0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
419 tayangan64 halaman

Optimalisasi Viksi di Puskesmas Kebasen

Rangkuman dokumen tersebut dalam 3 kalimat atau kurang: Rancangan aktualisasi ini membahas optimalisasi penggunaan video edukasi kesehatan gigi pada pelayanan kehamilan terintegrasi di klinik gigi untuk mendapatkan layanan kesehatan gigi di Puskesmas Kebasen, Banyumas. Dokumen ini merangkum profil puskesmas, tugas peserta, dan merancang aktualisasi serta habituasi nilai-nilai dasar untuk mendukung

Diunggah oleh

erni triyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
419 tayangan64 halaman

Optimalisasi Viksi di Puskesmas Kebasen

Rangkuman dokumen tersebut dalam 3 kalimat atau kurang: Rancangan aktualisasi ini membahas optimalisasi penggunaan video edukasi kesehatan gigi pada pelayanan kehamilan terintegrasi di klinik gigi untuk mendapatkan layanan kesehatan gigi di Puskesmas Kebasen, Banyumas. Dokumen ini merangkum profil puskesmas, tugas peserta, dan merancang aktualisasi serta habituasi nilai-nilai dasar untuk mendukung

Diunggah oleh

erni triyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR

ASN KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG


SMART GOVERNANCE

OPTIMALISASI PENGGUNAAN VIKSI (VIDEO EDUKASI KESEHATAN GIGI)


PADA PELAYANAN ANC (ANTENATAL CARE) TERINTEGRASI POLI GIGI
UNTUK MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI
DI PUSKESMAS KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS

Disusun oleh :
Nama : Rizki Irzayanri, AMKG.
NIP : 19941222 202203 1 012
Jabatan : Calon Terampil – Terapis Gigi dan Mulut
Instansi : Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas –
Puskesmas Kebasen
Coach : Wahju Widiarsih, S.T., [Link]
Mentor : dr. Muhammad Amir Fuad

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN XC

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH

PROVINSI JAWA TENGAH BEKERJA SAMA DENGAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS

TAHUN 2023
HALAMAN PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR ASN

KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG

SMART GOVERNANCE

OPTIMALISASI PENGGUNAAN VIKSI (VIDEO EDUKASI KESEHATAN GIGI)


PADA PELAYANAN ANC (ANTENATAL CARE) TERINTEGRASI POLI GIGI
UNTUK MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI
DI PUSKESMAS KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS

Nama : Rizki Irzayanri, AMKG.


NIP : 19941222 202203 1 012
Nomor Daftar Hadir : 40

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada :


Hari : Rabu
Tanggal : 23 September 2023
Tempat : BKPSDM Kabupaten Banyumas

Purwokerto,

Menyetujui,
Coach, Mentor,

Wahju Widiarsih, S.T., [Link] dr. Muhammad Amir Fuad


Widyaiswara Ahli Muda Penata Tingkat 1
NIP. 19670607 199803 2 001 NIP. 1970 200701 1 007

ii
HALAMAN PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR ASN

KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG

SMART GOVERNANCE

OPTIMALISASI PENGGUNAAN VIKSI (VIDEO EDUKASI KESEHATAN GIGI)


PADA PELAYANAN ANC (ANTENATAL CARE) TERINTEGRASI POLI GIGI
UNTUK MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI
DI PUSKESMAS KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS

Nama : Rizki Irzayanri, AMKG.


NIP : 19941222 202203 1 012
Nomor Daftar Hadir : 40

Dinyatakan telah diseminarkan dan direvisi sesuai saran Narasumber pada :


Hari : Rabu
Tanggal : 23 Agustus 2023
Tempat : BKPSDM Kabupaten Banyumas

Purwokerto,
Mengesahkan,
Coach, Mentor,

Wahju Widiarsih, S.T., [Link] dr. Muhammad Amir Fuad


Widyaiswara Ahli Muda Penata Tingkat 1
NIP. 19670607 199803 2 001 NIP. 19701006 200701 1 007

Narasumber,

Jakarta Tisam. S, STP., [Link]


Pembina Tk I / IV b
NIP. 19790725 199711 1 001

iii
PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Rancangan Aktualisasi dengan judul “OPTIMALISASI PENGGUNAAN
VIKSI (VIDEO EDUKASI KESEHATAN GIGI) PADA PELAYANAN ANC
(ANTENATAL CARE) TERINTEGRASI POLI GIGI UNTUK
MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI DI PUSKESMAS
KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS”. Rancangan Aktualisasi dan
Habituasi Nilai – Nilai Dasar, Kedudukan dan Peran PNS untuk mendukung
Smart Governance disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XC Tahun 2023 yang
diselenggarakan oleh BPSDMD Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan
BKPSDM Kabupaten Banyumas.
Penulis menyadari dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini tidak
akan terwujud tanpa bantuan dan dorongan dari pihak lain. Karena itu pada
kesempatan ini penulis dengan rendah hati mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah terlibat serta turut membantu dalam proses
penyusunan Rancangan Aktualisasi ini :
1. Bapak Ir. H. Achmad Husein selaku Bupati Banyumas yang telah
memberikan izin penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Dasar
CPNS di Kabupaten Banyumas;
2. Bapak Sumahendro, [Link]., selaku Plt. Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah, yang telah
menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil;
3. Bapak Drs. Nugroho Purwoadi, M.M., selaku Plt. Kepala Badan
Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten
Banyumas yang telah memfasilitasi dan memberi kesempatan kepada
penulis untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil;
4. dr. Widyana Grehastuti, Sp. OG., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Banyumas yang telah memberikan izin mengikuti Pendidikan dan
Pelatihan Dasar CPNS;

iv
5. Bapak Jakarta Tisam. S, STP., [Link] selaku narasumber yang telah
memberikan bimbingan dan arahan;

6. Ibu Wahju Widiarsih, S.T., [Link] sebagai coach yang telah membimbing
dan memberikan arahan kepada penulis dalam penyusunan Rancangan
Aktualisasi;

7. Bapak dr. Muhammad Amir Fuad sebagai mentor yang telah


membimbing, memberikan arahan, petunjuk dan memotivasi dalam
menyusun Rancangan Aktualisasi;

8. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam pelatihan dan


memberikan pengarahan terkait materi Nilai – Nilai Dasar, Kedudukan
dan Peran PNS dalam NKRI untuk dapat diaktualisasikan di Instansi/Unit
Kerja;

9. Seluruh jajaran panitia penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Golongan


II Angkatan XC Tahun 2023;

10. Peserta Pelatihan Dasar CPNS angkatan XVIII, khususnya kelompok 1


yang sudah membantu dan bekerjasama dalam menyelesaikan seluruh
tugas yang diberikan oleh Widyaiswara; dan

11. Bapak, ibu, istri, keluarga dan kerabat dekat yang telah memberikan
bantuan, fasilitas, semangat dan doa yang tidak pernah putus.
Demikian rancangan aktualisasi ini penulis buat, penulis menyadari masih
banyak kesalahan dan kekurangan dalam Rancangan Aktualisasi ini.
Sehingga penulis mengharapkan adanya masukan dan saran agar
Rancangan Aktualisasi ini dapat menjadi lebih baik lagi. Penulis berharap
semoga Rancangan Aktualisasi ini memberikan manfaat dan memberikan
kontribusi kepada para pembaca dan masyarakat terutama di Puskesmas
Kebasen Kabupaten Banyumas.

Purwokerto,
Penulis,

Rizki Irzayanri, AMKG.

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i


HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN .........................................................................iii
PRAKATA ................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................................ vi
DAFTAR TABEL ........................................................................................ viii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... ix
BAB I PROFIL PUSKESMAS DAN TUGAS JABATAN PESERTA 1
A. Gambaran Umum Puskesmas Kebasen ................................................ 1
1. Dasar Hukum Pembentukan Puskesmas Kebasen ........................... 3
2. Tugas dan Fungsi Puskesmas Kebasen ............................................ 3
3. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas Kebasen ................. 5
4. Visi dan Misi ....................................................................................... 6
a. Visi dan Misi Bupati Banyumas...................................................... 6
b. Visi dan Misi Puskesmas Kebasen ................................................ 7
5. Tujuan Puskesmas Kebasen ............................................................. 7
6. Nilai – Nilai Budaya ............................................................................ 7
a. Nilai – Nilai Budaya Kabupaten Banyumas.................................... 7
b. Nilai – Nilai Budaya Puskesmas Kebasen ..................................... 9
B. Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan Peserta ........................................... 10
C. Role Model ........................................................................................... 14
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI 16
A. Identifikasi dan Deskripsi Isu ................................................................ 16
1. Identifikasi Isu .................................................................................. 16
2. Deskripsi Isu .................................................................................... 18
B. Analisis Isu ........................................................................................... 23
C. Analisis Penyebab Isu .......................................................................... 27
D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan .................................................... 28
E. Gagasan Pemecahan Isu ..................................................................... 29
F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi .................................................. 32
G. Jadwal Rancangan Aktualisasi ............................................................. 45
H. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Potensi Kendala .......................... 49

DAFTAR PUSTAKA 50

CURRICULUM VITAE 52
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Identifikasis dan Deskripsi Isu ...................................................... 17


Tabel 2.2 Data Dukung Isu ........................................................................... 24
Tabel 2.3 Analisis Isu dengan APKL ............................................................ 26
Tabel 2.4 Penetapan Skor APKL .................................................................. 30
Tabel 2.5 Analisis Isu dengan USG .............................................................. 30
Tabel 2.6 Penetapan Skor USG ................................................................... 30
Tabel 2.7 Gagasan Pemecahan Isu ............................................................. 32
Tabel 2.8 Rancangan Aktualisasi dan Habituasi .......................................... 33
Tabel 2.9 Matrik Rancangan Aktualisasi ...................................................... 45
Tabel 2.10 Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi ............................. 49
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Gedung Puskesmas Kebasen ...................................................... 1


Gambar 1.2 Denah Wilayah Puskesmas Kebasen ........................................... 2
Gambar 1.3 Struktur Organisasi Puskesmas Kebasen .................................... 5
Gambar 1.4 Role Model ................................................................................. 14
Gambar 2.1 Bukti Alat Sterilisator Belum Digunakan Secara Optimal............ 18
Gambar 2.2 Bukti Belum Lengkapnya Obat dan Bahan Gigi ......................... 19
Gambar 2.3 Bukti Buku Register Poli Gigi ...................................................... 20
Gambar 2.4 Bukti Alat – Alat Pemeriksaan Gigi yang Rusak ......................... 21
Gambar 2.5 Bukti Alat – Alat Gigi ................................................................... 22
Gambar 2.6 Analisis Diagram Fishbone ......................................................... 27

ix
BAB I

PROFIL PUSKESMAS DAN TUGAS PESERTA

A. Gambaran Umum Puskesmas Kebasen

Puskesmas Kebasen merupakan salah satu bagian dari 40 puskesmas


yang berada di wilayah Kabupaten Banyumas dan merupakan satu–satunya
puskesmas di Kecamatan Kebasen. Puskesmas Kebasen berada di Jalan
Raya PUK Kebasen RT 06 RW 01 Desa Kebasen, Kecamatan Kebasen,
Kabupaten Banyumas kode pos 53172, Nomor Telp. (0281) 7773637.
Puskesmas Kebasen merupakan puskesmas rawat jalan dan rawat inap
serta Poned untuk persalinan. Berikut foto gedung Puskesmas Kebasen dari
arah depan :

Gambar 1.1 Gedung Puskesmas Kebasen


(Sumber : Dokumentasi Penulis, 2023)

1
Puskesmas Kebasen memiliki wilayah kerja 12 desa yaitu Adisana,
Bangsa, Karangsari, Randegan, Kaliwedi, Sawangan, Kalisalak, Kebasen,
Cindaga, Gambarsari, Tumiyang dan Mandirancan. Puskesmas Kebasen
memiliki 78 karyawan, 1 unit Puskesmas Pembantu yang terletak di Desa
Kaliwedi, 12 PKD, 78 posyandu, 16 posbsindu PTM, dan 3 unit ambulance.
Luas wilayah Puskesmas Kebasen yaitu 53,99 km². Jumlah penduduk di
wilayah kerja Puskesmas Kebasen Tahun 2020 yaitu 69.653 jiwa, dengan
angka kepadatan penduduk rata – rata 1.024/km². Batas wilayah Kecamatan
Kebasen yaitu :
 Sebelah utara : Kecamatan Patikraja
 Sebelah selatan : Kecamatan Sampang dan Kecamatan Kroya
Kabupaten Cilacap
 Sebelah timur : Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Kemranjen
 Sebelah barat : Kecamatan Rawalo

Denah wilayah Puskesmas Kebasen

Gambar 1.2 Denah Wilayah Puskesmas Kebasen

(Sumber : Profil Puskesmas Kebasen, 2021)

2
Dengan pembagian wilayah sebagai berikut :
 Tanah pekarangan : 4,07%
 Tanah bangunan : 31,75%
 Tegal/kebun : 19,29%
 Persawahan : 17,1%
 Hutan negara : 16,96%
 Perkebunan rakyat : 10,47%
 Kolam ikan : 0,33%
 Lain-lain : 4,19%
(Sumber Data : BPS 2020)

1. Dasar Hukum Pembentukan Puskesmas Kebasen


Dasar hukum yang mengatur pembentukan Puskesmas Kebasen :
a. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentangPusat
Kesehatan Masyarakat

b. Peraturan Bupati Banyumas Nomor 64 Tahun 2019 tentang


Pembentukan Kedudukan, Susunan, Organisasi, Tugas, dan Tata
kerja Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Kesehatan Kabupaten
Banyumas
c. SK Bupati Banyumas Nomor 440/1284/Tahun 2019 tentang
Perpanjangan Izin Operasional Puskesmas Kebasen.

