RPP Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
RPP Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 1
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
E. Materi Pembelajaran:
Pengertian struktur organisasi dan fungsinya Sebelum membaca dan memahami
mengenai struktur organisasi alangkah baiknya jika kita ketahui tentang, apa itu
organisasi? Organisasi adalah sekelompok orang (dua orang ataupun lebih) yang secara
formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
1. Struktur organisasi
Struktur organisasi adalah suatu susunan komponen-komponen atau unit-unit kerja dalam
sebuah organisasi. Struktur organisasi menunjukan bahwa adanya pembagian kerja dan
bagaimana fungsi atau kegiatan-kegiatan berbeda yang dikoordinasikan. Dan selain itu
struktur organisasi juga menunjukkan mengenai spesialisasi-spesialisasi dari pekerjaan,
saluran perintah maupun penyampaian laporan.
Struktur organisasi adalah suatu susunan atau hubungan antara komponen bagian-bagian
dan posisi dalam sebuah organisasi, komponen-komponen yang ada dalam organisasi
mempunyai ketergantungan. Sehingga jika terdapat suatu komponen baik maka akan
berpengaruh kepada komponen yang lainnya dan tentunya akan berpengaruh juga kepada
organisasi tersebut.
Adapun fungsi / kegunaan dari struktur dalam sebuah organisasi, berikut dibawah ini
penjelasannya:
a. Kejelasan tanggung jawab.
Setiap anggota dari organisasi harus dapat bertanggung jawab dan juga apa saja yang
harus dipertanggungjawabkan. Setiap anggota suatu organisasi tentunya harus dapat
bertanggung jawab kepada pimpinannya atau kepada atasannya yang telah memberikan
kewenangan, karena pelaksanaan atau implementasi kewenangan tersebut yang perlu
dipertanggungjawabkan. Itulah fungsi struktur organisasi tentang kejelasan tanggung
jawab.
b. Kejelasan kedudukan.
Dan Fungsi lainnya yaitu kejelasan mengenai uraian tugas didalam struktur organisasi
akan sangat membantu pihak atasan atau pimpinan untuk dapat melakukan pengawasan
maupun pengendalian, dan juga bagi bawahan akan dapat lebih berkonsentrasi dalam
melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan karena uraian yang jelas. Itulah salah satu
fungsi sebagai kejelasan uraian tugas.
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 1
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 3 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Awal. Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan
bengkel
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan
bengkel
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- hari Menit
yang berkaitan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan bengkel
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
keberhasilan bengkel sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu
peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras,
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
Pertemuan 4 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Awal. Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik mendata
faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan bengkel
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
mendata faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan bengkel
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Mempelajari faktor- Tes tertulis Uraian 1) Jelaskan faktor apa saja yang
faktor yang mempengaruhi keberhasilan
mempengaruhi bengkel!
keberhasilan bengkel 2) Meengapa mengapa kita perlu
b. Menjelaskan faktor- mengetahui faktor-faktor yang
faktor yang mempengaruhi keberhasilan
mempengaruhi bengkel!
keberhasilan bengkel 3) Buatlah daftar faktor-faktor apa saja
c. Meyimpulkan faktor- yang dapat mempengaruhi
faktor yang keberhasilan bengkel!
mempengaruhi
keberhasilan bengkel
d. Memilah faktor-faktor
yang mempengaruhi
keberhasilan bengkel
e. Membuat daftar faktor-
faktor yang
mempengaruhi
keberhasilan bengkel
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 1
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
D. Tujuan Pembelajaran:
Setelah selesai melakukan diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat :
1. Mendefinisikan jenis-jenis pelayanan bengkel dengan sopan
2. Menjelaskan jenis-jenis pelayanan bengkel dengan teliti
3. Mengklasifikasikan jenis-jenis pelayanan bengkel dengan cermat
4. Menyebutkan jenis-jenis pelayanan bengkel dengan teliti
5. Mendefinisikan jenis-jenis pelayanan bengkel dengan teliti
E. Materi Pembelajaran:
Jenis-jenis pelayanan bengkel.
Dalam pelayanan di bengkel khususnya sepeda motor, terfokus pada pelayanan jasa hal itu sering
disebut dengan produk dari sebuah bengkel. Produk yang ada dipasaran banyak variasinya walaupun
mungkin fungsinya sama, namun demi memenuhi kemudahan dan kebutuhan konsumen yang
berbeda-beda, produk tersebut menjadi berbeda dari yang satu dengan yang lain. Melihat produk dari
segi perencanaanya ada beberapa tingkatan produk, yaitu :
1. Produk inti : pada usaha reparasi motor ini kami mengedepankan produk yang berupa pelumas
mesin motor (oli), kami melengkapi semua produk pelumas motor, karena produk ini sering di cari
oleh konsumen, dan dari kebiasan konsumen yang mereparasi motornya seringkali sekaligus
mengganti pelumas mesin motornya.
2. Produk actual : untuk menciptakan produk yang actual, usaha yang kami dirikan ini menjual spare
part yang original dari pabrik, contohnya produk asli Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan
produk unggulan dari Astra Motor. Karena usaha ini sangat mengedepankan kualitas terbaik.
3. Produk tambahan : usaha ini mempunyai tambahan produk, diantaranya :
4. Memberikan striker nama bengkel gratis pada setiap servise, ini sekaligus untuk mempromosikan
bengkel usaha ini, karena semakin banyak striker yang diberikan, maka semakin banyak orang
yang tahu akan usaha ini.
5. Memberikan gantungan kunci nama bengkel gratis, akan tetapi pemberian gantungan kunci ini
tidak semua servis dapat gantungan kunci gratis, khusus servis tune up serta ganti pelumas dan
keatasnya (servis yang bervariasi) yang dapat gantungan kunci gratis ini. Ini sekaligus dapat
memberikan kepuasan konsumen akan usaha ini.
6. Menerima kritik dan saran dari semua konsumen, melalui telepon dll. Karena kritik dan saran
dapat membantu untuk mengevaluasi usaha yangdidirikan agar menjadi usaha yang tepercaya.
Umumnya barang konsumen dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis namun pada bidang usaha
jenis bengkel motor ini adalah shopping goods yaitu barang – barang dalam proses pemilihan dan
pembeliannya dibandingkan olek konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Kriteria
perbandingan tersebut meliputi harga, kualitas, dan model masing – masing jasa.
F. Pendekatan, Strategi dan Metode:
1. Pendekatan : Saintifik
Menggunakan pendekatan ini dikarenakan pada akhirnya siswa dituntut
untuk menemukan/membuat suatu prodak barang/jasa, dengan
pembelajaran 5m (Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
mengasosiasi, mengkomunikasikan)
2. Model : Inquiry learning (Pembelajaran inkuiri)
Model ini digunakan karena setelah selesai pembelajaran teori siswa
langsung dihadapkan dengan praktik yang mana siswa diharapkan
menemukan sendiri, dengan demikian siswa akan mengingat materi
tersebut dalam jangka waktu yang lama dikarenakan siswa menemukan
sendiri
3. Strategi dan Metode : Ceramah, diskusi dan inkuiri
Diharapkan dengan diskusi dan inkuiri siswa mampu mempunyai
pemahaman yang sama tentang pembelajaran Pengelolaan Bengkel
Sepeda Motor, sehingga semua siswa menjadi siswa yang produktif dan
kreatif.
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 5 (6 x 45 Menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Awal. Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan buku
tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
mengklasifikasikan jenis-jenis pelayanan bengkel
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi baru
yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
mengklasifikasikan jenis-jenis pelayanan bengkel
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari-hari yang Menit
berkaitan dengan mengklasifikasikan jenis-jenis pelayanan
bengkel
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang mengklasifikasikan
jenis-jenis pelayanan bengkel sehingga menumbuhkan rasa ingin
tahu peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta
antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber
belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras, rasa ingin
tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk bertanya,
memberi gagasan yang menarik dan menantang untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang masalah
sehari-hari yang berkaitan dengan mengklasifikasikan jenis-
jenis pelayanan bengkel
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi
tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
mengklasifikasikan jenis-jenis pelayanan bengkel
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi dan
mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah disusun dan
mengerjakan Latihan dan Kegiatan di buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan mencari sumber belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan
memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau
menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis
mengklasifikasikan jenis-jenis pelayanan bengkel dalam
masalah sehari-hari
b. Guru kepada peserta didik agar membentuk sebuah kelompok
seperti yang telah dibagi pada pertemuan pertama untuk
melakukan diskusi tentang pengertian proses produksi massal
dan klasifikasi produksi massal
c. Guru membimbing peserta didik pada setiap kelompok dalam
melakukan diskusi
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang
masih perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru
yang ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari mengenai
mengklasifikasikan jenis-jenis pelayanan bengkel
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab
untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan, tambahan
informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran yang
telah dilakukan
I. Sumber Belajar:
1. Buku paket
2. Buku lain yang relevan
3. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Mendefinisikan jenis- Tes tertulis Uraian 1) Jelaskan apakah
jenis pelayanan pelayanan bengkel itu!
bengkel 2) Sebutkan ciri-ciri jenis
b. Menjelaskan jenis- pelayanan yang baik pada
jenis pelayanan suatu bengkel!
bengkel 3) Buatlah 4 jenis pelayanan
c. Mengklasifikasikan bengkel yang baik dan
jenis-jenis pelayanan menarik!
bengkel
d. Menyebutkan jenis-
jenis pelayanan
bengkel
e. Mendefinisikan jenis-
jenis pelayanan
bengkel
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 1
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
I. Sumber Belajar:
1. Buku paket
2. Buku lain yang relevan
3. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Kompetensi Penilaian Penilaian Instrumen
a. Menyebutkan isi Tes tertulis Uraian 1) Apakah yang dimaksud
undang-undang dengan undang-undang
ketenagakerjaan ketenagakerjaan!
b. Menginteprestasikan isi 2) Sebutkan 3 undang-
undang-undang undang ketenagakerjaan!
ketenaga kerjaan 3) Apakah yang
c. Menjelaskan undang- dimaksudkan dengan
undang ketenaga kerjaan PHK!
d. Melaksanakan 4) Jelaskan perbedaan
undnag-undang undang-undang
ketenaga kerjaan ketenagakerjaan masa
orde baru dengan masa
e. Mengimplementasikan
reformasi!
undang-undang
5) Sebutkan dan jelaskan 3
ketenaga kerjaan
isi undang-undang
ketenagakerjaan!
