DIABETES MELITUS
No. Dokumen :
SOP [Link] :
Tanggal Terbit :
Halaman :
KLINIK Dr Iskandar,[Link]
PRATAMA
MUTIARA SEHAT
1. Pengertian Diabetes melitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai
berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang
menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, saraf, ginjal
dan pembuluh darah
2. Tujuan Agar petugas dapat menegakkan diagnosis diabetes melitus (DM)
dan melakukan pengobatan dan penyuluhan untuk pencegahan
diabetes melitus.
3. Kebijakan Surat Keputusan Direktur Klinik Pratama Mutiara Sehat No. 010 /
SK – dir / II / 2019
4. Referensi [Link] No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
[Link] No. 9 Tahun 2014 tentang klinik
[Link] No.514 tahun 2015 tentang Panduan Klinis bagi
dokter difasilitas pelayanan tingkat pertama.
5. Prosedur/ Langkah- a. Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut.
langkah b. Petugas menulis identitas pasien di buku register
c. Petugas melakukan anamnesa pada pasien apakah pasien
mengeluhkan gejala klasik DM yang berupa poliuria (sering
kencing), polidipsi (sering haus) dan polifagi (serng lapar).
d. Petugas menanyakan pada pasien apakah terdapat keluhan lain
seperti berat badan turun tanpa penyebab yang jelas,
kesemutan, gatal, mata kabur, impotensi pada pria, pruritus vulva
pada wanita, serta adakah luka yang tidak kunjung sembuh.
e. Petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah
f. Petugas melakukan pemeriksaan nadi
g. Petugas melakukan pemeriksaan suhu
h. Petugas melakukan pemeriksaan fisik termasuk ekstremitas atas
dan bawah termasuk jari.
i. Bila diperlukan petugas membuat permintaan pemeriksaan gula
darah atau urin ke laboratorium.
j. Petugas menyerahkan surat permintaan kepada pasien untuk
selanjutnya pasien ke laboratorium
k. Petugas menerima hasil laboratorium dari pasien
Page 1 of 3
l. Petugas membaca hasil laboratorium dan menegakan diagnose
berdasarkan hasil lab dan anamnesis, yaitu:
Gejala klasik DM +Glukosa darah sewatu ≥ 200 mg/dl (darah
kapiler)
Gejala klasik DM +Glukosa darah puasa ≥ 100 mg/dl (darah
kapiler)
Tanpa gejala kasik DM + kadar GDS ≥ 200 mg/dl atau GDP
ulang ≥ 100 mg/dl (darah kapiler)
m. Petugas memberikan penatalaksanaan awal DM berupa terapi
gizi medis (TGM) dan latihan jasmani selama 2 – 4 minggu.
Apabila kadar gula darah belum mencapai sasaran dilakukan
intervensi farmakologi dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dan
atau suntikan insulin.
Obat hipoglikemik oral (OHO) dimulai dengan dosis kecil dan
ditingkatkan secara bertahap sesuai respons kadar glukosa
darah, dapat diberikan sampai dosis hampir maksimal.
Pemberian OHO bersamaan dengan pengaturan diit dan
latihan jasmani, bila diperlukan dapat dilakukan pemberian
OHO tunggal atau OHO kombinasi. Terapi OHO kombinasi
harus dipilih dua macam obat dari kelompok yang
mempunyai mekanisme kerja berbeda
Golongan Biguanid: Metformin, dosis awal 500 mg dosis
maksimal 2500 mg diberikan 1-3 kali/hari
Golongan Sulfonilurea: Glibenklamid dosis awal 2.5 mg dosis
maksimal 15 mg/hr diberikan 15 – 30 menit sebelum makan,
1-2 kali/hari.
n. Petugas mengedukasi pasien tentang penyakit DM, perlunya
pengendalian dan pemantauan gula darah, penyulit DM dan
resikonya serta bagaimana mengatasi sementara keadaan gawat
darurat akibat DM (rasa sakit dan hipoglikemia).
o. Petugas mengedukasi pasien tentang terapi gizi medis (TGM)
makanan yang seimbang sesuai dengan kebutuhan kalori dan
zat gizi masing-masing individu. Pentingnya keteraturan makan
dalam hal jadwal makan, jenis dan jumlah makanan.
Page 2 of 3
p. Petugas mengedukasi pasien tentan latihan jasmani secara
teratur 3 – 4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit.
q. Petugas menulis resep.
r. Petugas menyerahkan resep kepada pasien
s. Petugas menulis hasil pemeriksaan fisik, laboratorium,diagnose
dan terapi kedalam rekam medic pasien
t. Petugas menandatangani rekam medic
u. Petugas menulis diagnose ke buku rgister rawat jalan.
6. Unit Terkait 1. Pendaftaran
2. IGD
3. BP
4. KIA
Page 3 of 3