2. Tugas dan Fungsi Puskesmas Kebasen


Sesuai Peraturan Bupati Banyumas Nomor 109 Tahun 2021 tentang
Pembentukan Kedudukan Susunan Organisasi , Tugas, dan Tata
Kerja Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas Kesehatan Kabupaten
Banyumas, maka tugas dan fungsi Puskesmas Kebasen adalah :

3
a. Tugas
Puskesmas Kebasen mempunyai tugas mengupayakan
masyarakat yang sehat dan mandiri di wilayah Kecamatan
Kebasen.
b. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas, Puskesmas Kebasen menjalankan
fungsi :
1) Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat
pertama di wilayah kerjanya;
2) Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) tingkat
pertama di wilayah kerjanya.

4
3. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas Kebasen

Gambar 1.3 Struktur Organisasi Puskesmas Kebasen

(Sumber : Perbup No 64 Tahun 2022)

5
4. Visi dan Misi
a. Visi – Misi Bupati Banyumas
1) Visi Bupati Banyumas
Visi Bupati Banyumas adalah “Menjadikan Banyumas Yang
Maju, Adil – Makmur, dan Mandiri”.

2) Misi Bupati Banyumas

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi yang dilaksanakan


adalah sebagai berikut :
a) Mewujudkan Banyumas sebagai barometer pelayanan publik
dengan membangun sistem integritas birokrasi yang
profesional, bersih, partisipatif, inovatif dan bermartabat;
b) Meningkatkan kualitas hidup warga melalui pemenuhan
kebutuhan dan layanan dasar pendidikan dan kesehatan;
c) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah
berkualitas, berkeadilan dan berkelanjutan;
d) Mewujudkan Banyumas sebagai kabupaten pelopor
kedaulatan pangan;
e) Menciptakan iklim investasi yang berorientasi perluasan
kesempatan kerja yang berbasis potensi lokal dan ramah
lingkungan;
f) Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar yang
merata dan memadai sebagai daya ungkit pembangunan;
g) Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan
industri kerakyatan, pariwisata dan industri kreatif berbasis
sumber daya lokal;
h) Mewujudkan tatanan masyarakat yang berbudaya serta
berkepribadian dengan menjunjung tinggi nasionalisme dan
religius.

6
b. Visi – Misi Puskesmas Kebasen
Dengan mengacu pada visi-misi Bupati Banyumas, maka
Puskesmas Kebasen memiliki visi-misi sebagai berikut :

1) Visi Puskesmas Kebasen

Visi Puskesmas Kebasen adalah mendukung Visi Bupati


Banyumas yaitu, “Menjadikan Banyumas yang Maju, Adil
Makmur, dan Mandiri”.

2) Misi Puskesmas Kebasen


Misi Puskesmas Kebasen adalah mendukung Misi Bupati Banyumas yang
kedua yaitu, “Meningkatkan Kualitas Hidup Warga Terutama Pemenuhan
Layanan Dasar Pendidikan dan Kesehatan

5. Tujuan Puskesmas Kebasen


Puskesmas Kebasen mempunyai tujuan untuk mewujudkan wilayah
kerja Puskesmas yang sehat, dengan masyarakat yang :
a. Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat;
b. Mampu menjangkau Pelayanan Kesehatan Bermutu;
c. Hidup dalam lingkungan sehat, dan;
d. Memiliki derajat kesehatan yang optimal baik individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.

6. Nilai – Nilai Budaya


a. Nilai – nilai Budaya Kabupaten Banyumas
Pedoman budaya kerja Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten
Banyumas bersumber dari motto Banyumas yaitu “SATRIA“. Nilai-
nilai budaya kerjanya adalah sebagai berikut :

7
1) Sopan
a) Bersikap sopan dan ramah terhadap sesama aparatur
pemerintah;
b) Bersikap sopan dan ramah terhadap publik.
2) Andarbeni
a) Merasa bertanggung jawab sebagai aparatur pemerintah;
b) Merasa memiliki budaya Banyumasan.
3) Transparan
a) Menunjukkan keterbukaan dalam proses dan hasil kerja;
b) Menunjukkan keterbukaan terkait pelayanan publik;
c) Terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan.
4) Rapi
a) Bersih diri aparatur;
b) Bersih tempat kerja;
c) Bersih lingkungan kerja.
5) Integritas
a) Ingat sumpah dan janji aparatur negara dan abdi negara;
b) Ingat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c) Ingat pada sesanti logo Pemerintah Kabupaten Banyumas
“Rarasing Rasa Wiwaraning Praja“.
6) Adil
a) Berperilaku adil pada semua aparatur pemerintah;
b) Berperilaku adil dalam pelayanan publik.

8
b. Nilai – Nilai Budaya Puskesmas Kebasen
Nilai-nilai budaya Puskesmas Kebasen yaitu “berAKHLAK“ yang
meliputi :
1) Berorientasi pelayanan
Berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan
masyarakat.
2) Akuntabel
Bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan.
3) Kompeten
Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.
4) Harmonis
Saling peduli dan menghargai perbedaan.
5) Loyal
Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan
negara.
6) Adaptif
Terus berinovasi daan antusias dalam menggerakkan ataupun
menghadapi perubahan.
7) Kolaboratif
Membangun kerjasama yang sinergis.

9
B. Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan Peserta

Peserta latsar bekerja sebagai CPNS berdasarkan SK Bupati


816/934/2020 tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil, dengan
jabatan terapis gigi dan mulut terampil
Berdasarkan Permenpan RB No 37 Tahun 2019 tentang jabatan
fungsional terapis gigi dan mulut. Disebutkan dalam Pasal 1 Ayat 10, Jabatan
Fungsional Terapis Gigi dan Mulut adalah jabatan yang mempunyai ruang
lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan tugas di
bidang pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut pada Fasilitas
Pelayanan Kesehatan sesuai dengan peraturan perundang - undangan.
Pasal 1 Ayat 12, Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut adalah
pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam bidang promotif, preventif, dan
kuratif sederhana yang diberikan kepada individu, kelompok, dan
masyarakat yang dilaksanakan secara berkesinambungan dalam kurun
waktu tertentu dan ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan
mulut yang optimal.
Pasal 1 angka 15, Sasaran Kinerja Pegawai yang selanjutnya disingkat
SKP adalah rencana kinerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS
yang harus dicapai setiap tahun.
Dalam BAB IV tentang Tugas Jabatan, Unsur dan Sub-Unsur Kegiatan,
Uraian Kegiatan Tugas Jabatan, dan Hasil Kerja. Pada pasal 8 Ayat 1a
uraian kegiatan tugas jabatan fungsional Terapis Gigi dan Mulut kategori
keterampilan sesuai jenjang jabatan, ditetapkan dalam butir kegiatan sebagai
berikut :
Terapis Gigi dan Mulut Terampil, meliputi :
1. Melakukan penyusunan rencana kerja bulanan;
2. Melakukan penyusunan rencana kerja tahunan;
3. Melakukan inventarisasi alat pelayanan asuhan kesehatan gigi dan
mulut;
4. Melakukan inventarisasi obat dan bahan kesehatan gigi dan mulut;
5. melakukan persiapan ruangan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan

10
mulut;
6. Melakukan persiapan instrumen/ alat untuk pelayanan asuhan
kesehatan gigi dan mulut;
7. Melakukan persiapan dokumen untuk pelayanan asuhan kesehatan
gigi dan mulut;
8. Melakukan pre conference dan post conference dalam rangka
pengelolaan pengendalian mutu pelayanan asuhan kesehatan gigi
dan mulut;
9. Melakukan analisis dan penanganan keluhan pelanggan dalam
rangka pengelolaan pengendalian mutu pelayanan asuhan kesehatan
gigi dan mulut;
10. Melakukan sterilisasi alat dalam rangka pengendalian infeksi asuhan
kesehatan gigi dan mulut;
11. Melakukan sterilisasi bahan dalam rangka pengendalian infeksi
asuhan kesehatan gigi dan mulut;
12. Melakukan desinfeksi dental unit dalam rangka pengendalian infeksi
asuhan kesehatan gigi dan mulut;
13. Melakukan triase pada pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut;
14. Melakukan pencatatan dan pelaporan harian pelaksanaan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut;
15. Melakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut di pelayanan tingkat
dasar dan rujukan;
16. Melakukan penjaringan kesehatan gigi dan mulut pada
individu/kelompok;
17. Melakukan pemeriksaan Oral Hygiene Index (OHIS) dalam rangka
mengetahui status kebersihan gigi dan mulut;
18. Melakukan pemeriksaan Decay Extraction Filling Treatment (DEF - T);
19. Melakukan pemeriksaan Decay Missing Filling Treatment (DMF - T);
20. melaksanakan analisis masalah / diagnosis asuhan kesehatan gigi
dan mulut berdasarkan hasil pengkajian pada individu, kelompok /
masyarakat;
21. Melakukan penyusunan rencana pelayanan asuhan kesehatan gigi

11
dan mulut pada individu, kelompok/ masyarakat;
22. Melakukan kegiatan komunikasi terapeutik pada intervensi klinis
dengan kompleksitas tingkat ringan;
23. Melakukan pembersihan karang gigi;
24. Melakukan perawatan luka non post op rongga mulut;
25. Melaksanakan kegiatan kolaboratif pada tindakan medik dasar gigi di
fasyankes;
26. Membimbing pelaksanaan sikat gigi pada individu/kelompok;
27. Melakukan kegiatan konsultasi pada kasus ringan dari tenaga
kesehatan lain;
28. Melakukan evaluasi dan dokumentasi asuhan kesehatan gigi dan
mulut;
29. Melakukan kegiatan pemeriksaan dan analisis untuk memberikan
rujukan kesehatan gigi dan mulut pada kasus ringan; dan
30. Melaksanakan penatalaksanaan kegawat daruratan pada kasus
ringan.

12
C. Role model

Rancangan aktualisasi ini selanjutnya akan dilaksanakan sebagai


habituasi atau pembiasaan, ASN baru tentu saja membutuhkan proses
adaptasi untuk membiasakan diri di lingkungan kerja yang baru. Oleh karena
itu, seorang ASN membutuhkan panutan atau role model terutama di tempat
kerja. Role model merupakan seseorang yang memberikan teladan dan
berperilaku yang bisa diikuti oleh orang lain (Wikipedia, 2019). Dalam
penyusunan rancangan aktualisasi ini penulis mengambil role model dari
lingkungan kerja yaitu drg. Andi Nugroho.

