Budidaya Pembenihan Ikan Hias: Peluang Usaha
Budidaya Pembenihan Ikan Hias: Peluang Usaha
KEWIRAUSAHAAN
Disusun oleh :
Kelas : X.5
Puji syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya sehingga Makalah Wirausaha Budidaya Pembenihan Ikan Hias ini dapat
diselesaikan dengan baik. Tidak lupa shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada
Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya.
Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan Makalah Prakarya dan Kewirausahaan yang berjudul Makalah Wirausaha
Budidaya Pembenihan Ikan Hias ini. Dan kami juga menyadari pentingnya akan sumber
bacaan dan referensi internet yang telah membantu dalam memberikan informasi yang akan
menjadi bahan makalah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah memberikan arahan serta bimbingannya selama ini sehingga penyusunan makalah dapat
dibuat dengan sebaik-baiknya. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan
Makalah Wirausaha Budidaya Pembenihan Ikan Hias ini sehingga kami mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini.
Kami mohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT, dan
kekurangan pasti milik kita sebagai manusia. Semoga Makalah Wirausaha Budidaya
Pembenihan Ikan Hias ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya.
PENYUSUNAN
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah......................................................................................................................1
C. Tujuan........................................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................................................3
A. Perencanaan Usaha....................................................................................................................3
1. Ide dan Peluang Usaha Pembenihan Ikan Hias.................................................................3
2. Sumber Daya yang Dibutuhkan dalam Pembenihan Ikan Hias.........................................3
3. Perencanaan usaha Pembenihan Ikan Hias.......................................................................3
4. Kebutuhan Pasar Terhadap Benih Ikan Hias.....................................................................4
B. Penerapan Sistem Pembenihan Ikan Hias Berdasarkan Daya Dukung Daerah...........................4
1. Aneka Produk Ikan Hiasa.................................................................................................4
2. Manfaat Ikan Hias.............................................................................................................6
3. Perencanaan Produksi.......................................................................................................6
4. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan.....................................................................................6
5. Proses Produksi Ikan Hias................................................................................................7
6. Pemeriksaan Kualitas Hasil Produksi Ikan Hias.............................................................10
7. Pengemasan Produk Ikan Hias........................................................................................11
C. Menghitung Titik Impas Usaha Pembenihan Ikan Hias............................................................13
1. Analisis Titik Impas........................................................................................................13
2. Menghitung Titik Impas.................................................................................................14
D. Promosi Produk Hasil Usaha Pembenihan Ikan Hias...............................................................14
1. Pengertian Promosi.........................................................................................................14
2. Tujuan Strategi Promosi Penjualan.................................................................................15
3. Fungsi Strategi Promosi Penjualan.................................................................................15
4. Kegiatan Promosi Penjualan...........................................................................................16
E. Laporan Kegiatan Usaha Pembenihan Ikan Hias......................................................................17
1. Pengertian Laporan Kegiatan Usaha Pembenihan Ikan Hias..........................................17
2. Menganalisis Laporan Kegiatan Usaha Pembenihan Ikan Hias......................................18
3. Membuat Laporan Kegiatan Usaha Budidaya Ikan Hias.................................................18
BAB III PENUTUP.................................................................................................................................19
A. Kesimpulan..............................................................................................................................19
ii
B. Saran........................................................................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................................20
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permintaan ikan hias setiap tahun meningkat, tetapi produksi benih ikan hias belum terpenuhi.
Pasar ekspor ikan hias di dunia sangat luas, namun jika hanya mengandalkan tangkapan alam
tidak mungkin memenuhi permintaan pasar, apalagi perdagangan ikan hias tangkapan alam
sudah dilarang. Indonesia termasuk dalam lima besar negara-negara pengekspor ikan hias
bersama dengan Ceko, Thailand, Jepang, dan Singapura. Khusus untuk Singapura, sebagian
besar ikan hias asal negeri ini dipasok dari Indonesia.
