal Procedure
∙ Bilateral Procedure
∙ Operative approaches
∙ Biopsies
∙ Canceled procedure
∙ Incomplete procedure
∙ Failed procedure

50
PROSEDUR SIGNIFIKAN
4 Kriteria yang tercantum dalam federal register untuk
prosedur yang dianggap signifikan. Antara lain :
1. yang bersifat bedah seperti insisi, eksisi, amputasi dll
2. mempunyai resiko prosedur
3. mempunyai resiko dari anastesi
4. membutuhkan pelatihan khusus
Kode yang signifikan dapat ditemukan pada semua bab
klasifikasi prosedur, tetapi paling banyak terdapat pada
bab 1-15. dan sedikit di bab 16
51
Prosedur Utama (Principal Procedure)

prosedur utama adalah prosedur yang


dilakukan untuk pengobatan daripada
untuk tujuan diagnostik atau eksplorasi
atau untuk pengobatan komplikasi. jika
pasien memiliki lebih dari satu prosedur
yang memenuhi kriteria prosedur utama,
pilih salah satu yang paling terkait dengan
diagnosis utama.

Sumber : Uniform Hospital Discharge Data Set (UHDDS)


Australia
52
Bilateral Procedure 53

ICD 9 CM menyediakan satu kode untuk menggambarkan prosedur bilateral,


Namun ada kasus ketika klasifikasi tidak membedakan antara prosedur
unilateral dan bilateral, dan terdapat resource pada kondisi bilateral tersebut
maka dikoding dua kali.

47
53
BIOPSI TERTUTUP
Ada beberapa metode untuk melakukan biopsi tertutup:
• perkutan melalui penggunaan jarum (needle) ,
• endoskopi, atau
• dengan brush atau aspirasi.

Tidak semua kode prosedur biopsi aspirasi terdapat pada


klasifikasi prosedur di ICD 9 CM. Bila tidak ada kode biopsi
aspirasi tersebut, disamakan dengan biopsi tertutup.
selama prosedur bedah terbuka, tetapi dalam prosedur biopsi
dilakukan menggunakan jarum (needle), berilah kode biopsi
tertutup karena teknik yang digunakan untuk mendapatkan
jaringan tersebut menggunakan jarum.

54
Ada dua cara pengkodean biopsy perendoscopy. Jika pada buku
ICD 9 CM menyediakan kedua prosedur antara biopsy dan
endoscopy menjadi kode gabung berilah kode gabungan tersebut.

Jika tidak ada kode yang mencakup kedua prosedur, setiap


prosedur dikodekan secara terpisah.

55
Prosedur dibatalkan

Untuk prosedur yang dibatalkan


sebelum dimulai. tidak ada kode
prosedur yang ditetapkan. gunakan
kode diagnosis untuk batal tindakan

56
57
Incomplete Procedure

Perlu untuk melihat laporan operasi dalam


menentukan sejauh mana prosedur dilakukan
untuk menentukan penetapan kode yang benar.
Sesuaikan berdasarkan dokumentasi dalam
rekam medis

58
59
Failed Procedure

Prosedur yang gagal tidak sama dengan komplikasi prosedur. jika prosedur
sudah selesai tetapi prosedur tersebut tidak mencapai tujuan terapeutik.
prosedur dikode sesuai dengan yang dilakukan

60
Pengaruh Kode ICD 9 CM pada Klaim JKN

61
ICD 9 CM

Pembayaran tambahan (Top Up) pada PMK 26 Tahun 2021

⮚ Special Procedure 🡺 Prosedur/tindakan


⮚ Special Drugs 🡺 Obat
⮚ Special Investigation 🡺 Pemeriksaan Penunjang
⮚ Special Prosthesis 🡺 Protesis/implant
⮚ Subacute cases 🡺 LOS 43 – 103 hari
Psiaktri &
⮚ Chronic cases 🡺 LOS 104-180 hari Kusta
PMK 26 Tahun 2021
62
TOP UP ICD 9 CM DI RAWAT JALAN

