0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan57 halaman

Pedoman Rencana Pengelolaan Hutan

Peraturan ini mengatur pedoman penyusunan, penilaian, pengesahan, dan pelaporan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Pendek Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (RPHJPd KPHP). RPHJPd KPHP merupakan rencana pengelolaan hutan untuk kegiatan KPHP dalam kurun waktu satu tahun berdasarkan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHP.

Diunggah oleh

kphp kalteng
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan57 halaman

Pedoman Rencana Pengelolaan Hutan

Peraturan ini mengatur pedoman penyusunan, penilaian, pengesahan, dan pelaporan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Pendek Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (RPHJPd KPHP). RPHJPd KPHP merupakan rencana pengelolaan hutan untuk kegiatan KPHP dalam kurun waktu satu tahun berdasarkan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHP.

Diunggah oleh

kphp kalteng
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL


PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI
Nomor : P.7/PHPL/SET/3/2016

TENTANG

PEDOMAN PENYUSUNAN, PENILAIAN, PENGESAHAN DAN PELAPORAN


RENCANA PENGELOLAAN HUTAN JANGKA PENDEK
KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI,

Menimbang : a. bahwa Pasal 12 ayat (1) Peraturan Menteri Kehutanan


Nomor P.6/Menhut-II/2010 tentang Norma, Standar,
Prosedur dan Kriteria Pengelolaan Hutan pada Kesatuan
Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan
Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) menyebutkan,
berdasarkan rencana pengelolaan hutan jangka panjang
KPHL dan KPHP, disusun rencana pengelolaan hutan
jangka pendek untuk jangka waktu 1 (satu) tahun;
b. bahwa berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud
huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal
Pengelolaan Hutan Produksi Lestari tentang Pedoman
Penyusunan, Penilaian dan Pengesahan Rencana
Pengelolaan Hutan Jangka Pendek Kesatuan Pengelolaan
Hutan Produksi;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang
Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990
Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3419);
2. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang
Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
~2~

1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Nomor


3888) sebagaimana telah diubah dengan Undang-
Undang Nomor 19 Tahun 2004 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4412);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244);
4. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4725);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2004 tentang
Perencanaan Hutan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 146, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4452);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 tentang
Perlindungan Hutan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 147, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4453), sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60
Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5056);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang
Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan
Hutan serta Pemanfaatan Hutan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 22, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4696)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 3 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 16, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4814);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) 2008
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
~3~

Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik


Indonesia Nomor 4833);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 Tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 209, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5580);
10. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang
Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri
Kabinet Kerja Periode 2014 – 2019;
11. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang
Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8;
12. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2015 tentang
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015
Nomor 17);
13. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.6/Menhut-
VI/2009 tentang Pembentukan Wilayah Kesatuan
Pengelolaan Hutan (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 14);
14. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.6/Menhut-
VI/2010 tentang Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria
Pengelolaan Hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan
Lindung (KPHL) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan
Produksi (KPHP) (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 62);
15. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.42/Menhut-
II/2010 tentang Sistem Perencanaan Kehutanan (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2010, Nomor 460);
16. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.49/Menhut-
II/2011 tentang Rencana Kehutanan Tingkat Nasional
(RKTN) Tahun 2011-2020 (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 381);
17. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.47/Menhut-
II/2013 tentang Pedoman, Kriteria dan Standar
Pemanfaatan Hutan di Wilayah Tertentu pada Kesatuan
~4~

Pengelolaan Hutan Lindung dan Kesatuan Pengelolaan


Hutan Produksi (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2013 Nomor 1077);
18. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Nomor P.18/MenLHK-II/2015 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2015 Nomor 713);
19. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Nomor P.20/MenLHK-II/2015 tentang Fasilitasi Biaya
Operasional Kesatuan Pengelolaan Hutan (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 811);
20. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Nomor P.64/MenLHK-Setjen/2015 tentang Tata Cara
Pengesahan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka
Panjang Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung dan
Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 336);
21. Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan
Produksi Lestari Nomor P.4/PHPL-Set/2015 tentang
Penanggung Jawab Pelaksanaan Tugas dan Fungsi
Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari
Yang Belum Tertampung Di Dalam Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.18/Menlhk-
II/2014;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN
HUTAN PRODUKSI LESTARI TENTANG PEDOMAN
PENYUSUNAN, PENILAIAN, PENGESAHAN DAN PELAPORAN
RENCANA PENGELOLAAN JANGKA PENDEK KESATUAN
PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI.
~5~

BAB I
KETENTUAN UMUM

Bagian Kesatu
Pengertian

Pasal 1
Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan :
1. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa
hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang
didominasi pepohonan dalam persekutuan alam
lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat
dipisahkan.
2. Kawasan Hutan adalah wilayah tertentu yang ditetapkan
oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya
sebagai hutan tetap.
3. Pengelolaan Hutan adalah kegiatan yang meliputi tata
hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan,
pemanfaatan hutan, penggunaan kawasan hutan,
rehabilitasi dan reklamasi hutan, perlindungan hutan dan
konservasi alam.
4. Kesatuan Pengelolaan Hutan adalah wilayah pengelolaan
hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dapat
dikelola secara efisien dan lestari.
5. Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi yang selanjutnya
disebut KPHP adalah KPH yang luas wilayahnya seluruh
atau sebagian besar terdiri dari kawasan hutan produksi.
6. Rencana Pengelolaan Hutan adalah rencana pada
Kesatuan Pengelolaan Hutan yang disusun oleh Kepala
KPH, berdasarkan hasil tata hutan dan rencana
kehutanan, dengan memperhatikan aspirasi, peran serta
dan nilai budaya masyarakat serta kondisi lingkungan,
memuat semua aspek pengelolaan hutan dalam kurun
jangka panjang dan jangka pendek.
~6~

7. Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHP yang


selanjutnya disebut RPHJP KPHP adalah rencana
pengelolaan hutan untuk seluruh wilayah kerja KPHP
dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun.
8. Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Pendek KPHP
selanjutnya disebut RPHJPd KPHP adalah rencana
pengelolaan hutan untuk kegiatan KPHP dalam kurun
waktu 1 (satu) tahun, yang penyusunannya didasarkan
atas Rencana Kerja Pengelolaan Hutan Jangka Panjang.
9. Rencana bisnis adalah pernyataan formal atas tujuan
berdirinya sebuah bisnis, serta alasan mengapa
pendirinya yakin bahwa tujuan tersebut dapat dicapai,
serta strategi atau rencana-rencana apa yang akan
dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut.
10. Pemanfaatan Hutan adalah kegiatan untuk
memanfaatkan kawasan hutan, memanfaatkan jasa
lingkungan, memanfaatkan hasil hutan kayu dan bukan
kayu serta memungut hasil hutan kayu dan bukan kayu
secara optimal dan adil untuk kesejahteraan masyarakat
dengan tetap menjaga kelestariannya.
11. Penggunaan Kawasan Hutan adalah penggunaan atas
sebagian kawasan hutan untuk kepentingan
pembangunan di luar kehutanan tanpa mengubah status
dan fungsi pokok kawasan hutan.
12. Rehabilitasi Hutan dan Lahan adalah upaya memulihkan,
mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan
lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan
peranannya dalam mendukung sistem penyangga
kehidupan tetap terjaga.
13. Reklamasi Hutan adalah usaha untuk memperbaiki atau
memulihkan kembali hutan atau lahan dan vegetasi
dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat
penggunaan kawasan hutan agar dapat berfungsi secara
optimal sesuai dengan peruntukkannya.
~7~