Gambar 1.4 Role Model drg. Andi Nugroho.


(Smber : Dokumentasi Penulis, 2023)

Beliau adalah dokter gigi di Puskesmas Kebasen sejak 6 Juli 2010.


Dalam melakukan pekerjaannya beliau selalu mengedepankan pelayanan
dengan kualitas terbaik, ramah, solutif jika ada masalah yang terjadi baik
masalah di dalam maupun di luar gedung (berorientasi pelayanan). Dalam
keseharian beliau selalu datang tepat waktu dan bertanggung jawab serta
berintegritas tinggi dalam pekerjaannya (akuntabel), serta selalu melalu
menolong rekan kerja yang mengalami kesulitan (harmonis).
Beliau juga proaktif dan berinovasi (adaptif) dalam menyikapi
permasalahan pelayanan yang ada di poli gigi dan Puskesmas Kebasen.
13
Beliau selalu mengedepankan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan
kepada pasien di poli gigi (kompeten). Beliau juga selalu memberi
kesempatan pada pihak lain untuk berkontribuasi dalam peningkatan mutu
Puskesmas Kebasen (kolaboratif). Kemudian dalam memberikan
pelayanan asuhan gigi, beliau selalu menjaga nama baik serta menjaga
rahasia jabatan. Hal ini dapat dilihat dari sikap beliau yang tidak pernah
membicarakan privacy pasien dan rekan atau pegawai lainnya (loyal).

14
BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

A. Identifikasi dan Deskripsi Isu


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) isu adalah masalah
yang dikedepankan (untuk ditangggapi dan sebagainya), kabar yang
tidak jelas asal usulnya dan tidak jelas kebenarannya. Secara umum isu
diartikan sebagai suatu fenomena/kejadian yang diartikan sebagai
masalah (LAN, 2019). Isu merupakan hal yang dapat memberikan
pengaruh besar terhadap keberlangsungan penyelenggaraan
pemerintahan, yang kemudian dibutuhkan kemampuan berpikir kritis,
analitis dan obyektif terhadap satu persoalan, sehingga dapat
dirumuskan alternatif pemecahan masalah yang lebih baik dengan dasar
analisa yang matang.
Isu kontemporer adalah suatu masalah yang terjadi masih
berlangsung sehingga menjadi bahan yang layak untuk didiskusikan.
Setiap ASN diharapkan dapat mengidentifikasi isu – isu yang aktual
untuk nantinya dianalisis dan ditemukan gagasan baru sehingga akan
terjadi perubahan ke arah yang lebih baik. Isu yang diangkat diharapkan
bersumber pada kedudukan dan peran PNS untuk mendukung Smart
Governance.
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi terhadap
beberapa isu yang ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai
perawat ahli di Puskesmas Kebasen. Sumber isu yang diangkat berasal
dari individu, unit kerja dan organisasi dengan refleksi managemen ASN
dan smart ASN. Sedangkan sumber kegiatan yang diangkat,
diantaranya berasal dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang
tercantum dalam Satuan Kinerja Pegawai (SKP), penugasan atasan atau
inovasi penulis. Terdapat 5 isu yang ditemukan di Puskesmas Kebasen,
yaitu :

15
Tabel 2.1
Identifikasi Isu dan Deskripsi Isu Pada Poli Gigi di Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas
No Identifikasi Isu Kondisi Saat Ini Kondisi Yang
Diharapkan
1. Belum optimalnya Alat – alat gigi masih Setelah proses
penyimpanan alat – alat dibiarkan di dalam sterilisasi alat
pemeriksaan dan sterilisator setelah pemeriksaan gigi
tindakan gigi setelah proses sterilisasi disimpan di lemari
proses sterilisasi di sehingga alat yang penyimpanan alat
Puskesmas Kebasen sudah steril tercampur
Kabupaten Banyumas dengan alat yang belum
disterilisasi
Deskripsi : Belum
optimalnya penyimpanan
alat – alat pemeriksaan
dan tindakan gigi setelah
proses sterilisasi di
Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas.
Alat pemeriksaan gigi
yang telah dilakukan
proses sterilisasi tidak
langsung dipindahkan ke
dalam lemari
penyimpanan alat
melainkan tetap
dibiarkan di dalam
sterilisator dan dalam
keadaan tidak
terbungkus, hal ini
menyebabkan alat
mudah terkontaminasi
udara kotor

Sumber isu : Unit Kerja

2. Belum lengkapnya obat Masih adanya obat dan Pengadaan obat dan
dan bahan untuk tindakan bahan untuk pelayanan bahan gigi lengkap
perawatan gigi di gigi yang tidak tersedia dan terbaru agar
Puskesmas Kebasen serta telah expired pelayanan berjalan
Kabupaten Banyumas optimal

Deskripsi : Belum
lengkapnya obat dan
bahan untuk pelayanan
perawatan gigi di
Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas.
Adanya obat dan bahan
yang tidak tersedia dan

16
telah expired
menyebabkan pasien poli
gigi yang ingin melakukan
perawatan gigi tidak dapat
dilayani dengan maksimal

Sumber isu : Unit Kerja

3. Belum optimalnya Petugas belum optimal Petugas dapat


edukasi kesehatan gigi dalam melakukan mengoptimalkan
pada pelayanan ANC pelayanan edukasi pelayanan edukasi
(Antenatal Care) tentang kesehatan gigi tentang kesehatan
terintegrasi poli gigi di pada pasien ANC gigi pada pasien ANC
Puskesmas Kebasen (Antenatal Care) (Antenatal Care)
Kabupaten Banyumas menggunakan Video
Edukasi Kesehatan
Deskripsi : Pelayanan Gigi
ANC (Antenatal Care)
adalah suatu program
terencana berupa
observasi, edukasi dan
penanganan medik pada
ibu hamil, guna
memperoleh suatu proses
kehamilan dan persalinan
yang aman dan
memuaskan. Data pada
Register poli gigi di bulan
Januari - Juni 2023 ada
kurang lebih 20 – 35 ibu
hamil yang berkunjung ke
poli gigi namun masih
belum optimal untuk
pemberian penyuluhan
dan pelayanan kesehatan
gigi dan mulut pada ibu
hamil.

Sumber isu : Unit Kerja

4. Belum optimalnya Adanya alat – alat gigi Peremajaan alat –


tindakan pemeriksaan gigi yang mengalami alat gigi untuk
di Puskesmas Kebasen kerusakan dan tidak menunjang
Kabupaten Banyumas layak pakai pemeriksaan dan
perawatan gigi yang
Deskripsi : Belum optimal
optimalnya pelayanan
tindakan pemeriksaan gigi
di Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas.
Pemeriksaan pada pasien

17
poli gigi belum berjalan
maksimal dikarenakan
adanya alat – alat
pemeriksaan dan
perawatan gigi yang
rusak sehingga
perawatan kurang
maksimal

Sumber isu : unit kerja

5. Belum optimalnya Masih banyak anak – Pelayanan pasien


komunikasi terapeutik anak yang takut saat anak – anak tidak
pada pasien anak di Poli kunjungan petama atau terhambat dan
Gigi Puskesmas Kebasen kunjungan lanjutan ke berjalan maksmimal
Kabupaten Banyumas poli gigi karena melihat agar pasien
alat – alat yang ada di berikutnya tidak
Deskripsi : Komunikasi poli gigi menunggu terlalu
terapeutik adalah lama
komunikasi yang
direncanakan secara
sadar, bertujuan, dan
kegiatannya dipusatkan
untuk kesembuhan pasien.
Kebanyakan anak yang
berkunjung pertama kali ke
poli gigi akan merasa takut
dengan perlengkapan dan
alat alat yang ada di poli
gigi

Sumber isu : unit kerja

(Sumber : Analisis Penulis, 2023)

18
Tabel 2.2 Data Dukung Isu
No. Isu dan Sumber Isu Data Dukung
1 Belum optimalnya Alat pemeriksaan gigi yang telah dilakukan proses
penyimpanan alat – alat sterilisasi tidak langsung dipindahkan ke dalam lemari
pemeriksaan dan penyimpanan alat melainkan tetap dibiarkan di dalam
tindakan gigi setelah sterilisator dan dalam keadaan tidak terbungkus, hal ini
proses sterilisasi di menyebabkan alat mudah terkontaminasi udara kotor.
Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas

Gambar 2.1 Bukti Alat Sterilitator Belum Digunakan


Secara Optimal
(Sumber : Dokumentasi Penulis, 2023)

2 Belum lengkapnya obat Adanya obat dan bahan yang tidak tersedia dan telah
dan bahan untuk tindakan expired menyebabkan pasien poli gigi yang ingin
perawatan gigi di melakukan perawatan gigi tidak dapat dilayani dengan
Puskesmas Kebasen maksimal.
Kabupaten Banyumas

Gambar 2.2 Bukti Belum Lengkapnya Obat dan


Bahan Gigi(sumber : Dokumentasi penulis, 2023)

3 Belum optimalnya Pelayanan ANC (Antenatal Care) adalah suatu


edukasi kesehatan gigi program terencana berupa observasi, edukasi dan
pada pelayanan ANC penanganan medik pada ibu hamil, guna
(Antenatal Care) memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan
terintegrasi poli gigi di yang aman dan memuaskan. Data pada Register

19
Puskesmas Kebasen poli gigi di bulan Januari - Juni 2023 ada kurang
Kabupaten Banyumas lebih 20 – 35 ibu hamil yang berkunjung ke poli gigi
namun masih belum optimal untuk pemberian
penyuluhan dan pelayanan kesehatan gigi dan
mulut pada ibu hamil.

Gambar 2.3 Bukti Buku Register Poli Gigi


(Sumber : Dokumentasi Penulis, 2023)

4 Belum optimalnya tindakan Pemeriksaan pada pasien poli gigi belum berjalan
pemeriksaan gigi di maksimal dikarenakan adanya alat – alat pemeriksaan
Puskesmas Kebasen dan perawatan gigi yang rusak sehingga perawatan
Kabupaten Banyumas kurang maksimal

Gambar 2.4 Bukti Alat Pemeriksaan Gigi yang


Rusak
(sumber : Dokumentasi penulis, 2023)

20
No. Isu dan Sumber Isu Data Dukung
5 Belum optimalnya Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang
komunikasi terapeutik direncanakan secara sadar, bertujuan, dan
pada pasien anak di Poli kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien.
Gigi Puskesmas Kebasen Kebanyakan anak yang berkunjung pertama kali ke
Kabupaten Banyumas poli gigi akan merasa takut dengan perlengkapan dan
alat alat yang ada di poli gigi

Gambar 2.5 Alat alat Gigi


(Sumber: Dokumen Penulis, 2023)

B. Analisis Isu
Penetapan Isu dilakukan melalui analisis isu dengan
menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Analisis isu ini
bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu
yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan yang
akan dilakukan. Pendekatan yang dilakukan untuk memahami sebuah
isu kritikal menggunakan issue scaning yaitu teknik mengenali isu
melalui proses scanning untuk mengetahui sumber informasi isu (LAN,
2019). Issue scanning yang digunakan dalam rancangan aktualisasi
dan habituasi ini adalah knowledgeable others yakni dengan
penelusuran sumber – sumber informasi melalui pejabat pemerintah
seperti sub koordinator dan koordinator bidang. Isu kritikal tersebut
perlu ditentukan kualitas isunya dengan menggunakan alat bantu
penetapan kriteria isu yang berkualitas yaitu dengan teknis tapisan isu.
Hal ini bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan
prioritas isu yang perlu diangkat dan diselesaikan melalui gagasan
kegiatan yang dilakukan.

