0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan17 halaman

Bagan Kendali untuk Pengendalian Mutu

Bagan kendali digunakan untuk memantau proses pengujian secara statistik dengan menggambarkan batas informasi, peringatan, dan tindakan. Jika hasil pengujian berada di luar batas, perlu dilakukan investigasi untuk mengidentifikasi masalah dan perbaikan. Terdapat dua jenis bagan kendali yaitu bagan kendali akurasi untuk memantau rata-rata hasil pengujian dan bagan kendali presisi untuk memantau variasi hasil pengujian

Diunggah oleh

Andre
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan17 halaman

Bagan Kendali untuk Pengendalian Mutu

Bagan kendali digunakan untuk memantau proses pengujian secara statistik dengan menggambarkan batas informasi, peringatan, dan tindakan. Jika hasil pengujian berada di luar batas, perlu dilakukan investigasi untuk mengidentifikasi masalah dan perbaikan. Terdapat dua jenis bagan kendali yaitu bagan kendali akurasi untuk memantau rata-rata hasil pengujian dan bagan kendali presisi untuk memantau variasi hasil pengujian

Diunggah oleh

Andre
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CONTROL CHART (BAGAN KENDALI)

 Merupakan perangkat statistik yang digunakan


dalam penerapan pengendalian mutu internal
 Menggambarkan suatu grafik yang
mendemonstrasikan pengendalian secara statistik,
pemantauan proses pengujian, identifikasi akar
penyebab permasalahan dalam pengujian
 Dapat membantu dalam peningkatan berkelanjutan
 Bertujuan untuk menentukan data hasil pengujian
sepanjang waktu berada pada pengendalian
statistik (statistical control)
 Proses yang ditunjukkan dalam bagan kendali diartikan
sebagai suatu keadaan dimana data hasil pengujian
berada dalam batas tindakan (control/action limit) yang
dibatasi 3 standar deviasi (sd) dari garis tengah
(central/ line)
 Batas tindakan mewakili batasan yang diharapkan dari
suatu proses pengendalian statistik
 Data pengujian yang berada dalam pengendalian
statistik, berarti segala sesuatu yang mempengaruhi
data hasil pengujian memenuhi batas keberterimaan.
 Jika hasil pengujian diluar batas keberterimaan yang
telah ditentukan, hentikan pengujian dan lakukan
identifikasi akar permasalahan
1. Untuk pola dasar disarankan minimal menggunakan 20
data hasil pengujian yang independen, secara statistik
diperkenankan minimal 7 data hasil pengujian
2. Hitung rerata (mean) sebagai garis pusat (central line)
atau disebut juga nilai target (target value)
3. Hitung simpangan baku (standar deviasi, sd) untuk
menentukan upper and lower information limit atau
batas informasi atas (BIA) dan batas informasi bawah
(BIB)
4. Rerata :
n
x1 x2 x3 .......xn 1
x x xi
n atau ni1
5. Standar deviasi: n
xi x
2

i 1
sd
n 1

6. Tentukan:

 upper and lower information limit : x ± 1sd

upper and lower warning limit : x ± 2sd

 upper and lower action/control limit : x ± 3sd


 Jika diasumsikan data yang diplotkan ke bagan kendali
merupakan distribusi normal maka probabilitas pola sebaran
data mengikuti kurva distribusi normal
 Dengan tingkat kepercayaan 68,27% atau 2/3 data hasil
pengujian berada pada daerah informasi atau pada x 1sd.
 Dengan tingkat kepercayaan 95,45% atau 19/20 data
berada pada batas peringatan yang mewakili x 2sd atau
hanya 4,55% data berada diluar batas peringatan atas atau
batas peringatan bawah
 Dengan tingkat kepercayaan 99,73% maka data berada
pada batas tindakan yang mewakili x 3sd atau hanya
0,27% data berada diluar batas tindakan atas atau batas
tindakan bawah
 Kumpulan data hasil pengujian pada periode waktu
tertentu dinyatakan memenuhi batas keberterimaan
yang telah ditetapkan jika kumpulan data tidak
menunjukkan kecenderungan (trend) khusus dan masih
berada pada batas tindakan dalam bagan kendali

 Jika data berada diluar pengendalian statistika, maka


harus dilakukan investigasi untuk mencari akar
permasalahan sehingga dapat dilakukan tindakan
perbaikan yang efektif. Bila perlu dilakukan pengujian
ulang. Adapun teknik investigasi dapat dilakukan
menggunakan fish bone diagram
1. Bagan kendali akurasi (accuracy “mean” chart)

2. Bagan kendali presisi (precision “range” chart)


x

Bagan Kendali Akurasi


NO. SAMPEL %R
106
1 97,3
2 98,1
3 100,3 104
4 99,4
5 100,9 102 %R
6 98,6

% Recovery
7 96,9 UCL
100
8 99,6 UWL
9 101,1
Mean
10 100,4 98
11 100 LWL
12 95,9 96 LCL
13 98,3
14 99,2
15 102,1
94
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19
16 98,5
17 101,7 No. Sampel
18 100,4
19 99,1
20 100,3
x 99,405
sd 1,608031
UWL 102,6211
UCL 104,2291
LWL 96,18894
LCL 94,58091
No. Pengujian (mg/L)
Rerata (x) Rentang (R) %RPD
Sampel
X simplo X duplo Control Chart Presisi
1 9,35 9,30 9,325 0,05 0,54 10
2 13,76 13,90 13,83 0,14 1,01 9
3 30,60 31,10 30,85 0,5 1,62 8
4 22,80 22,95 22,875 0,15 0,66 7
5 11,75 12,20 11,975 0,45 3,76 6

%RPD
6 8,27 8,25 8,26 0,02 0,24 5
%RPD
7 45,90 45,30 45,6 0,6 1,32 4
3 UCL
8 17,45 17,00 17,225 0,45 2,61
9 10,50 10,50 10,5 0 0
2 UWL
1
10 33,70 33,30 33,5 0,4 1,19 rerata
0
11 44,70 43,90 44,3 0,8 1,81
1 6 11 16
12 13,90 13,80 13,85 0,1 0,72
13 12,80 13,70 13,25 0,9 6,79 No. Sample
14 27,10 27,20 27,15 0,1 0,37
15 17,70 17,65 17,68 0,05 0,28
16 21,30 22,70 22 1,4 6,36
17 15,70 15,70 15,7 0 0
18 43,00 43,00 43 0 0
19 41,10 41,20 41,15 0,1 0,24
20 45,00 45,00 45 0 0
Rerata (x) 24,351 1,476
sd 13,360 1,995
UCL 64,431 5,465
UWL 51,071 7,460

Anda mungkin juga menyukai