Indonesia memiliki 700 spesies ikan hias air laut dan 200 spesies di antaranya sudah
diperdagangkan. Pangsa pasar ikan hias Indonesia secara global mencapai 20 persen. Dari
jumlah itu, 95 persen masih ditangkap dari laut lepas dan hanya 5 persen yang dibudidayakan,
sedangkan jumlah spesies ikan hias air tawar Indonesia mencapai 450 spesies dari 1.100 spesies
yang diperdagangkan secara global. Namun, baru sekitar 90 jenis yang dibudidayakan secara
meluas di masyarakat.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas di dalam makalah
tentang Kewirausahaan Wirausaha Budidaya Pembenihan Ikan Hias ini adalah sebagai berikut:
1
Menyatakan pendapat tentang keragaman sumber daya perikanan di Indonesia khususnya ikan
asli Indonesia (endemik), sebagai ungkapan rasa bangga dan wujud rasa syukur kepada tuhan
serta bangsa Indonesia.
Mengidentifikasi jenis-jenis, sarana produksi, dan teknik budidaya ikan hias khususnya
pembenihan ikan hias yang ada di wilayah setempat berdasarkan rasa ingin tahu dan peduli
lingkungan.
Merancang kegiatan budidaya ikan hias, berdasarkan orisinalitas ide yang jujur dari diri sendiri.
Menumbuhkan sikap kewirausahaan (enterpreneurship) dalam bidang budidaya pembenihan ikan
hias. Membuat, menguji dan mempresentasikan usaha pembenihan ikan hias sebagai peluang
usaha dalam berwirausaha di wilayah setempat berdasarkan teknik dan prosedur yang tepat
dengan disiplin dan tanggung jawab.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perencanaan Usaha
Pembenihan Ikan Hias
1. Ide dan Peluang Usaha Pembenihan Ikan Hias
Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan peluang usaha ikan hias yaitu melalui usaha
budidaya ikan hias, namun tidak mudah menghasilkan ikan hias yang memiliki kualitas ekspor.
Beberapa jenis ikan hias sudah dapat dibudidayakan di Indonesia, di antaranya: arwana
(Scleropages sp.), koi (Cyprinus carpio), cupang (Betta sp.), dan mas koki (Carrasius auratus).
2. Sumber Daya yang Dibutuhkan dalam Pembenihan Ikan Hias
Sumber daya yang paling penting dalam usaha pembenihan ikan hias adalah sumber daya
manusia (tenaga kerja) dan bahan berupa induk ikan hias. Hal tersebut dikarenakan belum
banyak petani ikan yang mampu membenihkan ikan hias. Perlu keahlian khusus untuk dapat
memijahkan ikan hias, apalagi yang berukuran sangat kecil. Oleh sebab itu, untuk melakukan
usaha pembenihan ikan hias maka harus tersedia tenaga kerja yang berpengalaman dalam
melakukan pembenihan ikan khususnya ikan hias.
Selain tenaga kerja, aspek bahan (indukan ikan hias) merupakan salah satu aspek yang perlu
diperhatikan dalam usaha pembenihan ikan hias. Indukan ikan hias masih diambil dari alam.
Informasi mengenai tingkat kematangan gonad beberapa ikan hias masih sangat minim. Jadi,
untuk melakukan usaha pembenihan ikan hias yang perlu diperhatikan yaitu pemilihan jenis ikan
hias serta ketersediaan indukan ikan dan informasi mengenai tingkat kematangan gonad dan
sistem reproduksinya.
3. Perencanaan usaha Pembenihan Ikan Hias
Perencanaan usaha pembenihan ikan hias pada umumnya sama dengan perencanaan usaha yang
lainnya. Untuk membuat usaha yang utama yaitu harus memiliki nama perusahaan (badan
usaha), lokasi, komoditas yang akan dipasarkan, konsumen (pangsa pasar), partner kerja,
personil, dan modal usaha. Dalam merencanakan usaha pembenihan yang harus diperhatikan
secara detail adalah menetapkan jadwal dan jangka waktu pelaksanaan pembenihan.
3
4. Kebutuhan Pasar Terhadap Benih Ikan Hias
Di tahun 2015-an, prospek ikan hias tetap cerah. Karena harga jual ikan hias air tawar maupun
ikan hias air laut lebih stabil. Bahkan jika ada ikan hias yang warnanya bagus akan dijual dengan
harga yang tinggi. Saat ini pendapatan per kapita per tahun untuk ikan hias di Indonesia
mencapai Rp50 juta. Adapun, produksi ikan hias di Indonesia setiap tahunnya mengalami
peningkatan. Tercatat pada 2013 produksi ikan hias mencapai 1.040 juta ekor atau meningkat
dari 2012 sebesar 938 juta ekor
Oleh sebab itu, usaha pembenihan ikan hias dibutuhkan karena produksi ikan hias sebagian besar
masih berasal dari alam dan belum banyak petani ikan yang mampu melakukan pembenihan ikan
hias.
