0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan88 halaman

Kerjasama Tim Melalui Terompah Panjang

Skripsi ini membahas meningkatkan kerjasama tim siswa melalui permainan tradisional Terompah Panjang pada pembelajaran PJOK materi kebugaran jasmani di SD. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan beberapa siklus untuk meningkatkan prestasi siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan prestasi siswa antara siklus I dan II.

Diunggah oleh

Sulaiman Group
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan88 halaman

Kerjasama Tim Melalui Terompah Panjang

Skripsi ini membahas meningkatkan kerjasama tim siswa melalui permainan tradisional Terompah Panjang pada pembelajaran PJOK materi kebugaran jasmani di SD. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan beberapa siklus untuk meningkatkan prestasi siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan prestasi siswa antara siklus I dan II.

Diunggah oleh

Sulaiman Group
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MENINGKATAN KERJASAMA TIM DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL

TEROMPAH PANJANG PADA PEMBELAJARAN PJOK MATERI


KEBUGARAN JASMANI
( PTK di Kelas V SD Negeri Serang 8 Kel. Serang Kec. Serang)

SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana
Pendidikan ([Link]) Pada Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana
Hasanuddin Banten

Oleh :
Azah Nurlelah
NIM : 171240105

FAKULTAS TARBIAYAH DAN KEGURUAN


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN
TAHUN 2022 M/1443 H

1
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang saya tulis sebagai salah

satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dan diajukan pada

Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini sepenuhnya asli

merupakan karya tulis ilmiah saya pribadi.

Adapun tulisan maupun pendapat orang lain yang terdapat dalam skripsi

ini telah saya sebutkan kutipannya secara jelas dan sesuai dengan etika keilmuan

yang berlaku dibidang penulisan karya ilmiah.

Apabila dikemudian hari terbukti bahwa sebagian atau seluruh isi skripsi

ini merupakan hasil plagiarisme atau menyontek karya tulis ilmiah orang lain,

maka saya bersedia untuk menerima sanksi berupa pencabutan gelar kesarjanaan

yang saya terima ataupun sanksi akademik lain sesuai peraturan yang berlaku.

Serang, 30 Maret 2023

Azah Nurlelah
NIM : 171240105

i
ABSTRAK

Azah Nurlelah. 171240105. 2022 Meningkatan Kerjasama Tim Dengan


Permainan Tradisional Teromph Panjang Pada Pembelajaran Pjok
Materi Kebugaran Jasmani.
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahnya anak masih sering berebut
mainan dan tidak mau mengalah dengan temannya, permasalahan lain
yaitu anak masih susah untuk diatur dan kurangnya bekerjasama dalam
menyelesaikan permainan di lingkungan sekolahnya tersebut. Observasi
yang dilakukan, masih banyak anak yang bersikap egois dan tidak mau
mengalah, guru sudah membagi kelompok dan mencoba melakukan
permainan tersebut, namun anak belum mampu bersikap saling
bekerjasama secara baik. Hal seperti ini harusnya mendapat perhatian
yang lebih agar anak didik dapat menguasai seluruh aspek perkembangan
sosial emosional maupun fisik motorik dengan baik. Metode penelitian
yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan
dilaksanakan dengan beberapa siklus sehingga adanya peningkatan bagi
siswa. Setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu: Perencanaan,
Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Teknik pengumpulan data yang
digunakan berupa wawancara, tes, pedoman, observasi, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami
peningkatan pada siklus I dengan rata-rata 69,7 dengan persentase
ketuntasan 50% , dan yang belum tuntas 50% Pada siklus II nilai rata-rata
79,35 dengan persentase ketuntasan 100% dan yang belum tuntas 0%.
Oleh karena itu dapat diketahui bahwa dengan Permainan Tradisional
Terompah Panjangdapat meninkatkan kerjasama tim pada siswa.

Kata Kunci: Permainan Tradsional, Terompah Panjang,Kerjasama Tim

ii
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
“SULTAN MAULANA HASANUDIN
BANTEN
Nomor : Nota Dinas Kepada Yth,
Lampiran : Skripsi Bapak Dekan Fakultas
Perihal : Usulan ujian skripsi Tarbiyah dan Keguruan
UIN SMH Banten
Di Serang
Assalamu’alaikum [Link].
Dipermaklumkan dengan hormat, bahwa setelah membaca dan

menganalisa serta mengadakan koreksi seperlunya, kami berpendapat

bahwa skripsi saudari Lisnawati, NIM: 171240076 yang berjudul

“Meningkatkan Kerjasama Tim Dengan Permainan Tradisonal

Terompah Panjang Pada Pembelajaran PJOK Materi Kebugaran

Jasmani Kelas V SD Negri Serang 8”, dapat diajukan sebagai salah

satu syarat untuk melengkapi ujian munaqosah pada Fakultas Tarbiyah

dan Keguruan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Demikian atas segala perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terimakasih

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Serang, 30 Maret 2023

Pembimbing I, Pembimbing II,

[Link],[Link] Fithri Meiliawati,[Link].


NIP.196410061994031004 NIP.198905062019032016
iii
Meningkatkan Kerjasama Tim Dengan Permainan Tradisonal

Terompah Panjang Pada Pembelajaran PJOK Materi Kebugaran

Jasmani Kelas V SD Negri Serang 8

Oleh:

Azah Nurlelah
NIM : 171240105

Menyetujui,

Pembimbing I, Pembimbing II,

Drs. Sabri,[Link] Fithri Meiliawati,[Link].


NIP.196410061994031004 NIP:198905062019032016

Mengetahui,

Dekan Ketua Jurusan


Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Dr. Nana Jumhana, [Link] Khaeroni, [Link], [Link]


NIP. 19711029199903 1 002 NIP. 19830318 200604 1003

iv
MOTTO

“Maka Sesungguhnya Bersama Kesulitan Ada Kemudahan, Sesungguhnya

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan.” (Al – Insyirah 94 : 5 -6)

“Apabila kegagalan menerpamu sehingga menumbangkan mu yakin kan lah

bahwa allah bersama mu”

v
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberikan taufik dan

hidayah serta inayah-Nya sehingga skripsi dapat diselesaikan tepat pada

waktunya. Shalawat serta salam semoga tetap tecurahkan kepada Rasulullah

SAW, Keluarga, para sahabat serta para pengikutnya hingga akhir zaman.

Skripsi ini tidak dapat di selesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak, oleh

karena itu penulis ingin menyampaikan terima kasih serta penhargaan yang

setinggi- tingginya, terutama kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin, [Link]., selaku Rektor UIN Sultan

Maulana Hasanuddin Banten.

2. Bapak Dr. Nana Jumhana, [Link]., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan

Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

3. Bapak Khaeroni, [Link], [Link]., Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah

Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana

HasanuddinBanten.

4. Bapak Drs. Sabri,[Link]., selaku Pembimbing I dan Ibu Fithri

Meiliawati,[Link]., selaku pembimbing II, dimana beliau sekalian telah

memberikan bimbingan serta saran-saran kepada penulis selama penyusunan

skripsi ini.

5. Bapak dan Ibu Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, terutama

yang telah mengajar dan mendidik penulis selama kuliah di UIN SMH

vi
Banten.

6. Ibu Hudaelawati,[Link]., selaku Kepala Sekolah SDN Serang 8 yang telah

memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian di

sekolah tersebut dan Ibu Khusumawati, [Link]., selaku Wali Kelas V yang

telah mengizinkan serta mengarahkan dalam pelaksanaan penelitian.

7. Seluruh guru dan staf SDN Serang 8 yang telah membantu dan memberikan

semangat kepada penulis.

8. Keluarga besar, sahabat dan rekan- rekan yang telah memberikan motivasi

selama penyusunan skripsi ini.

9. Sahabat-sahabat yang selalu memberikan semangat kepada penulis dan

memberikan canda tawa selama perkuliahan.

10. Sahabat dan rekan-rekan seperjuangan yang tidak dapat saya sebutkan satu

persatu.

Atas segala bantuan yang diberikan, penulis berharap semoga Allah SWT

membalasnya dengan pahala yang berlimpah. Aamiin

Peneliti juga menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan,

baik dari segi isi maupun dari metodologi penulisannya, untuk itu kritik dan saran

dari pembaca sangat penulis harapkan guna perbaikan selanjutnya,

Akhirnya hanya kepada Allah penulis berharap, semoga skripsiini


bermanfaat bagi semua orang. Aamiin Yaa Allah Yaa Rabbal A‟alamin.

Serang, 30 Maret 2023


Peneliti,

vii
Azah Nurlelah
NIM : 171240105

viii
DAFTAR ISI

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI...................................................... i

ABSTRAK......................................................................................................ii

PENGESAHAN............................................................................................. iv

MOTTO .........................................................................................................v

KATA PENGANTAR.................................................................................. vi

DAFTAR ISI ................................................................................................viii

DAFTAR TABEL..........................................................................................x

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................1

A. Latar Belakang.................................................................................. 1

B. Identifikasi Masalah .........................................................................7

C. Rumusan Masalah .............................................................................7

D. Tujuan penelitian ..............................................................................8

E. Manfaat............................................................................................. 8

F. Sistematika penulisan........................................................................ 9

BAB II LANTASAN TEORI......................................................................... 10

A. Kerjasama dalam permainan ..............................................................10

B. Indikator kerjasama tim .....................................................................13

C. Permainan tradisional ........................................................................16

D. Permainan tradisional terompah panjang ..........................................18

E. Pembelajaran PJOK ...........................................................................21

F. Kebugaran Jasmani ............................................................................25

ix
G. Kerangka berpikir ..............................................................................27

H. Penelitian terdahulu ...........................................................................29

I. Hipotesis penelitian ...........................................................................33

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ......................................................34

A. Metode penelitian ..............................................................................34

B. Setting Penelitian ...............................................................................36

C. Jenis penelitian ...................................................................................36

D. Prosedur tiap siklus ............................................................................39

E. Intrumen penelitian ............................................................................47

F. Teknik analisis data ...........................................................................52

G. Indikator keberhasilan .......................................................................60

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

x
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Analisis Data Kerjasama Tim Pada Pra Siklus .......................................40

Tabel 3.2 Observasi kerjasama siswa Siklus I ........................................................43

Tabel 3.3 Observasi kerjasama siswa Siklus I ........................................................46

Tabel 3.4 Lembar Observasi Kerjsama Tim............................................................ 48

Tabel 3.5 Lembar Observasi Permainan Terompah Panjang ..................................49

Tabel 3.6 Lembar observasi psikomotorik ..............................................................51

Tabel 3.7 Data Hasil Observasi aktivitas Guru Siklus I .........................................54

Tabel 3.8 Hasil observasi aktivitas Siswa Siklus I .................................................56

Tabel 3.9 Rekapitulasi Hasil Kerjasama Tim Siklus I ............................................58

Tabel 3.10 Transkrip Wawancara Kepala Sekolah SDN Serang 8........................ 60

Tabel 3.11 Transkrip Wawancara Guru PJOK SDN Serang 8............................... 60

xi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sikap kerjasama meningkatkan kerjasama dibutuhkan dalam kehidupan

bermasyarakat yakni untuk berkomunikasi dengan orang lain. Karena manusia

adalah makhluk sosial, tidak ada yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang

lain. Untuk mengembangkan sikap sosial dalam meingkatkan kerjasama akan

lebih baik jika dimulai sejak dini. Peran penting orang tua, sehingga anak akan

lebih percaya diri, anak akan lebih mampu mengendalikan diri, mengenali

orang lain dengan mudah dan juga dapat melatih emosional serta agama dan

moralnya.

Sikap kerjasama pada anak dapat melalui metode bermain salah

satunya permainan tradisional, yang mana permainan ini lebih mengutamakan

gotong royong, kebersamaan, kekompakan. Melalui permainan tradisional ini

dapat mencegah sikap individualis sejak dini serta dapat mengenalkan anak

bahwa permainan tradisional lebih menyenangkan dari pada permainan

modern seperti yang sedang zaman akhir-akhir ini. Perkembangan zaman

menyebabkan perubahan pola perilaku manusia dan lingkungan tempat tinggal.