63
PMK 26 TAHUN 2021
TOP UP ICD 9 CM DI RAWAT INAP

PMK 26 Tahun 2021

64
PMK 26 TAHUN 2021
Lampiran (1/5)
Terdapat 2 lampiran
baru pada Permenkes 3 I A. Kriteria Pembayaran Tambahan (Top Up Payment) pada Special Casemix Main Groups
Tahun 2023, yaitu (CMG)
lampiran: Terdapat penambahan 5 Top Up baru dari list Top Up dalam Permenkes 26 Tahun 2021,
✔I A. Kriteria yaitu:
Pembayaran Tambahan
Kode Spc CMG, Item Grup INA CBG Kode ICD 10 Kode ICD 9 CM
(Top Up Payment) pada
Special Casemix Main
YY‐13‐III Coil G‐1‐12‐I 39.75
Groups (CMG
✔II. KRITERIA G‐1‐12‐II
PELAYANAN DAN G‐1‐12‐III
KOMPETENSI UNTUK YY‐14‐III Trombektomi G‐1‐12‐I ‐ 39.74
PELAYANAN G‐1‐12‐II
KESEHATAN TERTENTU G‐1‐12‐III
DI FKRT YY‐15‐III Percutaneous E‐4‐10‐I E43 43.11
Endoscopy E‐4‐10‐II E44.0
Gastrostomy E‐4‐10‐III E44.1
YY‐16‐III Odontektomi U‐3‐16‐0 ‐ 23.19
15
YY‐17‐III Brakiterapi C‐3‐10‐0 Z51.0, 92.20, 92.27

65
Lampiran (2/5)
Terdapat perubahan 2 Top Up dari list Top Up dalam Permenkes 26 Tahun 2021, yaitu :

Kode Spc Grup INA Kode ICD Kode ICD 9


Item
CMG CBG 10 CM
RR-02-II Dari Cote Graft I-1-03-I - 35.92
menjadi Contegra I-1-03-II
I-1-03-III

YY-08-III Penambahan J-1-10-I - 32.41,


tindakan J-1-10-II 32.49,
Pneumonektomi J-1-10-III 32.50,
dalam grup ini 32.59
menjadi
Lobektomi/Bilobekto
mi/Pneumonektomi
Lampiran (3/5)
II. KRITERIA PELAYANAN DAN KOMPETENSI UNTUK PELAYANAN KESEHATAN TERTENTU DI FKRT
Sesuai dengan Permenkes No. 3 Tahun 2023 pasal 34, untuk pelayanan kesehatan tertentu, besaran tarif
INA‐CBG dibayarkan oleh BPJS Kesehatan kepada FKRTL berdasarkan kriteria pelayanan dan kompetensi
FKRTL. Terdapat 11 kriteria yang diatur dalam lamipiran sebagai berikut:

No Jenis Layanan Kriteria


1 Contegra Penjaminan top up hanya dilakukan di RS Khusus Jantung Kelas A Milik Pemerintah.
[Link] tidak dapat dilakukan di RS kelas D;
Hip Implant/ Knee [Link] dilakukan oleh operator sesuai dengan kewenangan klinis dan kompetensinya;
2 Implant [Link] ketersediaan alat untuk pelaksanaan operasi Hip/Knee Implant.
1. Tarif layanan yang mendapatkan top up hanya berlaku untuk:
- RS Kelas A Umum;
Prostesis Evar/ - RS Khusus Jantung Kelas A.
3 Tevar 2. Tarif layanan berlakuhanya untuk 1 kali penjaminan untuk setiap jenis proseduryang
menggunakan prosthesis Evar/Tevar;
3. Layanan dilakukanoleh dokter sesuai dengan kewenangan klinis dan kompetensinya.
[Link] tidak dapat dilakukan di RS kelas D;
[Link] pendukung:
Coil [Link] CT Scan Kepala minimal 64 Slice yang dilakukan pada saat pasien datang 17 ke RS;
4
[Link] dirawat diruang ICU neurologi/ICUatau HCU neurologi/ HCU setelah tindakan Coiling;
[Link] dilakukan oleh operator sesuai dengan kewenangan klinis dan kompetensi.
67
Lampiran (4/5)
No Jenis Layanan Kriteria
1. Penjaminan tidak dapat dilakukan di RS kelas D;
2. Kriteria pendukung:
5 Trombektomi a. Hasil CT Scan Kepala minimal 64 Slice yang dilakukan pada saat pasien datang ke RS;
b. Pasien dirawat diruang ICU neurologi/ICU atau HCU neurologi/ HCU setelah tindakan Trombektomi;
c. Layanan dilakukan oleh operator sesuai dengan kewenangan klinis dan kompetensi.

