0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan32 halaman

Prosedur Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Standar prosedur operasional laboratorium klinik mencakup alur pemeriksaan untuk rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, dan pasien rujukan serta identifikasi dan pencatatan hasil pasien.

Diunggah oleh

Siska Ratnasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan32 halaman

Prosedur Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Standar prosedur operasional laboratorium klinik mencakup alur pemeriksaan untuk rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, dan pasien rujukan serta identifikasi dan pencatatan hasil pasien.

Diunggah oleh

Siska Ratnasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)

ALUR PEMERIKSAAN LABORATORIUM RAWAT JALAN


Nomer: 001/SPO-LAB/V/2023
1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
melakukan alur pemeriksaan laboratorium rawat jalan dan dalam rangka meningkatkan
mutu dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Klinik

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan alur pemeriksaan laboratorium bagi pasien rawat jalan

5. Dokumen: Buku Induk Laboratorium

6. Prosedur :

1. Formulir permintaan laboratorium diisi oleh Dokter atau perawat atas instruksi dokter
dan diserahkan kepada petugas Laboratorium rawat jalan.
2. Siapkan needle Vacutainer, tabung vacutainer, pot urine sesuai dengan sesuai dengan
jenis pemeriksaan.
3. Identifikasi pasien berupa nama, tanggal lahir dan nomor rekamedis
4. Jelaskan jenis pemeriksaan yang akan dilkukan
5. Lakukan pengambilan darah pasien sesuai jenis pemeriksaan oleh petugas
laboratorium atau perawat.
6. Hasil pemeriksaan Laboratorium diambil oleh perawat dalam waktu kurang dari 60
menit atau tergantung jenis pemeriksaan

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
ALUR PEMERIKSAAN LABORATORIUM RAWAT INAP
Nomer: 002/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah


untuk melakukan pemeriksaan laboratorium rawat Inap dan dalam rangka
meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab


Klinik

3. Rujukan: Peraturan Kementrian Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara


menyelenggarakan Laboratorium Klinik yang baik

4. Pengertian : Merupakan alur pemeriksaan laboratorium bagi pasien rawat inap

5. Dokumen: Buku Induk Laboratorium

6. Prosedur :

1. Formulir permintaan laboratorium diisi oleh Dokter atau perawat atas instruksi dokter
dan diserahkan kepada petugas Laboratorium rawat jalan.
2. Siapkan needle Vacutainer, tabung vacutainer, pot urine sesuai dengan sesuai dengan
jenis pemeriksaan.
3. Identifikasi pasien berupa nama, tanggal lahir dan nomor rekamedis
4. Jelaskan jenis pemeriksaan yang akan dilkukan
5. Lakukan pengambilan darah pasien sesuai jenis pemeriksaan oleh petugas
laboratorium atau perawat.
6. Hasil pemeriksaan Laboratorium diambil oleh perawat dalam waktu kurang dari 60
menit atau tergantung jenis pemeriksaan

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
ALUR PEMERIKSAAN LABORATORIUM UNIT GAWAT DARURAT
Nomer: 003SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
melakukan pemeriksaan laboratorium Unit Gawat Darurat dan dalam rangka
meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Klinik

3. Rujukan: Peraturan Mentri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “Cara


penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan pemeriksaan Laboratorium bagi pasien Unit Gawat Darurat

5. Dokumen: Buku induk Laboratorium

6. Prosedur :
1. Formulir permintaan laboratorium diisi oleh Dokter atau perawat atas instruksi dokter
dan diserahkan kepada petugas laboratorium.
2. Identifikasi pasien berupa Nama, tanggalahir dan nomor rekamedis
3. Lakukan pengambilan darah pasien oleh petugas laboratorium atau perawat sesuai
permintaaan dokter
4. Lakukan pemeriksaaan sesuai yang tertera dalam formulir permintaan laboratorium
5. Hasil laboratorium oleh perawat di ruang laboratorium
7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

3
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
ALUR PELAYANAN LABORATORIUM PASIEN RUJUKAN LUAR
Nomer: 004/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
melakukan pemeriksaan laboratorium pasien rujukan dari luar dan dalam rangka
meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Klinik

3. Rujukan: Peraturan Mentri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “Cara


penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan alur pemeriksaan Laboratorium bagi pasien rujukan dari luar