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 1
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
D. Tujuan Pembelajaran:
Setelah melakuan diskusi dan menggali informasi, peserta didik diharapkan dapat :
1. Menyebutkan tata laksana bengkel dengan teliti
2. Memberi contoh tata laksana bengkel dengan santun
3. Menjelaskan tata laksana bengkel dengan santun
4. Menentukan tata laksanan bengkel dengan teliti
E. Materi Pembelajaran:
Manajemen Bengkel
Pengertian bengkel sangat luas, mengingat banyaknya jenis kegiatan yang dilakukan orang
dengan menggunakan sarana bengkel. Di sekolah-sekolah teknik, bengkel digunakan sebagai
tempat pelatihan keterampilan/kerja para siswa. Penggunaan bengkel yang lain adalah sebagai
tempat perawatan dan perbaikan, proses produksi,dan laboratorium/penelitian. Secara garis besar,
bengkel diartikan sebagai tempat pelatihan, penelitian, perawatan dan perbaikan mesin/peralatan,
atau tempat produksi. Namun, apapun jenis kegiatannya, penggunaan bengkel harus dikonsep
dengan baik terlebih dulu sehingga bengkel menjadi efektif sebagai sarana mencapai tujuan.
Untuk mencapai efektivitas bengkel, para pengelola bengkel haruslah menerapkan manajemen
bengkel. Manajemen bengkel adalah manajemen yang diterapkan pada bengkel. Oleh karena itu,
fungsi-fungsi manajemen juga diterapkan pada pengelolaan bengkel. Fungsi-fungsi manajemen
bengkel meliputi hal berikut:
1. Perencanaan bengkel, termasuk di dalamnya penataan bengkel.
2. Pengorganisasian bengkel (struktur organisasi)
3. Penempatan staf bengkel
4. Mekanisme pengelolaan bengkel, meliputi administrasi bengkel, prosedur penggunaan
mesin/peralatan, perawatan dan perbaikan mesin/peralatan, optimasi bengkel dan
pengawasnya.
Perencanaan Bengkel
Bengkel mempunyai peranan yang sangat dominan dalam keseluruhan kegiatan
perusahaan/industri, ataupun pada sekolah teknik. Agar bengkel mempunyai nilai efektivitas
tinggi haruslah direncanakan berdasarkan jenis kegiatannya, letaknya, jumlah dan jenis
mesin/peralatan yang akan digunakan, luas dan tata letak bengkel, serta rencana
pengembangannya di kemudian hari.
[Link] bengkel
Hal yang pertama-tama harus dipikirkan sebelum mendirikan suatu bengkel adalah tujuan
pendirian bengkel . Secara ekonomis, tujuan bengkel dapat dibagi menjadi dua golongan:
1) Tujuan komersial, seperti bengkel produksi,dan jasa.
2) Tujuan tidak komersial, seperti bengkel pelatihan dan penelitian (sekolah).
[Link] kegiatan Bengkel
Langkah berikutnya, setelah merumuskan tujuan, ialah menetapkan jenis kegiatan bengkel.
Kegiatan bengkel banyak jenisnya. Namun, secara garis besar dapat, digolongkan:
1) Bengkel produksi
2) Bengkel perawatan dan perbaikan
3) Bengkel pelatihan
4) Bengkel penelitian
Bengkel produksi adalah bengkel yang memfokuskan kegiatannya pada proses produksi. Dalam
bengkel seperti ini biasanya jenis kegiatannya berantai dari persiapan bahan baku sampai
dengan hasil produksi.
Bengkel perawatan dan perbaikan adalah bengkel dengan fokus kegiatan memberi layanan
teknis kepada konsumen atau bagian-bagian lain dalam suatu industri mengenai perawatan dan
perbaikan mesin/peralatan.
Bengkel pelatihan adalah bengkel dengan fokus kegiatan berupa proses pemberian ketrampilan
kepada peserta pelatihan.
Bengkel penelitian mempunyai fokus kegiatan mencari metode baru, menentukan kualitas
barang, dan pembuatan prototype.
a. Jenis dan jumlah Mesin/Peralatan
Jenis maupun jumlah mesin/peralatan yang akan digunakan di dalam bengkel harus
direncanakan dengan baik. Penentuan jenis dan jumlah mesin/peralatan berkaitan dengan
kapasitas ruang bengkel dan jenis kegiatan bengkel yang dipilih. Jadi, andaikata jenis
kegiatan bengkel adalah produksi maka baru akan diketahui jenis maupun jumlah
mesin/peralatannya setelah ditentukan lebih dahulu jenis dan jumlah produksi yang
diinginkan. Demikian juga bengkel pelatihan, jenis dan jumlah mesin/peralatannya
disesuaikan dengan jenis keterampilan yang akan diberikan dan jumlah peserta latihan yang
akan ditampung.
b. Pemilihan Lokasi Bengkel.
Pemilihan lokasi bengkel erat sekali kaitannya dengan tujuan pendirian bengkel. Disamping
itu, karena bengkel juga perlu dilengkapi dengan ruang administrasi (termasuk ruang
pimpinan dan Staf) maka letak /posisi bengkel terhadap ruang administrasi tersebut harus
diperhatikan hal yang lebih menguntungkan pencapaian tujuan. Misalnya, suatu bengkel
didirikan untuk tujuan kemersial dengan jenis kegiatannya perawatan dan perbaikan sepeda
motor. Pemilihan lokasi bengkel yang demikian sebaiknya di tepi jalan dengan posisi
bengkel lebih di depan daripada ruang administrasinya baru dilaksanakan setelah kondisi
sepeda motor tesebut diketahui jenis perawatan dan perbaikannya di bengkel. Jadi yang
harus ditonjolkan ialah kondisi bengkel tersebut kepada konsumen.
Pada bengkel produksi yang perlu ditonjolkan kepada konsumen ialah jenis dan kualitas
produk. Konsumen yang menginginkan produk tersebut akan langsung minta informasi ke
bagian administrasi. Baru setelah itu konsumen menginginkan, diajak meninjau bengkel.
Oleh sebab itu, untuk jenis bengkel produksi, posisi bengkel sebaiknya di belakang ruang
administrasi agar komunikasi dengan konsumen menjadi lebih mudah.
Untuk bengkel penelitian, karena proses administrasinya serupa dengan bengkel produksi
maka penentuan posisi belakang sebaiknya juga sama.
Apabila karena lokasi tidak memungkinkan pengaturan bengkel dan ruang administrasinya,
diusahakan agar posisi bengkel dengan ruang administrasinya berdampingan.
c. Tata Letak (Layout) Bengkel.
Setelah jenis, jumlah mesin/peralatan serta aliran proses kegiatan dengan bengkel ditentukan
maka agar proses kegiatan menggunakan mesin/peralatan tersebut lancar, letak mesin serta
pembagian ruangam di dalam bengkel harus diatur sebaik- baiknya. Pada tahap perencanaan
bengkel, tata letak bengkel ini juga harus sudah ditentukan.
d. Mekanisme Kerja Bengkel
Yang dimaksud dengan mesin kerja bengkel adalah tata aliran komunikasi/kerja sama antara
bagian di dalam bengkel. Misalnya. bengkel dibagi menjadi bagian- bagian produksi,
gudang, perawatan dan perbaikan mesin, dan pengawasan mutu. Agar kerja sama antara
bagian lancar maka perlu ditentukan lebih dahulu cara mereka berkomunikasi/bekerja sama.
e. Rencana Pengembangan Bengkel
Dalam tahap perencanaan bengkel sebaiknya juga sudah direncanakan pula kemungkinan
pengembangan bengkel tersebut di kemudian hari. Yang dimaksud dengan pengembangan
bengkel ialah pengembangan kapasitas bengkel. Bertambahnya kapasitas bengkel, berarti
perlu dipikirkan pula kemungkinan penambahan areal bangunan bengkel
Struktur Organisasi Bengkel
Organisasi bengkel dimaksudkan sebagai organisasi personal yang mengatur kelancaran
kegiatan bengkel sesuai dengan fungsi keberadaan bengkel tersebut. Dengan demikian, organisasi
bengkel adalah suatu sistem kerjasama suatu kelompok, yang telah ditentukan sebelumnya.
Belum ada suatu standar baku tentang struktur organisasi bengkel. Penentuan stuktur organisasi
pada bengkel, perlu mempertimbangkan efektifitas dan efisiensinya, jadi penentuan struktur
organisasi didasarkan pada luas atau tidaknya jenis kegiatan bengkel tersebut. Namun secara garis
besar satuan-satuan organisasi bengkel harus ada kepala bengkel. Kepala urusan (Urusan Gudang,
Produksi, Perbaikan dan Perawatan), dan pelaksana-pelaksana di bengkel tersebut. Kepala Urusan
dapat diganti dengan seorang petugas yang membawahi beberapa orang pelaksana.