Saat ini di era yang modern sekarang ini, banyak anak lebih menyukai

teknologi alat-alat canggih dibandingkan dengan permainan tradisional, ini

akan berdampak pada interaksi sosial dan karakter pada anak manusia sudah

1
dimudahkan oleh berbagai alat untuk menyelesaikan berbagai macam

pekerjaan [Link] juga berpengaruh terhadap sikap anak, anak di era

sekarang sudah dapat menggunakan berbagai alat canggih yang biasa

digunakan oleh orang dewasa1.

Pendidkan jasmani merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari

pendidikan nasional yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan peserta

didik melalui aktivitas jasmani, sehingga pendidikan jasmani harus diajarkan

kepada setiap peserta didik pada semua jenjang pendidikan. Perencanaan

pendidikan jasmani dilakukan secara seksama untuk memenuhi

perkembanga,pertumbuhan,dan kebutuhan perilaku setiap anak. Maka

pendidikan jasmani tidak hanya ditujukan untuk mengembangkan kemampuan

psikomotorik, akan tetapi juga mengembangan kemampuan kognitif dan

afektif peserta didik. Pembelajaran pendidikan jasmani dimulai pada tahap usia

dini untuk merangsang pertumbuhan organik, motorik, intelektual dan

perkembangan emosional. Hal tersebut menandakan bahwa pada tahap usia

dini, pendidikan jasmani mempunyai peran yang sangat penting untuk

membentuk karakter anak.

Kebugaran jasmani atau physical fitness merupakan upaya tubuh dalam

menyesuaikan diri dengan beban fisik yang diterima karena aktivitas sehari-

hari tanpa merasa lelah berlebih. Ketika seseorang memiliki tingkat kebugaran

jasmani yang tinggi, maka kemampuan kinerja fisiknya pun akan semakin
1
Herguner. 2012. Views Of Students In The Department Of Recreation And Sport
Management On Distance Education. The Turkish Online Journal of Educational Technology.
(Diakses pada 19 Januari 2022), h. 11
2
bagus. Manfaat kebugaran jasmani ini tentunya akan membuat tubuh kita tidak

mudah lelah dan mobilitas harian pun tidak akan terhambat. Sebaliknya, Anda

tidak akan mendapatkan manfaat kebugaran jasmani yang optimal jika

melakukan aktivitas fisik dengan intensitas terlalu rendah atau terlalu berat

dalam kurun waktu yang lama. 2 Ada beberapa kebiasaan yang berpotensi

menurunkan kebugaran tubuh, seperti terlalu sering begadang dan sering

menghabiskan waktu duduk di depan layar televisi maupun komputer dalam

jangka waktu yang lama. Sementara itu, tujuan kebugaran jasmani yaitu (1)

meningkatkan stamina, kelenturan, keseimbangan tubuh dan kecepatan.

(2).Meningkatkan sistem saraf, sirkulasi darah, dan fungsi jantung (3)

mempercepat proses pemulihan organ tubuh setelah melakukan latihan fisik

atau karena kondisi tertentu seperti pemulihan pasca melahirkan atau setelah

sakit; (4) merangsang pertumbuhan dan perkembangan balita dan anak-anak.3

Permasalahan yang ada di sekolah khususnya kegiatan ekstrakurikuler.

Yaitu kondisi fisik siswa belum optimal seperti kemampuan daya tahan,

kerjasama dan keseimbangan, dari kondisi yang demikian untuk itu perlu

latihan kondisi fisik yang direncanakan untuk meningkatkan kemampuan

fungsional dari sistem tubuh sehingga dengan demikian para siswa yang

mengikuti kegiatan extrakurikuler dapat mencapai hasil yang optimal di akhir.

Dan dalam latihan harus disesuaikan dengan kondisi fisik siswa yang

2
Kevin,dwi. 2022. Kenali kebugaran jasmani lebih dalam. Tersedia online di link
[Link] Di akses pada 22 maret 2022 pukul 21.09 Wib.
3
Anlene. [Link] kebugaran jasmani bagi tubuh kita. Tersedia online di link
[Link] pada 22 maret 2022 pukul
21.03 Wib.
3
dibutuhkan karakter siswa agar tidak membosan. Dari kondisi yang demikian

seperti daya tahan, kerjasama, dan keseimbangan siswa berbeda-beda. Maka

berdasarkan faktor tersebut peneliti menerapkan latihan olahraga tradisional

terompa panjang dalam usaha meningkatkan daya tahan, kerjasama, dan

keseimbangan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa Sekolah Dasar yang

pada dasarnya mempunyai karakteristik gemar bermain.

Kebugaran jasmani menjadi faktor penting untuk mendukung aktivitas

sehari-hari. Dengan tubuh yang bugar, melakukan aktivitas pun tidak akan

terhambat. Namun, untuk mendapatkan manfaat kebugaran jasmani secara

maksimal, ada beberapa unsur kebugaran jasmani yang perlu dilatih, di

antaranya kekuatan, kecepatan, kelenturan, kelincahan, koordinasi,

keseimbangan.

Tujuan dari penerapan permainan tradisional terompah panjang adalah

untuk meningkatkan kondisi daya tahan fisik, kordinasi, kelincahan, kekuatan,

serta kerjasama tim dan keseimbangan anak yang khususnya siswa yang

mengikuti kegiatan ekstrakurikuler,4 untuk mencapai kondisi fisik yang baik

dalam dunia olahraga dibutuhkan latihan yang efektif dan efisien untuk

mencapai sasaran tertentu. Oleh karena itu perlu latihan yang komponen fisik

yang baik sangat di perlukan olah para pelajar yang mengikuti kegiatan

ekstrakurikuler. Sehingga perlu Metode yang baik dalam meningkatkan

kondisi fisik khususnya pada siswa dalam meningkatkan komponen fisik

4
[Link] Terompah Panjang. Tersedia online di link [Link]
[Link]. Diakses pada 22 maret 2022 pukul 21.09 Wib.
4
seperti daya tahan, kerjasama, dan keseimbangan. Olahraga tradisional

merupakan cara terbaik kebugaran jasmani yang dimana terdapat komponen

fisik seperti daya tahan, kerjasama, dan keseimbangan.

Melalui permainan tradisional Terompah Panjang diharapkan para

pelajar yang dapat meningkatkan kualitas fisik, hal ini dengan menerapkan

metode latihan menggunakan olahraga tradisional dimaksud untuk menambah

variasi dalam latihan agar siswa tidak merasa bosan, sehingga siswa tetap

merasa senang dalam mengikuti latihan secara berulang-ulang dan kian hari

dipastikan dapat meningkatkan kondisi fisik yang ingin dicapai. Fungsi utama

olahraga tradisional digunakan keperluan latihan fisik untuk mendapatkan

kekuatan fisik yang baik dalam menghadapi perang di medan perang, dan juga

sebagai sarana hiburan dalam menghilangkan kelelahan fisik dan mental serta

mendorong kerjasama dan kesatuan melalui permainan tradisional. Oleh

karena itu Dengan menerapkan latihan permainan tradisional bukan hanya

untuk meningkatkan kondisi fisik siswa, melainkan melalui permainan

tradisional ini memperkenalkan kembali permainan tradisional yang dengan

berkembangnya jaman maka permainan tradisional perlahan mulai dilupakan

oleh orang maupun anak yang semakin perpengaruh dengan permainan game

online maupun gadget.5

5
Dehkordi M.R.(2017).The Educational Impact Of Traditional Game: The Role Of
Zurkhaneh Sport. (Jakarta: Rineka Cipta),h.123
5
Permainan tradisional merupakan satu contoh dari ribuan permainan

tradisional yang ada di Indonesia. Namun permainan-permainan tradisional

tersebut kini semakin terkikis keberadaannya sedikit demi sedikit khususnya di

kota-kota mungkin untuk anak-anak sekarang ini banyak yang tidak mengenal

permainan. Sulit diingkari bahwa permainan anak-anak tradisional di

Indonesia tampaknya menghadapi masa depan yang tidak begitu cerah.

Kecenderungan yang tampak adalah bahwa berbagai bentuk permainan kini

tidak dikenal oleh banyak anakanak, karena sudah sangat jarang dimainkan.

Hanya beberapa permainan tertentu yang masih banyak dimainkan.6

Namun, dalam realitanya di lembaga pendidikan khususnya di SD

Negeri Serang 8 masih ditemukan beberapa masalah yaitu Permasalahnya

anak masih sering berebut mainan dan tidak mau mengalah dengan temannya,

permasalahan lain yaitu anak masih susah untuk diatur dan kurangnya

bekerjasama dalam menyelesaikan permainan di lingkungan sekolahnya

tersebut. Observasi yang dilakukan, masih banyak anak yang bersikap egois

dan tidak mau mengalah, guru sudah membagi kelompok dan mencoba

melakukan permainan tersebut, namun anak belum mampu bersikap saling

bekerjasama secara baik. Hal seperti ini harusnya mendapat perhatian yang

6
M. Asri Ashari, Oktober 2019, Jurnal Penjaskesrek. Perbandingan Pengaruh Permainan
Olahraga Tradisional Hadang, Terompah Panjang, Egrang Terhadap Peningkatan Daya Tahan,
Kecepatan, Dan Keseimbanganpada Siswa Ekstrakurikulersd Impres 1 Tenga Kabupaten Bima
Ntb Vol. 6, No. 2

6
lebih agar anak didik dapat menguasai seluruh aspek perkembangan sosial

emosional maupun fisik motorik dengan baik.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti mengadakan

Penelitian Tindakan Kelas dengan judul : “Meningkatkan Kerjasama Tim

Dengan Permainan Tradisonal Terompah Panjang Pada Pembelajaran

PJOK Materi Kebugaran Jasmani Kelas V SD Negri Serang 8”

B. Identifikasi Masalah

Adapun identifikasi masalah yang mendasari penelitian ini adalah

sebagai berikut :

1. Sikap individualis anak akibat maraknya gadget

2. Kondisi daya tahan fisik anak kurang optimal ketika latihan kegiatan

ektrakulikuler

3. Latihan fisik yang membosan kan dan kurang di sukai oleh anak

4. Akibat keseringan main gadget kondisi kebugaran anak menjadi menurun

C. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang termuat di dalam peneilitian ini adalah

sebagai berikut :

1. Bagaimana permainan tradisional terompah panjang pada pembelajaran

PJOK materi kebugaran jasmani ?

2. Apakah permainan tradisional terompah panjang dapat meningkatkan

kerjasama tim di pada pembelajaran PJOK materi kebugaran jasmani ?

7
D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk menerapkan permainan tradisional terompah panjang pada

pembelajaran PJOK materi kebugaran jasmani.

2. Untuk mengetahui apakah ada peningkatan kerjasama tim dalam permainan

tradisional terompah panjang pada pembelajaran PJOK materi kebugaran

jasmani.

E. Manfaat Penelitian

Adapun hasil penelitian yang diharapkan dapat memberikan manfaat

baik secara teoritis maupun secara praktis antara lain sebagai berikut :

1. Manfaat teoritis

Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi dan

referensi mengenai peningkatkan kerjasama tim dalam permainan

tradisional terompah panjang pada pembelajaran PJOK siswa Kelas V

bagi Sekolah Dasar sehingga menjadi bahan acuan untuk penelitian

selanjutnya.

2. Manfaat praktis

Bagi guru untuk membantu menemukan solusi yang berpengaruh

dalam meningkatkan keseimbangan tubuh siswa, memberika alternative

latihan kebugaran, dan kekompakan siswa dalam menjalani latihan yang

diberikan oleh guru PJOK ketika saat mengajar. Bagi siswa memberikan

pembelajaran yang menyenangkan yang tidak membosankan dikemas

8
dalam permainan tradisional terompah panjang tidak hanya menyenangkan

lebih dari itu melestarikan permainan tradisional Negara kita.

F. Sistematika penulisan

Sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan, terdiri dari Latar Belakang Masalah, Identifikasi

Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat

Penelitian, Sistematika Penulisan.

BAB II Tinjauan Pustaka, terdiri dari Kajian Teori, Kerangka Berpikir,

Penelitian Terdahulu, Hipotesis Penelitian.

BAB III Metodelogi Penelitian, Terdiri dari Tempat dan Waktu Penelitian,

Metode Penelitian, Prosedur Tiap Siklus, Teknik Pengumupulan

Data, Teknik Pengolahan Data, dan Indikator Keberhasilan PTK.

BAB IV Hasil Penelitian, Terdiri dari Hasil Penelitian, dan Pembahasan.

