Dalam Perancangan LOGO
Ipung Kurniawan Yunianto
Merek/Jenama?
Persepsi Kepribadian dan Citra entitas yang dirasakan
menyeluruh secara emosional oleh audience.
Desainer tidak dapat “membuat” sebuah Jenama, hanya audiens
yang dapat menyematkannya. Desainer bertugas membentuk
fondasi Jenama .
Identitas Visual?
– Aspek visual yang membentuk bagian dari keseluruhan merek.
Logo?
– Logo mengidentifikasi entitas dalam bentuknya yang paling
sederhana melalui penggunaan tanda atau ikon .
logo
fonts
color scheme
brand style guide
“Your brand is what other people say about you
when you’re not in the room.”
- Jeff Bezos CEO/Founder Amazon -
MALAPETAKA LOGO
Tidak memahami Klien
Tidak memahami Target Audience & Target Market
Terlalu meniru tren & Tidak orisinal
Desain terlalu rumit dan Egois
Pemilihan warna yang buruk
Menggunakan font yang tidak sesuai
Samar / tidak jelas
Tidak memperhatikan pengaplikasian pada media.
Non-scalable
Menggunakan Clipart.
Terlalu banyak masukan.
Tidak bisa digunakan dalam format hitam putih atau grayscale.
The logo has to be
Is your logo
focused on a single story while the form must be simple,
relevant in form and concept
and in most cases, it must be it must also be distinctive enough
to the client and its industry.
uncomplicated in form. to be easily remembered.
Enough to work in all size and media
DESIGN THINKING
Design thinking is a human-centred approach to innovation
that draws from the designer’s toolkit to integrate the needs of people,
the possibilities of technology, and the requirements for business success.
—TIM BROWN, EXECUTIVE CHAIR OF IDEO
kelangsungan hidup
Keinginan
kelayakan
The intersection where design thinking lives
Empati adalah dasar dari proses human-centered design (desain yang berpusat pada manusia)
• Observe ( mengamati): melihat user dan perilaku mereka dalam konteks kehidupan mereka.
• Engage (ikut serta, terlibat): berinteraksi dengan dan wawancara user melalui pertemuan ‘intersepsi’
yang dijadwalkan dan singkat.
• Immerse ( menyatu): merasakan pengalaman yang dialami user.
Empati adalah tentang merasakan apa yang orang lain rasakan.
kapasitas untuk masuk ke posisi orang lain, memahami
kehidupan mereka, dan mulai memecahkan masalah dari
sudut pandang mereka.
Seluruh tujuan kerja empati adalah dengan memberi perhatian
( paying attention) kepada orang kain sehingga dapat
menemukan masalah yang layak untuk dikerjakan.
Semua itu datang dari benar-benar melihat kebutuhan dan
wawasan terpendam yang belum tentu didapatkan
jika hanya membayangkan dan duduk di meja untuk
memecahkan masalah.
Metode “What? How? Why”
adalah teknik yang sangat kuat untuk
dimanfaatkan saat menganalisis foto
yang telah diambil tim Anda di lapangan,
baik untuk tujuan sintesis, dan untuk
mengarahkan tim Anda ke area pencarian
kebutuhan di masa mendatang.
Langkah-langkah untuk melakukan Interview for Empathy adalah:
[Link] Alasan (Mengapa)
[Link] pernah mengatakan “biasanya”, tanyakan “beritahu saya
kapan terakhir kali kamu _________________”.
[Link]/mengajak “bercerita”
[Link] ketidakkonsistenan
[Link] isyarat Bahasa Tubuh dan Emosi
[Link] takut atas keheningan/ diam
[Link] menyarankan jawaban untuk pertanyaan Anda
[Link] pertanyaan secara netral
“Apa yang Anda pikirkan tentang membeli hadiah untuk pasangan
Anda?” adalah pertanyaan yang lebih baik daripada “Bukankah
berbelanja itu hebat/baik?”, karena pertanyaan pertama tidak
menyiratkan bahwa ada jawaban yang tepat.
[Link] bertanya pertanyaan biner (ya atau tidak); tetapi yang
perlu Anda lakukan adalah percakapan yang dibangun berdasarkan
cerita.
[Link] 10 kata ( ringkas) untuk satu pertanyaan
[Link] ajukan satu pertanyaan pada satu waktu, satu orang
pada satu waktu
[Link] menangkap informasi dengan alat perekam.
Define mode adalah saat membuka data dan
mensintesis temuan dari proses empati menjadi
kebutuhan dan wawasan yang menarik, dan
mencakup tantangan yang spesifik dan bermakna.
Pada Stage Define, kita berada pada mode yang
“fokus”, bukan “melebar”.
Dua tujuan dari Stage Define adalah:
[Link] mengembangkan pemahaman yang
mendalam tentang user dan ruang desain Berta,
berdasarkan pemahaman dari kasus entitas,
[Link] pernyataan masalah yang bisa
ditindaklanjuti. Pernyataan masalah ini
bersumber dari sudut pandang desainer.
Empathy Map merupakan visualisasi kolaboratif
yang digunakan untuk mengartikulasikan apa yang
kita ketahui tentang jenis user tertentu. Empathy
Map mengeksternalisasi pengetahuan tentang
user untuk:
• Menciptakan pemahaman bersama tentang
kebutuhan user, dan
• Membantu dalam pengambilan keputusan.
SAY: Apa sajakah kutipan dan kata penjelasan
yang diucapkan user?
THINK: Apa yang mungkin dipikirkan user? Apa
yang dikatakan tentang keyakinannya?
FEEL: Emosi apa yang mungkin dirasakan subjek?
DO: Tindakan dan perilaku apa yang Anda
perhatikan?
Point Of view (POV) adalah simpulan dari data yang dapat
ditindaklanjuti, yang memungkinkan untuk membuat ide
dengan cara yang berorientasi pada tujuan.
POV menangkap visi desain dengan mendefinisikan
tantangan yang TEPAT untuk ditangani dalam sesi ide.
Cara mengartikulasikan POV dengan menggabungkan
elemen: user, need, and insight.
POV dapat diartikulasikan dengan memasukkan informasi
tentang entitas, need, dan insight dalam kalimat:
BRAND PERSONALITY SLIDER
VISUAL MORPHOLOGY
Teknis pembuatan :
1. Buat dan kembangkan ide visual berdasarkan tema
dengan panduan matrik berikut ini :
Create digital drafts in vector software
Refine your logo design with feedback
[Link]
Keinginan
kelangsungan
kelayakan
hidup