77
LAPORANPENGALAMANLAPANGANINDUSTRI
Pekerjaan:
[Link](MIP)
DesaSesayap,KecamatanSembakung,KabupatenNunukan, Provinsi
Kalimantan Utara.
(Topik Bahasan: “Pengaruh Spontaneous Combustion Terhadap Kualitas
BatubaraDenganJarak±30cmdariTitikBatubarayangTerbakarPadaROM
Intermediate-1 PT. Mandiri Intiperkasa (MIP), Kabupaten Nunukan,
KalimantanUtara”)
Diajukan SebagaiSalahSatuSyarat
Dalam MenyelesaikanProgramD-3TeknikPertambangan
Oleh:
ANGGUNGITAPUTRI
BP/NIM:2016/16080010
Konsentrasi :TambangUmum
Program Studi :D-3TeknikPertambangan
Jurusan : Teknik Pertambangan
TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITASNEGERIPADANG
2019
LEMBARPENGESAHAN
LAPORANPENGALAMANLAPANGANINDUSTRI
mandirkoa
Fl.2-ingiomom.1w·
Laporanlni
DisampaikanUntukMemenuhiSebagianDariPersyaratanPenyelesaian
KegiatanKerjaP;aktek [Link] Intiperkasa (MIP),Desa
Sesayap,Kecamatan Sembakung, KabupatenNunukan, Provinsi
Kalimantan Utara,
YangdilaksanakanDariTanm,>al31Januaris/d5April2019
Oleh:
ANGGUNGITAPUTRI
'.?016/16080010
Mengetahui,
Opera.<iionalManager
PTMandiri lntiperk:lsa
.
Krishna Blassmarn
NP1049
ii
LEMBARPENGESAHAN
KEGIATANPLI
Laporan ini DisampaikanUntuk Memenuhi Sebagian dari Persyaratan
Penyelesaian Pengalaman Lapaogan lndustri (PLI)Ff-UNP Padang
Semester Januari-Juni 2019
Oleh:
Nama
:AnggunGitaPutri
BP/NIM
:2016/16080010
Konsentrasi :TambangUmum
ProgramStudi
:D-3TekoikPertambangan
Dipcriksadandisyabkanoleh:
NIP.195412301982031003
[Link]-UNP
ii
80
BIODATA
I. Data Diri
NamaLengkap :AnggunGita Putri
No. Buku Pokok :2016/16080010
Tempat / Tanggal lahir :Sasak,12Juli1997
Jenis Kelamin :Perempuan
Nama Bapak :BangunSugito
NamaIbuk :Yuliasni
Jumlah Bersaudara :3 Bersaudara
AlamatLengkap :[Link],[Link],
[Link] Barat,[Link]
II. Data Pendidikan
Sekolah Dasar :SD N 05 Sasak Ranah Pasisie
Sekolah Lanjutan Pertama :SMPN01SasakRanahPasisie
Sekolah Lanjutan Atas :SMA N 01 Luhak Nan Duo
Perguruan Tingi :Universitas Negeri Padang
III. PraktekLapangan Industri
TempatPLI :[Link] Intiperkasa(MIP)
TanggalPLI :30 Januari– 5 April 2019
Topik PLI : “Pengaruh Spontaneous Combustion
TerhadapKualitasBatubaraDenganJarak
±30 cm dari Titik Batubara yang Terbakar
Pada ROM Intermediate-1 PT. Mandiri
Intiperkasa (MIP), Kabupaten Nunukan,
Kalimantan Utara”
iii
81
RINGKASAN
Pengaruh Spontaneous Combustion Terhadap Kualitas Batubara Dengan
Jarak±30cmdariTitikBatubarayangTerbakarPadaROMIntermediate-1 PT.
Mandiri Intiperkasa (MIP), Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara
(Anggun Gita Putri, 16080010, 2019, 115 Halaman)
Batubara merupakan bahan bakar padat organik yang berasal daribatuan
sediment yang terbentuk dari sisa bermacam-macam tumbuhan purba dan
menjadipadatyangdisebabkankarenatetimbun [Link]
batubara yang terekspos dengan udara, maka semakin besar kemungkinan
batubara tesebut mengalami oksidasi yang berarti semakin besar kemungkinan
terjadinya Spontaneous combustion (swabakar).
Spontaneous combustion atau Self combustion adalah proses terbakar
dengan sendirinya batubara akibat reaksi oksidasi eksotermis yang terus
menyebabkan kenaikan temperatur. Fenomena yang terjadi pada batubara pada
waktu batubara tersebut disimpan atau di stock di storage / stockpile dalam
jangka waktu tertentu. Di PT Mandiri Intiperkasa tidak ada tindakan langsung
mengenai masalah Spontaneous Combustion tersebut. Dari hasil sampel yang
penulis ambil dari lapangan dan melakukan analisis proximate untuk mengetahui
kualitas batubara yang terbakar tersebut, dengan pembanding data batubarayang
masih fresh dari tambang. Dari hasil analisa sampel batubara yangterbakar
tersebut terjadinya deviasi dari kualitas batubara yang masih fresh. Parameter
kualitas yang penulis ambil yaitu Nilai TM (Total Moisture), NilaiASH (Kadar
Abu), dan Nilai CV (Calori Value).
KataKunci : Spontaneous Combustion, Analisis Proximate
iv
82
KATAPENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Pengalaman
Lapangan Industri di PT. Mandiri Intiperkasa (MIP). Penyusunan laporan dibuat
untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Pengalaman Lapangan Industri yang
dilaksanakan pada 31 Januari s/d 5 April Semester Januari-Juni 2019.
Dalam proses penyusunan laporan, dilakukan berdasarkan data hasil
pengamatan dan tinjauan langsung yang dilakukan di PT. Mandiri Intiperkasa
(MIP). selain itu juga berdasarkan referensi pustaka dari perusahaan, serta buku
panduan Laporan Pengalaman Lapangan Industri di Universitas Negeri Padang.
Dalam menyelesaikan semua kegiatan ini, penulis di bantu oleh beberapa pihak,
pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-
besarnya atas fasilitas, saran, serta bimbingannya dengan penghargaan setinggi-
tingginya kepada :
1. Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan nikamat berupa kesehatan
dan kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan
baik dan lancar.
2. Teristimewa kepada Ibu dan Ayah yang selalu bersemangat, tidak pernah
bosan, dan telah memberikan dukungan, dorongan serta doa yang ikhlas
kepada penulis untuk meyelesaikan Laporan Pengalaman Lapangan
Industri.
3. Bapak [Link] Kopa., M. T dan Heri Prabowo., S.T., M.T selaku
Ketua dan Sekretaris Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik
Universitas Negeri Padang.
4. Bapak Ansosry, ST., MT selaku Ketua Prodi D3 Teknik Pertambangan
Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
v
83
5. Bapak Ali Basrah Pulungan., S.T.,M.T selaku Kepala Unit Hubungan
Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
6. Bapak Dr. Yunasril M.T selaku Dosen Pembimbing Jurusan Teknik
Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
7. Bapak M Robert Boro selaku Kepala Teknik Tambang/General Manager
PT Mandiri Intiperkasa site Krassi yang telah memberikan kesempatan
untuk bisa melaksanakan kegiatan Pengalaman Lapangan Industri.
8. Bapak Edi Marlon sebagai General Manager OperasionalPT Mandiri
Intiperkasa yang telah memberikan kesempatan untuk bisa melakukan
kegiatan pengalaman Lapangan Industri.
9. Pak Rochmad selaku DeputySite Manager yang telah memberikan arahan
dan saran selama kegiatan Kerja Praktek.
10. Pak Krishna Blassmara selaku Manager Operasional yang telah banyak
memberikan saran, arahan, masukan dan semangat dalam kegiatan di PT
Mandiri Intiperkasa.
11. Ibu Damania Putri selaku HRD site PT Mandiri Intiperkasa yang telah
memberikan Kesempatan Untuk melakukan Kegiatan Pengalaman
Lapangan Industri
12. Pak Fahriadi dan Pak Maulid selaku pembimbing Lapangan yang telah
memberikan bimbingan, arahan, dan saran selama kegiatan kerja praktik
PT Mandiri Intiperkasa.
13. Bapak Toni F, Bapak Mike, Bapak Hasan, Bapak Alex, Bapak Laode,
BapakAgung,PakArdi,PakRijal,PakIwan,PakIyan,PakLubis,Pak
vi
vi
84
Gilang, Pak Muis, Pak Toni Irawan, Pak Teddy, Pak Haris, Pak Kama,
Bang Madin, Bang Wisnu, BangRifai, BangDiki, BangAzwal, Kak Fitri,
Kak Viola, Kak Rani, Kak Chiko, Kak Sari, Kak Devina, Pak Agus, Pak
Eko, Pak Syamsudin, Pak Didik, Pak Hasim, Pak Adit, Pak Mumun, Pak
Andi, Bapak Herdi, atas ilmu, bantuan, keramahan serta kebersamaannya
selama kegiatan Pengalaman Lapangan Industri.
14. SeluruhKaryawanPTMandiriIntiperkasayangtelahpedulidanbaik selama
saya kerja praktek di PT Mandiri Intiperkasa.
15. Teman-temanFamilyyangtelahmensupportlancarnyapenulisdalam
membuat laporan.
16. Semua pihak yangtelah membantu dalam menyelesaikan Laporan Praktek
Lapangan Industri ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini jauh dari sempurna,
baik dari segi penyusunan,bahasa, ataupun penulisannya. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan semoga Laporan
Pengalaman Lapangan Industri ini bermanfaat terutama untuk penulis sendiri,
perusahaan dan bagi yang membaca.
Padang,Maret2019
Penulis
AnggunGita Putri
vii
85
DAFTARISI
Halaman
HALAMANJUDUL------------------------------------------------------------------i
HALAMANPENGESAHAN-------------------------------------------------------ii
BIODATA------------------------------------------------------------------------------iii
RINGKASAN--------------------------------------------------------------------------iv
KATA PENGANTAR---------------------------------------------------------------v
DAFTARISI---------------------------------------------------------------------------viii
DAFTARGAMBAR------------------------------------------------------------------x
DAFTARTABEL---------------------------------------------------------------------xiii
DAFTARLAMPIRAN---------------------------------------------------------------xiv
BAB I PENDAHULUAN------------------------------------------------------------1
A. LatarBelakangPLI 1
1. TujuanPLI 2
2. ManfaatPelaksanaanPLI 2
B. Deskripsi Perusahaan 3
1. SejarahPerusahaan 3
2. Struktur Organisasi 3
3. Visidan Misi 4
4. TenagaKerja 5
5. JamKerja 5
C. LokasidanKesampaianDaerah 6
1. WilayahPenambangan 8
2. KeadaanGeologi 9
3. Keadaan IklimdanCurahHujan------------------------------------------------17
4. PenyebaranEndapan Batubara 18
D. DeskripsiKegiatandi Lapangan 25
1. SistemPenambangan 25
2. QualityControl (KontrolKualitas)---------------------------------------------45
3. Environment(Lingkungan) 49
viii
86
4. Safety(Keselamatan Kerja) 55
5. CommunityDevelopment 58
E. PeralatanPenambangan 61
1. AlatTambangUtama 61
2. AlatPenunjangTambang 64
F. PerencanaanKegiatanPLI 67
G. PelaksanaanKegiatanPLI 68
1. TahapPraPLI 68
2. KegiatanOrientasi Lapangan 69
H. Hambatandan Penyelesaian 71
I. Temuan Menarik 71
BABIITOPIK BAHASAN----------------------------------------------------------76
A. LatarBelakangPemilihan Topik 76
B. KajianTeoritis 78
1. Spontaneous Combustion 78
2. PengukuranTemperatur 79
3. AnalisaSampelBatubara 79
4. KompisitKualitasBatubara 80
5. ManajementStockpile 81
6. FungsiManajementStockpile 82
C. PembahasandanPengolahanData-------------------------------------------------83
1. Pembahasan 83
2. PengolahanData 86
BAB III PENUTUP-------------------------------------------------------------------91
A. Kesimpulan 91
B. Saran 92
DAFTARPUSTAKA-----------------------------------------------------------------93
LAMPIRAN---------------------------------------------------------------------------94
ix
87
DAFTARGAMBAR
Halaman
[Link]--------------------------------------4
[Link] LokasiMIP 7
[Link]---------------------------------8
[Link]----------------------9
[Link]-------------------------------------14
Gambar6.PetageologiwilayahPKP2B MIP-----------------------------------------16
[Link] PembawaBatubara MIP-----------------------------21
[Link] diblock BJobsiteMIP-------------------------------27
Gambar9. HasilCoring diblockBJobsite MIP--------------------------------------28
[Link] Kegiatan TeamSurveyMIP----------------------------------------30
[Link] datesituasimingguanMIP--------------------------------------------31
[Link] MIP------------------------------------------------32
Gambar13. Alurkegiatan Mineplan MIP--------------------------------------------34
[Link]---------------------------------35
[Link]-------------------------------------36
[Link] OBdi Pit PT. MKP---------------------------------------------37
Gambar17.LoadingBatubaradiSeamA2PT. RML----------------------------------39
[Link] coal HitachiPC 200-279----------------------------------40
[Link]----------------------------------------41
[Link]----------------------------------------------42
Gambar21. AlurProsesBarging 44
[Link] 1---------------------------------------44
x
88
[Link] Hasil Pemboran--------------------------------------46
[Link] Pemboran Seam A2PT. MIP---------------------46
[Link] Pit--------------------------------------------47
[Link] direklamasi---------------------------------------------50
[Link] Environment 51
[Link]-----------------54
[Link] 56
[Link]-Pos Ceker----------------------------------------------56
[Link] aktivitasunityangberoperasi------------------------------57
[Link] Unit yangamblas--------------------------------------------57
[Link]------------------------------------58
[Link] Menjelutung------------------------60
Gambar35. Komatsu PC 400-289 61
[Link]-1066-------------------------------------------------62
[Link] Dump TruckKomatsu-198---------------------------------------63
[Link] DumpTruckKomatsu-4142--------------------------------63
[Link] Conveyor CPP 2 64
Gambar40. BulldozerKomatsu 375A-151------------------------------------------65
[Link] Komatsu-525--------------------------------------------65
[Link] Flow-7120--------------------------------------------------66
[Link]-625 67
Gambar 44. Kondisi Batubara yang Terbakar pada ROM Intermediate-1
dengan Asap Tebal dan Hitam serta Berbau Belerang------------72
xi
89
Gambar45. Komatsu PC 400-289 72
[Link] Dirty Coal FloorA4 PTRMLdenganUnit Hitachi
PC200-271 73
[Link]----------------------------73
[Link] Batubaradirtycoalyangtelahmelewatiproses
WashingPlant 74
[Link] PenjahitanKarpetGeotekstil areaCPP 3--------------------74
[Link]----------------------79
[Link]-----------------------------85
xii
77
DAFTARTABEL
Halaman
[Link] 5
Tabel2. JamMasuk KerjaShiff 1 6
Tabel3. JamMasuk KerjaShiff 2 6
[Link] (MIP)---------------------17
[Link] batubaramasing-masing SeamBlokB-------------------23
Tabel6 Jumlah Unit PCPT. MKP 38
Tabel7. Jumlah Unit PCPT. RML 38
[Link] [Link]-------------------51
[Link] Lapangan Industri--------------------------67
[Link] Temperatur 79
[Link] Temperatur 84
[Link]
ROMIntermediate-1 85
Tabel13 .Komposit HasilTestpit SeamA2 SubpitA2 utara-----------------------85
[Link]
SpontaneousCombustionsertaSuhu Batubara--------------------------89
xiii
78
DAFTARLAMPIRAN
Halaman
[Link]-----------------------------------------94
[Link]-----------------------95
[Link]------------------------------------------96
[Link]---------------------------------104
xiv
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Magang 2
Magang merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh setiap
mahasiswa program studi D3 dan S1 Jurusan Teknik Kimia Uki Paulus untuk
menyelesaikan program studi. Magang merupakan mata kuliah wajib pada
semester akhir dengan bobot 4 sks, dimana pelaksanaannya meliputi tiga
kegiatan pokok yaitu: kegiatan pengalaman lapangan dan penyusunan laporan
ilmiah serta diseminasi.
