Problem Solving (Pemecahan
Masalah) : Pengertian, Indikator,
Faktor, dsb
Salah satu keterampilan yang digaungkan untuk menghadapi era pendidikan
abad 21 adalah problem solving atau pemecahan masalah. Pemecahan
masalah merupakan salah satu skill set penting untuk menghadapi tuntutan
hidup di zaman yang serba cepat ini. Mengapa? Karena kecepatan dan
ketelitian merupakan hal yang amat berbenturan, dan ketika kita ingin
mewujudkannya, maka akan timbul banyak permasalahan, yakni kesenjangan
antara harapan dan kenyataan. Dengan demikian keterampilan problem
solving amatlah dibutuhkan di masa ini.
Namun demikian tidak usah menyalahkan kebutuhan abad 21, revolusi
industri 4.0, atau pengaruh globalisasi juga pada dasarnya setiap orang akan
menghadapi masalah. Kita semua akan selalu menemui masalah dalam
kehidupan sehari-hari dan akan selalu berusaha untuk memecahkannya.
Tentunya tingkat kesulitannya amatlah beragam, mulai dari yang sudah
memiliki langkah untuk menyelesaikannya, hingga masalah baru yang lebih
sulit untuk dipecahkan.
Oleh karena itu problem solving serta kemampuan memecahkan masalah
merupakan konsep dan keterampilan penting yang harus dipahami dan
dikuasai. Berikut adalah berbagai uraian mengenai problem solving atau
pemecahan masalah mulai dari pengertian, indikator, hingga faktor-faktor
yang memengaruhinya.
Pengertian Problem Solving
Menurut Uno (2014, hlm. 134) problem solving adalah kemampuan untuk
menggunakan proses berpikir dalam memecahkan masalah dengan
mengumpulkan fakta, menganalisis informasi, penyusunan alternatif solusi,
serta memilih solusi masalah yang lebih efektif. Artinya problem solving
merupakan pencarian solusi melalui proses berpikir yang sistematis.
Sementara itu menurut Lucenario dkk (dalam Khoiriyah & Husana, 2018, hlm.
151) problem solving adalah aktivitas yang membutuhkan seseorang antuk
memilih jalan keluar yang dapat dilakukan berdasarkan kemampuan yang
dimilikinya yang berarti melakukan pergerakan antara keadaan sekarang
dengan kondisi yang diharapkan. Hal ini berkaitan dengan definisi masalah
yang berarti kenyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan problem
solving berusaha untuk memperbaiki kenyataan tersebut menjadi sesuai
dengan harapan.
Selanjutnya, menurut Solso (dalam Mawaddah, 2015) pemecahan masalah
adalah suatu pemikiran yang terarah secara langsung untuk menentukan
solusi atau jalan keluar untuk suatu masalah yang spesifik. Tentunya solusi
spesifik berarti solusi yang sesuai dengan masalah yang terjadi. Selain itu,
Gagne dalam (Made, 2016, hlm. 52) mengemukakan bahwa problem solving
dapat dipandang sebagai suatu proses untuk menemukan kombinasi dari
sejumlah aturan yang dapat diterapkan dalam upaya mengatasi situasi yang
baru. Kombinasi dari sejumlah aturan dapat dipahami sebagai algoritma atau
langkah-langkah yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan.
Berdasarkan pendapat-pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
problem solving adalah aktivitas proses berpikir untuk mencari solusi berupa
suatu prosedur atau langkah yang spesifik dalam menyelesaikan suatu
permasalahan secara sistematis berdasarkan kemampuan yang dimilikinya.
Jenis Masalah
Terdapat beberapa jenis masalah, yaitu:
1. Masalah yang prosedur pemecahannya sudah ada dan telah diketahui siswa;
2. Masalah yang prosedur pemecahannya belum diketahui oleh siswa;
3. Masalah yang sama sekali belum diketahui prosedur pemecahannya dan atau
belum diketahui data yang diperlukan untuk mencari solusinya.
Tentunya dalam pendidikan abad 21, kemampuan pemecahan masalah yang
diharapkan dapat dikuasai adalah penyelesaian masalah terhadap masalah
yang belum diketahui prosedur pemecahannya dan atau belum diketahui data
yang diperlukan untuk mencari solusinya.