BAB V Penutup, Terdiri dari Kesimpulan dan Saran.

9
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kerjasama dalam permainan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kerja Sama adalah

kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah

dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama.7 Kerjasama adalah sebuah

sikap mau melakukan suatu pekerjaan secara bersama-sama tanpa melihat latar

belakang orang yang diajak bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Landsberger berpendapat kerjasama atau belajar bersama adalah

proses berkelompok dimana anggota-anggotanya mendukung dan saling

mengandalkan untuk mencapai suatu hasil mufakat. Selain itu kemampuan

kerjasama mampu meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan

berinteraksi, serta melatih peserta didik beradaptasi dengan lingkungan baru.8

Mendukung adalah menyokong teman satu tim agar dapat menjalankan

tugas yah dengan baik sesuai dengan target pencapaian yang telah ditentukan,

serta membantu teman satu tim ketika mengalami kesusahan dalam

mengemban tanggung jawab dan menunjang tanggu jawab bersama untuk

menjalankan yah sepenuh hati sesuai komitmen bersama.9

7
[Link] Besar Bahasa [Link] Kerjasama.(Jakarta : Ritme
Cahya).hal. 704
8
[Link] Kerjasama Menurut Para Ahli. Tersedia online di link :
[Link] Diakses pada 22 Jan 2022 pukul 22:14 Wib.
9
Kamus Jago [Link] dari saling [Link] online di [Link]
kata/[Link] pada 20 maret 2022 pukul 11.10 Wib.
10
Saling mengandalkan adalah menaruh kepercayaan kepada sesame

rekan tim dengan mempercayakan suatu tanggung jawab yang tidak bias di

emban oleh yah kepada ornag lain yang di anggap sanggup mengerjakan atau

melaksanakan tanggung jawab, menjamin akan kesanggupan, kekuatan, atau

kemampuannya kepada sesama rekan tim dengan penuh keyakinan dan

kepercayaan yang penuh pada rekan satu tim.10

Percaya diri adalah suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri

sendiri, sehingga dalam melakukan tindakan tidak terlalu sering merasa cemas,

merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginan, dan

memiliki tanggung jawab atas keputusan dan tindakan yang dilakukan. 11

Interaksi adalah suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua atau

lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. Ide efek dua

arah ini penting dalam konsep interaksi, sebagai lawan dari hubungan satu arah

pada cause and effect. Kombinasi dari interaksi-interaksi sederhana dapat

menuntun pada suatu fenomena yang mengejutkan. Dalam berbagai

bidang ilmu, interaksi memiliki makna yang berbeda pula.12 Beradaptasi adalah

penyesuaian terhadap lingkungan, pekerjaan, dan pelajaran.13

Keterampilan kerjasama merupakan hal penting yang harus

dilaksanakan dalam pembelajaran. Kerjasama dapat mempercepat tujuan

10
Kamus Jago [Link] dari saling [Link] online di [Link]
kata/[Link] pada 20 maret 2022 pukul 11.10 Wib.
11
Punto wicaksono.2021. tersedia online di [Link]
diri-cara-meningkatkan-rasa-percaya-diri. Diakses 20 Maret 2021 pukul 11.07 Wib.
12
[Link] Sosial. tersedia online
[Link] Diakses 20 Maret 2022 pukul 11.08 Wib.
13
[Link] Diakses 20 Maret 2022 pukul 7.19 Wib.
11
pembelajaran, sebab pada dasarnya suatu komunitas belajar selalu lebih baik

hasilnya dari pada beberapa individu yang belajar sendiri-sendiri. Menurut

Thomas dan Johnson kerjasama adalah pengelompokan yang terjadi di antara

makhluk-makhluk hidup yang kita kenal.14

Saling membantu adalah memberi sokongan baik berupa tenaga

maupun benda dan sebagainya, menolong satu sama lain dengan seksama,

meringankan beban orang lain dan sebagainya.15 Sikap saling menghargai

adalah sikap toleransi sesama umat manusia sebagai hal yang wajar dan tidak

melanggar hak asasi manusia lainnya, dimana seseorang menganggap

keberadaan orang lain sebagai bagian dari lingkungan, sama seperti dirinya,

tidak saling bermusuhan atau merugikan antara sesama manusia lain.16 Peduli

adalah sebuah nilai dasar dan sikap memperhatikan dan bertindak proaktif

terhadap kondisi atau keadaan di sekitar kita. Peduli adalah sebuah sikap

keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan atau kondisi

yang terjadi di sekitar kita.17

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulan bahwa

kerjasama dapat diartikan sebagai sebuah interaksi atau hubungan antara

peserta didik dengan peserta didik dan peserta didik dengan guru untuk

14
Thomas dan Johnson (2014). Kajian pustaka pengertian kerjasama menurut ahli terdapat di link :
[Link] Diakses pada 22 jan 2022 pukul 22 : 14 Wib.
15
Jago kata .2022. Arti Membantu. Tersedia online di
[Link] 20 Maret 2022 pukul 22.10 Wib.
16
Rahmat Adi Wirawan.2018. Hubungan Antara Pemahaman Diri Dengan Sikap Saling
Menghargai Siswa Kelas VIII SMP. Tersedia online di link
[Link] 20 Maret 2022 pukul 21.53 Wib.
17
Ahmad Juwaini.2018. Arti [Link] online di [Link]
Diakses 20 Maret 2022 pukul 21.53 Wib.
12
mencapai tujuan pembelajaran. Hubungan saling menghargai, saling peduli,

saling membantu, dan saling memberikan dorongan tanggung jawab. Tujuan

pembelajaran tersebut meliputi perubahan tingkah laku, penambahan

pemahaman, dan penyerapan ilmu pengetahuan.

B. Indikator kerjasama tim

Adapun indikator dalam kerjasam tim adalah sebagai berikut :

1. Tanggung jawab

Tanggung jawab adalah kemampuan untuk membuat keputusan yang

pantas dan efektif. Pantas berarti merupakan menetapkan pilihan yang

terbaik dalam batas-batas normal sosial dan harapan yang umum diberikan,

untuk meningkatkan hubungan antar manusia yang positif, keselamatan,

keberhasilan, dan kesejahteraan mereka sendiri18

2. Saling berkontribusi

Kontribusi adalah berasal dari bahasa inggris yaitu, contribute,

contribution maknanya adalah keikutsertaan, keterlibatan diri maupun

sumbangan. Berarti dalam hal ini kontribusi dapat berupa materi dan

tindakan. Hal yang bersifat materi misalnya seorang individu atau sebuah

lembaga yang memberikan bantuan terhadap pihak lain demi kebaikan

bersama sedangkan kontibusi sebagai tindakan yaitu berupa perilaku yang

18
[Link] Tanggung Jawab Terdapat dilink:
[Link] 15 juli 2022 pukul 23 : 04 wib.
13
dilakukan oleh individu atau sebuah lembaga kemudian memberikan

dampak baik positif maupun negatif terhadap pihak lain19

3. Saling mendukung

Mendukung adalah menyokong teman satu tim agar dapat

menjalankan tugas yah dengan baik sesuai dengan target pencapaian yang

telah ditentukan, serta membantu teman satu tim ketika mengalami

kesusahan dalam mengemban tanggung jawab dan menunjang tanggu jawab

bersama untuk menjalankan yah sepenuh hati sesuai komitmen bersama.20

4. Mengandalkan

Saling mengandalkan adalah menaruh kepercayaan kepada sesame

rekan tim dengan mempercayakan suatu tanggung jawab yang tidak bias di

emban oleh yah kepada ornag lain yang di anggap sanggup mengerjakan atau

melaksanakan tanggung jawab, menjamin akan kesanggupan, kekuatan, atau

kemampuannya kepada sesama rekan tim dengan penuh keyakinan dan

kepercayaan yang penuh pada rekan satu tim.21

5. Percaya diri

Percaya diri adalah suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri

sendiri, sehingga dalam melakukan tindakan tidak terlalu sering merasa

cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan

19
Aji suwandi. 2010. Definisi kontribusi menurut ahli. Terdapat di link :
[Link] diakses 15 juli 2022 pukul 23:17 wib.
20
Kamus Jago [Link] dari saling [Link] online di [Link]
kata/[Link] pada 20 maret 2022 pukul 11.10 Wib.
21
Kamus Jago [Link] dari saling [Link] online di [Link]
kata/[Link] pada 20 maret 2022 pukul 11.10 Wib.
14
keinginan, dan memiliki tanggung jawab atas keputusan dan tindakan yang

dilakukan.22

6. Kemampuan berinteraksi

Interaksi sosial adalah hubungan antara

individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi

individu yang lain atau sebaliknya, sehingga terdapat hubungan yang saling

timbal balik. Hubungan tersebut dapat terjadi antara individu dengan

individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok23

7. Beradaptasi

Adaptasi sosial ialah proses penyesuaian dari individu, kelompok,

maupun unit sosial terhadap norma-norma, proses perubahan, atau pun

kondisi yang diciptakan24.

8. Saling menghargai

Sikap saling menghargai adalah sikap toleransi sesama manusia

sebagai hal yang wajar dan tidak melanggar hak asasi manusia lainnya,

dimana seseorang menganggap keberadaan orang lain sebagai bagian dari

lingkungan, sama seperti dirinya, tidak saling bermusuhan atau merugikan

antara sesama manusia lain25.

22
Punto wicaksono.2021. tersedia online di [Link]
diri-cara-meningkatkan-rasa-percaya-diri. Diakses 20 Maret 2021 pukul 11.07 Wib.
23
[Link] interaksi social. Terdapat delink
[Link] Dikases 15 juli 2022 pukul 23:23 wib.
24
[Link] adaptasi. Terdapat dilink : [Link] 17 Juli
2022 pukul 9:44 wib.
25
Adi [Link] anatara pemahaman diri dengan sikap saling menghargai
sikap kelas VII SMP terdapat dilink : [Link]
diakses 17 Juli 2022 pukul 9:54 wib.
15
9. Saling peduli

Peduli adalah sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri


dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita 26.

10. Saling membantu27

Saling membantu adalah memberi sokongan baik berupa tenaga

maupun benda dan sebagainya, menolong satu sama lain dengan seksama,

meringankan beban orang lain dan sebagainya

C. Permainan tradisional

Permainan tradisional menurut adalah suatu permainan warisan dari

nenek moyang yang wajib dan perlu dilestarikan karena mengandung nilai-

nilai kearifan lokal. Sejalan dengan pernyataan tersebut, bahwa “permainan

tradisional merupakan kegiatan yang dilakukan dengan suka rela dan

menimbulkan kesenangan bagi pelakunya, diatur oleh peraturan permainan

yang dijalankan berdasar tradisi turun-temurun”. Sejalan dengan pernyataan

tersebut, “permainan tradisional merupakan permainan yang dimainkan secara

turun temurun yang bernilai suatu budaya dan biasa.28

Permainan tradisional merupakan suatu aktifitas permainan yang

tumbuh dan kembang didaerah tertentu yang sarat dengan niali-nilai budaya

dan tata nilai kehidupan masyarakat yang diajarkan secara turun temurun sari

26
Ahmad [Link] saling [Link] delink : [Link]
[Link] 17 Juli 2022 pukul 10.00 wib.
27
Ratna [Link] kerjasa tim. Terdapat di link
[Link] . diakses pada 15 Juni 2022 pukul [Link]
28
Mulyani.(2016).pengertian permainan tradisional pada pandangan para ahli. Terdapat
di link : [Link] Diakses pada 22 Jan 2022 pukul 22:43 Wib.
16
satu generasi kegenerasi berikutnya dari permainan ini anak-anak akan mampu

menggembangankan potensi yang dimilikintya, memperoleh pengalaman yang

berguna dan bermakna, mampu membina hubungan dengan sesama teman,

meningkatkan perbendaharaan kata, serta mampu memnyalurkan persaan

perassan yang tertelkan tetap melestarikan dan mencintai budaya bangsa.