Tujuan umum dari Magang adalah untuk mendapatkan/menggali
pengetahuan dan pengalaman praktis di lapangan/industri, memupuk sikap dan
etos kerja mahasiswa sebagai calon tenaga kerja profesional yang siap kerja,
serta mampu membahas suatu topik yang ditemui di lapangan melalui metode
analisis ilmiah ke dalam bentuk suatu laporan Magang.
PT. Mandiri Intiperkasa salah satu industri pertambangan yang bergerak
dalam penambangan terbuka batubara yang terletak di Desa Sesayap,
Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Sebagai salah satu perusahaan pemegang PKP2B (Perjanjian Kontrak
Penambangan Batubara) Generasi II No. 008/PK/PTBA/1994. Luas area
PKP2B PT. Mandiri Intiperkasa adalah 9.240 Ha.
1
2
1. Tujuan Magang
Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan Magang ini sebagai berikut :
a. Meningkatkan keterampilan dan rasa percaya diri penulis dalam memasuki
dunia kerja nantinya
b. Mengaplikasikan ilmu yang sudah penulis peroleh selama dibangku
perkuliahan dan pada saat di dunia kerja
c. Melihat, mengamati, dan mempraktekkan secara langsung berbagai
kegiatan penambangan yang dilaksanakan oleh perusahaan
d. Membentuk kepribadian yang mampu menghadapi tantangan dimasa
mendatang dengan penuh tanggung jawab
e. MenyusunsebuahlaporansebagaisyaratuntukmelengkapikegiatanPLI.
2. Manfaat Magang
Adapun manfaat dari pelaksanaan kegiatan Magang ini sebagai berikut :
a. Mengukur seberapa besar penguasaan ilmu pengetahuan yang diperoleh
penulis selama kuliah dengan tuntutan dan kebutuhan dunia industri.
b. Memberikan pemahaman empiris tentang dunia industri secara umum dan
segala hal.
c. Tumbuhnya rasa kedisiplinan yang tinggi bagi penulis dalam berbagai
aspek.
d. Mempersiapkan diri sebelum terlibat langsung dalam dunia industri
melalui aktifitas dan pemahaman yang di temukan di industri.
3
B. Deskripsi Perusahaan
1. Sejarah Perusahaan
[Link] Intiperkasa merupakan perusahaan batubara yang berdiri pada
tanggal 15 angustus 1994 dengan Perjanjian Karya Pengusahaan
Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi II No. 008/PK/PTBA/1994.
Penggunaan APL (area penggunaan lain/non kehutanan) diatur oleh
KepMenHut No.79/kpts-II/2001 tanggal 15 Maret 2001. Dan untuk kegiatan
produksi diatur oleh SK Mentri ESDM No. 241.K/40.00/DJG/2004 tanggal05
Juni 2004, berlaku hingga 04 Juni 2034. PKP2B PT Mandiri Intiperksa
berada di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan dan Kecamatan
Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Luasarea
PKP2B PT. Mandiri Intiperkasa adalah 9.240 Ha dengantarget produksi
batubara tahun 2019 sebesar 3.500.000 ton batubara.
2. Struktur Organisasi
Organisasi merupakan sebuah wadah atau tempat berkumpulnya
sekelompok orang untuk bekerjasama secara rasional dan sistematis,
terkendali, dan terpimpin untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada. Dalam rangka mengoptimalkan
kekuatan yang dimiliki dan menangkap peluang yang ada, diperlukan suatu
struktur organisasi yang dinamis dan adaptif dalam menghadapi persaingan
usaha yang semakin kompetitif. Struktur organisasi PT. Mandiri Intiperkasa
disusun sedemikian rupa agar mampu mengantisipasi kebutuhan dan
perkembangan organisasi baik untuk saat ini maupun untuk masa depan.
4
Sumber:Dept. SafetyPT. MandiriIntiperkasa(MIP)
[Link] Intiperkasa (MIP)
3. Visidan Misi Perusahaan
a. Visi Perusahaan
Menjadi produsen batubara kelas dunia dengan sistem penambangan
berkualitas, aman dan lindung lingkungan.
b. Misi Perusahaan
1) Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dengan
jaminan kualitas, tepat waktu dan berkelanjutan.
2) Optimalisasi sumberdaya manusia yang unggul dan menjamin
kemitraan yang saling menguntungkan dengan para pemangku
kepentingan.
5
4. Tenaga kerja
Jumlah Man Power PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) yang bekerja pada
Jobsite [Link] Intiperkasa (MIP) sebanyak2.047 orang, terdiri dari:
No Perusahaan JumlahManPower
1 MIP 222
2 MKP 864
3 RML 574
4 MHA 153
5 ABP 22
6 Praba 16
7 MPM 2
8 GMS 3
9 MBE 1
10 SCI 31
11 CAS 128
12 BKR 39
Sumber: Dept. Safety PT. Mandiri Intiperkasa (MIP)
Tabel1. Jumlah ManPower PT. Mandiri Intiperkasa (MIP)
6
5. Jam Kerja
Jadwal kegiatan penambangan pada Jobsite [Link] Intiperkasa (MIP)
terdiri dari 2 Shiff dengan lama kerja 12 jam kerja sebagai berikut :
[Link] Kerja Shiff 1
Senin-Minggu Jum'at
Kegiatan Waktu Durasi Kegiatan Waktu Durasi
KerjaProduktif1 06.00-12.00 6jam KerjaProduktif1 06.00-11.30 5,5jam
Istirahat 12.00-13.00 1jam Istirahat 11.30-13.30 2jam
KerjaProduktif2 13.00-18.00 5jam KerjaProduktif2 13.30-18.00 4,5jam
TotalWaktuKerjaProduktif 11jam TotalWaktuKerjaProduktif 10jam
Tabel [Link] KerjaShiff 2
Senin-Minggu Jum'at
Kegiatan Waktu Durasi Kegiatan Waktu Durasi
KerjaProduktif1 18.00-00.00 6Jam KerjaProduktif1 18.00-00.00 6Jam
Istirahat 00.00-01.00 1Jam Istirahat 00.00-01.00 1Jam
KerjaProduktif2 01.00-06.00 5Jam KerjaProduktif2 01.00-06.00 5Jam
TotalWaktuKerjaProduktif 11Jam TotalWaktuKerjaProduktif 11Jam
Sumber: Dept. Safety PT. Mandiri Intiperkasa (MIP)
C. Lokasi dan Kesampaian Daerah
Secara administratif lokasi PKP2B PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) berada
di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan dan Kecamatan Sesayap
Hilir, Kabupaten Tanah Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Lokasi tambang
berdekatan dengan Desa Manjalutung yang terletak di sebelah Selatan
tambang. Batas-batas administrasi wilayah penambangan batubara. Luas
PKP2B PT MIP adalah 9.240 Ha dengan batas koordinat geografis paling
Selatan adalah 3º37’12” LU, paling Utara 3º43’54” LU, paling Timur
117º16’6” BT, dan paling Barat 117º11’0” BT.
7
Sumber:Dept. Engineering PT. Mandiri Intiperkasa (MIP)
[Link] Indeks Lokasi [Link] Intiperkasa (MIP)
Lokasi PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) dapat dicapai dari Kota Padang dengan
rute perjalanan sebagai berikut :
1. Dari Bandara Internasional Minang Kabau Padang menuju Bandara
Internasional Soekarno-Hatta Jakarta dengan pesawat udara ditempuh dalam
waktu 1,5 jam, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta menuju
Bandara Juwata Tarakan dengan pesawat udara ditempuh dalam waktu 4 jam.
2. Dari Tarakan menuju lokasi tambang PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) dengan
menggunakan speed boat dan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2,5 jam.
Rute yang dilalui adalah Tarakan – Sungai Tibi – Tanah Merah – Sungai
Limuangkayam – Sungai Lagup.
3. Perjalanan menuju bagian Selatan lokasi tambang PT. Mandiri Intiperkasa
(MIP) dengan menggunakan speed boat dan ditempuh dalam waktu kurang
lebih 1,5 – 2 jam. Jalur yang dilalui menuju bagian selatan lokasi tambang
adalah Tarakan – Sungai Sesayap Selatan – Desa Manjalutung.
8
Sumber: [Link] [Link] Intiperkasa (MIP)
[Link] Lokasi dan Kesampaian Daerah [Link] Intiperkasa (MIP)
1. Wilayah Penambangan [Link] Intiperkasa (MIP)
Wilayah penambangan PKP2B PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) dibagi
menjadi 3 blok penambangan dengan luas 9.240 Ha. Blok A terletak di
sebelah utara wilayah tersebut, Blok B terletak di sebelah timur wilayah
tersebut sedangkan Blok C terletak di sebelah selatan wilayah tersebut. Pada
Blok A sudah selesai ditambang sehingga tidak ada lagi aktivitas
penambangan di Blok A. Pada Blok B saat ini dilakukan aktivitas
penambangan yang dibagi menjadi beberapa pit penambangan yaitu Pit B
Utara, Pit B Tengah, Pit B Barat, Pit B Selatan dan Pit B Rawa Seribu. Pada
tahun 2015 aktivitas penambangan hanya dilakukan pada Pit B Rawa Seribu
9
karena pit penambangan yang lain sudah selesai ditambang. Pada Blok C
belum mulai ditambang namun hanya ada aktivitas eksplorasi.
Sumber:[Link] [Link] Intiperkasa(MIP)
Gambar4. Peta Pembagian Block Wilayah Penambangan [Link]
Intiperkasa (MIP)
2. KeadaanGeologi
a. Geomorfologi
Daerah Sesayap merupakan bagian dari Cekungan Tarakan, Sub
Cekungan Tarakan, yang terbentuk pada Zaman Miosen Tengah hingga
Miosen akhir. Cekungan Tarakan ini di bagian barat dibatasi olehTinggian
Kucing, bagian utara dibatasi oleh Tinggian Sampurna, bagian selatan
dibatasi oleh Pegunungan Mangkalihat, dan membuka kearah Timur
hingga ke Selat Makassar. Cekungan Tarakan berupa cekungan berbentuk
busur yang terbuka ke Timur ke arah Selat Makassar dan terus meluas ke
Utara hingga zona subduksi dengan cekungan Tinggian.
10
Sampurna di bagian Utara Pulau Kalimantan. Cekungan Tarakan terbagi
menjadi empat sub cekungan, yaitu Sub-Cekungan Tarakan, Sub-
Cekungan Tidung, Sub-Cekungan Berau, dan Sub-Cekungan Muara.
Morfologi pada daerah kajian berupa dataran rendah yang sebagian
besar merupakan daerah rawayang cukup luas dengan elevasi antara50-
100 mdpl. Daerah perbukitan tedapat di sebelah Barat dari lokasi
penelitian. Sungai yang mengalir pada lokasi penelitian berpola dendritik
dengan sungai terbesar yaitu Sungai Sesayap. Sungai Sesayap dan sungai
kecil di daerah penelitian bermuara di Teluk Makassar.
b. Stratigrafi Regional
Stratigrafi regionaldari daerah penelitian terdiri dari sedimen pra-
tersier, tersier, dan kurter. Stratigrafi pada daerah penelitian termasuk
stratigrafi Seminggaris Sesayap. Batuan tersier tertua dinamakan Formasi
Danau yang tersusun atas batuan yang mengalami tektonik kuat danbatuan
metamorf. Di atas Formasi Danau terdapat Formasi Sembakung yang
tersedimentasi pada zaman Eosen Tengah. Formasi Sembakung terdiri dari
atas batupasir merah dan konglomerat pada bagian bawah dan batulumpur
yang kaca karbon dan fosil pada bagian atas. Formasi Danau dan
Sembakung merupakan batuan dasar dari Cekungan Tarakan.
Stratigrafi di atas Formasi Danau dan Sembakung dibagi menjadi 5 siklus
berdasarkanwaktu pembentukannya yaituEosen akhir-Oligosenawal, Miosen
awal-Miosen tengah, Miosen tengah-Miosen akhir, Pliosen, dan Kuarter.
11
1) Siklus Eosen Akhir-Oligosen
Pada masa ini formasi yang terbentuk adalah Formasi Sujau, Formasi
Seilor, dan Formasi Mangkabua.
a) FormasiSujau
Formasi Sujau terdiri dari batuan klastik kasar yang merupakan
batuan konglomerat, batupasir, maetiral vulkanik di bagian bawah,
dan serpih dengan sisipan batupara, serta batugamping dengan
interkalasi napal di bagian atas. Formasi ini memiliki ketebalan 1000
meter.
b) Formasi Seilor
Formasi Seilor terdiri dari batugamping dan diendapkan di
lingkungan laut dengan ketebalan 100-150 meter
c) Formasi Mangkabua
Terdiri dari batuserpih laut dan napal yang diendapkan ke arah
cekungan di atas Formasi Seilor.
2) Siklus Oligosen Akhir-Miosen Tengah
Pada masa ini formasi yang terbentuk adalah Formasi Tempilan,
Formasi Tabalar, dan Formasi Birang.
a) FormasiTempilan
Formasi Tempilan terdiri dari batuan klastik basal dengan perlapisan
batupasir, tuf, serpih, dan sisipan batubara.
b) FormasiTabalar
FormasiTabalarterdiridaribatugampingmicrititicdan napal.