1. Penjaminan tidak dapat dilakukan di RS kelas C dan D;


Percutaneous 2. Tarif top up untuk Percutaneous Endoscopy Gastrostomy hanya untuk rawat inap;
6 Endoscopy 3. Standar kriteria sarana prasarana dan kewenangan klinis RS yang berkompetensi melakukan
Gastrostomy Percutaneous Endoscopy Gastrostomy;
4. Tindakan Percutaneous Endoscopy Gastrostomy hanya untuk indikasi terapetik.

Phacoemulsifi- 1. Kriteria penjaminan untuk tindakan Phacoemulsification sesuai dengan Peraturan BPJS Kesehatan;
7 2. Untuk menghindari potensi moral hazard dilakukan kesepakatan kapasitas antara BPJS Kesehatan
cation
dengan FKRTL untuk tindakan Phacoemulsification elektif.

1. Tarif top up Odontektomi hanya berlaku di rawat jalan;


2. Tindakan odontektomi dilakukan oleh dokter gigi sesuai dengan kewenangan klinis dan kompetensinya;
3. Pencabutan gigi yang dilakukan odontektomi disebabkan oleh kelainan patologis, bukan semata mata
8 Odontektomi karena posisi anatomi;
4. Dalam hal ketiadaan [Link]/[Link]/dokter gigi spesialis sesuai kewenangan klinisnya di faskes maka
18
tindakan elektif di rujuk ke faskes terdekat yang memiliki [Link]/[Link]/dokter gigi spesialis sesuai
kewenangan klinisnya.

68
Lampiran (5/5)

No Jenis Layanan Kriteria

1. Penjaminan tidak dapat dilakukan di RS kelas D;


2. Pelayanan Radioterapi dapat diberikan sesuai dengan PNPK atau PPK yang
9 Brakiterapi berlaku di fasyankes dan/atau keputusan Tumor Board sesuai dengan
ketentuan perundangan yang berlaku.

1. Pelayanan Kemoterapi dapat diberikan sesuai dengan PNPK atau PPK,


formularium nasional dan sesuai dengan ketentuan perundangan yang
10 Kemoterapi berlaku;
2. Pelayanan Kemoterapi dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi
dibidang Onkologi sesuai pelayanan yang akan diberikan.

1. Alat dan bahan medis habis pakai pada tindakan hemodialisis digunakan
11 Hemodialisis secara single use;
2. Jika digunakan secara re-use maka tarif yang dibayarkan adalah 85%
19 dari

tarif yang berlaku


69
70
Prosedur :
Eksterpasi tumor mammae

Aspek Koding : Jika prosedur pada payudara (kulit atau


subkutan) maka menggunakan kode 85.- Jika prosedur yang
dilakukan hanya untuk biopsi maka:
1. biopsi dengan jarum maka menggunakan kode 85.11
2. open biopsi maka menggunakan kode 85.12Jika prosedur
tersebut adalah eksisi tumor atau bagian lain pada
payudara (sebagai tindakan terapetik) maka
menggunakan kode 85.2- (disesuaikan lokasi eksisi)pilih
salah satu sesuai tindakan yg paling tepat, apakah hanya
eksisi atau hanya biopsi. Jika eksisi dilanjutkan biopsi
(ada hasil PA), berarti menggunakan kode eksisi dan
kode biopsy
Perhatian Khusus : Pastikan prosedur yang dilakukan.

B.A Tahun 2019


Prosedur : Eksisi kista ovarium (65.2-) menggunakan
kode eksisi kista kandung kemih (57.79)

Aspek Koding :
1. Pastikan tindakan yang dilakukan sesuai dengan
laporan operasi
2. Kode Kistektomi pada ovari menggunakan kode 65.2-

72
B.A Tahun 2019
Prosedur yang dilakukan rectoscopy dan biopsi rectum
(untuk kirim PA ke laboratorium)

Aspek Koding : Prosedur rectoscopy dilanjutkan


dengan tindakan Biopsy maka dikode 48.24,
sedangkan kode 48.35 merupakan kode untuk
prosedur local excision of rectal lesion or tissue
(tidak digunakan untuk biopsi).