Pada dasarnya permainan tradisional lebih banyak memberikan

kesempatan pada pelaku untuk bermain secara berkelompok permainan ini

setidaknya dapat dilakukan minimal oleh dua orang dengan menggunakan alat-

alat yang sangat sederhana mudah dicari menggunakan bahan-bahan yang ada

di sekitarnya serta mencerminkan kepribadian bangsa diri.29

Berdasarkan uraian di atas dapat di nyatakan bahwa permainan

tradisional adalah suatu hasil budaya masyarakat yang telah tumbuh dan hidup

hingga sekarang, permainan peninggalan nenek moyang yang dilakukan

dengan suka rela dimana permainnan tersebut dimainkan menggunakan bahasa

maupun ciri khas dari daerah tertentu yang harus dilestarikan guna

memperkokoh jati diri bangsa. Permainan tradisional menjadikan orang

bersifat terampil, ulet, cekatan, tangkas, dan lain sebagainya serta memiliki

manfaat bagi anak.

29
Ahmad Yunus , 1987. Ungkapan Tradisional sebagai sumber informasi kebudayaan.
(Bandung : Pelita Cahaya),h.235.
17
D. Permainan tradisional terompah panjang

Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada di daerah sepanjang

perairan Sungai Rokan, baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan, Kabupaten

Kampar, maupun Rokan dibagian Hilir, seperti dibagian Siapi – Api,

Bengkalis, Riau. Kini, terompah panjang sudah merakyat. Tujuannya adalah

untuk berolahraga, mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama

(kekompakan team). Manfaat permainan ini adalah untuk meningkatkan

[Link], dan kemampuan kerja sama meningkat.

Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak – anak, remaja, dewasa putra dan

putri.30

Terompah panjang adalah permainan sukan tradisional yang

menggunakan kayu panjang dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu

kelajuan dengan menempuh jarak yang telah ditentukan. Permainan terompah

panjang ini cukup dikenali oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan ia

sering dilombakan pada acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia

pada bulan Agustus pada saat merayakan kemerdekaan NKRI pada tanggal 17

Agustus. Kini, permainan ini tergolong dalam permainan tradisional yang

dimainkan oleh masyarakat setempat di Negeri Sabah semasa perayaan-

perayaan atau pesta. Aktivitas permainan ini pada zaman dahulu sering

dipermainkan oleh kalangan kanak-kanak sebagai mengisi masa terluang dan

hiburan mereka ketika ibu bapak bekerja di ladang. Peralatan yang biasa
30
Apaini.2015. Sejarah permainan terompah panjang. Terdapat di link :
[Link] Diakses 15 Juni 2022
pukul 0.23 Wib.
18
digunakan oleh kanak - kanak pada zaman dahulu ialah batang dahan kelapa

kering atau belahan bambu sebagai selipar gergasi yang diikatkan tali sebagai

penyangkut tapak kaki. Penggunaan alatan zaman dahulu kini ditukar dengan

menggunakan papan berukuran tiga (3) meter yang mempunyai empat atau

lima penyangkut kaki. Permainan ini dilakukan secara berkumpulan 4 orang

atau hingga 5 orang dalam satu pasukan.

Permainan ini dilakukan dengan cara setiap gerakan kaki peserta

mestilah sama semasa berjalan. Pada asasnya gerakan setara mesti dibuat oleh

peserta dengan rentak dan laju yang sama semasa berjalan. Jika seseorang

peserta tidak mengikut rentak maka pasukan tersebut akan tersekat

perjalanannya dan akan terjatuh. Dari segi moral, sukan ini menggambarkan

bahawa sesuatu perjalanan yang jauh atau masalah tidak dapat dicapai atau

diselesaikan tanpa koordinasi dan dukungan dari semua ahli. Sukan ini

memerlukan kawasan yang luas.31

Berdasarkan paparan di atas jadi dapat di artikan bahwa permaianan

terompah panjang adalah Permainan ini dilakukan oleh tiga atau lima orang

dalam sepasang terompah. Panjang terompah disesuaikan dengan jumlah

pelaku yang akan mempergunakannya. Labar kayu 10 cm dengan ketebalan

2,5 cm. Pengait kedua kaki pelaku dibuat dari karet ban, dengan labar 7 cm

dan bearatnya 4 kg. Sedangkan panjang karet disesuaikan dengan lingkar kaki.

Pengait kaki ini dipaku dengan kuat di kedua sisi kayu. Jarak antara karet
31
Andika.2015. Cara memainkan bakiak. Terdapat di link : [Link]
update/[Link] pada 15 Juni 2022
pukul 0.35 Wib.
19
pengait dengan ujung depan dan ujung belakang kayu sepanjang 20 cm,

sedangkan jarak antar karet pengait yang satu dengan lainnya 40 cm. Sehingga,

apabila dalam satu kayu mempergunakan tiga karet pengait kaki, maka

panjang keseluruhan kayu tersebut adalah 141 cm. Lain halnya, apabila dalam

satu kayu mempergunakan lima karet pengait kaki, panjang keseluruhan kayu

tersebut adalah 235 cm dan beratnya adalah 8 kg.

Cara bermain terompah panjang sebenarnya cukup sederhana, namun

setiap anggota dalam regu tersebut harus bisa selaras dan kompak dalam

menggerakan kakinya sesuai dengan komando ketua regu agar bisa berjalan

dengan benar dan tidak terjatuh. Adapun langkah-langkah bermain terompah

panjang tersebut adalah sebagai berikut :

a. Dalam satu regu harus memiliki anggota yang cukup sesuai dengan jumlah

selop pada bakiak, misalnya saja 3-4 orang atau 5-6 orang

b. Tunjuklah satu orang anggota untuk menjadi ketua regu

c. Berbaris ke belakang dan kenakan selop masing-masing pada satu bakiak,

dimana ketua regu berada paling depan

d. Ketua regu memberi komando untuk anggota lain dengan berteriak

“kanan/kiri”, dan anggotanya wajib mengikuti komando tersebut agar bisa

bergerak dengan kompak serta selaras.

e. Regu yang paling cepat tiba di garis akhir akan menjadi pemenangnya.32

32
Nuasiah [Link] permainan tradisional bakiak. Terdapat di link
[Link] Diakses pada 15
Juni 2022 pukul 0.40 Wib.
20
E. Pembelajaran PJOK

Pembelajaran secara harfiah berarti proses belajar. Pembelajaran dapat

dimaknai sebagai proses penambahan pengetahuan dan wawasan melalui

rangkaian aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan

mengakibatkan perubahan dalam dirinya, dan pada tahap akhir akan didapat

keterampilan, kecakapan, dan pengetahuan baru. Menurut Winkel dalam Asis

Saefudin menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan seperangkat tindakan

yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan

memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperan terhadap

rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsuung di dalam siswa.33

Menurut Surya dalam Nandang Kosasih dan Dede Sumarna

mengartikan pembelajaran sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu

untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan

sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan

lingkungan. Sedangkan hamalik dalam sumber yang sama berpendapat bahwa

pembelajaran merupakan suatu proses yang berlangsung secara berkelanjutan

dan bertahap, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, penilaian dan tindak lanjut.34

Menurut Wenger dalam Miftahul Huda mengatakan bahwa

pembelajaran bukanlah aktivitas, sesuatu yang dilakukan oleh seseorang ketika

33
Asis [Link] Efektif. (Bandung : PT Remaja Rosdakarya).hh.8-9
34
Nandang Kosasih dan Dede [Link] Quantum dan Optimalisasi
Kecerdasan. (Bandung : Alfabeta).h.21
21
ia tidak melakukan aktivitas yang lain.35 Pembelajaran juga bukanlah sesuatu

yang berheti dilakukan oleh seseorang. Lebih dari itu pembelajaan dapat

dilakukan dimana saja dan pada level yang berbeda-beda, secara individual,

kolektif ataupun sosial.

Menurut Dimyati dan Mudjiono dalam Syaiful Sagala pembelajaran

adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desian instruksional, untuk

membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan

sumber belajar.36

Dari pemaparan diatas yang telah dikemukakan oleh para ahli

mengenai definisi pembelajaran, jadi dapat kita simpulkan bahwa

pembelajaran merupakan seperangkat tindakana individu untuk menambah

pengetahuan dan wawasan melalu rangkaian aktivitas secara sadar yang

melibatkan perubahan pada dirinya, suatu perubahan perilaku yang baru secara

keseluruhan sebagai hasil dari pengalaman individu secara berkelanjutan dan

bertahap, yakni persiapan, pelaksanaan, penilaian dan tindak lanjut yang

mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran wajib di

Sekolah termasuk Sekolah Dasar, karena pendidikan jasmani masuk dalam

kurikulum pendidikan. Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan melalui

penyediaan pengalaman belajar kepada siswa berupa aktifitas jasmani, bermain

35
Miftahul [Link]-Model Pengajaran Dan Pembelajaran.(Yogyakarta : Pustaka
Pelajar).h.2
36
Miftahul [Link]-Model Pengajaran Dan Pembelajaran.(Yogyakarta : Pustaka
Pelajar).h.62
22
dan berolahraga yang direncanakan secara sistematis guna merangsang

pertumbuhan dan perkembangan fisik, keterampilan motorik, keterampilan

berfikir, emosional, sosial dan moral.37 Pendidikan jasmani olahraga dan

kesehatan merupakan satu mata ajar yang diberikan di suatu jenjang sekolah

tertentu yang merupakan salah satu bagian dari pendidikan keseluruhan yang

mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk bertumbuh

dan perkembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang serasi, selaras

dan seimbang.

Menurut Sukintaka pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan

merupakan bagian integral dari pendidikan total yang mencoba mencapai

tujuan mengembangkan kebugaran jasmani, mental, sosial, serta emosional

bagi masyarakat dengan wahana aktivitas jasmani.38

Menurut Nadisah mengemukakan bahwa pendidikan jasmani olahraga

dan kesehatan adalah bagian dari pendidikan (secara umum) yang berlangsung

melalui aktivitas yang melibatkan mekanisme gerak tubuh manusia dan

menghasilkan pola-pola prilaku individu yang bersangkutan. Menurut Rusli

pada awalnya olahraga pendidikan adalah suatu kawasan olahraga yang

spesifik yang diselenggarakan dilingkungan pendidikan formal. Aktivitas

jasmani pada umumnya atau olahraga pada khususnya dipakai sebagai alat

untuk mencapai tujuan pendidikan. Olahraga pendidikan direncanakan

37
Depdiknas, 2007. Terdapat di link : [Link] Di akses pada 22 jan 2020
pukul 23:12 Wib.
38
Sukintaka.(2000).pengertian pjok oleh ahli. Terdapat di link : [Link]
Diakses pada 23 jan 2022 pukul 23:15 Wib.
23
sedemikian rupa untuk mencapai perkembangan peserta didik secara

keseluruhan, baik fisik, intelegensi, emosi, sosial, moral maupun spiritual.39

Menurut uraian di atas bahwa Pendidikan Jasmani merupakan media

untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik kemampuan fisik,

pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai (sikap, mental, emosional, spiritual,

sosial) dan pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang

pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang dalam rangka sistem

pendidikan nasional. Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani guru

diharapkan mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi

permainan dan olahraga, internalisasi nilainilai (sportifitas, jujur, kerjasama,

dan lain-lain) serta pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan

melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis,

namun melibatkan unsur fisik mental, intelektual, emosi dan sosial. Aktivitas

yang diberikan dalam pengajaran harus sentuhan 10 didaktik-metodik,

sehingga aktivitas yang yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran.

