PERBANDINGAN METODE INDEX CARD MATCH DENGAN
METODE KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR
TEMATIK SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 004
SUNGAI SALAK KECAMATAN TEMPULING
OLEH:
KIKI AMALIA
NIRM. 1209.17.08191
SKRIPSI DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN DARI
PERSYARATAN DAN TUGAS-TUGAS GUNA MENCAPAI
GELAR SARJANA PENDIDIKAN PADA PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN MADRASAH
STAI AULIAURRASYIDIN
TEMBILAHAN
1443 H / 2021 M
MOTTO
Artinya: “Ya Allah permudahlah dan jangan Engkau persulit”
PERSEMBAHAN
Skripsi ini penulis persembahkan untuk
Ayahanda Syamsul Ma’rif dan ibunda Nurjimah yang selalu mendo’akan dan
memberikan semangat dan selalu menjadi motivasi dalam penyelesaian
skripsi ini. Sungguh tiada lain yang dapat membalas semua yang orangtua
berikan kepada saya, dan dengan ini semoga bisa membanggakan mereka.
Aamiin..
Untuk abang, adik-adik yang selalu memberikan support tidak terhingga baik
moril maupun non moril.
Teruntuk sahabat KRHEL, DKLM, PBA dan keluarga besar PGMI A 2017
Terimakasih juga untuk orang-orang yang ikut serta membantu saya dalam
menyelesaikan perkuliahan dari awal hingga selesai
Semoga selalu dalam lindungan Allah orang-orang baik
Aamiin..
Semoga karya ini menjadi awal keberkahan dari kesuksesan di masa depan
Thanks for everything...
Oleh : Kiki Amalia
ABSTRAK
Kiki Amalia (2021) : Perbandingan Metode Index Card
1209.17.08191 Match dengan Metode Konvensional
Terhadap Hasil Belajar Tematik
Siswa di Sekolah Dasar Negeri
004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh guru yang
masih menggunakan metode konvensional/monoton sehingga
siswa kurang aktif/berpartisipasi dalam mengikuti
pembelajaran di kelas, akibatnya berdampak pada hasil
belajar tematik siswa di Sekolah Dasar Negeri 004
Sungai Salak Kecamatan Tempuling. Oleh karena itu, guru
berupaya untuk mencari alternatif metode pembelajaran
baru yaitu menggunakan metode Index Card Match.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil
belajar tematik siswa dengan menggunakan metode index
card match, untuk mengetahui hasil belajar tematik
siswa dengan menggunakan metode konvensional, dan untuk
mengetahui perbandingan antara metode Index Card Match
dengan metode Konvensional terhadap hasli belajar
tematik siswa.
Penelitian ini menggunakan desain eksperimen yaitu
pre-experimental design model one-group pretest-
posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa-siswi kelas VI yang berjumlah 11 siswa
dan 1 orang guru kelas, sedangkan teknik penentuan
sampel menggunakan teknik pengambilan sampling jenuh.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan
dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan
uji paired t-test.
Hasil analisis data diperoleh terdapat
perbandingan signifikan antara metode Index Card Match
dengan metode Konvensional terhadap hasil belajar
tematik siswa di Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling, dikarenakan diperoleh Thitung lebih
besar dari Ttabel atau Thitung = 12,963 ≥ Ttabel = 2,228,
maka H0 ditolak sedangkan Ha diterima.
Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan
bahwa metode Index Card Match sangat baik dalam
meningkatkan hasil belajar tematik siswa dibanding
metode Konvensional dengan presentasi baik.
Kata Kunci: Metode Index Card Match, Metode
Konvensional, Hasil Belajar
i
KATA PENGANTAR
Bismillahirahmanirrahim
Dengan mengucapkan Hamdalah kepada Allah SWT yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena atas Rahmat,
Berkah dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini, Shalawat serta Salam semoga ALLAH SWT limpahkan
kepada Nabi Muhammad SAW keluarga, sahabat dan kerabatnya
serta kepada seluruh pengikutnya.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan skripsi
ini banyak sekali kesulitan dan hambatan yang didapati baik
dari segi moril maupun materil. Namun berkat pertolongan
ALLAH SWT berupa kesungguhan dan bantuan dari berbagai pihak
akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu,
penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak [Link], [Link].I, selaku Ketua Yayasan STAI
Auliaurrasyidin Tembilahan.
2. Bapak Syarifudin, [Link].I., [Link].I, selaku Ketua STAI
Auliaurrasyidin Tembilahan.
3. Ibu Dr. Masriani, [Link]., [Link].I, selaku Ketua Prodi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
4. Ibu Dina Liana, [Link]., [Link]., selaku Pembimbing dalam
penulisan skripsi ini.
ii
5. Ibu Afrudita Anggraini, [Link]., selaku Kepala Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
beserta majelis guru dan staff yang dengan tangan
terbuka menerima kehadiran penulis melakukan penelitian.
6. Ibu Sumarni. S, S. [Link]., SD., selaku wali kelas VI di
Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling.
7. Kedua orangtua Ayah dan Ibu yang yang senantiasa
memberikan do’a dan dukungan kepada penulis.
8. Seluruh Dosen, Staf dan karyawan Sekolah Tinggi Agama
Islam (STAI) Auliaurrasyidin Tembilahan yang telah
banyak memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis selama
perkuliahan.
9. Pimpinan dan seluruh staf administrasi Perpustakaan
Kampus yang telah memberikan kesempatan kepada penulis
untuk meminjamkan buku-buku yang penulis butuhkan
sebagai referensi yang berkaitan dengan skripsi ini.
10. Seluruh sahabat, teman-teman seperjuangan yang tidak
dapat penulis sebutkan satu persatu namanya, yang telah
banyak memberikan bantuan dan dukungan baik materil
maupun moril.
11. Serta semua pihak yang telah memberikan support kepada
penulis dari awal perkuliahan sampai selesai.
iii
Semoga segala perhatian, partisipasi dibalas oleh
ALLAH SWT dan mudah-mudahan skripsi ini bermanfaat dan
sekaligus dapat menambah ilmu kita semua.
Tembilahan, 20 Oktober 2021
Penulis,
KIKI AMALIA
NIRM. 1209.17.08191
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN TIM PENGUJI MUNAQASAH
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING
NOTA DINAS PEMBIMBING
SURAT PERNYATAAN
MOTTO
PERSEMBAHAN
ABSTRAK .............................................. i
KATA PENGANTAR ....................................... ii
DAFTAR ISI .......................................... v
DAFTAR TABEL............................................viii
DAFTAR GAMBAR ........................................ ix
DAFTAR LAMPIRAN ...................................... x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................ 1
B. Alasan Memilih Judul ................... 6
C. Penegasan Istilah ...................... 7
1. Perbandingan ......................... 7
2. Metode Index Card Match .............. 8
3. Metode Konvensional .................. 8
4. Hasil Belajar ........................ 9
D. Permasalahan .......................... 10
1. Identifikasi Masalah ................ 10
2. Batasan Masalah ..................... 11
3. Rumusan Masalah ..................... 11
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ......... 12
1. Tujuan Penelitian ................... 12
2. Manfaat Penelitian .................. 13
v
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Metode Index Card Match ................ 15
1. Pengertian Metode Index Card-
Match ............................... 15
2. Kelebihan dan Kelemahan ............. 17
3. Langkah-langkah Metode-
Index Card Match .................... 18
B. Metode Konvensional ................... 19
1. Pengertian Metode Konvensional ...... 19
2. Kelebihan dan Kelemahan ............. 21
3. Langkah-langkah Metode ceramah ...... 21
C. Hasil Belajar .......................... 24
1. Pengertian Hasil Belajar ............ 24
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi-
Hasil Belajar ....................... 26
D. Konsep Operasional ...................... 27
E. Asumsi dan Hipotesis Penelitian ......... 31
F. Penelitian Relevan ...................... 32
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ....................... 34
B. Desain Penelitian ...................... 35
C. Lokasi dan Waktu Penelitian ............ 36
1. Lokasi Penelitian ................... 36
2. Waktu Penelitian .................... 36
D. Subjek dan Objek Penelitan ............. 36
1. Subjek Penelitian ................... 36
2. Objek Penelitian .................... 37
E. Populasi dan Sampel ..................... 37
1. Populasi ........................... 37
2. Sampel .............................. 38
F. Teknik Pengumpulan Data ................ 38
G. Teknik Analisis Data .................... 40
BAB IV PENYAJIAN DAN PEMBAHASAN DATA HASIL PENELITIAN
A. Penyajian Hasil Penelitian-
Dokumentasi ............................ 44
B. Penyajian Data Hasil Penelitian ....... 51
C. Pembahasan Data Hasil Penelitian ...... 66
vi
1. Menentukan Deviasi Masing-
Masing Subjek ...................... 66
2. Menentukan Jumlah Kuadrat-
Deviasi ............................ 68
3. Menentukan Nilai Thitung ............. 69
4. Menentukan Nilai Ttabel.............. 69
5. Pengujian Hipotesis ................ 69
D. Analisa Data Hasil Penelitian .......... 71
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ........................... 74
B. Saran ................................ 75
DAFTAR PUSTAKA............................................77
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
vii
DAFTAR TABEL
Tabel VI.1 Keadaan Guru ............................ 47
Tabel VI.2 Keadaan Siswa ........................... 48
Tabel VI.3 Keadaan Sarana dan Prasarana ............ 50
Tabel VI.4 Lembar Observasi Ke-1 51
...................
Tabel VI.5 Lembar Observasi Ke-2 55
...................
Tabel IV.6 Lembar Observasi Ke-3 58
...................
Tabel IV.7 Hasil Observasi Pre-test dan-
Post-test ............................... 61
Tabel IV.8 Penyajian Data Hasil Belajar Tematik .... 62
Tabel IV.9 Rekapitulasi Hasil Belajar Tematik ...... 63
Tabel IV.10 Pre-test dan Post-tes ................... 66
Tabel IV.11 Menentukan Jumlah Kuadrat Deviasi ....... 68
viii
DAFTAR GAMBAR
Grafik IV.1 Grafik Perbandingan Hasil Belajar ........ 65
Grafik IV.2 Gambar Membandingkan Nilai Thitung-
dengan Ttabel ............................. 70
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Dokumentasi Penelitian
Lampiran 2 Lembar Observasi
Lampiran 3 Lembar Soal Ulangan Harian
Lampiran 4 Daftar Nama Siswa Kelas VI
Lampiran 5 Daftar Nilai Ulangan Harian
Lampiran 6 SK Pembimbing
Lampiran 7 Surat Riset
Lampiran 8 Surat Selesai Riset
Lampiran 9 Daftar Riwayat Hidup
x
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana dan
diupayakan untuk memungkinkan peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi diri, baik fisik maupun
nonfisik; yakni mengembangkan potensi pikir (mental-
inetelektual), sosial, emosional, nilai moral,
spiritual, ekonomikal (kecakapan hidup), maupun
kultural, sehingga dapat menjalankan hidup dan
kehidupannya sesuai dengan harapan dirinya,
keluarganya, masyarakat, bangsa dan negara, serta
menjawab tantangan peradaban yang semakin maju.
Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang sistem
pendidikan Nasional dinyatakan secara tersurat pada
pasal (1) ayat (1), dengan rumusan sebagai berikut:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya,
1
masyarakat, bangsa, dan negara.”
1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
1
2
Pendidikan pada hakikatnya merupakan proses
membangun peradaban bangsa, pendidikan harus berarah
pada konsep perubahan (beriman, bertakwa, berbudi
luhur, memiliki nilai moral), mampu berkomunikasi,
bergaul dengan baik, saling menghargai, dan memiliki
kematangan emosional, terampil/memiliki kecakapan
hidup, dan berbudaya.
Dengan demikian pendidikan berperan penting
dalam meningkatkan derajat bangsa terlebih lagi
dalam pembangunan bangsa seutuhnya menuju
kesejahteraan lahir dan batin baik individu maupun
masyarakat. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan,
maka dibutuhkan suatu proses pembelajaran yang
efektif dan inovatif. Terutama pada pembelajaran
tematik.
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang
lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam
proses belajar secara aktif dalam proses
pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh
pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat
menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang
dipelajarinya. Pembelajaran tematik dimaknai sebagai
pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema
3
tertentu. Sehingga diperlukan metode yang menarik
perhatian siswa pada proses pembelajaran.
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang
mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atau
hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi
edukatif untuk mencapai tujuan tertentu, dimana di
dalam proses tersebut terkandung multi peran dari
guru.2 Salah satunya peran guru dalam melaksanakan
metode pembelajaran.
Metode pembelajaran yang hendak digunakan harus
relevan dengan materi yang akan disajikan, harus
menarik perhatian dan keaktifan siswa pada proses
pembelajaran. Salah satu metode yang dapat
meningkatkan keaktifan siswa ialah menggunakan
metode index card match. Metode index card match ini
dipilih karena merupakan salah satu metode
pembelajaran yang menggunakan kartu indeks.3 Selain
itu, memiliki kelebihan mampu meningkatkan
2 Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer
Mengembangkan Profesionalisme Abad 21, (Bandung: Alfabeta, 2012),
hlm. 50.
3 Saifuddin Mahmud dan Muhammad Idham, Strategi Belajar
Mengajar, (Syiah Kuala, 2017), hlm. 132.
4
prestasi/hasil belajar siswa mencapai taraf
ketuntasan belajar.4
Menurut Zain metode pembelajaran index card
match adalah:
“Metode pembelajaran yang menyenangkan,
digunakan untuk mengulang materi yang diberikan
sebelumnya. Materi baru pun tetap bisa diajarkan
dengan catatan peserta didik diberi tugas
mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih
dahulu sehingga peserta didik ketika masuk
ruangan kelas sudah memiliki bekal
pengetahuan”.5
Metode pembelajaran index card match ini sangat
cocok digunakan pada pembelajaran tematik karena
dapat membuat siswa/i aktif dan berjiwa mandiri
dalam proses pembelajaran. Walaupun dilakukan dengan
cara bermain, metode ini dapat merangsang siswa/i
untuk melakukan aktivitas belajar secara bertanggung
jawab dan disiplin sehingga tujuan pembelajaran
dapat tercapai dan hasil belajar dapat meningkat.
Metode ini diharapkan dapat meningkatkan hasil
belajar tematik siswa dibanding metode konvensional.
4
Muhammad Affandi, dkk, Model dan Metode Pembelajaran di
Sekolah, (Semarang: UNISSULA PRESS, 2013), hlm. 49.
5 Rahmat, Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Konteks
Kurikulum 2013, (Yogyakarta: Bening Pustaka, 2019), hlm. 38.
5
Metode konvensional merupakan metode lama/klasik
yang sering digunakan oleh guru dalam menyampaikan
materi pelajaran. Proses belajar konvensional
umumnya berlangsung satu arah yang merupakan
transfer atau pengalihan pengetahuan, informasi,
norma, nilai, dan lain-lain dari seorang pengajar
kepada siswa. Proses semacam ini dibangun dengan
asumsi bahwa siswa ibarat botol kosong atau kertas
putih. Guru atau pengajarlah yang harus mengisi
botol atau menulis apapun di atas kertas putih
tersebut.6
Melalui pengamatan pendahuluan yang dilakukan
peneliti pada tanggal 1 Februari dan tanggal 10
Maret di Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling, ditemukan guru masih
menggunakan metode yang konvensional. Siswa kurang
aktif dalam mengikuti pembelajaran, hanya sebagian
siswa yang terlibat ikut serta dalam pembelajaran.
Namun dengan menggunakan metode index card match
diharapkan dapat membuat siswa untuk aktif dan ikut
terlibat dalam pembelajaran sehingga hasil belajar
tematik siswa meningkat. Karena sebelumnya rata-rata
6 Helmiati, Model Pembelajaran, (Yogyakarta: Aswaja Pressindo,
2012), hlm. 24.
6
hasil belajar tematik yang dicapai siswa berkisar
antara 61-80% yaitu 75% dan 73,64%. Sedangkan pada
metode index card match dengan menggunakan kartu
indeks, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar
dengan cara melatih siswa bekerjasama dengan
pasangannya, sehingga semua siswa dapat aktif dalam
proses pembelajaran.7 Untuk itu pada pembelajaran
tematik dengan metode index card match dapat membuat
siswa untuk aktif, mandiri, disiplin dan terlibat
dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil
belajar siswa.
Berdasarkan uraian di atas, penulis melakukan
penelitian tentang membandingkan metode index card
match dengan metode konvensional terhadap hasil
belajar tematik siswa di Sekolah Dasar Negeri 004
Sungai Salak Kecamatan Tempuling.
B. Alasan Memilih Judul
Alasan penulis memilih judul perbandingan metode
index card match dengan metode konvensional terhadap
hasil belajar tematik siswa di Sekolah Dasar Negeri
004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling ialah:
7 Nining Purwati, “Pengaruh Strategi Active Learning Tipe
Index Card Match Terhadap Hasil Belajar Tematik Terpadu Kelas III
Sekolah Dasar”, Jurnal Pendidikan Tambusai, ISSN: 2614-3097, Vol.
4 No. 3 Tahun 2020, hlm. 1972.
7
1. Judul ini layak diteliti karena berkaitan dengan
kegiatan pembelajaran.
2. Judul yang peneliti ambil bermanfaat bagi guru
untuk meningkatkan mutu pendidikan.
3. Metode index card match adalah salah satu metode
pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan
siswa.
4. Judul ini relevan dengan bidang yang ditekuni
oleh peneliti, yaitu jurusan Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah.
5. Adanya teori-teori yang mendukung penelitian ini.
C. Penegasan Istilah
Kesalahpahaman dalam penelitian ini dapat
dihindari dengan membuat penegasan istilah sebagai
berikut:
1. Perbandingan
Perbandingan memiliki arti perbedaan atau
selisih. Dalam istilah penelitian, perbandingan
atau studi komparatif adalah “penelitian yang
dilakukan jika peneliti ingin mengidentifikasi
variabel penyebab maupun variabel akibat dengan
8
cara mengurutkan kembali hubungan variabel
tersebut”.8
Perbandingan dalam penelitian ini adalah
usaha untuk mencari perbandingan/perbedaan hasil
belajar tematik siswa antara metode yang
digunakan index card match dengan metode
konvensional.
2. Metode Index Card Match
Metode pembelajaran ini bertujuan dapat
menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan
sehingga dapat menghilangkan rasa bosan pada
siswa. Index card match adalah mencari pasangan
kartu yang cukup menyenangkan yang digunakan
untuk mengulang materi yang telah diberikan.9
Metode pembelajaran index card match dapat
diaplikasikan berbagai materi. Terutama materi
pada pembelajaran tematik. Sehingga metode index
card match yang dimaksud pada penelitian ini
adalah metode yang dapat meningkatkan hasil
belajar tematik siswa.
8 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Bumi
Aksara, 2003), hlm. 176.
9 Saifuddin Mahmud dan Muhammad Idham, [Link], hlm. 132.
9
3. Metode Konvensional
Metode konvensional yang biasa digunakan
adalah metode ceramah. Metode ceramah adalah
sebuah metode mengajar dengan menyampaikan
informasi dan pengetahuan secara lisan kepada
sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara
pasif.10 Metode ceramah adalah metode yang sampai
saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau
instruktur.11
Metode ceramah yang dimaksud pada penelitian
ini adalah metode pembelajaran yang diharapkan
untuk meningkatkan hasil belajar tematik siswa.
4. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah salah satu pencapaian
yang diperoleh oleh siswa dalam proses
pembelajaran yang dituangkan dengan angka maupun
dalam pengaplikasian pada kehidupan sehari-hari
atas ilmu yang didapat. Hasil belajar yang tinggi
atau rendah menunjukan keberhasilan guru dalam
menyampaikan materi pelajaran.
Menurut Dimyati dan Mudjiono “hasil belajar
merupakan hasil dari suatu interaksi tindak
10 Haudi, Strategi Pembelajaran, (Sumatera Barat: Insan Cedekia
Mandiri, 2021), hlm. 18.
11 Helmiati, [Link], hlm. 61.
1
belajar dan tindak mengajar”.12 Sedangkan hasil
belajar menurut Susanto memiliki makna yaitu
“perubahan-perubahan yang terjadi pada diri
siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif,
afektif dan psikomotor sebagai hasil dari
kegiatan belajar”.13
Hasil belajar yang dimaksud pada penelitian
ini adalah hasil belajar siswa/i pada
pembelajaran tematik di Sekolah Dasar Negeri 004
Sungai Salak Kecamatan Tempuling.
D. Permasalahan
1. Identifikasi Masalah
Permasalahan dalam penelitian ini dapat
diidentifikasi sebagai berikut:
a. Guru masih menggunakan metode konvensional.
b. Siswa kurang aktif dalam mengikuti
pembelajaran.
c. Siswa kurang tertarik dengan materi yang
disampaikan.
d. Hasil belajar siswa relatif rendah.