14. Perlindungan Hutan adalah usaha untuk mencegah dan


membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil
hutan, yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak,
kebakaran, daya-daya alam, hama dan penyakit, serta
mempertahankan dan menjaga hak-hak negara,
masyarakat dan perorangan atas hutan, kawasan hutan,
hasil hutan, investasi serta perangkat yang berhubungan
dengan pengelolaan hutan.
15. Inventarisasi Hutan adalah rangkaian kegiatan
pengumpulan data untuk mengetahui keadaan dan
potensi sumber daya hutan serta lingkungannya secara
lengkap.
16. Blok adalah bagian wilayah KPHP yang dibuat relatif
permanen untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi
pengelolaan.
17. Wilayah tertentu dalam KPHP antara lain, adalah wilayah
hutan yang situasi dan kondisinya belum menarik bagi
pihak ketiga untuk mengembangkan usaha
pemanfaatannya.
18. Kemitraan kehutanan adalah kerjasama antara pengelola
hutan dengan masyarakat setempat dalam pengembangan
kapasitas dan pemberian akses, dengan prinsip
kesetaraan dan saling menguntungkan.
19. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang diserahi
tugas dan tanggung jawab di bidang Pengelolaan Hutan
Produksi Lestari.
20. Direktur adalah Direktur yang diserahi tugas dan
tanggung jawab di bidang Kesatuan Pengelolaan Hutan
Produksi.
21. Kepala Dinas Provinsi adalah Kepala Dinas yang diserahi
tugas dan tanggung jawab di bidang kehutanan di wilayah
Provinsi.
22. Unit Pelaksana Teknis (UPT) adalah unit pelaksana teknis
yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari.
~8~

Bagian Kedua
Maksud dan Tujuan

Pasal 2
(1) Maksud dari penetapan pedoman penyusunan,
penilaian, pengesahan dan pelaporan RPHJPd KPHP
yaitu memberikan pedoman kepada Kepala KPHP dalam
menyusun, menilai dan mengesahkan RPHJPd KPHP.
(2) Tujuan dari penetapan pedoman penyusunan,
penilaian, pengesahan dan pelaporan RPHJPd KPHP
yaitu penyusunan RPHJPd KPHP oleh KPHP dapat
dilaksanakan secara tertib dan benar.

BAB II
PERSYARATAN PENYUSUNAN, PENILAIAN DAN
PENGESAHAN RENCANA PENGELOLAAN HUTAN JANGKA
PENDEK (RPHJPd) KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN
PRODUKSI

Pasal 3
(1) KPHP wajib menyusun RPHJPd KPHP berdasarkan
RPHJP KPHP yang telah disahkan.
(2) RPHJPd KPHP disusun oleh pejabat yang ditunjuk oleh
Kepala KPHP, dan disahkan oleh Kepala KPHP.
(3) RP HJPd KPHP sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
didasarkan pada :
a. RPHJP KPHP yang telah disahkan;
b. hasil Kegiatan Penataan Hutan (Inventarisasi dan
Identifikasi, Tata Batas, Pembagian Petak/Blok dan
Pemetaan) pada areal Kesatuan Pengelolaan Hutan
Produksi
(4) RPHJPd KPHP berlaku paling lama untuk jangka
waktu 12 (dua belas) bulan didasarkan pada tahun
kalender dimulai dari tanggal 1 Januari dan berakhir
pada tanggal 31 Desember tahun berjalan.
~9~

(5) RPHJPd KPHP tahun berikutnya diajukan paling


lambat 2 (dua) bulan sebelum berakhir masa
berlakunya RPHJPd KPHP.
(6) RPHJPd sebagaimana dimaksud pada ayat (4)
merupakan dasar operasionalisasi pengelolaan hutan
oleh KPHP pada tahun yang bersangkutan.

Pasal 4
(1) Pejabat Struktural yang membidangi Perencanaan
Hutan pada KPHP dalam jangka waktu paling lama 15
(lima belas) hari kerja sejak diterimanya RPHJPd dan
rekaman elektronisnya, melakukan verifikasi dan validasi
data/informasi serta dokumentasi pendukung RPHJPd
yang disusun oleh pejabat yang ditunjuk Kepala KPHP,
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dan ayat
(3).
(2) Format verifikasi dan validasi data/informasi dan
dokumen pendukung RPHJPd KPHP sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I Peraturan ini.

Pasal 5
(1) Dalam hal hasil verifikasi dan validasi data/informasi
serta dokumentasi pendukung RPHJPd KPHP
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1),
memperoleh nilai sebesar 75 (tujuh puluh lima) atau
lebih, maka memenuhi ketentuan untuk disahkan.
(2) Dalam hal hasil verifikasi dan validasi data/informasi
serta dokumentasi pendukung RPHJPd KPHP
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1),
memperoleh nilai kurang dari 75 (tujuh puluh lima) atau
ditemukan materi substansial yang perlu mendapatkan
klarifikasi, maka tidak memenuhi ketentuan untuk
disahkan.
(3) Atas RPHJPd KPHP yang memperoleh nilai kurang dari
75 (tujuh puluh lima) atau ditemukan materi substansi
yang perlu mendapatkan klarifikasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Pejabat Struktural yang
~ 10 ~

membidangi Perencanaan Hutan menyampaikan materi


perbaikan atau klarifikasi kepada pejabat yang ditunjuk
untuk menyusun RPHJPd.
(4) Atas RPHJPd KPHP yang memperoleh nilai 75 (tujuh
puluh lima) atau lebih serta tidak ditemukan materi
substansi yang perlu mendapatkan klarifikasi, dan atau
RPHJPd KPHP yang memperoleh nilai kurang dari 75
(tujuh puluh lima) dan telah dilakukan perbaikan,
Pejabat Struktural yang membidangi Perencanaan Hutan
menyampaikan RPHJPd dimaksud kepada Kepala KPHP
untuk mendapat pengesahan.