5. Dokumen: Buku induk laboratorium

6. Prosedur :

1. Melakukan pendaftaran dibagian pendaftaran setelah melakukan pendaftran


2. Kemudian menyerahkan formulir rujukan pemeriksaan laboratorium kepada
petugas laboratorium
3. Kemudian petugas laboratorium meriksa formulir rujukan tersebut apakah
permintaan pemeriksaan nya dapat dilakukan atau tidak
4. Jika tidak dapat dilakukan permintaan pemeriksaan maka petugas laboratorium
akan mengarahkan pasien/keluarga pasien ke tempat yang dapat melakukan
pemeriksaan tersebut
5. Jika dapat dilakukan permintaan pemeriksaan nya maka petugas laboratorium
mempersiapkan untuk pengambilan sampel sesuai kebutuhan pemeriksaan
6. Diawali dengnan identifikasi nama, alamat, tanggal lahir dan nomor rekamedis
setelah itu lalu dialkukan pengambilan sampel
7. Lakukan pemeriksaan sesuai yang tertera diformulir permintaan laboratorium
8. Hasil dapat diambil oleh perawat sekitar 60 menit atau lebih sesuai lamanya
pemeriksaan
1. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

4
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
IDENTIFIKASI PASIEN LABORATORIUM
Nomer: 005/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan penerpa langkah – langkah untuk
melakukan
Identifikasi pasien laboratorium dalam rangka untuk meminimalisir tertukarnya sampel
pasiendan dalam rangka meninkatkan mutu pelayanan laboratorium klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Klinik

3. Rujukan: Peraturan Mentri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “Cara


penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan alur identifikasi pasien sebelum dilakukan pemeriksaan agar


meminimalisir terjadinya kesalahan dan tertukarnya sampel

5. Dokumen: Buku induk laboratorium

6. Prosedur :

1. Melakukan identifikasi nama, alamat, umur, dan nomor rekamedis


2. Jika sudah sesuai maka dapat dilanjutkan unjuk pengambilan sampel
3. Jika data yang diidentifikasi dengan pasien tidak sesuai tunda pengambilan sampel
lalu confirmasi kepada bagian pendaftaran bahwa identitas pasien dan pasien tidak
sesuai

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

5
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENCATATAN HASIL LABORATORIUM
Nomer:006/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
melakukan pencatatan hasil pemeriksaan laboratorium dan dalam rangka meningkatkan
mutu dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Klinik

3. Rujukan: Peraturan Mentri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “Cara


penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan alur pencatatan hasil pemeriksaan laboratorium

5. Dokumen: Buku Induk Laboratorium

6. Prosedur :

1. Lakukan pencatatan hasil pemeriksaan laboratorium dibuku induk laboratorium


2. Jika hasil pemeriksaan nya tidak normal beri tanda dengan cara menulisnya
dengan tinta merah

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

6
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
TINDAK LANJUT HASIL LABORATORIUM KRITIS
Nomer: 007/SPO-LAB/V/2027

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
melakukan tindak lanjut hasil pemeriksaan laboratorium krits dan dalam rangka
meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: : Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab


Klinik

3. Rujukan: Peraturan Mentri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “Cara


penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan alur tindak lanjut hasil laboratorium kritis

5. Dokumen: Buku induk laboratorium

6. Prosedur :

1. Jika mendapati hasil yang kritis petugas laboratorim harus melakukan


pengecekan ulang terhadap sampel
2. Melakukan duplo
3. Melakukan confire masi kepada dokter atau membuat not dilembar hasil
pemeriksaan bahwasanya hasil kritis dan sudah dilakukan duplo.
1. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

7
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
RUJUKAN SPESIMEN KE LUAR
Nomer:008/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
melakukan rujukan specimen keluar dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di
klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Klinik

3. Rujukan: Peraturan Mentri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “Cara


penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang baik.