Penentuan kualitas isu pada rancangan aktualisasi dan habituasi


ini menggunakan dua alat bantu tapisan isu yaitu :
21
1. Analisis APKL
Analisis APKL merupakan alat bantu untuk menganalisis
ketepatan dan kualitas isu dengan memperhatikan tingkat aktual,
problematik, kekhalayakan, dan kelayakan dari isu-isu yang
ditemukan di Poli Gigi Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas.
Analisis ini menggunakan teknik scoring dengan rentang skor 1 – 5
untuk menetapkan tingkat APKL yaitu :
 Aktual, artinya isu sedang terjadi atau dalam proses kejadian,
ataudiperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat;
 Problematik, artinya isu merupakan masalah mendesak yang
memerlukan berbagai upaya alternatif jalan keluar dengan
aktivitas dan tindakan nyata;
 Kekhalayakan, artinya isu menyangkut hajat hidup
orang banyak, masyarakat pada umumnya, bukan untuk
seseorang atau kelompok;
 KeLayakan, artinya isu yang logis, pantas, realistis, dapat
dibahas sesuai dengan tugas, hak, kewenangan, dan tanggung
jawab.
Analisis APKL ini akan menetapkan 3 (tiga) isu dengan
jumlah skor APKL tertinggi dari 5 (lima) isu yang teridentifikasi.
Penetapan nilai pada setiap isu didasarkan pada diskusi dengan
melibatkan atasan dan rekan kerja di lingkungan unit kerja Poli Gigi
Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas.
Hasil analisis APKL terkait isu – isu pada Poli Gigi Puskesmas
Kebasen Kabupaten Banyumas disajikan dalam tabel 2.3 di bawah
ini :

22
Tabel 2.3
Analisis Isu Menggunakan APKL
Kriteria (Skor)
No Isu Jumlah Peringkat
A P K L
Belum optimalnya penyimpanan alat
1 pemeriksaan gigi setelah proses 5 3 3 3 14 VI
sterilisasi di Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas
Belum lengkapnya obat dan bahan
2 untuk pelayanan perawatan gigi di 5 3 3 4 15 IV
Puskesmas Kebasen Kabupaten
Banyumas
Belum optimalnya edukasi
kesehatan gigi pada pelayanan
3 ANC (Antenatal Care) terintegrasi 5 5 5 5 20 I
poli gigi di Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas
Belum optimalnya pelayanan
4 tindakan pemeriksaan gigi di 5 4 4 4 17 III
Puskesmas Kebasen Kabupaten
Banyumas
Belum optimalnya komunikasi
5 terapeutik pada pasien anak di Poli 5 5 4 4 18 II
Gigi Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas
Keterangan :
A = Aktual, P = Problematik, K = Kekhalayakan, L = KeLayakan
(Sumber : Analisis Penulis, 2023)
Pada tabel 2.4 berikut disajikan penetapan skor APKL.

Tabel 2.4 Penetapan Skor APKL


Kriteria APKL Skor Keterangan
5 Sedang terjadi dengan fakta dan data yang lengkap dansering
dibicarakan
4 Sedang terjadi dengan fakta dan data yang kuranglengkap dan sering
dibicarakan
Aktual
3 Belum tentu terjadi namun sering dibicarakan
2 Belum tentu terjadi dan tidak sering dibicarakan
1 Tidak terjadi dan tidak sering dibicarakan
5 Sangat mendesak dan memerlukan berbagai upayaalternatif jalan
keluar dengan aktivitas dan tindakan nyata
4 Mendesak dan hanya memerlukan alternatif jalan keluar
Problematik 3 Kurang mendesak tetapi diperlukan dalam waktu dekat
2 Tidak mendesak tetapi diperlukan
1 Sangat tidak mendesak dan tidak diperlukan

23
Kriteria APKL Skor Keterangan
Menyangkut semua orang, baik di internal maupun eksternal Puskesmas
5
Kebasen Kabupaten Banyumas
4 Menyangkut internal di Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas
Kekhalayakan Menyangkut internal di Poli Gigi Puskesmas Kebasen Kabupaten
3
Banyumas
Menyangkut internal di Poli Gigi Puskesmas Kebasen Kabupaten
2
Banyumas
1 Hanya menyangkut individu
5 Sangat logis, pantas, realistis, dan dapat dibahas sesuai dengan
tugas, hak, kewenangan, dan tanggung jawab
4 Logis, pantas, realistis, dan dapat dibahas sesuai dengan tugas,
hak, kewenangan, dan tanggung jawab
3 Logis, pantas, realistis, tetapi kurang dapat dibahas sesuai dengan
KeLayakan tugas, hak, kewenangan, dan tanggung jawab
Kurang logis, kurang pantas, kurang realistis, dan kurangdapat dibahas
2 sesuai dengan tugas, hak, kewenangan,
dan tanggung jawab
1 Tidak logis, tidak pantas, tidak realistis, dan tidak dapat dibahas
sesuai dengan tugas, hak, kewenangan, dan tanggung jawab
Berdasarkan analisis tapisan isu menggunakan teknik analisis
APKL, diperoleh 3 (tiga) isu dengan peringkat teratas dalam hal
kualitas isu yaitu :
1. Belum optimalnya edukasi kesehatan gigi pada pelayanan ANC
(Antenatal Care) terintegrasi poli gigi di Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas.
2. Belum optimalnya komunikasi terapeutik pada pasien anak di Poli
Gigi Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas.
3. Belum optimalnya pelayanan tindakan pemeriksaan gigi di Puskesmas
Kebasen Kabupaten Banyumas.

2. Analisis USG
Alat bantu tapisan isu yang kedua adalah analisis USG.
Teknik ini digunakan untuk menentukan core issue yang akan
diangkat menjadi isu dalam rancangan aktualisasi dan habituasi ini.
Analisis USG dilakukan dengan teknik scoring menggunakan
rentang skor 1 – 5 untuk menetapkan tingkat USG yaitu :

24
 Urgency, yaitu seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
dianalisis dan ditindaklanjuti.
 Seriousness, yaitu seberapa serius suatu isu harus dibahas
yang dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.
 Growth, yaitu seberapa besar memburuknya isu tersebut jika
tidak ditangani dengan segera.
Isu dengan jumlah skor tertinggi merupakan core issue yang
akan ditetapkan untuk diselesaikan dengan kegiatan-kegiatan yang
diusulkan. Hasil analisis USG pada 3 (tiga) isu yang terjadi di Seksi
Pengembangan Sistem Informasi Bidang Pengelolaan Data dan
Informasi DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah disajikan dalam tabel
2.5 berikut :
Tabel 2.5
Analisis Isu Menggunakan USG
No Isu Urgency Seriousness Growth Jumlah Peringkat
Belum optimalnya edukasi
kesehatan gigi pada
1 pelayanan ANC (Antenatal 5 5 5 15 I
Care) terintegrasi poli gigi
di Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas
Belum optimalnya
komunikasi terapeutik pada
2 pasien anak di Poli Gigi 4 4 4 12 II
Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas
Belum optimalnya pelayanan
3 tindakan pemeriksaan gigi di 3 3 3 9 II
Puskesmas Kebasen
Kabupaten Banyumas

Keterangan :
U = Urgency, S = Seriousness, G = Growth
(Sumber : Analisis Penulis, 2023)

25
Pada tabel 2.6 berikut disajikan penetapan skor USG
Tabel 2.6
Penetapan Skor USG
Kriteria USG Skor Keterangan
5 Sangat mendesak
4 Mendesak
Urgency 3 Kurang mendesak
2 Tidak mendesak
1 Sangat tidak mendesak
5 Apabila tidak dibahas akan berdampak sangat serius
4 Apabila tidak dibahas akan berdampak serius
Seriousness 3 Apabila tidak dibahas akan berdampak kurang serius
2 Apabila tidak dibahas akan berdampak tidak serius
Apabila tidak dibahas akan berdampak sangat tidak
1
serius
5 Sangat memburuk apabila tidak segera ditangani
4 Memburuk apabila tidak segera ditangani
Growth 3 Kurang memburuk apabila tidak segera ditangani
2 Tidak memburuk apabila tidak segera ditangani
1 Sangat tidak memburuk apabila tidak segera ditangani

Berdasarkan analisis tapisan isu kedua yang menggunakan teknik


analisis USG, ditentukan 1 (satu) core issue untuk dilakukan penyelesaiannya
dengan rumusan isu yaitu Belum optimalnya edukasi kesehatan gigi
pada pelayanan ANC (Antenatal Care) terintegrasi poli gigi di
Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas.

C. Analisa Penyebab Isu


Isu prioritas dianalisis dengan alat bantu diagram fishbone. Diagram
fishbone (juga disebut diagram Ishikawa) adalah alat untuk mengidentifikasi
akar penyebab masalah kualitas. Diagram tersebut juga dikenal sebagai
diagram Ishikawa. Nama diagram tersebut sesuai dengan nama Kaoru
Ishikawa, seorangahli statistik kendali mutu Jepang, orang yang memelopori
penggunaan bagan ini di tahun 1960-an (Juran, 1999). Diagram fishbone
adalah alat analisis yang menyediakan cara sistematis untuk melihat penyebab
dari sebuah permasalahan. Oleh karena itu, diagram ini juga dikenal sebagai
diagram sebab-akibat (Watson, 2004). Dari hasil analisis isu melalui
pendekatan APKL dan USG maka isu strategis yang perlu diselesaikan adalah
buku panduan dan video tutorial Aplikasi SIAP Jateng masih menggunakan
versi lama dan belum sesuai dengan SOP terbaru di Aplikasi SIAP Jateng,

26
diagram fishbone atas permasalahan tersebut dapat disampakan sebagai
berikut :

Manpower
Materials
Petugas KIA jarang
Kurangnya sarana dan mengirimkan
prasarana di poli gigi semua pasien ANC
(Antenatalcare) ke
poli gigi Belum
optimalnya
Belum adanya media Petugas kurang edukasi
edukasi tentang berinovasi dalam kesehatan
kesehatan gigi di masa melakukan edukasi gigi pada
kehamilan pada ibu hamil tentang pelayanan
kesehatan gigi ANC
(Antenatal
Care)
Belum optimalnya terintegrasi
koordinasi antara poli gigi di
Kurang optimalnya Puskesma
poli KIA dan Gigi pelayanan ANC s Kebasen
(Antenatalcare) di poli Kabupaten
Kurangnya gigi Banyumas
kunjungan pelayanan
ANC ke poli gigi Kurang optimalnya alur
pelayanan pemeriksaan
ibu hamil
Milleau
Methods

Gambar 2.6
Analisis Penyebab Isu Menggunakan Diagram Fishbone

(Sumber : Analisis Penulis, 2023)

27
Berdasarkan analisis penyebab terjadinya core issue dengan menggunakan
diagram fishbone, diperoleh penyebab - penyebab prioritas yang perlu
diselesaikan, yaitu :
1. Materials ● Kurangnya sarana dan prasarana di poli gigi
 Belum adanya media edukasi tentang
kesehatan gigi di masa kehamilan
2. Manpower ● Petugas KIA jarang mengirimkan semua pasien
ANC (Antenatalcare) ke poli gigi
 Petugas kurang berinovasi dalam
melakukan edukasi pada ibu hamil
tentang kesehatan gigi
3. Methods ● Kurang optimalnya pelayanan ANC
(Antenatalcare) di poli gigi
 Kurang optimalnya alur pelayanan pemeriksaan
ibu hamil
4. Milleau ● Kurangnya koordinasi antara petugas poli KIA
dan poli gigi
 Kurangnya kunjungan pelayanan ANC
(Antenatalcare) ke poli gigi

D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan


Berdasarkan analisis isu APKL dan USG, maka diperoleh isu prioritas
yaitu “Belum optimalnya edukasi kesehatan gigi pada pelayanan ANC
(Antenatal Care) terintegrasi poli gigi di Puskesmas Kebasen Kabupaten
Banyumas”. Apabila prioritas isu (core issue) tersebut tidak dilakukan
penyelesaian maka akan menimbulkan dampak. Dampak dari isu yang tidak
diselesaikan adalah sebagai berikut :
1. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil berkurang
2. Timbul masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil
3. Masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil menjadi terabaikan
4. Status kesehatan pada ibu hamil berkurang

