3.5.
DIAGRAM FISHBONE
1. Tingginya persalinan dengan dukun
Alat/sarana
Kurang tertibnya Kurangnya kunjungan rumah pd T III
pencatatan dan pelaporan menjelang persalinan
Kurangnya penyuluhan pentingnya
persalinan oleh yankes
persalinan amand alam kelas ibu
swasta
Kurangnya pertemuan
orientasi P4K Kurangnya kemitraan bidan dan
dukun
Kurangnya superfisi fasilitatif
oleh tim penyelia Mempertahankan
cakupan persalinan
Masih adanya
masyarakat yang tidak
menganggap perlu
bersalian pd nakes
Kurangnya dukungan
keluarga untuk Belum semua nakes
bersalinke nakes mendapat pelatihan
APN
lingkungan biaya manusia
2. Masih terdapat kasus gizi buruk
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016 Metode Kurangnyapenyuluhan
Page 57
PMT/gizibalita
Alat/sarana
Kurangnya surveilens
Kurangnya media BGM,GIRANG dan GIRUK
Kurangnya PMT
penyuluhan /poster/leaflet untuksemuakasusgizi Kurang tertibnya pencatatan
tentanggizi dan pelaporan di posyandu
Masihditemukanyakasus
GIRUK
Rendahnya ekonomi
keluarga sehingga Tingginya penyakiti
tidak mampu nfeksi yang juga
Rendahnya
menyediaakan menyebabkan masalah
pemanfaatan
makanan gizi gizi
pekaranagan rumah
untuk peningkatan seimbang Rendahnya
gizi keluarga pengetahuan
masyarakat tentang gizi
seimbang
lingkungan biaya manusia
3. Rendahnya cakupan asi esklusif
Alat/sarana Metode
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016 Page 58
Kurangnya media Kurangnya frekuensi
penyuluhan penyuluhan tentang
/poster/leaflet tentang asi eksklusif
asi ekslusif
Rendahnya cakupan asi
esklusif
Gencarnya promosi
produk susu
formula Kurangnya
Kurangnya dukungan pengetahuan ibu dan
keluarga/suami/teman keluarga tentang
untuk melaksanakan asi manfaat asi eklusif
ekslusif
lingkungan biaya manusia
4. Tingginya ibu hamil anemi Kurangnya penyuluhan bahaya
anemia dalam kelas ibu dan
Alat/sarana Metode disekolah
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016 Page 59
Belum adanya tablet Kurangnya sweeping fe3
TTD untuk remaja
putri sebagai Kurangnya pemanfaatan
persiapan calon ibu sarana penunjang/lab untuk
kelak mendeteksi masalah sejak
dini
Tingginya kasus ibu
hamil anemi
Kurangnya
pengetahuan ibu hamil
Kurangnya dan keluarga
pemanfaatan
pekarangan rumah
Kurangnya
untuk meningkatkan
pengetahuan remaja
gizi keluarga
putri tentang anemia
lingkungan biaya manusia
5. Rendahnya cakupan jamban sehat
Alat/sarana Metode
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016 Page 60
Kurangnya praktek Kurangnya kunjungan
pembuatan bowel, rumah /inspeksi
lubang sampah dan sanitasi
SPAL dg FRP Kurangnya penyuluhan tentang
Kurangnya refresing jamban sehat dalam PHBS rt
kader kesling tentang
STBM Kurangnya pemicuan
Kurangnya alat simulasi
pembuatan jamban Belum terbentuknya tim Kurangnya pendampingan
sehat fasilitator kec dan perifikasi STBM
Rendahnya cakupan
jamban sehat/STBM
Kurangnya dukungan lintas
sector untuk pembuatan
Kurangnya dukungan jamban sehat
masyarakat dalam
pengaturan jamban dan
sumur dengan Kurangnya pengetahuan
tetangganya Rendahnya ekonomi masyarakat
untuk membuat jamban
sehat
Lingkungan Biaya Manusia
a. Rendahnya SPAL sehat
Alat/sarana Metode
Kurangnyapraktekpemb
uatan bowel,
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016
lubangsampahdan SPAL
Page 61
dg FRP
Kurangnya kunjungan
rumah
/inspeksisanitasi
Kurangnya penyuluhan tentang
Kurangnya refresing jamban sehat dalam PHBS rt
kader kesling tentang
STBM Kurangnya pemicuan
Belumterbentuknyatimfasilita Kurangnya pendampingan
torkecdanperifikasi STBM Rendahnya cakupan
Kurangnyaalatsimulasipem
buatanjambansehat jamban sehat/STBM
Kurangnya dukungan
lintas sector untuk
Kurangnya dukungan pembuatan
masyarakat dalam jambansehat
pengaturan jamban dan
sumur dengan Rendahnya ekonomi
untuk membuat jamban Kurangnya
tetangganya
sehat pengetahuan
masyarakat
6.