4. Pengertian : Merupakan alur melakukan rujukan sepesimen keluar

5. Dokumen:

6. Prosedur :

1. Melakukan rujukan sepesimen keluar dapat dialakukan ketika tidak adanya alat dan
bahan pemeriksaan
2. Sedang dilakukan perbaikan atau pemeliharaan alat
3. Juga dapat dilakukan perujukan sepesimen oleh permintaan dokter yang bertanggung
jawab

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

8
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENYIMPANAN DATA HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Nomer: 009/SPO-LAB/V/2023
1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
melakukan penyimpanan data hasil pemeriksaan laboratorium dan dalam rangka
meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggung jawab klinik

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara


penyelenggaraan
Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan alur penyimpanan data hasil pemeriksaan laboratorium

5. Dokumen: Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis

6. Prosedur :

1. Lakukan pencatatan pada buku induk laboratorium


2. Lakukan pencatatan dan penginputan data di Komputer SIM klinik sesuai dengan
formulir permintaan yang memuat identitas pasien dan hasil pemeriksaan.
3. Lakukan penyimpanan arsip hasil pemeriksaan laboratorium selama 5 tahun berupa
soft copy dalam hard disk eksternal dan dalam bentuk hard copy.
Lakukan pemusnahan arsip hasil laboratorium setelah 5 tahun dengan Berita Acara
Pemusnahan hasil laboratorium.

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

9
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGAMBILAN HASIL LABORATORIUM
Nomer: 010/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
pengambilan hasil laboratorium dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di
klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab


penanggung jawab klinik

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara


penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan alur pengambilan hasil laboratorium

5. Dokumen: Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis

6. Prosedur :

1. Lakukan pencatatan pada buku induk laboratorium


2. Lakukan pencatatan dan penginputan data di Komputer SIM klinik sesuai dengan
formulir permintaan yang memuat identitas pasien dan hasil pemeriksaan.
3. Lakukan penyimpanan arsip hasil pemeriksaan laboratorium selama 5 tahun berupa
soft copy dalam hard disk eksternal dan dalam bentuk hard copy.
4. Lakukan pemusnahan arsip hasil laboratorium setelah 5 tahun dengan Berita Acara
Pemusnahan hasil laboratorium.

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

10
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGADAAN REAGEN
Nomer: 011/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
melakukan penyimpanan data hasil pemeriksaan laboratorium dan dalam rangka
meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggung jawab klinik

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara


penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan alur pengadaan reagen laboratorium

5. Dokumen:

6. Prosedur :

1. Petugas Logistik menerima rencana kebutuhan dari petugas laboratorium.


2. Permintaan di klasifikasikan sesuai jumlah pemesanan sesuai permintaan oleh
petugas logistik.
Barang datang langsung di distribusikan ke laboratorium.

3. Dilarang melakukan order barang pada tanggal 25-30

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

11
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENERIMAAN REAGEN / PERALATAN
Nomer: 012/SPO-LAB/V/2023
1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur penerimaan reagen dan peralatan laboratorium dan dalam rangka
meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Unit


Laboratorium

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan prosedur pengadaan peralatan laboratorium

5. Dokumen: Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis

6. Prosedur :

1. Saat reagen datang maka analis yang sedang bertugas mencatat reagen yang datang.
2. Pencatatan dilakukan di Buku Penerimaan Reagen dengan mencantumkan tanggal
datang dan jumlahnya.
3. Melaporkan ke bagian logistik reagen yang sudah diterima sambil
menyerahkan Buku Penerimaan Reagen.

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y,
[Link] [Link] Ratnasari

12
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENYIMPANAN REAGEN
Nomer: 013/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
penyimpanan reagen dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina
medica
2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Unit
Laboratorium
3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara
penyelenggaraan
Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan prosedur penyimpanan reagen


5. Dokumen: Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis
6. Prosedur :

1. Cocokkan reagen yang datang dengan faktur pembayaran / permintaan reagen dari
laboratorium.
2. Lihat expired dated reagen dan nomor lot.
3. Simpan reagen sesuai dengan instruksi pabrik.
4. Lakukan pencatatan di buku stok dan buku permintaan reagen.
5. Taruh reagen sesuai tanggal kadaluarsa.
6. Gunakan terlebih dahulu reagen yang mendekati masa kadaluarsa.
7. Tinggi Lemari Penyimpanan Reagen tidak boleh lebih dari 5 kaki.
8. Lemari Penyimpanan Reagen tidak boleh terkena sinar matahari secara
langsung.
9. Setelah pemakaian selesai, simpan Reagen di tempat yang sudah sesuai standar.
10. Dilarang menggunakan reagen yang sudah disimpan di tempat panas atau terkena sinar
matahari langsung

7. Pengesahan :
Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

13
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGAMBILAN REAGEN
Nomer: 014/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
penyimpanan reagen dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina
medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab


penanggung jawab klinik

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara


penyelenggaraanLaboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan prosedur penyimpanan reagen

5. Dokumen: Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis

6. Prosedur :
1. Ambil reagen dari lemari pendingin sesuai dengan jenis pemeriksaan.
2. Lakukan pengambilan reagen sesuai kebutuhan.
3. Catat tanggal buka reagen.
4. Laporkan kepada penanggug jawab reagen jika reagen mendekati habis atau
expired date.