28
E. Gagasan Pemecahan Isu
Berdasarkan pembahasan di atas, core issue atau isu prioritas yang
harus segera diselesaikan adalah belum optimalnya edukasi kesehatan gigi
pada pelayanan ANC (Antenatal Care) terintegrasi poli gigi di Puskesmas
Kebasen Kabupaten Banyumas, maka judul gagasan pemecahan core issue
atau isu prioritas adalah OPTIMALISASI PENGGUNAAN VIKSI (VIDEO
EDUKASI KESEHATAN GIGI) PADA PELAYANAN ANC (ANTENATAL
CARE) TERINTEGRASI POLI GIGI UNTUK MENDAPATKAN PELAYANAN
KESEHATAN GIGI DI PUSKESMAS KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS.
Pelayanan ANC (Antenatal Care) terintegrasi ke poli gigi masih belum
optimal dalam pelayanan kesehatan gigi. Padahal ibu hamil banyak mengalami
permasalahan penyakit gigi dan tidak bisa asal dilakukan perawatan gigi, harus
melihat dari risiko bahayanya untuk ibu dan janinnya. Ada beberapa tindakan
yang dapat dilakukan untuk perawatan gigi, namun hal tersebut dilihat lagi dari
trisemester berapa usia kandungan kehamilannya. Dari permasalahan isu
tersebut maka dibuatlah media edukasi menggunakan video yang berbasis IT
(Information and Technologi) yaitu dengan pembuatan Viksi (Video Edukasi
Kesehatan Gigi) agar pelayanan edukasi menjadi menarik dan tidak monoton
serta dapat meningkatkan pelayanan ANC di poli gigi berjalan dengan optimal
dan maksimal sehingga dapat meningkatkan angka pengetahuan dan
pemahaman ibu hamil, menekan angka pertumbuhan penyakit gigi pada masa
kehamilan, mengurangi faktor genetik penyakit gigi yang akan diturunkan pada
janin, meningkatkan derajat kesehatan pada ibu hamil. Berikut ini adalah uraian
gagasan kegiatan dan tahapan kegiatan terhadap pemecahan isu :

29
Tabel 2.7 Gagasan Pemecahan Isu
No Gagasan Kegiatan Tahapan Kegiatan
1 Membuat VIKSI (video a. Mencari literatur/materi yang akan dimasukan dalam
edukasi kesehatan gigi) video edukasi kesehatan gigi pada masa kehamilan
pada masa kehamilan di internet
b. Berkonsultasi dengan mentor terkait konsep video
Menyelesaikan edukasi kesehatan gigi pada masa kehamilan
permasalah pada c. Melakukan kolaborasi dengan dokter gigi dan bidan
Materials dan Manpower dalam penyusunan konsep dan isi materi video
edukasi kesehatan gigi pada masa kehamilan
Sumber kegiatan : Inovasi d. Membuat video edukasi kesehatan gigi pada masa
kehamilan
e. Melakukan konsultasi dengan mentor hasil video
edukasi kesehatan gigi pada masa kehamilan
f. Menyempurnakan video edukasi kesehatan gigi
pada masa kehamilan
g. Mengunggah video edukasi kesehatan gigi di
website Puskesmas agar bisa diakses oleh pasien
ANC dan masyarakat luas
2 Membuat form kajian awal a. Membuat konsep isian form kajian awal dan
dan form kajian evaluasi evaluasi
pasien ANC dengan b. Berkonsultasi dengan mentor terkait konsep isian
media google form form kajian awal dan evaluasi
c. Membuat form kajian awal dan evaluasi
Menyelesaikan d. Memasukan form kajian wal dan evaluasi ke aplikasi
permasalahan pada google form
Methods e. Menggunakan form kajian awal dan form evaluasi
melalui google form pada pasien ANC terintegrasi
Sumber kegiatan : Inovasi poli gigi oleh petugas poli gigi
3 Mengunggah VIKSI (video a. Mendesain web google site dengan sekreatif dan
edukasi kesehatan gigi) sederhana agar mudah digunakan
dan form kajian awal dan b. Mengunggah video edukasi kesehatan gigi, form
evaluasi pada web google kajian awal dan form evaluasi pasien
site c. Membuat QR website yang berisikan VIKSI (video
edukasi kesehatan gigi)
Menyelesaikan d. Menggunakan google site sebagai sarana dan
permasalah pada prasarana media edukasi kesehatan gigi pada
Materials dan Manpower pelayanan ANC terintegrasi poli gigi pada saat
pasien berkunjung ke poli gigi
Sumber kegiatan : Inovasi

30
No Gagasan Kegiatan Tahapan Kegiatan
4 Memberikan informasi a. Melakukan konsultasi bersama mentor tentang Viksi
kepada petugas poli gigi b. Melakukan koordinasi dengan rekan kerja (dokter
dan KIA tentang VIKSI gigi) tentang aplikasi Viksi
(video edukasi kesehatan c. Melakukan koordinasi dengan bidan
gigi) penanggungjawab poli KIA tentang aplikasi Viksi
d. Mulai digunakannya aplikasi Viksi sebagai media
Menyelesaikan edukasi pada pelayanan ANC
permasalahan pada
Milleau

Sumber kegiatan : SKP

5 Melakukan edukasi padaa. Mengkonfirmasi identitas ibu hamil


pelayanan ANC yang b. Mengarahkan ibu hamil dalam mengakses aplikasi
terintegrasi dengan poli Viksi
gigi menunggunakan c. Mengarahkan ibu hamil untuk melakukan pengisian
aplikasi Viksi form kajian awal
d. Mempersilahkan ibu hamil untuk menonton video
Menyelesaikan edukasi kesehatan gigi pada masa kehamilan
permasalahan pada e. Menjelaskan secara singkat isi video edukasi
Manpower dan Methods f. Mengarahkan ibu hamil untuk melakukan pengisian
form evaluasi
Sumber Kegiatan : SKP

6 Melakukan monitoring dan a. Membuat lembar ceklist sebagai instrumen evaluasi


evaluasi serta menyusun pada pelayanan ANC terintegrasi poli gigi
rencana tindaklanjut menggunakan VIKSI (video edukasi kesehatan gigi)
pelayanan ANC b. Menganalisis hasil monitoring dan evaluasi pada
terintegrasi poli gigi pada pelayanan ANC terintegrasi poli gigi
menggunakan media menggunakan VIKSI (video edukasi kesehatan gigi)
VIKSI (video edukasi c. Menyampaikan hasil evaluasi, membuat laporan
kesehatan gigi) hasil evaluasi kepada atasan atau mentor dan
menyusun Rencana Tindak Lanjut untuk pelayanan
Sumber kegiatan : SKP ANC terintegrasi poli gigi menggunakan media
VIKSI (video edukasi kesehatan gigi)

(Sumber : Analisis Penulis, 2023)

31
F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi
Tabel 2.8 Rancangan Aktualisasi dan Habituasi
Nama : Rizki Irzayanri, AMKG
Jabatan : Calon Terampil – Terapis Gigi dan Mulut
Unit Kerja : Puskesmas Kebasen
Tupoksi yang : PERMENPAN RB Nomor 37 Tahun 2019 Bab IV Pasal 8 Ayat 26
sesuai dengan dan 27
RA 1. Membimbing pelaksanaan sikat gigi pada individu/kelompok;
2. Melakukan kegiatan konsultasi pada kasus ringan dari tenaga
kesehatan lain.
Identifikasi Isu di : 1. Belum optimalnya edukasi kesehatan gigi pada
Poli Gigi pelayanan ANC (Antenatal Care) terintegrasi poli gigi di
Puskesmas Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas
Kebasen 2. Belum optimalnya komunikasi terapeutik pada pasien anak
Kabupaten di Poli Gigi Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas
Banyumas 3. Belum optimalnya pelayanan tindakan pemeriksaan gigi di
(diambil dari Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas
Analisis USG)
Isu yang : Belum optimalnya edukasi kesehatan gigi pada pelayanan
diangkat (core ANC (Antenatal Care) terintegrasi poli gigi di Puskesmas
issue) Kebasen Kabupaten Banyumas
Penyebab : 1. Materials :  Kurangnya sarana dan prasarana di poli
prioritas isu gigi
(diambil dari  Belum adanya media edukasi tentang
Fishbone) kesehatan gigi di masa kehamilan
2. Manpower :  Petugas KIA jarang mengirimkan semua
pasien ANC (Antenatalcare) ke poli gigi
 Petugas kurang berinovasi dalam
melakukan edukasi pada ibu hamil
tentang kesehatan gigi
3. Methods :  Belum optimalnya pelayanan ANC ke
poli gigi
 Kurang optimalnya alur pelayanan
pemeriksaan pada ibu hamil
4. Milleau :  Kurangnya koordinasi antara petugas
poli KIA dan poli gigi
 Kurangnya kunjungan pelayanan ANC ke
poli gigi
Gagasan : OPTIMALISASI PENGGUNAAN VIKSI (VIDEO EDUKASI
pemecahan isu KESEHATAN GIGI) PADA PELAYANAN ANC (ANTENATAL
(konsep judul) CARE) TERINTEGRASI POLI GIGI UNTUK MENDAPATKAN
PELAYANAN KESEHATAN GIGI DI PUSKESMAS KEBASEN
KABUPATEN BANYUMAS

(Sumber : Analisis Penulis, 2023)

32
Tabel 2.9 Matrik Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2023
No KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN KONTRIBUSI VISI PENGUATAN NILAI –
KEGIATAN SUBSTANSI MATA DAN MISI NILAI ORGANISASI
PELATIHAN ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1 Membuat VIKSI Adanya VIKSI Keterkaitan kegiatan Dengan adanya Dengan adanya Viksi
(video edukasi (video edukasi dengan Manajemen ASN Viksi (video edukasi (video edukasi
kesehatan gigi) kesehatan gigi) : Saya melakukan kesehatan gigi) kesehatan gigi) pada
pada masa pada masa penyusunan materi video pada masa masa kehamilan
kehamilan kehamilan edukasi kesehatan gigi kehamilan sebagai sebagai sarana dan
sebagai sarana berkaitan dengan Prinsip sarana dan prasarana media
Sumber Kegiatan : dan prasarana ASN Pasal 3 ayat d pada prasarana media edukasi pada
Inovasi media edukasi UU No 5 Tahun 2014 edukasi pada pelayanan ANC di poli
pada pelayanan tentang ASN yaitu pelayanan ANC di gigi Puskesmas
ANC di poli gigi kompetensi yang poli gigi Puskesmas Kebasen Kabupaten
Puskesmas diperlukan sesuai dengan Kebasen Banyumas akan
Kebasen bidang tugas. Saya Kabupaten menguatkan tata nilai
Kabupaten membuat inovasi pada Banyumas akan Puskesmas Kebasen
Banyumas media promosi video memberikan BerAKHLAK yaitu :
edukasi kesehatan gigi kontribusi pada Visi Berorientasi
dalam rangka dan Misi pelayanan dan
menumbuhkan prinsip Puskesmas Adaptif.
ASN pasal 3 ayat c pada Kebasen yaitu :
UU No 5 tahun 2014
tentang ASN yaitu : Visi : Menjadikan
komitmen, integritas Banyumas Yang
moral, dan tanggung Maju, Adil,
jawab pada pelayanan Makmur dan
publik Mandiri.