Jenis dan bentuk struktur organisasi dibuat dan dikembangkan di sekolah akan
bergantung kepada jumlah dan jenis bengkel yang dibuat, tuntutan keterampilan, jenis, jumlah
alat dan jumlah siswa (kapasitas sebuah bengkel).
F. Pendekatan, Strategi dan Metode:
1. Pendekatan : Saintifik
Menggunakan pendekatan ini dikarenakan pada akhirnya siswa
dituntut untuk menemukan/membuat suatu prodak barang/jasa,
dengan pembelajaran 5m (Mengamati, menanya, mengumpulkan
informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan)
2. Model : Inquiry learning (Pembelajaran inkuiri)
Model ini digunakan karena setelah selesai pembelajaran teori siswa
langsung dihadapkan dengan praktik yang mana siswa diharapkan
menemukan sendiri, dengan demikian siswa akan mengingat materi
tersebut dalam jangka waktu yang lama dikarenakan siswa
menemukan sendiri
3. Strategi dan Metode : Ceramah, diskusi dan inkuiri
Diharapkan dengan diskusi dan inkuiri siswa mampu mempunyai
pemahaman yang sama tentang pembelajaran Pengelolaan Bengkel
Sepeda Motor, sehingga semua siswa menjadi siswa yang produktif
dan kreatif.
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 9 (6 x 45 Menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
memahami tata laksana bengkel
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
memahami tata laksana bengkel
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- hari Menit
yang berkaitan dengan prosedur memahami tata laksana
bengkel
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang memahami tata
laksana bengkel sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu
peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras,
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan memahami tata
laksana bengkel
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi
tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
memahami tata laksana bengkel
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi
dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah
disusun dan mengerjakan Latihan dan Kegiatan di buku
Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII dan mencari sumber
belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan
memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau
menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk memahami tata
laksana bengkel dalam masalah sehari-hari
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh
sebelumnya
c. Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih
perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang
ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari mengenai
memahami tata laksana bengkel
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab
untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan, tambahan
informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan
I. Sumber Belajar:
a. Buku paket
b. Buku lain yang relevan
c. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menyebutkan tata Tes Uraian 1) Jelaskan prosedur tata
laksana bengkel laksana bengkel!
tertulis
b. Memberi contoh tata 2) Sebutkan 3 komponen tata
laksana bengkel laksana bengkel!
c. Menjelaskan tata 3) Jelaskan mengapa tata
laksana bengkel laksana bengkel
d. Menentukan tata dibutuhkan dalam sebuah
laksanan bengkel bengkel!
4) Bagaimana caranya
menentukan tat laksana
bengkel!
5) Buatlah tata laksana bengkel
sederhana!
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 1
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Mempelajari macam Tes tertulis Uraian 1) Jelaskan apakah yang
kecelakaan kerja dimaksud dengan
b. Mendiskusikan macam kecelakaan kerja!
2) Sebutkan 3 jenis kecelakaan
kecelakaan kerja
kerja!
c. Memahami macam 3) Bagaimana cara untuk
kecelakan kerja menanggulangi kecelakaan
d. Memilih cara kerja!
penanggulangan macam 4) Buatlah peraturan
kecelakaan kerja bengkel yangberkaitan
e. Melaksanakan dengan kecelakaan kerja!
penanggulangan macam 5) Sebutkan 3
kecelakaan kerja penanggulangan
f. Mengatasi macam kecelakaan kerja!
kecelakaan kerja
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 1 (Gasal)
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
Untuk mempelajari penanganan darurat kita perlu mengetahui situasi darurat terlebih
dahulu, situasi darurat adalah situasi yang menimbulkan risiko langsung terhadap kesehatan,
keamanan, properti atau lingkungan seseorang. Ada baiknya Anda mengetahui bagaimana
mengevaluasi tanda-tanda yang memungkinkan terjadinya keadaan darurat. Dengan begitu, Anda
bisa mengetahui cara mengendalikannya. Selain itu, memiliki kesiapan dalam menghadapi
keadaan darurat akan sangat bermanfaat jika sewaktu-waktu Anda harus menangani situasi
darurat.
TINGKATAN KEADAAN DARURAT
1. Tingkat 1 (Situasi Darurat Lokal)
Tingkat 1 adalah suatu keadaan darurat yang langsung dapat diatasi sepenuhnya oleh
personil Tim Tanggap Darurat yang sudah ada di unit kerjanya dan tidak memerlukan daya
tambahan lagi, serta tidak berdampak pada terhentinya suatu proses kegiatan dalam waktu
lama.
2. Tingkat 2 (Situasi Darurat Terbatas)
Tingkat 2 adalah keadaan darurat yang terjadi di satu/beberapa unit kerja dalam satu
wilayah (fakutas/fasilitas umum) dan mungkin membutuhkan beberapa sumber daya
tambahan dari Tim Tanggap Darurat yang tersedia di unit kerja lainnya, serta dapat
berdampak pada terhentinya suatu proses kegiatan dalam satu hari/lebih.
3. Tingkat 3 (Situasi Darurat Besar)
Tingkat 3 adalah keadaan darurat yang dapat menyebar melampaui batas satu unit
kerja atau bahkan batas negara, dan untuk penanggulangannya membutuhkan sumber daya
tambahan dari pihak berwenang di luar negri, seperti kepolisian, Pemda setempat, dan lain-
lain.
TIM MANAJEMEN TANGGAP DARURAT
Tim Manajemen Tanggap Darurat adalah tim yang bertanggung jawab untuk
menanggulangi suatu keadaan darurat yang terjadi di suatu wilayah. Setiap personil tim ini harus
diberikan beberapa pelatihan terkait keadaan darurat, sesuai dengan posisinya masing-masing.
ALUR EVAKUASI
Selain prosedur keadaan darurat, yang perlu diketahui oleh seluruh penghuni gedung
adalah alur untuk melakukan evakuasi. Karena jika tidak mengetahuinya, maka akan terjadi
kebingungan akan pergi kemana saat terjadi keadaan darurat. Alur evakuasi sebaiknya dipasang
bersamaan dengan Prosedur Keadaan Darurat, yaitu setiap ruangan di setiap lantainya.
SIMULASI
Simulasi keadaan darurat harus dilakukan untuk memastikan kesiapan Tim Tanggap
Darurat dalam menghadapi suatu insiden yang terjadi secara tiba-tiba. Selain kesiapan tim,
simulasi juga dapat bermanfaat untuk semua penghuni gedung, agar tidak panik dalam melakukan
evakuasi apabila terjadi keadaan darurat. Simulasi juga dapat bermanfaat untuk menguji
efektivitas dari prosedur / rencana keadaan darurat. Jika selama simulasi ini didapat suatu hal
yang kurang sesuai dengan prosedur, maka prosedur tersebut harus direview kembali. Simulasi
sebaiknya dilakukan minimal 1 kali dalam setahun.
PEMBAHARUAN PROSEDUR KEADAAN DARURAT
Prosedur ini sebaiknya direview dan/atau direvisi minimal satu kali dalam satu tahun
untuk memastikan keakuratan dan penerapannya, atau ketika terjadi suatu perubahan Prosedur
Penanggulangan Keadaan Darurat, terbentuk Tim Tanggap Darurat, Jadwal Pelatihan, alur
evakuasi terpasang, dilakukan simulasi secara rutin.
F. Pendekatan, Strategi dan Metode:
1. Pendekatan : Saintifik
Menggunakan pendekatan ini dikarenakan pada akhirnya siswa
dituntut untuk menemukan/membuat suatu prodak barang/jasa,
dengan pembelajaran 5m (Mengamati, menanya, mengumpulkan
informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan)
2. Model : Inquiry learning (Pembelajaran inkuiri)
Model ini digunakan karena setelah selesai pembelajaran teori siswa
langsung dihadapkan dengan praktik yang mana siswa diharapkan
menemukan sendiri, dengan demikian siswa akan mengingat materi
tersebut dalam jangka waktu yang lama dikarenakan siswa
menemukan sendiri
3. Strategi dan Metode : Ceramah, diskusi dan inkuiri
Diharapkan dengan diskusi dan inkuiri siswa mampu mempunyai
pemahaman yang sama tentang pembelajaran Pengelolaan Bengkel
Sepeda Motor, sehingga semua siswa menjadi siswa yang produktif
dan kreatif.
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 13 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
memahami penanganan darurat
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab memahami
penanganan darurat
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- hari Menit
yang berkaitan dengan memahami penanganan darurat
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang memahami
macam kecelakaan kerja sehingga menumbuhkan rasa ingin
tahu peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras,
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan memahami
penanganan darurat
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi
tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
memahami penanganan darurat
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi
dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah
disusun dan mengerjakan Latihan dan Kegiatan di buku
Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII dan mencari sumber
belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan
memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau
menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis
memahami penanganan darurat dalam masalah sehari- hari
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh
sebelumnya
c. Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih
perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang
ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari mengenai
memahami penanganan darurat
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab
untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan, tambahan
informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menyebutkan Tes Uraian 1) Jelaskan apakah itu
penanganan darurat keadaan darurat!
tertulis
b. Menginteprestasikan 2) Sebutkan 3 langkah-
langkah alam mengatasi
penanganan darurat
keadaan darurat!
c. Menjelaskan penanganan 3) Bagaimana cara
darurat menggolongkan keadaan
d. Menyesuaikan darurat!
penanganan darurat
e. Melaksanakan
penanganan darurat
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 1
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 15 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
mengidentifikasi penanganan limbah bengkel perawatan otomotif
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengidentifikasi
penanganan limbah bengkel perawatan otomotif
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
3.