12 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2006), hlm. 3.
13 Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah
Dasar, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2013), hlm. 5.
1
e. Masih ada siswa yang tidak terlibat dalam
proses pembelajaran.
2. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah
disebutkan di atas, mengingat luasnya
permasalahan yang ada maka peneliti membatasi
masalah hanya pada perbandingan metode index card
match dengan metode konvensional terhadap hasil
belajar tematik siswa di Sekolah Dasar Negeri 004
Sungai Salak Kecamatan Tempuling.
Peneliti membatasi kelas yang diteliti ialah
kelas VI, karena kepala sekolah mengizinkan kelas
VI disebabkan di kelas IV dan V masih ada siswa
yang tidak pandai membaca atau masih ada yang
mengeja bacaan. Sedangkan hasil belajar yang
dinilai ialah pembelajaran tematik.
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka
didapatlah rumusan masalah, yaitu:
a. Bagaimanakah hasil belajar tematik siswa dengan
menggunakan metode index card match di Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling?
1
b. Bagaimanakah hasil belajar tematik siswa dengan
menggunakan metode konvensional di Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling?
c. Bagaimanakah perbandingan antara metode index
card match dengan metode konvensional terhadap
hasil belajar tematik siswa di Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling?
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang diharapkan tercapai dalam
penelitian ini adalah:
a. Mengetahui hasil belajar tematik siswa dengan
menggunakan metode index card match di Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling?
b. Mengetahui hasil belajar tematik siswa dengan
menggunakan metode konvensional di Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling?
c. Mengetahui perbandingan antara metode index
card match dengan metode konvensional terhadap
1
hasil belajar tematik siswa di Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling?
2. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian terdiri dari manfaat
teoritis dan praktis, yakni sebagai berikut:
a. Manfaat teoritis
1) Sebagai informasi dan pemecahan masalah
tentang perbandingan metode index card match
dengan metode konvensional terhadap hasil
belajar tematik siswa di Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling.
2) Menambah khazanah keilmuan tentang metode
index card match dan metode konvensional
serta perbandingannya terhadap hasil belajar
tematik siswa.
3) Penelitian ini juga dapat dijadikan sumber
bacaan dan bahan kajian yang lebih lanjut
bagi peneliti selanjutnya.
b. Manfaat Praktis
1) Bagi Sekolah
Sebagai bahan masukan atau pengembangan bagi
sekolah/Kepala Sekolah wadah dalam
1
meningkatkan kreatifitas guru dan
keterampilan guru dalam menggunakan metode.
2) Bagi Guru
Sebagai wadah peningkatan profesional guru
dan memperbaiki metode pembelajaran
sebelumnya.
3) Bagi Siswa
Sebagai upaya untuk meningkatkan hasil
belajar siswa.
4) Bagi Peneliti
Sebagai upaya memenuhi persyaratan dalam
memperoleh gelar sarjana pendidikan di
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)
Auliaurrasyidin Tembilahan, serta menambah
pengetahuan, wawasan dan pengalaman
peneliti.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Metode Index Card Match
1. Pengertian Metode Index Card Match
Guru yang baik ialah guru yang memiliki
kompetensi dan keterampilan dalam memberikan
pelajaran kepada siswa, terutama dalam
menggunakan metode yang dapat menarik siswa untuk
senantiasa terlibat dalam proses pembelajaran.
Metode yang dimaksud ialah metode pembelajaran
index card match.
Metode index card match adalah salah satu
model pembelajaran active learning yang
memungkinkan siswa untuk berperan aktif dalam
proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk
interaksi antar siswa maupun siswa dengan guru
dalam proses pembelajaran. Metode index Card
Match ini merupakan metode permainan mencari
pasangan kartu. Dengan menggunakan metode
permainan, diharapkan suasana pembelajaran aktif
dan menyenangkan dapat terwujud.14
14 Rahmat, Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Konteks Kurikulum 2013, (Yogyakarta: 2019), hlm. 38.
15
1
Aspek-aspek dalam pembelajaran index card
match menurut Maryati, yaitu:
a. Sifat dan tujuan, mereview atau mengulang
materi yang telah dipelajari sebelumnya. Jika
materi yang dipelajari baru, maka sebelumnya
siswa diberi tugas untuk mempelajarinya
terlebih dahulu.
b. Media pembelajaran ialah kartu atau potongan
kertas.
c. Topik/konsep ialah terdiri dari satu pertanyaan
dan satu jawaban.
d. Presentasi hasil ialah siswa yang mempunyai
kartu soal membacakannya secara keras ke
seluruh siswa lainnya secara bergantian.
e. Peran pasangan ialah siswa yang mempunyai kartu
soal membacakan.
f. Siswa yang mempunyai kartu jawaban ialah
mencocokan jawaban teman-temannya atas
pertanyaan pada kartu soal yang sesuai (dengan
pasangannya).
g. Penilaian ialah berdasarkan kemampuan setiap
pasangan (siswa) menjawab soal yang dibacakan
oleh pasangannya.
h. Banyaknya babak ialah satu babak.
1
i. Kegiatan penutup ialah klarifikasi dan
kesimpulan.
2. Kelebihan dan Kelemahan
Handayani menyatakan bahwa terdapat kelebihan
dan kelemahan pada metode pembelajaran index card
match. Adapun kelebihan metode pembelajaran index
card match sebagai berikut:
a. Menumbuhkan kegembiraan dalam proses
pembelajaran.
b. Materi pembelajaran yang disampaikan dapat
lebih menarik perhatian siswa.
c. Mampu menciptakan suasana belajar yang aktif
dan menyenangkan.
d. Mampu meningkatkan prestasi/hasil belajar siswa
mencapai taraf ketuntasan belajar.
e. Penilaian dapat dilakukan bersama
pengamat/observer dan pemain (siswa).
f. Terjadi diskusi dan presentasi dapat menguatkan
topik/konsep yang hendak diulang maupun topik
yang baru.
Kelemahan metode index card match adalah
sebagai berikut:
a. Membutuhkan waktu yang lama bagi siswa untuk
menyelesaikan tugas dan presentasi.
b. Guru harus membuat persiapan yang matang dengan
waktu yang lebih lama.
c. Menuntut sifat tertentu siswa untuk bekerja
sama dalam menyelesaikan masalah.
d. Suasana kelas menjadi “gaduh” sehingga dapat
mengganggu kelas lain.
e. Kurang efektif apabila satu kelas siswanya
banyak yang gemuk.15
15 Muhammad Afandi, dkk, Model dan Metode Pembelajaran di
Sekolah, (Semarang: UNISSULA PRESS, 2013), hlm. 49-50.
1
3. Langkah-langkah Metode Index Card Match
Langkah-langkah dalam metode index card match
yaitu:
a. Buatlah potongan-potongan kertas sebanyak
jumlah siswa yang ada di dalam kelas.
b. Bagilah kertas-kertas tersebut menjadi dua
bagian yang sama.
c. Pada separuh bagian, tulis pertanyaan tentang
materi yang akan dibelajarkan. Setiap kertas
berisi satu pertanyaan.
d. Pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban
dari pertanyaan-pertanyaan yang dibuat.
e. Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur
antara soal dan jawaban.
f. Setiap siswa diberi satu kertas. Jelaskan bahwa
ini adalah aktivitas yang dilakukan
berpasangan. Separuh siswa akan mendapatkan
soal dan separuh yang lain akan mendapatkan
jawaban.
g. Mintalah kepada siswa untuk menemukan pasangan
mereka. Jika ada yang sudah menemukan
pasangannya, mintalah kepada mereka untuk duduk
berdekatan. Jelaskan juga agar mereka tidak
1
memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada
teman yang lain.
h. Setelah semua siswa menemukan pasangan dan
duduk berdekatan, mintalah kepada setiap
pasangan secara bergantian untuk membacakan
soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-
temannya yang lain. Selanjutnya soal tersebut
dijawab oleh pasangannya.
i. Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi
dan kesimpulan.16
B. Metode Konvensional
1. Pengertian Metode Konvensional
Metode konvensional yang digunakan adalah
metode ceramah. Metode ceramah merupakan metode
lama yang sering digunakan oleh pendidik dalam
menyampaikan materi pelajaran. Bagi seorang guru,
metode ini sangat penting untuk dikuasai terlebih
dahulu sebelum menguasai metode yang lainnya,
karena metode ini merupakan metode dasar dalam
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa/i.
16 Agus Suprijono, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi
PAIKEM, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2009), hlm. 120-121.
2
Sejak dahulu dalam usaha menularkan
pengetahuannya kepada siswa, ialah secara lisan
atau ceramah. Cara ini kadang-kadang membosankan,
maka dalam pelaksanaannya memerlukan keterampilan
tertentu agar gaya penyajiannya tidak membosankan
dan menarik perhatian siswa.
Metode ceramah yang dimaksud disini ialah
“cara menyampaikan sebuah materi pelajaran dengan
cara penuturan lisan kepada siswa atau khalayak
ramai”. Metode ceramah digunakan oleh setiap guru
atau instruktur. Hal ini selain disebabkan
beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya
faktor kebiasaan baik dari guru ataupun siswa.17
Metode ceramah dapat disimpulkan bahwa metode
ceramah adalah suatu cara mengajar yang sudah
lama dilakukan oleh guru dan disampaikan dengan
cara lisan kepada siswa sesuai materi yang
diajarkan.
17 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar
Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2006),
hlm. 147.
2
2. Kelebihan dan Kelemahan
Metode ceramah memiliki kelebihan yaitu:
a. Guru mudah menguasai kelas
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran
berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar
d. Mudah dilaksanakan
Metode ceramah juga memiliki kelemahan yaitu:
a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan
c. Membendung daya kritis siswa
d. Sukar mengontrol sejauh mana pemerolehan
belajar anak didik
e. Bila terlalu lama membosankan18
3. Langkah-langkah Metode Ceramah
Langkah-langkah dalam menggunakan metode
ceramah sebagai berikut:
a. Tahap Persiapan
1) Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
2) Menentukan pokok-pokok materi yang akan
diceramahkan.
3) Mempersiapkan alat bantu.
18 Buchari Alma, dkk, Guru Profesional (Menguasai Metode dan
Terampil Mengajar), (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 50.
2
b. Tahap pelaksanaan
Pada tahap ini ada 3 langkah yang harus
dilakukan, yaitu:
1) Langkah Pembukaan
Langkah pembukaan dalam metode ceramah
adalah langkah menentukan keberhasilan
pelaksanaan metode tersebut. Ada beberapa
hal yang harus diperhatikan dalam langkah
pembukaan, yaitu:
a) Yakinkah bahwa siswa memahami tujuan yang
akan dicapai.
b) Lakukan langkah apersepsi.
2) Langkah Penyajian
Langkah penyajian adalah langkah
penyampaian materi pembelajaran dengan cara
bertutur. Agar metode ini berkualitas, maka
guru harus menjaga perhatian siswa agar
tetap terarah pada materi pembelajaran yang
sedang disampaikan. Untuk menjaga perhatian
ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan,
yaitu:
a) Menjaga kontak mata secara terus-menerus
dengan siswa.
2
b) Gunakan bahasa yang komunikatif dan mudah
dicerna oleh siswa.
c) Sajikan materi pembelajaran secara
sistematis, tidak meloncat-loncat agar
mudah ditangkap siswa.
d) Tanggapilah respons siswa dengan segera.
e) Jagalah agar kelas tetap kondusif dan
menggairahkan untuk belajar.
3) Langkah mengakhiri atau menutup
Metode ceramah harus ditutup agar materi
pelajaran yang sudah dipahami siswa tidak
terbang kembali. Hal-hal yang dapat
dilakukan, yaitu:
a) Membimbing siswa untuk menarik kesimpulan
atau merangkum materi pelajaran yang baru
saja disampaikan.
b) Merangsang siswa untuk dapat menanggapi
atau memberi semacam ulasan tentang materi
pembelajaran yang telah disampaikan.
c) Melakukan evaluasi untuk mengetahui
kemampuan siswa menguasai materi
pembelajaran yang telah disampaikan.19
19 Wina Sanjaya, [Link], hlm. 152.
2
C. Hasil Belajar
1. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar berkaitan dengan pencapaian
dalam memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan
khusus yang direncanakan. Dengan demikian tugas
utama guru dalam kegiatan ini adalah merancang
instrumen yang dapat mengumpulkan data tentang
keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran.20
Hasil belajar adalah salah satu pencapaian
yang diperoleh oleh siswa dalam proses
pembelajaran yang dituangkan dengan angka maupun
dalam pengaplikasian pada kehidupan sehari-hari
atas ilmu yang didapat. Hasil belajar yang tinggi
atau rendah menunjukan keberhasilan seorang guru
dalam menyampaikan materi pelajaran dalam proses
pembelajaran.
Menurut Dimyati dan Mudhiono “hasil belajar
merupakan hasil belajar dari suatu interaksi
tindak belajar dan tindak mengajar.”21 Sedangkan
menurut Muhibbin Syah mengemukakan bahwa
keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang
telah ditetapkan dalam sebuah program yang
20 Wina Sanjaya, Media Komunikasi Pembelajaran, (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group. 2012), hlm. 47.
21 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2006), hlm. 3.
2
dilakukan dengan cara evaluasi atau penilaian.
Padanan kata evaluasi adalah assesment yang
berarti proses penilaian untuk menggambarkan
prestasi yang dicapai telah ditetapkan. Selain
kata evaluasi dan assesment ada pula kata lain
yang berarti dan relatif lebih mansyur yaitu tes,
ujian dan ulangan.22
Kesimpulan dari pendapat-pendapat di atas,
bahwa hasil belajar adalah pencapaian/hasil dari
kemampuan keterampilan siswa setelah mengikuti
kegiatan pembelajaran, sehingga dapat mengukur
keberhasilan guru dalam menggunakan rancangan
pembelajaran yang sudah dibuat sebelumnya dengan
melihat apakah tercapai tujuan pembelajaran oleh
siswa atau tidak. Hasil belajar dapat diukur dari
indikator-indikator sebagai berikut:
Nilai KKM siswa 70
Predikat A (Sangat Baik) = 81 – 100%
Predikat B (Baik) = 61 – 80%
Predikat C (Cukup Baik) = 41 – 60%
Predikat D (Tidak Baik) = 21 – 40%
22 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan
Baru, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 141.
2
Prediket E (Sangat Tidak Baik) = 0 – 20%23
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
ada dua faktor, yaitu:
a. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang
bersumber dari dalam diri siswa, yang
mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor ini
meliputi: kecerdasan, minat dan
perhatian,meotivasi belajar, ketekunan, sikap,
kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan
kesehatan.
b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal
dari luar diri siswa yang mempengaruhi hasil
belajar yaitu keluarga, sekolah, dan
masyarakat.24
23Riduwan, Dasar-Dasar Statistika, Bandung: Alfabeta,
2015), hlm. 39.
24 Ahmad Susanto, [Link], hlm. 12.
2
D. Konsep Operasional
Konsep operasional variabel X1 dalam
penelitian ini adalah metode index card match,
yang ditulis dalam indikator-indikator berikut:
Langkah-langkah dalam metode index card match
yaitu:
1. Buatlah potongan-potongan kertas sebanyak
jumlah siswa yang ada di dalam kelas.
2. Bagilah kertas-kertas tersebut menjadi dua
bagian yang sama.
3. Pada separuh bagian, tulis pertanyaan terntang
materi yang akan dibelajarkan. Setiap kertas
berisi satu pertanyaan.
4. Pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban
dari pertanyaan-pertanyaan yang dibuat.
5. Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur
antara soal dan jawaban.
6. Setiap siswa diberi satu kertas. Jelaskan bahwa
ini adalah aktivitas yang dilakukan
berpasangan. Separuh siswa akan mendapatkan
soal dan separuh yang lain akan mendapatkan
jawaban.
7. Mintalah kepada siswa untuk menemukan pasangan
mereka. Jika ada yang sudah menemukan
2
pasangannya, mintalah kepada mereka untuk duduk
berdekatan. Jelaskan juga agar mereka tidak
memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada
teman yang lain.
8. Setelah semua siswa menemukan pasangan dan
duduk berdekatan, mintalah kepada setiap
pasangan secara bergantian untuk membacakan
soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-
temannya yang lain. Selanjutnya soal tersebut
dijawab oleh pasangannya.
9. Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi
dan kesimpulan.
Konsep operasional variabel X2 adalah metode
konvensional (metode ceramah) indikatornya
sebegai berikut:
1. Tahap Persiapan
a. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
b. Menentukan pokok-pokok materi yang akan
diceramahkan.
c. Mempersiapkan alat bantu.
2. Tahap pelaksanaan
a. Langkah Pembukaan
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam langkah pembukaan, yaitu:
2
1) Yakinkah bahwa siswa memahami tujuan yang
akan dicapai.
2) Lakukan langkah apersepsi.
b. Langkah Penyajian
1) Menjaga kontak mata secara terus-menerus
dengan siswa.
2) Gunakan bahasa yang komunikatif dan mudah
dicerna oleh siswa.
3) Sajikan materi pembelajaran secara
sistematis, tidak meloncat-loncat agar
mudah ditangkap siswa.
4) Tanggapilah respons siswa dengan segera.
5) Jagalah agar kelas tetap kondusif dan
menggairahkan untuk belajar.
3. Langkah mengakhiri atau menutup
a. Membimbing siswa untuk menarik kesimpulan
atau merangkum materi pelajaran yang baru
saja disampaikan.
b. Merangsang siswa untuk dapat menanggapi atau
memberi semacam ulasan tentang materi
pembelajaran yang telah disampaikan.
c. Melakukan evaluasi untuk mengetahui
kemampuan siswa menguasai materi
pembelajaran yang telah disampaikan.
3
Konsep operasional untuk variabel Y dalam
penelitian ini adalah hasil belajar tematik siswa
pada nilai ulangan harian yang ditulis dalam
indikator-indikator sebagai berikut:
Nilai KKM siswa 70
Predikat A (Sangat Baik) = 81 – 100%
Predikat B (Baik) = 61 – 80%
Predikat C (Cukup Baik) = 41 – 60%
Predikat D (Tidak Baik) = 21 – 40%
Prediket E (Sangat Tidak Baik) = 0 – 20%
E. Asumsi dan Hipotesis Penelitian
1. Asumsi Penelitian
Asumsi yang mendasar dari penelitian ini
adalah adanya perbandingan antara metode index
card match dengan metode konvensional terhadap
hasil belajar tematik siswa.
2. Hipotesis Penelitian
Hipotesa dari penelitian ini adalah:
Ha : terdapat perbandingan signifikan hasil
belajar tematik siswa yang diajar dengan
3
menggunakan metode index card match
dengan metode konvensional di Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling.
Ho : tidak terdapat perbandingan signifikan
hasil belajar tematik siswa yang diajar
dengan menggunakan metode index card
match dengan metode konvensional di
Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling.
F. Penelitian Relevan
1. Pengaruh Strategi Active Learning tipe Index
Card Match terhadap Hasil Belajar Tematik
Terpadu Kelas III Sekolah Dasar. Oleh Nining
Purwati dan Yunisrul Pendidikan Guru Sekolah
Dasar Universitas Negeri Padang, Indonesia.
Tahun 2020. Berdasarkan hasil penelitian ini
dapat diketahui bahwa strategi Active Learning
tipe Index Card Match memiliki nilai rata-rata
sebesar 82,71 sedangkan pembelajaran
konvensional nilai rata-rata sebesar 73,5.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi
3
Active Learning Tipe Index Card Match
berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar
siswa pada pembelajaran tematik terpadu di
kelas III Sekolah Dasar Negeri 02 Balai Nan Dou
Kota Payakumbuh.
2. Pengaruh Model Index Card Match terhadap Hasil
Belajar Tematik Siswa Kelas IV Sekolah Dasar.
Oleh Nevi Cah Yani dan Heri Zulfiati, Program
Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Universitas Sarjanawiyata Taman siswa. Tahun
2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
hasil belajar tematik siswa pada kelas yang
diajar menggunakan model index card match
berkecenderungan tinggi sedangkan pada kelas
yang diajarkan menggunakan teknik bertukar
pasangan berkencederungan rendah. Artinya
terdapat perbedaan signifikansi hasil belajar
tematik siswa. Sehingga menggunakan metode
index card match lebih berpengaruh dibanding
menggunakan metode bertukar pasangan.