4
Komoditas ikan hias air tawar merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak diminati
masyarakat. Salah satu komoditas unggulan yang hingga saat ini banyak diminati adalah koi
(Cyprinus carpio). Koi merupakan spesies asli Kerajaan Persia, namun berkembang pesat di
Jepang dan Cina. Koi memiliki ciri khas warna yang menarik serta variasi jenis yang beraneka
ragam. Secara garis besar, koi diklasifikasikan dalam 13 kategori yaitu kohaku, sanke, showa,
bekko, utsurimono, asagi, shusui, tancho, hikari, koromo, ogon, kinginrin, dan kawarimono. Koi
termasuk jenis ikan hias air tawar bernilai ekonomis tinggi, baik di pasaran nasional maupun
internasional.
Benih koi memiliki nilai jual yang tinggi, bervariasi tergantung dari jenis, warna, dan ukuran
ikan tersebut. Harga benih koi di pasaran dijual dengan harga Rp 1000/ekor untuk ukuran 5-7
cm, Rp 300/ekor untuk ukuran 1-3 cm.
c. Maskoki (Carrasius auratus)
Maskoki merupakan jenis ikan air tawar yang hidup di perairan dangkal yang mengalir tenang.
Maskoki memiliki tubuh yang bulat, matanya lebar, kepala lancip, ukuran mulutnya sedang,
memiliki lembaran insang, dan memiliki sirip ekor panjang dan lebar tanpa belahan.
Maskoki merupakan salah satu ikan hias populer dan banyak penggemarnya. Kelebihan adalah
strainnya tidak mirip dengan aslinya. Benih maskoki memiliki nilai jual yang relatif tinggi.
Harga benih di pasaran sangat bervariasi tergantung dari jenis, warna, dan ukuran ikan tersebut.
d. Cupang (Betta sp.)
Cupang adalah ikan air tawar yang habitat asalnya berasal dari beberapa negara Asia Tenggara
(Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam). Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang
unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan
cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, aduan, dan liar. Di Indonesia
terdapat cupang asli, salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di Pampang,
Kalimantan Timur. Cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama,
jika ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara
(aerator), masih dapat bertahan hidup. Cupang jarang sekali dijual dalam ukuran benih, biasanya
dijual dengan ukuran relatif besar yaitu antara 7-9 cm. Harga ikan cupang Rp 5.000- 10.000
tergantung, dari jenis dan kualitas ikan.
5
2. Manfaat Ikan Hias
Banyak diketahui manfaat memelihara ikan hias, baik di dalam kolam maupun akuarium. Salah
satu manfaat memelihara ikan hias yang dirasakan setelah menjalani rutinitas kerja yang
menguras tenaga serta pikiran yaitu mengurangi stres dan keletihan. Cukup meluangkan waktu
beberapa menit untuk duduk di depan kolam, rasa stres dan lelah akan hilang. Dalam ilmu
fengsui, kolam ikan hias di rumah membawa hoki bagi penghuni rumah. Ikan dipercaya dapat
mengusir stres, seperti koi dinilai dapat mengusir Chi (pengaruh) buruk yang berada di dalam
rumah.
3. Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi yang dilakukan dalam usaha pembenihan ikan hias di antaranya:
6
5. Proses Produksi Ikan Hias
Menurut Effendi (2004), kegiatan pembenihan meliputi persiapan sarana dan prasarana,
pemeliharaan induk, pemijahan induk, penetasan telur, pemeliharaan larva dan benih. Berikut
merupakan diagram alir proses produksi pembenihan ikan konsumsi mulai dari persiapan sarana
dan prasarana sampai pemeliharaan larva dan benih.
a. Persiapan Sarana dan Prasarana (Media Pemijahan Indukan)
Dalam pemijahan indukan ikan, langkah utama yang harus dilakukan adalah siapkan media
pemeliharaan. Media pemeliharaan yang biasa digunakan dalam pemijahan ikan cupang adalah
baskom (bak plastik), akuarium, bahkan botol bekas. Media yang biasa digunakan untuk
pemijahan ikan cupang adalah akuarium. Akuarium yang digunakan diisi dengan air yang sudah
diendapkan minimal 2 hari degan ketinggian sekitar 8-12 cm. Kemudian akuarium diisi dengan
tanaman air seperti eceng gondok, daun ketapang, atau tanaman lainnya. Fungsi pemberian
tanaman air yaitu untuk menampung busa yang dikeluarkan pejantan agar tidak mudah hancur.