12
c) Formasi Birangdan Naintupo
Formasi Birang terdapat di Sub- Cekungan Muara dan ekuivalen
dengan Formasi Naintupo di Sub-Cekungan Tarakan. Kedua formasi
ini terdiri dari perselingan batupasir-batuserpih, napal dengan lapisan
batugamping. Ketebalan formasi ini meningkat dari 200 meter
menjadi 800 meter ke arah cekungan
3) Siklus Miosen Tengah-Miosen Akhir
Formasi yang terbentuk pada masa ini adalah Formasi Meliatatau
Lati, Formasi Tabu, Formasi Santul, dan Formasi Manumbar
a) Formasi Meliat atau Latih
Formasi Latih terdapat pada Sub-Cekungan Muara. Pada Sub-
Cekungan Muara, formasi ini terdiri dari batupasir kasar dan batuan
serpih karbonan. Formasi Meliat terdapat di Sub-Cekungan Tarakan.
Pada formasi ini terdiri dari batupasir kasar, serpih karbonan, dan
batugamping tipis.
b) Formasi Tabul
Pada Sub-Cekungan Tarakan terdapat formasi Tabul yang
terendapkan di atas formasi Meliat. Formasi Tabul terdiri dari
batupasir, batulanau, dan serpih dengan sedikit gamping dan lapisan
batubara yang [Link] Tabul memiliki ketebalan 1.500 meter
hingga 3.500 meter.
13
c) Formasi Santul
Formasi Santul terendapkan pada masa Miosen akhir yang tediri dari
batupasir, batulanau, dan batu lempung yang berinteraksi dengan
batubara.
d) Formasi Manumbar
Di atas formasi Latih pada Sub-Cekungan Muara terdapat formasi
Menumbar yang terdiri dari batulempung, karbonatan, napal, dan
batugamping yang menjari. Formasi ini ekuivalen dengan Formasi
Tabul dan Formasi Santul di bagian Utara Cekungan Tarakan.
4) Siklus Pliosen
Formasi yang terbentuk pada masa ini adalah Formasi Tarakan dan
Formasi Domaring.
a) FormasiTarakan
Formasi ini terdapat pada Sub-Cekungan Tidung dan Sub-Cekungan
Tarakan. Formasi Tarakan terdiri dari batu pasir, serpih, batu
lempung, batu lanau dan lapisan batubara.
b) Formasi Domaring atau Sajau
Formasi Dormaring terdapat pada Sub-cekungan Muara dan Sub-
Cekungan Berau bagian Barat yang terdiri dari batugamping. Pada
bagian Timur Sub-Cekungan Muara dan Berau formasi ini disebut
Formasi Sajau yang terdiri daribatu napal dan serpih.
14
5) Siklus Kuarter/Pleistosen
Formasi yang terbentuk pada masa ini adalah Formasi Bunyu dan
Formasi Waru.
a) FormasiBunyu
Formasi ini terendapkan di atas Formasi Tarakan selama fase
transgresi. Litologi Formasi Bunyu terdiri dari batupasir tebal dan
kasar, batupasir konglomeratan, batu lempung, batu serpih, dan
batubara lignit.
b) FormasiWaru
Formasi ini terdapat di Sub-Cekungan Muara dan Berau yang terdiri
dari batu gamping, batu napal, dan batu pasir.
15
Sumber: Achmaddan Samuel,1984; Lentinidan Darman, 1996
Gambar [Link] Stratigrafi Cekungan Tarakan
c. Struktur Geologi
Struktur geologi pada daerah kajian adalah lipatan dan sesar yang
umumnya berarah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya. Struktur
geologi yang terdapat pada daerah kajian merupakan sesar-sesar turun dan
mendatar serta lipatan. PadaCekungan Tarakan terdapat 5 busur atau
antiklin besar terutama di bagian [Link]-busur tersebut merupkan
tekukan menunjam yang berarah tenggara dan didibentuk oleh transpresi
timurlaur –baratdaya.
16
Struktur geologi pada daerah tambang sangat dipengaruhi oleh adanya
sesar mendatar, sesar turun, dan lipatan. Endapan batubara terbagi dua
berdasarkan struktur geologi yang mempengaruhinya. Pada batu bara
sebelah Barat dipengaruhi oleh patahan dan batubara sebelah Timur
dipengaruhi oleh lipatan berupa sinklin dan antiklin. Di sebelah Barat
endapan batubara mempunyai jurus perlapisan berarah Utara Selatan dengan
arah kemirin ganke Barat. Disebelah Timur endapatan batu bara mempunyai
arah Barat Laut – Tenggaradengan arah kemiringan batu bara Utara Selatan.
BatasPitTahun2016, 2017,
BatasPitTahun2016, 2017,
Sumber:Dept. Engineering [Link] Intiperkasa(MIP)
Gambar6. Peta geologi wilayah PKP2BPT. Mandiri Intiperkasa (MIP)
17
3. Keadaan Iklim dan Curah Hujan
Wilayah Penambangan PKP2B PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) Daerah
Desa Krassi – Sesayap, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memiliki
iklim yang sama dengan iklim di daerah Indonesia pada umumnya, yaituiklim
tropis dengan kelembaban dan temperatur tinggi. Seperti kebanyakan daerah
Nunukan memiliki iklim tropis dengan kelembaban dan temperatur tinggi,
yaitu berkisan antara 22o C sampai dengan 36o C. Dengan metode
penambangan terbuka seluruh aktivitas pekerjaan berhubungan langsung
dengan udara bebas, sehingga iklim yang ada berdampak langsung pada
operasional. Daerah ini memiliki dua musim yaitu musim kemarau danmusim
hujan.
TrenHujan10Tahunan
(2008-2018)
Jumlah Rainfall (mm) Avg Tahunan (mm)
Bulan
(2008-2018) (2008-2018)
Januari 2279,59 227,959
Februari 1875,22 187,522
Maret 1949,73 194,973
April 2128,45 212,845
Mei 2409,29 240,929
Juni 2117,91 211,791
Juli 2539,43 253,943
Agustus 2743,38 274,338
18
September 2388,73 238,873
Oktober 2334,55 233,455
November 2104,09 210,409
Desember 2393,31 239,331
Sumber:[Link] Intiperkasa(MIP)
[Link] Hujan10 Tahunan [Link] Intiperkasa (MIP)
4. Penyebaran Endapan Batubara
a. Penyebaran Lapisan Batubara Blok B
Sebaran lapisan batubara Blok B diketahui berdasarkan data dari 214
singkapan dan 727 penampang lubang bor. Pada Blok B dijumpaisebanyak
13 Seam, yaitu Seam A1, Seam A2, Seam A3, Seam A4, SeamA5, Seam
A6, Seam A7, Seam A8, Seam A9, Seam A10, Seam A11, SeamA12 dan
Seam A13.
Perincian masing-masing seam yang terdapat pada blok ini adalah
sebagai berikut :
1) Seam A1
Penyebaran seam ini dari Blok A menerus ke arah Selatan di Blok
B, diidentifikasi 211 [Link] A1 adalah seam paling
muda (berada paling atas) dalam urutan stratigrafi lokal. Ketebalan
seam ini berkisar antara > 0,4 – 1,94 meter.
2) Seam A2
Seam ini diidentifikasikan dengan 148 data pemboran. Ketebalan
seamini berkisar antara>0,30–5,4 [Link] yang menunjukkan
19
ketebalan Seamini > 1,00 meter adalah 97 data titik bor. Seam A2
penyebaran dan kemenerusannya juga dijumpai pada Blok A.
3) Seam A3
Seam ini diidentifikasikan dengan 74 data pemboran. Ketebalan
Seam ini berkisar antara > 0,25 – 3,2 meter. Data yangmenunjukkan
ketebalan Seam ini > 1,00 meter adalah 38 data bor.
4) Seam A4
Seam ini diidentifikasikan dengan 224 data pemboran dan
pengamatan singkapan. Ketebalan Seam A4 berkisar antara 0,20 –
6,0 meter. Data yang menunjukkan ketebalan Seam ini > 1,00 meter
adalah pada 129 bor.
5) Seam A5/TC-2
Seam ini diidentifikasikan dengan 100 data pemboran. Ketebalan
Seam ini berkisar antara > 0,20 – 2,36 meter. Data yang
menunjukkan ketebalan > 1,00 meter adalah pada 23 titik bor.
6) SeamA6/TC-1
Seam ini diidentifikasikan dengan 69 data bor dan data pengamatan
singkapan. Ketebalan Seam ini berkisar antara 0,35 - 1,65 meter.
Data yang menunjukkan ketebalan Seam > 1,00 meterpada 21 titik
bor .
20
7) Seam A7/TB
Seam TB dapat diidentifikasikan dari 156 data bor. Ketebalan
Seamini berkisar antara 0,30 – 3,5 meter. Data yang menunjukkan
ketebalan Seam > 1,00 meter pada 52 titik bor.
8) Seam A8/TA
Seam ini diidentifikasikan dengan 211 data bor. Ketebalan Seam ini
berkisar antara > 0,50 – 3,55 meter. Data yang menunjukkan
ketebalan Seam > 1,00 meter adalah pada 96 titik.
9) SeamA9/TAL1
Seam ini teridentifikasi dari 115 data bor dan pengamatan
singkapan. Ketebalan lapisan batubara yang dijumpai > 1,00 meter
pada 57 titik bor. Kisaran ketebalan secara keseluruhan adalah 0,40
– 2,84 meter.
10) Seam A10/TAL2
Seam ini diidentifikasikan dengan 38 data bor dan pengamatan
singkapan. Secara umum Seamini memiliki ketebalan>1,00meter.
Ketebalan Seam ini berkisar antara > 0,60 – 3,45 meter.
11) Seam A11/TAL3
Seam ini diidentifikasikan dengan 36 data bor. Secara umum
Seamini memiliki ketebalan > 1,00 meter. Kisaran ketebalan Seam
ini 0,40 – 2,0 meter.
21
12) Seam A12/TAL4
Seam ini diidentifikasikan dari 18 titik bor. Ketebalan pada
singkapan berkisar antara > 0,20 – 1,04 meter.
13) Seam A13/TAL5
Seam ini diidentifikasikan dari 51 data pemboran dan pengamatan
singkapan. Secara umum ketebalan Seam ini > 1,00 meter. Kisaran
ketebalan Seam ini > 0,20 – 5,1 meter.
Sumber: [Link] [Link] Intiperkasa(MIP)
Gambar7. Stratigrafi Formasi Pembawa Batubara di [Link]
(MIP)
22
b. Kualitas Endapan Batubara Block B
Dari hasil analisis yang telah dilakukan di laboratoium menunjukkan
bahwa kualitas batubara di wilayah PKP2B PT. Mandiri Intiperkasa (MIP)
bervariasi, menunjukkan perincian kualitas masing-masing seam yang
terdapat pada Blok B. Pengklasifisikaan Batubara bertujuan untuk
mengentahui standar kualitas variasi dan mutu batubara. Klasifikasi batubara
[Link] Intiperkasa (MIP) menggunakan klasifikasi ISO (International
Standar Organization) dan ASTM ( American Sosiety of Testing Materials )
berdasarkan rank.
Klasifikasi ini didasarkan atas Analisa Proximat batubara, yaitu
berdasarkan derajat perubahan selama proses pembatubaraan mula dari lignit
sampai antrasit. Untuk itu diperlukan Kadar Lengas (moisture) data karbon
tertambat (fixedcarbon), dan zat terbang (volatilematter). Dalam perhitungan
hasil analisa batubara menggunakan Basis. Basis dalam perhitungan hasil
analisa batubara adalah dasar yang dipakai untuk menyatakan nilai dari suatu
parameter dan menginterpretasikan nilai tersebut pada kondisi tertentu
batubara. Interpretasi dari basis tersebut sesuai dengan istilah basis tersebut,
misalkan seperti basis basis di bawah ini ( Arief [Link] 2003:ITB) :
1) As received/as sampled basis (ar) = semua hasil analisis dihitung
mundur dengan memasukan kadar lengas total dari sampel.
2) Air dried basis (adb) = sampel batubara yang di analisis di tempatkan
di udara terbuka, kadar lengasnya secara perlahan akan mencapai
keseimbangan dengan kelembaban udara.
23
3) Dry basis (db) = dalam keadaan kering maka kadar lengasnya adalah
nol.
4) Dry ash free basis (daf) = analisa dilakukan dengan mengabaikan
kadar abu dan kadar lengas yang ada didalam sampel, artinya kadar
abu dan kadar lengasnya adalah nol.
5) Dry mineral matter free basis (dmmf) = analisa ini diperlukan untuk
memberikan gambaran mengenai komposisi organik murni.