3. Pengaruh Strategi Pembelajaran Index Card Match
terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V
Sekolahn Dasar Negeri 39 Pekanbaru. Oleh
Fauziah, Syahrilfuddin, dan Eddy Noviani, PGSD
3
FKIP Universitas Riau. Tahun 2018. Berdasarkan
hasil penelitian ini terdapat perbedaan
signifikan antara siswa kelas eksperimen dengan
siswa kelas kontrol pada tes akhir. Ini berarti
terdapatnya perbedaan hasil belajar matematika
siswa di kelas eksperimen dengan strategi index
card match dengan kelas kontrol dengan strategi
pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan
bahwa strategi pembelajaran index card match
dapat berpengaruh terhadap hasil belajar
matematika siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri
39 Pekanbaru.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah desain eksperimen
yaitu pre-eksperimental design dengan menggunakan
penelitian kuantitatif. Dikatakan pre-experimental
design, karena desain ini belum merupakan
eksperimen sungguh-sungguh dan masih terdapat
variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap
terbentuknya variabel dependen. Jadi, hasil
eksperimen yang merupakan variabel dependen itu
bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel
independen. Hal ini dapat terjadi karena tidak
adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih
secara random.25
Penelitian ini menguji pre test sebelum
dilakukan treatment menggunakan strategi index
card match, dan menguji post test setelah
dilakukannya treatment menggunakan index card
match serta pengaruh variabel (metode index card
match) dan (metode ceramah) terhadap Y (hasil
belajar).
25 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D, (Bandung: Alfabeta, 2016), hlm. 74.
34
3
B. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pre-experimental design
dengan model one-group pretest-posttest design
(Desain Satu-grup/kelas pretest-posttest). Desain
ini terdapat pretest, sebelum diberi perlakuan.
Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui
lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan
keadaan sebelum diberi perlakuan.
Desain ini dapat digambarkan seperti:
𝐎𝟏 𝐗 𝐎𝟐 𝑂1 = Nilai pretest (sebelum diberi
diklat)
𝑂2 = Nilai posttest (setelah diberi
diklat)
X = Perlakuan di Kelas Eksperimen
(Pembelajaran dengan Metode
Index Card Match)26
Berdasarkan rumus di atas diketahui bahwa 𝐎𝟏
adalah nilai pretest yang diperoleh dari tes yang
dilakukan setelah melaksanakan metode
konvensional, kemudian X adalah diberikan
perlakuan/treatment dengan melaksanakan metode
26 Sugiyono, Ibid, hlm. 111.
3
index card match. Kemudian didapatkan 𝐎𝟐 adalah
nilai posttest setelah melakukan perlakuan.
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan.
Terhitung pada tanggal 10 Juli sampai 10
Oktober 2021.
D. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian menurut M. Musfiqon bahwa
“subjek penelitian adalah sumber data tetapi
tidak semua sumber data merupakan subjek
penelitian karena bisa jadi sumber data di
tempat lebih lengkap dan akurat”.27 Subjek dalam
penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VI
di Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling.
27 Trianto, Pengantar Penelitian Pendidikan bagi
Pengembangan Profesi Pendidikan Tenaga Kependidikan, (Jakarta:
Kencana Prenadamedia Group, 2011), hlm. 253.
3
2. Objek Penelitian
Objek penelitian adalah “topik permasalahan
yang dikaji dalam penelitian”. 28 Objek dalam
penelitian ini adalah perbandingan metode index
card match dengan metode konvensional terhadap
hasil belajar tematik siswa.
E. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri dari objek/subjek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.29 Populasi juga merupakan objek
atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan
memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan
dengan masalah penelitian.30
Populasi dalam penelitian ini adalah 1
orang guru kelas dan siswa/i kelas VI berjumlah
11 orang.
28 Mukhtazar, Prosedur Penelitian Pendidikan, (Yogyakarta:
Absolute Media, 2020), hlm. 45l
29 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung:
Alfabeta, 2016), hlm. 61.
30 Riduwan, Pengantar Statistika Sosial, (Bandung: Alfabeta,
2016), hlm. 6.
3
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi
(sebagian atau wakil dari populasi yang
diteliti). Sampel penelitian adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut.31 Teknik pengambilan sampel,
yaitu teknik pengambilan sampling jenuh, yaitu
teknik pengambilan sampel apabila semua anggota
populasi dijadikan sampel. Karena jumlah
populasi dalam penelitian kurang dari 100.
Jadi, sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah seluruh dari populasi,
yaitu guru kelas dan siswa/i kelas VI di
Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang akan penulis
gunakan untuk mengumpulkan data penelitian yaitu:
1. Tes
Tes sebagai instrument pengumpul data
adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang
digunakan untuk mengukur keterampilan
31 Sugiyono, [Link], hlm. 118.
3
pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat
yang dimiliki oleh individua tau kelompok.32 Tes
dipergunakan dalam penelitian ini adalah untuk
mendapat data tentang peningkatan hasil belajar
peserta didik. Tes dilakukan dengan cara
memberikan latihan setelah pembelajaran.
2. Observasi
Observasi atau pengamatan adalah kemampuan
seseorang untuk menggunakan pengamatannya
melalui hasil kerja pancaindra mata serta
dibantu dengan panca indra lainnya.33
Peneliti menggunakan observasi/pengamatan
untuk mengamati dan mengetahui bagaimana
perbandingan metode index card match dengan
metode konvensional terhadap hasil belajar
tematik siswa di Sekolah Dasar Negeri 004
Sungai Salak Kecamatan Tempuling.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah ditujukan untuk
memperoleh data langsung dari tempat
penelitian, meliputi buku-buku yang relevan,
peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-
32 Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan,
dan Peneliti Pemula, (Bandung: Alfabeta, 2015), hlm. 76.
33 Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta:
Kencana Prenadamedia Group, 2010), hlm. 133.
4
foto, film, dokumentasi, data yang relevan
penelitian.34
Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan
untuk mengumpulkan data tentang sekolah, guru
serta hal lain yang menyangkut tentang Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling.
G. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data dalam penelitian ini
menggunakan pre-experimental design dengan model
one-group pretest-posttest design. Desain ini
terdapat pretest, sebelum diberi perlakuan. Dengan
demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih
akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan
sebelum diberi perlakuan.
Desain ini dapat digambarkan seperti:
𝑂1 = Nilai pretest (sebelum diberi
𝐎𝟏 𝐗 𝐎𝟐
diklat)
𝑂2 = Nilai posttest (setelah diberi
diklat)
34 Riduwan, [Link], hlm 77.
4
Hal pertama dalam pelaksanaan eksperimen
menggunakan desain sampel tunggal ini dilakukan
dengan memberikan tes kepada sampel yang belum
diberi perlakuan disebut pretest (𝐎𝟏) untuk
mendapatkan skor pertama pada metode konvensional.
Kemudian dilakukan treatment (X) dengan metode
index card match. Setelah itu, berikan lagi tes
untuk mengetahui hasil belajar siswa disebut
dengan posttest (𝐎𝟐) apakah ada perbedaan yang
timbul sesudah dan sebelum diberi perlakuan.
Kemudian, bandingkan 𝐎𝟏 dan 𝐎𝟐 untuk menentukan
seberapa besar perbedaan yang timbul. Jika
sekiranya ada sebagai akibat diberikannya
eksperimen. Kemudian, data tersebut dianalisis
dengan menggunakan t-test.
Untuk membandingkan variabel 𝐗𝟏 dengan
variabel 𝐗𝟐 terhadap variabel Y yaitu dengan
menggunakan rumus uji paired t-test, dengan rumus:
Rumus:
𝑀𝑑
𝑡= ∑ 𝑥 2𝑑
√ 𝑁 (𝑁−1)
4
Keterangan:
Md = Mean dari perbedaan pre-test dengan
post-test (post-test – pre-test)
Xd = Deviasi masing-masing subjek (d – Md)
∑ 𝑥2 𝑑 = Jumlah kuadrat deviasi
N = Subjek pada sampel
d.b = ditentukan dengan N-1.
Sebelumnya mencari mean dari pre-test
dengan post-test (post-test – pre-test) dengan
rumus:
Md ∑
𝑑
N
Untuk mencari jumlah kuadrat deviasi
menggunakan rumus: 35
∑ x2d
(∑ d)2
= ∑ d2 − N
Setelah mendapat harga 𝐭𝐡𝐢𝐭𝐮𝐧𝐠 selanjutnya
berkonsultasi dengan nilai 𝐭𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥 tarif signifikan
5% dan tarif signifikan 1%, selanjutnya
bandingkan 𝐭𝐡𝐢𝐭𝐮𝐧𝐠 dengan 𝐭𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥, jika 𝐭𝐡𝐢𝐭𝐮𝐧𝐠 lebih besar
35 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm. 275-277.
4
dari 𝐭𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥 atau lebih kecil dari -𝐭𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥, artinya 𝐇𝟎
berada pada daerah penolakan, maka 𝐇𝐚 diterima dan
𝐇𝟎 artinya terdapat perbandingan/perbedaan yang
signifikan antara variabel 𝐗𝟏 dan 𝐗𝟐 terhadap Y,
sedangkan jika 𝐭𝐡𝐢𝐭𝐮𝐧𝐠 lebih kecil atau sama dengan
dari 𝐭𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥 dan lebih besar atau sama dengan 𝐭𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥
artinya 𝐇𝟎 berada dalam penerimaan, maka 𝐇𝐚
ditolak dan 𝐇𝟎 diterima artinya tidak terdapat
perbandingan/perbedaan yang signifikan antara
variabel 𝐗𝟏 dan 𝐗𝟐 terhadap variabel Y.
BAB IV
PENYAJIAN DAN PEMBAHASAN
DATA HASIL PENELITIAN
A. Penyajian Hasil Penelitian Dokumentasi
1. Sejarah dan Profil Sekolah Dasar Negeri 004
Sungai Salak
Gedung berdiri pada tahun 1980, dengan luas
tanah 2.610 m2. Memiliki luas bangunan 378 m2.
Yang terdiri dari ruangan kelas, ruangan kantor,
ruangan guru, ruangan perpustakaan, ruangan
Kepala Sekolah, WC guru, dan WC siswa.
Perlengkapan dan alat pelajaran SD ialah terdiri
dari Bangku/meja murid 32/64 buah untuk 2 siswa,
alat pelajaran IPA (KIT) 1 set, alat pelajaran
IPS (KIT IPS) 1 set, gambar presiden 4 buah,
lambang negara 4 buah, peta dinding Indonesia 1
buah, peta dinding Riau 1 buah, teks pancasila 1
buah, peralatan olahraga 5 buah, perlengkapan UKS
1 set, rak buku 6 buah, Filing cabinet 1
buah,meja/kursi Kepsek 1/1 buah, meja/kursi guru
berjumlah 12 buah, papan tulis 6 buah, jam
dinding 6 buah, lonceng 1 buah, radio tape 1
buah, dan bendera merah putih 6 buah.
44
4
2. Visi dan Misi Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai
Salak
Visi Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
ialah “Terwujudnya Sekolah Dasar Negeri 004
Sungai Salak menjadi sekolah unggul, berlandaskan
imtaq dan iptek, terpercaya di masyarakat untuk
mensukseskan wajib belajar”. Sedangkan Misi
Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak ialah
sebagai berikut:
a. Melaksanakan proses belajar-mengajar bimbingan
aktif dan kontinyu.
b. Mengkoordinasikan pembinaan mental atau rohani
yang berkesinambungan.
c. Memotivasi siswa untuk belajar lebih giat.
d. Menumbuhkembangkan semangat disiplin para guru
dan siswa untuk meningkatkan mutu dan prestasi.
e. Menjadikan wahana komunikasi dan berkoordinasi
antar sekolah dan masyarakat dan instansi yang
terkait.
f. Meningkatkan ketertiban dan keamanan di
lingkungan sekolah dan masyarakat untuk
mewujudkan sekolah yang bersih dan aman.
4
3. Tujuan Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling
Tujuan Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
ialah:
a. Siswa beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa dan berakhlak mulia.
b. Siswa sehat jasmani dan rohani.
c. Siswa memiliki dasar pengetahuan, kemampuan dan
keterampilan untuk melanjutkan pendidikan pada
jenjang yang lebih tinggi.
d. Mengenal dan mencintai bangsa dan masyarakat.
e. Siswa kreatif, terampil dan bekerja untuk dapat
mengembangkan diri secara terus-menerus.
4. Keadaan Guru Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai
Salak Kecamatan Tempuling
Maju mundurnya sekolah dan berkualitasnya
atau tidaknya siswa tergantung dari kemampuan
yang dimiliki oleh guru. Dengan demikian guru
adalah faktor penentu dalam pencapaian tujuan
pendidikan atau pengajaran.
Jumlah guru di Sekolah Dasar Negeri 004
Sungai Salak Kecamatan Tempuling ada 10 orang
termasuk kepala sekolah. Untuk lebih jelas
mengenai guru-guru Sekolah Dasar 004 Sungai Salak
4
Kecamatan Tempuling dapat dilihat dari tabel di
bawah ini:
TABEL IV.1
Keadaan Guru dan Pegawai Sekolah Dasar Negeri
004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
No. NAMA PANGKAT/
JABATAN
1. AFRUDITA ANGGRAINI, [Link] dan Guru
[Link] Kelas IV
NIP.19820216 200501 2
013 Penata Muda TK1
2. DARMAWATI, S. Pd. Guru Kelas V
NIP.19640811 198804 2
001 Pembina TK1
3. SUMARNI, [Link], SD. Guru Kelas VI
NIP.19660913 199303 2
003 Pembina TK1
4. SITI AMINAH Guru Kelas I
NIP.19700214 199503 2
002 Pembina
5. FARIDAH, [Link], SD. Guru Kelas III
NIP.19820113 200801 2
009 Penata Muda
6. RIARYATI Guru Kelas II
NIP.19670415 200701 2
007 Pengatur TK1
7. AYU GAZALI, [Link] Guru PJOK
NIP.1987040620110220001
Penata
8. LISNA SUSNITA, A. Ma Guru SBDP
9. HERNITA, [Link].I Guru PAI
10. Hasan Basri, [Link] Operator
Sumber Data: Dokumentasi Guru dan Pegawai Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling
4
5. Keadaan Siswa Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai
Salak Kecamatan Tempuling
Kemajuan sekolah tidak hanya diukur dari segi
fasilitas yang ada semata, namun juga didukung
oleh kuantitas dan kualitas siswa karena mereka
adalah subjek sekaligus objek pendidikan.
Siswa Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling pada tahun 2020/2021
berjumlah.
TABEL IV.2
Keadaan Siswa Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai
Salak Kecamatan Tempuling
Jenis kelamin Jumlah
No Kelas
Lk Pr
1 I 8 8 16
2 II 10 4 14
3 III 5 3 8
4 IV 10 3 13
5 V 7 8 15
6 VI 3 8 11
Sumber data: Dokumentasi Siswa Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui
jumlah siswa Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai
Salak Kecamatan Tempuling adalah 77 siswa.
4
6. Keadaan Kurikulum Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai
Salak Kecamatan Tempuling
Keadaan kurikulum pada SD/MI dari waktu ke
waktu terus mengalami perkembangan dan perubahan
seiring dengan perkembangan zaman, semua ini
dilakukan untuk meningkatkan kualitas sekolah
agar keadaan tidak diragukan dan sejajar dengan
sekolah-sekolah lain.
Kurikulum dalam penyelenggaraan pendidikan
disuatu lembaga adalah untuk mencapai tujuan,
sekaligus merupakan suatu pedoman dalam
pelaksanaan pembelajaran. Dengan adanya kurikulum
proses belajar mengajar yang disajikan guru dapat
terarah dengan baik. Adapun kurikulum yang
digunakan di Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai
Salak Kecamatan Tempuling saat ini kurikulum
2013.
5
7. Keadaan Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Negeri
004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
Sarana dan prasarana yang tersedia di Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL IV.3
Keadaan Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
No Ruangan Jumlah
1 Ruang belajar/kelas 6
2 Kantor 1
3 Ruang kepala sekolah 1
4 Ruang TU 1
5 Perpustakaan 1
6 WC 2
7 Gudang 1
8 Tempat cuci piring 1
Sumber data: Dokumentasi Keadaan Sarana dan Prasarana
Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling
5
B. Penyajian Data Hasil Penelitian
1. Penyajian Data Hasil Observasi Variabel 𝐗𝟏
(Metode Index Card Match) di Sekolah Dasar Negeri
004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
Observasi sebelum dan sesudah menggunakan
metode index card match yang dinilai oleh
peneliti yang dilakukan sebanyak 2 kali disajikan
sebagai berikut:
TABEL IV.4
LEMBAR OBSERVASI TENTANG PERBANDINGAN METODE INDEX
CARD MATCH DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP HASIL
BELAJAR TEMATIK SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 004
SUNGAI SALAK KECAMATAN TEMPULING
VARIABEL 𝐗𝟐
NAMA OBSERVER : KIKI AMALIA
NAMA GURU : SUMARNI, [Link].
TEMA : 1 (Satu)
KELAS : VI (Enam)
OBSERVASI KE : 1 (Satu)
HARI/TANGGAL : Senin, 13 September 2021
ALTERNATIF JAWABAN
No. ASPEK YANG DI OBSERVASI
YA TIDAK
1 Tahap Persiapan
a. Guru merumuskan tujuan
yang ingin dicapai
b. Guru menentukan pokok-
5
pokok materi yang akan
diceramahkan
c. Guru mempersiapkan
alat bantu
2 Tahap pelaksanaan
a. Langkah pembukaan
1) Guru yakin bahwa
siswa memahami
tujuan yang dicapai
2) Guru melakukan
langkah apersepsi
b. Langkah penyajian
1) Guru menjaga kontak
mata secara terus-
menerus dengan
siswa
2) Guru menggunakan
bahasa yang
komunikatif dan
mudah dicerna oleh
siswa
3) Guru menyajikan
materi secara
sistematis
4) Guru menanggapi
respon siswa dengan
segera
5) Guru menjaga kelas
agar tetap kondusif
dan menggairahkan
5
untuk belajar
c. Langkah mengakhiri atau menutup
1) Guru membimbing
siswa untuk menarik
kesimpulan atau
merangkum materi
pelajaran yang
telah disampaikan
2) Guru merangsang
siswa untuk
menanggapi atau
memberi semacam
ulasan materi
pembelajaran yang
telah disampaikan
3) Guru melakukan
evaluasi untuk
mengetahui
kemampuan siswa
menguasai materi
pembelajaran yang
telah disampaikan
Jumlah (N) 13
F 7 6
𝐅
54% 46%
P = x 100 %
𝐍
Sumber data: Data hasil observasi 13 September 2021
Tabel di atas diketahui bahwa hasil observasi
sebelum menggunakan metode index card match
5
(konvensional) terhadap hasil belajar tematik siswa
kelas VI di Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling, menggunakan rumus:
𝐅
P = x 100 %
𝐍
Selanjutnya alternatif jawaban “Ya” diberi
skor 1, untuk alternatif jawaban “Tidak” diberi
skor 0. Sehingga didapatkan:
F Ya = 7 x 1 = 7
F Tidak = 6 x 0 = 0
N = 13
F
Maka P x 100 %
= N
7
P = x 100 %
13
P = 54 %
Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat
diketahui bahwa yang menjawab “Ya” sebanyak 7
dengan hasil presentase sebesar 54% yang termasuk
pada kategori “cukup baik” karena berada pada
rentang angka 41% − 60%.
5
TABEL IV.5
LEMBAR OBSERVASI TENTANG PERBANDINGAN METODE INDEX
CARD MATCH DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP HASIL
BELAJAR TEMATIK SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 004
SUNGAI SALAK KECAMATAN TEMPULING
VARIABEL 𝐗𝟐
NAMA OBSERVER : KIKI AMALIA
NAMA GURU : SUMARNI, [Link].
TEMA : 2 (Dua)
KELAS : VI (Enam)
OBSERVASI KE : 2 (Satu)
HARI/TANGGAL : Senin, 20 September 2021
ALTERNATIF JAWABAN
No. ASPEK YANG DI OBSERVASI
YA TIDAK
1 Tahap Persiapan
d. Guru merumuskan tujuan
yang ingin dicapai
e. Guru menentukan pokok-
pokok materi yang akan
diceramahkan
f. Guru mempersiapkan
alat bantu
2 Tahap pelaksanaan
a. Langkah pembukaan
3) Guru yakin bahwa
siswa memahami
tujuan yang dicapai
4) Guru melakukan
langkah apersepsi
5
b. Langkah penyajian
6) Guru menjaga kontak
mata secara terus-
menerus dengan
siswa
7) Guru menggunakan
bahasa yang
komunikatif dan
mudah dicerna oleh
siswa
8) Guru menyajikan
materi secara
sistematis
9) Guru menanggapi
respon siswa dengan
segera
10) Guru menjaga
kelas agar tetap
kondusif dan
menggairahkan untuk
belajar
c. Langkah mengakhiri atau menutup
4) Guru membimbing
siswa untuk menarik
kesimpulan atau
merangkum materi
pelajaran yang
telah disampaikan
5) Guru merangsang
siswa untuk
5
menanggapi atau
memberi semacam
ulasan materi
pembelajaran yang
telah disampaikan
6) Guru melakukan
evaluasi untuk
mengetahui
kemampuan siswa
menguasai materi
pembelajaran yang
telah disampaikan
Jumlah (N) 13
F 8 5
𝐅
61,5% 38,5%
P = x 100 %
𝐍
Sumber data: Data hasil observasi 20 september 2021
Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat
diketahui bahwa yang menjawab “Ya” sebanyak 8
dengan hasil presentase sebesar 61,5% yang
termasuk pada kategori “Baik” karena berada pada
rentang angka 61% − 70%.