b. Pemeliharaan Induk
Pemeliharaan induk bertujuan untuk menumbuhkan dan mematangkan gonad (sel telur dan
sperma). Penumbuhan dan pematangan ikan dapat dipacu melalui pendekatan lingkungan, pakan
serta hormonal. Pada pendekatan lingkungan media hidup dibuat seoptimal mungkin sehingga
nafsu makan meningkat di dalam wadah pemeliharaan. Syarat induk cupang untuk budidaya di
antaranya:
7
buatan, pembuahan telur oleh sperma dilakukan dengan bantuan manusia. Telur dipaksa keluar
dari tubuh induk betina setelah melalui proses perangsangan dengan cara mengatur lingkungan
dan pemberian hormon. Proses pemijahan ikan cupang dilakukan dengan cara:
8
Penetasan telur bertujuan untuk mendapatkan larva, untuk itu telur hasil pemijahan diambil dari
bak pemijahan kemudian diinkubasikan dalam media penetasan dalam wadah khusus (wadah
penetasan) yang berbentuk bak, tangki, akuarium, kolam atau ember besar. Telur ikan cupang
yang berhasil difertilisasi biasanya akan menetas dalam waktu 36 – 48 jam. Telur mulai pecah
dan akan menghasilkan burayak-burayak yang baru berumur 1 hari. Induk ikan jantan jangan
diangkat terlebih dahulu sebelum burayak (larva) dapat berenang secara bebas. Burayak cupang
biasanya sering sekali terjatuh ke dasar permukaan dan tidak bisa mengambil udara di atas.
Induk jantan akan membantu burayak untuk naik ke atas. Burayak hanya terlihat seperti titik
hitam kecil yang hanya berenang naik dan turun.
Produk yang akan di hasilkan harus yang memungkinkan disenangi dan sesuai dengan selera
konsumen.
Persyaratan produk yang akan dihasilkan harus sesuai dengan mutu produk yang dinginkan
konsumen.
Pengendalian kualitas proses produksi merupakan usaha mempertahankan dan memperbaiki
kualitas produk. Pengendalian kualitas bertujuan agar hasil atau produk sesuai dengan spesifikasi
9
yang direncanakan (memuaskan konsumen). Pengendalian kualitas dapat dilakukan melalui 3
(tiga) tahap, yaitu:
a. Bagian Pemasaran
Mengadakan penilaian-penilaian tingkat kualitas yang dikehendaki oleh para konsumen.
b. Bagian Perencanaan
Merencanakan model produk sesuai dengan spesifikasi yang disampaikan oleh bagian
pemasaran.
10
a. Diberokkan
Berbeda dengan pengiriman produk ikan yang mati, dalam pengiriman ikan hias, selain harus
tepat waktu ikan juga harus tetap hidup dan sehat sampai tujuan. Prinsipnya ada 2 kegiatan
dalam pengiriman ikan hias yaitu pengemasan dan pemberangkatan. Keduanya harus dilakukan
dengan cepat dan tepat, sesuai dengan syarat pengiriman ikan.
Untuk memperlancar pengiriman, sebelum pengemasan dilakukan, ikan harus sudah diseleksi
lebih dahulu. Seleksinya meliputi jenis, ukuran, dan kesehatan ikan. Sehingga ikan yang dikirim
benar – benar hanya ikan yang sejenis, seragam, dan sehat sesuai permintaan pembeli. Selain
seleksi, satu kegiatan penting yang harus dilakukan sebelum ikan dikemas adalah memberokkan
ikan. Pemberokkan adalah suatu perlakuan untuk mengistirahatkan ikan setelah mendapat
penanganan tertentu di tempat pemeliharaan agar ikan kondisinya lebih baik, dan tidak stres
selama di perjalanan (minimum bisa dikurangi).
Pemberokkan dilakukan dalam air bersih yang sudah disterilkan, selama 2-3 hari. Selama
pemberokkan ikan tidak diberi pakan, namun kondisi kesehatan ikan tetap terus dijaga.