KISARANKUALITASBATUBARA
SEAM TM IM Ash VM FC TS CV
(%) (%) (%) (%) (%) (%) (kkal/kg)
(ar) (adb) (adb) (adb) (adb) (adb) (adb)
A0 28,60 18,40 2,00 36,00 43,60 0,26 5987
25,50 11,28 - 2,70 - 34,80 - 47,20 - 0,40 - 6399 -
-
A1
29,80 15,00 3,70 36,00 47,50 0,60 6654
17,40 6,23 - 0,90 - 35,50 - 42,80 - 0,30 - 6089 -
-
A2
25,40 17,60 5,10 41,30 53,64 1,22 7120
14,00 3,80 - 1,00 - 21,80 - 23,30 - 0,31 - 5930 -
-
A3
30,30 19,10 11,90 46,20 52,70 1,33 7317
A4/ 18,30 5,54 - 2,73 - 34,80 - 41,00 - 0,40 - 5575 -
-
TC1 23,40 15,10 14,36 40,81 50,77 1,91 7282
A5/ 16,9 6,10 - 2,20 - 36,40 - 41,40 - 0,48 - 5820 -
0-
24
TC2 23,30 16,80 5,40 41,00 50,50 1,08 7349
7,60 - 2,00 - 1,60 - 27,30 - 34,00 - 0,28 - 4725 -
A6
29,00 17,60 8,80 46,40 49,90 2,05 7975
7,70 - 2,80 - 0,90 - 30,20 - 32,40 - 0,30 - 4835 -
A7
26,60 17,90 22,80 51,30 52,50 2,20 7900
11,20 - 5,40 - 0,50 - 25,60 - 39,30 - 0,24 - 5621 -
A8
26,10 16,80 18,90 42,90 50,70 2,66 7350
4,82 - 2,16 - 0,70 - 28,20 - 30,90 - 0,18 - 4337 -
A9
26,50 12,50 31,30 59,32 55,50 3,50 7902
9,60 - 4,50 - 0,60 - 34,80 - 34,80 - 0,48 - 5014 -
A10
31,00 20,60 18,60 44,00 50,70 4,03 7452
10,70 - 6,90 - 1,60 - 35,50 - 36,50 - 0,42 - 5390 -
A11
20,20 10,60 18,30 40,20 50,50 2,57 7070
22,60 - 5,70 - 3,40 - 27,70 - 31,70 - 1,02 - 4295 -
A12
24,70 10,00 3,50 38,90 47,70 1,84 6711
16,40 - 6,80 - 1,22 - 32,20 - 39,00 - 0,20 - 5461 -
A13
29,80 21,40 2,80 40,50 40,20 3,03 6997
Sumber:Dept. Engineering PT. Mandiri Intiperkasa (MIP)
Tabel5. Kisaran kualitas batubara masing-masing Seam Blok B
25
D. Deskripsi Kegiatan Industri
Kegiatan Praktek Lapangan Industri ini terdiri dari pengamatan seluruh
kegiatan penambangan yang dilakukan oleh PT. Mandiri Intiperkasa (MIP).Dalam
kegiatan tahapan penambangan PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) sangat unik selain
semua area penambangannya merupakan rawa-rawa, dalam alur kegiatan
penambangan sangat berbeda dengan tahapan kegiatan penambangan pada
umumnya. sebagai berikut :
1. Sistem Penambangan
Sistem penambangan yang dilakukan oleh PT. MIP adalah open pit
mining. Dalam pelaksanaan kegiatan penambangan yang dilakukan secara
umum menggunakan metode konvensional yaitu kombinasi antara
excavator PC 400 kapasitas Bucket 3.2 BCM sebagai alat gali muatdan DT
Scania/Volvo kapasitas 30 ton sebagai alat angkut dibagi ke dalam
beberapa tahap yaitu :
a. Eksplorasi
Sebelum melakukan penambangan, PT. Mandiri Intiperkasa (MIP)
melakukan kegiatan eksplorasi (pencarian deposit) untuk mengetahui
daerah yang layak untuk ditambang. Melalui kegiatanini didapatkan data
sebaran dan kualitas suatu bahan galian di bawah permukaan. Tahapan
eksplorasi yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Pemetaan Geologi (Mapping)
Pemetaan geologi merupakan suatu kegiatan pendataan
informasi-informasi geologi permukaan yang menghasilkan suatu
26
bentuk laporan berupa peta geologi yang dapat memberikan
gambaran mengenai penyebaran dan susunan batuan (lapisan
batuan), serta memuat informasi gejala-gejala struktur geologiyang
mungkin mempengaruhi pola penyebaran batuan pada daerah
tersebut.
2) Pengeboran (Drilling)
Pengeboran merupakan suatu kegiatan yang dilakuan dengan
cara membuat suatu lubang terbuka dipermukaan tanah dengan
kedalaman tertentu. Untuk kegiatan pegeboran di PT. Mandiri
Intiperkasa dilakukan oleh PT. Global Mining Service (GMS).
Pengeboran Bertujuan untuk mendapatkan kepastian tentang
endapan batubara, mengenai:
a) Bentuk, ukuran serta letak dan kedudukan perlapisan batubara
b) Penentuan besarnya dan mutu (kualitas) cadangan
c) Sifat fisik batubara dan batuan sekelilingnya guna
mengungkap keberadaan barubara.
Beberapa kegiatan pemboran yang dilakukan adalah sebagai
berikut:
a) Indentifikasi litologi
b) Penentuan ketebalan dan kedalaman lapisan batubara
c) Pengambilan data geotek dan hidrogeologi
d) Pengambilan sampel batubara
27
Sumber:Dokumentasi Lapangan
Gambar8. Kagiatan pemboran di block B JobsitePT. MIP
Jenis pemboran yang dilakukan [Link] Mining Service(GMS) pada
Jobsite [Link] Intiperkasa (MIP) sebagaiberikut:
1) Open Hole (lubang terbuka)
Pengeboran Open Hole merupakan pengeboran yang dilakukan
untuk mendapatkan data-data bawah permukaan tanah sehingga
menjadi data geologi. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa material
hasil gerusan (cutting) mata bor yang keluar bersama dengan air.
28
2) Touch Coring
Touch Coring adalah tenik pengeboran yang awalnya dilakukan
dengan metode Open Hole dan ketika mata bor menyentuh batubara
(indikasi dari lubang bor keluarnya sample cutting batubara dan air
berwarna hitam akibat batubara tergerus serta insting dari juru bor
waktu proses pengeboran), maka akan di stop putaran bornya.
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar9. Hasil Coring diblock B Jobsite [Link]
3) Geological Database
Geological database adalah kegiatan mengumpulkan dan
menyesuaikan data logbor dan logging guna menentukan top dan
bottom seam batubara. Evaluasi logbor dan logging data, reconsile
top dan bottom lapisan batubara dan rekapituliasi data litologi.
4) Geological Modeling
Geological modelling adalah kegiatan membuat gambaran atau
model dari dimensi setiap perlapisan batubara dan mengungkap
29
keberadaanya sebagai acuan proses penambangan validasi dan
rekonsiliasi data yang di peroleh dari hasil pengeboran, kemudian
dibuatkan laporan daily drilling report, logbor nya beserta
rekapitulasi drilling database yang kemudian akan digunakan
sebagai input data untuk pemodelan geologi.
Berikut pekerjaan dalam Geological Modeling:
a) Penamaan Seam batubara
b) Pembuatan kontur/model
c) Menghitung jumlah cadangan batubara yang ada
d) Membuat plant bor
b. Team Survey
Pada kegiatan survey, yang dilakukan adalah pengukuran
ketinggian pada lokasi tertentu. Alat yang digunakan adalahTotal Station
dengan menggunakan tripod sebagai dudukan dan menggunakan titik
patok sebagai acuan yang tidak boleh berubah posisinya. Berikut
dibawah ini merupakan alur proses kegiatan team survey :
30
TopoLIDAR
Survey
Topografi
Situasi Kemajuan Tambang
[Link] Kegiatan Team Survey
Cara kerja total station :
Total station diset posisi sesuai dengan patok, kemudian pemegang
prisma menempatkan prisma sesuai posisi yang akan dicari ketinggiannya.
Setelah itu total station akan mengunci posisi prisma dan ketinggian
permukaan akan otomatis terkoreksi dengan tinggi alat, tinggi tongkat
prisma. Penggunaan total station ini tidak lagi menggunakan perhitungan
manual seperti theodolit, semua data akan ter-record pada memory total
station. Memory tersebut kemudian dibawa ke pos survey untuk diberikan
kepada tim engineering untuk dilakukan pembuatan peta kondisimingguan
/ bulanan / tahunan. Dari data tersebut juga dapat dihitung volume tanah
atau batuan yang terpindahkan. Selain itu, tim survey juga bertugas
memberikan pita-pita pada pit untuk memberi tanda bagi operator atau
pengawas mengenai batasan-batasan yang telah ditentukan oleh mine plan
engineering.
31
Output dari kegiatan Survey:
a) Peta Topografi
b) Acuan penambangan
c) Updatesituasi/kemajuan tambang
d) Perhitungan aktual volume (OB dan Batubara)
Tugas lain dari survey adalah untuk crosscheck jumlah batubara pada
stockpile dengan ritase dumptruck scania yang masuk pada jembatan timbang.
Pemegang prisma akan naik ke puncak stockpile, dikaki stockpile dan menyebardi
titik lainnya untuk diambil data ketinggian serta titik koordinatnya. Semua data
tersebut akan dipetakan menjadi tumpukan kerucut kemudian volume akan
dihitung dengan pendekatan volume kerucut. Hasil dari kegiatan surveiadalah
dalam bentuk peta, baik itu peta situasi bulanan maupun tahunan sehingga
perubahan-perubahan baik topografi jalan, pit daerah penambangan, dan keadaan
muka air tanah dapat diawasi dan dipantau.
Sumber: Dokumentasi Lapangan
[Link] datesituasi mingguan
32
c. Geoteknik
PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) memiliki Sub-Dept. Engineering
Geoteknik yang memiliki tugas untuk mengkaji masalah teknis mengenai
karakteristik sifak fisik maupun sifak mekanik batuan yang ada pada
daerah penambangan PKP2B PT. Manidiri intiperkasa (MIP) yang
nantinya digunakan untuk mencegah pontensi kegagalan ataupun
terjadinya longsoran tanah maupun batuan. Untuk lebih jelas mengenai
kegiatan geotek berikut di bawah ini merupakan alur proses kegiatan
geotek sebagai berikut :
Pemboran
Geotek
Untukmengetahuisifat fisik dan sifat mekanik dari
FullCoring
MINE PLAN MelakukanKajian
Pemantauan langsungke lapangan
Menggunakanalat monitoring
Monitoring
Gambar12. Alur kegiatan Geotek
33
Selain mengkaji sifat fisik dan sifat mekanik dari batuan yang pada
daerah penambangan PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) sub-dept. geotek
juga melakukan pemboran geotek yang dikerjakan oleh PT. Global
Mining Service (GMS) untuk melakukan perekaman data bawah
permukaan guna interpretasi dan pengujian sifat fisik dan mekanik dari
tanah dan batuan di area penambangan. Pengujian sifat fisik dan sifak
mekanik batuan dilakukan dengan mengirim samplecore hasil pemboran
coring ke laboratoium.
d. Mine Plan (Perencanaan Tambang)
Setalah dimensi area tambang tersebut sudah di nyatakan amanoleh
Geotek, maka Mine Plan membuat design area yang akan ditambang.
Mine Plan terdiri dari dua Sub-Dept. yaitu :
1) Long term, membuat perencanaan sampai umur tambang itu
habis
2) Short term, melakukan monitoring
Lingkup kerja mine plan sebagai berikut:
a) Membuat pit design
b) Area disposal
c) Plan dewatering
d) Infrastruktur tambang termasuk jalan tambang
34
Dalam membuat design tambang mineplan juga harus mengkaji
tiga aspek yaitu :
a) Teknis
b) Ekonomi
c) Lingkungan
Berikut dibawah ini merupakan alur proses kegiatan Mine Plan dalam
melakukan design tambang sebagai berikut :
DataEsplorasi,Survey, GeomodeldanGeotek
Shortterm
Longterm Design Geotek
Operasional
Gambar13. Alur kegiatan Mineplan
e. Open Channel
Pada site Krassi PT. Mandiri Intiperkasa (MIP), sebagian besar
merupakan daerah rawa-rawa (80% rawa dan 20% daratan), sehingga
tahapan kegiatan penambangannya sedikit berbeda dengan penambangan
open pit batubara pada umumnya. Sebelum di lakukan pembersihan lahan
akan di tambang, PT. Mandiri Intiperkasa(MIP)melakukan tahapan yang
dinamakan Open Channel (membukasaluran). Dalam kegiatan open
35
channel alat yang biasa di gunakan yaitu : Komatsu PC 400 Standar
danKomatsu PC 400 Long arm (amfibi).
Sumber:[Link]
[Link] Maintenest area Openchannel
f. Kegiatan Pembersihan Lahan (LandClearing) dan
Penggerukan Tanah Pucuk (Topsoil)
Land Clearing Suatu aktivitas pembersihan lahan tambang
batubara dari material hutan yang meliputi pepohonan, hutan belukar
sampai alang-alang. Sebelum dilakukan kegiatan penambangan, lahanyang
akan di tambang harus di bersihkan terlebih dahalu dari hutanbelukar dan
pepohonan. Alat yang di gunakan PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) dalam
kegiatan Land Clearing adalah : Bulldozer Komatsu D85, Excavator PC
200 dan PC 400 dan Mesin chainsaw.
36
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar15. Area yang sudah di land clearing
Setelah kegiatan land clearing dilakukan maka kegiatan
selanjutnya pengupasan dan pemindahan tanah pucuk (topsoil).
Pengupasan tanah pucuk dilakukan dengan Volvo EC460, kemudian
diangkut dengan menggunakan Volvo Artic Dump Truck ke dumping
area(tempat timbunan topsoil) .
g. Kegiatan Pengupasan dan Pengangkutan Overburden (OB)
Overburden (OB) merupakan lapisan tanah penutup yang bersifat
tidak humus yang menutupi lapisan batubara, sedangkan interburden
merupakan lapisan batuan diantara dua seam batubara. Jadi proses
selanjutnya setelah selesai pekerjaan land clearing dan pengupasan tanah
pucuk, maka dilakukan pekerjaan pengupasan tanah penutup(overburden),
dan kemudian diangkut ke tempat penimbunan yang telah ditentukan yang
disebut dengan disposal area. Seiring dengan penggalian overburden, juga
dilakukan pembuatan jenjang-jenjang (bench) pada
37
lereng (slope) untuk mencegah terjadinya longsor seiring dengan
bertambahnya kedalaman tambang.
Untuk mendapatkan lapisan batubara perlu dilakukan pengupasan
tanah penutup, jumlah 1 BCM lapisan tanah penutup yang harus dikupas
untuk mendapatkan satu ton batubara disebut stripping rasio. Jumlah
overburden yang harus dikupas dan jumlah batubara yang didapatkan
direncanakan oleh pihak mineplan dalam peta rencana bulanan atau
monthly plan. Di PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) terdapat 2 kontraktor
yang melakukan aktivitas OB Removal yaitu PT. Mandala Karya Prima
(MKP) dan [Link] Mitra Letari (RML).