5
TABEL IV.6
LEMBAR OBSERVASI TENTANG PERBANDINGAN METODE INDEX
CARD MATCH DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP HASIL
BELAJAR TEMATIK SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 004
SUNGAI SALAK KECAMATAN TEMPULING
VARIABEL 𝐗𝟏
NAMA OBSERVER : KIKI AMALIA
NAMA GURU : SUMARNI, S. Pd.
TEMA : 1 dan 2 (Satu dan Dua)
KELAS : VI (Enam)
OBSERVASI KE : 1 (Satu)
HARI/TANGGAL : Sabtu, 25 September 2021
ALTERNATIF JAWABAN
NO ASPEK YANG DI OBSERVASI
YA TIDAK
1 Guru membuat potongan-
potongan kertas sebanyak
jumlah siswa yang ada di
dalam kelas
2 Guru membagi kertas-kertas
tersebut menjadi dua
bagian yang sama
3 Guru menulis pertanyaan
tentang materi yang akan
dibelajarkan, setiap
kertas berisi satu
pertanyaan
4 Guru menulis jawaban dari
pertanyaan yang dibuat
5 Guru mengkocok semua
kertas sehingga akan
5
tercampur antara soal dan
jawaban
6 Guru membagikan kertas dan
menjelaskan aktivitas
dilakukan berpasangan,
sehingga separuh siswa
mendapatkan soal dan
separuhnya lagi
mendapatkan jawaban
7 Guru meminta siswa untuk
menemukan pasangan mereka
dan meminta agar mereka
duduk berdekatan serta
tidak memberitahu materi
yang didapat kepada teman
yang lain.
8 Guru meminta setiap
pasangan secara bergantian
untuk membacakan soal dan
jawaban yang didapat
secara bergantian
9 Guru mengakhiri proses ini
dengan membuat klarifikasi
dan kesimpulan
Jumlah 9
𝐅 100% -
P = x 100%
𝐍
Sumber data: Data hasil observasi 25 September 2021
6
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa
hasil observasi tentang metode index card match
terhadap hasil belajar tematik siswa di Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling,
menggunakan rumus:
F
P = x 100%
N
Selanjutnya alternatif jawaban “Ya” diberi
skor 1, sedangkan untuk alternatif jawaban “Tidak”
diberi skor 0. Sehingga didapatkan:
F Ya = 9 x 1 = 9
F Tidak = 0 x 0 = 0
N = 9
F
Maka, P = x 100%
N
9
P = x 100%
9
P = 100%
Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat
diketahui bahwa yang menjawab “Ya” sebanyak 9
dengan hasil presentase sebesar 100% yang termasuk
pada kategori “Sangat Baik” karena berada pada
rentang angka 91% − 100%.
6
TABEL IV.7
Hasil Observasi Pre-test dan Post-test Kelas VI
No Aspek yang Alternatif Jawaban
diamati
Ya Tidak Jumlah
F P F P F P
1 Pre-test 7 54% 6 46% 13 100%
2 Pre-test 8 61,5 5 38,5 13 100%
% %
3 Post-test 9 100% 0 0% 9 100%
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa
observasi pre-test I, diperoleh alternatif jawaban
“Ya” sejumlah 7 dengan hasil presentase sebesar
54% dan observasi pre-test II diperoleh alternatif
“Ya” sejumlah 8 dengan hasil presentase sebesar
61,5%. Sedangkan observasi post-test diperoleh
alternatif jawaban “Ya” sejumlah 9 dengan
presentase 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
observasi post-test lebih tinggi dibandingkan
observasi pre-test.
6
2. Penyajian Data Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas VI
Variabel 𝐗𝟐 (Metode Konvensional) Pre-test 1 dan Pre-
test 2 di Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling
TABEL IV.8
Penyajian Data Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas VI
Variabel 𝐗𝟐 (Metode Konvensional)Pre-test 1 dan Pre-
test 2
Pre-test Pre-test
No Nama
1 2
1 Ani 60 65
2 Arbaiyah 70 80
3 Ayyuna Putri Ahmad 80 75
4 Elsa Azizah 65 70
5 Halimatu Sa’diah 70 80
6 Khairatul Hafizah 60 75
7 Mohammad Aditia Arifin 70 75
8 Nazilla Srinurlita 75 80
9 Taufik Kurahman 80 80
10 Yubai Yinah 60 60
11 Wendi 80 85
770 825
Jumlah N = 11
𝒙̅ = 70 𝒙̅ = 75
Sumber: Ulangan Tengah Semester
6
Berdasarkan tabel di atas, hasil belajar
tematik siswa saat menggunakan metode konvensional
(pre-test I dan pre-test II) di kelas VI Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling,
diketahui bahwa dari 11 orang siswa rata-rata
mencapai angka 70% dan 75% yang termasuk ke dalam
kategori “Baik”.
3. Rekapitulasi Data Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas
VI Variabel 𝐗𝟏 (Metode Index Card Match) dengan
variabel 𝐗𝟐 (Metode Konvensional) di Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
TABEL IV.9
Rekapitulasi Hasil Belajar Tematik aSiswa Kelas VI
Variabel 𝐗𝟏 (Metode Index Card Match) dengan
Variabel 𝐗𝟐 (Metode Konvensional) di Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
Pre-test Post-test
No. Nama
(𝐗𝟐) (𝐗𝟏)
1 Ani 62,5 80
2 Arbaiyah 75 85
3 Ayyuna Putri Ahmad 77,5 100
4 Elsa Azizah 67,5 80
5 Halimatu Sa’diah 75 100
6 Khairatul Hafizah 67,5 85
6
7 Mohammad Aditia Arifin 72,5 90
8 Nazilla Srinurlita 77,5 90
9 Taufik Kurahman 80 100
10 Yubai Yinah 60 80
11 Wendi 82,5 100
797,5 990
Jumlah N = 11
𝒙̅ = 𝒙̅ = 90
72,50
Berdasarkan penyajian data rekapitulasi di
atas diperoleh jumlah rata-rata hasil belajar
variabel 𝐗𝟏 (posttest) berjumlah 90%, sedangkan
jumlah rata-rata hasil belajar variabel 𝐗𝟐 (pretest)
berjumlah 72,50%. Hasil rekapitulasi di atas
digunakan untuk analisis uji paired t-test adalah
hasil belajar post-test II.
6
4. Grafik Perbandingan Hasil Belajar Tematik Siswa
Kelas VI Variabel 𝐗𝟏 (Metode Index Card Match)
dengan variabel 𝐗𝟐 (Metode Konvensional) di Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
GAMBAR IV.1
Grafik Perbandingan Hasil Belajr Tematik Siswa Kelas
Vi Variabel 𝐗𝟏 (Metode Index Card Match) dengan
Variabel 𝐗𝟐 (Metode Konvensional) di Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
Kelas Eksperimen
100,00% 90%
90,00%
80,00%
70,00% 72,50%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00% Kelas Eksperimen
20,00%
10,00%
0,00%
KonvensionalIndex Card Match
Berdasarkan grafik di atas perbandingan hasil
belajar tematik siswa kelas VI antara metode
konvensional dengan metode index card match dapat
dijelaskan bahwa terdapat perbedaan presentasi
setelah dilakukan treatment yaitu penerapan metode
index card match terhadap hasil belajar tematik
siswa. Diketahui bahwa jumlah rata-rata pada metode
konvensional adalah 72.50% yang termasuk kategori
“Baik” sedangkan jumlah rata-rata pada metode index
6
card match adalah 90% yang termasuk dalam kategori
“Sangat Baik”.
C. Pembahasan Data Hasil Penelitian
Data hasil penelitian akan peneliti bahas dengan
menggunakan uji paired t-test dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Menentukan Deviasi Masing-masing Subjek
Langkah-langkah menentukan deviasi masing-
masing subjek adalah sebagai berikut:
TABEL IV.10
Pre-test dan Post-tes Hasil Belajar Siswa Kelas
VI Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling
Pre- Post- Gain (d)
No Nama test test Post-test –
(𝐗𝟐) (𝐗𝟏) Pre test
1 Ani 62,5 80 +17,5
2 Arbaiyah 75 85 +10
3 Ayyuna Putri Ahmad 77,5 100 +22,5
4 Elsa Azizah 67,5 80 +12,5
5 Halimatu Sa’diah 75 100 +25
6 Khairatul Hafizah 67,5 85 +17,5
Mohammad Aditia 72,5 90 +17,5
7
Arifin
8 Nazilla Srinurlita 77,5 90 +12,5
6
9 Taufik Kurahman 80 100 +20
10 Yubai Yinah 60 80 +20
11 Wendi 82,5 100 +17,5
797,5 990
Jumlah N = 11 ̅𝒙𝟏= ̅𝒙𝟐= ∑ 𝐝 = 192,5
72,5 90
Keterangan:
Gain = Menghitung selisih antara nilai pre-
test dan nilai post-test
d = Deviasi
𝑥̅ = Rata-rata
∑d
Md = 192,5
𝑁 = = 17,5
11
Berdasarkan hasil rekapitulasi mencari nilai
d terhadap hasil belajar tematik siswa pre-test
dan post-test kelas VI Sekolah Dasar Negeri 004
Sungai Salak Kecamatan Tempuling, didapat nilai
∑ 𝐝 = 192,5. Diketahui bahwa rata-rata nilai pre-
test siswa adalah 72,50% dengan kategori “Baik”,
sedangkan rata-rata nilai post-test siswa adalah
90% dengan kategori “Sangat Baik”.
6
2. Menentukan Jumlah Kuadrat Deviasi
Langkah-langkah menentukan jumlah kuadrat
deviasi adalah sebagai berikut:
TABEL IV.11
Menentukan Jumlah Kuadrat Deviasi
No Subjek D 𝐗𝐝 𝐗𝟐𝐝
(d - Md)
1 Ani 17,5 0 0
2 Arbaiyah 10 -7,5 56,25
3 Ayyuna Putri Ahmad 22,5 5 25
4 Elsa Azizah 12,5 -5 25
5 Halimatu Sa’diah 25 7,5 56,25
6 Khairatul Hafizah 17,5 0 0
7 Mohammad Aditia 17,5 0 0
Arifin
8 Nazilla Srinurlita 12,5 -5 25
9 Taufik Kurahman 20 2,5 6,25
10 Yubai Yinah 20 2,5 6,25
11 Wendi 17,5 0 0
∑ 𝐝 =192,5 ∑ 𝐗𝟐𝐝= 200
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa
jumlah kuadrat deviasi berjumlah 200. Angka
tersebut digunakan untuk menentukan jumlah Thitung.
6
3. Menentukan Nilai 𝐓𝐡𝐢𝐭𝐮𝐧𝐠
Langkah-langkah untuk menentukan nilai Thitung
digunakan rumus sebagai berikut:
𝑀𝑑 17,5 17,5 17,5 17,5
t =
∑ 200
=√ 200 = 200
√110)
= √1,82
= √ 11 (11−1) 11 (10)
∑ 𝑥2 𝑑
√𝑁 (𝑁−1)
17,
5 = 12,963
t =
1,3
5
4. Menentukan Nilai 𝐓𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥
Cara menentukan nilai Ttabel ditempuh dengan
menggunakan rumus:
d.b = N – 1
= 11 – 1
= 10
Berdasarkan perhitungan di atas maka taraf
signifikan (α) = 0,05 dan n = 11, d.b = 10,
sehingga diperoleh nilai Ttabel = 2,228.
5. Pengujian Hipotesis
Berdasarkan hasil perhitungan Thitung dan Ttabel,
maka diperoleh Thitung lebih besar dari Ttabel atau
Thitung = 12,963 ≥ Ttabel = 2,228, maka H0 ditolak
sedangkan Ha diterima. Maka, berikut disajikan
gambar kurva daerah penolakan H0.
7
GAMBAR KURVA IV.2
Gambar Membandingkan Nilai Thitung dengan Ttabel
Wilayah Penolakan H0 Wilayah Penolakan H0
Wilayah
Penerimaan H0
α = 0.05 α = 0.05
-2,228 2.228 12,963
Karena nilai Thitung terletak pada daerah
penolakan, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Ha : Terdapat perbandingan signifikan antara
metode index card match dengan metode
konvensional terhadap hasil belajar tematik siswa
kelas VI di Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak
Kecamatan Tempuling.
Jadi, perbandingannya adalah metode index
card match dapat meningkatkan hasil belajar siswa
daripada metode konvensional. Hal ini dapat
dilihat dari nilai rata-rata metode index card
match lebih tinggi dibanding metode konvensional.
7
D. Analisa Data Hasil Penelitian
Dari pembahasan data melalui hasil belajar
tematik siswa, dapat diperoleh analisa data variabel
X1 yaitu dengan menggunakan metode index card match
pada pembelajaran tematik kelas VI di Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling, pada
angka 90% dan dikategorikan sangat baik, karena
terletak pada interval 81% - 100%. Hal ini
dikarenakan banyaknya siswa yang benar dalam
menjawab soal pada ulangan tengah semester tema 1
dan 2. Hal tersebut sejalan dengan pendapat
Handayani bahwa kelebihan metode index card match
adalah mampu meningkatkan prestasi/hasil belajar
siswa mencapai taraf ketuntasan belajar.36
Selanjutnya melalui analisa data pada variabel
X2, yaitu menggunakan metode konvensional pada pada
pembelajaran tematik kelas VI di Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling, pada
angka 72,50% dan dikategorikan baik, karena terletak
pada interval 61% - 80%. Hal ini dikarenakan hasil
belajar siswa dengan rata-rata 70% dan 75% pada
pengisian soal ulangan harian tema 1 dan 2. Hal
tersebut sejalan dengan pendapat Muhibbin Syah bahwa
36 Muhammad Afandi, dkk, [Link], hlm. 49.
7
keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dalam sebuah program yang dilakukan
dengan cara evaluasi atau penilaian.37
Selanjutnya melalui analisa data pada variabel
Y, yaitu hasil belajar tematik siswa kelas VI di
Sekolah Dasar Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling terdapat perbandingan signifikan antara
hasil belajar tematik siswa menggunakan metode index
card match dengan metode konvensional. Hal ini dapat
dilihat dari hasil perhitungan Thitung dan Ttabel, maka
diperoleh Thitung lebih besar dari Ttabel atau Thitung =
12,963 ≥ Ttabel = 2,228, maka H0 ditolak sedangkan Ha
diterima. Dengan demikian, terdapat perbandingan
signifikan antara variabel X1 dengan X2 terhadap
variabel Y. Hal ini dikarenakan perbedaan nilai
rata-rata setelah pelaksanaan metode pembelajaran,
baik metode konvensional maupun metode index card
match. Hal tersebut sejalan dengan teori yang
mengatakan bahwa model pembelajaran index card match
dapat merangsang siswa untuk melakukan aktivitas
belajar secara bertanggung jawab dan disiplin
37 Muhibbin Syah, [Link], hlm. 141.
7
sehingga tujuan pembelajarn dapat tercapai dan
prestasi/hasil belajar dapat meningkat.38
Dapat dilihat bahwa, metode index card match
berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar tematik
siswa daripada metode konvensional.
38 Muhammad Afandi, dkk, [Link], hlm. 48.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
penulis jabarkan pada bab IV, maka dapat penulis
tarik kesimpulan sebagai jawaban dari rumusan
masalah dalam penelitian ini, yaitu:
Hasil belajar tematik siswa dengan menggunakan
metode index card match di kelas VI Sekolah Dasar
Negeri 004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling
diperoleh rata-rata 90%, termasuk ke dalam kategori
sangat baik. Hal ini dikarenakan metode Index Card
Match dapat menumbuhkan kegembiraan dan mampu
menciptakan suasana belajar yang aktif dan
menyenangkan dalam proses pembelajaran.
Hasil belajar tematik siswa dengan menggunakan
metode konvensional di kelas VI Sungai Salak
Kecamatan Tempuling diperoleh rata-rata 72,50%,
termasuk kategori baik.
Hasil belajar tematik siswa kelas VI Sekolah
Dasar Negeri 004 Sungai Salak yang menggunakan
metode index card match dan metode konvensional,
dapat membandingkan nilai rata-rata hasil belajar
74
7
tematik. Hal ini dapat diketahui dari hasil
perhitungan dengan menggunakan rumus uji paired t-
test, hasil yang di dapat yaitu Thitung lebih besar
dari Ttabel atau Thitung = 12,963 ≥ Ttabel = 2,228, maka
H0 ditolak sedangkan Ha diterima. Artinya terdapat
perbandingan signifikan antara metode index card
match dengan metode konvensional terhadap hasil
belajar tematik siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri
004 Sungai Salak Kecamatan Tempuling.
B. Saran
Adapun saran yang penulis paparkan setelah
melakukan penelitian di Sekolah Dasar Negeri 004
Sungai Salak Kecamatan Tempuling sebagai berikut:
1. Bagi Guru diharapkan untuk meningkatkan
kemampuan dalam mempergunakan metode
pembelajaran yang bervariatif agar tidak
monoton.
2. Bagi siswa diharapkan untuk terus berupaya
meningkat hasil belajar yang telah dicapai,
belajar lebih giat dan tekun.
3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk
meneruskan penelitian ini dengan menggunakan
7
media/sumber yang berbeda dari yang sudah
peneliti lakukan.
7
Daftar Pustaka
Afandi, Muhammad, dkk. 2013. Model dan Metode
Pembelajaran di Sekolah. Semarang: UNISSULA PRESS.
Alma, Buchari, dkk. 2004. Guru Profesional (Menguasai
Metode dan Terampil Mengajar). Bandung: Alfabeta.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Bungin, Burhan. 2010. Metodologi Penelitian
Kuantitatif. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: Rineka Cipta.
Haudi. 2021. Strategi Pembelajaran. Sumatera Barat:
Insan Cedekia Mandiri.
Helmiati. 2012. Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja
Pressindo.
Mahmud, Saifuddin dan Muhammad Idham. 2017. Strategi
Belajar Mengajar. Syiah Kuala.
Rahmat. 2019. Metode Pembelajaran Pendidikan Agama
Islam Konteks Kurikulum 2013. Yogyakarta: Bening
Pustaka.
Riduwan. 2015. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru,
Karyawan, dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.
. 2016. Pengantar Statistika Sosial. Bandung:
Alfabeta.
Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis
Komputer Mengembangkan Profesionalisme Abad 21.
Bandung: Alfabeta.
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi
pada Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada GROUP.
. 2012. Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
7
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cet XV. Bandung:
Alfabeta.
. 2016. Statistika untuk Penelitian. Bandung:
Alfabeta.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan
Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di
Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenadamedia
Group.