Indikator Problem Solving
Bagaimana caranya kita mengetahui bahwa seseorang atau dalam bidang
pendidikan spesifiknya peserta didik telah mampu menggunakan kemampuan
problem solvingnya? Terdapat indikator yang dapat mencirikan bahwa
seseorang tengah mempraktikan kemampuan pemecahan masalah. Menurut
Johnson & Johnson (Tawil & Liliasari, 2013, hlm. 93) indikator-indikator
penyelesaian masalah adalah sebagai berikut.
1. “Mampu mendefinisikan masalah, yaitu merumuskan masalah dari peristiwa
tertentu yang mengandung isu konflik, sehingga peserta didik mengerti
masalah apa yang akan dikaji. Dalam hal ini, peserta didik harus mampu
mendefinisikan beberapa masalah mengenai isu-isu hangat yang terjadi di
lingkungannya;
2. “Mampu mendiagnosis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya
masalah, serta menganalisis berbagai faktor, baik faktor yang bisa
menghambat maupun faktor yang dapat mendukung dalam penyelesaian
masalah”. Jika hal yang pertama dilakukan adalah mengindentifikasi masalah,
maka selanjutnya peserta didik harus dapat menyelidiki ataupun menemukan
sebab atau alasan terjadi suatu permasalahan tersebut sehingga bisa mencari
solusi;
3. “Mampu merumuskan alternatif strategi, yaitu menguji setiap tindakan yang
telah dirumuskan melalui diskusi kelas”. Mengatasi suatu permasalahan
tentunya bisa melakukan berbagai hal sesuai tingkat permasalahan yang ada.
Strategi yang dilakukan pun bisa berbedabeda sehingga perlu adanya
alternatif strategi yang lain jika salah satu strategi tidak dapat berhasil
mengatasi suatu permasalahan tersebut;
4. “Mampu menentukan dan menerapkan strategi pilihan, yaitu pengambilan
keputusan tentang strategi mana yang dapat dilakukan”. Pengambilan
keputusan sangat diperlukan dalam memecahkan suatu masalah karena
menentukan strategi yang paling baik dari beberapa alternatif strategi yang
ada;
5. “Mampu melakukan evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil”.
Evaluasi dilakukan agar dapat memperbaiki hal-hal yang salah dari kegiatan
proses maupun hasil yang dilakukan ketika memecahkan suatu masalah.
Sehingga akan menjadi cerminan untuk selanjutnya agar melakukan strategi
yang lebih baik lagi.
Tabel Indikator Problem Solving
Jika disusun dalam tabel indikator seperti layaknya indikator-indikator lainnya
dalam bidang pendidikan, maka indikator penyelesaian masalah dapat
dijabarkan sebagai berikut.
No. Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah Keterangan
Merumuskan masalah dari peristiwa tertentu yang
1 Mendefinisikan masalah mengandung isu konflik, sehingga peserta didik
mengerti masalah apa yang akan dikaji
2 Merumuskan alternatif strategi Menguji setiap tindakan yang telah dirumuskan
No. Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah Keterangan
Pengambilan keputusan tentang strategi mana
3 Menentukan dan menerapkan strategi pilihan
yang dapat dilakukan
Evaluasi dilakukan agar dapat memperbaiki halhal
4 Melakukan evaluasi yang salah dari kegiatan proses maupun hasil
yang dilakukan ketika memecahkan suatu masalah
Sumber: Tawil & Liliasari, (2013, hlm. 93)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan
Problem Solving
Menurut Kartika,(2017, hlm. 327) faktor-faktor yang mempengaruhi
kemampuan pemecahan masalah adalah sebagai berikut.
1. Pengalaman
Pengalaman terhadap tugas-tugas menyelesaikan soal wacana atau soal
aplikasi. Pengalaman awal seperti ketakutan terhadap biolohi dapat
menghambat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.
2. Motivasi
Dorongan yang kuat dari dalam diri seperti menumbuhkan keyakinan bahwa
dirinya bisa, maupun dorongan dari luar diri (eksternal) seperti diberikan soal-
soal yang menarik, menantang dapat mempengaruhi hasil pemecahan
masalah.
3. Kemampuan memahami masalah
Kemampuan siswa terhadap konsep-konsep soal, tugas, atau permasalahan
nyata yang berbeda-beda tingkatnya dapat memicu perbedaan kemampuan
siswa dalam memecahkan masalah.
4. Keterampilan
Keterampilan adalah kemampuan untuk menggunakan akal, pikiran, ide dan
kreativitas dalam mengerjakan, mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi
lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan
tersebut. keterampilan tersebut pada dasarnya akan lebih baik bila terus
diasah dan dilatih untuk menaikkan kemampuan sehingga akan menjadi ahli
atau menguasai dari salah satu bidang keterampilan yang ada.
