0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan27 halaman

Teori Figure Ground dalam Desain Perkotaan

Teori urban design membahas tiga pendekatan utama dalam merancang kota, yaitu figure ground untuk menganalisis hubungan antara ruang terbuka dan bangunan, linkage untuk menganalisis konektivitas antar bagian kota, dan place untuk memahami karakteristik sosial dan budaya suatu ruang perkotaan. Ketiga pendekatan ini berfokus pada elemen fisik kota serta interaksi masyarakat di dalamnya.

Diunggah oleh

Ampel Bersinergi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan27 halaman

Teori Figure Ground dalam Desain Perkotaan

Teori urban design membahas tiga pendekatan utama dalam merancang kota, yaitu figure ground untuk menganalisis hubungan antara ruang terbuka dan bangunan, linkage untuk menganalisis konektivitas antar bagian kota, dan place untuk memahami karakteristik sosial dan budaya suatu ruang perkotaan. Ketiga pendekatan ini berfokus pada elemen fisik kota serta interaksi masyarakat di dalamnya.

Diunggah oleh

Ampel Bersinergi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS TEORI

URBAN DESIGN

FIGURE
GROUND,
LINKAGE
& PLACE
FINDING LOST SPACE

why?
Sejarah Perkembangan Kota background
Piazza Navona, Roma
Open space direncanakan dg baik
(di sekitar pemukiman padat)
background

Kendaraan bermotor meningkat


Kebutuhan jalan raya & parkir

New York,1900
Lost space

Pittsburgh, Pennsylvania
1950
Space & antispace
(Steven Peterson)

Space
Dpt diukur,
dpt didefinisikan,
dpt dirasakan batasnya
Permukiman Pruitt-Igoe,
St. Louis, Missouri

Dianggap tdk dpt menyatu dg


kawasan sekitarnya
berusaha diperbaiki dengan …
Tiga pendekatan
pokok teori yang
menganggap kota
sebagai produk :

• FIGURE GROUND

• LINKAGE SYSTEM

• PLACE
Pendekatan Teori TRANCIK
a. Solid-void
• Untuk mengenali morfologi kota dengan melihat komposisi solid-void yang
menyusunnya
• Dapat mengenali elemen detail yang berupa blok bangunan dan open space

b. Linkage
• Untuk menggambarkan hubungan antar bagian kota dan desain titik-titik
wilayah yang berupa organisasi garis
• Dapat diamati keterhubungan antar bagian kota melalui elemen sirkulasi,
bangunan, open space, aktivitas pendukung, maupun prasarana

c. Place
• Untuk memahami karakteristik budaya dan masyarakat dari ruang fisik
dengan mengenali elemen place yang meliputi path, edge, distric, node, dan
landmark
• Untuk elemen bangunan dan sirkulasi atau pola jalan
FIGURE GROUND
Definisi 'figure-ground
mapping'
Hubungan tekstural antara
bentuk yang dibangun
(building mass) dan ruang
terbuka (open space)
atau
massa bangunan dan ruang
terbuka yg digambarkan
dengan “the building
footprint” dalam bentuk
hitam putih.
FIGURE GROUND – pola homogen
FIGURE GROUND – pola heterogen
FIGURE GROUND – pola campuran
POLA TEKSTUR KOTA SECARA DIAGRAMATIS
TEORI LINKAGE
• Teori yang digunakan untuk menjelaskan hubungan
antar ruang perkotaan dan dinamika tata ruang
perkotaan (Zahnd, 1999) .
• Hubungan antar ruang perkotaan, secara spasial akan
membentuk garis-garis yang saling menghubungkan
antar ruang perkotaan. Garis-garis tersebut, dapat
berupa jaringan jalan, jalur pedestrian, serta ruang
terbuka yang berbentuk segaris.
• Terdapat tiga pendekatan yaitu linkage visual, linkage
structural, dan linkage kolektif
Linkage Visual
• digunakan untuk menganalisis hubungan
antar kawasan secara visual.
• Terdapat lima elemen linkage visual yakni
garis, koridor, sisi, sumbu, dan irama.
• Elemen-elemen tersebut memiliki ciri khas
atau suasana yang menggambarkan
kondisi tertentu pada suatu kawasan
Linkage Garis
Linkage Koridor
Linkage Struktural
• Linkage struktural menggabungkan dua
atau lebih bentuk strukur kota menjadi
satu kesatuan.
• menggunakan data time series, bertujuan
untuk melihat perubahan strukturan yang
terjadi pada sebuah kawasan.
• Terdapat tiga elemen linkage structural
yaitu tambahan, sambungan, dan
tembusan
Linkage Struktural
TAMBAHAN, melanjutkan
pola massa yang sudah
ada sebelumnya
SAMBUNGAN,
memperkenalkan pola
baru pada lingkungan di
kawasannya
TEMBUSAN, pola massa
yang ada merupakan
campuran pola yg sdh
ada disekitarnya
Linkage Kolektif
• digunakan untuk menganalisis hubungan antar kawasan
melalui pengelompokkan berdasarkan karakteristik.
• Suatu kota harus memperhatikan kesamaan secara
spasial, baik yang dipengaruhi dari dalam perkotaan
maupun luar perkotaan. Secara spasial, kondisi tersebut
akan terbentuk berdasarkan kesamaan karakteristik,
sehingga
• bentuk-bentuk kolektif yang ada akan menjadi dasar
perancangan perkotaan
TEORI PLACE
Definisi :
• Teori ini menjelaskan bahwa ruang-ruang perkotaan
terbentuk karena adanya aktivitas masyarakat, yang
berlatar sosial budaya, sehingga ruang-ruang yang
terbentuk memiliki makna dan unsur karateristik yang
khas. Pace ditinjau dari aspek Fisik Ruang dan Aspek
Sosial Budaya.

Sebuah space menjadi place bila


mempunyai arti dari lingkungan yang
berasal dari budaya daerahnya.
Place definition..

• Place is a space that


we can remember,
care about and make
part of our life.
• Place could bring
emotions, re-
collections, people and
ideas to mind. (Donlyn
Lyndon, 2001)
ELEMEN-ELEMEN PEMBENTUK CITRA KOTA

Place secara fisik, dianalisis dari Citra Kota


1. PATHS
2. EDGES
3. DISTRICTS
4. NODES
5. LANDMARK
Daftar Bacaan
• Budihardjo, Eko. 1991. Arsitektur dan kota di
Indonesia
• Frey, Hildebrand.1990. Designing The City
• Lynch, Kevin.1960. The Image of The City
• Lynch, Kevin. 1991. City Sense and City design
• Trancik, 1990, Finding Lost Space

Anda mungkin juga menyukai