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar16. Loading OB di Pit PT. MKP
38
Berikut ini jumlah unit PC yang digunakan oleh masing-masing site
Penambangan kontraktor pada Jobsite [Link] antara lain:
1. Jumlah unit PC pada Site Penambangan [Link] Karya Prima (MKP)
No JenisAlat Berat Material Dumping
1 PC 1200 -220 Lumpur Disposal 1
2 PC 1200 -221 OB Disposal 1
3 PC 1250 -242 OB Disposal2 dan Disposal 1
4 PC 1900 -229 OB Disposal 2
5 PC 1900 -238 OB Disposal 2
7 PC 2000 -231 OB Disposal 2
8 PC 2000 -232 Lumpur Disposal 1
9 PC 2000 -233 OB Disposal 2
10 PC 2000 -224 OB Disposal 3
11 PC 2000 -228 Lumpur Disposal 3
12 PC 2000 -223 Lumpur Disposal 3
13 PC 2000 -279 Lumpur Disposal 3
14 PC 2000 -294 Lumpur Disposal 3
15 PC 2000 -2104 Lumpur Disposal 3
16 PC 2000 -2105 Lumpur Disposal 3
Sumber: Dept. Produksi PT. MIP
Tabel [Link] Unit [Link]
2. Jumlah unit PC pada Site Penambangan [Link] Mitra Lestari (RML)
No JenisAlat Berat Material Dumping
1 PC 1250 -1201 BD Breakdown
2 PC 1250 -1204 BD Breakdown
3 PC 1250 -1203 OB Akses Jalan
4 PC 1250 -1206 BD Breakdown
5 PC 1900 -239 Gambut Disposal A5
7 PC 1900 -234 OB Akses jalan dan Disposal A5
39
No JenisAlat Berat Material Dumping
8 PC 1900 -249 BD Disposal A2
9 PC 2000 -2103 Gambut Disposal A5
10 PC 2000 -290 Gambut Disposal A2
11 PC 2000 -286 OB Disposal A2
Sumber: Dept. Produksi PT. MIP
Tabel 7. Jumlah Unit [Link]
h. Penambangan Batubara(Coal Getting)
Untuk melakukan penambangan batubara (coal getting) itu sendiri,
terlebih dahulu dilakukan kegiatan coal cleaning. Maksud dari kegiatan
coal cleaning ini adalah untuk membersihkan pengotor yang berasal dari
permukaan batubara (face coal) yang berupa material sisa tanah penutup
yang masih tertinggal sedikit, serta pengotor lain yang berupa agen
pengendapan(airpermukaan,airhujan,longsoran).Selanjutnyadilakukan
kegiatan coal getting hingga pemuatan ke alat angkutnya, untuk lapisan
batubara yang keras, maka terlebih dahulu dilakukan penggaruan. Dalam
kegiatan coal getting PT. Mandiri Intiperkasa (MIP)menggunakan unit PC
400 sebagai alat gali muat dan Dump Truck Scania/Volvo sebagai alat
angkut.
40
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar17. Loading Batubara di Seam A2 [Link]
Dalam kegiatan penambangan batubara yang akan dijadikan
sebagai produk PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) juga melakukan Collect
DirtyCoal. Batubara yang masih disisa dibagian floor seam dikumpulkan
untuk dijadikan sebagai dirty coal yang mana nantinya akan dijadikan
sebagai produk dengan melewati proses pencucian (washing plant)terlebih
dahulu. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan dirty coal yaitu unit
PC 200.
41
Sumber:Dokumentasi Lapangan
Gambar18. Collect dirtycoal Hitachi PC 200-279
i. Pengolahan Batubara (CoalProcessing)
Untuk proses pengolahan batubara di PT. Mandiri Intiperkasa
(MIP) sedikit berbeda dengan tambang-tambang batubara umumnya, PT.
Mandiri Intiperkasa (MIP) merupakan tambang batubara terbuka yang
memilik washing plant untuk pencucian batubara dirty coal. Terdapatdua
jenis batubara dari front penambangan yaitu batubara produk dan dirty
coal. Dirty coal terlebih dahulu melewati proses pencucian sebelum
nantinya akan di blending. Sedangkan untuk batubara produk langsung
dumping ke ROM Intermediate atau ROM CPP apabila ROM
Intermediate sudah [Link] lebih jelas mengenai proses pengolahan
batubara yang ada di [Link] Intiperkasa (MIP) berikut dibawah ini
alur proses pengolahan batubara sampai menuju stokpile sebagai berikut :
42
BATUBARA
DARI FRONT
ROM DIRTY WASHING
(Intermediate 1,2,3) PRODUK COAL PLANT
ROM
CRUSHING
STOCKPILE
Gambar19. Alur Proses Pengolahan Batubara
Sumber:Dokumentasi Lapangan
Gambar 20. Proses Pengolahan Batubara
43
Batubara dari ROM Intermediate akan di hauling dengan menggunakanDT
Scania/Volvo menuju CPP untuk di crushing dengan menggunakan alat
[Link] dua CPP, yaitu CPP1 dan CPP2. Jarak kedua tempat
pengolahan tersebut tidaklah jauh, hanya berjarak ±1km. Perbedaan antara
CPP 1 dan CPP 2 antara lain :
1) Kapasitas CPP 1 lebih besar dibanding CPP 2 (CPP 1 = 190.000
ton/jam, dan CPP 2 = 120.000 ton/jam)
2) Pada CPP 1 menggunakan alat tripper untuk mengatur tumpukan
batubara pada stockpile, sehigga dapat disesuaikan tumpukan tmpukan
dengan kualitas tertentu.
3) Pada CPP 2 menggunakan belt conveyor biasa yang dapat berputar
120° sehingga tumpukan terlihat seperti bukit membentuk setengah
lingkaran.
4) Pada CPP 1 terdapat lubang drawdone pada stockpile, sehingga
memungkinka untuk mem-blending batubara dengan sistem buka
tutup drawdone. Pada CPP 2 tidak terdapat drawdone, sehingga
blending dilakukan langsung dikapal.
5) Kapasitas crushing pada CPP1=600ton/jam Kapasitas crushing
Pada CPP 2 =400 ton / jam.
j. Barging (pengapalan)
Barging adalah proses pemindahan batubara dari stockpile menuju
kapal tongkang menggunakan barge loader conveyor. Terdapat dua tempat
barging yaitu dermaga 1 dan dermaga [Link] 1 terhubung
44
Dengan CPP1, sementara dermaga 2 terhubung dengan CPP2, dengan
kapasitas sebagai berikut :
1. CPP1 memiliki kapasitas barging sebesar1.000–1.200ton/jam
2. CPP2 memiliki kapasitas barging sebesar800 ton/jam
Pada saat penulis melakukan kunjungan siang hari, proses barging
tengah berlangsung di dermaga 1 yang tehubung dengan CPP 1. Kapal
tongkang bermuatan 8.100 ton, dan membutuhkan waktu ±8 jam sampai
proses pemuatan selesai. Alur kegiatan pengapalan batubara di [Link]
Intiperkasa (MIP) sebagai berikut :
STOCKPILE
BELT
CONVEYOR
TONGKANG
Gambar21. Alur Proses Barging
45
Sumber: Dokumentasi Lapngan
Gambar22. Proses pengisian Tongkang CPP1
2. Quality Control (KontrolKualitas)
Kegiatan lapangan bersama Dept. Quality Control yaitu Pengambilan
sampel test pit pada area bukaan baru (ekspos) untuk menentukan kualitas
batubara dari data bor dengan hasil test pit, serta mengontrol dan
memonitoring proses dari kegiatan loading batubara di PT. Mandiri
Intiperkasa (MIP) hingga ke pengapalan (barging). Adapun Proses
Management Quality Control sebagai berikut :
a. Geologi Model
Geologi Model adalah salah satu bagian dari Engineering yang
bertugas untuk membuat/memodelkan bentuk struktur dan penyebaran
batubara, menentukan nama seam, dan menghitung jumlah cadangan.
46
Kegiatan Geologi Model :
1) Mapping
2) Merencanakan dan mengadakan pengeboran
3) Olah data hasil pengeboran seperti penentuan jenis batuan
4) Penyebaran batubara
5) Qualitas dan kuantitas batubara
Dari kegiatan Geo Model yang didapatkan adalah :
1) Nama Seam
2) Jumlah Lapisan
3) Data Kualitas Batubara dari Kegiatan Pemboran
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar 23. Deskripsi Cutting Hasil Pemboran
47
Sumber: Sub. Dept EksplorasiPemboran PT. MIP
[Link] Data Kualitas Pemboran Seam A2 [Link]
b. Test Pit
Test Pit adalah Pengambilan sampel batubara di front penambangan
dan kemudia untuk di uji kualitasnya. Tujuan dari kegiatan Test Pitadalah
Untuk memastikan kualitas bukaan pertama dari kegiatan penambangan.
Sumber:Dokumentasi Lapangan
Gambar25. Pengambilan Sampel Test Pit
48
c. Coal Getting
Untuk melakukan penambangan batubara (coal getting) itu sendiri,
terlebih dahulu dilakukan kegiatan coal cleaning. Kegiatancoal
cleaningsebagai berikut :
1) Untuk membersihkan pengotor yang berasal dari permukaan
batubara (face coal) yang berupa material sisa tanah penutup yang
masih tertinggal sedikit, serta pengotor lain yang berupa agen
pengendapan (air permukaan, air hujan, longsoran).
2) Semua jenis pengotor dipisahkan agar tidak terikut pada Saat
batubara di loading ke dumptruck. Selanjutnya dilakukan
kegiatancoal getting hingga pemuatan ke alat [Link]
lapisan batubara yang keras, maka terlebih dahulu dilakukan
penggaruan.
d. Coal Hauling
Setelah dilakukan kegiatan coal getting, kegiatan lanjutan adalah
pengangkutan batubara (coalhauling) dari lokasi tambang (pit) menuju
ROM Intermediate atau ROM CPP apabila ROM Intermediate sudah
penuh. Kegiatan Coal Hauling dari lokasi tambang di angkut oleh unit
DT Scania dengan kecepatan 40 km/jam, dengan jarak dari lokasi
loading hingga dumping di stockpile ± 12 – 15 km.
e. ROM (Run Of Mine)
ROM merupakan tempat penyimpanan sementara barubara dari front
penambangan
49
f. ROM Coal ProssesingPlant (CPP)
ROM CPP merupakan tempat penyimpanan sementara batubara dari
front penambangan apabila area ROM Intermediate sudah penuh.
g. Stockpile
Stockpile merupakan tempat penumpukan/penyimpanan batubara
yang sudah melewati proses crusher/sudah dihancurkan berdasarkan
ukuran batubara yang di inginkan oleh Buyer (pembeli). Stockpile juga
berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara antara pengiriman
danproses, sebagai persediaan strategis terhadap gangguan yang bersifat
jangka pendek atau jangka panjang. Stockpile juga berfungsi sebagai
proses homogenisasi dan atau pencampuran batubara untuk menyiapkan
kualitas yang dipersyaratkan.
3. Environment (Lingkungan)
Departement lingkungan atau Environment merupakan salah satu
departement yang berfungsi untuk menata daerah yang terganggu akibat
aktivitas penambangan, serta menjaga keseimbangan lingkungan.
Departement ini terbagi menjadi dua sub-dept, antara lain :
a. Reklamasi dengan Revegetasi
1) Reklamasi
Reklamasi adalah usaha untuk memperbaiki atau memulihkan
kembali lahan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha
pertambangan, agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan
50
peruntukannya (Direktorat Jenderal Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Departemen Kehutanan, 1997).
Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang usaha
pertambangan untuk menata, memulihkan dan memperbaiki kualitas
lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai
peruntukannya. (Menurut Undang-undang No 4 tahun 2009 tentang
Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).
2) Revegetasi
Revegetasi adalah usaha untuk memperbaiki dan memulihkan
vegetasi yang rusak melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan
pada lahan bekas penggunaan kawasan hutan.
Revegetasi adalah usaha atau kegiatan penanaman kembali lahan
bekas tambang (Direktorat Jenderal Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Departemen Kehutanan, 1997).
Sumber: Dokumentasi Lapangan
[Link] yang sudah direklamasi
51
Departement Environment PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) memiliki tempat
pembibitan tanaman (Nursery). Pembibitan bertujuan untuk pengadaan bibit-bibit
tanaman yang akan ditanam di area revegetasi. Bibit yang didapat untuk nursery
berasal dari bibit-bibit yang jatuh dari pohon indukan sesuai dengan musimnya.
Bibit-bibit tersebut kemudian diambil dan dimasukan dalam nursery bag untuk
ditumbuhkan hingga cukup besar untuk dilakukan penanaman pada wilayah
terbuka yang sebelumnya sudah diatur sedemikian rupa untuk top-soilnya.
Sumber: Dokuemtasi Lapangan
Gambar27. Nursery Environment
52
Berikut adalah daftar jenis-jenis tumbuhan yang digunakan untuk
reklamasi dengan revegetasi pada site Krassi :
No JenisTumbuhan NamaTumbuhan
1 TumbuhanPioneerGambut KayuPutih,Eucaliptus
TumbuhanPioneerSoil KayuPutih,Eucaliptus
2 TumbuhanSisipanGambut Resak,KapurNaga,Jelutung
3 TumbuhanSisipanSoil Meranti,Ulin,Tengkawang,Pelaju
4 TumbuhanBuah Rambutan,Terap,Mangga,Sirsak,Cempedak,Sawo
5 TumbuahanCoverCrop LCCPije,LCCSeruni, Turi
[Link] Tumbuhan Reklamasi dengan Revegetasi PT. MIP
Setelah bibit yang ditumbuhkan pada nursery siap untuk ditanam, maka
bibit akan ditumbuhkan pada daerah reklamasi yang sudah dilakukan spreading
topsoil. To soil pada daerah reklamasi disini umumnya memiliki ketebalan 50 cm,
termasuk sedikit dibandingkan topsoil natural yang rata rata memiliki tebal 1
meter. Hal tersebut dikarenakan sulit untuk mendapatkan topsoil pada daerah
tambang tersebut.
b. Pemantauan dan Pengukuran
Penanaman yang telah dilakukan oleh [Link] dengan
revegetasi akan dipantau oleh [Link] dan pemantauan
beberapa parameter yang dipantau adalah kesuburan tanaman, faktor
pengganggu tanaman, jarak antar tanaman, pertumbuhan tanaman
(diameter dan ketinggian).
53
1) Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan
a) Tanah
(1)Pengkuran PH tanah
b) Air
(1) Pemantauan Kualitas Air Sungai
(2) Pemantauan dan Pengelolaan Air Limbah Tambang
(3) Pemantauan dan Pengelolaan Air Limbah Domestik
(4) Pemantauan Kualitas Oil Trap
(5) Pemantauan Kualitas Air Genangan
c) Udara
(1) Udara Ambien
Udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfer
yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia,
makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.
(2) Emisi Sumber Tidak Bergerak (Genset)
(3) Emisi Sumber Bergerak (Kendaraan)
(4) Pengelolaan Limbah B3
Jenis-jenis lb3: oli bekas, grease bekas, accu/battery
bekas, filter bekas, hose bekas, sarung tangan dan majun
yang terkontaminasi oli, limbah medis, produk farmasi
kadaluarsa.