Pasal 6
(1) Kepala KPHP dalam jangka waktu 15 (lima belas) hari
kerja sejak diterimanya RPHJPd sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4), mengesahkan RPHJPd
KPHP, dalam bentuk Keputusan.
(2) KPHP yang belum memiliki RPHJP, dapat menyusun
Rencana Operasional sebagai dasar operasional kegiatan.
(3) Tata Cara Penyusunan, Penilaian dan Pengesahan
RPHJPd KPHP, Rencana Operasional KPHP dan Format
Keputusan RPHJPd sebagaimana tercantum dalam
Lampiran II Peraturan ini.

BAB III
PEMBINAAN, PENGENDALIAN DAN PELAPORAN

Pasal 7
(1) Untuk tertibnya pelaksanaan tata hutan dan
penyusunan rencana pengelolaan hutan;
a. Direktur Jenderal, berwenang membina dan
mengendalikan kebijakan bidang lingkungan hidup
dan kehutanan yang dilaksanakan Kepala Dinas
Provinsi, Kepala KPHP dan Pemegang izin yang berada
dalam areal KPHP.
b. Kepala Dinas Provinsi, berwenang membina dan
mengendalikan kebijakan bidang lingkungan hidup
~ 11 ~

dan kehutanan yang dilaksanakan kepala KPHP dan


pemegang izin yang berada dalam areal KPHP.
(2) Direktur Jenderal dan Kepala Dinas Provinsi sesuai
kewenangannya melakukan pembinaan dan
pengendalian terhadap pelaksanaan tata hutan dan
penyusunan rencana pengelolaan hutan serta
pemanfaatan hutan yang dilaksanakan oleh Kepala
KPHP, pemanfaat hutan, dan/atau pengolah hasil
hutan.

Pasal 8
(1) Kepala KPHP melakukan pengendalian terhadap
pelaksanaan tata hutan dan penyusunan rencana
pengelolaan hutan serta pemanfaatan hutan yang
dilaksanakan oleh Pemegang izin yang berada dalam
areal KPHP.
(2) Pengendalian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
meliputi kegiatan :
a. Monitoring; dan/atau
b. Evaluasi.
(3) Kegiatan monitoring sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) huruf a, merupakan kegiatan untuk memperoleh
data dan informasi, kebijakan, dan pelaksanaan
pengelolaan hutan.
(4) Kegiatan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
huruf b, merupakan kegiatan untuk menilai
keberhasilan pelaksanaan pengelolaan hutan lestari
yaitu tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan
hutan, serta pemanfaatan hutan yang dilakukan secara
periodik disesuaikan dengan jenis perizinan.

Pasal 9
(1) Pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hutan yang berada
pada areal KPHP wajib membuat dan menyampaikan
laporan pelaksanaan kegiatan setiap bulan paling
lambat tanggal 14 (empat belas) bulan berikutnya
kepada Kepala KPHP.
~ 12 ~

(2) Kepala KPHP wajib membuat dan menyampaikan


laporan pelaksanaan RPHJPd setiap bulan paling lambat
tanggal 20 (dua puluh) bulan berikutnya.
(3) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
disampaikan kepada Kepala Dinas Provinsi, dengan
tembusan disampaikan kepada :
a. Direktur; dan
b. Kepala UPT.
(4) Kepala Dinas Provinsi wajib menyampaikan laporan
perkembangan realisasi RPHJPd KPHP setiap bulan
kepada Direktur dengan tembusan Kepala UPT.

BAB IV
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 10
(1) RPHJPd KPHP yang telah disahkan sebelum peraturan ini
dinyatakan tetap berlaku.
(2) RPHJPd KPHP yang telah disusun dan belum disahkan,
pengesahannya diproses sesuai dengan ketentuan
Peraturan ini.

BAB V
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 11
Peraturan Direktur Jenderal ini berlaku pada tanggal
ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal : 1 Maret 2016
DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN
HUTAN PRODUKSI LESTARI,

TTD

IDA BAGUS PUTERA PARTHAMA


~ 13 ~

Salinan Peraturan ini disampaikan kepada yth. :


1. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
2. Pejabat Eselon I lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
3. Pejabat Eselon II lingkup Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi
Lestari;
4. Kepala Dinas Provinsi yang diserahi tugas dan tanggung jawab dibidang
kehutanan di seluruh Indenesia;
5. Kepala Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah I-XVI;
6. Kepala KPHP di Seluruh Indonesia.
~ 13 ~

Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari


Nomor :
Tentang : Pedoman Penyusunan, Penilaian dan Pengesahan Rencana Pengelolaan
Hutan Jangka Pendek Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi

FORMAT VERIFIKASI DAN VALIDASI DATA/INFORMASI DAN DOKUMEN


PENDUKUNG RENCANA PENGELOLAAN HUTAN JANGKA PENDEK (RPHJPd) ATAU
RENCANA OPERASIONAL KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI

I. Materi verifikasi dan validasi:


a. Pendahuluan (bobot 8 %)

Hasil Akhir
No. Uraian Nilai Bobot Justifikasi
(nilai x bobot)
Kecukupan uraian :
1. Latar belakang 2%
2. Maksud dan tujuan 2%
3. Ruang lingkup 2%
4. Batasan pengertian 2%
Sub-Total a 8%
Catatan : nilai setiap unsur antara 0 – 100 dengan kriteria sebagai berikut:
- Sangat Baik : > 91
- Baik : 75-90
- Cukup : 50-74
- Kurang : < 49

b. Analisis Proyeksi ( Bobot 22 %):

Hasil Akhir
No. Uraian Nilai Bobot Justifikasi
(nilai x bobot)
Kecukupan uraian :
Evaluasi kegiatan 1 (satu)
1 3%
tahun sebelumnya

2. Basis Data dan Informasi 3%

Status Neraca Sumber


3. 3%
Daya Hutan
Partisipasi Pemangku
4. 3%
Kepentingan
Arahan Rencana
5. 3%
Pembangunan Tahunan

6. Pemetaan Konflik 3%

7. Analisis dan Proyeksi 4%

Sub-Total b 22 %

Catatan : nilai setiap unsur antara 0 – 100 dengan kriteria sebagai berikut:
- Sangat Baik : > 91
~ 14 ~
- Baik : 75-90
- Cukup : 50-74
- Kurang : < 49

c. Rencana Kegiatan (bobot 30 %):