Syah, Muhibbin. 2001. Psikologi Pendidikan dengan
Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tianto. 2011. Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi
Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga
Kependidikan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
TABEL T
α untuk Uji Satu Pihak (one tail test)
0,25 0,10 0,05 0,025 0,01 0,005
dk α untuk Uji Dua Pihak (two tail test)
0,50 0,20 0,10 0,05 0,02 0,01
1 1,000 3,078 6,314 12,706 31,821 63,657
2 0,816 1,886 2,920 4,303 6,965 9,925
3 0,765 1,638 2,353 3,182 4,541 5,841
4 0, 741 1,533 2,132 2,776 3,747 4,604
5 0,727 1,476 2,015 2,571 3,365 4,032
6 0,718 1,440 1,943 2,447 3,143 3,707
7 0,711 1,415 1,895 2,365 2,998 3,499
8 0,706 1,397 1,860 2,306 2,896 3,355
9 0,703 1,383 1,833 2,262 2,821 3,250
10 0,700 1,372 1,812 2,228 2,764 3,169
11 0,697 1,363 1,796 2,201 2,718 3,106
12 0,695 1,356 1,782 2,179 2,681 3,055
13 0,692 1,350 1,771 2,160 2,650 3,012
14 0,691 1,345 1,761 2,145 2,624 2,977
15 0,690 1,341 1,753 2,131 2,602 2,947
16 0,689 1,337 1,746 2,120 2,583 2,921
17 0,688 1,333 1,740 2,110 2,567 2,898
18 0,688 1,330 1,734 2,101 2,552 2,878
19 0,687 1,328 1,729 2,093 2,539 2,861
20 0,687 1,325 1,725 2,086 2,528 2,845
21 0,686 1,323 1,721 2,080 2,518 2,831
22 0.686 1,321 1,717 2,074 2,508 2,819
23 0,685 1,319 1,714 2,069 2,500 2,807
24 0,685 1,318 1,711 2,064 2,492 2,797
25 0,684 1,316 1,708 2,060 2,485 2,787
26 0,684 1,315 1,706 2,056 2,479 2,779
27 0,684 1,314 1,703 2,052 2,473 2,771
28 0,683 1,313 1,701 2,048 2,467 2,763
29 0,683 1,311 1,699 2,045 2,462 2,756
30 0,683 1,310 1,697 2,042 2,457 2,750
40 0,681 1,303 1,684 2,021 2,423 2,704
60 0,679 1,296 1,671 2,000 2,390 2,660
120 0,677 1,289 1,658 1,980 2,358 2,617
∞ 0,674 1,282 1,645 1,960 2,326 2,576
LEMBAR OBSERVASI TENTANG PERBANDINGAN METODE INDEX CARD
MATCH DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR
TEMATIK SISWA DI SDN 004 SUNGAI SALAK KECAMATAN
TEMPULING
VARIABEL 𝐗𝟏
NAMA OBSERVER : KIKI AMALIA
NAMA GURU :
TEMA :
HARI/TANGGAL :
ALTERNATIF JAWABAN
NO ASPEK YANG DI OBSERVASI
YA TIDAK
1 Guru membuat potongan-
potongan kertas sebanyak
jumlah siswa yang ada di
dalam kelas
2 Guru membagi kertas-kertas
tersebut menjadi dua
bagian yang sama
3 Guru menulis pertanyaan
tentang materi yang akan
dibelajarkan, setiap
kertas berisi satu
pertanyaan
4 Guru menulis jawaban dari
pertanyaan yang dibuat
5 Guru mengkocok semua
kertas sehingga akan
tercampur antara soal dan
jawaban
6 Guru membagikan kertas dan
menjelaskan aktivitas
dilakukan berpasangan,
sehingga separuh siswa
mendapatkan soal dan
separuhnya lagi
mendapatkan jawaban
7 Guru meminta siswa untuk
menemukan pasangan mereka
dan meminta agar mereka
duduk berdekatan serta
tidak memberitahu materi
yang didapat kepada teman
yang lain.
8 Guru meminta setiap
pasangan secara bergantian
untuk membacakan soal dan
jawaban yang didapat
secara bergantian
9 Guru mengakhiri proses ini
dengan membuat klarifikasi
dan kesimpulan
Mengetahui,
Dosen Pembimbing Mahasiswa Bimbingan
LEMBAR OBSERVASI TENTANG PERBANDINGAN METODE INDEX CARD
MATCH DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR
TEMATIK SISWA DI SDN 004 SUNGAI SALAK KECAMATAN
TEMPULING
VARIABEL 𝐗𝟐
NAMA OBSERVER : KIKI AMALIA
NAMA GURU :
TEMA :
HARI/TANGGAL :
ALTERNATIF JAWABAN
NO ASPEK YANG DI OBSERVASI
YA TIDAK
1 Tahap Persiapan
g. Guru merumuskan tujuan
yang ingin dicapai
h. Guru menentukan pokok-
pokok materi yang akan
diceramahkan
i. Guru mempersiapkan alat
bantu
2 Tahap pelaksanaan
a. Langkah pembukaan
5) Guru yakin
bahwa siswa
memahami
tujuan yang dicapai
6) Guru melakukan
langkah apersepsi
b. Langkah penyajian
11) Guru menjaga
kontak mata secara
terus-menerus dengan
siswa
12) Guru menggunakan
bahasa yang
komunikatif dan
mudah dicerna oleh
siswa
13) Guru menyajikan
materi secara
sistematis
14) Guru menanggapi
respon siswa dengan
segera
15) Guru menjaga
kelas agar tetap
kondusif dan
menggairahkan untuk
belajar
c. Langkah mengakhiri atau menutup
7) Guru membimkbing
siswa untuk menarik
kesimpulan atau
merangkum materi
pelajaran yang telah
disampaikan
8) Guru meransang
siswa untuk
menanggapi atau
memberi semacam
ulasan materi
pembelajaran yang
telah disampaikan
9) Guru melakukan
evaluasi untuk
mengetahui kemampuan
siswa menguasai
materi pembelajaran
yang telah
disampaikan.
Mengetahui,
Dosen Pembimbing Mahasiswa Bimbingan
LEMBAR OBSERVASI TENTANG PERBANDINGAN METODE INDEX CARD
MATCH DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR
TEMATIK SISWA DI SDN 004 SUNGAI SALAK KECAMATAN
TEMPULING
VARIABEL 𝐗𝟏
NAMA OBSERVER : KIKI AMALIA
NAMA GURU :
TEMA :
HARI/TANGGAL :
ALTERNATIF JAWABAN
NO ASPEK YANG DI OBSERVASI
YA TIDAK
1 Siswa menerima potongan
kertas yang berisi soal
dan siswa lain menerima
potongan kertas berisi
jawaban yang diberikan
oleh guru.
2 Siswa menemukan pasangan
dan duduk berdekatan
dengan pasangannya.
3 Siswa bergantian
membacakan soal dan
jawaban dengan
pasangannya.
Mengetahui,
Dosen Pembimbing Mahasiswa Bimbingan
LEMBAR OBSERVASI TENTANG PERBANDINGAN METODE INDEX CARD
MATCH DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR
TEMATIK SISWA DI SDN 004 SUNGAI SALAK KECAMATAN
TEMPULING
VARIABEL 𝐗𝟐
NAMA OBSERVER : KIKI AMALIA
NAMA GURU :
TEMA :
HARI/TANGGAL :
ALTERNATIF JAWABAN
NO ASPEK YANG DI OBSERVASI
YA TIDAK
1 Siswa memahami tujuan yang
dicapai.
2 Siswa memberikan respon
kepada guru.
3 Siswa menarik kesimpulan
atau merangkum materi
pelajaran yang telah
disampaikan guru.
4 siswa menanggapi atau
memberi semacam ulasan
materi pembelajaran yang
telah disampaikan oleh
guru.
5 Siswa melaksanakan
evaluasi terhadap materi
pembelajaran yang telah
disampaikan oleh guru.
Mengetahui,
Dosen Pembimbing Mahasiswa Bimbingan
ULANGAN TENGAH SEMESTER 1
Tema : Nama :
Hari/Tanggal : Kelas : VI
Pilihlah a, b, c atau d dengan memberi tanda silang (x) pada jawaban yang benar!
1. Ida beragama Hindu, sedangkan Wulan beragama Islam. Ketika Wulan
beribadah, Ida mempersilahkan dan tidak mengganggunya. Sikap yang
ditunjukkan Ida tercermin pada pengamalan sila Pancasila.
a. Pertama b. Kedua c. Ketiga d. Keempat
2. Dasar negara Indonesia ialah ....
a. UUD 1945 b. GBHN c. Pancasila d. UU
3. Berikut ini yang termasuk penerapan demokrasi di lingkungan keluarga
adalah ....
a. Pembagian tugas pekerjaan rumah c. Belajar kelompok
a. Piket kelas d. Musyawarah memilih ketua RT
4. Berikut ini yang termasuk penerapan sila kelima Pancasila adalah ....
a. Berdoa sebelum makan c. Bermusyawarah memilih ketua RT
a. Berbuat adil terhadap sesama d. Menjaga kerukunan di masyarakat
5. Musyawarah dilaksanakan untuk mencapai ....
a. Manfaat b. Mufakat c. Cita-cita d. tujuan
6. Semua makhluk hidup merupakan ciptaan tuhan yang harus kita syukuri.
Contoh perilaku yang mencerminkan rasa syukur adalah ....
a. Menebang pohon-pohon di hutan agar terlihat menarik
b. Meracuni air di sungai agar bisa mendapat banyak ikan
c. Merawat hewan peliharaan dengan baik
d. Membuang sampah di sungai
7. Bentuk pengamalan sila pertama Pancasila dalam keseharian adalah ....
a. Ida senang memakai produk dalam negeri c. Buyung selalu berdoa
sebelum belajar
b. Dina berbagi kue dengan Wulan d. Salosa mengikuti upacara
dengan tertib
8. Kamu melihat seorang nenek kesulitan menyebrang jalan. Sikap kamu
sebaiknya ....
a. Melihat saja dengan teman c. Mencari teman lain agar membantu nenek
b. Pura-pura tidak tahu d. Membantu nenek menyebrang jalan
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 9-11 !
Bunga Rafflesia Arnoldi hidup di Taman Nasional Bengkulu. Diameter
bunga ini yang mencapai 1 meter. Bunga Rafflesia Arnoldi disebut juga
bunga bangkai karena baunya yang sangat kuat. Saat ini bunga bangkai
terancam punah karena habitatnya yang terbatas. Pembangunan yang
dilakukan oleh manusia berakibat buruk terhadap habitat tanaman ini.
9. Simpulan dari paragraf di atas adalah ....
a. Bunga Rafflesia Arnoldi yang bau c. Bunga Rafflesia Arnoldi yang
sangat tinggi
b. Bunga Rafflesia Arnoldi banyak diburu d. Bunga Rafflesia Arnoldi
yang terancam punah
10. Bunga bangkai hidup di Taman Nasional ...
a. Bengkulu b. Jawa Barat c. Sumatra Barat d. Papua
11. Alasan bunga bangkai terancam punah ....
a. Lingkungan yang subur c. Habitat yang terbatas
b. Mudah dikembangbiakkan d. Penghijauan
12. Dalam satu paragraf terdapat......gagasan pokok.
a. Satu b. Dua c. Tiga d. Empat
13. Gagasan pokok dalam suatu paragraf dapat ditemukan dengan
memperhatikan ....
a. Letak kalimat penjelas c. Kata kunci
b. Letak kalimat utama d. Fakta dalam bacaan
14. Informasi yang benar sesuai kenyataan disebut ...
a. Pendapat b. Fakta c. Fiksi d. Mitos
15. Sinonim kata bibit adalah ....
a. Benih b. Akar c. Batang d. Biji
16. Vitamin diperlukan untuk menjaga kesehatan dan melindungi tubuh kita dari
serangan berbagai penyakit.
Kalimat tanya yang sesuai dengan pernyataan di atas adalah ....
a. Apa saja makanan yang mengandung vitamin?
b. Apa manfaat vitamin bagi tubuh?
c. Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan vitamin?
d. Bagaimana cara menjaga tubuh agar tetap sehat?
17. Bawang merah berkembang biak dengan ...
a. Umbi akar b. Umbi batang c. Umbi lapis d. tunas
18. Tumbuhan berikut yang berkembangbiak dengan tunas adalah ....
a. Pisang dan mangga c. Bambu dan mahoni
b. Pisang dan bambu d. Pisang dan padi
19. Tanaman mangga dikembangbiakkan secara vegetatif buatan dengan cara ....
a. Mencangkok b. Merunduk c. Tunas d. Setek
20. Hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur, yaitu ....
a. Sapi, bebek, dan ayam c. Bebek, angsa, dan kelinci
b. Ayam, lumba-lumba, dan cecak d. Ayam, katak, dan bebek
21. Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara beranak adalah ....
a. Ikan b. Katak c. Cicak d. Kucing
22. Hewan yang berkembang biak dengan bertelur disebut ....
a. Ovipar b. Vivipar c. Ovovipar d. ovovivipar
23. Berikut ini yang termasuk hewan langka adalah ....
a. Ayam b. Kucing c. Komodo d. Kadal
24. Pelestarian hewan dan tumbuhan bertujuan untuk menjaga agar makhluk
hidup tidak ....
a. Berkembang biak b. Beranak c. Punah d. Bertambah
25. ASEAN merupakan organisasi dari negara di kawasan ....
a. Asia Selatan mb. Asia Timur c. Afrika Selatan d. Asia
Tenggara
26. Tun Abdul Razak adalah tokoh pendiri ASEAN yang berasal dari negara ....
a. Filipina b. Malaysia c. Vietnam d. Laos
27. Negara yang disebut sebagai Lumbung padi di Asia Tenggara adalah ....
a. Malaysia b. Laos c. Vietnam d. Thailand
28. Negara paling maju di Asia Tenggara adalah ....
a. Indonesia b. Malaysia c. Filipina d. Singapura
29. Kegiatan menjual barang ke luar negeri disebut ....
a. Impor b. Ekspor c. Produksi d. Konsumsi
30. Mata uang negara malaysia adalah ....
a. Rupiahb. Ringgit c. Peso d. Dolar
31. Berikut ini yang bukan negara pendiri ASEAN adalah ....
a. Thailand b. Filipina c. Vietnam d. Singapura
32. Kepala negara Vietnam adalah seorang ....
a. Presiden b. Sultan c. Perdana menteri d. Raja
Mengetahui,
Dosen Pembimbing Mahasiswa Bimbingan
ULANGAN TENGAH SEMESTER 1
Tema : Nama :
Hari/Tanggal : Kelas : VI
Pilihlah a, b, c atau d dengan memberi tanda silang (x) pada jawaban yang
benar!
1. Keberagaman suku yang ada di Indonesia harus dimaknai sebagai ....
a. Perpecahan bangsa b. Kemunduran negara c. Kekayaan bangsa d.
Kelemahan negara
2. Di bawah ini merupakan sikap yang harus dikembangkan dalam mewujudkan
persatuan dan keberagaman yaitu ....
a. Menghapuskan semua perbedaan
b. Memandang rendah suku dan budaya
c. Menganggap suku dan budaya sendiri sebagai suku yang paling baik
d. Menerima keberagaman suku dan budaya sebagai kekayaan bangsa
3. Kita harus rukun dengan teman yang berbeda agama dengan cara ....
a. Menghormati agamanya c. Mengikuti agamanya
b. Mengganggu ibadahnya d. Mengganggu hari rayanya
4. Membina persatuan dan kesatuan dapat dilakukan dengan cara ....
a. Gotong-royong membersihkan parit desa
b. Membujuk pemeluk agama lain agar mengikuti agamanya
c. Berteman dengan teman sesuku
d. Meninggalkan budaya daerah
5. Cara mengahrgai teman yang berbeda agama dapat dilakukan dengan cara ....
a. Makan di depan teman yang sedang berpuasa
b. Menjelekkan agama teman
c. Memberikan waktu untuk beribadah dengan tenang
d. Mengajak teman bermain saat memasuki waktu untuk beribadah
6. Sikap yang perlu dikembangkan dalam keluarga untuk menjaga persatuan dan
kesatuan, yaitu ...
a. Menghindari pertengkaran antarwarga sekolah
b. Mendahulukan kepentingan bangsa dan negara
c. Menjenguk tetangga yang sakit
d. Saling menyayangi sesama anggota keluarga
7. Sikap yang perlu dikembangkan di sekolah untuk menjaga persatuan dan
kesatuan, yaitu ....
a. Mengembangkan sikap tenggang rasa dalam keluarga
b. Mentaati tata tertib sekolah
c. Keterbukaan antaranggota keluarga
d. Saling menghormati sesama anggota keluarga
8. Pedoman hidup masyarakat Indonesia adalah ....
a. Pancasila dan UUD 1945
b. Bahasa Indonesia dan bendera merah putih
c. Bendera merah putih dan lagu “Indonesia Raya”
d. Lagu “Indonesia Raya” damn UUD 1945
9. Mempertanyakan tujuan melakukan suatu perbuatan digunakan kata tanya ...
a. Dari Apa b. Untuk apa c. Dengan apa d. Jawaban benar semua
10. Kalimat tanya berdasarkan jawaban berikut yaitu ...
Ir. Soekarno merupakan salah satu tokoh hebat yang berjuang dalam meraih
Kemerdekaan Indonesia dan merupakan tokoh pertama yang menjadi
Presidem Republik Indonesia.
a. Siapa wakil presiden pertama Indonesia?
b. Dari mana Soekarno berasal?
c. Apa hobi Soekarno sejak kecil?
d. Siapa tokoh yang menjadi Presiden Republik Indonesia pertama?
11. Pelaksanaan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dilaksanakan
pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pegangsaan Timur 56.
Kalimat tanya yang tepat untuk jawaban di atas adalah ....
a. Siapa yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia?
b. Kapan Proklamasi Kemerdekaan RI dilaksanakan?
c. Mengapa Proklamasi Kemerdekaan RI dilakukan?
d. Bagaimana Proklamasi Kemerdekaan RI dilakukan?
12. Tokoh yang berperan dalam pertempuran Bandung Lautan Api adalah Moh.
Toha.
Pertanyaan yang sesuai dengan jawaban di atas adalah ...
a. Siapa tokoh yang berperan dalam pertempuran Bandung Lautan Api?
b. Bagaimana pertempuran Bandung Lautan Api?
c. Mengapa terjadi pertempuran Bandung Lautan Api?
d. Kapan terjadinya pertempuran Bandung Lautan Api?
13. Perundingan Linggarjati dilaksanakan pada tanggal 11-13 November 1946.
Kata tanya yang tepat untuk jawaban di atas adalah ...
a. Kapan b. Dimana c. Mengapa d. Apa
14. Kapan pecah pertempuran antara pemuda di Semarang dengan tentara
Jepang?
a. Di Penjara Bulu c. Sumber air reservoir Siranda
b. Di candi d. Pada tanggal 14-19 Oktober 1945
15. Pada perumudan Kemerdekaan RI, dibahas pula mengenai atribut negara,
salah satunya bendera. Pertanyaan yang sesuai untuk jawaban di atas adalah
...
a. Kapan perumusan Kemerdekaan RI?
b. Apa yang dibahas dalam peristiwa perumusan Kemerdekaan RI, selain teks
Proklamasi?
c. Dimana perumusan Kemerdekaan RI?
d. Mengapa perumusan Kemerdekaan RI perlu dilaksanakan?
16. Paragraf adalah sekumpulan ...
a. Frasa b. Kata c. Klausa d. Kalimat
17. Tumbuhan putri malu mengatupkan daunnya jika ...
a. Hari sudah gelap b. Musim dingin c. Bunga akan mekar d. Mendapat
sentuhan
18. Tumbuhan ynag memiliki bulu halus dan gatal, kecuali
a. Tanaman bambu b. Pulus c. Rumput d. Rarawean
19. Ciri khusus yang dimiliki mahkluk hidup untuk menyesuaikan diri disebut ...
a. Fotosintesis b. Respirasi c. Adaptasi d. Aspirasi
20. Hewan yang melindungi dirinya dengan cara menyebarkan cairan tinta hitam
adalah ...
a. Ikan remora b. Ikan paus c. Kura-kura d. Cumi-cumi
21. Penguin memiliki bulu yang sangat tebal, berfungsi sebagai ....
a. Alat untuk mengeluarkan zat sisa c. Indra perasa dan pembau
b. Alat untuk mengambil mangsa d. Mantel untuk melindungi tubuh
22. Ciri khusus yang sama dari hewan katak dan cecak adalah ...
a. Bergerak dengan cara melompat c. Menangkap mangsa dengan
lidahnya
b. Menyelamatkan diri dengan memutuskan ekor d. Hidup di air dan di darat
23. Tempat untuk melindungi hewan yang sudah langka yaitu ...
a. Hutan lindung b. Cagar alam c. Suaka margasatwa d. Kebun binatang
24. Tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat parfum adalah
....
a. Jati b. Bayam [Link] d. cendana
25. Slaah satu bentuk kebudayaan yang perlu dilestarikan adalah ...
a. Permainan tradisional b. Lagu daerah
b. c. Tari khas daerah d. Semua benar
26. Permainan tradisional yang perlu dilestarikan, kecuali
a. Bambu betung b. Gasing c. Gobak sodor [Link] legend
27. Jepang menyerah syarat kepada sekutu pada tanggal ...
a. 6 Agustus 1945b. 9 Agustus 1945 c. 14 Agustus 1945 d. 17 Agustus
1945
28. Salah satu negara bentrukan Belanda adalah ....
a. Negara Sumatra Selatan c. Negara Sumatra Timur
b. Negara Jawa Barat d. Negara Jawa Tengah
29. Berikut tokoh yang mewakili Indonesia dalam KMB adalah ...
a. Amir Syarifudin c. Mr. Moh. Roem
b. R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo d. Prof. Dr. Mr. Soepomo
30. Belanda mengakui secara de facto dimana Republik Indonesia, meliputi..
a. Jawa, Bali dan Kalimantan c. Jawa, Madura dan Sumatra
b. Jawa, Bali dan Sumatra d. Jawa, Madura dan Sulawesi
31. Tokoh yang pertama kali membuat bendera merah putih adalah ...
a. Fatmawati b. Soekarno c. Sukarni d. Ahmad Soebardjo
32. Perumusan naskah Proklamasi dilakukan di rumah Laksamana Maeda yang
terletak ...
a. Jalan Pengangsaan I c. Jalan Kemerdekaan I
b. Jalan Imam Bonjol I d. Jalan Merdeka Barat I
Mengetahui,
Dosen Pembimbing Mahasiswa Bimbingan
ULANGAN TENGAH SEMESTER 1
Tema : Nama :
Hari/Tanggal : Kelas : VI
Pilihlah a, b, c atau d dengan memberi tanda silang (x) pada jawaban yang benar!