F. Kebugaran Jasmani

Istilah kebugaran jasmani (physical fitness) sering dibicarakan bila

mendiskusikan tentang aktivitas fisik. Kebugaran fisik atau lazim disebut

39
Rusdi.(1998). Pengertian Pjok Menurut Para Ahli. Terdapat di link :
[Link] Di kases pad 22 jan 2022 pukul 23:19 Wib.
24
kesegaran jasmani mengandung makna kesanggupan dan kemampuan tubuh

melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan tanpa

menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Ada beberapa komponen kesegaran

jasmani baik yang terkait dengan kesehatan maupun yang terkait dengan

keterampilan.40

Secara harfiah arti physical fitness adalah kecocokan fisik atau

kesesuaian jasmani. Ini berarti ada sesuatu yang harus cocok dengan fisik atau

jasmani itu. Dengan demikian secara garis besar dapat dikatakan bahwa

kebugaran jasmani ialah kecocokan keadaan fisik terhadap tugas yang harus

dilaksanakan oleh fisik itu. Kebugaran jasmani bersifat relatif baik secara

anatomis maupun fisiologis, artinya fit atau tidaknya seseorang selalu dalam

hubungan dengan tugas fisik yang dilaksanakan. Kebugaran jasmani adalah

keadaan kemampuan jasmani yang dapat menyesuaikan fungsi alat – alat

tubuhnya terhadap tugas jasmani tertentu dan/atau terhadap keadaan

lingkungan yang harus diatasi dengan cara yang efisien, tanpa kelelahan yang

berlebihan dan telah pulih sempurna sebelum datang tugas yang sama pada

keesokan harinya.41

Menurut Sadoso Sumosardjuno kebugaran jasmani merupakan

kemampuan seseorang untuk menunaikan tugasnya sehari-hari secara mudah,

tanpa merasa lelah yang berarti, serta masih mempunyai cadangan tenaga

40
Welis, Wirda dan Rifki Muhamad Sazeli. 2013. Gizi Untuk Aktivitas Fisik dan
Kebugaran. Padang: Sukabina [Link].25
41
Giriwijoyo, H. Y. (2004). Ilmu Faal Olahraga. Bandung: Fakultas Pendidikan Olahraga
dan Kesehatan Universitas Pendidikan [Link],203
25
(sisa) untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keadaan-keadaan

mendadak.42 Sedangkan menurut Kockey berpendapat bahwa kebugaran

Jasmani adalah sesuatu kemampuan untuk dapat menyelesaikan tugas sehari-

hari dengan mudah, tanpa kelelahan yang sangat berarti dan masih dapat

menikmati waktu senggangnya serta dalam suatu keadaan darurat masih

mampu melakukan pekerjaan yang tidak terduga.

Sedangkan menurut Mochamad Sajoto mengartikan bahwa kebugaran

jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas sehari-hari

dengan tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dengan mengeluarkan energi

yang cukup besar, guna memenuhi kebutuhan geraknya dan menikmati waktu

luang serta untuk memenuhi kebutuhan darurat bila sewaktu-waktu

diperlukan.43

Jadi dapat di artikan bahwa kebugaran jasmani adalah kemampuan

seseorang untuk menunaikan tugasnya sehari-hari secara mudah, tanpa merasa

lelah yang berarti, kecocokan keadaan fisik terhadap tugas yang harus

dilaksanakan oleh fisik itu. Kebugaran jasmani bersifat relatif baik secara

anatomis maupun fisiologis, artinya fit atau tidaknya seseorang selalu dalam

hubungan dengan tugas fisik yang dilaksanakan. mengandung makna

kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian terhadap

42
[Link] Kebugaran Jasmani. Tersedia online di link
[Link] kebugaran [Link] pada 22 Maret 2022 pukul 21.22
Wib.
43
[Link] Kebugaran Jasmani Menurut Para [Link] online di link
kumparan/pengertian-kebugaran-jasmani-menurut-ahli/.Diakses pada 22 Maret 2022 pukul 21. 30 Wib.
26
pembebanan fisik yang diberikan tanpa menimbulkan kelelahan yang

berlebihan.

G. Kerangka berpikir

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan bertujuan untuk melaksanakan

sejumlah tindakan yang tersusun dalam siklus telah direncanakan untuk

meningkatkan kerjasama tim dalam permainan tradisional terompah panjang

pada mata pelajaran PJOK kelas V SDN 8.

Pada kondisi awal guru PJOK dalam mengajar siswa SD kelas V

dengan menggunakan peralatan olahraga seperti pada umumnya ketika praktik

diluar kelas untuk dan belum menggunakan media terompah panjang dalam

pembelajarannya untuk melatih siswa dalam daya tahan, kekutan fisik, melatih

otot motorik siswa dan kerjasama siswa dalam latihan praktik di luar kelas.

Pada tahap treatment setelah melakukan latihan praktik di luar kelas

kusus yah pada ektrakulikuler disekolah di lakukan maka hasil nya belum

optimal karena setiap siswa mempunyai kemampuan berbeda-beda seperti

kemampuan daya tahan, kerjasama dan keseimbangan. Untuk itu perlu latihan

kondisi fisik yang direncanakan untuk meningkatkan kondisi fisik dan

kemampuan fungsional dari sistem tubuh sehingga dengan demikian para

siswa yang mengikuti kegiatan extrakurikuler dapat mencapai hasil yang

optimal di akhir. Dan dalam latihan harus disesuaikan dengan kondisi fisik

yang dibutuhkan dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut serta latihan yang

27
sesuai dengan karakter siswa agar tidak bosan. Dari kondisi yang Sedemikian

seperti daya tahan, kerjasama, dan keseimbangan. Maka berdasarkan faktor

tersebut peneliti menerapkan latihan olahraga tradisional terompa panjang

dalam usaha meningkatkan daya tahan, kerjasama, dan keseimbangan yang

disesuaikan dengan kebutuhan siswa Sekolah Dasar yang pada dasarnya

mempunyai karakteristik gemar bermain.

Tahap I peneliti melakukan observasi kelas bertujuan mengidentifikasi

dan mencari masalah, kemudian merumuskan masalah sehingga dapat

diperoleh gambaran mengenai praktek pembelajaran yang dilaksanakan oleh

seorang guru PJOK sebelum peneliti melakukan penelitian tindakan kelas.

Pada tahap ke II peneliti melakukan perencanaan apasaja yang akan dilakukan

ketika akan melakukan perlakuaan pada subjek penelitian (treatment),

kemudian pelaksanaan, melakukan pengamatan, setelah itu melakukan refleksi

apakah terdapat peningkatan kerjamasa atau tidak, pada tahap ini disebut

denga siklus I jika tidak berhasil tidak terjadi peningkatan kerjasama antara

siswa maka akan dilakukan Siklus II.

Pada tahap terakhir setelah proses perlakuan (treatment) dalam

pembelajaran PJOK dengan menggunakan Permainan tradisional kususnya

terompah panjang (bakiak) diharapkan terjadi peningkatan kerjasama tim yang

terjalin di antara siswa SDN 8.

H. Penelitian terdahulu

28
Adapun penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang

peneliti lakukan adalah sebagai berikut :

Penelitian yang di lakukan oleh Azlin Atika Putri44 yang berjudul

“Pengaruh Permainan Tradisional Terompah Panjang terhadap Kemampuan

Motorik Kasar pada Anak Usia 4-5 Tahun” Dalam penelitian ini terdapat

masalah mengenai perkembangan motorik kasar pada anak usia 4-5 tahun,

Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen One Group

Pretest Posttests Design. Penelitian ini menggunakan satu kelas sebagai

sampel. Jumlah populasi yang diambil 12 anak, maka keseluruhan populasi

dijadikan sampel penelitiannya yaitu 12 anak. Pengumpulan data dilakukan

melalui pretest, posttest. Teknik analisis data menggunakan uji-t. Rerata

hasil pretest sebelum dilakukan treatment (perlakuan) tentang permainan

terompah panjang adalah 14,50 dengan kategori belum berkembang, dan

rerata hasil posttests setelah dilakukan treatment (perlakuan) tentang

permainan terompah panjang adalah 23,50 dengan kategori berkembang

sesuai harapan. Berdasarkan analisis hasil menunjukkan perbedaan yang

signifikan yaitu sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan. Dari hasil

penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan

tradisional terompah panjang terhadap kemampuang motorik kasar anak

setelah dilakukan treatment (perlakuan). Perbedaan study yang peneliti

lakukan pada penelitian ini adalah peneliti menggunakan anak SD kelas V,

44
Azlin [Link] permainan tradisional terompah panjang terhadap motoric
kasar pada anak usia 4-5 tahun. (Riau:uin suka riau).[Link]
29
subjek yang digunakan berjumlah 6 orang, jenis penelitian yang digunakan

PTK, peneliti menggunakan 2 siklus dalam memberikan treatment.

Penelitian yang di lakukan oleh Siska Anantasya45 yang berjudul

“Meningkatkan interaksi sosial anak melalui permainan terompah panjang

(bakiak) pada anak kelompok B di TK Mustika Kecamatan Limboto

Kabupaten Gorontalo” Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan interaksi

sosial anak melalui permainan terompah panjang (bakiak) pada anak

kelompok B di TK Mustika Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Jenis

penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik

pengumpulan data adalah observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa pada observasi awal dari 15 orang anak hanya 4 orang

(26.7%) yang mampu berinteraksi dengan kriteria baik. Pada siklus I

pertemuan 1 terdapat 5 orang (33.3%) memperoleh kriteria baik, 3 orang

(20%) memperoleh kriteria cukup dan 7 orang (46.7%) memperoleh kriteria

kurang. Pada pertemuan 2 terdapat 6 orang (40%) memperoleh kriteria baik,

2 orang (13.3%) memperoleh kriteria cukup dan 7 orang (46.7%)

memperoleh kriteria kurang. Pada pertemuan ke 3 terdapat 8 orang (53.3%)

memperoleh kriteria baik, 4 orang (26.7%) memperoleh kriteria cukup dan 3

orang (20%) memperoleh kriteria kurang. Pada siklus II mengalami

peningkatan yang signifikan yaitu pada pertemuan 1 terdapat 9 orang (60%)

memperoleh kriteria baik, 4 orang (26.7%) memperoleh kriteria cukup dan 2


45
Siska [Link] interaksi social anak melalui permainan terompah
panjang (bakiak) pada anak kellompok B di TK Mustika kecamatan limoto kabupatan Gorontalo.
(Gorontalo:UNG).[Link]
30
orang (13.3%) memperoleh kriteria kurang. Pertemuan 2 terdapat 11 orang

(73.3%) memperoleh kriteria baik, 3 orang (20%) memperoleh kriteria cukup

dan 1 orang (6.7%) memperoleh kriteria kurang. Pertemuan 3 terdapat 12

orang (80%) memperoleh kriteria baik, 3 orang (20%) memperoleh kriteria

cukup dan 0% anak memperoleh kriteria kurang. Kesimpulan dari penelitian

ini adalah interaksi sosial anak kelompok B di TK Mustika Kecamatan

Limboto Kabupaten Gorontalo meningkat. Perbedaan penelitian yang peneliti

lakukan adalah peneliti ingin meningatkan kerjasama tim dalam permainan

terompah panjang pada pada pembelajaran PJOK, subjek penelitian yang di

gunakan adalah anak SD kelas V, jenis penelitian PTK, teknik pengumpulan

data menggunakan observasi, memberikan perlakukan dengan siklus I dan

siklus II, serta menggunakan dokumentasi.

Penelitian yang di lakukan oleh Andika Triansyah 46 yang berjudul

“Permainan Tradisional : Upaya Menjaga Kebugaran Jasmani Peserta Didik

di Kota Pontianak” Prinsip tiada hari tanpa berolahraga harus ditanamkan

kepada peserta didik sejak dini sehingga olahraga menjadi kebutuhan yang

harus dipenuhi setiap harinya sebagi upaya menjaga kesehatan. Hal tersebut

tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena dengan kesehatan,

manusia dapat beraktivitas secara normal dan produktif. Tanpa kesehatan

peserta didik dapat mengalami hambatan atau menurunnya kondisi fisik

dapat berdampak pada menurunnya prestasi belajar peserta didik. Adapun

46
Andika [Link] tradisional : upaya menjaga kebugaran jasmani
peserta didik di kota Pontianak. (Pontianak: Universitas Pontianak).hal ii
31
metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah

dengan melaksanakan workshop kepada pendidik, gelar aneka permainan

tradisional kepada peserta didik dan on the spot challenge permainan

tradisional yang melibatkan peserta didik. Hasil pengabdian kepada

masyarakat menunjukan antusias yang tinggi dari pendidik maupun peserta

didik sehingga permainan tradisional dapat digunakan sebagai media atau

sarana bagi pendidik untuk menjaga kebugaran jasmani, serta meningkatkan

gerak dasar peserta didik di Kota Pontianak. Selain aspek fisik tersebut

dengan mengaktifkan kembali permainan tradisional dikalangan peserta didik

diharapkan mampu menjaga warisan budaya bangsa yang kaya akan nilai-

nilai kebaikan di dalamnya seperti kerjasama, gotong royong, kejujuran,

saling menghargai serta karakter-karakter baik lainnya. Sedangkan perbedaan

studi yang peneliti lakukan yaitu peneliti ingin meningatkan kerjasama tim

dalam permainan terompah panjang pada pada pembelajaran PJOK, subjek

penelitian yang di gunakan adalah anak SD kelas V, jenis penelitian PTK,

teknik pengumpulan data menggunakan observasi, memberikan perlakukan

dengan siklus I dan siklus II, serta menggunakan dokumentasi.