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

14
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENCATATAN & PELAPORAN REAGEN
Nomer: 015/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah


untuk pencatatan & pelaoran reagen dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di
klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab


penanggung jawab klinik

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara


penyelenggaraanLaboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan prosedur pencatatan & pelaporan reagen yang dilakukan


secara rutin

5. Dokumen: Buku stok reagen

6. Prosedur :

1. Melakukan pemeriksaan stok rutin 7 hari sekali


2. Melakukan pencatatan semua setok barang dan lakukan minal stok maksimal
stok agar barang tidak kehabisan stok atau tidak terpakai karna terlalu banyak
stok
3. Mencatat barang barang yang expired dan melaporkanya
4. Melakukan pencocokan fisik barang dan data barang
5. Melaporkan stok awal dan stok akhir barang pada setiap awal bulan.

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

15
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PLEBOTOMI/PENGAMBILAN SPECIMEN DARAH
Nomer: 016/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur plebotomi dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina
medica
2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab
penanggung jawab klinik
3. Rujukan : Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan
Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan prosedur plebotomi

5. Dokumen : Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis

6. Prosedur :

1. Cuci tangan dengan prosedur Hand hygene


2. Lakukan persiapan pengambilan darah dan pemakaian APD.
3. Perkenalkan diri, jelaskan tujuan pemeriksaan serta meminta ijin pengambilan darah
kepada pasien.
4. Lakukan pengambilan darah dengan tepat
5. Jika menemukan vena pasien yang dalam dan tipis raba vena pasien dengan yakin jika
sudah yakin lakukan penusukan dengan jarum usahakan kena
6. Jika sudah mencoba melakukajn plebotomi sebanyak 2 kali dan gagal segera meminta
bantuan rekan yang lain
7. Jika rekan yang dimintai bantuan tetap tidak mendapat kan specimen dalam
melakukan plebotomi maka pasien harus dirujuk.

7. Pengesahan :
Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

16
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PEMBERIAN IDENTITAS PADA SPECIMEN
Nomer: 017/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur pemberian identitas pada specimen dan dalam rangka meningkatkan mutu dan
kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab


penanggung jawab klinik

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan prosedur yang dilakukan dalam pemberian identitas pada


specimen

5. Dokumen:

6. Prosedur :

1. setiap pengambilan specimen berilah identitas kepada specimen sesuai dengan


rekamedis
2. Jika mendapatkan specimen tanpa identitas maka pemeriksaan laboratorium tidak
dapat dapat dilanjutkan
3. Jika mendapatkan specimen tanpa identitas, lakukan pengambilan specimen ulang

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

17
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGOLAHAN SPECIMEN
Nomer: 018/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur pengolahan specimen dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di klinik
medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab


penanggung jawab klinik

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan prosedur yang dilakukan pada pengolahan specimen

5. Dokumen: Buku induk laboratorium

6. Prosedur :

1. Setelah pengambilan specimen specimen harus segera diolah sesuai permintaan


pemeriksaan yang tertera dilembar permintaan
2. Periksa dan amati sampel sebelum melakukan pengolahan untuk sampel darah jangan
sampai mengolah sampel yang lisis karna dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan dan
untuk sampel urin cek amati jangan sampai sampel dicampur dengan air
3. Jika kejadian tersebut terjadi tolak sampel dan lakukan pengambilan sampel ulang
4. Specimen dapat digunakan maksimal 2 jam setelah pengambilan jika lebih dari
duajam setelah pengambilan tolak sampel teersebut.