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menyebutkan Tes Uraian 1) Jelaskan apakah yang
penanganan limbah bengkel dimaksud dengan limbah!
tertulis
perawatan otomotif 2) Sebutkan 3 limbah yang
b. Menginteprestasikan ditimbulkan pada bengkel
penanganan limbah otomotif!
bengkel perawatan 3) Bagaimana cara
otomotif menanganani limbah
c. Menjelaskan penanganan bengkel otomotif!
limbah bengkel perawatan 4) Bagaimana cara
otomo menyesuaikan penangannan
d. Menyesuaikan limbah bengkel otomotif!
penanganan limbah 5) Buatlah skema
bengkel perawatan penanganan limbah bengkel
otomotif perawatan otomotif!
e. Melaksanakan
penanganan limbah
bengkel perawatan
otomotif
4. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan:
a. Remedial dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar peerta didik belum mencapai
Kriteria Ketuntasan Belajar .
b. Pengayaan dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar peserta didik sudah mencapai
KKM, tetapi peserta didik belum puas dengan hasil belajar yang dicapai.
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 1
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 17 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
memahami perawatan berkala peralatan
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab memahami
perawatan berkala peralatan
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- hari Menit
yang berkaitan dengan memahami perawatan berkala
peralatan
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang memahami
perawatan berkala peralatan sehingga menumbuhkan rasa
ingin tahu peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras,
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan memahami
perawatan berkala peralatan
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi
tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
memahami perawatan berkala peralatan
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi
dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah
disusun dan mengerjakan Latihan dan Kegiatan di buku
Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII dan mencari sumber
belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan
memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau
menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis
memahami perawatan berkala peralatan dalam masalah
sehari-hari
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh
sebelumnya
c. Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih
perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang
ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari mengenai
memahami perawatan berkala peralatan
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab
untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan, tambahan
informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan
3. Kegiatan Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi 30
Penutup pembelajaran melalui tanya jawab klasikal dan mendorong peserta Menit
didik untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan YME
Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat proses
pembelajaran yang telah dilakukan
Guru memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dan hasil
telaah individu maupun kelompok
Guru melakukan tes tertulis dengan menggunakan Uji
Kompetensi atau soal yang disusun guru sesuai tujuan
pembelajaran
Guru dapat meminta peserta didik untuk meningkatkan
pemahamannya tentang konsep, prinsip atau teori yang telah
dipelajari dari buku-buku pelajaran yang relevan atau sumber
informasi lainnya
Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling
dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
Pertemuan 18 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
melaksanakan perawatan berkala peralatan
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab melaksanakan
perawatan berkala peralatan
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- hari Menit
yang berkaitan dengan melaksanakan perawatan berkala
peralatan
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang melaksanakan
perawatan berkala peralatan sehingga menumbuhkan rasa
ingin tahu peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras,
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang masalah
sehari-hari yang berkaitan dengan melaksanakan perawatan
berkala peralatan
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi
tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
melaksanakan perawatan berkala peralatan
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi
dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah
disusun dan mengerjakan Latihan dan Kegiatan di buku
Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII dan mencari sumber
belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan
memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau
menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis
melaksanakan perawatan berkala peralatan dalam masalah
sehari-hari
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh
sebelumnya
c. Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih
perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang
ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari mengenai
melaksanakan perawatan berkala peralatan
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab
untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan, tambahan
informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menyebutkan perawatan Tes Uraian 1) Jelaskan apakah yang
berkala peralatan dimaksud dengan
tertulis
b. Menginteprestasikan perawatan!
perawatan berkala 2) Sebutkan 3 jenis
peralatan perawatan!
c. Menjelaskan perawatan 3) Sebutkan 5 tujuan dari
berkala peralatan perawatan!
Menyesuaikan perawatan
berkala peralatan
d. Melakukan perawatan
berkala peralatan
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan:
a. Remedial dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar peerta didik belum mencapai
Kriteria Ketuntasan Belajar .
b. Pengayaan dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar peserta didik sudah mencapai
KKM, tetapi peserta didik belum puas dengan hasil belajar yang dicapai.
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 2
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
Keterangan :
Efn = Efisiensi dalam prosen (%)
Wg = Jumlah waktu yang digunakan (jam)
Wt = Jumlah waktu yang ditentukan (jam)
Waktu yang ditentukan ini merupakan waktu maksimum yang dapat digunakan sebagai
patokan, misalnya jam kerja, jam praktik siswa, atau berdasarkan perhitungan masa tahan
mesin.
Perhitungan ini adalah perhitungan efisiensi tiap-tiap mesin/peralatan didalam bengkel,
sedangkan efisiensi bengkel sama dengan rata-rata dari totalitas efisiensi tiap-tiap
mesin/peralatan tersebut.
Pada bengkel pelatihan/praktik perlu diperhitungkan juga efisiensi ruang praktik/shop
berkaitan dengan jumlah grup peserta. Efisiensi ruang dapat dihitung dengan rumus:
Jg . Wg
Efn x 100 %
Jb . Wt
Keterangan :
Efn = Efisiensi (%)
Wg = Jumlah waktu yang digunakan (jam praktek per minggu)
Wt = Jumlah waktu yang ditentukan ( jamkerja lembaga perminggu)
Jg = Jumlah grup yang berpraktik
Jb = Jumlah shop/bengkel yang digunakan
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 1 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
menerapkan alur kerja di bengkel
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang
telah dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan
materi baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
menerapkan alur kerja di bengkel
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- hari Menit
yang berkaitan dengan menerapkan alur kerja di bengkel
b. Guru memberikan penjelasan singkat menerapkan alur kerja di
bengkel sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras,
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan menerapkan alur
kerja di bengkel
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi
tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
menerapkan alur kerja di bengkel
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi
dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah
disusun dan mengerjakan Latihan dan Kegiatan di buku
Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII dan mencari sumber
belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan
memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau
menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis
Menerapkan alur kerja di bengkel dalam masalah sehari- hari
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh
sebelumnya
c. Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih
perlu ditingkatkan, atau strategi
atau konsep baru yang ditemukan berdasarkan apa
yang dipelajari mengenai menerapkan alur kerja di bengkel
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab
untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan, tambahan
informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan
I. Sumber Belajar:
1. Buku paket
2. Buku lain yang relevan
3. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menyebutkan alur Tes tertulis Uraian 1) Jelaskan apa yang dimaksud
kerja di bengkel dengan alur kerja bengkel !
b. Menjelaskan alur 2) Jelaskan mengapa alur kerja
kerja di bengkel bengkel penting dalam suatu
c. Melaksanakan alur bengkel!
kerja di bengkel 3) Buatlah alur kerja bengkel
c. Mematuhi alur kerja di beserta diskripsinya!
bengkel
d. Melaksanakan alur
kerja di bengkel
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 2
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 3 (8 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
memahami dan menerapkan prinsip-prinsip teknisi professional
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
memahami dan menerapkan prinsip-prinsip teknisi professional
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
I. Sumber Belajar:
1. Buku paket
2. Buku lain yang relevan
3. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menyebutkan prinsip- Tes Uraian 1) Jelaskan yang dimaksud
prinsip teknisi dengan teknisi
tertulis
professional professional!
b. Menginteprestasikan 2) Sebutkan 3 prinsip dasar
prinsip-prinsip teknisi teknisi professional!
professional 3) Mengapa seorang teknisi
c. Menjelaskan prinsip- harus menguasai teori
prinsip teknisi maupun praktik!
profesional 4) Jelaskan cara agar menjadi
c. Mereplikasi prinsip- teknisi yang professional!
prinsip teknisi 5) Kenapa seorang teknisi
professional harusprofessional!
d. Melaksanakan prinsip-
prinsip teknisi
professional
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan:
a. Remedial dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar peerta didik belum mencapai
Kriteria Ketuntasan Belajar . Pengayaan dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar
peserta didik sudah mencapai KKM, tetapi peserta didik belum puas dengan hasil
belajar yang dicapai.
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 2
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 4 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
memahami konsep kerja tim (team work)
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
memahami konsep kerja tim (team work)
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- hari Menit
yang berkaitan dengan memahami konsep kerja tim (team
work)
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang memahami
konsep kerja tim (team work) sehingga menumbuhkan rasa
ingin tahu peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras,
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan memahami
konsep kerja tim (team work)
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi
tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
memahami konsep kerja tim (team work)
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi
dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah
disusun dan mengerjakan Latihan dan Kegiatan di buku
Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII dan mencari sumber
belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan
memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau
menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis
memahami konsep kerja tim (team work) dalam masalah
sehari-hari
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh
sebelumnya
c. Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih
perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang
ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari memahami
konsep kerja tim (team work)
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab
untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan, tambahan
informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan
I. Sumber Belajar:
1. Buku paket
2. Buku lain yang relevan
3. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menyebutkan konsep Tes tertulis Uraian 1) Sebutkan 3 konsep kerja tim!
kerja tim (team work) 2) Jelaskan bagaimana
b. Memberi contoh menganalisis kerja tim yang
konsep kerja tim (team bagus!
work) 3) Bagamana cara
c. Menjelaskan konsep melakukan kerja tim!
kerja tim (team work) 4) Sebutkan bagian-bagian dari
c. Mengikuti kerja tim kerja tim!