Misi : Meningkatkan
kualitas hidup
warga terutama
pemenuhan layanan
dasar pendidikan
dan kesehatan
No KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI KONTRIBUSI VISI PENGUATAN NILAI –
KEGIATAN MATA PELATIHAN DAN MISI NILAI ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
Keterkaitan kegiatan
dengan SMART ASN :
Saya membuat video
edukasi kesehatan gigi
secara professional dalam
rangka memenuhi
kebutuhan masyarakat di
era digital (Profesional)
Saya membuat media
informasi yang mudah di
pahami, sopan, baik, benar
(Digital Ethic)
Saya menyusun rencana
kegiatan dengan
memanfaatkan laptop
(Digital skill)
Saya menyimpan file
rancangan kegiatan di
Google Drive atau
penyimpanan lainnya agar
lebih aman dan tidak hilang
(Digital Safety)
Saya menyusun
rancangan Mesit Nile
berdasarkan kopetensi
dan kemandirian untuk
mencari berbagai
kopetensi (Kompetensi-
SMART ASN)
No KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONTRIBUSI PENGUATAN
PELATIHAN VISI DAN MISI NILAI – NILAI
ORGANISASI ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
a. Mencari Adanya hasil Kompeten : saya mencari literatur
literatur/materi yang unduhan berupa tentang materi edukasi kesehatan gigi
akan dimasukan soft file dari pada masa kehamilan supaya dapat
dalam video edukasi literatur/materi meningkatkan kompetensi diri untuk
kesehatan gigi pada tentang menjawab tantangan yang selalu
masa kehamilan kesehatan gigi berubah
pada masa
kehamilan
b. Berkonsultasi dengan Adanya lembar Harmonis : saya melakukan konsultasi
mentor terkait konsep konsultasi dan dengan mentor untuk membangun
video edukasi kesepakatan lingkungan kerja yang kondusif
kesehatan gigi pada
masa kehamilan
c. Melakukan kolaborasi Adanya konsep Kolaboratif : saya menyusun konsep
dengan dokter gigi dasar video dan isi materi video bersama dengan
dan bidan dalam edukasi rekan kerja supaya rekan kerja dapat
penyusunan konsep kesehatan gigi ikut berkontribusi.
dan isi materi video pada masa
edukasi kesehatan kehamilan
gigi pada masa
kehamilan
d. Membuat video Adanya video Adaptif : saya membuat video edukasi
edukasi kesehatan edukasi kesehatan gigi pada masa kehamilan
gigi pada masa kesehatan gigi untuk terus berinovasi dan
kehamilan pada masa mengembangkan kreativitas
kehamilan
e. Melakukan konsultasi Adanya lembar Berorientasi pelayanan : saya
dengan mentor hasil konsultasi dan mendengarkan saran dan arahan dari
video edukasi kesepakatan mentor karena saya selalu melakukan
kesehatan gigi pada perbaikan tiada henti
masa kehamilan
No KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI KONTRIBUSI VISI DAN MISI PENGUATAN
KEGIATAN MATA PELATIHAN ORGANISASI NILAI – NILAI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
f. Menyempurnakan Adanya video Akuntabel : saya
video edukasi edukasi melaksanakan tugas
kesehatan gigi kesehatan gigi dengan
pada masa pada masa bertanggungjawab,
kehamilan kehamilan cermat dan berintegritas
tinggi agar mendapatkan
hasil yang terbaik
g. Mengunggah Adanya lembar Kompeten : saya
video edukasi konsultasi dan mengunggah video
kesehatan gigi di kesepakatan edukasi kesehatan gigi
website pada masa kehamilan
Puskesmas agar dengan tujuan membantu
bisa diakses oleh orang lain belajar tentang
pasien ANC dan kesehatan gigi pada masa
masyarakat luas kehamilan
2 Membuat form Adanya form Keterkaitan kegiatan Dengan adanya form Dengan
kajian awal dan kajian awal dan dengan Manajemen ASN : kajian awal dan form adanya form
form kajian form kajian Saya melaksanakan tugas kajian evaluasi pasien kajian awal dan
evaluasi pasien evaluasi pasien dengan cermat dan dengan media google form kajian
dengan media dengan media displin dalam pembuatan form memberikan evaluasi pasien
google form google form form kajian awal dan kontribusi pada Visi dan dengan media
untuk melihat evaluasi untuk mengukur Misi Puskesmas google form
Sumber Kegiatan pengetahuan pengetahuan ibu hamil Kebasen yaitu : memberikan
: Inovasi dan sebelum dan setelah tata nilai
pemahaman dilakukannya edukasi Visi : Menjadikan Puskesmas
pasien kesehatan gigi supaya Banyumas Yang Maju, Kebasen
sebelum dan mendapatkan hasil yang Adil, Makmur dan BerAKHLAK
sesudah terukur dalam rangka Mandiri. yaitu :
diberikan menumbuhkan Kode Etik Berorientasi
edukasi dan Kode Perilaku ASN Misi : Meningkatkan Pelayanan,
kesehatan gigi pasal 5 ayat 2b UU No. 5 kualitas hidup warga Akuntabel,
Tahun 2014 yaitu : terutama pemenuhan Kompeten,
melaksanakan tugasnya layanan dasar pendidikan Adaptif, Loyal
dengan cermat dan dan kesehatan dan Kolaboratif
disiplin.
No KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN KONTRIBUSI VISI PENGUATAN NILAI –
KEGIATAN SUBSTANSI MATA DAN MISI NILAI ORGANISASI
PELATIHAN ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
Keterkaitan kegiatan
dengan SMART ASN :
Saya membuat form
kajian awal dan evaluasi
melalui google form
secara professional dalam
rangka memenuhi
kebutuhan masyarakat di
era digital (Profesional)
Saya membuat media
informasi yang mudah di
pahami, sopan, baik, benar
(Digital Ethic)
Saya menyusun rencana
kegiatan dengan
memanfaatkan laptop
(Digital skill)
Saya menyimpan file
rancangan kegiatan di
Google Drive atau
penyimpanan lainnya agar
lebih aman dan tidak hilang
(Digital Safety)
Saya menyusun rancangan
form kajian awal dan
evaluasi berdasarkan
kompetensi dan
kemandirian untuk mencari
berbagai kompetensi
(Kompetensi-SMART
ASN)
No KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI KONTRIBUSI PENGUATAN NILAI –
KEGIATAN MATA PELATIHAN VISI DAN MISI NILAI ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
a. Membuat konsep Adanya draft isian form Adaptif : saya membuat video
isian form kajian kajian awal dan form edukasi kesehatan gigi pada
awal dan evaluasi pasien ANC masa kehamilan untuk terus
evaluasi pasien berinovasi dan
ANC mengembangkan kreativitas
b. Berkonsultasi Adanya lembar Berorientasi pelayanan : saya
dengan mentor konsultasi dan mendengarkan saran dan
terkait konsep kesepakatan arahan dari mentor karena saya
isian form kajian selalu melakukan perbaikan
awal dan tiada henti
evaluasi
c. Membuat form Adanya draft isian form Akuntabel : saya
kajian awal dan kajian awal dan form melaksanakan tugas dengan
evaluasi evaluasi pasien ANC jujur dan transparan dalam
pembuatan form kajian awal dan
form evaluasi pasien
d. Memasukan Adanya media form Kompeten : saya melakukan
form kajian awal kajian awal dan form tugas dengan kualitas terbaik
dan evaluasi ke evaluasi pasien dalam membuat konsep isian
aplikasi google form kajian awal dan form
form evaluasi agar mudah dipahami
e. Menggunakan Adanya data pasien Berorientasi pelayanan : saya
form kajian awal ANC yang telah dalam menggunakan form
dan form menggunakan dan kajian awal dan form evaluasi
evaluasi melalui mengisi form kajian melalui google form pada pasien
google form awal dan form evaluasi ANC terintegrasi poli gigi serta
pada pasien menjelaskan cara pengisian
ANC terintegrasi dengan ramah dan cekatan
poli gigi
No KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONTRIBUSI VISI PENGUATAN NILAI –
KEGIATAN PELATIHAN DAN MISI NILAI ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
3 Mengunggah Adanya VIKSI Keterkaitan kegiatan dengan Dengan Adanya Dengan adanya
VIKSI (video (video edukasi Manajemen ASN : VIKSI (video media web google
edukasi kesehatan kesehatan gigi) Saya melaksanakan kegiatan edukasi site untuk
gigi), form kajian pada web pembuatan media/website kesehatan gigi) mengakses Viksi
awal dan evaluasi google site menggunakan web google site pada web google (video edukasi
pada web google yang dapat dengan jujur, bertanggung jawab, site yang dapat kesehatan gigi pada
site diakses dan berintegritas tinggi supaya diakses sebagai masa kehamilan)
sebagai sarana bisa bermanfaat untuk sarana dan sebagai sarana dan
Sumber kegiatan : dan prasarana meningkatkan pengetahuan prasarana media prasarana media
Inovasi media edukasi tentang kesehatan gigi pada masa edukasi edukasi memberikan
kehamilan, ini sesuai dengan Kode memberikan penguatan pada tata
etik dan kode perilaku UU No. 5 kontribusi pada nilai Puskesmas
Tahun 2014 pasal 5 ayat 2a Visi dan Misi Kebasen
Puskesmas BerAKHLAK yaitu :
Keterkaitan kegiatan dengan Kebasen yaitu : Berorientasi
SMART ASN : Pelayanan,
Saya membuat form kajian awal Visi : Menjadikan Akuntabel,
dan evaluasi melalui google form Banyumas Yang Kompeten, dan
secara professional dalam rangka Maju, Adil, Adaptif
memenuhi kebutuhan masyarakat Makmur dan
di era digital (Profesional), Mandiri.
Saya membuat media informasi
yang mudah di pahami, sopan, Misi :
baik, benar (Digital Ethic) Meningkatkan
Saya menyusun rencana kegiatan kualitas hidup
dengan memanfaatkan laptop warga terutama
(Digital skill) pemenuhan
Saya menyimpan file rancangan layanan dasar
kegiatan di Google Drive atau pendidikan dan
penyimpanan lainnya agar lebih kesehatan
aman dan tidak hilang (Digital
Safety)
No KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONTRIBUSI PENGUATAN
PELATIHAN VISI DAN NILAI – NILAI
MISI ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
a. Mendesain web google Adanya video edukasi Adaptif : saya terus berinovasi
site dengan sekreatif dan
kesehatan gigi pada dan mengembangkan
sederhana agar mudah masa kehamilan, form kreativitas dalam mendesain
digunakan kajian awal dan form media google site agar menarik
evaluasi pasien yang dan mudah untuk digunakan
akan di unggah pada
web google site sebagai
sarana dan prasarana
media edukasi
b. Mengunggah video Adanya desain pada Kompeten : saya melakukan
edukasi kesehatan gigi, media web google site tugas dengan kinerja terbaik
form kajian awal dan yang ringan, menarik, dalam mengunggah VIKSI (video
form evaluasi pasien jelas supaya mudah edukasi kesehatan gigi), form
diakses dan digunakan kajian awal dan form evaluasi
oleh pasien ANC pasien
c. Membuat QR website Adanya kode QR Kompeten : saya mengunggah
yang berisikan VIKSI website yang berisikan video edukasi kesehatan gigi
(video edukasi VIKSI (video edukasi pada masa kehamilan dengan
kesehatan gigi) kesehatan gigi) tujuan membantu orang lain
belajar tentang kesehatan gigi
pada masa kehamilan
d. Menggunakan google Adanya data pasien Berorientasi pelayanan : saya
site sebagai sarana dan yang telah dalam menggunakan google site
prasarana media menggunakan atau sebagai sarana dan prasarana
edukasi kesehatan gigi mengakses video media edukasi kesehatan gigi
pada pelayanan ANC edukasi kesehatan gigi pada pelayanan ANC terintegrasi
terintegrasi poli gigi pada google site poli gigi serta menjelaskan cara
pada saat pasien mengakses VIKSI (video
berkunjung ke poli gigi edukasi kesehatan gigi) melalui
google site dengan ramah
No KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONTRIBUSI VISI PENGUATAN NILAI
KEGIATAN PELATIHAN DAN MISI – NILAI
ORGANISASI ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
4 Memberikan Terlaksananya Keterkaitan dengan Manajement ASN Dengan Dengan
informasi kepada pemberian : Saya melakukan pemberian informasi terlaksananya terlaksananya
petugas poli gigi informasi kepada petugas poli gigi dan poli KIA pemberian pemberian