1. Ida beragama Hindu, sedangkan Wulan beragama Islam. Ketika Wulan
beribadah, Ida mempersilahkan dan tidak mengganggunya. Sikap yang
ditunjukkan Ida tercermin pada pengamalan sila Pancasila.
a. Pertama b. Kedua c. Ketiga d. Keempat
2. Dasar negara Indonesia ialah ....
a. UUD 1945 b. GBHN c. Pancasila d. UU
3. Berikut ini yang termasuk penerapan demokrasi di lingkungan keluarga
adalah ....
a. Pembagian tugas pekerjaan rumah c. Belajar kelompok
b. Piket kelas d. Musyawarah memilih ketua RT
4. Berikut ini yang termasuk penerapan sila kelima Pancasila adalah ....
a. Berdoa sebelum makan c. Bermusyawarah memilih ketua RT
b. Berbuat adil terhadap sesama d. Menjaga kerukunan di masyarakat
5. Musyawarah dilaksanakan untuk mencapai ....
a. Manfaat b. Mufakat c. Cita-cita d. tujuan
6. Semua makhluk hidup merupakan ciptaan tuhan yang harus kita syukuri.
Contoh perilaku yang mencerminkan rasa syukur adalah ....
a. Menebang pohon-pohon di hutan agar terlihat menarik
b. Meracuni air di sungai agar bisa mendapat banyak ikan
c. Merawat hewan peliharaan dengan baik
d. Membuang sampah di sungai
7. Bentuk pengamalan sila pertama Pancasila dalam keseharian adalah ....
a. Ida senang memakai produk dalam negeri c. Buyung selalu berdoa
sebelum belajar
b. Dina berbagi kue dengan Wulan d. Salosa mengikuti upacara
dengan tertib
8. Kamu melihat seorang nenek kesulitan menyebrang jalan. Sikap kamu
sebaiknya ....
a. Melihat saja dengan teman c. Mencari teman lain agar
membantu nenek
b. Pura-pura tidak tahu d. Membantu nenek menyebrang
jalan
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 9-11 !
Bunga Rafflesia Arnoldi hidup di Taman Nasional Bengkulu. Diameter
bunga ini yang mencapai 1 meter. Bunga Rafflesia Arnoldi disebut juga
bunga bangkai karena baunya yang sangat kuat. Saat ini bunga bangkai
terancam punah karena habitatnya yang terbatas. Pembangunan yang
dilakukan oleh manusia berakibat buruk terhadap habitat tanaman ini.
9. Simpulan dari paragraf di atas adalah ....
a. Bunga Rafflesia Arnoldi yang bau c. Bunga Rafflesia Arnoldi yang
sangat tinggi
b. Bunga Rafflesia Arnoldi banyak diburu d. Bunga Rafflesia Arnoldi yang
terancam punah
10. Bunga bangkai hidup di Taman Nasional ...
a. Bengkulu b. Jawa Barat c. Sumatra Barat d. Papua
11. Alasan bunga bangkai terancam punah ....
a. Lingkungan yang subur c. Habitat yang terbatas
b. Mudah dikembangbiakkan d. Penghijauan
12. Dalam satu paragraf terdapat......gagasan pokok.
a. Satu b. Dua c. Tiga d. Empat
13. Gagasan pokok dalam suatu paragraf dapat ditemukan dengan
memperhatikan ....
a. Letak kalimat penjelas c. Kata kunci
b. Letak kalimat utama d. Fakta dalam bacaan
14. Informasi yang benar sesuai kenyataan disebut ...
a. Pendapat b. Fakta c. Fiksi d. Mitos
15. Sinonim kata bibit adalah ....
a. Benih b. Akar c. Batang d. Biji
16. Vitamin diperlukan untuk menjaga kesehatan dan melindungi tubuh kita dari
serangan berbagai penyakit.
Kalimat tanya yang sesuai dengan pernyataan di atas adalah ....
a. Apa saja makanan yang mengandung vitamin?
b. Apa manfaat vitamin bagi tubuh?
c. Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan vitamin?
d. Bagaimana cara menjaga tubuh agar tetap sehat?
17. Bawang merah berkembang biak dengan ...
a. Umbi akar b. Umbi batang c. Umbi lapis d. Tunas
18. Tumbuhan berikut yang berkembangbiak dengan tunas adalah ....
a. Pisang dan mangga c. Bambu dan mahoni
b. Pisang dan bambu d. Pisang dan padi
19. Tanaman mangga dikembangbiakkan secara vegetatif buatan dengan cara ....
a. Mencangkok b. Merunduk c. Tunas d. Setek
20. Hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur, yaitu ....
a. Sapi, bebek, dan ayam c. Bebek, angsa, dan kelinci
b. Ayam, lumba-lumba, dan cecak d. Ayam, katak, dan bebek
21. Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara beranak adalah ....
a. Ikan b. Katak c. Cicak d. Kucing
22. Hewan yang berkembang biak dengan bertelur disebut ....
a. Ovipar b. Vivipar c. Ovivopar d. ovovivipar
23. Berikut ini yang termasuk hewan langka adalah ....
a. Ayam b. Kucing c. Komodo d. Kadal
24. Pelestarian hewan dan tumbuhan bertujuan untuk menjaga agar makhluk
hidup tidak ....
a. Berkembang biak b. Beranak c. Punah d. Bertambah
25. ASEAN merupakan organisasi dari negara di kawasan ....
a. Asia Selatan b. Asia Timur c. Afrika Selatan d. Asia
Tenggara
26. Tun Abdul Razak adalah tokoh pendiri ASEAN yang berasal dari negara ....
a. Filipina b. Malaysia c. Vietnam d. Laos
27. Negara yang disebut sebagai Lumbung padi di Asia Tenggara adalah ....
a. Malaysia b. Laos c. Vietnam d. Thailand
28. Negara paling maju di Asia Tenggara adalah ....
a. Indonesia b. Malaysia c. Filipina d. Singapura
29. Kegiatan menjual barang ke luar negeri disebut ....
a. Impor b. Ekspor c. Produksi d. Konsumsi
30. Mata uang negara Malaysia adalah ....
a. Rupiah b. Ringgit c. Peso d. Dolar
31. Berikut ini yang bukan negara pendiri ASEAN adalah ....
a. Thailand b. Filipina c. Vietnam d. Singapura
32. Kepala negara Vietnam adalah seorang ....
a. Presiden b. Sultan c. Perdana menteri d. Raja
33. Keberagaman suku yang ada di Indonesia harus dimaknai sebagai ....
a. Perpecahan bangsa b. Kemunduran negara c. Kekayaan bangsa d.
Kelemahan negara
34. Di bawah ini merupakan sikap yang harus dikembangkan dalam mewujudkan
persatuan dan keberagaman yaitu ....
a. Menghapuskan semua perbedaan
b. Memandang rendah suku dan budaya
c. Menganggap suku dan budaya sendiri sebagai suku yang paling baik
d. Menerima keberagaman suku dan budaya sebagai kekayaan bangsa
35. Kita harus rukun dengan teman yang berbeda agama dengan cara ....
a. Menghormati agamanya c. Mengikuti agamanya
b. Mengganggu ibadahnya d. Mengganggu hari rayanya
36. Membina persatuan dan kesatuan dapat dilakukan dengan cara ....
a. Gotong-royong membersihkan parit desa
b. Membujuk pemeluk agama lain agar mengikuti agamanya
c. Berteman dengan teman sesuku
d. Meninggalkan budaya daerah
37. Cara menghargai teman yang berbeda agama dapat dilakukan dengan cara ....
a. Makan di depan teman yang sedang berpuasa
b. Menjelekkan agama teman
c. Memberikan waktu untuk beribadah dengan tenang
d. Mengajak teman bermain saat memasuki waktu untuk beribadah
38. Sikap yang perlu dikembangkan dalam keluarga untuk menjaga persatuan dan
kesatuan, yaitu ...
a. Menghindari pertengkaran antarwarga sekolah
b. Mendahulukan kepentingan bangsa dan negara
c. Menjenguk tetangga yang sakit
d. Saling menyayangi sesama anggota keluarga
39. Sikap yang perlu dikembangkan di sekolah untuk menjaga persatuan dan
kesatuan, yaitu ....
a. Mengembangkan sikap tenggang rasa dalam keluarga
b. Mentaati tata tertib sekolah
c. Keterbukaan antaranggota keluarga
d. Saling menghormati sesama anggota keluarga
40. Pedoman hidup masyarakat Indonesia adalah ....
a. Pancasila dan UUD 1945
b. Bahasa Indonesia dan bendera merah putih
c. Bendera merah putih dan lagu “Indonesia Raya”
d. Lagu “Indonesia Raya” damn UUD 1945
41. Mempertanyakan tujuan melakukan suatu perbuatan digunakan kata tanya ...
a. Dari Apa b. Untuk apa c. Dengan apa d. Jawaban benar semua
42. Kalimat tanya berdasarkan jawaban berikut yaitu ...
Ir. Soekarno merupakan salah satu tokoh hebat yang berjuang dalam meraih
Kemerdekaan Indonesia dan merupakan tokoh pertama yang menjadi
Presidem Republik Indonesia.
a. Siapa wakil presiden pertama Indonesia?
b. Dari mana Soekarno berasal?
c. Apa hobi Soekarno sejak kecil?
d. Siapa tokoh yang menjadi Presiden Republik Indonesia pertama?
43. Pelaksanaan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dilaksanakan
pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pegangsaan Timur 56.
Kalimat tanya yang tepat untuk jawaban di atas adalah ....
a. Siapa yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia?
b. Kapan Proklamasi Kemerdekaan RI dilaksanakan?
c. Mengapa Proklamasi Kemerdekaan RI dilakukan?
d. Bagaimana Proklamasi Kemerdekaan RI dilakukan?
44. Tokoh yang berperan dalam pertempuran Bandung Lautan Api adalah Moh.
Toha.
Pertanyaan yang sesuai dengan jawaban di atas adalah ...
a. Siapa tokoh yang berperan dalam pertempuran Bandung Lautan Api?
b. Bagaimana pertempuran Bandung Lautan Api?
c. Mengapa terjadi pertempuran Bandung Lautan Api?
d. Kapan terjadinya pertempuran Bandung Lautan Api?
45. Perundingan Linggarjati dilaksanakan pada tanggal 11-13 November 1946.
Kata tanya yang tepat untuk jawaban di atas adalah ...
a. Kapan b. Dimana c. Mengapa d. Apa
46. Kapan pecah pertempuran antara pemuda di Semarang dengan tentara
Jepang?
a. Di Penjara Bulu c. Sumber air reservoir Siranda
b. Di candi d. Pada tanggal 14-19 Oktober 1945
47. Pada perumudan Kemerdekaan RI, dibahas pula mengenai atribut negara,
salah satunya bendera. Pertanyaan yang sesuai untuk jawaban di atas adalah
...
a. Kapan perumusan Kemerdekaan RI?
b. Apa yang dibahas dalam peristiwa perumusan Kemerdekaan RI, selain
teks Proklamasi?
c. Dimana perumusan Kemerdekaan RI?
d. Mengapa perumusan Kemerdekaan RI perlu dilaksanakan?
48. Paragraf adalah sekumpulan ...
a. Frasa b. Kata c. Klausa d. Kalimat
49. Tumbuhan putri malu mengatupkan daunnya jika ...
a. Hari sudah gelap b. Musim dingin c. Bunga akan mekar d. Mendapat
sentuhan
50. Tumbuhan yang memiliki bulu halus dan gatal, kecuali
a. Tanaman bambu b. Pulus c. Rumput d. Rarawean
51. Ciri khusus yang dimiliki mahkluk hidup untuk menyesuaikan diri disebut ...
a. Fotosintesis b. Respirasi c. Adaptasi d. Aspirasi
52. Hewan yang melindungi dirinya dengan cara menyebarkan cairan tinta hitam
adalah ...
a. Ikan remora b. Ikan paus c. Kura-kura d. Cumi-cumi
53. Penguin memiliki bulu yang sangat tebal, berfungsi sebagai ....
a. Alat untuk mengeluarkan zat sisa c. Indra perasa dan pembau
b. Alat untuk mengambil mangsa d. Mantel untuk melindungi
tubuh
54. Ciri khusus yang sama dari hewan katak dan cecak adalah ...
a. Bergerak dengan cara melompat c. Menangkap mangsa
dengan lidahnya
b. Menyelamatkan diri dengan memutuskan ekor d. Hidup di air dan di
darat
55. Tempat untuk melindungi hewan yang sudah langka yaitu ...
a. Hutan lindung b. Cagar alam c. Suaka margasatwa d. Kebun
binatang
56. Tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat parfum adalah
....
a. Jati b. Bayam c. kemiri d. cendana
57. Salah satu bentuk kebudayaan yang perlu dilestarikan adalah ...
c. Permainan tradisional b. Lagu daerahc. Tari khas daerah d.
Semua benar
58. Permainan tradisional yang perlu dilestarikan, kecuali
b. Bambu betung b. Gasing c. Gobak sodor d. Mobile legend
59. Jepang menyerah syarat kepada sekutu pada tanggal ...
a. 6 Agustus 1945 b. 9 Agustus 1945 c. 14 Agustus 1945 d. 17
Agustus 1945
60. Salah satu negara bentrukan Belanda adalah ....
a. Negara Sumatra Selatan c. Negara Sumatra Timur
b. Negara Jawa Barat d. Negara Jawa Tengah
61. Berikut tokoh yang mewakili Indonesia dalam KMB adalah ...
a. Amir Syarifudin c. Mr. Moh. Roem
b. R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo d. Prof. Dr. Mr. Soepomo
62. Belanda mengakui secara de facto dimana Republik Indonesia,
meliputi..
a. Jawa, Bali dan Kalimantan c. Jawa, Madura dan Sumatra
b. Jawa, Bali dan Sumatra d. Jawa, Madura dan
Sulawesi
63. Tokoh yang pertama kali membuat bendera merah putih adalah ...
a. Fatmawati b. Soekarno c. Sukarni d. Ahmad Soebardjo
64. Perumusan naskah Proklamasi dilakukan di rumah Laksamana Maeda yang
terletak ...
a. Jalan Pengangsaan I c. Jalan Kemerdekaan I
b. Jalan Imam Bonjol I d. Jalan Merdeka Barat I
Mengetahui,
Dosen Pembimbing Mahasiswa Bimbingan
DAFTAR NAMA SISWA KELAS VI
Jenis
No Nama
Kelamin
1 Ani PR
2 Arbaiyah PR
3 Ayyuna Putri Ahmad PR
4 Elsa Azizah PR
5 Halimatu Sa’diah PR
6 Khairatul Hafizah PR
7 Mohammad Aditia Arifin LK
8 Nazilla Srinurlita PR
9 Taufik Kurahman LK
10 Yubai Yinah PR
11 Wendi LK
DAFTAR NILAI ULANGAN HARIAN SISWA-SISWI KELAS VI
SEKOLAH DASAR NEGERI 004 SUNGAI SALAK KECAMATAN
TEMPULING
No Nama UH 1 UH 2
1 Ani 70 70
2 Arbaiyah 75 75
3 Ayyuna Putri Ahmad 80 75
4 Elsa Azizah 75 68
5 Halimatu Sa’diah 75 75
6 Khairatul Hafizah 75 72
7 Mohammad Aditia Arifin 75 70
8 Nazilla Srinurlita 75 72
9 Taufik Kurahman 78 80
10 Yubai Yinah 72 75
11 Wendi 75 78
825 810
Jumlah N = 11
𝒙̅ = 75 𝒙
̅ =73,64
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SDN 004 Sungai
Salak Kelas / Semester : VI (Enam) / 1
Tema 1 : Selamatkan Makhluk Hidup
Sub Tema 1 : Tumbuhan Sahabatku
Pembelajaran : 1
Alokasi Waktu : 1 Hari
Hari / Tgl Pelaksanaan : Senin / 13 September 2021
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang
dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
(mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis,
dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR
(KD) Bahasa Indonesia
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.1Menyimpulkan informasi 3.1.1 Menemukan ide pokok dan
berdasarkan teks laporan informasi penting serta
hasil pengamatan yang menyajikannya dalam bentuk
didengar dan dibaca. diagram.
2 4.1Menyajikan simpulan secara 4.1.1Mengembangkannya dengan
lisan dan tulis dari teks menggunakan bahasanya sendiri
laporan hasil pengamatan secara rinci menjadi sebuah tulisan.
atau wawancara
yangdiperkuat oleh bukti.
IPS
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.1 Mengidentifikasi karakteristik 3.1.1 Menyebutkan kehidupan
geografis dan kehidupan sosial sosial budaya dari dua
budaya, ekonomi, politik di negara ASEAN terkait
wilayah ASEAN. kondisi geografisnya
2 4.1 Menyajikan hasil identifikasi 4.1.1Menulis laporan tentang
karakteristik geografis dan perbedaan sosial budaya dari
kehidupan sosial budaya, dua negara terkait kondisi
ekonomi, dan politik di wilayah geografisnya
ASEAN.
IPA
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.1Membandingkancara 3.1.1Mengidentifikasi
perkembangbiakan tumbuhan perkembangbiakan generatif
dan hewan melalui gambar yang dibuatnya
dan manfaatnya
2 4.1Menyajikan karya tentang 4.1.1 Melaporkan perkembangbiakan
perkembangangbiakan generatif melalui tabel dan
tumbuhan. manfaatnya
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah membaca teks tentang perkembangbiakan jagung, siswa mampu
menemukan ide pokok dan informasi penting serta menyajikannya
dalam bentuk diagram.
2. Setelah menemukan ide pokok dari bacaan, siswa mampu
mengembangkannya dengan menggunakan bahasanya sendiri secara
rinci menjadi sebuah tulisan.
3. Setelah mengamati bunga, siswa mampu mengidentifikasi
perkembangbiakan generatif melalui gambar yang dibuatnya dan
manfaatnya dengan benar.
4. Setelah berdiskusi, siswa mampu melaporkan perkembangbiakan
generatif melalui tabel dan manfaatnya dengan benar.
5. Setelah membaca teks tentang ASEAN dan kehidupan sosial
budayanya, siswa mampu menyebutkan kehidupan sosial budaya dari
dua negara ASEAN terkait kondisi geografisnya dengan benar.
6. Setelah berdiskusi, siswa mampu menulis laporan tentang perbedaan
sosial budaya dari dua negara terkait kondisi geografisnya dengan benar
melalui diagram Venn.
Karakter siswa yang diharapkan : Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan ◾ Guru memberikan salam dan mengajak semua 10
siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan menit
masing-masing. Religius
◾ Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-
sama. dilanjutkan lagu Nasional “Tanah Airku”.
Nasionalis
◾ Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan
pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
◾ Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi
◾ Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan
yaitu tentang ”Selamatkan Makhluk Hidup”.
Nasionalis
◾ Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengeksplorasi, mengomunikasikan dan
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
menyimpulkan. Communication
Inti Guru membawa salah satu jenis tumbuhan yang 150
sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan. menit
Misalnya : singkong, ubi jalar, padi, atau yang
lainnya.
Guru mengajukan pertanyaan, misalnya:
Apa yang kalian ketahui tentang tanaman ini?
Apa manfaatnya dalam kehidupanmu?
Apa yang ingin kalian ketahui tentang tumbuhan
sebagai sumber makanan?’
Guru kemudian menuliskan jawaban siswa di papan
tulis dan menyampaikan bahwa mereka akan belajar
tentang tumbuhan dan manusia. Communication
Siswa diminta untuk mengamati gambar yang ada
pada buku pelajaran. Guru memberi waktu sekitar
tiga menit.
Jawaban yang diharapkan adalah sebagai berikut.
1. Hewan dan manusia memperoleh manfaat dari
tumbuhan.
2. Manfaat tumbuhan bagi manusia, antara lain:
Sumber energi bagi manusia.
