0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Pengaruh Desain Eropa di Indonesia

Dokumen ini membahas perkembangan desain dan seni rupa di Indonesia pada awal abad ke-20 yang dipengaruhi oleh aliran-aliran dari Eropa melalui perancang dan insinyur Belanda. Dokumen ini juga membahas kontribusi tokoh-tokoh seperti Raden Saleh dalam memperkenalkan gaya artistik yang menggabungkan unsur Eropa dan Indonesia.

Diunggah oleh

NABILA SALMADHIYA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Pengaruh Desain Eropa di Indonesia

Dokumen ini membahas perkembangan desain dan seni rupa di Indonesia pada awal abad ke-20 yang dipengaruhi oleh aliran-aliran dari Eropa melalui perancang dan insinyur Belanda. Dokumen ini juga membahas kontribusi tokoh-tokoh seperti Raden Saleh dalam memperkenalkan gaya artistik yang menggabungkan unsur Eropa dan Indonesia.

Diunggah oleh

NABILA SALMADHIYA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Awal abad ke-20 dipenuhi dengan berbagai pergerakan desain di dunia, khususnya

di bagian benua bagian barat sana. Pergerakan desain tersebut kian menyebar ke penjuru
dunia lain dan memengaruhi gaya estetis dalam budayanya, termasuk di Indonesia. Nilai-
nilai estetis modern yang dibawa oleh koloni belanda memberi kontribusi yang besar dan
membangunkan cita rasa yang modern dalam diri masyarakat Indonesia. Pada masa itu,
perancang dan insinyur didatangkan dari negeri Belanda dengan membawa gaya estetis
khas eropa. Seperti yang sudah diteliti oleh banyak ahli, perubahan yang dibawa ini
mencakup berbagai aspek, mulai dari arsitektur, perancangan tata kota, karya seni, furnitur,
dan masih banyak lagi.

Dalam budaya rupa, terutama bidang desain, nilai estetis dalam kebijakan
pembangunan serta bagaimana itu memengaruhi manusianya adalah sesuatu yang tidak
dapat dipisahkan. Dalam hal ini desain dapat didudukkan sebagai suatu bagian kebudayaan
benda yang dapat mengungkapkan makna nilai-nilai estetis yang menyertai aneka bentuk
budaya pada setiap masa.

Pada tahun 1900-an, faham-faham senirupa dan dunia desain di Eropa sedang
mengalami perubahan-perubahan besar, terutama pengaruh gerakan Art-Nouveau dan Art &
Craft, munculnya Bauhaus, De Stijl, gerakan-gerakan Modernisme. Gaya estetis yang
menjadi trend dalam dunia desain profesional, juga berpengaruh kepada Pendidikan
arsitektur, seni dan desain di Eropa, termasuk di negeri Belanda sendiri. Nilai-nilai tersebut
kemudian secara langsung berpengaruh kepada para perancang Belanda melalui
pendidikan di negaranya, yang kemudian datang ke Indonesia serta merta membawa aliran
modern tersebut.

Art Deco, diproklamirkan ketika dilangsungkan pameran internasional seni dekoratif


di Paris tahun 1925. Pada pameran itu, Le Corbusier mewujudkan gagasannya pada paviliun
"semangat baru" (l'espirit nouveau), berwujud sebuah konsep rumah mungil berperabot
buatan industri yang ditata seefesien mungkin. Kemudian gaya Art deco ini dibawa oleh para
perancang Belanda ke Nusantara yang digunakan dalam berbagai bangunan kolonial.
Contoh nyatanya bisa kita lihat di penjuru kota
Bandung, mulai dari Gedung Sate, Hotel
Preanger, Gedung Asia-Afrika, dan bangunan
lain di area Braga. Bandung juga disebut
sebagai Kota Art Deco dengan sedikitnya ada
418 bangunan Art-deco yang tercatat pada
tahun 2017.
Secara umum, karya arsitektur art-
deco memiliki beberapa karakteristik seperti
adanya struktur bertingkat yang terlihat
seperti tangga yang kerap disebut ziggurat.
Lalu bangunan dengan sisi melengkung, atap
bangunan yang datar, menggunakan balok-
balok kaca pengganti jendela, menonjolkan
unsur abstrak, serta menggunakan gaya
lampu yang khas pada desain interiornya.

Ada upaya dari para arsitek Belanda untuk membangun bangunan dengan
mengawinkan gaya arsitektur eropa dengan gaya arsitektur nusantara. ITB merupakan
sebuah eksperimen seni bangunan dalam
memadukan langgam arsitektur tradisional
nusantara dengan kemajuan teknik konstruksi
modern yang dilakukan oleh arsitek bernama
Ir. Henri Mclaine Point. Mclaine terinspirasi
dari pendopo yang terdapat lubang di atasnya
sehingga udara dapat naik ke atas dan
keluar. Hal ini dilakukannya untuk
menyesuaikan kondisi bangunan dengan iklim tropis Indonesia.

Lalu dari sisi pribumi, ada Raden Saleh Bustaman. Dia berkesempatan untuk belajar
seni dan desain di Eropa sana mempelajari berbagai aliran seni. Raden Saleh terutama
dikenang karena lukisan historisnya, Penangkapan Pangeran Diponegoro, yang
menggambarkan peristiwa pengkhianatan pihak Belanda kepada Pangeran Diponegoro
yang mengakhiri Perang Jawa pada 1830. Sang Pangeran dibujuk untuk hadir di Magelang
untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata, tetapi pihak Belanda tidak memenuhi
jaminan keselamatannya, dan Diponegoro pun ditangkap.

Selain dikenal
sebagai seorang
pelukis, dirinya juga
seorang desainer
yang merancang
rumahnya sendiri di
daerah Cikini.
Rumahnya
bernuansa perpaduan eropa dan Nusantara. Ia juga merancang mebel-mebelnya sendiri.

Begitulah beberapa awal mula dari pergerakan seni dan desain di Indonesia. Lalu
semakin kesini akan semakin banyak lagi pengaruh-pengaruh dari modernism yang
memengaruhi gaya estetis Nusantara.

Raden Saleh: The Romantic Aristocrat.

2002. Sejarah Desain dan Kesenirupaan Indonesia. Bandung: Penerbit ITB.

2001. Transformasi Budaya Dalam Desain dan kesenirupaan Indonesia. Bandung:


Penerbit ITB.

Sachari, Agus. 1999. Modernisme: Tinjauan Historis Desain Modern. Jakarta : Balai
Pustaka.

Iswanto, HadiYanuar. [Link] Art-Deco di Kota Bandung.


Lahir di Bandung, 8 Maret 2002 dengan nama
Nabila Salmadhiya, anak pertama dari dua bersaudara.
Saya besar di Bandung, bersekolah di TK Bumi Limas dan
SD Priangan hingga memutuskan untuk pindah ke Garut
ketika saya SMP. Keluarga besar saya memiliki latar
belakang yang cukup kental di bidang seni. Nabila kecil
sudah mulai menggambar dan mendapat dukungan penuh
dari keluarga hingga mulai ikut berpartisipasi dalam
berbagai perlombaan di bidang seni. Sekarang sedang
melaksanakan studi di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, Jurusan
Desain Interior.

-Nabila Salmadhiya

17320015

Anda mungkin juga menyukai