PERAN DAN TANGGUNG JAWAB KELUARGA KRISTEN DI MASYARAKAT:
1. Orangtua
2. Anak
3. Gereja
4. Masyarakat
Seperti yang dijelaskan dalam kitab Amsal yang berkata: “Anak yang bijak mendatangkan sukacita
kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya. Anak yang bijak
menggembirakan ayahnya, tetapi orang yang bebal menghina ibunya. Anak yang bebal menyakiti hati
ayahnya... anak yang bebal adalah bencana bagi ayahnya.” (Ams. 10:1; 15:20; 17:25a; 19:13a).
Mengenai isi pengajaran dapat kita lihat dalam Ulangan 6:1 yang berkata: “Inilah perintah yakni
ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk
dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya.” Menurut ayat ini, isi pengajaran yang
harus diajarkan dalam Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga adalah “ketetapan” dan “peraturan
Allah.” Secara ringkas isi dari Pendidikan Agama Kristen, menurut Dobson mencakup lima konsep
Alkitabiah yang harus dengan sengaja diajarkan kepada anak-anak yaitu: mengajar anak mengasihi
Tuhan Allah, mengajar anak mengasihi sesama manusia, mengajar anak melakukan kehendak Tuhan,
Mengajar anak berpegang pada perintah-perintah Tuhan, dan Mengajar anak menguasai diri. Di atas
telah dibahas tentang orang tua adalah sebagai pendidik atau guru dalam keluarga. Di mana orang
tua diperintahkan Allah untuk mengajar anakanaknya. Sebagai pendidik atau guru yang baik orang
tua harus mengetahui caracara atau metode yang efektif untuk mengajar anak-anaknya.
TANGGUNG JAWAB ORANG PERCAYA
Disiapkan oleh SUPRIADI SIBURIAN, [Link]
Tujuan:
Agar mengerti dan memahami apa yang menjadi tangung jawab orang percaya,
sehingga menjadi pribadi-pribadi yang bertangunggung jawab dalam kehidupan sehari-hari
yang sesuai dengan Firman Tuhan.
1. Pengertian Tanggung Jawab
Menurut kamus umum bahasa Indonesia Tanggung jawab adalah kesadaran manusia
akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Atau,
sikap menerima tugas dengan segala konsekuensinya, kemudian melakukannya dengan setia.
Menurut etika, tangung jawab berkaitan dengan jawab. Bertanggung jawab berarti
dapat menjawab, bila ditanyai perbuatan-perbuatan yang dilakukan. Jawabapan itu harus
diberikan kepada Tuhan, dirinya sendiri, dan kepada masyarakat luas.
Kata Alkitab tentang Tanggung Jawab, Menurut Bilangan 11:11, tanggung jawab
berarti beban, sedangkan dalam ayat 14, tanggung jawab berarti tugas. Gal.5:6 ”Sebab
masing-masing orang memikul tanggung jawab sendiri”.
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab orang
percaya adalah kewajiban, tugas, beban yang harus ditanggung dan dijalankan dengan
setia dalam kehidupan sehari-hari.
2. Dasar Kita bertangung Jawab
A. Allah yang menjadi pemilik segala sesuatu yang ada.
Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah pemilik atas alam semesta, sebab Ia yang
menciptakannya (Kej. 1:1; Yoh. 1:3). "Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan
dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan
menegakkannya di atas sungai-sungai" (Maz. 24:1-2). Sebab Ia yang menjadikan kita, maka
kita menjadi kepunyaan-Nya juga (Maz. 100:3). Allah menciptakan segala sesuatu untuk
kemuliaan-Nya (Yes. 43:7; Kol. 1:16; Wahyu 4:11) dan kesenangan-Nya (Maz. 149:4).
B. Manusia dipercayakan Tuhan untuk mengurus segala CiptaanNya
Menurut Kej. 1:28; 2:7, Manusia diberi tanggung jawab untuk mengolah bumi,
berkuasa dan memelihara ciptaan Allah yang lain. Tanggung jawab ini hanya diberikan
kepada manusia bukan kepada ciptaan lainnya. Ini berarti manusia mendapat tugas untuk
mengatur seluruh alam dan kehidupan di muka bumi ini.