Sumber vitamin untuk menjaga kesehatan
tubuh.
Sumber oksigen untuk bernapas.
Pengikat air tanah.
Peneduh dan memperindah kehidupan di
bumi.
3. Manfaat tumbuhan bagi hewan, yaitu sebagai
sumber energi bagi hewan.
4. Tumbuhan merupakan sumber bagi kehidupan
manusia dan hewan. Tumbuhan adalah
produsen penghasil cadangan makanan dan
sumber oksigen untuk bernapas dan melindungi
bumi dari sengatan sinar matahari.
5. Beberapa hal yang akan terjadi jika tidak ada
tumbuhan adalah manusia dan hewan tidak
memiliki sumber makanan dan bumi akan
gersang sehingga kehidupan akan berakhir.
Siswa melanjutkan kegiatan dengan membaca teks
tentang tanaman jagung dalam hati. Mandiri
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Bagaimana Jagung Berkembang Biak?
Jagung merupakan salah satu
tanaman yang dijadikan bahan
makanan pokok di berbagai
tempat, juga di Indonesia.
Contohnya, penduduk Pulau
Madura menjadikan jagung sebagai
makanan pokoknya. Jagung
merupakan salah satu tanaman
penghasil karbohidrat yang sangat diperlukan oleh
tubuh.
Seorang petani jagung, memulai pembiakan
tanamannya dengan menanam biji jagung. Setelah
tiga sampai empat hari bakal tanaman akan muncul
di permukaan tanah. Tanaman jagung akan terus
tumbuh menjadi besar. Tiga hingga tiga setengah
bulan, buah jagung dapat dipanen oleh petani. Buah
jagung yang berbentuk seperti tongkol pada
mulanya berupa sekuntum bunga.
Bunga jagung memiliki helai-helai rambut halus
pada bagian ujungnya. Pada helai rambut tersebut
terdapat tepung sari. Tepung sari akan terbang
terbawa angin ketika angin bertiup. Tepung sari
yang terbawa angin, sebagian akan jatuh di kepala
putik yang terletak di bagian bawah bunga pada
pohon jagung yang lain. Ketika itulah terjadi
pembuahan.
Bunga jagung tersebut terus berkembang hingga
menjadi buah jagung. Perkembangan itulah yang
dapat diamati dari waktu ke waktu. Buah jagung
akan siap dipanen ketika rambut jagung sudah
berwarna kecokelatan dan bagian tongkolnya sudah
mengering. Apabila buah jagung tersebut dikupas
akan memperlihatkan biji jagung yang kekuningan.
Bagian yang dimakan oleh manusia adalah biji
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
jagung.
Petani jagung harus menanam kembali sebagian biji
jagung dari hasil supaya jagung selalu tersedia
sebagai bahan makanan manusia.
panen. Biji jagung yang tua dapat ditanam kembali.
Dari sinilah akan dimulai lagi perkembangbiakan
jagung.
Oleh: Nuniek
Setiap siswa mengisi diagram berdasarkan bacaan.
Guru menyampaikan daftar periksa penilaian
kepada siswa. Communication
Diagram Venn dinilai dengan menggunakan daftar
periksa yang terdapat di halaman penilaian.
Siswa mengamati gambar bagian-bagian reproduksi
pada bunga dan membaca proses perkembangbiakan
generatif.
Siswa mengamati proses perkembangbiakan
generatif dan manfaat dari perkembangbiakan
generatif.
Siswa mengamati bagian–bagian bunga sempurna
berikut.
Siswa mencari informasi dari berbagai sumber
mengenai proses perkembangbiakan generatif
tumbuhan.
1. Perkembangbiakan generatif (secara kawin)
dilakukan melalui proses penyerbukan dan
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
pembuahan.
2. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan
diawali dengan penyerbukan, yaitu melekatnya
atau jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.
3. Setelah terjadi penyerbukan, pada serbuk sari
tumbuh buluh serbuk sari yang menuju ke
ruang bakal biji. Kemudian serbuk sari akan
masuk ke ruang bakal biji melalui buluh serbuk
sari.
4. Di dalam ruang bakal biji terjadi pembuahan,
yaitu peleburan serbuk sari (sel kelamin jantan
atau spermatozoid) dengan kepala putik (sel
kelamin betina atau sel telur).
5. Hasil dari pembuahan adalah zigot.
6. Zigot berkembang menjadi lembaga, bakal biji
berkembang menjadi biji dan bakal buah,
kemudian bakal buah berkembang menjadi
daging buah.
7. Lembaga yang berada di dalam biji merupakan
calon tumbuhan baru.
Siswa kemudian menulis manfaat dari
perkembangbiakan generatif dan menyerahkannya
kepada guru. Critical Thinking and Problem
Solving
Guru mensosialisasikan daftar periksa kepada siswa.
Diagram Venn dinilai dengan menggunakan daftar
periksa yang terdapat di halaman belakang.
Setelah siswa membaca teks tentang bunga yang
hidup di negara ASEAN, guru dan siswa
membahasnya sebentar. Kemudian siswa membaca
fakta tentang ASEAN. Guru memberi waktu sekitar
tiga menit.
Dalam kelompoknya, setiap siswa diminta untuk
menyampaikan kondisi geografis negara ASEAN
dan kehidupan sosial budayanya. Siswa kemudian
diminta untuk menyampaikan bunga yang menjadi
bunga nasional di negara ASEAN. Collaboration
Guru memberikan penguatan tentang kehidupan
sosial budaya Negara ASEAN.
Guru meminta siswa memilih dua negara ASEAN
yang mereka minati untuk ditulis. Guru
menyampaikan bahwa setelah mereka belajar
tentang negara ASEAN, semua siswa harus menulis
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
informasi tentang kedua negara tersebut secara
lengkap. Mereka akan mencari informasi secara
bertahap. Creativity and Innovation
Pada pertemuan ini siswa hanya membandingkan
kehidupan social budaya dari dua negara. Mereka
dapat memasukkan informasi tentang bunga di
dalam diagram Venn (nama bunga, nama sebutan
bunga, kapan dimanfaatkan, di mana tumbuh, dll).
Diagram Venn dinilai dengan menggunakan daftar
periksa yang terdapat di halaman penilaian.
Siswa melakukan refleks dengan menjawab
pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa.
Guru dapat menambahkan pertanyaan refleksi
berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di
Buku Guru.
Penutup ◾ Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / 15
rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas menit
◾ Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
◾ Melakukan penilaian hasil belajar
◾ Menyanyikan lagu daerah “Ampar-Ampar Pisang”
◾ Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan
keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius
E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
◾ Buku Pedoman Guru Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6
(Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
◾ Buku Siswa Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik
Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2018).
◾ Tumbuhan
F. MATERI PEMBELAJARAN
Menemukan informasi dan ide pokok dari teks laporan dan mengisi
peta pikiran yang sediakan. Mengembangkan informasi dan ide pokok
dalam bentuk tulisan.
Mengamati tanaman dengan perkembangbiakan generative dan
manfaatnya.
Menemukan persamaan dan perbedaan karakteristik dua Negara
ASEAN terkait kondisi sosial budaya
G. METODE PEMBELAJARAN
◾Pendekatan :
◾ Metode : Penugasan dan ceramah
LAMPIRAN 2
H. Penilaian
Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
No Nama Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ……………..
……………..
4
5 ……………..
dst ……………..
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4
Penilaian
1. Bahasa Indonesia
Tulisan siswa dinilai dengan menggunakan daftar periksa.
2. IPS
Tugas dinilai dengan daftar periksa
3. IPA
Tabel dan tulisan dinilai dengan daftar periksa
4. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (peduli)
(contoh terlampir di bagian lampiran Buku
Guru)
Pengayaan
Mintalah siswa untuk membawa tanaman bunga yang berbeda dan
memperlihatkannya kepada temannya untuk didiskusikan cara
perkembangbiakannya.
Siswa dapat membawa tanaman keesokan hari setelah mereka belajar
tentang perkembangbiakan tumbuhan.
Remedial
Siswa yang belum memahami cara perkembangbiakan tumbuhan
dapat mendiskusikannya dengan guru dengan mengamati kembali
tanaman yang ada di sekitar.
Guru membantu siswa untuk menyebutkan bagian bunga dan cara
penyerbukannya.
Sungai Salak, 13 September 2021
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SDN 004 Sungai
Salak Kelas / Semester : VI (Enam) / 1
Tema 1 : Selamatkan Makhluk Hidup
Sub Tema 1 : Tumbuhan Sahabatku
Pembelajaran : 2
Alokasi Waktu : 1 Hari
Hari / Tgl Pelaksanaan : Selasa / 14 September 2021
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang
dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
(mendengar, melihat, membaca dan menanya ) dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis,
dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia
B. KOMPETENSI DASAR
(KD) PPKn
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 1.1 Bersyukur kepada Tuhan Yang 1.1.1Memahami tiga contoh
Maha Esa atas nilainilai pelaksanaan sila kesatu dan
Pancasila secara utuh sebagai kedua dari sila Pancasila dalam
satu kesatuan dalam kehidupan kehidupan sehari-hari.
sehari-hari .
2 2.1 Bersikap penuh tanggung 2.1.1 Melakukan dua kegiatan yang
jawab sesuai nilai-nilai sesuai dengan sila kesatu dan
Pancasila dalam kehidupan kedua dari sila Pancasila
sehari-hari. dalam kehidupan sehari-hari.
3 3.1 Menganalisis penerapan nilai- 3.1.1Menemukan tiga contoh
nilai Pancasila dalam pelaksanaan sila kesatu dan
kehdupan sehari-hari kedua dari sila Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari
4 4.1Menyajikan hasil analisis 4.1.1 Menerapkan dua kegiatan yang
pelaksanaan nilai- sesuai dengan sila kesatu dan
nilaiPancasila dalam kedua dari sila Pancasila
kehidupan sehari-hari. dalam kehidupan sehari-hari
SBdP
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.4 Memahami patung. 3.4.1 Menyebutkan berbagai patung
dan cara pembuatannya
serta keterampilan yang
dibutuhkan.
2 4.4 Membuat patung. 4.4.1 Membuat model patung
C. TUJUAN PEMEBALAJARAN
1. Setelah mendengarkan cerita, siswa mampu menemukan tiga contoh
pelaksanaan sila kesatu dan kedua dari sila Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari dengan benar.
2. Setelah mengamati berbagai contoh patung Nusantara, siswa mampu
menyebutkan berbagai patung dan cara pembuatannya serta
keterampilan yang dibutuhkan.
3. Dengan menggunakan bahan tanah liat, lilin malam, atau adonan
plastisin, siswa mampu membuat model patung.
Karakter siswa yang diharapkan : Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan ◾ Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa 10 menit
berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing. Religius
◾ Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama.
dilanjutkan lagu Nasional “Bagimu Negeri (Padamu
Negeri)”. Nasionalis
◾ Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,
posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan
kegiatan pembelajaran.
◾ Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi
◾ Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan
yaitu tentang ”Selamatkan Makhluk Hidup”.
Nasionalis
◾ Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi
kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi,
mengomunikasikan dan menyimpulkan.
Communication
Inti Di akhir kegiatan, guru bersama siswa 150 menit
mendiskusikan kembali pengamalan nilai Pancasila.
Nasionalis
Nilai-nilai yang terkandung dalam sila “Ketuhanan
Yang Maha Esa” sebagai berikut.
1. Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Toleransi, penghormatan kepada agama atau
kepercayaan lain
3. Kerukunan antarumat beragama
Nilai-nilai yang terkandung dalam sila “Kemanusian
yang adil dan beradab” sebagai berikut.
1. Persamaan derajat
2. Menghargai hak asasi manusia
3. Solidaritas setia kawan antarsesama manusia
4. Perdamaian
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Siswa melanjutkan kegiatan dengan mengamati
gambar dan mencocokkannya dengan nilai-nilai
yang diminta. Guru memberi waktu sekitar 2 menit
dan mendiskusikannya. Satu orang siswa bisa
menyampaikan hasilnya dan guru dapat memberi
penguatan. Communication
Siswa secara individu harus menemukan contoh
pengamalan sila kesatu dan kedua dalam kehidupan
sehari-hari dan penerapannya. Mandiri
Guru menerangkan daftar periksa yang akan
digunakan dalam penilaian.
Tulisan siswa dinilai dengan daftar periksa yang
terdapat di halaman penilaian.
Guru menyampaikan bahwa hasil karya seni rupa
dari gerabah dibuat dalam berbagai bentuk. Salah
satunya adalah patung Nusantara dari tanah liat.
Patung-patung tersebut sangat diminati, baik oleh
wisatawan lokal maupun mancanegara.
Communication
Siswa mengamati kerajinan patung tanah liat
Nusantara dari Kasongan, Yogyakarta.
Siswa mencari jawaban atas pertanyaan yang
terdapat dalam buku siswa.
Proses Pembuatan Patung Nusantara dari Tanah
Liat
Pembuatan patung tanah liat dapat dilakukan dengan
teknik cetak tekan maupun ukir. Untuk teknik cetak
tekan dan ukir, sebaiknya menggunakan tanah liat
plastis. Jangan menggunakan tanah yang terlalu
lembek karena akan menyulitkan untuk memperoleh
bentuk yang tepat, rapi, dan jelas.
Tanah liat yang terlalu lembek akan lengket pada
cetakan gips sehingga sulit diangkat dari cetakan dan
sulit untuk diukir.
Setelah mengamati berbagai patung Nusantara dari
tanah liat, siswa membuat patung dari tanah liat yang
disesuaikan dengan budaya daerah mereka masing-
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
masing. Mandiri
Sebelum membuat patung, siswa ditugaskan
memperhatikan hal-hal berikut.
Untuk membuat patung Nusantara, siswa dapat
menggunakan tanah liat yang ditemukan di sekitar
tempat tinggal mereka. Jika di sekitar siswa tidak
terdapat tanah liat, siswa bisa membuat sendiri
adonan dari tepung dengan langkah-langkah sebagai
berikut.
Cara Membuat Adonan Platisin
Bahan-bahan: Cara membuat:
2 cangkir terigu 1. Campurkan terigu,
½ cangkir garam garam dan minyak
2 sendok makan sayur dalam
minyak sayur wadah.
1 ½ cangkir air 2. Masukkan air
hangat hangat secara
Pewarna makanan bertahap hingga
adonan menjadi
liat, tidak lembek.
3. Gulung dan remas-
remas adonan
hingga bercampur
dengan sempurna.
4. Bagi adonan
menjadi beberapa
bagian. Buatlah
lubang di
tengahnya dan
teteskan pewarna
makanan.
Kemudian gulung-
gulung adonan
hingga warna
tercampur warna.
Siswa mencoba membuat bentuk model dengan
menggunakan bahan. Kegiatan ini adalah untuk
memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih
agar terbiasa dengan bahan dan dengan kelenturan
tangan.
Kegiatan siswa dicatat dengan menggunakan catatan
anekdot.
Siswa melakukan perenungan dengan menjawab
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
pertanyaan yang terdapat dalam Buku Siswa.
Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan
berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran
Buku Guru.
Penutup ◾ Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / 15 menit
rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
◾ Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
◾ Melakukan penilaian hasil belajar
◾ Menyanyikan lagu daerah “Anak Kambing Saya”
◾ Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan
keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius
E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
◾ Buku Pedoman Guru Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2018).
◾ Buku Siswa Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik
Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2018).
◾ Kertas HVS
◾ Tanah liat/lilin malam/bahan untuk membuat plastisin (terigu, garam,
air, minyak sayur)
F. MATERI
Mengidentifikasi sikap yang mencerminkan sila ke-1 dan ke-2 serta
menyebutkan langkah perbaikan atas sikap yang belum mencerminkan
sikap dari kedua sila.
Mendiskusikan patung nusantara, membuat adonan mainan, dan
mencobanya untuk membuat bentuk patung.
G. METODE PEMBELAJARAN
◾ Pendekatan : -
◾ Metode : Penugasan dan ceramah
H. PENILAIAN
Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
No Nama Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ……………..
4 ……………..
……………..
5
dst ……………..
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4
Penilaian
1. PPKn
Tulisan siswa dinilai dengan daftar periksa
2. SBdP
catatan Anekdot untuk mencatat proses pengerjaan patung
(keterampilan, kemandirian, kreatifitas, kerapian, dan kedisiplinan
dalam berkarya).
3. Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (peduli)
(Contoh terlampir di lampiran pada Buku Guru)
Sungai Salak, 14 September 2021
\
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SDN 004 Sungai Salak
Kelas / Semester : VI (Enam) / 1
Tema 2 : Persatuan dalam Perbedaan
Sub Tema 1 : Rukun dalam Perbedaan
Pembelajaran : 1
Alokasi Waktu : 1 Hari
Hari / Tgl Pelaksanaan : Senin / 20 September 2021
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang
dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
(mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis,
dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR
(KD) Bahasa Indonesia
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.4 Menggali informasi penting dari 3.4.1 Menyebutkan informasi penting
buku sejarah menggunakan aspek menggunakan aspek apa, di
apa, di mana, kapan, siapa, mana, kapan, siapa, mengapa, dan
mengapa, dan bagaimana. bagaimana pada peta pikiran.
2 4.4 Memaparkan informasi penting 4.4.1 Mengembangkan informasi pada
dari buku sejarah secara lisan, peta pikiran melalui tulisan
tulis, dan visual dengan dengan detail.
menggunakan aspek apa, di
mana, kapan, siapa, mengapa,
dan bagaimana serta
memperhatikan penggunaan
kosakata baku dan kalimat
efektif.
IPA
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.3 Mengalisis cara makhluk hidup 3.3.1 Menyebutkan ciri-ciri
menyesuaikan diri dengan tumbuhan terkait habitatnya.
lingkungan.
2 4.3 Menyajikan karya tentang cara 4.3.1 Menulis laporan hasil
makhluk hidup menyesuaikan diri pengamatan terhadap ciri-ciri
dengan lingkungannya, sebagai satu jenis tumbuhan terkait
hasil penelusuran berbagai sumber. habitatnya.
IPS
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.4 Memahami makna proklamasi 3.4.1 Menyebutkan makna
kemerdekaan, upaya Proklamasi Kemerdekaan.
mempertahankan kemerdekaan, dan
upaya mengembangkan kehidupan
kebangsaan yang sejahtera.
2 4.4 Menyajikan laporan tentang makna 4.4.1 Melaporkan dan
proklamasi kemerdekaan, upaya mempresentasikan makna
mempertahankan kemerdekaan, dan Proklamasi Kemerdekaan
upaya mengembangkan kehidupan dalam kehidupan sehari-har.
kebangsaan yang sejahtera.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah membaca teks tentang Proklamasi Kemerdekaan, siswa mampu
menyebutkan informasi penting menggunakan aspek apa, di mana, kapan,
siapa, mengapa, dan bagaimana pada peta pikiran dengan tepat.
2. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengembangkan informasi pada peta
pikiran melalui tulisan dengan detail.
3. Setelah membaca teks, siswa mampu menyebutkan makna Proklamasi
Kemerdekaan dengan benar.
4. Setelah mengamati tumbuhan dan habitatnya, siswa mampu menyebutkan
ciri-ciri tumbuhan terkait habitatnya.
5. Setelah berdiskusi, siswa mampu menulis laporan hasil pengamatan
terhadap ciri-ciri satu jenis tumbuhan terkait habitatnya.
Karakter siswa yang diharapkan : Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan ◾ Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa 10 menit
berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing. Religius
◾ Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama.
dilanjutkan lagu Nasional “Tanah Airku”.
Nasionalis
◾ Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,
posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan
kegiatan pembelajaran.
◾ Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi
◾ Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan
yaitu tentang ”Persatuan dalam Perbedaan”.
◾ Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi
kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi,
mengomunikasikan dan menyimpulkan.
Communication
Inti Guru membawa bendera Merah Putih ke dalam 35 Menit
kelas. X 30 JP
Guru mengajukan pertanyaan:
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
‘Kapan bendera Merah Putih dikibarkan?’
‘Apa makna bendera Merah Putih bagi Indonesia?’
Siswa diminta untuk mengamati gambar tulisan asli
dari teks proklamasi selama satu menit.
Siswa kemudian membaca teks tentang Proklamasi
Kemerdekaan dan mengisi peta pikiran.
Siswa mengembangkan informasi pada peta pikiran
dalam bentuk tulisan. Guru memberi kesempatan
kepada siswa untuk mempresentasikannya di
kelompok masing-masing.
Produk dinilai dengan daftar periksa dan
disosialisasikan kepada siswa.
Siswa melanjutkan kegiatan dengan membaca ulang
teks tentang Proklamasi Kemerdekaan dan
menuliskan maknanya bagi bangsa Indonesia.
1. Sebagai Puncak Perjuangan Indonesia
Bangsa Indonesia telah dijajah selama bertahun-
tahun oleh negara-negara Eropa sampai Jepang.