5. Kemandirian
Kemandirian adalah kemampuan seseorang untuk melakukan suatu hal
apapun sendiri, tidak bergantung pada orang lain. Sikap mandiri dapat
membuat seseorang mampu menghadapi masalah yang ada. Sebaliknya,
seseorang yang tidak memiliki sikap mandiri, dia tidak mampu menghadapi
jika ada masalah.
6. Kepercayaan diri
Kepercayaan diri akan memperkuat motivasi mencapai keberhasilan, karena
semakin tinggi kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri, semakin kuat
pula semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Langkah-langkah Problem Solving
Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam melakukan penyelesaian
masalah adalah sebagai berikut.
1. Memahami Masalah
Langkah ini sangat menekankan kesuksesan memperoleh solusi masalah.
Langkah ini melibatkan pendalaman situasi masalah, melakukan pemilahan
fakta – fakta menentukan hubungan di antara fakta-fakta dan membuat
formulasi pertanyaan masalah. Setiap masalah yang ditulis, bahkan yang
paling mudah sekalipun harus dibaca berulang kali dan informasi yang
terdapat dalam masalah dipelajari dengan seksama. Biasanya siswa harus
menyatakan kembali masalah dalam bahasanya sendiri.
2. Membuat Rencana
Pemecahan Masalahi Langkah ini perlu dilakukan dengan percaya diri ketika
masalah sudah dapat dipahami. Rencana solusi dibangun dengan
mempertimbangkan struktur masalah dan pertanyaan yang harus dijawab. Jika
masalah tersebut adalah masalah rutin dengan tugas menulis kalimat
matematika terbuka, maka perlu dilakukan penerjemah masalah menjadi
bahasa matematika. Jika masalah yang dihadapi adalah masalah nonrutin,
maka suatu rencana perlu dibuat, bahkan kadang strategi baru perlu
digambarkan.
3. Melaksanakan Rencana
Pemecahan Masalahi Untuk mencari solusi yang tepat, rencana yang sudah
dibuat dalam langkah harus dilaksanakan dengan hati-hati. Untuk melalui,
estimasi solusi yang dibuat sangat perlu. Diagram, tabel, atau urutan dibangun
secara seksama sehingga si pemecah masalah tidak akan bingung. Tabel
digunakan jika perlu. Jika solusi memerlukan komputasi, kebanyakan individu
akan menggunakan kalkulator untuk menghitung daripada menghitung
dengan kertas dan pensil dan mengurangi kekhawatiran yang sering terjadi
dalam pemecahan masalah. Jika muncul ketidakkonsistenan ketika
melaksanakan rencana, proses harus ditelaah ulang untuk mencari sumber
kesulitan masalah.
4. Melihat (mengecek) Kembali
Selama langkah ini berlangsung, solusi masalah harus dipertimbangkan.
Perhitungan harus dicek kembali. Melakukan pengecekan dapat melibatkan
pemecahan yang menentukan akurasi dari komputasi dengan menghitung
ulang. Jika membuat estimasi, maka bandingkan dengan solusi. Solusi harus
tetap cocok terhadap akar masalah meskipun kelihatan tidak beralasan. Bagian
penting dari langkah ini adalah ekstensi. Ini melibatkan pencarian alternatif
pemecahan masalah.
Referensi
1. Handayani, Kartika. (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi
kemampuan pemecahan masalah soal cerita matematika. SEMNASTIKA 2017,
06 May 2017, Medan.
2. Khoiriyah, A. J., & Husamah, H. (2018). Problem-based learning: creative
thinking skills, problem-solving skills, and learning outcome of seventh grade
students. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 4(2), 151–160.
[Link]
3. Made, W. (2016). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. PT Bumi Aksara.
4. Mawaddah, Siti. (2015). Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa
pada pembelajaran matematika dengan menggunakan pembelajaran genaratif
(generative learning ) di smp. Jurnal Pendidikan Matematika, 3 (2)
5. Tawil, M. & Liliasari. (2013). Berpikir Kompleks. Makassar: Badan Penerbit
Universitas Makassar.
6. Uno, Hamzah. 2014. Model pembelajaran menciptakan proses belajar
mengajar yang kreatif dan efektif. cetakan ke-10. Jakarta: Bumi Aksara.