No. Hasil Akhir
Uraian Nilai Bobot Justifikasi
(nilai x bobot)
Kecukupan uraian :
1 Penataan Hutan 2%
Pemanfaatan Hutan Pada
2 2%
Wilayah tertentu
Pemberdayaan Masyarakat
3 2%
Setempat/Sekitar Hutan
Pembinaan dan Pemantauan
4 Pada Areal KPHP yang telah 2%
dibebani Izin
Penyelenggaraan Rehabilitasi
5 Pada Areal yang tidak dibebani 2%
Izin
Pembinaan Dan Pemantauan
6 Pelaksanaan rehabilitasi dan 2%
reklamasi Pada Areal yang
sudah dibebani Izin
Penyelenggaraan Perlindungan
7 2%
Hutan dan Konservasi Alam
Penyelenggaraan Koordinasi dan
8 Sinkronisasi antar Pemegang 2%
Izin
Koordinasi dan Sinergi dengan
9 2%
Instansi dan Stakeholder terkait
Penyediaan dan Peningkatan
10 Kapasitas SDM 2%
Penyediaan Dana /Sumber
11 2%
Pembiayaan
Pengembangan Database
12 Berbasis Teknologi Informasi 2%

13 Rasionalisasi Wilayah Kerja 2%


Review Rencana Pengelolaan
14 (Minimal 5 tahun sekali) 2%

15 Pengembangan Investasi 2%
Sub Total c 30 %
Catatan : nilai setiap unsur antara 0 – 100 dengan kriteria sebagai berikut:
- Sangat Baik : > 91
- Baik : 75-90
- Cukup : 50-74
- Kurang : < 49
~ 15 ~

d. Monitoring dan Evaluasi (bobot 10 %):

Hasil Akhir
No. Uraian Nilai Bobot Justifikasi
(nilai x bobot)
Kecukupan uraian :
1. Rencana Monitoring dan 10 %
Evaluasi

Sub Total d 10 %
Catatan : nilai setiap unsur antara 0 – 100 dengan kriteria sebagai berikut:
- Sangat Baik : > 91
- Baik : 75-90
- Cukup : 50-74
- Kurang : < 49

e. Lampiran-Lampiran (bobot 30 %):

Hasil Akhir
No. Unsur Nilai Bobot Justifikasi
(nilai x bobot)
1. Peta wilayah KPHP sesuai 1%
ketentuan
2. Peta penutupan lahan areal 2%
KPHP 2 (dua)
tahun terakhir
3. Peta Fungsi Kawasan Hutan 1%
areal KPHP
4. Peta DAS sesuai kondisi 1%
wilayah kerja
5. Peta sebaran potensi wilayah 2%
KPHP dan aksesibilitas
6. Peta penataan hutan berupa 2%
zona/blok, petak
7. Peta penggunaan lahan sesuai 2%
dengan ketentuan
8. Peta keberadaan izin 2%
pemanfaatan hutan dan
penggunaan kawasan hutan

9. Peta tanah, iklim, geologi 2%


10 Peta kerja masing-masing 15 %
kegiatan
Sub Total e 30 %

Catatan : nilai setiap unsur antara 0 – 100 dengan kriteria sebagai berikut:
- Sangat Baik : > 91
- Baik : 75-90
- Cukup : 50-74
- Kurang : < 49
~ 16 ~

Keterangan :
1) Total hasil akhir merupakan penjumlahan seluruh hasil akhir dari Sub
Total a + Sub Total b + Sub Total c + Sub Total d + Sub Total e.

2) Justifikasi : memuat penjelasan kualitas data/informasi yang disajikan

..................., ............ 20..


Yang melakukan penilaian :

.........................................

II. Hasil verifikasi dan validasi:


1. Total nilai akhir verifikasi merupakan penjumlahan nilai seluruh unsur yang
diverifikasi;
2. Apabila total nilai akhir mencapai 75 (tujuh puluh lima) atau lebih maka
RPHJPd/RO KPHP dapat disahkan;
3. Apabila total nilai akhir tidak mencapai 75 (tujuh puluh lima) maka
RPHJPd/RO KPHP perlu diperbaiki.

DIREKTUR JENDERAL PENGELOLAAN


HUTAN PRODUKSI LESTARI,

TTD

IDA BAGUS PUTERA PARTHAMA


~ 17 ~

Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari


Nomor :
Tentang : Pedoman Penyusunan, Penilaian, Pengesahan dan
Pelaporan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Pendek
(RPHJPd) Kesatuan pengelolaan Hutan Produksi.

TATA CARA PENYUSUNAN, PENILAIAN DAN PENGESAHAN


RENCANA PENGELOLAAN HUTAN JANGKA PENDEK (RPHJPd)
ATAU RENCANA OPERASIONAL
KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI
OLEH KEPALA KPHP
~ 18 ~

DAFTAR ISI

Halaman
Daftar Isi : ..................................................................... 14
BAB I. PENYUSUNAN RPHJPd/RO PADA KPHP .............................. 15
A. Penyusunan ............................................................................... 15
B. Bahan Penyusunan .................................................................... 15
C. Sistematika Penyusunan ............................................................ 16
BAB II. PENILAIAN DAN PENGESAHAN RPHJPd/RO PADA KPHP . 17
A. Persyaratan Penilaian ................................................................. 17
B. Tata Cara Penilaian .................................................................... 17
C. Tata Cara Pengesahan................................................................. 17
BAB III. FORMAT BUKU RPHJPd/RO PADA KPHP .......................... 18
BAB IV. FORMAT PENGESAHAN RPHJPd/RO PADA KPHP ............. 21
~ 19 ~

BAB I
PENYUSUNAN RPHJPd/RO PADA KPHP

A. Penyusun
Penyusun RPHJPd/RO pada KPHP adalah Tenaga Perencanaan Hutan
yang ditunjuk oleh Kepala KPHP.

B. Bahan Penyusunan

Bahan penyusunan RPHJPd/RO didasarkan pada :


1. Peta areal KPHP sesuai Keputusan Menteri Kehutanan/Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang penetapan areal KPHP
2. RPHJP 10 tahunan pada KPHP yang telah disetujui.
3. Rekapitulasi hasil inventarisasi dan identifikasi potensi kawasan
hutan dan hasil hutan.

C. Tata Cara Penyusunan

Penyusunan Rencana Kerja Pengelolaan Hutan Jangka Pendek melalui


tahapan:
1. Inventarisasi sumber daya hutan dan kondisi sosial ekonomi budaya
masyarakat secara detil pada kawasan hutan KPHP yang akan
dikelola pada tahun berjalan
2. Proses Penyusunan draft oleh KPHP melalui pelibatan parapihak
sejak dari pengumpulan data, perumusan alternatif kegiatan teknis
dan administrasi pengelolaan hutan
3. Perumusan substansi teknis pengelolaan hutan dikonsultasikan
dengan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada
wilayah kerja KPHP
4. Perumusan rencana kerja disinkronkan dengan Rencana Strategis
Dinas Kehutanan Provinsi
5. Pelaksanaan konsultasi para pihak dapat dilakukan melalui forum
musyawarah pembangunan lingkup Pemerintahan Daerah di wilayah
kerja KPHP.
~ 20 ~

D. Sistematika Penulisan

Penyusunan Usulan RPHJPd mengikuti sistematika sebagai berikut:

Sampul
Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Peta Situasi
Ringkasan Eksekutif
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lampiran Peta
- Peta Kerja Penanaman
- Peta Keja Pemberdayaan
- Dst…

BAB I. PENDAHULUAN
Berisi latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, batasan
pengertian

BAB II. ANALISIS DAN PROYEKSI


Memuat analisis dan proyeksi rencana kegiatan yang bersifat
operasional dalam jangka waktu 1 tahun, meliputi hasil evaluasi tahun
sebelumnya, basis data dan informasi, status neraca sumber daya
hutan, partisipasi pemangku kepentingan, arahan rencana
pembangunan tahunan KPHP dan pemetaan potensi konflik.

BAB III. RENCANA KEGIATAN


Memuat rencana kegiatan tahunan, meliputi kegiatan dan target yang
akan dicapai, kebutuhan dana, tata waktu pelaksanaan

BAB IV. MONITORING DAN EVALUASI


Memuat rencana kegiatan monitoring dan evalusi pelaksanaan
pengelolaan hutan

BAB V. PENUTUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Format Buku RPHJPd pada KPHP sesuai sistematika penulisan tersebut


di atas sebagaimana dicontohkan pada Bab III.
~ 21 ~

BAB II
PENILAIAN DAN PENGESAHAN RPHJPd PADA KPHP

A. Persyaratan Penilaian

Tenaga perencanaan yang ditunjuk oleh Kepala KPHP mengajukan


permohonan Penilaian dan Pengesahan Usulan RPHJPd paling lambat
tanggal 31 Oktober tahun sebelumnya kepada Kepala KPHP dan
dilampiri :
1. Peta areal KPHP sesuai Keputusan Menteri Kehutanan/Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang penetapan areal KPHP
2. RPHJP 10 tahunan pada KPHP yang telah disetujui.
3. Rekapitulasi hasil inventarisasi dan identifikasi potensi kawasan
hutan dan hasil hutan.

B. Tata Cara Penilaian

1. Pejabat Struktural yang membidangi Perencanaan Hutan pada KPHP


melakukan penilaian terhadap Buku Usulan RPHJPd dan
kelengkapan persyaratan Usulan RPHJPd.
2. Kepala KPHP memberikan arahan perbaikan Usulan RPHJPd dan
atau mengembalikan Usulan Buku RPHJPd yang pengajuannya tidak
memenuhi persyaratan dan kelengkapan.
3. Petugas yang ditunjuk wajib menyerahkan kembali perbaikan dan
atau kelengkapan pengajuan penilaian dan Persetujuan Usulan Buku
RPHJPd maksimal dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja.

C. Tata Cara Pengesahan

1. Dalam waktu paling lambat 14 hari kerja sejak diterimanya berkas


usulan RPHJPd memenuhi persyaratan dan kelengkapan sesuai
dengan ketentuan, Kepala KPHP mengesahkan Usulan Buku RPHJPd
pada KPHP.
2. Kepala KPHP mengesahkan Usulan RPHJPd pada KPHP dengan
menerbitkan Keputusan Pengesahan RPHJPd pada KPHP. Format
surat keputusan tersebut sebagaimana dicontohkan pada Bab IV.
~ 22 ~

BAB III
FORMAT BUKU RPHJPd PADA KPHP

rPHUTAN JANGKA PENDEK


RENCANA PENGELOLAAN
KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI
TAHUN …….....

KPHP. ..……………………

Keputusan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi


No. ……………………………..
Tanggal ………………………..
Luas ……………. Ha

KABUPATEN/KOTA................................................
PROVINSI..............................................
~ 23 ~

RENCANA PENGELOLAAN HUTAN JANGKA PENDEK


KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI
TAHUN …….....

KPHP. ..……………………

Keputusan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi


Nomor : ……………………………..
Tanggal : ………………………..
Luas : ……………. Ha

Kabupaten / Kota : ......................................


Provinsi : .......................................

.................., ...................

Disahkan :
Di :
Tanggal :
Nomor :
Disusun Oleh :
Kepala KPHP .........

................................. ......................................
NIP. Tenaga Perencanaan
~ 24 ~

DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN PETA

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Maksud dan Tujuan
C. Ruang Lingkup
D. Batas Pengertian

BAB II. ANALISIS DAN PROYEKSI


A. Evaluasi Kegiatan Tahun ..... (sebelumnya)
B. Basis Data dan Informasi
C. Status Neraca Sumber Daya Hutan
D. Partisipasi Pemangku Kepentingan
E. Arahan Rencana Pembangunan tahunan
F. Pemetaan Konflik
G. Analisis dan Proyeksi

BAB III. RENCANA KEGIATAN


A. Penataan Hutan
B. Pemanfaatan Hutan Pada Wilayah Tertentu
C. Pemberdayaan Masyarakat Setempat/Sekitar Hutan
D. Pembinaan dan Pemantauan Pada Areal KPHP yang telah dibebani
Izin
E. Penyelenggaraan Rehabilitasi Pada Areal yang tidak dibebani Izin
F. Pembinaan Dan Pemantauan Pelaksanaan rehabilitasi dan reklamasi
Pada Areal yang sudah dibebani Izin
G. Penyelenggaraan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam
H. Penyelenggaraan Koordinasi dan Sinkronisasi antar Pemegang Izin
I. Koordinasi dan Sinergi dengan Instansi dan Stakeholder terkait
J. Penyediaan dan Peningkatan Kapasitas SDM
K. Penyediaan Dana /Sumber Pembiayaan
L. Pengembangan Database Berbasis Teknologi Informasi
M. Rasionalisasi Wilayah Kerja
N. Review Rencana Pengelolaan (Minimal 5 tahun sekali)
O. Pengembangan Investasi

BAB IV. MONITORING DAN EVALUASI


Memuat rencana kegiatan monitoring dan evalusi pelaksanaan
pengelolaan hutan

BAB V. PENUTUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN
RENCANA KEGIATAN PENGELOLAAN HUTAN JANGKA PENDEK TAHUN …….
KPHP .............................................................

1. PENATAAN HUTAN

Rencana Lokasi
Sumber Waktu
Blok/Resort/
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Fungsi
Geografis
(Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
A INVENTARISASI HUTAN
- Inventarisasi Satwa dan Tumbuhan dilindungi
- Inventarisasi Hasil Hutan Bukan Kayu
- Inventarisasi Potensi Jasa Lingkungan
- Inventarisasi Hasil Hutan Kayu
- Inventarisasi Lahan Kritis
- Dst ……
B PENATAAN BATAS BLOK
- Blok Inti
- Blok Khusus
- Blok Pemanfaatan
- Blok Perlindungan
- Blok Khusus
- Blok Pemanfaatan HHK-HT
- Blok Pemanfaatan HHK-HA
- Blok Pemanfaatan Kawasan, Jasa lingkungan, HHBK
- Blok Pemberdayaan Masyarakat
- ...... Dst
C PEMBUKAAN WILAYAH KELOLA
- Jalan utama
- Jalan cabang
- Jalan Ranting
- Kanal utama
- Kanal cabang
D PEMETAAN
- Pemetaan areal kerja
- Pemetaan potensi konflik
- Pemetaan Flora dan Fauna
- Pemetaan Potensi Jasa Lingkungan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
E PEMANTAUAN PELAKSANAAN PENATAAN BATAS
- Pada wilayah tertentu
- Pada areal pemegang izin

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
2. PEMANFAATAN HUTAN PADA WILAYAH TERTENTU

Rencana Lokasi
Sumber Waktu
Blok/Resort/
NO JENIS KEGIATAN Letak Pelaksana
Biaya Fungsi Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Geografis
(Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Pemanfaatan ruang
- Blok Inti
- Blok Khusus
- Blok Pemanfaatan
- Blok Perlindungan
- Blok Khusus
- Blok Pemanfaatan HHK-HT
- Blok Pemanfaatan HHK-HA
- Blok Pemanfaatan Kawasan, Jasa lingkungan, HHBK
- Blok Pemberdayaan Masyarakat

2 Dst ....

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
3. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SETEMPAT/SEKITAR HUTAN

Rencana Lokasi
Sumber Waktu
Blok/Resort/
NO JENIS KEGIATAN Letak Pelaksana
Biaya Fungsi Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Geografis
(Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Pembinaan kelembagaan masyarakat
- Kerjasama dengan koperasi sekitar hutan
- Membangun kemitraan usaha
- ………………. dst
2 Peningkatan sumber daya manusia
- Penyuluhan
- Pelatihan
- ………………. dst
3 Pembentukan kelompok masyarakat pemanfaat hutan
- ………………. dst
4 Pemantauan usaha pemanfaatan hutan produksi
- ………………. dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
4. PEMBINAAN DAN PEMANTAUAN (CONTROLLING ) PADA AREAL KPHP YANG SUDAH ADA IZIN PEMANFAATAN
MAUPUN PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN

Rencana Lokasi
Sumber Waktu
Blok/Resort/
NO JENIS KEGIATAN Letak Pelaksana
Biaya Fungsi Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Geografis
(Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Monitoring operasional secara periodik pada areal KPHP yang
telah ada izin pemanfaatan
- Penggunaan kawasan maupun penggunaan kawasan hutan
- Pemanfaatan Jasa lingkungan
- Pemanfaatan hasil kayu dan bukan kayu
- ....... Dst
2 Evaluasi keberhasilan secara periodik pada areal KPH yang telah
ada izin pemanfaatan
- Penggunaan maupun penggunaan
kawasan
- Pemanfaatan Jasa lingkungan
- Pemanfaatan hasil kayu dan bukan kayu
- ………………. dst
3 Uji petik pada areal KPH yang telah ada izin pemanfaatan
maupun penggunaan
- Perhitungan potensi yang telah diukur.
- Administrasi dan SDM Pelaksana.
- ………………. dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
5. PENYELENGGARAAN REHABILITASI PADA AREAL DI LUAR IZIN

Rencana Lokasi
Sumber Waktu
Blok/Resort/
NO JENIS KEGIATAN Letak Pelaksana
Biaya Fungsi Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Geografis
(Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Penanaman
- Jenis ..................
… ……..dst
2 Pemeliharaan Tanaman
- Jenis ..................
- dst .....................
3 Pengayaan Tanaman
- Jenis ..................
… ……..dst
4 … …………………….
- Jenis ..................
………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
6. PEMBINAAN DAN PEMANTAUAN (CONTROLLING ) PELAKSANAAN REHABILITASI DAN REKLAMASI PADA
AREAL YANG SUDAH ADA IZIN PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN KAWASAN HUTANNYA

Rencana Lokasi
Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Letak Fungsi Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume
(Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Monitoring dan Evaluasi kegiatan rehabilitasi dan reklamasi pada
areal Hutan Lindung
- Penggunaan kawasan
- Pemanfaatan Jasa lingkungan
- Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu
… ……..dst
2 Monitoring dan Evaluasi kegiatan rehabilitasi dan reklamasi pada
areal Hutan Produksi
- Penggunaan kawasan
- Pemanfaatan Jasa lingkungan
- Pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu
… ……..dst
3 … ………………………….

… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
7. PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM

Rencana Lokasi Sumber Waktu


Blok/Resort/
NO JENIS KEGIATAN Biaya Pelaksana Dana Pelaksanaan
Letak Desa /Kec
Volume Fungsi
(Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Pengelolaan Kawasan Lindung
a. Kawasan bergambut
b. Kawasan resapan air
c. Sempadan pantai
d. Sempadan sungai
e. Kawasan sekitar danau/waduk
f. Kawasan sekitar mata air
g. Kawasan Cagar Budaya
h. Kawasan Rawan Bencana Alam
i. Kawasan Perlindungan Plasma Nutfah
j. Kawasan Pengungsian Satwa
k. Kawasan Pantai Berhutan Bakau
2 Perlindungan Hutan dan Pengamanan Hutan
- Pengendalian hama dan penyakit
… ……..dst
3 Pengendalian kebakaran
- Menara pengawas
- Alat komunikasi
- Alat angkut
- perlengkapan pemadam kebakaran
- Jalan hutan
- Sekat bakar
- Organisasi
… ……..dst
3 … ………………………….
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
8. PENYELENGGARAAN KOORDINASI DAN SINKRONISASI ANTAR PEMEGANG IZIN

Rencana
Waktu
NO JENIS KEGIATAN Sumber Dana Pelaksana
Biaya Pelaksanaan
Volume
(Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Identifikasi perizinan, permasalahan dan koordinasi instansi
terkait
- Izin Pemanfaatan
- Izin Pengunaan
… ……..dst
2 Penyusunan Grand design Tata Kelola Perizinan di wilayah kelola
KPHP
- Workshop antar pemegang izin
… ……..dst
3 Sinkronisasi Rencana Kerja Usaha Pemegangan Izin mengacu
pada Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang/Jangka
Pendek KPHP

- Izin Pemanfaatan
- Izin Pengunaan
4 Koordinasi , Evaluasi, Pembinaan dan Pengendalian

- Izin Pemanfaatan
- Izin Pengunaan
5 … ………………………….
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
9. KOORDINASI DAN SINERGI DENGAN INSTANSI DAN STAKEHOLDER TERKAIT

Rencana
Waktu
NO JENIS KEGIATAN Sumber Dana Pelaksana
Biaya Pelaksanaan
Volume
(Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Penyusunan rencana pengelolaan KPHP
- Rapat koordinasi dengan stakeholder terkait
… ……..dst
2 Pemetaan tata hubungan kerja
- Rapat koordinasi dengan stakeholder terkait
… ……..dst
3 Evaluasi sinergitas dalam pengelolaan KPHP
- Pelaksanaan uji petik
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
10. PENYEDIAAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS SDM

Rencana
Waktu
NO JENIS KEGIATAN
Biaya Sumber Dana Pelaksana Pelaksanaan
Volume
(Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Peningkatan SDM personil KPHP
- Diklat kepemimpinan
- Diklat Teknis
- Uji Kompetensi
… ……..dst
2 Peningkatan jenjang pendidikan personil KPHP
- Sekolah S1
- Sekolah S2
- Sekolah S3
3 Studi banding
- Koordinasi dengan KPHP .....
… ……..dst
4 Magang / Sekolah Kerja
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
11. PENYEDIAAN DANA /SUMBER PEMBIAYAAN

Rencana
NO JENIS KEGIATAN
Biaya
Volume
(Rp.) (%)
1 2 3 4 5
1 Sumber pembiayaan kegiatan KPHP .....
- APBN
- APBD
- Swasta
… ……..dst
2 … ………………………….
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
12. PENGEMBANGAN DATABASE BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Rencana
Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana Sumber Dana
Biaya Pelaksanaan
Volume
(Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Persiapan (Pembelian sarana dan prasarana)
- Komputer
- LAN
… ……..dst
2 Pengembangan
- Pembuatan data base, sinkronisasi data dan Pelaporan
- Pembuatan Perangkat Sistem Informasi Teknologi Data Base

- Pembuatan Website KPHP ...


… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
13. RASIONALISASI WILAYAH KELOLA

Rencana Lokasi
Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Fungsi
(Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Rencana kegiatan rasionalisasi wilayah kelola dilaksanakan pada
tahun ke 5 dengan Inventarisasi Hutan Berkala Menyeluruh (
IHBM ) pada wilayah pemberdayaan masyarakat dan
identifikasi perkembangan pemanfaatan dan penggunaan
kawasan hutan

… ……..dst
2 … ………………………….
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
14. REVIEW RENCANA PENGELOLAAN (MINIMAL 5 TAHUN SEKALI)

Rencana Lokasi
Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Fungsi
(Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Observasi wilayah kelola
- dst .............................
2 … ………………………….
- dst .............................

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
15. PENGEMBANGAN INVESTASI

Rencana Lokasi
Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Fungsi
(Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
- Investasi Hasil Hutan Bukan Kayu
- Investasi Usaha Jasa Lingkungan
- UPHHK-HA
- UPHHK-HTI
- UPHHK-RE
- UPHHKBK
- UPHHK-HTR
- UPHHK-Hkm
- UPHHK-HD
- ....... Dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
EVALUASI KEGIATAN PENGELOLAAN HUTAN JANGKA PENDEK TAHUN …….
KPHP .............................................................

1. PENATAAN HUTAN

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Lokasi
Target Realisasi Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Volume Fungsi
(Rp.) (%) (Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
A INVENTARISASI
- Inventarisasi Satwa dan Tumbuhan dilindungi
- Inventarisasi Hasil Hutan Bukan Kayu
- Inventarisasi Potensi Jasa Lingkungan
- Inventarisasi Hasil Hutan Kayu
- Inventarisasi Potensi Jasa Lingkungan
- Rekapitulasi hasil inventarisasi pada areal pemegang izin
B PENATAAN BATAS BLOK
- Blok Inti
- Blok Khusus
- Blok Pemanfaatan
- Blok Perlindungan
- Blok Khusus
- Blok Pemanfaatan HHK-HT
- Blok Pemanfaatan HHK-HA
- Blok Pemanfaatan Kawasan, Jasa lingkungan, HHBK
- Blok Pemberdayaan Masyarakat
C PEMBUKAAN WILAYAH KELOLA
- Jalan utama
- Jalan cabang
- Jalan Ranting
- Kanal utama
D PEMETAAN
- Pemetaan areal kerja
- Pemetaan potensi konflik
- Pemetaan Flora dan Fauna
- Pemetaan Potensi Jasa Lingkungan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
E PEMANTAUAN PELAKSANAAN PENATAAN BATAS
- Pada wilayah tertentu
- Pada areal pemegang izin

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
2. PEMANFAATAN HUTAN PADA WILAYAH TERTENTU

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Lokasi
Target Realisasi Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Volume Fungsi
(Rp.) (%) (Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 11 12 13
1 Pemanfaatan ruang
- Blok Inti
- Blok Khusus
- Blok Pemanfaatan
- Blok Perlindungan
- Blok Khusus
- Blok Pemanfaatan HHK-HT
- Blok Pemanfaatan HHK-HA
- Blok Pemanfaatan Kawasan, Jasa lingkungan, HHBK
- Blok Pemberdayaan Masyarakat

2 Dst ....

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
3. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SETEMPAT/SEKITAR HUTAN

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Lokasi
Target Realisasi Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Volume Fungsi
(Rp.) (%) (Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Pembinaan kelembagaan masyarakat
- Kerjasama dengan koperasi sekitar hutan
- Membangun kemitraan usaha
- ………………. dst
2 Peningkatan sumber daya manusia
- Penyuluhan
- Pelatihan
- ………………. dst
3 Pembentukan kelompok masyarakat pemanfaat hutan
- ………………. dst
4 Pemantauan usaha pemanfaatan hutan produksi
- ………………. dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
4. PEMBINAAN DAN PEMANTAUAN (CONTROLLING ) PADA AREAL KPHP YANG SUDAH ADA IZIN PEMANFAATAN
MAUPUN PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Lokasi
Target Realisasi Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Volume Fungsi
(Rp.) (%) (Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Monitoring operasional secara periodik pada areal KPHP yang telah
ada izin pemanfaatan
- Penggunaan maupun penggunaan kawasan hutan
kawasan
- Pemanfaatan Jasa lingkungan
- Pemanfaatan hasil kayu dan bukan kayu
- ....... Dst
2 Evaluasi keberhasilan secara periodik pada areal KPH yang telah
ada izin pemanfaatan
- Penggunaan maupun penggunaan
kawasan
- Pemanfaatan Jasa lingkungan
- Pemanfaatan hasil kayu dan bukan kayu
- ………………. dst
3 Uji petik pada areal KPH yang telah ada izin pemanfaatan maupun
penggunaan
- Perhitungan potensi yang telah diukur.
- Administrasi dan SDM Pelaksana.
- ………………. dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
5. PENYELENGGARAAN REHABILITASI PADA AREAL DI LUAR IZIN

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Lokasi
Target Realisasi Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Volume Fungsi
(Rp.) (%) (Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Penanaman
- Jenis ..................
… ……..dst
2 Pemeliharaan Tanaman
- Jenis ..................
- dst .....................
3 Pengayaan Tanaman
- Jenis ..................
… ……..dst
4 … …………………….
- Jenis ..................
… ……..dst
………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
6. PEMBINAAN DAN PEMANTAUAN (CONTROLLING ) PELAKSANAAN REHABILITASI DAN REKLAMASI PADA
AREAL YANG SUDAH ADA IZIN PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN KAWASAN HUTANNYA

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Lokasi
Target Realisasi Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Volume Fungsi
(Rp.) (%) (Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 11 12 13
1 Monitoring dan Evaluasi kegiatan rehabilitasi dan reklamasi pada
areal Hutan Lindung
- Penggunaan kawasan
- Pemanfaatan Jasa lingkungan
- Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu
… ……..dst
2 Monitoring dan Evaluasi kegiatan rehabilitasi dan reklamasi pada
areal Hutan Produksi
- Penggunaan kawasan
- Pemanfaatan Jasa lingkungan
- Pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu
… ……..dst
3 … ………………………….

… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
7. PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Lokasi
Target Realisasi Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Volume Fungsi
(Rp.) (%) (Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Pengelolaan Kawasan Lindung
a. Kawasan bergambut
b. Kawasan resapan air
c. Sempadan pantai
d. Sempadan sungai
e. Kawasan sekitar danau/waduk
f. Kawasan sekitar mata air
g. Kawasan Cagar Budaya
h. Kawasan Rawan Bencana Alam
i. Kawasan Perlindungan Plasma Nutfah
j. Kawasan Pengungsian Satwa
k. Kawasan Pantai Berhutan Bakau
2 Perlindungan Huta dan Pengamanan Hutan
- Pengendalian hama dan penyakit
… ……..dst
3 Pengendalian kebakaran
- Menara pengawas
- Alat komunikasi
- Alat angkut
- perlengkapan pemadam kebakaran
- Jalan hutan
- Sekat bakar
- Organisasi
… ……..dst
3 … ………………………….
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
8. PENYELENGGARAAN KOORDINASI DAN SINKRONISASI ANTAR PEMEGANG IZIN

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Target Realisasi Waktu
NO JENIS KEGIATAN
Biaya Biaya Sumber Dana Pelaksana Pelaksanaan
Volume Volume
(Rp.) (%) (Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Identifikasi perizinan, permasalahan dan koordinasi instansi terkait
- Izin Pemanfaatan
- Izin Pengunaan
… ……..dst Grand design Tata Kelola Perizinan di wilayah kelola
Penyusunan
2 KPHP
- Workshop antar pemegang izin
… ……..dst
3 Sinkronisasi Rencana Kerja Usaha Pemegangan Izin mengacu pada
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang/Jangka Pendek KPHP
- Izin Pemanfaatan
- Izin Pengunaan
4 Koordinasi , Evaluasi, Pembinaan dan Pengendalian
- Izin Pemanfaatan
- Izin Pengunaan
5 … ………………………….
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
9. KOORDINASI DAN SINERGI DENGAN INSTANSI DAN STAKEHOLDER TERKAIT

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Target Realisasi Waktu
NO JENIS KEGIATAN Sumber Dana Pelaksana
Biaya Biaya Pelaksanaan
Volume Volume
(Rp.) (%) (Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Penyusunan rencana pengelolaan KPHP
- Rapat koordinasi dengan stakeholder terkait
… ……..dst
2 Pemetaan tata hubungan kerja
- Rapat koordinasi dengan stakeholder terkait
… ……..dst
3 Evaluasi sinergitas dalam pengelolaan KPHP
- Pelaksanaan uji petik
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
10. PENYEDIAAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS SDM

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Target Realisasi Waktu
NO JENIS KEGIATAN
Biaya Biaya Sumber Dana Pelaksana Pelaksanaan
Volume Volume
(Rp.) (%) (Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Peningkatan SDM personil KPHP
- Diklat kepemimpinan
- Diklat Teknis
… ……..dst
2 Peningkatan jenjang pendidikan personil KPHP
- Sekolah S1
- Sekolah S2
- Sekolah S3
3 Studi banding
- Koordinasi dengan KPHP .....
… ……..dst
4 … ………………………….
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
11. PENYEDIAAN DANA /SUMBER PEMBIAYAAN

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Target Realisasi
NO JENIS KEGIATAN
Biaya Biaya
Volume Volume
(Rp.) (%) (Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Sumber pembiayaan kegiatan KPHP .....
- APBN
- APBD
- Swasta
… ……..dst
2 … ………………………….
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
12. PENGEMBANGAN DATABASE BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Target Realisasi Waktu
NO JENIS KEGIATAN
Biaya Biaya Pelaksana Sumber Dana Pelaksanaan
Volume Volume
(Rp.) (%) (Rp.) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Persiapan (Pembelian sarana dan prasarana)
- Komputer
- LAN
… ……..dst
2 Pengembangan
- Pembuatan data base, sinkronisasi data dan Pelaporan
- Pembuatan Perangkat Sistem Informasi Teknologi Data Base

- Pembuatan Website KPHP ...


… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
13. RASIONALISASI WILAYAH KELOLA

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Lokasi
Target Realisasi Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Volume Fungsi
(Rp.) (%) (Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Rencana kegiatan rasionalisasi wilayah kelola dilaksanakan pada
tahun ke 5 dengan Inventarisasi Hutan Berkala Menyeluruh (
… ……..dst
2 … ………………………….
… ……..dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
14. REVIEW RENCANA PENGELOLAAN (MINIMAL 5 TAHUN SEKALI)

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Lokasi
Target Realisasi Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Volume Fungsi
(Rp.) (%) (Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Observasi wilayah kelola
- dst .............................
2 … ………………………….
- dst .............................

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..
15. PENGEMBANGAN INVESTASI

Evaluasi Tahun …. (sebelumnya)


Lokasi
Target Realisasi Blok/Resort/ Sumber Waktu
NO JENIS KEGIATAN Pelaksana
Biaya Biaya Letak Desa /Kec Dana Pelaksanaan
Volume Volume Fungsi
(Rp.) (%) (Rp.) (%) Geografis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
- Investasi Hasil Hutan Bukan Kayu
- Investasi Usaha Jasa Lingkungan
- UPHHK-HA
- UPHHK-HTI
- UPHHK-RE
- UPHHKBK
- UPHHK-HTR
- UPHHK-Hkm
- UPHHK-HD
- ....... Dst

………….., ……………. 20..

Kepala KPHP ………………

…………………………………………
NIP. …………………………………..

Anda mungkin juga menyukai