Perhatian Khusus :

B.A Tahun 2019


Prosedur : Tindakan angkat jahitan

Aspek Koding :
Sesuai aturan ICD-9-CM Tahun 2010, tindakan / prosedur
angkat jahitan dikode dengan memperhatikan lokasi
tindakan/prosedur dilakukan.

Removal ---suture(s) NEC 97.89 abdominal wall 97.83


by incision --see Incision,
by site genital tract 97.79
head and neck 97.38
thorax 97.43
trunk NEC 97.84

Perhatian Khusus :

74
B.A Tahun 2019
Prosedur : 96.71 continuous invansive mechanical
ventilation for less then 96 hours

Perhatian Khusus : Pastikan laporan tindakan intubasi yang terpasang


ventilator mode mechanical 75
B.A Tahun 2019
Prosedur : Rehecting superficial pada luka operasi belum
sembuh, namun tidak membuka kembali abdomen yang
seharusnya menggunakan kode Closure of skin and
subcutaneous tissue of other sites (86.59) namun ditagihkan
sebagai Other suture of abdominal wall (54.63/Kode Lain)

Aspek Koding :

76
B.A Tahun 2023
Prosedur : Prosedur amputasi di jari kaki dan tangan
ditagihkan dengan kode 84.91 Amputation, NOS
seharusnya dengan kode amputasi spesifik sesuai
lokasi atau amputasi jari kaki ditagihkan dengan kode
amputasi jari tangan.
Aspek Koding

77
B.A Tahun 2023
Pengkodean prosedur enukleasi kista radikuler gigi
Contoh Kasus dengan kode 76.6 Total osteoplasty (osteotomy) of
Enukleasi maxilla, seharusnya kode 24.4 excission of dental
Kista lesion of jaw.
Radikuler Gigi
Rekomendasi :

Jika prosedur yang dilakukan enukleasi kista dental


menggunakan kode 24.4 - Excision of dental lesion
of jaw Excision of odontogenic lesion

15
B.A. Tahun 2023
Edisi I 78
Prosedur : Tumor hemangioma lokasi di kulit sebagai
soft tissue tumor yang dilakukan eksisi dimana
seharusnya prosedur eksisi soft tissue tumor (86.3 /
86.4) namun ditagihkan sebagai eksisi pembuluh darah
(38.60)
Aspek Koding

79
B.A Tahun 2023
Prosedur : Tindakan removal foreign superfisial cornea
seharusnya menggunakan koda 98.21.
Aspek Koding

80
B.A Tahun 2023
Prosedur : Kekeliruan pengkodean tindakan litotripsi
transuretra (56.0) menjadi ureterotomi (56.2)
Aspek Koding

81
B.A Tahun 2023
Prosedur : Tubektomi MOW pada SC 66.39 namun
ditagihkan sebagai tubektomi lainnya (66.51) atau
prosedur tuba lainnya (ICD 9 CM 2010).

Aspek Koding
Kode yang sesuai untuk sterilization adalah
66.3-

82
B.A Tahun 2023
Prosedur : Evakuasi bekuan darah secara manual pada
repair laserasi persalinan yang seharusnya
merupakan kesatuan prosedur repair
laserasi persalinannya (75.69) namun
ditagihkan operasi evakuasi hematom pada
vulva atau vagina (75.92) sehingga
menyebabkan grouping berubah menjadi
operasi vulva dan vagina padahal pasien
datang bersalin di rumah sakit.

Aspek Koding
Pastikan tindakan evakuasi bekuan darah sudah sesuai dengan
Laporan Operasi, maka dapat dikode 75.92

83
B.A Tahun 2023
Aspek Koding

84
B.A Tahun 2023
Aspek Koding

85
B.A Tahun 2023
Aspek Koding

• Kondisi hidronefrosis dengan


penyempitan ureter dikode N13.1.

B.A Tahun 2023


Rekomendasi

B.A Tahun 2023


Rekomendasi

B.A Tahun 2023


Sumber
WHO, ICD 9 CM, jenewa, 2010

Coder Desk Reference, ICD-9CM Optum, USA, 2010

PERMENKES 26 Tahun 2021 TENTANG PEDOMAN INDONESIAN CASE BASE GROUPS (INA-CBG)
DALAM PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN

Berita acara kesepakatan Bersama tahun 2019


89
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai