0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan3 halaman

Contoh Rencana Kelahiran Ibu

Birth plan memberikan pedoman untuk tim medis tentang preferensi ibu selama persalinan dan melahirkan, seperti lingkungan, perawatan bayi baru lahir, dan pilihan medis. Birth plan dibuat setelah berkonsultasi dengan dokter dan mencakup detail seperti latar belakang ibu, preferensi sebelum dan selama persalinan, serta rencana untuk bayi baru lahir.

Diunggah oleh

Tia Dimyati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan3 halaman

Contoh Rencana Kelahiran Ibu

Birth plan memberikan pedoman untuk tim medis tentang preferensi ibu selama persalinan dan melahirkan, seperti lingkungan, perawatan bayi baru lahir, dan pilihan medis. Birth plan dibuat setelah berkonsultasi dengan dokter dan mencakup detail seperti latar belakang ibu, preferensi sebelum dan selama persalinan, serta rencana untuk bayi baru lahir.

Diunggah oleh

Tia Dimyati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Birth Plan

Birth plan adalah daftar preferensi yang berkaitan dengan lingkungan rumah
sakit, pilihan medis ibu, dan perawatan segera bayi baru lahir. Rencana kelahiran
memberikan pedoman untuk tim medis sehingga ketika ibu dalam persalinan aktif
tidak perlu khawatir tentang semua ini dan hanya dapat fokus pada tugas yang
ada. Sebelum membuat birth plan, ibu atau klien dianjurkan untuk
mengkonsultasikan rencananya bersama dokter atau bidan atau tenaga medis yang
merawatnya. Berikut adlah detail birth plan :
1. Background
a. Nama
b. Tanggal taksiran persalinan
c. Detail kontak dokter, bidan, doula, dan dokter anak
d. Di mana ingin melahirkan (misalnya, di rumah sakit atau pusat
bersalin)
e. Alamat dan detail kontak rumah sakit atau pusat bersalin
f. Nama dan detail kontak pasangan kelahiran atau orang pendukung
yang akan bersama selama persalinan dan melahirkan.
g. Masalah medis penting apa pun yang harus diketahui oleh
penyedia layanan kesehatan
2. Sebelum persalinan
a. Siapa yang klien inginkan untuk mendampingi selama persalinan
dan melahirkan (misalnya, pasangan Anda, ibu, sahabat, atau anak-
anak)?
b. Posisi apa yang ingin klien coba (misalnya, berbaring, duduk,
bergerak)?
c. Jika persalinan tidak berjalan sebagaimana mestinya, apakah klien
setuju untuk menginduksi persalinan?
d. Apakah klien ingin obat apa pun untuk membantu mengatasi rasa
sakit (mis.,epidural)?
e. Rencana Pereda Nyeri
f. Jika rumah sakit tersebut adalah rumah sakit pendidikan, apakah
klien merasa nyaman meminta siswa mengamati atau membantu
persalinan dan persalinan?
g. Apakah klien membutuhkan musik untuk relaksasi?
h. Jika memungkinkan, apakah klien ingin menghabiskan sebagian
waktu awal persalinan klien di bak air, atau mencoba mggunaan
bangku, gym ball, atau kursi bersalin?
i. Bagaimana klien ingin tetap terhidrasi? Air, serpihan es, atau
infus?
j. Apakah klien lebih suka memakai pakaian milik klien sendiri
daripada gaun yang disediakan rumah sakit?
3. Selama persalinan
a. Apakah ada teknik relaksasi yang klien ingin mencoba, seperti
teknik pernapasan atau relaksasi, memiliki kesempatan untuk
bergerak, dipijat, meredupkan lampu, atau memutar musik yang
menenangkan?
b. Jika memungkinkan, apakah klien ingin menghabiskan sebagian
waktu awal persalinan di bak air, atau mencoba menggunakan
bangku, gym ball, atau kursi bersalin?
c. Bagaimana klien ingin tetap terhidrasi? Air, serpihan es, atau
infus?
d. Apakah klien lebih suka memakai pakaian klien sendiri daripada
gaun yang disediakan rumah sakit?
e. Jika kebijakan rumah sakit mengizinkan, apakah klien ingin
pasangan bersalin klien ada di ruang bersalin?
f. Apakah ibu lebih memilih dilakukan episiotomi atau mengambil
risiko robeknya perineum?
g. Jika operasi caesar diperlukan pada akhirnya, opsi anestesi apa
yang klien sukai?
h. Di mana pasangan klien lahir berdiri saatklien melahirkan? Dan
apakah klien ingin pasangannya memfilmkan atau memotret, jika
diizinkan?
i. Apakah klien ingin bayinya diletakkan di dada untuk skin to skin
contact, atau apakah klien lebih suka bayinya diberikan kepada
pasangannya terlebih dahulu?
j. Apakah klien ingin mendiskusikan prosedur medis apa pun
sebelum diberikan kepada bayinya?
k. Apakah klien lebih suka membawa bayinya setiap saat, atau tidak
apa-apa baginya untuk menghabiskan waktu di kamar bayi?
l. Apakah klien berencana untuk menyusui, dan jika ya, apakah klien
ingin mendapatkan bantuan dari konsultan laktasi?
m. Apakah ada ritual budaya atau tradisi yang ingin dilakukan segera
setelah melahirkan?
n. Siapa yang klien pilih untuk memotong tali pusar?
o. Apakah klien berencana ke bank darah atau mendonorkan darah
tali pusat bayinya?
p. Apa preferensi klien untuk metode mandi bayi yang pertama untuk
bayinya?
Birth plan untuk ibu yang menginginkan metode Sectio Cesarea (SC)
Meskipun rencana kelahiran untuk persalinan pervaginam mungkin juga
mencakup preferensi untuk anestesi dalam kasus operasi caesar yang tidak
direncanakan, klien mungkin sudah tahu bahwa klien akan menjalani operasi
caesar.
a. Siapa yang ingin bersama klien di ruang operasi
b. Apakah klien ingin staf rumah sakit mencatat dalam riwayat medis jenis
sayatan yang dibuat di perut dan rahim klien. Ini penting untuk diketahui
untuk kehamilan berikutnya di masa depan.
c. Preferensi klien untuk menyusui. Jika klien dan bayi baik-baik saja,
kemungkinan besar akan dapat mulai menyusui segera setelah melahirkan.
d. Preferensi klien untuk pereda nyeri pasca operasi.
Birth plan untuk klien yang menginginkan VBAC
VBAC adalah singkatan dari vaginal birt after cesarean delivery atau
persalinan pervaginam setelah persalinan sesar. Para profesional medis dulu
berpikir bahwa melahirkan normal setelah operasi caesar berisiko karena bekas
luka caesar sebelumnya kemungkinan besar akan pecah.
Saat ini, diperkirakan bahwa sebanyak 60% hingga 80% calon ibu dapat
memiliki kelahiran normal yang sukses setelah operasi caesar sebelumnya. Tentu
saja, setiap kehamilan berbeda, dan VBAC masih memiliki beberapa risiko. Birth
plan VBAC mungkin mengikuti template birth plan untuk persalinan
pervaginam, tetapi di dalamnya juga terdapat elemen-elemen khusus untuk
rencana kelahiran operasi caesar, Hal ini dikarenakan, jika pada waktu melahirkan
pervaginam ternyata terlalu beresiko maka tenaga medis yang menangani akan
memilih melakukan SC daripada mengambil resiko untuk terus dilakukan secara
pervaginam. Karena persalinan VBAC yang sukses tidak dijamin 100%, mungkin
tenaga medis akan membantu untuk mendiskusikan skenario potensial dan pilihan
klien dengan terlebih dahulu, dan kemudian membuat birth plan yang sesuai.
([Link], 2019)
DAFTAR PUSTAKA
[Link] (2019) How to Create a Birth Plan : Template & Examples.
Diambil dari
[Link]
in-your-birth-plan

Anda mungkin juga menyukai