0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan9 halaman

PBL dan TPACK untuk Pemahaman Fisika XI

Dokumen tersebut membahas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan TPACK untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada materi gerak lurus. Model PBL dinilai mampu meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Penggunaan media TPACK seperti LKPD interaktif dan video juga bermanfaat untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap konsep fisika.

Diunggah oleh

FITRI AZIZAH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan9 halaman

PBL dan TPACK untuk Pemahaman Fisika XI

Dokumen tersebut membahas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan TPACK untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada materi gerak lurus. Model PBL dinilai mampu meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Penggunaan media TPACK seperti LKPD interaktif dan video juga bermanfaat untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap konsep fisika.

Diunggah oleh

FITRI AZIZAH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BEST PRACTICE

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan TPACK


untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas XI pada Materi
Gerak Lurus
Meski sudah memasuki era society 5.0, mata pelajaran Fisika masih menjadi
momok bagi peserta didik. Fisika masih dianggap sebagian besar peserta didik
sebagai mata pelajaran yang tidak menyenangkan dan membosankan. Pembatasan
pembelajaran Fisika yang hanya digunakan untuk mengaplikasikan teori, masalah-
masalah kontekstual jarang digunakan sebagai sumber belajar memicu peserta didik
yang pasif dan tidak mampu berpikir kritis.
Penggunaan model dan strategi pembelajaran yang kurang tepat juga mampu
mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran Fisika. Penggunaan model
pembelajaran konvensional yang monoton dan kurang inovatif menjadikan
pembelajaran Fisika terasa membosankan dan tidak menarik. Menurut hasil
wawancara dengan peserta didik, mereka merasa kurang bersemangat dan merasa
bosan serta mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran Fisika dikarenakan
cara mengajar yang monoton, tidak inovatif, tidak menarik dan tidak ada praktikum.
Rasa bosan saat belajar Fisika membuat peserta didik terlihat pasif, lesu, tidak
bersemangat. Bahkan, tidak jarang ada beberapa peserta didik yang tertidur saat
pembelajaran Fisika. Peserta didik yang pasif inilah yang menyebabkan
terganggunya proses pemahaman konsep Fisika saat proses pembelajaran Fisika.
Jika proses pemahaman konsep Fisika peserta didik terganggu maka akan
mempengaruhi proses pembelajaran serta akan mempengaruhi hasil belajar peserta
didik yang tidak dapat dicapai secara optimal.
Pembelajaran Abad 21 menuntut siswa untuk aktif dalam belajar sehingga
dibutuhkan model pembelajaran yang tepat salah satunya adalah model
pembelajaran PBL (Suswati, 2021). Berpikir kritis juga dapat ditingkatkan dengan
pembelajaran PBL dalam proses pembelajaran (Misidawati & Sundari, 2021).
Model pembelajaran Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran
dengan cara menemukan atau menyelesaikan masalah dengan cara berdiskusi
kelompok. Proses pembelajaran dengan presentasi kelompok atau diskusi dinilai
dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis (Azmi et al, 2016)
dalam hasil penelitian ini diungkapkan bahwa penggunaan model PBL dengan
metode diskusi berpengaruh pada peningkatan sikap ilmiah siswa berupa rasa ingin
tahu, berpikir kritis, kolaboratif dan tanggung jawab.
Dari jurnal ilmiah yang berjudul ”Pengaruh Model Problem Based Learning
terhadap Pemahaman Konsep Belajar Fisika Siswa SMA”, oleh Ni Kd. Aristawati,
dkk (2018) peneliti menyimpulkan bahwa Kelompok siswa yang belajar dengan
model problem based learning menunjukkan pemahaman konsep fisika yang lebih
baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model
pembelajaran langsung.
Alqaan Maqbullah Ilmi dalam Jurnal yang berjudul Pengembangan Media
Belajar Fisika Berbasis TPACK Menggunakan Visual Basic For Apllivcation dan
Spreadsheet Ecxel untuk Memberdayakan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan
Sikap Ilmiah Siswa SMA menuliskan bahwa media belajar fisika berbasis TPACK
dengan karakteristik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan
berpikir tingkat tinggi dan membentuk sikap ilmiah siswa yaitu media yang menarik
secara tampilan, mudah penggunaan, merangsang analisis, kritis dan perencanaan,
serta memberikan edukasi pada sikap ilmiah saat pelaksanaan pembelajaran.
Dalam Jurnal yang berjudul ”Penerapan Problem Based Learning Berbasis
TPACK untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa SMK” , Santi Novita dkk
menuliskan bahwa penggunaan model Problem Based Learning dengan pendekatan
TPACK menunjukkan peningkatan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa.
Terlihat dari keaktifan siswa dan peningkatan hasil belajar siswa.
Oleh karena itu, untuk memecahkan permasalahan ini, diperlukan rancangan
pembelajaran di kelas yang mampu menjadikan peserta didik aktif dan mampu
melatih kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah fisika sehingga peserta
didik memperoleh hasil belajar fisika yang optimal. Salah satunya dengan
menerapkan model pembelajaran berbasis masalah Problem Based Learning
dengan pendekatan TPACK.
Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk dibagikan karena ingin
berbagi pengalaman kepada pembaca bahwa penerapan model PBL dengan
pendekatan TPACK pada pembelajaran Fisika materi Gerak Lurus di kelas XI MAN
3 Blitar pada hari Selasa tanggal 4 Juli 2023 mempermudah siswa untuk memahami
konsep dan pengetahuan Fisika peserta didik dalam memecahkan masalah dalam