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

18
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENYIMPANAN SPECIMEN
Nomer: 019/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur plebotomi dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di klinik medina
medica
2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggung jawab penanggung jawab klinik

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan prosedur penyimpanan specimen

5. Dokumen:

6. Prosedur :

1. Setelah sampel dilakukan pengolahan sampel harus disimpan dilemari pendingin


khusus sampel bertujuan agar sampel dibutuhkan kembali pihak laboratorium masih
memilikinya
2. Sampel disimpan dilemari pendingin dengan suhu 2-8̊C
3. Maksimal sampel diarsipkan selama 7 hari setelah itu sampel dibuang kelimbah
infeksius

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

19
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGIRIMAN SPECIMEN
Nomer: 020/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
melakukan pengiriman specimen dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di
klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggung jawab penanggung jawab klinik

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan prosedur pengiriman specimen

5. Dokumen:

6. Prosedur :

1. identifikasi Speciment dilakukan sesuai yang tercantum pada rekamedis pasien


2. Persiapkan tempat pengiriman specimen menggunakan box dingin dengan
temperature 2-8 ̊C
3. Pastikan specimen tidak rusak sebelum dilakukan pengiriman jika specimen yang
akan dikirim rusak lakukan pengambilan sepesimen baru
4. Serahkan specimen kepada kurir untuk dikirim

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

20
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PEMELIHARAAN ALAT LAB
Nomer: 021/SPO-LAB/V/2023
1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerapan Langkah-langkah untuk
melakukan Pemeliharaan alat Lab dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di
Klinik Medina Medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggung jawab penanggung jawab klinik

3. Rujukan : Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan prosedur Pemeliharaan Alat Lab

5. Dokumen: Buku Induk Pemeliharaan Alat Lab

6. Prosedur :

1. pembersihkan alat laboratorium dilakukan setiap hari


2. kalibrasi Alat Laboratorium dilakukan 1 tahun sekali
3. Perbaikan dilakukan segera Jika alat rusak
4. Periksa alat pelindung diri
5. Restock tempat cuci tangan
6. Periksa Peralatan darurat

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

21
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
KALIBRASI ALAT LAB
Nomer: 022/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerapan Langkah-langkah untuk
melakukan Kalibrasi Alat Lab dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di
Klinik Medina Medica

2. Tanggung jawab : Prosedur ini dibawah tanggung jawab Penanggung Jawab Klinik

3. Rujukan : Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupakan Prosedur Kalibrasi Alat Lab

5. Dokumen : Buku Induk Kalibrasi Alat

6. Prosedur :

1. Kalibrasi alat laboratorium dilakukan 1 tahun sekali


2. Tentukan Alat Yang Kandikalibrasi
3. Lakukan Kalibrasi Pada Alat yang Sudah ditentukan
4. Setelah dilakukan kalibrasi alat catat didalam buku induk kalibrasi alat sebagai
dokumen/arsip

7. Pengesahan :
Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

22
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PEMECAHAN MASALAH KERUSAKAN ALAT LAB
Nomer: 023/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerapan Langkah-langkah untuk
Pemecahan Masalah Kerusakan Alat Lab dan dalam rangka meningkatkan mutu dan
kinerja di Klinik Medina Medica

2. Tanggung jawab : Prosedur ini Bereda dibawah tanggung Jawab Penanggung Jawab
Klinik

3. Rujukan : Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Merupak Prosedur Masalah Kerusakan Alat Lab

5. Dokumen :

6. Prosedur :

1. Petugas Laboratorium Menangani Masalah Peralatan Laboratorium Berdasarkan Buku


Troubleshooting
2. Jika Gagal, Petugas laboratorium Melaporkan Masalah Laboratorium Kepada
Penanggung Jawab Klinik
3. Petugas Laboratorium Memberikan Informasi Kepada Pasien, Ruang Rawat, dan
Dokter Pengirim Terjadi Permasalahan Peralatan Laboratorium Sehingga Pemeriksaan
Laboratorium Tidak Dapat Dilakukan
4. Petugas Laboratorium Melakukan Penanganan Dan Perujukan Sampel Jika
Diperlukan
5. Hubungi Teknisi Alat Untuk Melakukan Perbaikan Alat Laboratorium
7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

23
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PEMANTAUAN MUTU INTERNAL LABORATORIUM (PMI)
Nomer: 024/SPO-LAB/V/2023

1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur pemantauan mutu internal laboratorium dan dalam rangka meningkatkan mutu
dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Unit


Laboratorium

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Pemantapan Mutu Internal ( PMI ) adalah kegiatan pencegahan dan


pengawasan yang dilaksanakan oleh laboratorium secara terus – menerus agar diperoleh
hasil pemeriksaan yang tepat.