(team work) 5) Buatlah contoh kerja tim
d. Mengimplementasikan beserta tanggung jawab
kerja tim (team work) masing-masing bagian!
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 2
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit
D. Tujuan Pembelajaran:
Setelah menggali informasi dan diskusi peserta didik diharapkan dapat :
1. Menjelaskan metode pengontrol kualitas kerja
2. Memberi contoh metode pengontrol kualitas kerja
3. Mengadaptasi metode pengontrol kualitas kerja
4. Mempraktekkan metode pengontrol kualitas kerja
5. Melaksanakan sesuai standar metode pengontrol kualitas kerja
E. Materi Pembelajaran:
Pengendalian mutu total, disebut juga sebagai manajemen mutu total, merupakan suatu
pendekatan yang melampaui teknik-teknik pengendalian mutu statistik biasa dan metode- metode
peningkatan mutu. Pendekatan ini menyiratkan gambaran secara lengkap dan evaluasi ulang dari
spesifikasi-spesifikasi dari produk, tidak hanya mempertimbangkan fitur-fitur terbatas yang dapat
diubah-ubah dalam produk sebelumnya. Jika spesifikasi asli tidak mencerminkan persyaratan
mutu yang benar, maka kualitas dari spesifikasi tersebut tidak dapat diinspeksi atau (bahkan)
diproduksi menjadi produk.
Misalnya, desain dari sebuah bejana tekan harus mencakup tidak hanya material dan dimensi,
tetapi juga bagaimana tentang pengoperasiannya, dampak penggunaannya terhadap lingkungan,
faktor-faktor keamanan, keandalan dan persyaratan-persyaratan kemampu-rawatan, dan
dokumentasi dari temuan-temuan tentang persyaratan- persyaratan tersebut. Manajemen Mutu
Total/ Total Quality Management (TQM) mengacu pada metode manajemen yang digunakan
untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas dalam organisasi bisnis.
TQM adalah pendekatan manajemen yang komprehensif yang bekerja horizontal di seluruh
organisasi, yang melibatkan semua departemen dan karyawan, dan memperluas baik ke
"belakang" maupun ke "depan", termasuk bagi para pemasok dan klien. TQM hanya salah satu
dari banyak akronim yang digunakan untuk menamai sebuah sistem manajemen yang berfokus
pada mutu. Akronim lainnya termasuk CQI (Continuous Quality Improvement/ Peningkatan Putu
Berkelanjutan), SQC (Statistical Quality Control/ Pengendalian Kualitas Statistik), QFD (Quality
Function Deployment), QIDW (Quality in Daily Work/ Kualitas dalam Pekerjaan Sehari-Hari),
TQC (Total Quality Control/ Pengendalian Mutu Total), dll. Seperti halnya pada sistem-sistem
diatas, TQM menyediakan kerangka-kerangka kerja untuk menerapkan produktivitas yang lebih
berkualitas dan inovatif secara efektif yang dapat meningkatkan profitabilitas dan daya saing
organisasi
Kegiatan pengendalian dilaksanakan dengan cara memonitor keluaran (output), membandingkan
dengan standart standart,menafsirkan perbedaan perbedaan dan mengambil tindakan untuk
menyesuaikan kembali proses proses itu sehingga sama / sesuai dengan standar (Buffa 1999 :
109). Pengendalian merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjamin agar kegiatan produksi
dan operas iyang dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan danapabila terjadi
penyimpangan tersebut dapat dikoreksi sehingga apayang diharapkan tercapai.
Dewasa ini semakin disadari akan pentingnya kualitas yang baik untuk menjaga keseimbangan
kegiatan produksi dan pemasaran suatu produk. Hal ini timbul dari sikap konsumen yang
menginginkan barang dengan kualitas yang terjamin dan semakin ketatnya persaingan antara
perusahaan yang sejenis. Oleh karena itu pihak perusahaan perlu mengambil kebijaksanaan untuk
menjaga kualitas produknya agar diterima konsumen dan dapat bersaing dengan produk sejenis
dari perusahaan lain serta dalam rangka menunjang program jangka panjang perusahaan yaitu
mempertahankan pasar yang telah ada atau menambah pasar perusahaan. Adapun hal tersebut
dapat dilakukan melalui pengendalian kualitas.
Beberapa pengertian kualitas antara lain:
1. Kualitas merupakan suatu kondisi yang berhubungan dengan produk dan jasa manusia,
proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2001 :4)
2. Kualitas merupakan totalitas bentuk dan karakteristik barang / jasa yang menunjukkan
kemampuannya untuk memutuskan kebutuhan kebutuhan yang tampak jelas maupun yang
tersembunyi (Render,2001:92)
3. Kualitas merupakan jumlah dari atribut atau sifat-sifat sebagaimana dideskripsikan didalam
produk produk yang bersangkutan (Ahyari,1990 : 238).
Jadi dapat disimpulkan kualitas adalah totalitas bentuk, karakteristik dan atribut sebagaimana
dideskripsikan di dalam produk (barang /jasa), proses dan lingkungan yang memenuhi atau
melebihi harapan / kebutuhan konsumen.
Pengendalian kualitas merupakan alat bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk bila
diperlukan, mempertahankan kualitas produk yang sudah tinggi dan mengurangi jumlah produk
yang rusak.
Ada beberapa pengertian pengendalian kualitas :
1. Pengendalian kualitas adalah suatu aktifitas untuk menjaga dan mengarahkan agar kualitas
produk perusahaan dapat dipertahankan sebagaimana telah direncanakan (Ahyari,1990 :239)
2. Pengendalian kualitas adalah merencanakan dan melaksanakan cara yang paling ekonomis
untuk membuat sebuah barang yang akan bermanfaat dan memuaskan tuntutan konsumen
secara maksimal (Assauri,1999 : 18)
3 .Pengendalian kualitas merupakan alat penting bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas
produk bila diperlukan, mempertahankan kualitas, yang sudah tinggi dan mengurangin jumlah
barang yangb rusak (Reksohadiprojo, 2000 :245).Jadi dapat disimpulkan pengendalian kualitas
adalah aktivitas untuk menjaga, mengarahkan, mempertahankan dan memuaskan tuntutan
konsumen secara maksimal.
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 6 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
menerapkan dan menggunakan metode pengontrol kualitas
kerja
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang
telah dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan
materi baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
menerapkan dan menggunakan metode pengontrol kualitas
kerja
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang
akan dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- Menit
hari yang berkaitan dengan menerapkan dan
menggunakan metode pengontrol kualitas kerja
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang menerapkan
dan menggunakan metode pengontrol kualitas kerja
sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta
didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan,
dan sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja
keras, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan memahami
menerapkan dan menggunakan metode pengontrol
kualitas kerja
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali
informasi tentang masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan memahami menerapkan dan menggunakan
metode pengontrol kualitas kerja
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari
informasi dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan
yang sudah disusun dan mengerjakan Latihan dan
Kegiatan di buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
XII dan mencari sumber belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku
Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi
lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik
dengan memberikan konfirmasi atas jawaban peserta
didik, atau menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis
menerapkan dan menggunakan metode pengontrol
kualitas kerja dalam masalah sehari-hari
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh
sebelumnya
c. Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran,
apa yang telah dipelajari,
keterampilan atau materi yang masih perlu ditingkatkan,
atau strategi atau konsep baru yang ditemukan
berdasarkan apa yang dipelajari mengenai memahami
menerapkan dan menggunakan metode pengontrol
kualitas kerja
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya
jawab untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan,
tambahan informasi, atau melengkapi informasi ataupun
tanggapan lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan
3. Kegiatan Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi 30
Penutup pembelajaran melalui tanya jawab klasikal dan mendorong Menit
peserta didik untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan YME
Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat
proses pembelajaran yang telah dilakukan
Guru memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dan
hasil telaah individu maupun kelompok
Guru melakukan tes tertulis dengan menggunakan Uji
Kompetensi atau soal yang disusun guru sesuai tujuan
pembelajaran
Guru dapat meminta peserta didik untuk meningkatkan
pemahamannya tentang konsep, prinsip atau teori yang telah
dipelajari dari buku-buku pelajaran yang relevan atau sumber
informasi lainnya
Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling
dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
I. Sumber Belajar:
1. Buku paket
2. Buku lain yang relevan
3. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menjelaskan metode Tes Uraian 1) Jelaskan cara
pengontrol kualitas menganalisis
tertulis
kerja pengontrolan kerja!
b. Memberi contoh 2) Sebutkan 3 contoh
metode pengontrol pengontrol kualitas kerja!
kualitas kerja 3) Sebutkan aktivitas-
c. Mengadaptasi metode aktivitas dalam pengontrol
pengontrol kerja!
kualitas kerja
d. Mempraktekkan
metode pengontrol
kualitas kerja
e. Melaksanakan sesuai
standar metode
pengontrol kualitas
kerja
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 2
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 7 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
menganalisis perencanaan kerja
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
menganalisis perencanaan kerja
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- hari Menit
yang berkaitan dengan menganalisis perencanaan kerja
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang menganalisis
perencanaan kerja sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu
peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras,
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan menganalisis
perencanaan kerja
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi
tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
menganalisis perencanaan kerja
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi
dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah
disusun dan mengerjakan Latihan dan Kegiatan di buku
Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII dan mencari sumber
belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan
memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau
menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis
perencanaan kerja dalam masalah sehari-hari
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh
sebelumnya
c. Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih
perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang
ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari mengenai
menganalisis perencanaan kerja
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab
untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan,
tambahan informasi, atau melengkapi informasi ataupun
tanggapan lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran yang
telah dilakukan
3. Kegiatan Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi 30
Penutup pembelajaran melalui tanya jawab klasikal dan mendorong peserta Menit
didik untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan YME
Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat proses
pembelajaran yang telah dilakukan
Guru memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dan hasil
telaah individu maupun kelompok
Guru melakukan tes tertulis dengan menggunakan Uji
Kompetensi atau soal yang disusun guru sesuai tujuan
pembelajaran
Guru dapat meminta peserta didik untuk meningkatkan
pemahamannya tentang konsep, prinsip atau teori yang telah
dipelajari dari buku-buku pelajaran yang relevan atau sumber
informasi lainnya
Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling
dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
Pertemuan 8 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
membuat perencanaan kerja
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
membuat perencanaan kerja
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- hari Menit
yang berkaitan dengan membuat perencanaan kerja
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang membuat
perencanaan kerja sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu
peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras,
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan membuat
perencanaan kerja
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi
tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan membuat
perencanaan kerja
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi
dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah
disusun dan mengerjakan Latihan dan Kegiatan di buku
Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII dan mencari sumber
belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan
memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau
menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis
membuat perencanaan kerja dalam masalah sehari-hari
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh
sebelumnya
c. Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih
perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang
ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari mengenai
membuat perencanaan kerja
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab
untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan, tambahan
informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan
I. Sumber Belajar:
1. Buku paket
2. Buku lain yang relevan
3. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menjelaskan Tes Uraian 1) Jelaskan mengenai
perencanaan kerja perencanaan kerja!
tertulis
b. Menginteprestasikan 2) Sebutkan langkah-
perencanaan kerja langkah penyusunan
c. Menganalisis perencanaan kerja!
perencanaan kerja 3) Sebutkan 3 kendala
d. Mengidentifikasi dalam penyusunan
perencanaan kerja perencanaan kerja!
e. Membuat 4) Buatlah perencanaan
perencanaan kerja kerja!
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan:
a. Remedial dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar peerta didik belum mencapai
Kriteria Ketuntasan Belajar .
b. Pengayaan dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar peserta didik sudah mencapai
KKM, tetapi peserta didik belum puas dengan hasil belajar yang dicapai.
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 2
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
E. Materi Pembelajaran:
Dalam Forward Chaining aturan-aturan diuji satu demi satu dalam urutan tertentu yang
telah dimasukan aturan kedalam knowledge base. Saat setiap aturan diuji, sistem pakar akan
mengevaluasi apakah kondisinya benar atau salah. Jika kondisinya benar, maka aturan itu
disimpan kemudian aturan berikutnya diuji. Sebaliknya jika kondisinya salah, aturan itu tidak
disimpan dan aturan berikutnya diuji. Proses ini akan berulang sampai seluruh knowledge base
teruji dengan berbagai kondisi dengan rule yang sudah di tentukan.
Inferensi Forward Chaining dalam mengecek kerusakan kendaraan sepeda motor, akan
dimulai dengan memasukkan macam-macam kerusakan mesin yang akan ditelusuri kemudian
dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan gejala dari macam kerusakan yang dipilih, dan
seterusnya sampai pada diagnosa kerusakan dengan membandingkan ciri-ciri kerusakan yang
didapat hingga mendapatkan hasil akhir kesimpulan kerusakan tersebut. Proses Penalaran Maju
(forward chaining) pada sistem analisa kerusakan sepeda motor
Dalam penalaran maju, penalaran dimulai dari sekumpulan data(fakta) menuju
kesimpulan :
1. What
Sistem pakar ini digunakan untuk membantu menganalisa terhadap gejala-gejala kerusakan
yang terjadi pada kendaraan sepeda motor, sehingga dapat memudahkan para pengguna
sepeda motor dalam mengetahui kerusakan yang terjadi serta dapat mengetahui tindakan apa
yang seharusnya dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan sepeda motor tersebut.
2. Why
Kerusakan sepeda motor yang terjadi biasanya dikarenakan oleh kurangnya perawatan
terhadap sepeda motor dan kurangnya pengetahuan tentang gangguan atau kerusakan yang
terjadi pada sepeda motor. Pengendara sepeda motor yang tidak mengetahui tentang kerusakan
yang terjadi, akan sangat fatal apabila kerusakan tersebut tidak segera ditangani.
3. How
Untuk menghindari adanya kerusakan yang terjadi, para pengguna sepeda motor harus selalu
mengadakan perawatan terhadap sepeda motor secara teratur. Bagi para pengendara sepeda
motor yang masih awam atau kurang mengerti tentang jenis kerusakan sepeda motor, aplikasi
sistem pakar ini akan sangat membantu para pengendara tersebut dalam menganalisa terhadap
gejala kerusakan yang terjadi dan dapat mengetahui solusi/tindakan yang harus dilakukan.
G. Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 9 (6 x 45 menit)
Tahapan Alokasi
NO Perencanaan Kegiatan
Pembelajaran Waktu
1. Kegiatan Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk 30
Awal. mengikuti pembelajaran dengan diawali berdoa, menanyakan Menit
kehadiran peserta didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan
buku tulis dan sumber belajar
Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik
mendiagnosis awal kerusakan pada system kendaraan
Guru mengingatkan kembali tentang konsep-konsep yang telah
dipelajari oleh peserta didik yang berhubungan dengan materi
baru yang akan dipelajari
Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab mengenai
mendiagnosis awal kerusakan pada system kendaraan
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai
Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang
manfaat proses pembelajaran
Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan peserta didik
2. Kegiatan Inti Mengamati 210
a. Guru meminta peserta didik mencermati masalah sehari- hari Menit
yang berkaitan dengan mendiagnosis awal kerusakan pada
system kendaraan
b. Guru memberikan penjelasan singkat tentang mendiagnosis
awal kerusakan pada system kendaraan sehingga
menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik
c. Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik
serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan
sumber belajar lainnya bersahabat/komunikatif, kerja keras,
rasa ingin tahu, dan tanggung jawab
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam
mengamati
Menanya
a. Guru memotivasi, mendorong kreativitas dalam bentuk
bertanya, memberi gagasan yang menarik dan menantang
untuk didalami
b. Guru membahas dan diskusi mempertanyakan tentang
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan mendiagnosis
awal kerusakan pada system kendaraan
Mengumpulkan Informasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi
tentang masalah sehari-hari yang berkaitan dengan
mendiagnosis awal kerusakan pada system kendaraan
b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi
dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang sudah
disusun dan mengerjakan Latihan dan Kegiatan di buku
Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII dan
mencari sumber belajar lain
c. Guru dapat menyediakan sumber belajar buku Pengelolaan
Bengkel Sepeda Motor XII dan referensi lain
d. Guru dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan
memberikan konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau
menjelaskan jawaban pertanyaan kelompok
e. Guru dapat menunjukkan sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan
Mengasosiasi
a. Guru membimbing peserta didik untuk menganalisis
mendiagnosis awal kerusakan pada system kendaraan dalam
masalah sehari-hari
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan
hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh
sebelumnya
c. Guru bersama peserta didik bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
Mengomunikasikan
a. Menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih
perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang
ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari mengenai
mendiagnosis awal kerusakan pada system kendaraan
b. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab
untuk mengonfirmasi, sanggahan dan alasan, tambahan
informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya
c. Membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan
I. Sumber Belajar:
1. Buku paket
2. Buku lain yang relevan
3. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menjelaskan awal Tes Uraian 1) Jelaskan cara
kerusakan pada system mendiagnosis kerusakan
tertulis
kendaraan awal system kendaraan!
b. Mengurutkan awal 2) Sebutkan langkah-
kerusakan pada system langkah urutan kerusakan
kendaraan pada sistem kendaraan!
c. Mendeteksi awal 3) Bagaimana langkah untuk
kerusakan pada system mengatasi kerusakan sistem
kendaraan kendaraan!
d. Menunjukkan awal
kerusakan pada system
kendaraan
e. Menduga awal
kerusakan pada system
kendaraan
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 2
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
D. Tujuan Pembelajaran:
Setelah menggali informasi dan diskusi peserta didik diharapkan dapat :
1. Menafsirkan laporan pencapaian kerja
2. Menginteprestasikan laporan pencapaian kerja
3. Menganalisis laporan pencapaian kerja
4. Mengkaji ulang laporan pencapaian kerja
5. Mengkritik laporan pencapaian kerja
E. Materi Pembelajaran:
Banyak perusahaan meminta karyawannya membuat laporan pencapaian kerja dengan
mengevaluasi diri sendiri agar bisa melaporkan apa saja yang sudah mereka lakukan selama
periode tertentu. Jika Anda bekerja sebagai pembuat notulen rapat, mungkin Anda juga akan
diminta membuat laporan tersebut. Artikel ini menjelaskan cara menyusun laporan pencapaian
kerja yang baik sebab hal ini berperan penting dalam menentukan sukses tidaknya karier Anda.
Memahami Format Laporan Pencapaian Kerja
1. Mulailah menyiapkan laporan dengan menulis pencapaian kerja secara [Link] bagian
atas laporan, sajikan ringkasan dari informasi yang Anda sampaikan untuk memberikan
gambaran menyeluruh tentang performa kerja Anda.