54
2) Periode Pemantauan
a) Tanah:1 kali dalam 3 bulan
b) Air
(1) Air Sungai (1kali dalam 3 bulan),
(2) Air LimbahTambang (Harian),
(3) Air Limbah Domestik (Harian),
(4) Oil Trap (Harian),
(5) Air Genangan (1kalidalam3 bulan)
c) Udara
(1) Udara Ambien (1kali dalam 3 bulan),
(2) Emisi Sumber Tidak Bergerak (Genset) (1 kali dalam 1
tahun),
(3) Emisi Sumber Bergerak(Kendaraan) (1kali dalam 6
bulan)
55
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar28. Pengukuran PH air dan pemberian tawas di SP domestik
4. KeselamatanKerja (Safety)
Divisi K3 atau kesehatan dan keselamatan kerja memiliki peranan penting
dalam melakukan pencegahan, penanggulangan dan pengawasan terhadap
kesehatan dan keselamatan pekerja dalam melakukan kegiatan
[Link] juga memiliki peranan penting dalam menangani keadaan
darurat. Dalam hal menilai suatu risiko kecelakaan divisi K3 PT. Mandiri
Intiperkasa(MIP)membuat formulir IBPR (Identifikasi Bahaya Dan Penilaian
Risiko) untuk mengidentifikasi bahaya yang mungkin terjadi pada suatu
kegiatan dan menilai dampak dari risiko yang timbul akibat kecelakaan yang
terjadi. Dalam membuat formulir IBPR pihak divisi K3 bekerja sama dengan
berbagai pihak yang terkait atau bersangkutan dalam menganalisa suatu
kegiatan atau list pekerjaan.
Dalam membuat IBPR terlebih dahulu membuat matriks penilaian risiko
dan dampak yang ditimbulkan akibat dari kecelakan yang terjadi dengan
memperhatikan konsekuensi aspek-aspek kesehatan, keselamatan, kerugian
56
atau kerusakan harta benda, produksi dan lingkungan penilaian berdasarkan
nomor satu sampai dengan lima dan juga kekerapan atau intensitasny dalam
sekala priode tertentu.
Identifikasibahaya Komunikasidan partisipasi Inspeksi
Pemenuhanperaturanpemerintah Kontroloperasional Audit Evaluasi dan Monitoring
ProgramK3 Tanggapdarurat Investigasi kecelakaan PerformaK3
Berikut dibawah ini kegiatan Keselamatan kerja (Safety) yang diikuti
selamat Kegaitan Praktek Lapangan Industri di PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) :
Sumber:Dokumentasi Lapangan
[Link] Inspeksi
57
Sumber:Dokumentasi Lapangan
Gambar30. Pengecekan Pos-Pos Ceker
Sumber:Dokumentasi Lapangan
[Link] aktivitas unit yang beroperasi
58
Sumber:Dokumentasi Lapangan
[Link] Unit yang amblas
Sumber:Dokumentasi Lapangan
[Link] Rutin Mingguan Safety Talk
59
5. Community Development
Pedoman kerja Community Development di sebuah pertambangan ada di
Kepmen ESDM 1824 th 2018. Program kerja yang ada di PT Mandiri
Intiperkasa sebagai berikut :
a. Menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar perusahaan
b. Menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah dengan
pemerintah pusat.
c. Membuat perencanaan, pelakasanaan, memonitoring dan evaluasi
program pengembangan dan perkembangan masyarakat.
Ruang Lingkup Program Kerja dengan Pemberdayaan Masyarakat
1) Bidang pendidikan
a) Memberi siswa bantuan beasiswa
b) Memberi bantuan sarana dan prasarana sekolah
c) Memberibantu anintensive guru-guru honor
2) Bidang kesehatan
a) Memberikan sarana dan prasarana puskesmas desa
b) Memberikan penyuluhan masyarakat
c) Pengadaan air bersih
3) Bidang ekonomi
a) Program pendampingan desa
b) Pemberian bantuan berupa pupuk pertanian
c) Menjalin kemitraan antara perusahaan dengan kelompok usaha
masyarakat
60
4) Bidang sosial dan budaya
a) Memberikan bantuan-bantuan kepemudaan dan olahraga
b) Memberikan bantuan kegiatan dihari-hari besar (israkmi’raj)
5) Bidang infrastruktur untuk penunjang program pengembangan
pemberdayaan masyarakat.
a) Jalan usahatani di desa plaju
b) Dermaga apun di desa tepia untuk meningkatkan ekonomi desa
tepian.
Desa Lingkar Tambang
1) Ring1
Wilayah atau daerah yang berdekatan dengan perusahaan dan
paparan operasional PT MIP berdampak langsung ke daerah tersebut.
Desa yang termasuk dalam wilayah Ring 1 yaitu Desa menjelutung.
2) Ring2
Wilayah atau daerah yang dampak paparan nya berdampak
langsung dengan mata pencarian hidup masyarakat tersebut. Desa yang
termasuk dalam wilayah Ring 2 yaitu Desa tepian, Desa plaju, Desa
tagul.
61
Sumber:[Link]
Gambar34. Kegiatan penanaman padi diDesa Menjelutung
Contoh program yang sudah di jalankan oleh PT. Mandiri Intiperksa(MIP)
Pengembangan dan Pemberdayaan masyarakat (Kegiatan Penanaman padi di Desa
Menjelutung).
62
E. PeralatanPenambangan
1. Alat Tambang Utama
Adapun alat tambang utama yang digunakan adalahsebagai berikut:
a. Hydraulic Excavator
Hydraulic Excavator merupakan alat yang berfungsi untuk
menggali atau memuat material. Disamping itu alat ini juga berfungsi
untuk pembersihan lahan, dan pembuatan saluran. Jenis Excavator yang
digunakan adalah Komatsu PC 200, PC400, PC1200, PC1250, PC1900,
PC 2000.
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar35. Komatsu PC 400-289
63
b. Dump Truck Scania
Dump Truck merupakan alat yang berfungsi untuk mengangkut dan
memindahkan batubara dari tempat loading ke lokasi penumpukan
batubara sementara (ROM Intermediate atau ROM CPP).
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar36. Dump Truck Scania-1066
c. HightDuty Truck(HD)
Hight Duty Truck merupakan alat yang digunakan untuk mengangkut
dan memindahkan material overburden atau lumpur kelokasi penimbunan
(disposal).
64
Sumber: Dokumentasi Lapangan
[Link] Dump Truck Komatsu-198
d. ArticulatedDumpTruck
Articulated Dump Truck mempunyai fungsi yang sama dengan High
Dump Truck yaitu alat berat yang berfungsi untuk mengangkut atau
memindahkan material overburden ke lokasi penimbunan (disposal).
Sumber: Dokumentasi Lapangan
[Link] Dump Truck Komatsu-4142
65
e. Belt Conveyor
Belt Conveyor merupakan alat digunakan untuk memundahkan
material dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan intensitas tinggi.
Sumber: Dokumetasi Lapangan
[Link] Conveyor CPP2
2. Alat Penunjang Tambang
Adapun alat tambang utama yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Bulldozer
Bulldozer adalah alat yang digunakan untuk pembukaan lahan, hal ini
dikarenakan sebelum proses penambangan dimulai, area yang akan
ditambang itu sudah ditumbuhi pepohonan dan semak belukar.
66
Sumber:Dokumentasi Lapangan
Gambar40. Bulldozer Komatsu 375A-151
b. Mottor Grader
Mottor Grader adalah digunakanuntuk meratakan permukaan tanah,ini
digunakan sebagai alat pendukung untuk memudahkanmobilisasi dump
truck.
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar41. Mottor Grader Komatsu-525
67
c. Pompa
Pompa merupakan Peralatan yang digunakan untuk memindahkan zat
cair atau fluida yang berada dikolam areal penambangan menuju kolam
pengendapan.
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar42. Pompa Multi Flow-7120
d. Fuel Truck
Fuel Truck merupakan truk pengangkut fuel berfungsi untuk mengisi
ulang fuel alat-alat berat yang berada di front penambangan.
68
Sumber:DokementasiLapangan
[Link] Scania-625
F. Perencanaan Magang
Kegiatan Magang ini dilaksanakan kurang lebih selama 65 hari, yaitu dari
tanggal 31 Januari – 5 April 2023. Lokasi penelitian merupakan wilayah
PKP2B PT Mandiri Intiperkasa yang berada di daerah Kabupaten Nunukan
dan Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara
Februari April
Rencana Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4
Studi Pustaka
Pengambilan Data
Lapangan
Pengolahan Data
Pebuatan Laporan
Presentasi Hasil
Penelitian
Tabel9. Pelaksanaan Kegiatan Magang
69
G. Pelaksanaan Kegiatan Magang
Kegiatan Magang terdiri dari rangkaian kegiatanyang berhubungan antara
satu dengan yang lainnya, mulai dari awal sampaipada tahap penyusunan
laporan. Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Tahap Pra-Magang
Pada tahap ini penulis memulai kegiatan dengan mempersiapkan berbagai
hal yang diperlukan untuk mengikuti program Magang yaitu:
a. Mengikuti Coaching atau pembekalan tentang Kegiatan Magang.
Pada pelaksanaan Coaching atau pembekalan tentang Kerja Praktek,
diberi pembekalan apa yang harus dilakukan ketika berada diperusahaan.
Etika sebagai mahasiswa ketika berada langsung di perusahaan dan
bagaimana menjaga nama baik jurusan terutama universitas.
h. Memiliki tabungan sks sebanyak 80 sks untuk program S1.
i. Meminta surat permohonan kepada koordinator Magang di jurusan
sekaligus menunjuk dosen pembimbing.
j. Membawa surat tersebut kepada Unit Hubungan Industri (UHI) untuk
pembuatan surat permohonan pelaksanaan Magang.
k. Kantor UHI membuat surat permohonan keperusahaan/industri.
l. Penulis mengirim surat permohonan ke perusahaan/industri.
m. Perusahaan menerima penulis untuk melaksanakan Kegiatan Magang.
n. Penulis melapor dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing sebelum
berangkat ke perusahaan
70
2. Kegiatan Orientasi Lapangan
a. Pengenalan Perusahaan
Hari pertama memulai aktivitas di PT Mandiri Intiperkasa, penulis
mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mengikuti induksi K3,
kemudian penulis menyiapkan dokumen untuk di serahkan ke
Departement HRD, tujuannya untuk melaporkan diri bahwa penulis
akan melaksanakan Kegiatan PLI. Setelah semua dokumen penulis
serahkan, penulis di kenalkan ke masing-masing Departement PT
Mandiri Intiperkasa. Di PT Mandiri Intiperkasa terdapat tujuh
Departement, yaitu : Dept. Engineering, Dept. Produksi, Dept. Quality
Control, Dept. Enviroment, Dept. Safety, Dept. Community
Development.
1) Safety Induksi/Induksi K3
Kegiatan Induksi K3 di lakasanakan di Office PT Mandiri
Intiperkasa yang di sampaikan oleh Divisi Safety dan Divisi
Environment. Pada kegiatan ini diikuti oleh seluruhkaryawan yangbaru
balik dari cuti maupun mahasiswa yang ingin melakasakan kerja
praktek. Kegiatan Induksi K3 tujuannya supaya mahasiswa praktek
maupun karyawan nantinya paham mengenai keselamatan dan
kesehatan kerja lingkungan. Adapun alat pengaman yang dibutuhanoleh
setiap mahasiswa praktek dan karyawan di perusahaan seperti helm,
safety shoes, jacket pengaman, masker, dan sebagainya.
71
2) Departement Engineering
Orientasi pada [Link] menjelaskan mengenai tahapan-
tahapan sebelum dilakukannya penambangan. Seta mengenai data-data
yang diperlukan Engineering untuk bisa membuat perencanaantambang
untuk kedepanya.
3) DepartementProduksi
Orientasi pada Dept. Produksi menjelaskan mengenai proses dalam
penambangan serta alat yang digunakan dari mulai kegiatan land
clearing sampai penggalian batubara.
4) Departement Quality Control
Menjelaskan mengenai perlunya memperhatikan kebersihan pada
saat loading batubara hingga sampai pengapalan agar kualitas batubara
tersebut agar tetap terjaga.
5) Departement Environment
Menjelaskan perlunya tetap menjaga lingkungan, khususnya
lingkungan tambang itu sendiri, agar kegiatan penambangan tersebut
tetap ramah lingkungan. Serta selalu mengacu kepada undang-undang
dalam kegiatan penambangan tersebut.
6) Departement Safety
Menjelaskan mengenai agar tetap memperhatikan kesehatan dan
keselamatan kerja dalam kegiatan penambangan serta perlunya selalu
menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan potensi bahayanya.
72
7) Departement Community Development
Menjelaskan mengenai perlunya selalu menjalin hubungan baik
dengan masyarakat sekitar area penambangan, dan membantu
masyarakat sekitar perusahaan baik itu dalam bidang pendidikan,
kesehatan maupun ekonomi
H. Hambatan dan Penyelesaian
Hambatan penulis dalam Kegiatan Magang ini yaitu sering terjadi demo
oleh masyarakat dari Desa Manjelutung pada bulan Februari 2023 sehingga
penulis kesulitan untuk mengambil data ke lapangan, karena pada saat demo
semua kegiatan penambangan [Link] mengantisipasi kendala
tersebut agar waktu Kegiatan Magang penulis tidak banyak yang kosong,
maka penulis memanfaatkan waktu untuk menyusun laporan.
I. Temuan Menarik
Adapun temuan menarik yang penulis temukan selama kegiatan Magang
di PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) yaitu sebagai berikut :
1. Adanya terdapat titik-titik batubara yang terbakar pada tanggal 11 Maret
2023 pada ROM Intermediate-1. Batubara yang terdapat pada ROM
Intermediate-1 di tumpuk pada tanggal 14 Februari 2023.
73
Sumber:DokumentasiLapangan
Gambar44. Kondisi Batubara yang Terbakar pada ROM Intermediate-1
dengan Asap Tebal dan Hitam serta Berbau Belerang
2. Wilayah PKP2B PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) merupakan area rawa-
rawa yang dikenal dengan Rawa Seribu.
Sumber: Dokementasi Lapangan
Gambar45. Komatsu PC400-289
74
3. Batubara sisa pada lapisan floor Seam batubara atau disebut dengan dirty
coal masih dimanfaatkan dan dijadikan sebagai produk clean coal dengan
melewati proses washing plant terlebih dahulu.
Sumber:Dokumentasi Lapangan
Gambar46. Collect Dirty Coal Floor A4 PT. RML dengan Unit Hitachi PC 200-
271
Sumber: Dokuemtasi Lapangan
Gambar47. Washing Plant yang terdapat pada area ROM
75
Sumber:DokuemtasiLapangan
Gambar48. Timbunan Batubara dirtycoal yang telah melewati proses
WashingPlant
4. Pada area CPP 3 ada pembuatan Karpet Geotekstil digunakan sebagai
penguat jalan arah CPP 3, pemasangan Karpet Geotekstil digunakankarena
seluruh area PKP2B PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) merupakanarea
gambut.