C. Manusia akan mempertangung jawabkan semua yang di lakukan ( Pkh. 12:14)
Kita sendiri sebagai orang-orang percaya harus memberikan pertanggungjawaban
kepada Allah. Kita harus memberitahukan kepadaNya apa yang telah kita perbuat dengan apa
yang Dia percayakan kepada kita (I Korintus 3:13-15). Rasul Paulus merasakan beratnya
tanggung jawab yang besar ini ketika ia berseru, "Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan
Injil!" (I Korintus 9: 16).
3. Macam-macam tanggung jawab
Berdasarkan pembagiannya tangung jawab manusia dibagi menjadi tenggung jawab terhadap
Allah, diri sendiri, sesama, keluarga, gereja, bangsa dan negara.
1. TANGGUNGJAWAB TERHADAP ALLAH
Setiap manusia mempunyai tanggung jawab kepada Allah. Tangung jawab manusia
kepada Allah adalah sebagai berikut:
a. Mempersembahkan Diri dan Milik Kita (Rom. 12:1-2)
Kata mempersembahkan berarti memisahkan sesuatu untuk maksud tertentu. Apabila ini
dipakai dalam hubungan kita dengan Allah, itu berarti memberikan diri dan milik kita kepada
Allah. Yesus menuntut hal yang sama pada waktu Ia berkata, "Berikan kepada Allah apa
yang wajib kamu berikan kepada Allah" (Matius 22:21).
b. Menaati Allah
Ketaatan kepada Allah adalah penyerahan kehendak kita kepada kehendak- Nya. Ini
adalah lebih baik dari apa pun juga yang dapat kita lakukan untuk memperkenankan Allah (I
j. Berbuat baik
Allah ingin agar kita memakai kehendak kita, bukan saja untuk menghasilkan
keinginan-keinginan yang baik, tetapi yang terutama ialah menghasilkan perbuatan-perbuatan
yang baik (Yakobus 1:22; Matius 5: 16). Paulus berkata, "Marilah kita berbuat baik kepada
semua orang" (Galatia 6: 10).
k. Mengendalikan Tubuh
Setiap orang yang belum mengakui Allah sebagai Pemilik dan Tuhannya hidup dalam
kebingungan. Dosa adalah tuannya; tetapi ia menganggap bahwa dia adalah tuan atas dirinya
sendiri. Mengingat akan hal ini, dan karena yakin pula akan hal ini, ia menyerahkan dirinya
kepada dosa (Efesus 4:19: sampai tabiat nya menjadi rusak (Roma 1:24-27). Walaupun
kadang-kadang akalnya sadar akan perhambaan ini, kehendaknya tetap tidak mampu
mengendalikan keinginan tubuhnya yang berdosa (Roma 7:23-24). Keadaan orang percaya
adalah sangat berbeda. Allah yang memilikinya, Kristus adalah Tuhannya, dan Roh Kudus
diam dalam dirinya (I Korintus 3: 16).
Ini berarti bahwa dosa tidak lagi menjadi tuannya karena Roh Kudus telah
memerdekakan dirinya dari kungkungan dosa (Roma 8:2). Sekarang ia telah diberi kuasa
untuk menjadi tuan dan bukannya budak tubuhnya. Karena itu, janganlah ia membiarkan dosa
menguasai dirinya melalui keinginan tubuhnya (Roma 6:12,14; I Petrus 2:11). Sebaliknya, ia
harus menguasai tubuhnya dengan sepenuhnya (I Korintus 9:27).
l.
Timotius 4:6). Saudara juga dapat mengajarkan membaca kepada mereka yang buta
huruf atau membagikan kekhususan lain yang saudara miliki. Dapatkah saudara bermain
musik? Ajarkan kepada yang lain di gereja. Dapatkah saudara menjahit, atau menyulam?
Ajarlah pengetahuan ini pada kelompok kaum wanita dalam gereja saudara.