Contohnya: Anda bekerja di organisasi nirlaba dan atasan meminta Anda membuat
laporan pencapaian kerja. Laporkan secara ringkas dalam satu alinea semua tugas yang
sudah tuntas, misalnya: Anda sudah menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat bagi
pemilik organisasi, berhasil mendapatkan rekognisi di bidang industri, dan membangun
relasi dengan mitra usaha.[1]
Jangan mencantumkan hal-hal spesifik dalam ringkasan sebab Anda hanya perlu
menyajikan informasi penting untuk memberikan gambaran pencapaian kerja secara
umum. Sebagai pedoman, laporan cukup disajikan dalam 2 halaman, kecuali pemberi
kerja menentukan format yang berbeda. Pastikan dahulu apakah Anda harus membuat
laporan sesuai format tertentu
2. Berikan fakta pendukung secara mendetail. Untuk mendukung setiap informasi dalam
ringkasan yang disampaikan di awal laporan, tulislah hal-hal mendetail sesuai petunjuk
berikut:
Gunakan format berbentuk daftar. Susunlah laporan untuk setiap kegiatan secara terpisah.
Cantumkan kegiatan sebagai judul laporan diikuti deskripsi kegiatan di bawah judul.
Contohnya: kegiatan yang Anda lakukan adalah “Persiapan dan Pelaksanaan Acara”.
Di bawah judul, buatlah lis menggunakan angka atau huruf untuk menjelaskan secara
ringkas dan spesifik acara yang Anda selenggarakan termasuk tujuan dan manfaatnya
dalam mendukung tercapainya misi organisasi.
3. Buatlah laporan sesuai format standar agar terkesan profesional. Jangan menyajikan laporan
yang acak-acakan. Alih-alih, siapkan laporan yang diketik rapi dengan fon profesional
menggunakan kertas berukuran standar.
Cantumkan judul laporan di tengah atas kertas dengan huruf tebal agar informasi tersusun
rapi.
Di bagian atas laporan, tulislah tanggal penyelesaian laporan. Cantumkan juga nama,
gelar, dan jabatan orang yang menyiapkan laporan
4. Buatlah jurnal selama periode pelaporan. Anda akan lebih mudah menyusun laporan jika
langsung mencatat saat kegiatan sedang berjalan.
Siapkan buku tulis atau folder untuk mencatat pencapaian kerja selama periode tertentu.
Dengan demikian, Anda lebih mudah menyiapkan laporan kalau atasan memintanya
Jika hal ini tidak dilakukan, pencapaian penting di awal periode laporan mungkin sudah
terlupakan.
Menyajikan Konten yang Berkualitas
1. Jelaskan target yang ingin Anda capai dan ekspektasi kerja yang harus Anda penuhi.
Ingatkan pembaca bahwa di awal periode pelaporan, ada target yang ingin Anda capai.
Pastikan bahwa Anda sudah tahu tujuan organisasi dan kontribusi kerja yang diharapkan dari
Anda. Jika Anda belum tahu, tanyakan hal-hal tersebut kepada pemberi kerja.
Kemudian, jelaskan bahwa Anda sudah berhasil mencapai target dengan memberikan
data aktual. Buatlah laporan yang menyajikan komparasi data antara target dan
realisasinya.
Contohnya: Anda berhasil menggalang dana lebih dari yang ditargetkan dan pencapaian
ini merupakan hal yang positif bagi investor dan atasan. Akan tetapi, hasil kerja tersebut
belum bisa dianggap sebagai keberhasilan dan sulit ditentukan seberapa tinggi
keberhasilan Anda kalau tidak ada data pembanding
2. Masukkan informasi visual dalam laporan. Lampirkan beberapa tabel atau grafik yang
mempermudah pembaca memvisualisasikan data yang Anda sajikan.
Ingatlah bahwa pembaca yang sibuk biasanya hanya membaca laporan sekilas.
Adakalanya, sarana visual mampu menyampaikan informasi secara lebih efektif.
Akan tetapi, jangan menyajikan grafik terlalu banyak. Pilihlah 1-2 grafik yang bisa
menjelaskan informasi penting.
3. Berfokuslah membahas “CAR”. CAR merupakan singkatan
dari: Challenge(tantangan), Action (tindakan), Results (hasil). Anda bisa membuat laporan
pencapaian kerja yang sistematis dengan membahas ketiga hal tersebut.
Tentukan tantangan yang Anda hadapi. Jelaskan tindakan yang Anda lakukan untuk
mengatasi tantangan dan apa hasilnya. Contohnya: sebagai manajer restoran, tulislah
dalam laporan: “Tantangan: antrean tamu semakin panjang pada jam sibuk saat makan
malam dan pelanggan yang mengeluh naik 10%. Tindakan: meminta 1 orang pramusaji
mulai bekerja 1 jam lebih awal untuk meningkatkan kualitas pelayanan selama jam sibuk.
Hasil: pelanggan yang mengeluh turun menjadi 2 orang atau turun 80%”.
Buatlah laporan dengan memberikan informasi yang spesifik. Pencapaian yang tidak
terukur, misalnya: “Saya mampu bekerja dengan baik dalam tim” tidak bermanfaat sebab
setiap orang bisa mengatakan hal yang sama. Jadi, Anda harus mampu menunjukkan
hubungan antara hasil dengan masalah yang harus diatasi dan melaporkan prestasi kerja
dengan memberikan data dan informasi yang spesifik
4. Jelaskan metodologi yang Anda gunakan. Jika Anda perlu mengumpulkan data sebagai dasar
penulisan laporan, jelaskan secara singkat metodologi pengumpulan data yang Anda
terapkan.
Informasikan kepada pembaca alasan pemilihan metode survei, manfaat, dan hasilnya.
Jelaskan juga mengapa metode tersebut dianggap kredibel. Melanjutkan skenario restoran
dalam contoh di atas, jelaskan apa sebabnya Anda menggunakan data keluhan pelanggan
sebagai metode survei.[6]
Cantumkan tanggal atau periode survei dan apa yang ingin Anda peroleh dari survei
tersebut
5. Berfokuslah melaporkan pencapaian kerja. Agar informasi dalam laporan terfokus pada
pencapaian kerja, pikirkan apa yang paling membanggakan selama periode pelaporan,
misalnya: Anda mampu menenangkan tamu yang merasa cemas atau memberikan pelatihan
kepada bawahan. Jangan memberikan informasi terlalu mendetail kepada pembaca.[8]
Cara lainnya adalah menggunakan metode “STAR”, singkatan dari:
Situation(masalah), Task (tugas), Action (tindakan), Results (hasil). Jelaskan secara
singkat situasi yang Anda hadapi, tugas yang harus Anda kerjakan, tindakan yang Anda
lakukan untuk menyelesaikan tugas, dan hasil yang Anda capai. Sama seperti metode
“CAR”, tujuannya adalah menunjukkan hubungan antara “masalah” dan “hasil” serta
menjelaskan cara mencapainya.
Berfokuslah membuat laporan yang mampu menunjukkan hal-hal berikut: tingkat
kesulitan, keistimewaan, prioritas, visibilitas yang tinggi, sesuai tenggat, inovasi,
deskripsi kerja, dan dampak pekerjaan Anda terhadap organisasi.
Contohnya: sampaikan dalam laporan bahwa perputaran tahunan karyawan mencapai
35% saat Anda dipromosikan menjadi manajer cabang. Setelah Anda melakukan survei
kepuasan karyawan, menjadi mentor bagi karyawan, dan mengadakan rapat mingguan
bersama seluruh staf, perputaran karyawan turun menjadi 15%. Contoh ini menunjukkan
bahwa laporan pencapaian tidak perlu menggunakan kalimat yang panjang selama
pembaca bisa memahami keterkaitan dengan benar
6. Jelaskan manfaat tindakan Anda. Jangan hanya menyampaikan hasil kerja. Anda juga perlu
menjelaskan mengapa pencapaian tersebut bermanfaat bagi organisasi.
Contohnya: Anda mengadakan rapat bersama para staf. Jelaskan apa tindak lanjut dan
manfaatnya bagi organisasi? Pertimbangkan baik-baik apa yang ingin dilaporkan. Jika
tidak bermanfaat, sebaiknya Anda melaporkan hasil kerja yang lain.
Jika rapat bersama para staf mampu meningkatkan motivasi kerja sehingga absensi
karyawan membaik dan menghemat uang pemilik perusahaan. Inilah hasil kerja yang
dianggap bermanfaat
Menggunakan Kata-Kata yang Tepat
1. Sampaikan hal-hal negatif secara positif. Jika ada target yang tidak tercapai, lebih baik
jangan dilaporkan. Alih-alih membuat pembaca terfokus pada hal ini, berusahalah
menginformasikannya dengan cara lain.
Jelaskan hasil kerja yang kurang memuaskan menggunakan kalimat positif, misalnya
dengan memfokuskan penjelasan pada langkah nyata yang akan Anda lakukan untuk
mengatasi masalah, alih-alih menyalahkan orang lain atau berdalih.
Jangan menyalahkan orang lain. Berfokuslah menjelaskan tindakan yang sudah Anda
lakukan dan tunjukkan bahwa Anda adalah pribadi yang positif. Sampaikan hal-hal yang
sudah Anda atau tim lakukan dengan baik. Fokuskan laporan pada hasil kerja yang layak
dibanggakan
2. Sajikan angka dan gunakan metrik dalam laporan. Jika Anda mampu menyajikan data yang
sangat spesifik, pencapaian kerja Anda akan lebih kredibel. Lengkapi informasi yang Anda
sampaikan dengan sesuatu yang terukur sebagai bukti pendukung.
Kata-kata superlatif yang banyak digunakan, misalnya: “paling baik” atau “bisa
diandalkan” kurang bermanfaat. Semua orang bisa mengatakan “Performa kerjaku sangat
baik tahun ini”.