5. Dokumen: Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis

6. Prosedur :

1. PMI dilaksanakan setiap hari menggunakan bahan kontrol yang sama dan mempunyai
nilai rentang.

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

24
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PEMANTAUAN MUTU EKSTERNAL LABORATORIUM
(PME)
Nomer: 025/SPO-LAB/V/2023
1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur pemantauan mutu eksternal laboratorium dan dalam rangka meningkatkan mutu
dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Unit


Laboratorium

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Pemantapan Mutu External ( PME ) adalah kegiatan pemantapan mutu yang
diselenggarakan secara periodik oleh pihak lain di luar laboratorium yang bersangkutan
untuk memantau dan menilai suatu laboratorium di bidang pemeriksaan tertentu.
Penyelenggaraan PME dilaksanakan oleh pihak
peemerintah, swasta atau internasional dan di ikuti oleh semua laboratorium

5. Dokumen: Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis

6. Prosedur :

1. Lembaga penyelenggara PME mengirikan suatu sampel yang harus


diperiksa di Laboratorium Peserta.
2. Hasil test sample dari lembaga PME dikumpulkan kembali untuk mendapatkan nilai
referensinya.

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

25
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
HAND HYGIENE
Nomer: 026/SPO-LAB/V/2023
1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur Hand Hygiene dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di klinik
medina medica

2. Tanggung jawab : Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Unit


Laboratorium

3. Rujukan : : Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Prosedur Menggosok Tangan Dengan Sabun atau antiseptic dan dibilas
dengnan air mengalir

5. Dokumen:

6. Prosedur :

1. Basahi kedua tangan dengan air mengalir


2. Ambil sabun secukupnya
3. Ratakan sabun dengan gerakan memutar
4. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya
5. Gosok kedua telapak dan sela-sela jaritangan dengan gerakan saling menyilang
6. Jari-jari dari keduatangan saling mengunci, Lakukan gerakan naik turun
7. Gosok jaritangan berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya
8. Gosok dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan ditelapak tangan kiri dan lakukan
sebaliknya
9. Bilas kedua tangan dengan air mengalir
10. Keringkan dengan handuk/tissue sekali pakai dengan benar benar kering

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

26
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) LABORATORIUM
Nomer: 027/SPO-LAB/V/2023
1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan dalam rangka meningkatkan mutu
dan kinerja di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Unit


Laboratorium

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

Pengertian : K3 Adalah suatu prosedur untuk memastikan keselamatan baik pekerja, pasien,
4. maupun peralatan dan sumber daya yang ada di tempat kerja

5. Dokumen: Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis

6. Prosedur :

1. Limbah peralatan habis pakai ( AHP ) seperti jarum suntik, handspoon, plester dan
lainnya disimpan sesuai dengan prosedur di tempat yang sudah ditentukan.
2. Petugas wajib memakai APD seperti masker dan handscoon setiap bertugas.
3. Disediakan emergency eye washer untuk keadaaan darurat
4. Disediakan SPILL KIT
5. Disediakan Kotak P3K
Disediakan APAR

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

27
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT B3 LABORATORIUM
Nomer: 028/SPO-LAB/V/2023
1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur pengelolaan limbah B3 dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja di
klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Unit


Laboratorium

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara


penyelenggaraan
Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Pengelolaan limbah hasil pemeriksaan laboratorium adalah perlakuan


terhadap sisa hasil pemeriksaan yang berbahaya dan beresiko bagi petugas.