dan KIA tentang kepada tentang aplikasi VIKSI (Video Edukasi informasi kepada informasi kepada
aplikasi Viksi petugas poli Kesehatan Gigi) dengan memberikan petugas poli gigi petugas poli gigi
gigi dan KIA informasi bahwa aplikasi viksi sudah dan KIA tentang dan KIA tentang
tentang aplikasi bisa digunakan untuk media edukasi aplikasi Viksi (Video aplikasi Viksi
Sumber kegiatan Viksi (Video dengan cara yang mudah, sederhana, Edukasi Kesehatan (Video Edukasi
: SKP Edukasi jelas dan dapat dipahami serta tidak Gigi) sebagai media Kesehatan Gigi)
Kesehatan menimbulkan kebingungan edukasi pada sebagai media
Gigi) sebagai (Asas Keterbukaan ASN pasal 2 ayat i) pelayanan ANC edukasi pada
media edukasi Saya melakukan pemberian informasi terintegrasi poli gigi pelayanan ANC
pada kepada dokter gigi, bidan KIA dan ibu memberikan terintegrasi poli
pelayanan hamil tentang aplikasi VIKSI (Video kontribusi pada Visi gigi memberikan
ANC Edukasi Kesehatan Gigi) bahwa sudah dan Misi penguatan pada
terintegrasi poli bisa diakses sebagai media edukasi Puskesmas tata nilai
gigi dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa Kebasen yaitu : Puskesmas
tekanan supaya terjadi komunikasi yang Kebasen
baik Visi : Menjadikan BerAKHLAK :
(Kode Etik dan Perilaku ASN pasal 5 Banyumas Yang Berorientasi
ayat c) Maju, Adil, pelayanan,
Makmur dan Harmonis, Loyal,
Keterkaitan kegiatan dengan Mandiri. dan Kolaboratif
SMART ASN : Saya melakukan
pemberian informasi kepada Misi : Meningkatkan
petugas poli gigi dan poli KIA kualitas hidup
tentang aplikasi VIKSI dapat warga terutama
menunjukkan (Digital Culture) yaitu pemenuhan layanan
pengetahuan dasar menggunakan dasar pendidikan
bahasa Indonesia baik dan benar dan kesehatan
serta ramah dalam berkomunikasi
No KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI KONTRIBUSI VISI PENGUATAN NILAI
KEGIATAN MATA PELATIHAN DAN MISI – NILAI
ORGANISASI ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
a. Melakukan Adanya lembar Harmonis : saya
konsultasi konsultasi dan melakukan konsultasi
bersama mentor kesepakatan serta dengan pimpinan supaya
tentang aplikasi saran dan masukan dapat terjalin hubungan
Viksi dari mentor yang bersinergi untuk
memperoleh hasil yang
terbaik dengan
b. Melakukan Terjadinya Kolaboratif : saya
koordinasi dengan kesepakatan/komitmen melakukan koordinasi
rekan kerja dengan rekan kerja dengan rekan kerja supaya
(dokter gigi) untuk penggunaan tercipta lingkungan kerja
tentang aplikasi viksi pada pelayanan yang kondusif agar VIKSI
Viksi ANC terintegrasi poli (video edukasi kesehata
gigi sebagai media gigi) bisa digunakan sebagai
edukasi media edukasi pada pasien
ANC (Antenatalcare).
c. Melakukan Terjadinya Harmonis : saya
koordinasi dengan kesepakatan/komitmen melakukan koordinasi
bidan dengan bidan poli KIA dengan bidan poli KIA
penanggungjawab untuk penggunaan supaya dapat terjalin
poli KIA tentang viksi pada pelayanan hubungan yang bersinergi
aplikasi Viksi ANC terintegrasi poli untuk memperoleh hasil
gigi sebagai media yang terbaik.
edukasi
d. Mulai Adanya kegiatan Kompeten : saya
digunakannya pemberian edukasi melakukan tugas dengan
aplikasi Viksi pada pelayanan ANC kualitas terbaik dalam
sebagai media dengan menggunakan menggunakan aplikasi Viksi
edukasi pada Viksi sebagai langkah sebagai media edukasi pada
pelayanan ANC pengoptimalan pelayanan ANC terintegrasi
pelayanan ANC poli gigi
terintegrasi poli gigi
No KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONTRIBUSI VISI DAN PENGUATAN
KEGIATAN PELATIHAN MISI ORGANISASI NILAI – NILAI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
5 Melakukan Terlaksanya Keterkaitan dengan Manajement ASN : Dengan terlaksanya Dengan
edukasi pada edukasi Saya melakukan penyuluhan dengan edukasi dengan media terlaksanya
pelayanan ANC dengan media menggunakan media viksi pada Viksi pada pelayanan edukasi
yang Viksi pada pelayanan ANC ibu hamil dengan tujuan ANC ibu hamil dengan media
terintegrasi pelayanan ANC untuk melakukan visualisasi supaya terintegrasi poli gigi Viksi pada
dengan poli gigi ibu hamil penyampaian materi bisa lebih jelas dan untuk meningkatkan pelayanan
menunggunaka terintegrasi poli terhindar dari kesalahpahaman pemahaman dan ANC ibu hamil
n aplikasi VIKSI gigi untuk (Asas Keterbukaan ASN pasal 2 ayat i) pengetahuan ibu hamil terintegrasi poli
(video edukasi meningkatkan Saya melakukan penyuluhan dengan tentang kesehatan gigi gigi untuk
kesehatan gigi) pemahaman menggunakan media viksi pada pelayanan dan mulut pada masa meningkatkan
dan ANC ibu hamil dengan sikap hormat, kehamilan pemahaman
pengetahuan sopan, dan tanpa tekanan supaya terjadi memberikan kontribusi dan
Sumber ibu hamil komunikasi yang baik pada Visi dan Misi pengetahuan
kegiatan : SKP tentang (Kode Etik dan Perilaku ASN pasal 5 Puskesmas Kebasen ibu hamil
kesehatan gigi ayat 2c) yaitu : tentang
dan mulut pada kesehatan gigi
masa Keterkaitan kegiatan dengan Visi : Menjadikan dan mulut pada
kehamilan SMART ASN : Saya melakukan Banyumas Yang masa
kegiatan penyuluhan dengan Maju, Adil, Makmur kehamilan
menggunakan media viksi pada dan Mandiri. memberikan
pelayanan ANC ibu hamil supaya bisa penguatan
menjangkau sasaran yang lebih luas Misi : Meningkatkan pada tata nilai
dengan harapan masyarakat puas kualitas hidup warga Puskesmas
dengan pelayanan promotif preventif terutama pemenuhan Kebasen
yang diberikan layanan dasar BerAKHLAK :
(Hospitality - Kompetensi SMART ASN) pendidikan dan Berorientasi
Saya melakukan penyuluhan dengan kesehatan pelayanan,
menggunakan media viksi pada Kompeten,
pelayanan ANC ibu hamil dapat dan Loyal
menunjukkan (Digital Culture) yaitu
pengetahuan dasar menggunakan
bahasa Indonesia baik dan benar serta
ramah dalam berkomunikasi.
No KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONTRIBUSI PENGUATAN
PELATIHAN VISI DAN MISI NILAI – NILAI
ORGANISASI ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
a. Mengkonfirmasi Kesesuaian identitas Berorientasi pelayanan, Kompeten
identitas ibu hamil pasien dengan identitas : saya melakukan tugas dengan
pada RM kualitas terbaik dan dengan sikap
ramah dan sopan serta bahasa
indonesia yang baik agar mudah
dipahami
b. Mengarahkan ibu Adanya dokumentasi Berorientasi pelayanan : saya
hamil dalam pada saat menggunkan memahami dan memenuhi
mengakses aplikasi Viksi kebutuhan masyarakat dalam
Viksi melaksanakan pelayanan ANC serta
bersikap ramah
c. Mengarahkan ibu Adanya data hasil Loyal : dalam melaksanakan tugas
hamil untuk pengisian form kajian awal saya menjaga rahasia identitas ibu
melakukan pengisian pasien hamil
form kajian awal
d. Mempersilahkan ibu Adanya dokumentasi saat Berorientasi pelayanan : saya
hamil untuk menonton video serta memahami dan memenuhi kebutuhan
menonton video peningkatan pengetahuan masyarakat dalam melaksanakan
edukasi kesehatan dan pemahaman tentang pelayanan ANC serta bersikap ramah
gigi pada masa kesehatan gigi dan mulut
kehamilan pada masa kehamilan
e. Menjelaskan secara Meningkatkan pemahaman Kompeten : saya dalam melaksanakan
singkat isi video tentang kesehatan gigi pada pelayanan dengan tujuan membantu
edukasi masa kehamilan orang lain belajar tentang kesehatan
gigi pada masa kehamilan
f. Mengarahkan ibu Adanya data hasil Berorientasi pelayanan, Loyal : saya
hamil untuk pengisian form evaluasi memahami dan memenuhi kebutuhan
melakukan pengisian pasien masyarakat dalam melaksanakan
form evaluasi pelayanan ANC serta bersikap ramah
serta menjaga rahasia identitas ibu
hamil
No KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI MATA KONTRIBUSI VISI DAN PENGUATAN NILAI
KEGIATAN PELATIHAN MISI ORGANISASI – NILAI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
g.
6 Melakukan Tersedianya Keterkaitan dengan Manajement Dengan tersedianya hasil Dengan
monitoring hasil monitoring ASN : dalam kegiatan monitoring, monitoring dan evaluasi tersedianya hasil
dan evaluasi dan evaluasi evaluasi dan rencana tindak lanjut dari hasil kegiatan monitoring dan
serta dari hasil saya cermat dalam membuat optimalisasi Viksi (Video evaluasi dari hasil
menyusun kegiatan kegiatan evaluasi dalam rangka Edukasi Kesehatan Gigi) kegiatan
rencana optimalisasi melaksanakan tugas dengan jujur, pada pelayanan ANC optimalisasi Viksi
tindak lanjut Viksi (Video bertanggung jawab, dan terintegrasi poli gigi (Video Edukasi
pelayanan Edukasi berintegritas tinggi (Kode Etik ASN sebagai dasar perbaikan Kesehatan Gigi)
ANC Kesehatan pasal 5) dan pengembangan pada pelayanan
terintegrasi Gigi) pada Saya membuat lembar evaluasi dimasa yang akan datang ANC terintegrasi
poli gigi pelayanan ANC secara professional sehingga dapat memberikan kontribusi poli gigi sebagai
menggunakan terintegrasi poli dijadikan dasar perbaikan atau pada Visi dan Misi dasar perbaikan
media Viksi gigi sebagai dituangkan dalam Rencana Tindak Puskesmas Kebasen dan pengembangan
dasar Lanjut (Asas ASN pasal 2 ayat g) yaitu : dimasa yang akan
perbaikan dan datang memberikan
Sumber pengembangan Keterkaitan kegiatan dengan Visi : Menjadikan penguatan pada
kegiatan : dimasa yang SMART ASN : saya menyusun Banyumas Yang Maju, tata nilai
Tugas akan datang form checklist menggunakan Adil, Makmur dan Puskesmas
Pimpinan komputer dan aplikasi Microsoft Mandiri. Kebasen
Word (Digital Skill) BerAKHLAK :
Dengan mengunakan bahasa Misi : Meningkatkan Berorientasi
yang mudah di pahami, sopan, kualitas hidup warga pelayanan,
baik, benar (Digital Ethic) dan terutama pemenuhan Akuntabel,
tidak mendiskreditkan kelompok layanan dasar Kompeten, dan
tertentu (Digital Culture) pendidikan dan Adaptif
kesehatan
No KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI KONTRIBUSI PENGUATAN
MATA PELATIHAN VISI DAN MISI NILAI – NILAI
ORGANISASI ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
a. Membuat lembar Adanya lembar evaluasi Berorientasi pelayanan :
evaluasi sehingga dapat diketahui saya membuat lembar
menggunakan ms. hambatan dalam pelayanan evaluasi yang mudah
office ANC menggunakan VIKSI dipahami dan berkualitas
(video edukasi kesehatan
gigi) sebagai dasar
pengambilan penyusunan
Rencana Tindak Lanjut
b. Menganalisis hasil Terlaksananya kegiatan Akuntabel : saya
monitoring dan monitoring dan evaluasi melalukan analisis hasil
evaluasi pada pada dalam pelayanan ANC monitoring dan evaluasi
pelayanan ANC menggunakan aplikasi Viksi dengan jujur, cermat dan
terintegrasi poli gigi sehingga didapatkan data bertanggungjawab agar
menggunakan media hasil evaluasi sebagai mendapatkan hasil yang
Viksi dasar Rencana Tindak terbaik
Lanjut
c. Menyampaikan hasil Mentor mengetahui hasil Kompeten : saya dalam
evaluasi, membuat evaluasi kegiatan dan menyusun laporan dan
laporan hasil evaluasi menyetujui draf atau Rencana Tindak Lanjut
kepada atasan atau konsep Rencana Tindak dengan terus berinovasi
mentor dan menyusun Lanjut mengembangkan kreatifitas
Rencana Tindak sehingga mengasilkan hasil
Lanjut untuk terbaik pada pelayanan ANC
pelayanan ANC yang terintegrasi ke poli gigi
terintegrasi poli gigi
menggunakan VIKSI
(video edukasi
kesehatan gigi)