lingkungan
biaya manusia
7. Rendahnya cakupan rumah sehat
Alat/sarana Metode
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016 Page 62
Kurangnya kunjungan
rumah
Kurangnya rapinya
pencatatan dalam kartu Kurangnya penyuluhan
rumah sehat tentang rumah sehat
Kurangnya refresing
Kurangnya pendataan kader
rumah sehat oleh kader
Rendahnya cakupan
rumah sehat
Belum sentifiat kader Rendahnya ekonomi
Kesling untuk membuat rumah
sehat
Kurangnya pengetahuan
Faktor Kurangnya minat masy
masyarakat
geografi :perkebunan, untuk menjadi kader
dataran rendah,
persawahan Kurangnya dukungan
LS dalam lokmi dan
lingkungan biaya manusia
8.
9. Rendahnya cakupan K4
Alat/sarana Metode
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016 Page 63
Kurangnya ketelitian Kurangnya kunjungan
dalam pencatatan bumil rumah bumil yg blm K1
baru Kurangnya ANC dalam kelas
Kurangnya alat di ibu
beberapa poskesdes
Kurangnya sosialisasi program
Kurangnya koordinasi dgn keluarga sehat
BPS
Rendahnya cakupan K1
Kurangnya stikerisasi dan K4
P4K
Kurangnya aktifnya
nakes didesa dalam
penjaringanbumil
Kurangnya dukungan Kondisi bumil yang
keluarga untuk ANC masih lemah sehingga
menganggap belum
perlu ANC
Lingkungan Biaya Manusia
10. Rendahnya cakupan D/S (partisipasi masyarakat)
Metode
Alat/sarana
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016 Page 64
Kurangnya alat dan
sarana penunjang
kegiatanan posyandu
kurangnya media
Rendahnya cakupan D/S
(partisipasi masyarakat)
Kurangnya
penyuluhan tentang
Kurangnya posyandu
dukungan dari
aparat kampung
PKK dan lintas Kurangnya
sector pengetahuan
masyarakat tentang
posyandu
lingkungan biaya manusia
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016 Page 65
[Link] cakupan yankes Posbindu dan usila
Alat/sarana Metode
Kurangnya pembinaan
pelaksanaan posyandu lansia
Kurangnya media Kurangnya sarana
penyuluhan untuk posyandu Kurangnya frekuensi
/poster/leaflet tentang seperti tape dan kaset penyuluhan tentang
kesehatan lansia senam kesehatan lansia
Kurang tertibnya pencatatan dan
pelaporan di posyandu lansia
Kurangnya buku Belum adanya PMT
KMS pemantauan untuk lansia gizi
kesehatan lansia kurang Rendahnya cakupan
yankes posbindu dan
lansia
Kurangnya minat lansia
Kurangnya dukungan terutama lansia laki-laki
keluarga/teman lansia
untuk mengikuti
Kurangnya
posyandu lansia
koordinasi antara
lintas sector
terutama PKK desa
lingkungan biaya manusia
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016 Page 66
[Link] cakupan dokter kecil
Alat/sarana Metode
Kurangnya buku Kurangnya pembinaan dokcil
pedoman kegiatan UKS disekolah
Kurangnya koordinasi sekolah-puskesmas
Belum terdapatnya Belum terbentuknya
ruang UKS tim UKS kecamatan
disekolah
Rendahnya cakupan
dokter kecil
Kurangnya dukungan
sekolah dalam
menyediakan sarana Kurangnya
pendukung UKS (WC, pengetahuan siswa
kantin sekolah, tempat tentang dokcil
sampah, perpustakaan,
kebersihan lingkungan Siswa sulit
berkonsentasi saat
pembinaan
lingkungan biaya manusia
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS 2016 Page 67