I. Hipotesis penelitian

Berdasarkan kerangka berpikir dan kajian teori diatas maka hipotesis

dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: “Permainan tradisional terompah

32
panjang dapat meningkatkan kerjasama tim antara siswa kelas V SD Negeri 8

pada pembelajaran PJOK dengan materi kebugaran jasmani.”

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas

(PTK). Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap


33
kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan

terjadi dalam sebuah kelas secara bersama, melibatkan guru sebagai

pendidik dan siswa sebagai anak didiknya.47 Menurut Menurut Mills penelitian

tindakan merupakan penyelidikan sistematis yang dilaksanakan oleh guru-

peneliti dengan mengumpulkan informasi tentang bagaimana sekolah mereka

bekerja, bagaimana mereka mengajar, dan bagaimana siswa belajar. Informasi

ini dikumpulkan dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman,

mengembangkan praktik reflektif, mempengaruhi perubahan-perubahan positif

dalam lingkungan sekolah dan praktik-praktik pendidikan secara umum, dan

untuk meningkatkan hasil-hasil pembelajaran siswa.48 Menurut kemendikbud

dalam buku penelitian tindakan kelas penelitian tindakan kelas adalah

penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru dengan tujuan memperbaiki

mutu praktik pembelajaran di kelasnya”.49

Beberapa pengertian para ahli, bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

yaitu salah satu penelitian yang menjadi upaya untuk mengamati dan

mengumpulkan informasi dalam kegiatan pembelajaran, melalui sebuah

tindakan (treatment) secara sengaja dimunculkan guru sebagai refleksi diri

dalam rangka perbaikan serta meningkatkan hasil pembelajaran siswa kearah

yang positif. Dilaksanakan demi meningkatkan kualitas tindakan di dalam

47
Arikunto, S. D. (2014). Penelitian Tindakan Kelas . Subang: PT. Bumi [Link].3
48
Hopkins, 2011, Metode Penelitian Jenis Dan [Link] Di Link :
[Link] Diakses Pada 24 Jan 2022
Pukul 15:23 Wib.
49
Kemdikbud, [Link] Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Terdapat di
link:[Link] Diakses Pada 24 Jan 2022 Pukul 15:23
Wib.
34
PERENCANAA
N
REFLEKSI SIKLUS I PELAKSANAA
N
PERENCANAA
N
REFLEKSI SIKLUS II PELAKSANAA
N
PENGAMATA
kelas yang terdiri dari beberapa Nsiklus dan tahapan dilaksanakan oleh guru atau
SIKLUS
peneliti untuk kepentingan peningkatan
(JIKA
kualitas guru ataupun manajemen
DIPERLUKAN)
pembelajaran di dalam kelas.

Gambar 3.1
Alur Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis dan Taggart
Sumber : Arikunto50
B. Setting Penelitian

1. Subjek Penelitian

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa-siswi

Sekolah Dasar Negeri Kelas V Serang 8 yang berjumlah 20 orang yang

terdiri dari 9 laki-laki dan 11 perempuan. Tahun Pelajaran 2021/2022.

2. Tempat Penelitian

Tempat penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar

Negeri Kelas V Serang 8 untuk mata pelajaran PJOK Sebagai objek pada

penelitian ini adalah kelas V (Lima) tahun 2021/2022.

3. Waktu Penelitian

Wak]tu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2022 di SDN

Serang 8. Penelitian ini lakukan di tempat SDN Serang 8 Jalan. Ustad Uzer,

Cipare Kecamatan Serang Kota Serang, Provinsi Banten. Lokasi ini dipilih

oleh peneliti karena SDN Serang 8 ini terbuka dan mendorong sepenuhnya

terhadap penelitian yang akan dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas

50
Arikunto,Suharsimi.(2008). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
Rineka [Link].16

35
pembelajaran, siswa SD Negeri 8 Serang ini juga bersikap antusias dan

terbuka dengan inovasi yang akan dilakukan peneliti.

C. Jenis penelitian

Model penelitian PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah

model Kemmis dan MC. Tanggart, yang terdiri dari empat tahapan yaitu:

Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi.

Dengan kata lain, penelitian tindakan adalah cara suatu kelompok atau

seseorang dalam mengorganisasikan suatu kondisi sehingga mereka dapat

mempelajari pengalaman mereka bisa diaksens oleh guru lain.51

PTK merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas

yang dilaksanakan oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan

mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu hasil

pembelajaran.52

Untuk lebih jelasnya peneliti akan menguraikan keempat komponen

tersebut:

1. Perencanaan

Dalam rencana tindakan ini yang dilakukan adalah menentukan

tindakan apa yang akan dilaksanakan untuk memperbaiki dan

meningkatkan kualitas pembelajaran. Rencana disusun secara kolaboratif

51
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT
Bumi Aksara, 2013), Hal 210.
52
Samsu Sumadayo, Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), Hal
20.
36
antara peneliti dan guru kelas.

2. Pelaksanaan

Tindakan Pelaksanaan yang dilakukan oleh guru atau peneliti

sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan sesuatu yang

diharapkan dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan ini dilakukan dengan

tetap mengarah kepada tujuan yang hendak dicapai dalam proses

pembelajaran.

3. Observasi

Yaitu suatu pengamatan terhadap tindakan yang dilakukan. Observasi

dilakukan untuk melihat kegiatan selama proses pembelajaran

berlangsung.

4. Refleksi

Refleksi adalah merenungkan apa yang sudah kita kerjakan baik ]didalam

maupun diluar kelas. Hasil dari refleksi ini dapat dijadikan bahan untuk

mengadakan pada tahap atau siklus berikutnya.

Dengan demikian, dalam penelitian tindakan kelas ini terjadi suatu

siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan begitu

seterusnya sampai tercapai tujuan yang diinginkan yang dianggap paling

efektif.

Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dibuat dalam beberapa

siklus tindakan mulai dari pra siklus, siklus I, siklus II, dan seterusnya.

D. Prosedur tiap siklus

37
Adapun dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)

yang ditandai dengan adanya siklus, adapun dalam penelitian ini terdiri atas 2

siklus yan setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan

dan refleksi.

1. Pra Siklus

Pengamatan/Observasi

Dalam observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah mengamati proses

kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru PJOK, interaksi guru

dan siswa, mengamati dalam pembelajaran PJOK yang di lakukan di

sekolah SDN Serang 8.

Refleksi

Pada tahap ini peneliti melakukan evaluasi dan diskusi mengenai hasil

pengamatan terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru yang sudah

diperoleh pada kegiatan observasi sebelumnya.

Tabel 3.1
Analisis Data Kerjasama Tim Pada Pra Siklus
Nilai hasil Observasi pra siklus pembelajaran PJOK
NO NAMA SISWA L/P NILAI Presentase KET

1 P
AI SUYANTI

2 L
ALDI SAPUTRA

3 P
ANISA MITA SARI

4 P
BUNGA ALMIDA

38
5 P
DWI ARYANI

6 P
DEWI TRIYANA

7 L
FAJRI

8 P
FATMAWATI

9 P
FATIMAH

10 P
FUZI AZZAHRA

11 L
IMANDUR

12 P
IIS NAWATI

13 P
KOKOM

14 P
LEVIYA YASRI

15 L
MISNA

16 L
MUHAMAD ALFIN

17 MUHAMAD ANDRE L
ARIANSYAH
18 MUHAMAD FARHAN L
ROMADHONI
19 MUHAMMAD L
NURULLOH
20 L
NURDIN

Jumlah

Rata-Rata

2. Siklus I
39
Perencanaan

Perencanaan tindakan pada siklus I sesuai dengan hasil refleksi pada tahap

pra siklus, yaitu sebagai berikut :

a. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan

menggunakan permainan tradisional terompah panjang bertujuan untuk

meningkatkan kerjasama tim pada pembelajaran PJOK Kelas V SDN

Serang 8

b. Menyusun lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dalam

pembelajaran PJOK dengan menggunakan permainan tradisional

terompah panjang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama tim pada

pembelajaran PJOK Kelas V SDN Serang 8.

c. Menyiapkan Angket untuk evaluasi.

Pelaksanaan
Pada pelaksanaan tindakan di siklus I, yang dilakukan oleh peneliti

adalah melakasanakan kegiatan pembelajaran berdasarkan rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP) kemudian mengarahkan siswa untuk

kelapangan terbuka kemudian mendemontrasikan penggunaan teropah

panjang dan setelah itu siswa melakukan permaianan tersebut sesuai dengan

apa yang telah di contohkan oleh peneliti yang telah dibuat pada tahap

perencanaan. Adapun kegiatan yang dilakukan pada siklus I ini

mengkombinasikan pembelajaran dengan menggunakan permainan

tradisional terompah panjang yang pada kali ini pada pembelajaran PJOK.
40
Pengamatan
Pada tahap ini peneliti bekerja sama dengan guru untuk mengamati

aktivitas siswa ketika proses pembelajaran PJOK menggunakan permainan

tradisional terompah pajang untuk mengetahui kesulitan siswa dan

kekurangan apa saja yang terjadi dalam proses belajar mengajar dengan

menggunakan format observasi yang telah dibuat sebelumnya.

Refleksi
Pada tahap ini, peneliti menganalisis hasil penelitian, Apakah ada

kemajuan atau peningkatan kerjasama antar siswa, jika hasil tindakan

belum mencapai maksimal maka dilanjutkan ke siklus berikutnya sampai

memperoleh hasil yang optimal.

Tabel 3.2
Observasi kerjasama siswa
Siklus 1

No NAMA L/P NILAI Prosentase KET

1 P
AI SUYANTI

2 L
ALDI SAPUTRA

3 P
ANISA MITA SARI

4 P
BUNGA ALMIDA

5 P
DWI ARYANI

6 P
DEWI TRIYANA

7 L
FAJRI

41
8 P
FATMAWATI

9 P
FATIMAH

10 P
FUZI AZZAHRA

11 L
IMANDUR

12 P
IIS NAWATI

13 P
KOKOM

14 P
LEVIYA YASRI

15 L
MISNA

16 L
MUHAMAD ALFIN

17 MUHAMAD ANDRE L
ARIANSYAH
18 MUHAMAD FARHAN L
ROMADHONI
19 MUHAMMAD L
NURULLOH
20 L
NURDIN

Jumlah

Rata-Rata

3. Siklus II

Perencanaan

Perencanaan tindakan pada siklus II sesuai dengan hasil refleksi

pada tahap siklus I, yaitu sebagai berikut :

a. Menyusun RPP kembali dengan menggunakan permainan tradisional

terompah panjang pada pembelajaran PJOK.

42
b. Menyusun lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dalam

pembelajaran PJOK dengan menggunakan permainan tradisional terompah

panjang pada pembelajaran PJOK Kelas V SDN Serang 8.

c. Menyiapkan Angket untuk evaluasi.

Pelaksanaan
Pada pelaksanaan tindakan di siklus II, yang dilakukan oleh peneliti

adalah melakasanakan kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP yang telah di

susun kembali kemudian siswa diarahkan sesuai instruksi guru untuk

kelapangan terbuka kemudian melakukan permainan terompah panjang.

Adapun kegiatan yang dilakukan pada siklus II ini mengkombinasikan

pembelajaran dengan menggunakan permainan tradisional terompah panjang

yang pada kali ini pada pembelajaran PJOK.

Pengamatan
Pada tahap ini peneliti bekerja sama dengan guru untuk mengamati

aktivitas siswa ketika proses pembelajaran PJOK menggunakan permainan

tradisional terompah pajang untuk mengetahui kesulitan siswa dan

kekurangan apa saja yang terjadi dalam proses belajar mengajar dengan

menggunakan format observasi yang telah dibuat sebelumnya.

Refleksi

43
Pada tahap ini, peneliti menganalisis hasil penelitian, Apakah ada

kemajuan atau peningkatan kerjasama antar siswa, diharapkan terjadi

peningkatan kerjasama sehingga jika terjadi peningkatan yang signifikan

yaitu hasil penelitian mencapai maksimal maka penelitian dikatakan

berhasil dan tidak melakukan siklus berikutnya.