5. Dokumen: Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis

6. Prosedur :

1. Sampah medis (sisa darah dan strip bekas pemeriksaan)


a. Sampah medis ditempatkan pada suatu tempat sampah khusus untuk sampah
medis yang sudah diberi tanda dan dilapisi plastik berwarna kuning.
b. Dan apabila tempat sampah tersebut penuh, plastik dilepaskan dari tempat
sampah, selanjutnya plastik diikat dan diserahkan kepada petugas sanitarian.
2. Sampah medis (sisa sample sputum pemeriksaan BTA)
a. Pot sputum yang masih berisi sampel dan dalam posisi tanpa tutup dimasukkan
dalam bak yang berisi desinfektan beserta tutupnya.
b. Selanjutnya diamkan 24 jam dan diambil pot sputumnya di masukkan plastik
kuning dan diikat.
3. Sampah medis (spuit dan blood lancet)
a. Sampah medis ini ditempatkan pada safety box kertas berwarna kuning.
b. Apabila sudah terisi ¾ dari volume safety box maka diserahkan pada petugas
sanitarian.
4. Sampah medis cair
a. Sisa sampel urine dibuang dalam saluran limbah medis.
b. Sisa darah dalam tabung dibuang di tempat sampah medis.
c. Sisa reagen untuk pemeriksaan dibuang ke saluran limbah medis.
5. Sampah medis botol bekas sampel feses
Pot feses ditutup kembali setelah digunakan untuk pemeriksaan kemudian dibuang di
tempat sampah medis.
6. Sampah medis botol bekas urine.
a. Setelah pemeriksaan urine, cairan urine dibuang di saluran limbah medis.
b. Wadah urine dimasukkan kedalam bak berisi desinfektan/clorin dan dibiarkan
selama 10 menit kemudian dicuci dan dibilas dengan air mengalir.

28
Kemudian dikeringkan.

7. Pengesahan :
Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

29
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR B3 LABORATORIUM
Nomer: 029/SPO-LAB/V/2023
1. Tujuan dan Ruang Lingkup : Sebagai acuan dalam penerpana Langkah-langkah untuk
prosedur pengelolaan limbah cair B3 dan dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja
di klinik medina medica

2. Tanggung jawab: Prosedur ini berada dibawah tanggungjawab penanggungjawab Unit


Laboratorium

3. Rujukan: Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2013 tentang “ Cara penyelenggaraan


Laboratorium Klinik yang baik”

4. Pengertian : Tata cara mengelola limbah padat dan cair yang berasal dari produk darah
dan
komponennya dari ruang laboratorium atau pemeriksaan fisik.

5. Dokumen: Buku laporan harian laboratorium Rekam Medis

6. Prosedur :

A. Pengelolaan Limbah padat Infeksius


1. Sediakan beberapa tempat sampah yang didalamnya sudah diberi kantong plastik
warna kuning dan ditutup.
2. Tempat sampah dan kantong plastik diberi tulisan “LIMBAH
INFEKSIUS”.
3. Tempat sampah medis disediakan pada setiap ruangan laboratorium.
4. Tempat sampah yang sudah terisi minimal separuh dipindahkan ke pintu keluar
klinik dan plastiknya diikat untuk diambil oleh petugas pengolahan IPL.
5. Jarum dan spuit tempat sampel darah pasien dibuang dengan cara dimasukkan ke
dalam sefety box warna kuning yang tertutup dan dibuang / diambil setiap hari oleh
petugas IPL.
B. Pengelolahan limbah cair dan setengah padat infeksius
1. Sisa sampel
a. Sisa sampel yang berisi gumpalan darah dibuang / dimasukkan ke dalam
dirigen, yang setiap hari dibuang / diambil oleh petugas IPL.
b. Wadah sampel dari gelas (tabung reaksi) didekontaminasi dengan cara
direndam klorin 0,5% selama 15 menit lalu dibilas dengan air mengalir
kemudian dicuci dengan deterjen dibilas dengan air mengalir dan disterilkan
pada suhu 120C selama 2 jam.
c. Wadah sampel (tabung reaksi) yang tidak bisa disterilkan dengan panas kering
atau basah dimasukkan kedalam tempat sampah limbah padat infeksius.
2. Darah rusak, darah kadaluarsa dan darah skrining reaktif

30
Kantong darah dan darah dimasukkan kedalam kantong plastik kuning, plastiknya diikat
agar diambil oleh petugas IPL untuk dimasukkan ke TPS Limbah B3 untuk diserahkan
dan diolah kepada pihak ketiga.

7. Pengesahan :

Edisi No 01
Tanggal Berlaku Juni 2023
Tanggal Tinjau Ulang
Dokumen ya digantikan
Lokasi Unit Laboratorium
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh:

Taoufik maoulana Y, [Link] [Link] Ratnasari

31
STANDAR PROSEDURE OPERATIONAL
UNIT LABORATORIUM

KLINIK MEDINA MEDICA


Jl. PU Sukamelang Blok Koyor
Kroya - Indramayu
Telp. 087723031985
2023

32

Anda mungkin juga menyukai