Sumber: Dokumentasi Lapangan
Gambar49. Kegiatan Penjahitan Karpet Geotekstilarea CPP 3
76
Berdasarkan temuan menarik yaitu, adanya terdapat titik-titik batubara
yang terbakar pada tanggal 11 Maret 2023 pada ROM Intermediate-1.
Batubara yang terdapat pada ROM Intermediate-1 di tumpuk pada tanggal 14
Februari. Belum dalam waktu 1 bulan batubara yang di tumpuk dari
frontpenambangan pada area ROM Intemediate-1 sudah mengalami
spontaneous combustion (swabakar) maka penulis tertarik untuk mengangkat
topikbahasan mengenai “Pengaruh Spontaneous Combustion Terhadap
Kualitas Batubara Dengan Jarak ±30 cm dari Titik Batubara yang
Terbakar Pada ROM Intermediate-1 PT. Mandiri Intiperkasa (MIP),
Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara”
77
BAB II
PEMBAHASAN
A. Latar Belakang Pemilihan Topik
PKP2B PT Mandiri Intiperkasa merupakan perusahaan tambang batubara
yang berlokasi di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, dan
Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan
Utara. Batubara yang terdapat di PT Mandiri Intiperkasa terdiri dari 2 jenis
spek batubara yaitu batubara dengan spek Low danMedium. Kualitasbatubara
untuk spek Low ± 4700 – 4900 Kcal/Kg (adb), sedangkan kualiats batubara
untuk spek Medium ± 5200 Kcal/Kg (adb). Di PT. Mandiri Intiperkasa
terdapat tiga ROM Intermediate yaitu ROM Intermediate-1, ROM
Intermediate-2, ROM Intermediate-3 untuk penyimpanan sementaranbatubara
produk dari tambang, satu ROM untuk batubara dirty coal, satu ROM untuk
batubara dirty coal yang telah melewati proses pencucian, dan dua ROM CPP
yaitu ROM CPP 1 dan ROM CPP 2 apabila batubara yangdari tambang sudah
penuh diarea ROM Intermediate.
Selama kegiatan Magang di PT. Mandiri Intiperkasa (MIP)penulis mengamati
banyak terdapat titik-titik swabakar pada tumpukan batubara di masing-
masing area ROM intermediate maupun di area stockpile. Pada tumpukan
ROM Intermediate-1, karena tumpukan batubara yang terdapat pada ROM
Intermediate 1 tersebut belum dalam 1 bulan sudah mengalami swabakar.
Pada area ROM Intermediate-2, batubara yang di tumpuk pada area tersebut
sudah tercampur antar batubara speklow dengan batubara spek medium yang
77
78
akan menyulitkan dalam menentukan kualitas batubara yang ada pada area
tumpukan tersebut. Tumpukan area ROM Intermediate-3 batubara di area
tersebut sudah banyak tertumpuk selama 4 bulan terdapat titik-titik swabakar.
Penulis lebih mengamati swabakar yang terjadi pada area ROM intermediate-
1, karena kurang dari 1 bulan tumpukan batubara tersebut sudah banyak
mengalami titik swabakar. Batubara yang ditimbun pada area ROM
Intermediate-1 tersebut di tumpuk pada tanggal 14 Februari 2023 yang
merupakan batubara dengan spek L (Low).
Batubara yang terbakar tersebut tidak langsung dilakukan pemadaman
karena keterbatasan dari unit Loader dan PC untuk selalu stand by di area
ROM, serta jumlah man power dari [Link] (Quality Kontrol)kurang
memadai sehingga tidak ada monitoring yang berkelanjutan di area ROM
ataupun area Stockpile. Di PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) batubara yang
mengalami swabakar abu dari titik swabakar tersebut di ambil dengan
menggunakan PC 400 kemudian dibuang titik abunya. Sisa batubara yang
belum jadi abu nantinya akan dijual dengan cara mencampurka (blending)
dengan kualitas batubara yang bagus sesuai dengan keinginan pembeli
(buyer). Menurut (Mirza Nurul Filah, dkk,2016:) “Apabila swabakar tersebut
tidak ditangani akan mengakibatkan terjadinya deviasi dari kualitas batubara
serta dapat mengkontamianasi batubara yang belum terbakar pada timbunan
tersebut”. Untuk menegetahui terjadinya deviasi kualiatas dari batubara
tersebut penulis melakukan analisa batubara yang terdapat pada timbunan
ROM Intermediate-1. Analisa dari kualitas batubara [Link] Intiperkasa
79
(MIP) dilakukan oleh Laboratorium [Link] dengan Analisa Proximate
dan Analisa Ultimate. Unit Pelayanan Sesayap hanya menggunakan Analisa
Proximate, karena keterbatasan dari alat analisa tersebut, sedangkan untuk
Analisa Ultimate sampel batubara harus dikirim ke kota Tarakan. Untuk itu
penulis tertarik untuk membahas mengenai “Pengaruh Spontaneous
Combustion Terhadap Kualitas Batubara Dengan Jarak ±30 cm dari Titik
Batubara yang Terbakar Pada ROM Intermediate-1 PT. Mandiri
Intiperkasa (MIP), Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara”
B. Kajian Teoritis
1. Spontaneous Combustion
Menurut (Mirza Nurul Filah,2016:2) “Spontaneous Combustion
(swabakar) adalah proses terbakar dengan sendirinya batubara akibat reaksi
oksidasi eksotermis yang terus menyebabkan kenaikan temperatur. Menurut
(Eddy Ibrahim,2016:2) “Sistem penumpukan dan pola penimbunan batubara
harus diatur sedemikian rupa agar segregasi atau pemisahan stockberdasarkan
perbedaan kualitas dapat dilakukan dengan baik dan juga tumpukan tesebut
dapat meminimalkan resiko terjadinya swabakar di stockpile. Aliran angin
dan kecepatan angin dapat menyebabkan batubara mengalami swabakar
dimana udara berfungsi sebagai transfer perpindahan panas”. Menurut
(Yunita Bayu Ningsih,2016:2) “Geometri area timbunan berperan penting
untuk terjadinya peristiwa swabakar dimana tumpukan yang terlalu tinggi
akan menyebabkan semakin banyak panas yang terserap”.
80
Berikut dibawah ini merupakan digram alir terjadinya spontaneous
combustion:
TUMPUKANBATUBARA
OKSIDASIPERMUKAAN BATUBARA
SELFHEATING
SPONTANEOUSCOMBUSTION
Gambar 50. Diagram Alir Terjadinya Spontaneous Combustion
2. Manajemen Stockpile
Menurut (Aliyusra JolO,2017:8) “Penimbunan batubara merupakan salah
satu tahapan penting dari kegiatan penanganan batubara. Management
Stockpile batubara merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran
secara efektif dan efesien. Dimana efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai
sesuai dengan rencana, dan efesien berarti bahwa tugas yang telah ada
dilaksanakan secara benar, terorganisir dan sesuai dengan [Link]
kaitan management stockpile dengan fungsi dari stockpile batubara sebagai
tempat penimbunan sementara maka diperlukan sistem management stockpile
yang tepat. Apabila sistem penimbunan kurang memadai dalam hal
pembuatan drainage untuk area stockpile, maka dapat mengganggu kegiatan
81
pembongkaran timbunan batubara di tempat penimbunan, terutama bagi
batubara yang mudah terbakar dengan sendirinya. Sehingga dengan adanya
upaya perbaikan manajemen timbunan, upaya menghindari gejala swabakar
dan upaya menghindari dan mengatasi timbulnya genangan air, proses
terjadinya swabakar dan genangan air pada penimbunan batubara dapat
dicegah sekecil mungkin. Dalam proses penyimpanan diharapkan jangka
waktunya tidak terlalu lama, karena akan berakibat pada penurunan kualitas
batubara. Proses penurunan kualitas biasanya lebih dipengaruhi oleh proses
oksidasi dan faktor alam. Prinsip dasarpengelolan stockpile adalah penerapan
sistem FIFO ( First In First Out ), dimana batubara yang terdahulu masuk,
harus dikeluarkan terlebih dahulu. Disamping itu ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam manajemen stockpile yaitu sebagai berikut”:
a) Kontrol Temperatur dan Swabakar
b) Kontrol Terhadap Kontaminasi dan Housekeeping
c) Kontrol Terhadap Aspek Kualitas Batubara
d) Kontrol Terhadap Aspek Lingkungan
3. Fungsi Manajement Stockpile Batubara
Menurut (Aliyusra JolO, 2017:9)“ Management Stockpile berfungsi
sebagai tempat penyimpanan sementara antara pengiriman dan proses,
sebagai sediaan strategis terhadap gangguan yang bersifat jangka pendek atau
jangka panjang. Stockpile juga berfungsi sebagai proses homogenisasi dan
atau pencampuran batubara untuk menyiapkan kualitas yang dipersyaratkan.
Disamping tujuan diatas distockpile juga digunakan untuk mencampur
82
batubara supaya homogenisasi bertujuan untuk menyiapkan produk dari satu
tipe material dimana fluktuasi di dalam kualitas batubara dan distribusiukuran
disamakan”.
4. Pencegahan Spontaneous Combustion
Penulis melakukan kajian teoritis mengenai pencegahan terjadinya
spontaneous combustion pada tumpukan batubara. Penulis mengambil jurnal
ilmiah “Prevention of spontaneous combustion in coal stockpiles:
Experimental Results in Coal Storage Yard” yang ditulis oleh Fierro dkk.
(1999) dan dipublikasikan dalam Fuel Processing Technology 59 (1999) 23-
34. Pada penelitian yang dilakukan Fierro dkk. (1999), dilakukan
penumpukan batubara dengan beberapa perlakuan yang berbeda. Pada Pile A
sebagai referensi atau tumpukan batubara tidak dilakukan perlakuaan apapun.
Sementara sebagai pembanding, Pile B dilakukan pemadatan berkala pada
tumpukan batubara, pada Pile C tumpukan batubara dipergunakan slope
rendah, Pile PBV diberi penangkal angin (tumpukan batubara dikelilingi
papan yang disangga dengan besi dengan tinggi yang sama dengan tinggi
tumpukan batubara), dan Pile PCB dengan perlakuan dilapisi cairan kimia.
Kelima tumpukan tersebut dibiarkan selama 190-270 hari dan dilakukan
pengecekan temperatur.
83
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Pile A (tumpukan tanpaperlakuan)
terjadi kenaikan temperatur yang sangat drastis pada hari ke 100 dengan
temperatur maksimal 170˚[Link] Pile B (dilakukan pemadatan berkala)
dan Pile C (slope rendah) kenaikan temperaturnya lebih stabil dibandingkan
Pile A dengan temperatur maksimalnya 150 ˚C untuk Pile Bdan 110 ˚C untuk
Pile C. Untuk Pile PBV (diberi penagkal angin) dan Pile PCE (dilapisi cairan
kimia) kenaikan temperaturnya tidak signifikan dengan temperatur maksimal
sebesar 60 ˚C.
Gambar [Link] kenaikan temperatur terhadap waktu. Fierro, dkk (1999)
Pile A mengalami kenaikan temperatur yang sangat drastis, hal ini
dikarenakan pada Pile A tidak dilakukan perlakuan apapun artinya pada PileA
oksigen dengan mudah dapat masuk ke dalam tumpukan batubara melalui
rongga-rongga tumpukan dan oksigen tersebut mengoksidasi permukaan
batubara dengan menghasilkan panas. Panas yang tinggi dapat
mengnyebabkan oksidasi lebih lanjut dan mengakibatkan spontaneous
84
combustion. Sementara pada Pile B (dilakukan pemadatan secara berkala)
kenaikan temperaturnya tidak sedrastis pada Pile A. Pemadatan berkala
mengakibatkan rongga antar batubara semakin mengecil sehingga
mempersulit udara atau oksigen untuk menembus masuk kedalam tumpukan
batubara (oksidasi batubara lebih sulit unuk terjadi). Penggunaan sloperendah
pada Pile C mengakibatkan jumlah udara atau oksigen yang masuk kedalam
tumpukan batubaraberkurangsehingga mengurangi potensi oksidasi batubara.
Gambar52. Ilustrasi Angin dengan Tumpukan Batubara
Pada Pile PBV digunakan papan yang mengelilingi tumpukan [Link]
tersebut dapat menghalangi angin atau udara yang masuk kedalam tumpukan
batubara sehingga tumpukan batubara akan sukar teroksidasi karena
minimnya jumlah oksigen dalam tumpukan batubara.
[Link] Aliran Angin dengan Tumpukan Batubara Yang Diberi
Penangkal Angin.
85
Pada Pile PCB, tumpukan batubara dilapisi campuran fly ash dan air. Prinsip
kerja campuran fly ash dan air adalah menangkal masuknya oksigen ke
permukaan batubara sehingga oksidasi batubara berkurang. Melihat kondisi
ROM dan Stockpile CPP serta ROM Intermediate-1 di PT. Mandiri
Intiperkasa (MIP) dan berdasarkan eksperimen yang dilakukan Fierro, dkk.
(1999) perlu dilakukan perlakuan khusus pada tumpukan batubara di ROM
CPP dan ROM Intermediate-1. Perlakuan khusus yang memungkinkan yang
dapat dilakukan oleh PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) untuk mencegah
terjadinya spontaneous combustion adalah melakukan pemadatan berkala
pada tumpukan batubara di ROM dan Stockpile CPP serta ROMIntermediate-
1. Perusahaan harus mengalokasikan minimal 1 unit PC 400 khusus untuk
melakukan pemadatan berkala pada tumpukan batubara di area ROM dan
Stockpile CPP serta ROM Intermediate-1.
5. Pengukuran Temperatur Tumpukan ROM Intermediate-1
Pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui perubahan suhu batubara
yang mengalami spontaneous combustion yang terjadi pada tumpukan
batubara ROM Intermediate-1 dengan menggunakan alat Thermometer.
pengukuran suhu dilakukan dalam rentang waktu 11 Maret 2023 – 20 Maret
2023 sebagai berikut :
86
Tabel 10. Pengukuran Temperatur
No Pengukuran Suhu Tanggal
1 Pengukuran 1 11 Maret 2023
2 Pengukuran 2 13 Maret 2023
3 Pengukuran 3 15 Maret 2023
4 Pengukuran 4 17 Maret 2023
5 Pengukuran 5 19 Maret 2023
6 Pengukuran 6 20 Maret 2023
6. Analisa Sampel Batubara
Batubara yangdi sampling merupakan batubara yangberjarak ±30 cm dari
titik terjadinya swabakar. Perbandingan dilakukan dengan data kualitas
batubara yang berasal dari Testpit. Penyemplingan dilakukan oleh penulis
bersama dengan pembimbing lapangan. Sampel tersebut nantinya akan
dibawa ke laboratorium PT. Sucofindo. Data kualitas yang diamati
perubahannya adalah Total moisture, Ash content, dan Calori Value.