Tabel 3.3
Observasi kerjasama siswa
Siklus 1

No NAMA L/P NILAI Prosentase KET

1 P
AI SUYANTI

2 L
ALDI SAPUTRA

3 P
ANISA MITA SARI

4 P
BUNGA ALMIDA

5 P
DWI ARYANI

6 P
DEWI TRIYANA

7 L
FAJRI

8 P
FATMAWATI

9 P
FATIMAH

10 P
FUZI AZZAHRA

11 L
IMANDUR

44
12 P
IIS NAWATI

13 P
KOKOM

14 P
LEVIYA YASRI

15 L
MISNA

16 L
MUHAMAD ALFIN

17 MUHAMAD ANDRE L
ARIANSYAH
18 MUHAMAD FARHAN L
ROMADHONI
19 MUHAMMAD L
NURULLOH
20 L
NURDIN

Jumlah

Rata-Rata

E. Intrumen penelitian

Instrumen pengumpulan data adalah alat yang digunakan untuk

mengukur data yang hendak dikumpulkan. Instrumen pengumpulan data ini

pada dasarnya tidak terlepas dari metode pengumpulan data. Bila metode

pengumpulan datanya adalah depth interview (wawancara), instrumennya

adalah pedoman wawancara terbuka/tidak terstruktur. Bila metode

pengumpulan datanya observasi/pengamatan, instrumennya adalah pedoman

observasi atau pedoman pengamatan terbuka/tidak terstruktur. Begitupun bila

metode pengumpulan datanya adalah dokumentasi, instrumennya adalah

45
format pustaka atau format dokumen.53 Dalam penelitian ini peneliti

menggunakan instrument diantaranya adalah wawancara, observasi, dan

dokumentasi.

1. Wawancara

Wawancara atau interview dapat diartikan sebagai teknik

mengumpulkan data dengan Bahasa lisan baik secara tatap muka ataupun

melalui saluran media tertentu. Wawancara dilakukan terhadap guru setelah

siklus dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh data mengenai

pandangan terhadap pembelajaran. Intrumen wawancara peneliti gunakan

dalam mewawancarai siswa baik sebelum dan sesudah pembelajaran atau

(treatment).

2. Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati

setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya dengan alat

observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau diteliti. Observasi yang

dilakukan peneliti yaitu dengan melakukan metode pengamatan langsung

ketika siswa melakukan pembelajaran atau (treatment) adapun tujunnya adalah

bias menjadi bukti sebagai data yang valid dilapangan dan tidak adanya

manipulasi, data yang didapatkan berupa indek kumulatif kerjasama tim dalam

melakukan permainan tradisional terompah panjang.

Tabel 3.4
Lembar Observasi Kerjsama Tim
53
Ardianto, Alvinaro. (2010). Metode Penelitian Untuk Public Relations Kuantitatif dan
Kualitatif. Bandung: Simbiosa Rekatama [Link] 10
46
SKOR
Pembahasan Indikator Aspek yang di nilai
1 2 3 4
Kerjasama Tanggung jawab
bersama untuk
Tanggung jawab
menyelesaikan setiap
persoalan
Saling Saling berkontribusi
berkontribusi
Menyokong teman
Saling
mendukung yang dalam kesulitan
Menaruh kepercayaan
Mengandalkan
pada teman satu tim
Sikap yang yakin pada
Percaya diri
diri sendiri
Timbal balik dengan
Kemmapuan individu lain dalam
Berinteraksi
satu tim
Dapat mneyesuaikan
Beradaptasi
diri dlaam tim yah
Toleransi pada
Saling
Menghargai perbedaan pendapat
Saling Peduli Bertindak proaktif
Saling Membantu Meringankan beban
dalam kelompok

Tabel 3.5
Lembar Observasi Permainan Terompah Panjang
47
SKOR
Pembahasan Indikator Aspek yang di nilai
1 2 3 4
Permainan Satu regu memiliki
Terompah anggota yang cukup
Tim/Regu
Panjang sesuai dengan jumlah
slop bakiak
Memiliki ketua regu tiap
Ketua regu
tim
Berbaris dari depan ke
belakang dengan ketua
Berbaris
regu di depan dan
berbanjar
anggota berbaris
mengikutinya
Ketua regu memberikan
intruksi ketika berjalan
Komando
agar menyamakan
gerakan
Keseimbangan Seimbang dalam berjalan
di atas bakiak agar tidak
terjatuh ketika
melangkah
Kekompakan Menjaga kekompakan
dalam permaian untuk
menghindari dari terjatuh
ketika melangkah

48
Tabel 3.6
Lembar observasi psikomotorik
(Permainan terompah panjang)

49
Aspek yang di nilai
Nilai
No Nama siswa Keseimbangan Kekompakan Kelincahan SKOR
akhir
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 AI SUYANTI
2 ALDI SAPUTRA
ANISA MITA
3 SARI
BUNGA
4 ALMIDA
5 DWI ARYANI
6 DEWI TRIYANA
7 FAJRI
8 FATMAWATI
9 FATIMAH
10 FUZI AZZAHRA
11 IMANDUR
12 IIS NAWATI
13 KOKOM
14 LEVIYA YASRI
15 MISNA
MUHAMAD
16 ALFIN
MUHAMAD
17 ANDRE
ARIANSYAH
MUHAMAD
18 FARHAN
ROMADHONI
MUHAMMAD
19 NURULLOH
20 NURDIN

3. Dokumentasi

50
Dokumentasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh
data langsung dari tempat penelitian yang meliputi buku, laporan,foto,film
maupun data yang relevan.
Dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Observasi merupakan suatu

kegiatan yang berlangsung secara bersamaan dengan tindakan. Dalam

melakukan observasi peneliti dibantu dengan menggunakan lembar observasi

yang telah disiapkan pada tahap sebelumnya yaitu pada tahap perencanaan.

Adapaun lembah observasi kerjasam siswa yang digunakan, untuk mengetahui

kerjasama siswa dalam pembelajaran PJOK.

F. Teknik analisis data

Analisis data adalah suatu kegiatan untuk meneliti, memeriksa,

mempelajari, membandingkan data yang ada dan membuat interpretasi yang

diperlukan. Selain itu, analisis data dapat digunakan untuk mengidentifikasi

ada tidaknya masalah. Jika ada, masalah tersebut harus dirumuskan dengan

jelas dan benar. Kegunaan analisis data adalah sebagai bahan masukan untuk

21
Wayan Nurkancana dan Sumantana, Evaluasi Pendidikan, (Surabaya: Usaha
Nasional, 1986) Hal 46.

51
pengambilan keputusan, perencanaan, pemantauan, pengawasan,

penyusunan laporan, peningkatan program pendidikan dan

pembinaan sekolah.54 Data yang berhasil dikumpulkan dari

penelitian terdiri dari :

1. Data tentang kegiatan siswa.

2. Data tentang proses kegiatan belajar mengajar

3. Data tentang peningkatan kerjasama tim siswa dengan cara

membandingkan nilai rata-rata siswa dari siklus I dan sikulus II

Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini, didapat melalui

wawancara,observasi dan dokumentasi. Adapun pengolahan data tersebut

yaitu sebagai berikut:

1. Observasi

Dari hasil observasi aktivitas siswa selama kegiatan belajar

mengajar berlangsung, maka penilaian dilihat dari menghitung siswa

mencapai target yang di ingin dicapai dan belum di capai yaitu

sesuai dari keterangan nilai aspek Nilai Tinggi (NT) yaitu mencapai

+>70 dan keterangan nilai aspek Nilai Rendah (NR) mencapai < 65.

54
Slameto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1999), Hal 31.

52
Tabel 3.7
Data Hasil Observasi aktivitas Guru
Siklus I
Aspek yang Skor
No Deskripsi Jumlah
dinilai 1 2 3 4
1 Apersepsi a) Membangkitkan
motivasi siswa
b) Mengembangkan
konsep awal siswa
c) Mengajukan banyak
pertanyaan-pertanyaan
lisan
d) Melakukan Apersepsi
2 Eksplorasi a) Membantu siswa untuk
menggali dan
menemukan konsep
sendiri
b) Guru mempersilahkan
siswa untuk bertanya
c) Memberi pengalaman
dan penjelasan konsep
d) Melakukan tanya
jawab dengan siswa
3 Penjelasan a) Mengorganisasikan
konsep siswa dalam kelompok
b) Membimbing siswa
untuk mencapai tujuan
belajar
c) Memberi penjelasan
materi
4 Pengembangan a) Mengembangkan materi
Aplikasi
b) Menyimpulkan materi
pembelajaran
c) Mengevaluasi hasil
belajar
d) Menggunakan alat
peraga (alat bantu
belajar mengajar)
Jumlah
Rata-Rata
Penguasaan

53
Hasil lembar Data Hasil Observasi aktivitas Guru akan terlihat dari data yang akan

dihitung dengan rumus :

Jumlah skor yang diperoleh


Nilai Akhir = x 100
Skor Tertinggi

Skor yang di peroleh


Nilai Rata- rata =
Jumlah Item Penilaian

Skor rata−rata awal


Convert nilai rata – Rata =
Skor Tertinggi

Jumlah skor yang diperoleh


Penguasaan Kelas = x 100%
Skor Tertinggi

Kriteria Penilaian

0-25% Kurang

26-50% Cukup

51-75% Baik

76-100% Sangat Baik

54
Tabel 3.8
Hasil observasi aktivitas Siswa
Siklus I
INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR Jumla h
N0
1 2 3 4
PENDAHULUAN
1 5 menit sebelum jam pelajaran siswa sudah hadir di
lapangan
2 Siswa baris di lapangan dengan tertib

3 Siswa berdoa dengan seksama

PEMANASAN
4 Siswa melakukan pemanasan dengan bersemangat

Seluruh siswa melakukan pemanasan dalam bentuk


5
permainan
6 Seluruh siswa melakukan stretching

KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN


Siswa mendengarkan guru yang menyampaikan tujuan
7
dalam proses pembelajaran
Siswa melakukan proses pembelajaran sesuai dengan
8
instruksi guru
Siswa melakukan kegiatan pembelajaran dengan
9
gembira dan menyenangkan
Masing-masing siswa melakukan proses pembelajaran
10
dengan tidak terpaksa
Siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaran dengan
11
berkelompok dan dapat menyesuaikan diri.
12 Siswa melakukan latihan kelompok bersama
13 Siswa melakukan evaluasi kerja kelompok
PENDINGINAN/ COOLING DOWN
Siswa melakukan penenangan dalam bentuk permainan
14
yang menggembirakan.
Siswa terlihat termotivasi setelah menerima materi
15
pembelajaran
JUMLAH
RATA-RATA
PRESENTASE KEBERHASILAN

55
Hasil lembar Hasil observasi aktivitas Siswa akan terlihat dari data yang akan

dihitung dengan rumus :

Jumlah skor yang diperoleh


Nilai Akhir = x 100
Skor Tertinggi

Skor yang di peroleh


Nilai Rata- rata =
Jumlah Item Penilaian

Skor rata−rata awal


Convert nilai rata – Rata =
Skor Tertinggi

Jumlah skor yang diperoleh


Presentase = x 100%
Skor Tertinggi

Kriteria Penilaian

0-25% Kurang

26-50% Cukup

51-75% Baik

76-100% Sangat Baik

56
Tabel 3.9
Rekapitulasi Hasil Kerjasama Tim
Siklus I

Pembahas Aspek yang di SKOR


Indikator Jumlah
an nilai
1 2 3 4
Kerjasama Tanggung jawab
Tanggung bersama untuk
jawab menyelesaikan
setiap persoalan
Saling Saling
berkontribusi berkontribusi
Menyokong
Saling
teman yang
mendukung
dalam kesulitan
Menaruh
Mengandalka
kepercayaan pada
n
teman satu tim
Sikap yang yakin
Percaya diri
pada diri sendiri
Timbal balik
Kemmapuan dengan individu
Berinteraksi lain dalam satu
tim
Dapat
mneyesuaikan
Beradaptasi
diri dlaam tim
yah
Toleransi pada
Saling
perbedaan
Menghargai
pendapat
Bertindak
Saling Peduli
proaktif
Saling Meringankan

57
beban dalam
Membantu
kelompok
Jumlah
Rata-rata
Presentase

Hasil lembar Rekapitulasi Hasil Kerjasama Tim akan terlihat dari data yang

akan dihitung dengan rumus :

Jumlah skor yang diperoleh


Nilai Akhir = x 100
Skor Tertinggi

Skor yang di peroleh


Nilai Rata- rata =
Jumlah Item Penilaian

Jumlah skor yang diperoleh


Presentase = x 100%
Skor Tertinggi

Kriteria Penilaian

0-25% Kurang

26-50% Cukup

51-75% Baik

76-100% Sangat Baik

58
2. Wawancara

Tabel 3.10
Transkrip Wawancara Kepala Sekolah
SDN Serang 8
No Pertanyaan Jawaban
1 Sekolah ini menggunakan
kurikilum apa Pak ?
2 Jika boleh tahu apa tujuan dari
pembelajaran PJOK yang
dilaksanakan di sekolah ?
3 Bagaimana gambaran fisik SD
Negeri Serang 8 ?
4 Bagaimana gambaran pelaksanaan
pembelajaran PJOK bagi anak-
anak ?
5 Bagaimana gambaran non fisik SD
Negeri serang 8 ?