(Sumber : Analisis Penulis, 2023)


G. Jadwal Rancangan Aktualisasi
Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan mulai tanggal Kamis, 24 Agustus s/d Kamis 28 September 2023 berikut
rencana pelaksanaannya :
Tabel 2.10 Jadwal Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi
Tanggal/Bulan
No Kegiatan Agustus September Bukti Kegiatan
28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28
1 Membuat video edukasi Video edukasi
tentang kesehatan gigi pada √√ √√ √√ kesehatan gigi pada
masa kehamilan masa kehamilan
a. Mencari literatur/materi yang Lembar hasil unduhan
akan dimasukan dalam literatur/materi
video edukasi kesehatan √ Foto saat mencari
gigi pada masa kehamilan literature/materi
b. Berkonsultasi dengan Lembar konsultasi
mentor terkait konsep video mentor
edukasi kesehatan gigi pada √ Foto saat melakukan
masa kehamilan konsultasi
c. Melakukan kolaborasi Lembar catatan
dengan dokter gigi dan konsep da isi video
bidan dalam penyusunan Foto saat melakukan
konsep dan isi video edukasi √ penyusunan video
kesehatan gigi pada masa
kehamilan
d. Membuat video edukasi Foto pembuatan video
kesehatan gigi pada masa √ √ edukasi kesehatan gigi
kehamilan
e. Melakukan konsultasi Lembar konsultasi
dengan mentor hasil video mentor
edukasi kesehatan gigi pada √ Foto saat melakukan
masa kehamilan konsultasi
f. Menyempurnakan video Lembar koreksi video
edukasi kesehatan gigi pada √ √ Foto saat melakukan
masa kehamilan penyempurnaan video
g. Mengunggah video edukasi Foto saat melakukan
kesehatan gigi di website pengunggahan video
Puskesmas Kebasen agar √ edukasi kesehatan gigi
bisa diakses oleh pasien pada web google site
ANC dan masyarakat luas Puskesmas Kebasen
2 Membuat form kajian awal Media form kajian awal
dan form kajian evaluasi dan form evaluasi
pasien dengan media √ √ √ √ √ √ √ √
google form
a. Membuat konsep isian form Lembar konsep isian
kajian awal dan evaluasi form kajian awal dan
pasien ANC evaluasi
√ √ Foto saat membuat
konsep isian form
kajian awal dan
evaluasi
b. Berkonsultasi dengan Lembar konsultasi
mentor terkait konsep isian mentor
form kajian awal dan √ Foto saat konsultasi
evaluasi dengan mentor
c. Membuat form kajian awal Lembar tampilan form
dan evaluasi kajian awal dan
evaluasi
√ √ Foto saat membuat
form kajian awal dan
evaluasi
d. Memasukan form kajian Lembar tampilan
awal dan evaluasi ke google form kajian
aplikasi google form awal dan evaluasi
√ Foto saat memasukan
form kajian awl dan
evaluasi pada google
form
e. Menggunakan form kajian Data form kajian awal
awal dan form evaluasi dan form evaluasi
melalui google form pada √ √ √ Foto saat pasien ANC
pasien ANC terintegrasi poli melakukan pengisian
gigi
form kajian awal dan
evaluasi
3 Menggunggah VIKSI (video Lembar tampilan saat
edukasi kesehatan gigi), mengunggah video
form kajian awal dan edukasi kesehatan
evaaluasi pada web google gigi, form kajian awal
site dan evaluasi pada
√ √ √ √ √ √ √ web google site
Foto saat melakukan
pengunggahan video
edukasi kesehatan
gigi, form kajian awal
dan evaluasi
a. Mendesain web google site Lembar tampilan
dengan sekreatif dan desain awal dan akhir
sederhana agar mudah pada web google site
digunakan √ Foto saat melakukan
desain web google
site
b. Mengunggah video edukasi Lembar saat proses
kesehatan gigi, form kajian mengunggah video
awal dan form evaluasi edukasi kesehatan
pasien gigi, form kajian awal
dan evaluasi pada
√ √ √ web google site
Foto saat melakukan
pengunggahan video
edukasi kesehatan
gigi, form kajian awal
dan evaluasi
c. Membuat QR website VIKSI Lembar kode QR dari
(video edukasi kesehatan VIKSI (video edukasi
gigi) kesehatan gigi)
√ Foto saat pembuatan
kode QR VIKSI (video
edukasi kesehatan
gigi)
d. Menggunakan google site Foto saat pasien ANC
sebagai sarana dan (Antenatalcare)
prasarana media edukasi mengakses web
kesehatan gigi pada google site untuk
pelayanan ANC terintegrasi √ √ √ mengisi form kajian
poli gigi pada saat pasien awal dan evaluasi dan
berkunjung ke poli gigi melihat VIKSI (video
edukasi kesehatan
gigi)
4 Memberikan informasi Foto saat memberikan
kepada petugas poli gigi dan informasi pada
KIA tentang aplikasi Viksi √ √ √ √ √ √ petugas poli gigi dan
KIA
a. Melakukan konsultasi Lembar konsultasi
bersama mentor tentang mentor
VIKSI (video edukasi √ Foto saat melakukan
kesehatan gigi) konsultasi dengan
mentor
b. Melakukan koordinasi Foto saat melakukan
dengan rekan kerja (dokter koordinasi dengan
gigi) tentang aplikasi VIKSI √ rekan kerja (dokter
(video edukasi kesehatan gigi)
gigi)
c. Melakukan koordinasi Foto saat melakukan
dengan bidan koordinasi dengan
penanggungjawab poli KIA √ petugas
tentang aplikasi VIKSI (video penanggungjawab poli
edukasi kesehatan gigi) KIA
d. Mulai digunakannya aplikasi Foto VIKSI (video
VIKSI (video edukasi edukasi kesehatan
kesehatan gigi) sebagai √ √ √ gigi) digunakan
media edukasi pada sebagai media
pelayanan ANC edukasi di poli gigi
5 Melakukan edukasi pada Dokumentasi saat
pelayanan ANC yang melakukan edukasi
terintegrasi dengan poli gigi √ √ √ pada pelayanan ANC
menunggunakan aplikasi terintegrasi poli gigi
Viksi menggunakan Viksi
a. Mengkonfirmasi identitas ibu Foto saat melakukan
hamil √ √ √ konfirmasi identitas
pasien
b. Mengarahkan ibu hamil Foto saat sedang
dalam mengakses VIKSI menjelaskan VIKSI
(video edukasi kesehatan √ √ √ (video edukasi
gigi) pada web google site kesehatan gigi) pada
web google site
c. Mengarahkan ibu hamil Data form kajian awal
untuk melakukan pengisian pasien
form kajian awal √ √ √ Foto saat pasien
melakukan pengisian
form kajian awal
d. Mempersilahkan ibu hamil Foto saat ibu hamil
untuk menonton video melihat VIKSI (video
edukasi kesehatan gigi pada √ √ √ edukasi kesehatan
masa kehamilan gigi)
e. Menjelaskan secara singkat Foto saat menjelaskan
isi video edukasi isi VIKSI (video
√ √ √ edukasi kesehatan
gigi)
f. Mengarahkan ibu hamil Data form kajian
untuk melakukan pengisian evaluasi
form evaluasi √ √ √ Foto saat pasien
melakukan pengisian
form kajian evaluasi
6 Melakukan monitoring dan Dokumentasi saat
evaluasi serta menyusun melakukan monitoring
rencana tindak lanjut dan evaluasi
pelayanan ANC terintegrasi √ √ √ √ penggunaan Viksi
poli gigi menggunakan pada pelayanan ANC
media Viksi terintegrasi poli gigi
a. Membuat lembar ceklist Dokumen lembar
sebagai instrumen evaluasi ceklis monitoring dan
pada pelayanan ANC evaluasi
terintegrasi poli gigi √
menggunakan media Viksi
b. Menganalisis hasil Dokumen hasil analisa
monitoring dan evaluasi pada monitoring dan
pelayanan ANC terintegrasi evaluasi pelayanan
poli gigi menggunakan media √ √ ANC terintegrasi poli
Viksi gigi menggunakan
media Viksi
c. Menyampaikan hasil Dokumentasi
evaluasi, membuat laporan pelaporan kepada
hasil evaluasi kepada atasan mentor dan dokumen
atau mentor dan menyusun rencana tindak lanjut
Rencana Tindak Lanjut untuk √ √ √ √ dari pelayanan ANC
pelayanan ANC terintegrasi terintegrasi poli gigi
poli gigi menggunakan media menggunakan media
Viksi Viksi

(Sumber : Analisis Penulis, 2023)

Keterangan :
: Pelaksaan Kegiatan

: Hari Libur

: Penyusunan Laporan aktualisasi dan habituasi


DAFTAR PUSTAKA

A. Modul Buku

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Modul


AdaptifPelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia;

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Modul


AkuntabelPelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia;

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Modul


BerorientasiPelayananPelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia;

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Modul


HarmonisPelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia;

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Modul


KolaboratifPelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia;

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Modul


KompetenPelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga
AdministrasiNegara Republik Indonesia;

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Modul


LoyalPelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia;

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Modul


Manajemen ASNPelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia;

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2021. Modul


Pelatihan Dasar Calon PNS Wawasan Kebangsaan dan Nilai-nilai
Bela Negara. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia;

Setiyoargo, Arief, Nanta Sigit, Richard One Maxelly. 2021. Edukasi


Kesehatan Dalam Menjamin Ketepatan Identifikasi Pasien Guna
Meningkatkan Keselamatan Pasien Pada Fasilitas Pelayanan
Kesehatan. Malang: STIKES Panti Waluya Malang; serta
53
World Health Organization. 2015. Panduan Kurikulum Keselamatan
Pasien.
Ganeva: World Health Organization.
B. Peraturan Perundang-undangan

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang AparaturSipil


Negara;

3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 37 Tahun 2019


Tentang Jabatan Fungsional Terapis Gigi dan Mulut;

4. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka


Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyumas Tahun 2018-2023;

5. Peraturan Bupati Banyumas Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Penjabaran Tugas


Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Kesehatan Masyarakat;

6. Surat Edaran Bupati Banyumas Nomor 061.2/5447 Tahun 2016 Tentang


Pedoman Budaya Kerja Aparatur Pemerintahan Kabupaten Banyumas; serta
.

54
CURRICULUM VITAE

A. Data Pribadi
1. Nama Lengkap Rizki Irzayanri, AMKG.
2. Jabatan Calon Terampil – Terapis Gigi dan Mulut
3. NIP 19941222 202203 1 012
4. Tempat/tanggal lahir Banyumas, 22 Desember 1994
5. Alamat Rumah Perumahan Emerald Village Blok B No. 13
RT/RW 006/001, Desa Ciberem, Kecamatan
Sumbang
6. No. Hp 0895339733433
7. Instansi Puskemas Kebasen
8. Alamat Email rizkiirzyanri12@[Link]

B. Data Pendidikan
No Pendidikan Tahun
1. TK Bustanul Atfal Aisyiyah 2 Ajibarang Kulon 2000-2001
2. MI Muhammadiyah Ajibarang Kulon 2001-2007
3. SMP Negeri 1 Ajibarang 2007-2010
4. SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang 2010-2013
5. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan 2013-2016
Semarang

C. Riwayat Pekerjaan
1. Klinik Denta Medica Purwokerto 1 Februari 2017 – 30
September 2020
2. RST Tk. III 04.06.01 Wijayakusuma 1 Maret 2018 – 29
Purwokerto Februari 2020
3 Klinik Eldental Purwokerto 1 Oktober 2020 – 30
November 2021
4 RSGM Universitas Jenderal Soedirman 1 Maret 2020 – 30 April
Purwokerto 2022
5 Puskesmas Kebasen 5 Mei 2022 sampai
sekarang

55

Anda mungkin juga menyukai