0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan5 halaman

Panduan Penggunaan APAR di Laboratorium

Dokumen ini memberikan panduan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di klinik, meliputi jenis APAR, syarat penempatan, dan cara penggunaan APAR dengan benar dan aman untuk memadamkan kebakaran.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan5 halaman

Panduan Penggunaan APAR di Laboratorium

Dokumen ini memberikan panduan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di klinik, meliputi jenis APAR, syarat penempatan, dan cara penggunaan APAR dengan benar dan aman untuk memadamkan kebakaran.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KLINIK PERMATA BUNDA

Praktek dr. Rika Haryanti, [Link] (Ped) Sp. A


JL. Ks. Tubun No. 4 Kp Jawa 1 Pariaman Tengah
Hp. 0821 7305 3435

KLINIK PERMATA BUNDA Nomor SOP


Tanggal Pembuatan
Disahkan oleh
Direktur Klinik Permata Bunda

Instalasi Klinik

Afrizal, SE, [Link]


NIP
PENGGUNAAN ALAT
Judul SOP
PEMADAM API RINGAN (APAR)
Pengertian APAR atau Alat Pemadam Api Ringan adalah alat pemadam
api portable yang dapat dibawa dan dioperasikan dengan
tangan, berisi bahan pemadam api bertekanan yang dapat
disemprotkan dengan tujuan memadamkan api.

Tujuan 1. Untuk mencegah timbulnya kejadian kebakaran


di instalasi laboratorium.
2. Agar petugas laboratorium memahami tata cara
penggunaan APAR.
Kebijakan Tata cara penggunaan APAR harus dipahami dan
dilaksanakan dengan benar oleh seluruh petugas laboratorium
apabila ada bencana kebakaran.
Prosedur Jenis-jenis APAR
Secara umum APAR terdiri atas 3 jenis, yaitu:
1. APAR isi gas CO2
Khusus untuk memadamkan kebakaran yang
berhubungan dengan arus listrik atau elektronik.
2. APAR isi busa atau foam
Khusus untuk memadamkan kebakaran dengan
material terbakar berwujud cair, bensin, thinner,
minyak tanah, alkohol dan sebagainya. Tidak
boleh digunakan untuk kebakaran yang
berhubungan dengan listrik karena mengandung
air.
3. APAR isi dry chemical powder
APAR yang paling serbaguna. Dapat
memadamkan hampir semua jenis kebakaran.
KLINIK PERMATA BUNDA
Praktek dr. Rika Haryanti, [Link] (Ped) Sp. A
JL. Ks. Tubun No. 4 Kp Jawa 1 Pariaman Tengah
Hp. 0821 7305 3435

Syarat penempatan APAR


APAR sebaiknya diletakkan pada lokasi-lokasi berikut
ini :
1. Pada jalur keluar, dekat dengan pintu atau sudut
koridor.
2. Dekat dengan daerah yang memiliki risiko kebakaran
tinggi.
3. Mudah dilihat, dijangkau dan diambil oleh pengguna.
4. Diberi tanda (berwarna merah) yang menunjukkan
tentang lokasi APAR.

Cara penggunaan APAR


1. Pecahkan kaca pelindung APAR
Biasanya APAR disimpan menggantung pada
dinding dengan kotak kaca pelindung. Dalam
keadaan darurat anda diperbolehkan memecahkan
kotak kaca pelidungnya. Pecahkan dengan bantuan
benda keras seperti kayu atau batu , jika tidak ada
pukulah dengan tangan terkuat anda. Tentunya akan
sakit dan dapat menyebabkan cedera, untuk
meminimalisirnya bungkuslah tangan anda dengan
benda yang dapat menahan benturan, contohnya
busa, kains lap atau jaket. Setelah itu baru pukul kaca
pelindung dengan tangan yang sudah dibungkus
2. Periksa tekanan gas
Angkat APAR lalu periksalah tekanan gas dengan
melihat indikator tekanan pada leher APAR. Jika
jarum masih menunjuk pada area berwarna hijau
berarti tekanan APAR masih bagus. Tekanan gas
berfungsi untuk memancarkan cairan pemadam pada
APAR
3. Kocok APAR
Sebelum menggunakannya, kocok dahulu APAR
KLINIK PERMATA BUNDA
Praktek dr. Rika Haryanti, [Link] (Ped) Sp. A
JL. Ks. Tubun No. 4 Kp Jawa 1 Pariaman Tengah
Hp. 0821 7305 3435

beberapa kali. Hal ini berguna untuk menaikkan


tekanan dan lebih mengencerkan cairan pemadam
pada APAR. Kemudian cabut atau lepaskan pen
pengaman.
4. Semprotkan pada api dengan jarak yang aman
Peganglah APAR dan katup pemancar dengan satu
tangan terkuat sedangkan satu tangan yang lain
memegang selang pemancar. Tekan katup pemancar
maka cairan pemadam pada APAR akan keluar
melalui selang. Semprotkan pada sumber api dengan
cara menyapu dan dimulai dari api yang terdekat
dengan kita. Berhati-hatilah karena cairan yang
keluar bertekanan tinggi dan bersuhu sangat dingin.
Untuk menghindari efek dari dua hal tersebut,
semprotkan pada jarak aman yaitu kurang lebih
sejauh 1 meter dari sumber api Perhatikan pula arah
angin (harus searah).
Yang harus diperhatikan pada penggunaan APAR
1. Perhatikan jenis media di dalam tabung untuk
menyesuaikan klasifikasi kebakarannya.
2. Jangan panik dan gunakan Alat Pelindung Diri
sesuai kebutuhan seperti helmet, masker, sarung
tangan dan sepatu.

Unit terkait
-

Nomor
Tanggal
Standar Operating Procedure
KLINIK PERMATA BUNDA
Praktek dr. Rika Haryanti, [Link] (Ped) Sp. A
JL. Ks. Tubun No. 4 Kp Jawa 1 Pariaman Tengah
Hp. 0821 7305 3435

Disahkan Oleh : Mengetahui :


Penanggungjawab Klinik Permata Direktur Klinik Permata Bunda
Bunda

Afrizal, SE, [Link]


Dr. Rika Haryanti, [Link] (Ped), SpA
NIP. 196212311986031161
KLINIK PERMATA BUNDA
Praktek dr. Rika Haryanti, [Link] (Ped) Sp. A
JL. Ks. Tubun No. 4 Kp Jawa 1 Pariaman Tengah
Hp. 0821 7305 3435

Nomor
Tanggal
Standar Operating Procedure

Disahkan Oleh : Mengetahui :


Kepala Instalasi Laboratorium Direktur RSUD Soemarno Sosroatmodjo

HASAN BASRI dr. H. BAWA BUDI RAHARJA, M.M


NIP. 19710918 1992031 005 NIP 19640131 199903 1 002

Anda mungkin juga menyukai