Pengamatan ke-3 kualitas tersebut merupakan penentuan kualitas batubara
yang bagus untuk pembeli (buyer). Berikut dibawah ini penjelasan mengenai
data kualitas yang di amati perubahanya sebagai berikut:
a. Total Moisture
Menurut (Sukandarrumidi, 2005 : 42)“ Jumlah total kandungan
batubara yang merupakan penjumlahan dari free moisture dan
inherentmoisture”.
87
b. Ashcontent
Menurut (Sukandarrumidi,2005:49) “Komposisi dari batubara yang
bersifat heterogen, terdiri dari unsur organik (berasal dari tumbuh-
tumbuhan) dan senyawa anorganik, yang merupakan hasil rombakan
batuan yang ada di sekitarnya, bercampur selama proses transportasi,
sedimentasi dan proses pembatubaraan (coalification)”.
c. CaloricValue(CV)
Menurut (Sukandarrumidi,2005:77) “Salah satu nilai penting dari
batubara adalah panas yang dihasilkan, apabila batubara tersebut
terbakar”.
7. Perubahan Kualitas Batubara yang Mengalami Spontaneous
Combustion
a. Total Moisture
Pada batubara yang terjadi proses spontaneous combustion, akan
terjadi kenaikan temperatur. Free moisture (kadar air yang berada di
permukaan batubara) akan mengalami penguapan sehingga
mengakibatkan nilai Total Moisure (TM) akan turun.
b. Kadar Abu (Ash)
Sumber abu pada batubaraberasal dari pengotor dari luar (berasal dari
area front loading batubara seperti overburden, pasir, gambut) dan
hasil pembakaran mineral atau senyawa anorganik yang terkandung
dalam batubara (seperti Natrium (Na), Kalium (K), Ferrum (Fe),
Magnesium (Mg)) .Padakondisibatubarayangterbakar,mineralatau
88
senyawa anorganik yang terkadung dalam batubara akan mengalami
pembakaran dan membentuk senyawa oksida (Na2O, K2O, FeO, MgO,
CaO) yang tetap tinggal dalam batubara sehingga kadar abu dalam
batubara yang terbakar akan naik.
c. Calori Value (CV)
Pada batubara terbakar akan terjadi kenaikan temperatur. Adanya
panas/kalor menandakan adanya perpindahan energi dari energi
potensial batubara menjadi energi panas. Artinya ada sejumlah energi
yang dilepas/hilang dari batubara yang terjadi swabakar.
8. Komposit Kualitas Batubara
Untuk meningkatan mutu batubara, diperlukan pencampuran dengan
menggunakan rumus (Jodi Williansyah,2017:55) :
()()()
())
Keterangan:
KC :Kualitas Hasil Blending
K1 :Kualitas Batubara 1 (kcal/kg)
K2 :Kualitas Batubara 2 (kcal/kg)
Kn :Kualitas Batubara ke-n (1,2,3,4,5,6) (kcal/kg)
W1 : Berat Batubara 1 (Kg)
W2 :Berat Batubara 2 (Kg)
Wn :Berat Batubaran (Kg)
89
C. Pembahasan dan Pengolahan Data
1. Pembahasan
a. Proses terjadinya Spontaneous Combustion Pada Tumpukan
Batubara ROM Intermediate-1
Berikut dibawah ini merupakan proses terjadinya spontaneous
combustion pada timbunan batubara ROM Intermediate-1sebagai berikut:
(a) (b)
Batubara akan menyerap Terjadi self heating (pemanasan
oksigen dari udara kemudian sendirinya)
temperatur akan naik
(d)
Batubara yang terbakar
(c)
Munculnya banyak titik asap
yang tebal (berbau belerang) dan
api
b. Hasil Pengukuran Temperatur Tumpukan Batubara ROM
Intermediate-1 yang Mengalami Spontaneous Combustion
Pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui suhu batubara yang
mengalami spontaneous combustion yangterjadi padatumpukan batubara
ROM Intermediate-1 dengan menggunakan alat Thermometer.
90
Pengukuran suhu tersebut dilakukan pada jarak ±30cm kearah kanan dari
91
titik swabakar. Pada waktu pengukuran temperatur pukul 14.00 WITA
angin berhembus dari arah utara menuju selatan (dari arah kiri menuju
kanan). Pada jarak ± 30 cm kondisi batubara tersebut panas dan sedikit
muncul asap dari titik tersebut. Pengukuran temperatur dilakukandalam
rentang waktu 11 Maret 2023 – 20 Maret 2023. Berikut di bawah ini
Tabel 11. Dibawah ini menunjukan keterangan waktu serta suhu dari
pengkuran tumpukan tersebut sebagai berikut :
Tabel [Link] Pengukuran Temperatur pada Area ROM Intermediate-1
Pengukuran Pukul Temperatur
No Tanggal
Suhu (WITA) (˚C)
1 Pengukuran 1 11 Maret 2023 14.00 75
2 Pengukuran 2 13 Maret 2023 14.00 77
3 Pengukuran 3 15 Maret 2023 14.00 178
4 Pengukuran 4 17 Maret 2023 14.00 129
5 Pengukuran 5 19 Maret2023 14.00 210
6 Pengukuran 6 20 Maret 2023 14.00 194
c. Hasil Analisa Sampel Tumpukan Batubara ROM Intermediate-1
Pengambilan sampel batubara ±30 cm dari titik batubara yang
mengalami swabakar, dimana batubara tersebut berasal dari seam A2
Subpit A2 utara. Berikut ini Tabel 12. Dibawah menunjukkan hasil
analisa kualitas sampel batubara :
92
Tabel12. Hasil Analisa Sample ROM Intemediate-1
Massa TM Ash CV
No SampleCode
Sample (Kg) % (ar) % (adb) Kcal/Kg (adb)
1 Sampel Senin 5,72 20,8 12,6 5334
2 Sampel Rabu 6,89 28,2 9 5288
3 Sampel Jumat 4,72 26,6 6,3 5561
4 Sampel Minggu 5,68 26,3 5 5792
5 Sampel Senin 5,1 25,4 8,3 5504
6 Sampel Rabu 6,15 25 8 5635
d. Hasil Analisa Kualitas Test pit Seam A2 Subpit A2 Utara
Tabel 13. Dibawah ini merupakan hasil analisa kualitas sampel
batubara dari seam A2 Subpit A2 utara :
Tabel13 . Komposit Hasil Test pit SeamA2 Sub pit A2 utara
TM Ash CV
No SampelCode
% (ar) % (adb) Kcal/Kg(adb)
1 SeamA2 28 4 5750
2. Pengolahan Data
[Link] Sampel Tumpukan Batubara ROM Intermediate-1
1) Total Moisture (ar)
Diketahui :
W1 = Sampel senin 5,72 kg
W2 = Sampel Rabu 6,89 kg
W3 = Sampel Jumat 4,72 kg
W4 = Sampel Minggu 5,68 kg
W5 = Sampel Senin 5,1 kg
93
W6 = Sampel Rabu 6,15 kg
K1 = TM 20,8 ar
K2 = TM 28,2 ar
K3 = TM 26,6 ar
K4 = TM 26,3 ar
K5 = TM 25,4 ar
K6 = TM 25 ar
KC =(5.72x20.8)+(6.89x28.2)+(4.72x26.6)+(5.68x
26.3)+(5.1 x25.4)+(6.15 x25)
(5.72+6.89 +4.72+5.68 +5.1 + 6.15)
=118.976+194.298+125.552+149.384+129.54+
153.74
34.26
=871.481
34.26
=25.437 %
2) Kadar Abu (adb)
Diketahui :
W1 = Sampel senin 5,72 kg
W2 = Sampel Rabu 6,89 kg
W3 = Sampel Jumat 4,72 kg
W4 = Sampel Minggu 5,68 kg
W5 = Sampel Senin 5,1 kg
94
W6 = Sampel Rabu 6,15 kg
K1 = Ash 12,6 adb
K2 = Ash 9 adb
K3 = Ash 6,3 adb
K4 = Ash 5 adb
K5 = Ash 8,3 adb
K6 = Ash 8 adb
KC=(5.72x12.6)+(6.89x9)+(4.72x6.3)+(5.68x5)+
(5.1x8.3)+(6.15 x8)
34.26
=289.938
34.26
= 8.258 %
3) Calori Value
Diketahui:
W1 = Sampel senin 5,72 kg
W2 = Sampel Rabu 6,89 kg
W3 = Sampel Jumat 4,72 kg
W4 = Sampel Minggu 5,68 kg
W5 = Sampel Senin 5,1 kg
W6 = Sampel Rabu 6,15 kg
KC = CV 5334 kcal/kg (adb)
KC = CV 5288 kcal/kg (adb)
95
KC = CV 5561 kcal/kg (adb)
KC = CV 5792 kcal/kg (adb)
KC = CV 5504 kcal/kg (adb)
KC = CV 5635 kcal/kg (adb)
KC =(5.72x5334)+(6.89x5288)+(4.72x5561)+(5.68x
5792)+(5.1 x5504) +(6.15 x5635)
(5.72+6.89 +4.72+5.68 +5.1 + 6.15)
=30510.48+36434.32+26247.92+32898.56+28070.4
+38960.25
34.26
= 5511.29 Kcal/kg
Berikut dibawah ini merupakan tabel hasil Komposit dari masing-masing
hasil analisa sampel kualitas batubara ROM Intermediate-1 sebagai berikut :
Massa
TM ASH CV
No SampleCode Sample
Kg % (ar) % (adb) Kcal/kg (adb)
1 Sampel Senin 5,72 20,8 12,6 5334
2 Sampel Rabu 6,89 28,2 9 5288
3 Sampel Jumat 4,72 26,6 6,3 5561
4 Sampel Minggu 5,68 26,3 5 5792
5 Sampel Senin 5,1 25,4 8,3 5504
6 Sampel Rabu 6,15 25 8 5635
Komposit 34,26 25,44 8,28 5511,29
Tabel 14. Komposit Hasil Analisa Sampel Batubara yang mengalami
Spontaneous Combustion serta Suhu Batubara
96
Berdasarkan Komposit hasil dari analisa sampel batubara yang megalami
spontaneous combustion sudah di pastikan batubara pada tumpukan ROM
Intermediate-1 kualitasnya menurun. Untuk memenuhi permintaan pembeli
(buyer) menginginkan kualitas batubara yang bagus, PT. Mandiri Intiperkasa
melakukan pencampuran (blanding) dengan kualitas yang lebih bagus.
96
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Darianalisayangtelahdilakuakan,penulisdapatmenyimpulkan:
1. Batubarayangditumpuktanpaadanyapenanganatautindakanakan mudah
menyerap oksigen di udara kemudian dapat menaikan temperatur.
2. Setelah terjadinya kenaikan temperatur, batubara akan mengalami
pemanasan dengan sendirinya (self heating)
3. Setelahterjadinyaselfheating munculnyatitikasaptebaldanapi
4. Hasil pengamatan mengenai Spontaneous Combustion menunjukkan
bahwa batubara ROM Intermediate-1 mulai terbakar pada suhu 75˚C dan
menyebabkan penurunan kualitas, yaitu :
a. PenurunanTMsebesar 2.56%(ar)
b. KenaikanASHsebesar 4.28%(adb)
c. PenurunanCVsebesar238.71kcal(adb)
96
97
Saran
PencegahanSpontaneousCombustion
1. PenerapansistemFIFO(firstInFirstOut)
2. Kontroltemperaturdanswabakar
3. Pemadatansecara berkala
Mengalokasikan PC yang dikhususkan untuk melakukan pemadatan
berkala pada tumpukan batubara di area ROM dan Stockpile CPP serta
ROM Intermediet-1.
4. Mengaturslopetimbunan
Melakukan kajian dan studi mengenai aplikasi slope rendah pada
tumpukan batubara di ROM dan Stockpile CPP serta ROM Intermediet-1.
Tumpukan batubara dengan slope rendah akan membutuhkan area yang
lebih besar.
5. Pemasanganwindbarrier/windscreen
Perlu kajian khusus untuk menghitung cost untuk pengaplikasian metode
penangkal angin sebagai pencegahan spontaneous combustion.
6. Penyiramandenganlarutan kimia
Perlu kajian khusus untuk menghitung cost dan dampak lingkungan untuk
pengaplikasian metode penyiraman dengan larutan kimia sebagai
pencegahan spontaneous combustion.
98
DAFTARPUSTAKA
Abd Razak Kadir, dkk (2017).ANALISIS PROKSIMAT TERHADAP KUALITAS
BATUBARADIKECAMATANTANAHGROGOTKABUPATENPASER
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas
Muslim Indonesia .
Fierro, V. Dkk. (1999). Prevention of spontaneous combustion in coal stockpiles:
Experimental Results in Coal Storage Yard. Fuel Processing Technology 59
(1999) 23-34.
SudarsonoArief S. (2003). Pengantar Preparasi dan Pencucian Batubara.
Departemen Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung.
Mirza Nurul Filah, dkk (2016). ANALISIS TERJADINYA SWABAKAR DAN
PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS BATUBARA PADA AREA
TIMBUNAN100/[Link]
MAKMUR. Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik,
UniversitasSriwijaya.
JolOAliyusra (2017). MANAJEMEN STOCKPILE UNTUK MENCEGAH
[Link](PERSERO)TIDORE.
Dosen Fakultas Teknik Pertambangan, Universitas
MuhammadiyahMalukuUtara.
99
94
LAMPIRANA
TimeScheduleKegiatan PraktekLapangan [Link] Intiperkasa(MIP)
95
LAMPIRANB
[Link] Intiperkasa(MIP)
EKSPLORASI SURVEY GEOMODEL GEOTEK
MINEPLAN
COALGETTING
OBREMOVAL LAND CLEARING OPENCHANNEL
PROCESSING BARGING
LAMPIRANC
DokumentasiKegiatan [Link]
[Link]
[Link] tanaman
[Link] [Link]
[Link] tanaman
[Link] PT. MIP
[Link] [Link]
DokumentasiKegiatanBersama [Link]
[Link]
[Link] Inspeksi
Dokumentasi
KegiatanPengambilanSampelBatubarayangmengalamiSpontaneousCombustion
[Link] batubara
[Link]
[Link]
[Link]
[Link] yangtelahdilakukanPreparasi
Gambar64. Sampelyangtelahdiovendiequilibrium
Gambar65. Balancesampelbatubara
[Link] ditimbangkemudiandioven