Ingatlah frasa ini: “Buktikan, jangan hanya berbicara!” Alih-alih menceritakan kepada
orang lain bahwa tahun ini Anda mampu mencapai prestasi kerja yang baik, tunjukkan
apa yang sudah Anda lakukan dengan baik secara mendetail dengan data dan metrik.
Jangan hanya mengatakan bahwa Anda mampu menjalin relasi yang baik dengan
pelanggan. Alih-alih, kutiplah hasil survei kepuasan pelanggan, lampirkan surat yang
Anda terima dari pelanggan, dan berikan data berkurangnya jumlah pelanggan yang
mengeluh.
Sajikan angka. Mengatakan bahwa Anda mampu memimpin banyak staf akan sia- sia jika
pembaca tidak tahu berapa orang staf Anda. Sajikan data dalam bentuk angka agar
pembaca mengetahui berapa orang yang Anda sebut “banyak” dan jelaskan deskripsi
pekerjaan yang sudah Anda lakukan
3. Ungkapkan yang sebenarnya dalam hal apa pun. Jangan melebih-lebihkan atau berbohong.
Anda akan menghadapi masalah besar kalau sampai ketahuan.
Meskipun benar-benar tidak sengaja, Anda akan mengalami masalah besar jika
berbohong. Anda akan merasa tidak percaya diri dan jalur karier akan terhambat.
Lakukan evaluasi diri sendiri dengan jujur guna melaporkan kekurangan dan kelebihan
Anda apa adanya. Berusahalah mengatasi kekurangan dengan cara yang positif.
Akui prestasi kerja orang lain. Kursus menulis laporan bisnis dan teknik menyarankan
agar Anda tidak menggunakan kata “saya”, tetapi kata ini bisa digunakan dalam laporan
pencapaian kerja untuk kasus tertentu.
Contohnya: jika Anda melaporkan: “Saya sudah merekrut 100 karyawan”, jangan lupa
menjelaskan bahwa keberhasilan Anda didukung oleh kontribusi orang lain atau oleh tim.
Anda akan memperoleh tambahan nilai jika tidak arogan. Susunlah kalimat yang
bervariasi agar tidak selalu dimulai dengan kata “saya”.
I. Sumber Belajar:
1. Buku paket
2. Buku lain yang relevan
3. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menafsirkan laporan Tes Uraian 1) Jelaskan mengenai
pencapaian kerja laporan pencapaian kerja!
tertulis
b. Menginteprestasikan 2) Sebutkan langkah-
laporan pencapaian langkah penyusunan
kerja laporan pencapaian kerja!
c. Menganalisis laporan 3) Buatlah laporan
pencapaian kerja pencapaian kerja!
d. Mengkaji ulang
laporan pencapaian
kerja
e. Mengkritik laporan
pencapaian kerja
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 2
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
7. Kalau kita ingin menciptakan sistem komplain yang baik di perusahaan kita, perlu kita siapkan
6 prinsip mendasar, sbb
· VISIBILITY. Apakah kita sudah memiliki dan menyiapkan jalur komplain (CS dept atau
bagian lain yang berinteraksi dengan pelanggan, telpon/call center/contact center, email, web,
kotak saran, survei, dll)? Kalau sudah, apakah Anda sudah mengkomunikasikannya kepada
pelanggan, sehingga jalar ini terlihat oleh pelanggan dan mereka tidak perlu mencari saluran
lain di luar perusahaan kita.
· ACCESSIBILITY. Kalau pelanggan sudah tahu, apakah mereka dapat meng-akses- nya dengan
mudah, cepat, tidak birokratis/diping-pong, dll? Bisa jadi misalnya telepon gak masuk-masuk,
surat tidak dibalas dll akhirnya pelanggan mencari saluran lain.
· RESPONSIVENESS. Kalau complain pelanggan sudah masuk, apakah adanya niat
baik/ketulusan kita untuk menanggapi komplain pelanggan tersebut secara cepat dan tepat?
Untuk itu perlu dibuatkan standar/KPI lamanya merespon complain.
· FAIRNESS & OBJECTIVITY. Kemudian apakah kita sudah membuat langkah-langkah untuk
menindaklanjuti komplain tersebut dengan didasari prinsip win-win, baik dari sisi hasil,
prosedur, maupun interaksinya? Untuk itu perlu disiapkan standar yang memuat langkah-
langkah penanganan pelanggan yang efektif. Untuk solusi yang diambil tentu kita juga lihat
plus minus-nya dengan berbagai pertimbangan. Dan kadang-kadang adakalanya suatu saat kita
“kalah” sedikit saat ini namun bisa mendapatkan kemenangan yang lebih besar di masa depan.
· CUSTOMER FOCUS APPROACH. Apakah semua aktivitas, prosedur, sikap dan perilaku saat
penanganan komplain sudah ditujukan kepada kepuasan pelanggan? Untuk itu perlu
keterlibatan semua pihak di perusahaan (manajemen dan karyawan). Manjemen akan berperan
dalam prosedur/system/kebijakan/sikap dan solusinya, sedangkan karyawan nanti akan
berperan pada aktivitas/sikap/perilaku saat berhadapan dengan pelanggan.
· CONTINUOUS IMPROVEMENT. Jadikan setiap komplain pelanggan sebagai sumber
improvement. Jadikan sebagai bahan pembelajaran, belajar dari pengalaman yang dahulu,
untuk menjadi pembelajaran di masa mendatang. Untuk itu setiap jenis komplain termasuk
langkah-langkah dalam menanganinya harus didokumentasikan dan disosialisasikan kepada
semua pihak yang berkepentingan dalam penanganan komplain sehingga saat muncul
komplain yang mirip/sama.
8. Yang terakhir, marilah sama-sama kita terapkan Strategi Penanganan Komplain yang efektif:
a. Lakukan dengan BENAR sejak awal, usahakan jangan melakukan kesalahan, jaga
konsistensi kualitas layanan kita setiap saat.
b. TERIMA komplain pelanggan, dan AJAK-lah pelanggan untuk komplain, agar jangan
sampai mereka komplain ke pihak lain diluar perusahaan kita atau malah diam saja tapi
tidak pernah balik lagi ke perusahaan kita.
c. RESPON komplain SECEPATNYA. Jangan berlama-lama, semakin kita menunda komlain,
efeknya akan seperti bola salju yang terus mengelinding dan membesar. Lebih Cepat
Lebih Baik.. hehe (kok malah iklan kampanye ya..?)
d. Lakukanlah LANGKAH-LANGKAH PENANGANAN KOMPLAIN dengan baik.
Prosedur/Standar disiapkan, para karyawan diberikan pelatihan dan bimbingan agar bisa
menjalankan standar tersebut dengan baik.
e. Selesaikan komplain dengan SOLUSI TERBAIK (WIN-WIN). Ambil keputusan dengan
bijaksana. Lihat juga Life Time Value (LTV) pelanggan serta dampak- dampak yang
mungkin terjadi.
f. Lakukan tindakan PENCEGAHAN. Setiap komplain lakukan prinsip PDCA. PLAN (apa
masalahnya, apa akar masalah, apa langkah-langkahnya), DO (lakukan rencana langkah-
langkah perbaikan), CHECK (periksa apakah langkah-2 sudah dilakukan, apakah
komplain yang sama masih muncul), ACT (buatlah standarisasi untuk mencegah komplain
yang sama berulang kembali).
J. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menjelaskan Tes Uraian 1) Jelaskan apakah yang
penanganan complain dimaksud penanganan
tertulis
b. Memberi contoh komplain!
penanganan complain 2) Sebutkan langkah-langkah
c. Mengadaptasi penanganan komplain!
penanganan complain 3) Sebutkan 3 contoh komplain!
d. Menyesuaikan 4) Buatlah penanganan
penanganan complain komplian dari 3 conton yang
e. Melakukan penanganan anda sampaikan di noor 3!
complain 5) Buatlah diagram
penanganan komplain!
A. Identitas Sekolah:
Nama Sekolah : SMK TI Era Utama Pancurbatu
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Kompetensi Keahlian : Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XII TBSM / 2
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
H. Sumber Belajar:
1. Buku paket
2. Buku lain yang relevan
3. Buku Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor XII
I. Penilaian Pembelajaran:
1. Teknik Penilaian
Kuis, tugas individu/kelompok, unjuk kerja, dan portofolio
2. Instrumen Penilaian:
Pertanyaan lisan, tes tertulis, dan pengamatan sikap
Penilaian Sikap
Teknik Waktu Instrumen
No. Aspek yang Dinilai Keterangan
Penilaian Penilaian Penilaian
a. Bersahabat/komunikatif Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
b. Kerja keras Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
c. Rasa ingin tahu Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
d. Tanggung jawab Pengamatan Proses Lembar
pengamatan
Keterangan:
a. BT (Belum Tampak), jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (Mulai Tampak), jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (Mulai Berkembang), jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (Membudaya), jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen
Kompetensi Penilaian Penilaian
a. Menyebutkan Tes Uraian 1) Jelaskan apakah yang
pembinaan dan dimaksud dengan
tertulis
pengembangan SDM pembinaan SDM bengkel!
bengkel 2) Sebutkan siapa saja yang
b. Memberikan contoh perlu meningkatkan SDM
pembinaan dan di sebuah bengkel, sertakan
pengembangan SDM alasannya!
bengkel 3) Buatlah perencanaan
c. Menjelaskan pembinaan pembinaan dan
dan pengembangan SDM
pengembangan SDM bengkel!
bengkel
d. Menyesuaikan
pembinaan dan
pengembangan SDM
bengkel
e. Mengimplementasikan
pembinaan dan
pengembangan SDM
bengkel