pembelajaran Fisika. Pembelajaran dengan model PBL ini juga membuat
pembelajaran fisika menjadi lebih bermakna bagi peserta didik.
Peran saya dalam praktik ini sebagai guru yang memiliki tanggung jawab
untuk membuat perencanaan pembelajaran, mulai dari mempersiapkan perangkat
pembelajaran, melakukan proses pembelajaran ini secara efektif dengan
menggunakan media, model pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga
pemahaman konsep peserta didik dapat ditingkatkan. Selanjutnya saya melakukan
refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan sehingga mengetahui seberapa
efektifkah pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Proses pembelajaran yang saya lakukan tidak terlepas dari tantangan-
tantangan yang harus saya hadapi. Adapun tantangan yang dihadapi adalah
1. Guru yang belum terampil dalam menyiapkan media pembelajaran berbasis
TIK.
Keterampilan guru dalam menyiapkan media pembelajaran berbasis TIK
menjadi faktor utama dalam menerapkan TPACK dalam pembelajaran.
Yurinda & Wisyasari (2022) menyatakan bahwa agar dapat menghasilkan
proses hasil belajar yang memuaskan, maka guru harus berstandar dalam
penguasaan teknologi karena hal tersebut disesuaikan dengan mutu pendidikan
di Indonesia. Dengan demikian, kecapakan setiap guru tidak hanya dilihat dari
teknologi saja, namun harus mengembangkan kemampuan pedagogik dan
konten materi dalam pembelajaran di era digital ini.
2. Guru yang belum optimal dalam menggunakan model pembelajaran yang
menyenangkan, yang mampu meningkatkan pemahaman peserta didik .
3. Guru yang kurang literasi tentang bagaimana model pembelajaran yang
inovatif abad 21
Tantangan yang dihadapi dalam mencapai tujuan melibatkan :
1. Guru yaitu saya sendiri dalam menyusun rencana pembelajaran dan
melaksanakan pembelajaran.
2. Rekan guru untuk berdiskusi dalam wadah MGMP Fisika di sekolah,
melalui MGMP dapat berfungsi sebagai wadah bertukar pikiran dan
penularan.
3. Kepala sekolah yaitu memfasilitasi dan memberikan dukungan penuh untuk
meningkatkan kreatifitas guru dan siswa.
4. Siswa yang terlibat yaitu siswa kelas XI sebagai pusat dalam proses
pembelajaran.
5. Dosen dan guru pamong, sebagai pembimbing dalam proses.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, saya melakukan beberapa langkah ,
antara lain :
1. Mencari informasi mengenai media pembelajaran yang sesuai dengan gaya
belajar siswa
2. Mengatur waktu untuk menyiapkan media pembelajaran berbasis TIK
sehingga hasil yang diperoleh lebih optimal
3. Menyiapkan sarana dan prasarana pendukung
4. Mencari kajian literatur tetang model pembelajaran yang menarik dan
inovatif
5. Menyiapkan pertanyaan pemantik
6. Menyiapkan lembar refleksi siswa
Beberapa strategi untuk menghadapi tantangan – tantangan adalah :
1. Memilih untuk menggunakan model pembelajaran PBL dengan praktikum
sederhana
2. Memanfaatkan gambar-gambar dan video youtube yang sesuai dengan
materi yang ditayangkan dalam bentuk Powerpoint
3. Melakukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada
peserta didik. Dimana tahapan-tahapan kegiatan tersebut telah disesuaikan
dengan sintaks model pembelajaran yang dipilih dan dirancang oleh guru
dalam RPP.
4. LKPD, instrument penilaian, media pembelajaran sebagai alat yang dapat
membantu siswa dalam memahami materi
5. Menggunakan Lab-Virtual sebagai media pembelajaran
Proses yang saya lakukan untuk menghadapi tantangan antara lain :
1. Proses yang dilakukan yaitu dengan memahami sintaks model apakah yang
sesuai dengan indikator, tujuan pembelajaran, juga materi yang akan
dipelajari oleh peserta didik.
2. Mencari gambar atau video yang relevan dengan materi yang dipelajari oleh
peserta didik serta menelusuri Laman Lab Virtual yang sesuai.
3. Merancang kegiatan pembelajaran dalam RPP sesuai dengan model
pembelajaran yang dipilih
4. Membimbing siswa selama proses pembelajaran dalam menyelesaikan
LKPD baik secara individu maupun kelompok
5. Melakukan evaluasi dan refleksi dalam kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini melibatkan saya sendiri sebagai fasilitaror,
peserta didik sebagai subjek proses pembelajaran, dosen pembimbing dan guru
pamong sebagai pembimbing pelaksanaan pembelajaran dan rekan sejawat yang
telah membantu dalam kelancaran proses pembelajaran.
Dalam melakukan strategi pembelajaran diperlukan beberapa sumber daya
atau materi , yaitu : melakukan koordinasi dengan kepala sekolah, guru, waka
kurikulum dan rekan sejawat. Selain itu diperlukan beberapan matei penunjang
berupa buku /e-modul penunjang Kurikulum Merdeka mata Pelajaran fisika,
sumber belajar yang relevan , internet dan proyektor.
Berdasarkan hasil pembelajaran yang saya lakukan di kelas menggunakan
model pembelajaran PBL dengan metode praktikum dan penerapan TPACK berupa
LKPD liveworksheet , penggunaan media PPT dan video pendek serta pemanfaatan
lab-virtual java lab.
Mempunyai dampak bagi peserta didik :
Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TPACK dalam bentuk
video yang ditampilkan dalam slide powerpoint memudahkan peserta didik dalam
mempelajari dan memahami materi, lebih bersemangat dan tidak cepat merasa
bosan. Sehingga keaktifan dan kemampuan berpikir analisis peserta didik dapat
ditingkatkan.
Apakah hasilnya efektif atau tidak efektif, mengapa?
Hasil dari penerapan model PBL dengan pendekatan TPACK efektif untuk
meningkatkan motivasi, peserta didik lebih bersemangat, lebih berani dalam
menyampaikan pendapat selama kegiatan diskusi dalam pembelajaran. Peserta
didik juga mampu menyimpulkan hasil diskusi dalam presentasi dengan baik.
Gambar 1. Aktivitas Diskusi dan Presentasi Siswa
Berdasarkan hasil observasi observer terhadap aktivitas siswa selama proses
pembelajaran juga menunjukkan hasil yang sangat baik.
Skor Penilaian
No. Aspek yang diamati
0 1 2 3 4