Penduduk dengan latar belakang yang berbeda
bersatu untuk melawan penjajah. Proklamasi
Kemerdekaan merupakan hasil dari perjuangan para
pahlawan.
2. Pengakuan Kepada Dunia Luar
Dengan membacakan teks proklamasi, Indonesia
mengumumkan kepada dunia luar bahwa Indonesia
adalah negara yang merdeka. Pengakuan ini (de
facto) diikuti oleh pengakuan dari negara lain (de
jure).
3. Menaikkan Martabat Bangsa
Pembacaan teks proklamasi memberikan pesan
kepada negara lain bahwa Indonesia adalah negara
yang bebas dari penjajahan, negara yang memiliki
martabat, dan negara yang mandiri.
4. Perjuangan sebagai Negara Baru
Indonesia adalah negara yang dibangun oleh rakyat
dan untuk rakyat. Negara Indonesia adalah negara
mandiri yang tidak tergantung kepada negara lain.
5. Tonggak Sejarah Negara Indonesia Pembacaan teks
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
proklamasi merupakan awal dari masa kemerdekaan
Indonesia yang terbebas dari belenggu penjajahan.
Siswa menuliskan paling sedikit tiga makna
Proklamasi Kemerdekaan dalam kehidupan sehari-
hari mereka.
Produk dinilai dengan menggunakan daftar periksa
dan disosialisasikan kepada siswa.
Setiap siswa membaca teks tentang Bunga Teratai.
Siswa secara berkelompok akan berpetualang di
lingkungan sekolah.
Guru telah menyiapkan beberapa pos. Pada setiap
pos sudah tersedia berbagai jenis tumbuhan atau
gambar tumbuhan beserta informasi tentang cara
tumbuhan tersebut beradaptasi.
Tugas setiap kelompok adalah mengumpulkan
informasi sebanyak mungkin, mencatatnya, dan
mendiskusikannya dalam kelompok.
Guru meminta siswa memilih satu jenis tanaman dan
membuat catatan tentang ciri tanaman tersebut serta
bagaimana tanaman tersebut beradaptasi.
Siswa kemudian menulis laporan berdasarkan
informasi pada peta pikiran.
Siswa mempresentasikan hasil temuan mereka di
depan kelas.
Tugas dinilai dengan daftar periksa dan
disosialisasikan kepada siswa.
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Siswa melakukan refleksi dengan menjawab
pertanyaan yang terdapat dalam Buku Siswa.
Guru dapat menambahkan pertanyaan refleksi
berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di
Buku Guru.
Penutup ◾ Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / 15 menit
rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
◾ Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
◾ Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran
yang telah diikuti.
◾ Melakukan penilaian hasil belajar
◾ Menyanyikan lagu daerah “Ampar-Ampar Pisang”
◾ Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan
keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius
E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
◾ Buku Pedoman Guru Tema : Persatuan dalam Perbedaan Kelas 6 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2018).
◾ Buku Siswa Tema : Persatuan dalam Perbedaan Kelas 6 (Buku Tematik
Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2018).
◾ Jenis-jenis tumbuhan dan habitatnya
◾ Bendera Merah Putih.
F. MATERI PEMBELAJARAN
Menemukan informasi penting dari teks dengan menggunakan aspek
apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana dan
menuliskannya pada peta pikiran.
Menuliskan makna proklamasi kemerdekaan dalam kehidupan sehari-
hari
Mengamati ciri tumbuhan dan habitatnya
G. METODE PEMBELAJARAN
◾ Pendekatan :
◾ Metode : Penugasan dan ceramah
◾
H. PENILAIAN PROSES DAN HASIL
BELAJAR Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
No Nama Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ……………..
……………..
4
……………..
5
Dst ……………..
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4
Penilaian
1. Bahasa Indonesia
Tulisan siswa dinilai dengan menggunakan daftar periksa.
2. IPS
Tugas dinilai dengan daftar periksa.
3. IPA
Laporan IPA dinilai dengan daftar periksa
4. Soal Tes
Pengayaan
Mintalah siswa untuk membawa tanaman yang berbeda dan
memperlihatkannya kepada temannya, kemudian mendiskusikan cara
tanaman tersebut beradaptasi.
Remedial
Siswa yang masih kesulitan menemukan informasi penting dari bahan
bacaan dengan aspek apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana
dapat berlatih dengan guru.
Guru membantu siswa dengan memberikan teks dan meminta siswa untuk
membacanya berulang kali berdasarkan unsur yang difokuskan.
Kerja sama dengan Orang Tua
Siswa diminta untuk memperhatikan tanaman di lingkungan rumahnya dan
cara beradaptasinya.
Siswa diminta untuk menyampaikan hasilnya kepada teman di sekolah.
Sungai Salak, 20 September 2021
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SDN 004 Sungai Salak
Kelas / Semester : VI (Enam) / 1
Tema 2 : Persatuan dalam Perbedaan
Sub Tema 1 : Rukun dalam Perbedaan
Pembelajaran : 2
Alokasi Waktu : 1 Hari
Hari / Tgl Pelaksanaan : Selasa / 21 September 2021
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang
dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
(mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis,
dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR
(KD) PPKn
No. KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 1.4 Mensyukuri persatuan dan kesatuan 1.4.1 Memahami manfaat
sebagai anugerah Tuhan Yang persatuan dalam kehidupan
Maha Esa beserta dampaknya. melalui diagram.
2 2.4 Menampilkan sikap tanggung jawab 2.4.1 Mengerti tentang
terhadap penerapan nilai persatuan pengalaman hidup rukun
dan kesatuan dalam kehidupan dalam kehidupan sehari-
berbangsa dan bernegara hari dan manfaatnya
sebagai wujud semangat
persatuan.
3 3.4 Menelaah persatuan dan kesatuan 3.4.1 Menyebutkan manfaat
terhadap kehidupan berbangsa dan persatuan dalam kehidupan
bernegara beserta dampaknya. melalui diagram.
4 4.4 Menyajikan hasil telah persatuan dan 4.4.1 Menuliskan contoh tentang
kesatuan terhadap kehidupan pengalaman hidup rukun
berbangsa dan bernegara beserta dalam kehidupan sehari-
dampaknya. hari dan manfaatnya
sebagai wujud semangat
persatuan
SBdP
No. KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.3 Memahami penampilan tari kreasi 3.3.1 Menyebutkan pola lantai
daerah. tariannya.
2 4.3 Menampilkan tari kreasi daerah. 4.3.1 Mempraktikkan pola lantai
tarian dari salah satu tarian
daerah yang dipilih.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah mengamati gambar dan membaca cerita tentang persatuan
dalam perbedaan, siswa mampu menyebutkan manfaat persatuan
dalam kehidupan melalui diagram dengan benar.
2. Setelah berdiskusi, siswa mampu menuliskan contoh tentang
pengalaman hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari dan
manfaatnya sebagai wujud semangat persatuan.
3. Setelah berdiskusi tentang pola lantai berbagai tarian daerah, siswa
mampu menyebutkan pola lantai tariannya dengan benar.
4. Setelah berdiskusi, siswa mampu mempraktikkan pola lantai tarian
dari salah satu tarian daerah yang dipilih dengan benar.
Karakter siswa yang diharapkan : Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan ◾ Guru memberikan salam dan mengajak semua 10 menit
siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan
masing-masing. Religius
◾ Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-
sama. dilanjutkan lagu Nasional “Terima Kasih
Kepada Pahlawanku”. Nasionalis
◾ Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan
pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
◾ Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi
◾ Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan
yaitu tentang ”Persatuan dalam Perbedaan”.
◾ Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengeksplorasi, mengomunikasikan dan
menyimpulkan. Communication
Inti Guru kemudian mengajak siswa untuk curah 35
pendapat: Menit X
‘Apa yang terjadi apabila pekerjaan tadi dilakukan 30 JP
sendiri?’
‘Apa manfaatnya bersatu dalam bekerja?’
‘Apa yang harus diperhatikan saat bekerja
bersama?’
Guru memimpin curah pendapat dan
menyampaikan kepada siswa bahwa hari ini
mereka akan belajar tentang bagaimana hidup
rukun dengan semangat persatuan.
Siswa mengamati gambar dan melanjutkannya
dengan membaca teks dalam hati. Guru memberi
waktu sekitar 3 menit. Mandiri
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Siswa kemudian membuat pertanyaan terkait bacaan
dan gambar. Mereka mendiskusikan pertanyaan
dengan teman di sebelahnya. Collaboration
Guru berkeliling untuk memastikan bahwa setiap
siswa ikut aktif berpartisipasi.
Siswa kemudian melanjutkan pekerjaannya dengan
mengisi kolom yang ada pada buku pelajaran. Guru
meminta satu atau dua siswa untuk menyampaikan
hasilnya dan memberi kesempatan kepada siswa lain
untuk memberikan masukan atau mengajukan
pertanyaan. Communication
Siswa menulis pengalamannya tentang hidup rukun
dalam persatuan pada tempat yang disediakan. Siswa
saling berbagi tulisannya kepada teman di
kelompoknya dan guru meminta satu orang
perwakilan untuk membacakannya dan memberi
masukan.
Produk dinilai dengan menggunakan daftar periksa
yang disosialisasikan sebelumnya.
Siswa melanjutkan kegiatan dengan membaca teks
tentang tari Lego-Lego. Guru kemudian mengajukan
pertanyaan untuk mengetahui pemahaman siswa.
Seorang penari harus memperhatikan perpindahan,
pergerakan dan pergeseran posisi saat menari. Pola
lantai adalah pola denah yang harus dikuasai oleh
seorang penari dan berfungsi untuk membuat posisi
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
dalam sebuah ruang gerak.
Siswa kemudian membaca teks tentang pola lantai
tari daerah.
Secara individu, siswa menuliskan contoh tari
daerah dan pola lantai tariannya. Guru
mendiskusikan jawabannya secara klasikal. Guru
meminta salah seorang dari siswa untuk
mempresentasikan hasilnya. Siswa lain bisa
memberikan komentar atau mempertanyakan isi dari
yang dipresentasikan. Mandiri
Bersama teman kelompoknya, siswa kemudian
mempraktikkan salah satu pola lantai tarian yang
dipilihnya dan setiap siswa menuliskan langkah pola
lantai dan menggambarnya. Collaboration
Di akhir kegiatan, guru bersama siswa
mendiskusikan kembali tentang pola lantai tari
daerah.
Guru mencatat gerakan pola lantai dengan
menggunakan catatan anekdot
Siswa melakukan perenungan dengan menjawab
pertanyaan yang terdapat dalam Buku Siswa.
Mandiri
Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan
berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran
Buku Guru.
Penutup ◾ Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / 15 menit
rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
◾ Bertanya jawab tentang materi yang telah
dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian
materi)
◾ Melakukan penilaian hasil belajar
◾ Menyanyikan lagu daerah “Apuse”
◾ Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama
dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius
E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Buku Pedoman Guru Tema : Persatuan dalam Perbedaan Kelas 6
(Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
Buku Siswa Tema : Persatuan dalam Perbedaan Kelas 6 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan, 2018).
Teks bacaan tentang persatuan dalam perbedaan.
F. MATERI PEMBELAJARAN
Menuliskan pengalaman hidup rukun dalam kehidupan di sekolah.
Menemukan pola lantai pada tari daerah dan mempraktikkannya.
G. METODE PEMBELAJARAN
◾ Pendekatan :
◾ Metode : Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan
dan ceramah
H. PENILAIAN PROSES DAN HASIL
BELAJAR Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
No Nama Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ……………..
4 ……………..
5 ……………..
Dst ……………..
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4
Penilaian
1. PPKn
Produk siswa dinilai dengan daftar periksa
2. SBdP
Catatan pengamatan keterampilan praktik pola lantai.
3. Catatan pengamatan sikap (Peduli)
(Contoh terlampir di lampiran pada Buku Guru).
Kerja Sama dengan Orang Tua
Siswa diminta untuk memperhatikan lingkungan. Adakah sikap baik yang
bisa mereka contoh dari penerapan hidup rukun dalam perbedaan?
Siswa menyampaikan hasilnya kepada guru.
Sungai Salak, 21 September 2021
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SDN 004 Sungai Salak
Kelas / Semester : VI (Enam) / 1
Tema : 1 dan 2
Alokasi Waktu : 1 Hari
Hari / Tgl Pelaksanaan : Sabtu / 26 September 2021
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang
dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
(mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan
dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis,
dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI DASAR
(KD) Bahasa Indonesia
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.1Menyimpulkan informasi 3.1.1 Menemukan ide pokok dan
berdasarkan teks laporan informasi penting serta
hasil pengamatan yang menyajikannya dalam bentuk
didengar dan dibaca. diagram.
2 4.1Menyajikan simpulan secara 4.1.1Mengembangkannya dengan
lisan dan tulis dari teks menggunakan bahasanya
laporan hasil pengamatan sendiri secara rinci menjadi
atau wawancara sebuah tulisan.
yangdiperkuat oleh bukti.
IPS
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.1 Mengidentifikasi karakteristik 3.1.1 Menyebutkan
geografis dan kehidupan sosial kehidupan sosial
budaya, ekonomi, politik di budaya dari dua
wilayah ASEAN. negara ASEAN terkait
kondisi geografisnya
2 4.1 Menyajikan hasil identifikasi 4.1.1Menulis laporan tentang
karakteristik geografis dan perbedaan sosial budaya
kehidupan sosial budaya, dari dua negara terkait
ekonomi, dan politik di wilayah kondisi geografisnya
ASEAN.
IPA
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.1Membandingkan cara 3.1.1Mengidentifikasi
perkembangbiakan tumbuhan dan perkembangbiakan
hewan generatif melalui
gambar yang dibuatnya
dan manfaatnya
2 4.1Menyajikan karya tentang 4.1.1Melaporkan
perkembangangbiakan tumbuhan. perkembangbiakan
generatif melalui tabel
dan manfaatnya
PPKn
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 1.1 Bersyukur kepada Tuhan Yang 1.1.1Memahami tiga contoh
Maha Esa atas nilainilai Pancasila pelaksanaan sila kesatu
secara utuh sebagai satu kesatuan dan kedua dari sila
dalam kehidupan sehari-hari . Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.
2 2.1 Bersikap penuh tanggung jawab 2.1.1 Melakukan dua kegiatan
sesuai nilai-nilai Pancasila yang sesuai dengan
dalam kehidupan sehari-hari. sila kesatu dan kedua
dari sila Pancasila
dalam kehidupan
sehari-hari.
3 2.4 Menampilkan sikap tanggung jawab 2.4.1 Mengerti tentang
terhadap penerapan nilai persatuan pengalaman hidup
dan kesatuan dalam kehidupan rukun dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara sehari-hari dan
manfaatnya sebagai
wujud semangat
persatuan.
3 3.1 Menganalisis penerapan nilai-nilai 3.1.1Menemukan tiga contoh
Pancasila dalam kehdupan pelaksanaan sila kesatu
sehari-hari dan kedua dari sila
Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari
4 4.1Menyajikan hasil analisis 4.1.1 Menerapkan dua
pelaksanaan nilai-nilaiPancasila kegiatan yang sesuai
dalam kehidupan sehari-hari. dengan sila kesatu
dan kedua dari sila
Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari
SBdP
NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
1 3.3 Memahami penampilan tari kreasi 3.3.1 Menyebutkan pola
daerah. lantai tariannya.
2 3.4 Memahami patung. 4.4.1 Membuat model
patung
3 4.3 Menampilkan tari kreasi daerah. 4.3.1 Mempraktikkan pola
lantai tarian dari
salah satu tarian
daerah yang dipilih.
4 4.4 Membuat patung. 3.4.1 Menyebutkan berbagai
patung dan cara
pembuatannya serta
keterampilan yang
dibutuhkan.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah membaca teks tentang perkembangbiakan jagung, siswa mampu
menemukan ide pokok dan informasi penting serta menyajikannya
dalam bentuk diagram.
2. Setelah menemukan ide pokok dari bacaan, siswa mampu
mengembangkannya dengan menggunakan bahasanya sendiri secara
rinci menjadi sebuah tulisan.
3. Setelah mengamati bunga, siswa mampu mengidentifikasi
perkembangbiakan generatif melalui gambar yang dibuatnya dan
manfaatnya dengan benar.
Karakter siswa yang diharapkan : Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan ◾ Guru memberikan salam dan mengajak semua 10
siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan menit
masing-masing. Religius
◾ Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-
sama. dilanjutkan lagu Nasional “Berkibarlah
Benderaku”. Nasionalis
◾ Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi
lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan
pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran.
◾ Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan
yaitu tema 1 dan 2
◾ Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang
meliputi langkah-langkah metode Index Card
Match
Inti Guru mengocok semua kartu dan 35
membagikannya kepada masing-masing siswa. Menit
Guru meminta siswa mencari kartu jawaban dan X 30
pertanyaan untuk mendapatkan pasangannya. JP
Siswa duduk berdekatan, dan maju ke depan
bergantian untuk membacakan soal dan bergantian
membacakan jawaban kepada teman-teman
lainnya
Setelah selesai siswa kembali duduk ke tempatnya
yang semula.
Penutup ◾ Guru membuat klarifikasi kesimpulan / 15
rangkuman hasil belajar selama sehari menit
◾ Bertanya jawab tentang materi yang telah
dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian
materi)
◾ Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan pendapatnya tentang
pembelajaran yang telah diikuti.
◾ Melakukan penilaian hasil belajar
◾ Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama
dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran) Religius
E. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Buku Pedoman Guru Tema : Persatuan dalam Perbedaan Kelas 6
(Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
Buku Siswa Tema : Persatuan dalam Perbedaan Kelas 6 (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan, 2018).
Kartu Indeks
F. MATERI PEMBELAJARAN
Mengamati tanaman di sekitar habitat dan cara melindungi diri
Menemukan informasi penting melalui unsur apa, di mana, kapan,
siapa, mengapa, dan bagaimana serta menuliskannya pada peta pikiran.
G. METODE PEMBELAJARAN
◾ Pendekatan :
◾ Metode : Index Card Match\
H. PENILAIAN PROSES DAN HASIL
BELAJAR Penilaian Sikap
Perubanan tingkah laku
Tanggung
Santun Peduli
No Nama Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ...................
2 ...................
3 ……………..
……………..
4
5 ……………..
Dst ……………..
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4
Penilaian
1. Soal Tes
Sungai Salak, 26 September 2021
FOTO-FOTO DOKUMENTASI
Depan Sekolah
Bangunan Sekolah
Bangunan Sekolah
Bangunan Sekolah
Ibu Sumarni S, [Link],SD sedang mengajar menggunakan
metode konvensional di kelas VI
Ibu Sumarni S, [Link], SD sedang mengajar menggunakan
metode konvensional di kelas VI
Guru melakukan Pre-tes I di kelas VI
Guru melakukan Pre-test II di kelas VI
Ibu Sumarni S, [Link], SD sedang mengajar menggunakan
metode index card match di kelas VI
Ibu Sumarni S, [Link], SD sedang mengajar menggunakan
metode index card match di kelas VI
Siswa-siswi mengikuti pembelajaran dengan menggunakan
metode index card match di kelas VI
Siswa-siswi mengikuti pembelajaran dengan menggunakan
metode index card match di kelas VI
Guru Melakukan Post-test
Pengisian soal Post-test
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
A. Identitas Diri
Nama : Kiki Amalia
TTL : Sungai Salak, 20 November 1999
AgamA : Islam
Pekerjaan : Pelajar/Mahasiswa
Alamat : Jl. Lintas Provinsi RT.023 RW.O08
Sungai Salak Kecamatan Tempuling
Handphone : 0852-2576-4659
B. Riwayat Pendidikan
SD/MI : SDN 004 Sungai Salak Kec. Tempuling
(2005-2011)
SMP/MTs : MTs Nurul Hidayah Sungai Salak (2011-
2014)
SMA/MA : MA Nurul Hidayah Sungai Salak (2014-
2017)
Tahun 2017, Penelliti melanjutkan pendidikan
ke jenjang perguruan Tinggi di STAI
Auliaurrasyidin Tembilahan, Program Studi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Tahun 2020,
peneliti melaksanakan KUKERTA di Dusun Tanjung
Pasir 2, Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan
Tempuling dan melaksanakan Praktek Mengajar pada
Tahun 2021 di SDN 004 Sungai Salak Kecamatan
Tempuling. Untuk menyelesaikan masa perkuliahan
dan memperoleh gelar sarjana pendidikan ([Link])
peneliti membuat karya ilmiah berupa skripsi
dengan judul: “PERBANDINGAN METODE INDEX CARD
MATCH DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP HASIL
BELAJAR TEMATIK SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 004
SUNGAI SALAK KECAMATAN TEMPULING”.