Tabel 3.11
Transkrip Wawancara Guru PJOK
SDN Serang 8

No Pertanyaan Jawaban
1 Apa sih yang mendasari perumusan
tujuan saat pembelajaran PJOK
pak ?
2 Kalo rumusan untuk tujuan

59
pembelajaran PJOK gimana pak ?

3 Apa yang menjadi indikator


pembelajaran bahwa tujuan
pembelajaran bisa berhasil ?
4 Program semester apa yang disusun
untuk PJOK ?
5 Sebenarnya apa yang menjadi dasar
penyusunan program semester
untuk PJOK ?

G. Indikator keberhasilan

Adapun indikator keberhasilan dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut :

a. Peningkatan kerjasama dalam permainan tradisional terompah panjang dari

siklus I ke siklus II terjadi peningkatan secara signifikan.

b. Persentase peningkatan dari pra siklus ke siklus I dan Siklus II di atas KKM

60
DAFTAR PUSTAKA

Adi [Link] anatara pemahaman diri dengan sikap saling

menghargai sikap kelas VII SMP terdapat dilink :

[Link] diakses 17

Juli 2022 pukul 9:54 wib.

Ahmad [Link] saling [Link] delink : [Link]

[Link] 17 Juli 2022 pukul 10.00 wib.

Ahmad Juwaini.2018. Arti [Link] online di

[Link] Diakses 20 Maret 2022 pukul 21.53

Wib.

Ahmad Yunus , 1987. Ungkapan Tradisional sebagai sumber informasi

kebudayaan.(Bandung : Pelita Cahaya),h.235.

Aji suwandi. 2010. Definisi kontribusi menurut ahli. Terdapat di link :

[Link] diakses 15 juli 2022

pukul 23:17 wib.


61
Andika.2015. Cara memainkan bakiak. Terdapat di link :

[Link]

[Link] pada 15 Juni 2022

pukul 0.35 Wib.

[Link] kebugaran jasmani bagi tubuh kita. Tersedia online di link

[Link]

(2021). Diakses pada 22 maret 2022 pukul 21.03 Wib.

Apaini.2015. Sejarah permainan terompah panjang. Terdapat di link :

[Link]

Terompah-Panjang. Diakses 15 Juni 2022 pukul 0.23 Wib.

Asis [Link] Efektif. (Bandung : PT Remaja

Rosdakarya).hh.8-9

62
LAMPIRAN

63
LEMBAR OBSERVASI SISWA

Observasi terhadap Aktivitas siswa pada Pra siklus

Nama :
Kelas/semester : V/2
Tahun ajaran :2021/2022

INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR Jumla h


N0
1 2 3 4
PENDAHULUAN
1
5 menit sebelum jam pelajaran siswa sudah hadir di √ 1
lapangan
2 Siswa baris di lapangan dengan tertib √ 2
3 Siswa berdoa dengan seksama √ 2
PEMANASAN
4 Siswa melakukan pemanasan dengan bersemangat √ 1

5
Seluruh siswa melakukan pemanasan dalam bentuk √ 2
permainan
6 Seluruh siswa melakukan stretching √ 2
KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN
7
Siswa mendengarkan guru yang menyampaikan tujuan √ 2
dalam proses pembelajaran
8
Siswa melakukan proses pembelajaran sesuai dengan √ 2
instruksi guru
9
Siswa melakukan kegiatan pembelajaran dengan √ 2
gembira dan menyenangkan

64
10
Masing-masing siswa melakukan proses pembelajaran √ 2
dengan tidak terpaksa
11
Siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaran dengan √ 2
berkelompok dan dapat menyesuaikan diri.
12 Siswa melakukan latihan kelompok bersama √ 1
13 Siswa melakukan evaluasi kerja kelompok √ 1
PENDINGINAN/ COOLING DOWN
14
Siswa melakukan penenangan dalam bentuk permainan √ 2
yang menggembirakan.
15
Siswa terlihat termotivasi setelah menerima materi √ 2
pembelajaran
JUMLAH 26
RATA-RATA 1,7

65
LEMBAR OBSERVASI SISWA

Observasi terhadap Kerjasama siswa pada pra siklus

Nama :
Kelas/semester : V/2
Tahun ajaran :2021/2022

SKOR Jumla h
No 1 2 3 4
Kesiapan Belajar
1 Berdoa sebelum pelajaran di mulai √ 2

2 Mempersiapkan diri dengan datang sebelum pelajaran di √ 2


mulai
3 Mempersiapkan alat tulis dan perlengkapan belajarsebelum √ 2
pelajaran dimulai
Kerjasama siswa dalam kelas
4 Tanggung jawab secara bersama-sama dalam mengerjakan √ 2
pekerjaan
5 Saling memberikan masukan / kontribusi √ 2

6 Pengerahan kemampuan secara maksimal √ 2

7 Membina dan mempertahankan hubungan dengan teman √ 2

8 Mengahadapi masalah secara bersama-sama √ 1

Interaksi siswa dengan guru


9 Mengajukan pertanyaan kepada guru jika ada yang tidak √ 1
paham
10 Menjawab pertanyaan guru tanpa di suruh √ 1

Interaksi antar sesama siswa


11 Aktif menyampaikan pendapat √ 2

12 Menerima pendapat teman dengan lapang dada √ 2

13 Melakukan kerjasama dengan kelompok √ 2

23
Jumlah
1,7
Rata – Rata

66
LEMBAR OBSERVASI

Hasil observasi pada siklus I

Pem
SKOR
baha Indikator Aspek yang di nilai Jumlah
san
1 2 3 4
Tanggung jawab
Tanggung bersama untuk
jawab menyelesaikan setiap
persoalan
Saling
berkontribu Saling berkontribusi
si
Saling Menyokong teman yang
mendukung dalam kesulitan
Mengandalk Menaruh kepercayaan
an pada teman satu tim
Kerja Sikap yang yakin pada
Percaya diri
sama diri sendiri
Kemmapua Timbal balik dengan
n individu lain dalam satu
Berinteraksi tim
Dapat mneyesuaikan
Beradaptasi
diri dlaam tim yah
Saling Toleransi pada
Menghargai perbedaan pendapat
Saling
Bertindak proaktif
Peduli
Saling Meringankan beban
Membantu dalam kelompok
Jumlah
Rata-rata

67
LEMBAR OBSERVASI

Hasil observasi pada siklus II

SKOR
Pembahasan Indikator Aspek yang di nilai Jumlah
1 2 3 4

Kerjasama Tanggung jawab

Tanggung bersama untuk

jawab menyelesaikan setiap

persoalan

Saling
Saling berkontribusi
berkontribusi

Saling Menyokong teman yang

mendukung dalam kesulitan

Menaruh kepercayaan
Mengandalkan
pada teman satu tim

Sikap yang yakin pada


Percaya diri
diri sendiri

Timbal balik dengan


Kemmapuan
individu lain dalam satu
Berinteraksi
tim

Beradaptasi Dapat menyesuaikan

68
diri dlaam tim yah

Saling Toleransi pada

Menghargai perbedaan pendapat

Saling Peduli Bertindak proaktif

Saling Meringankan beban

Membantu dalam kelompok

Jumlah

Rata-rata

PEDOMAN PENILAIAN OBSERVASI

Jumlah skor perolehan


Nilai Akhir = x 100
skor maksial

Keterangan :
Skor 1 : Kurang
Skor 2 : Cukup
Skor 3 : Baik
Skor 4 : Sangat Baik

KUALIFIKASI :
A = 86 – 100 : Sangat Baik
B = 76 – 85 : Baik
C = 66 – 75 : Cukup
D = 56 – 65 : Kurang
E = < 56 : Sangat kurang

KISI-KISI PEDOMAN WAWANCARA


69
No Informan/sumber Aspek yang ditanyakan
data

Rumusan masalah, penentuan


program semester, penyusunan
satuan pelajaran, membuka
pelajaran, penyampaian materi,
1 Guru penjas penggunaan metode mengajar,
penggunaan media, pengelolaan
kelas, menutup pembelajaran, dan
evaluasi atau penilaian proses
pembelajaran penjas.

Gambaran fisik sekolah, gambaran


non-fisik sekolah, kurikulum yang
digunakan, tujuan pembelajaran
2 Kepala sekolah penjas, gambaran pelaksanaan
pembelajaran penjas untuk anak.

70
TRANSKRIP WAWANCARA KEPALA SEKOLAH
No Pertanyaan Jawaban

1 Sekolah ini menggunakan Kurikulum yang kami gunakan yaitu

kurikilum apa Pak ? K13

2 Jika boleh tahu apa tujuan dari Ya membantu anak agar bisa kreatif,

pembelajaran PJOK yang sennag gembira dalam pembelajaran

dilaksanakan di sekolah ? dan menyehatkan kebugaram

jasmani

3 Bagaimana gambaran fisik SD Sekolah ini hanya sekolah kecil satu

Negeri Serang 8 ? paralel, ya ada ruang kelas, kantor,

musola, ruang baca, WC dsb.

4 Bagaimana gambaran pelaksanaan Kalo itu gurunya harus sabar, materi

pembelajaran PJOK bagi anak- harus di kemas menyenangkan jika

anak ? agar anak mudah menerima

pelajaran.

5 Bagaimana gambaran non fisik SD Ada guru, siswa, kurikulum, berkas-

Negeri serang 8 ? berkas yah itu kan hal yang lumpah

yang setiap ada di sekolah.

SDN Serang 8

71
TRANSKRIP WAWANCARA GURU PJOK
SDN Serang 8

No Pertanyaan Jawaban

1 Apa sih yang mendasari perumusan Yang mendasari rumusan

tujuan saat pembelajaran PJOK pembelajaran yah mungkin RPP tapi

pak ? biasanya untuk meningkatkan

kebugaran padaa anak, jika lebih

khusus seperti melatih sikap anak

menjadi lebih baik untuk

membudayakan kesehatan mereka.

2 Kalo rumusan untuk tujuan Yaitu untuk meningkatkan kondisi

pembelajaran PJOK gimana pak ? keadaan kebugaran agar badan sehat

sesuai dengan tujuan dari

pembelajaran PJOK

3 Apa yang menjadi indikator Berhasil itu jika anak mengalami

pembelajaran bahwa tujuan perubahan dari yang tidak bisa

pembelajaran bisa berhasil ? menjadi bisa sesuai dengan capaian

dari tujuan pembelajaran.

4 Program semester apa yang disusun Program PJOK itu sama dengan

untuk PJOK ? program yang lain yaitu tujuan yah

meningkatkan kemampuan anak jka

72
bertanya promes yah panjang saya

jabarkan bu

5 Sebenarnya apa yang menjadi dasar Hanya jika ada program yang belum

penyusunan program semester tuntas maka diulang, jika tuntas

untuk PJOK ? maka lanjut ke bab selanjutnya bu.

73
DOKUMENTASI

Gambar 1.
Siswa melakukan pembelajaran di dalam kelas sebelum praktik ke lapangan

Gambar 2.
Demontrasi menegnai permainan Bakiak

74
Gambar 3. Persiapan praktik permainan bakiak di lapangan

Gambar 4. Simulasi permainan bakian di lapangan sekolah

Gambar 4. Simulasi permainan bakian di lapangan sekolah

75
Gambar 5. Melatih kerjasama siswa dalam tim

Gambar 6. Pembagian pemenang setelah selesai

76

Anda mungkin juga menyukai