1. Mendengarkan penjelasan guru

2. Melakukan Pengamatan

3. Aktif menjawab pertanyaan dari guru

4. Aktif bertanya kepada guru

5. Menyimpulkan materi pembelajaran

Keterangan skor penilaian :


Skor 4 : 100 % siswa aktif dalam KBM
Skor 3 : 70 % siswa aktif dalam KBM
Skor 2 : 50 % siswa aktif dalam KBM
Skor 1 : 25 % siswa aktif dalam KBM
Refleksi yang dilakukan terhadap siswa setelah proses pembelajaran
menunjukkan hasil yang baik.

Gambar 2. Diagram Respon Siswa dengan Proses Pembelajaran

Gambar 3. Diagram Semangat Siswa selama Proses Pembelajaran

Gambar 4. Diagram Ketertarikan Siswa pada Metode pembelajaran.


Penilaian Hasil observasi observer pada saat diskusi menunjukkan nilai yang
sangat baik dengan rata-rata 93,75. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman
konsep fisika siswa sangat baik dalam pembelajaran fisika materi Gerak Lurus
dengan menggunakan model PBL dengan pendekatan TPACK..
Bagaimana respon orang lain yang terkait dengan strategi yang dilakukan?
1. Dari teman sejawat sekaligus sebagai observer, secara keseluruhan sudah
dapat mengkondisikan kelas dengan baik dan menjadikan peserta didik
dapat terlibat secara aktif
2. Peserta didik merasa senang dengan proses pembelajaran yang berlangsung
karena mereka dapat terlibat secara aktif dan kegiatannya menarik,
menyenangkan, serta mudah dipahami. Hal tersebut dapat dibuktikan
dengan kegiatan refleksi saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
Faktor Keberhasilan
Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh :
1. Penguasaan guru terhadap model dan metode pembelajaran, media
pembelajaran dan langkah-langkah pelaksanaan dalam rancangan RPP yang
telah dibuat
2. Bimbingan Dosen Pembimbing dan Guru Pamong dalam menyusun
perangkat pembelajaran.
3. Kepala Madrasah memberikan dukungan penuh dari sarana dan prasarana.
4. Rekan sejawat memberikan masukan yang membangun untuk keberhasilan
pembelajaran
Pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut
Pembelajaran yang dapat diambil dari proses dan kegiatan yang telah
dilakukan oleh guru yakni dapat menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam
memilih dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan indikator
materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik
Memperoleh berbagai pengalaman baru seperti pengetahuan saya
bertambah dalam menyiapkan modul ajar, LKPD dan media pembelajaran yang
sesuai dengan karakter siswa serta mengenai cara membuat dan editing video
kegiatan pembelajaran.
Selain itu, saya mendapatkan feedback positif dari siswa, rekan sejawat serta kepala
sekolah dengan adanya penerapan model pembelajaran inovatif Problem Based
Learning dengan pendekatan TPACK.

Anda mungkin juga menyukai