Kandungan oksigen (O2) dalam air harus cukup, sebaiknya tidak kurang dari 8 ppm, dan
kandungan amoniak (NH4) tidak melebihi 0,1 ppm. Bersamaan dengan pemberokkan dilakukan
juga seleksi kesehatan, serta penghitungan jumlah ikan. Ikan sehat, dan normal siap dikirim.
Air yang dimasukkan dalam kantong plastik harus steril dan sudah difiltrasi terlebih dahulu.
Setelah kantong plastik diisi air maka ikan dimasukkan ke dalamnya. Berat dan jumlah ikan yang
11
dimasukkan sebaiknya sama perbandingannya dengan berat dan volume air. Cara menghitung
perbandingannya dapat dilakukan dengan menimbang atau menghitung jumlah ikan. Baru
kemudian, sisa isi kantong plastik diisi oksigen, dan diikat kuat agar oksigen tidak keluar atau
bocor. Sebelum ditransportasikan agar lebih aman, plastik berisi ikan dikemas terlebih dahulu
dengan menggunakan karton. Karton yang digunakan harus kuat sehingga tidak mudah rusak
saat penanganan dan selama dalam perjalanan.
c. Pengangkutan
Dalam pengangkutannya selain keselamatan, tepat waktu perlu juga diperhatikan. Untuk itu alat
transportasi yang digunakan perlu dipertimbangkan. Pengangkutan dapat melalui darat, dapat
juga melalui air, atau udara disesuaikan dengan jarak, dan kemudahan pengiriman. Untuk
pengiriman berjarak tempuh kurang dari 24 jam, dan dapat dilalui mobil, pengirimannya dapat
melalui darat. Sedangkan untuk daerah dengan jarak pengiriman lebih dari 24 jam, dapat
menggunakan pesawat terbang. Namun apabila daerah pengiriman tidak mungkin melalui darat
dan udara, maka pengirimannya bisa melalui air menggunakan kapal.
Selain alat transportasi, lamanya perjalanan juga harus diketahui secara tepat. Jika hal ini tidak
diketahui secara tepat, maka sulit memperkirakan perbandingan jumlah oksigen yang harus
diberikan, akibatnya juga membahayakan keselamatan ikan yang dikirim. Namun apabila semua
persyaratan pengiriman sudah diperhitungkan dengan baik, maka keberhasilan pengiriman ikan
hias ini pasti didapat.
12
Analisis BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal atau investasi
usaha dan mengetahui produksi minimal usaha yang menghasilkan atau menjual produknya agar
tidak menderita kerugian. Analisis BEP sangat penting saat membuat usaha agar tidak
mengalami kerugian. Secara umum manfaat BEP sebagai berikut:
Suatu usaha dikatakan layak, jika nilai BEP produksi lebih besar dari jumlah unit yang sedang
diproduksi saat ini dan BEP harga harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini. BEP
produksi dan harga dapat dihitung dengan rumus berikut:
13
D. Promosi Produk Hasil Usaha Pembenihan Ikan Hias
1. Pengertian Promosi
Promosi merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang penting bagi perusahaan dalam upaya
mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan serta meningkatkan kualitas penjualan untuk
meningkatkan kegiatan pemasaran dalam hal memasarkan barang atau jasa dari suatu
perusahaan.
Berbagai macam strategi promosi pun dilakukan para pelaku usaha untuk menarik minat calon
konsumennya dan meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap brand image produknya. Misalnya
saja promosi besar-besaran melalui potongan harga (diskon khusus), memberikan sampel gratis
untuk produk-produk terbaru, atau sekedar memberikan pelayanan khusus bagi para konsumen
yang membeli produk dalam jumlah yang cukup banyak. Anda bisa menggunakan salah satu
strategi tersebut untuk memanjakan para konsumen dan meningkatkan omset penjualan setiap
bulannya.
14
memperoleh informasi akurat dari para konsumen, mengenai respons produk yang kita tawarkan.
Berikut beberapa manfaat lain dari adanya kegiatan promosi:
15
mendapatkan konsumen tetap. Cara lainnya adalah dengan melakukan usaha budidaya ikan hias
dengan sistem plasma. Selain itu juga dengan membentuk kelompok atau asosiasi yang saling
menguntungkan antara sesama anggotanya.
Pembudidaya juga harus mempunyai pengepul tetap yang selalu siap menampung hasil usaha.
Para pembudidaya harus aktif mencari konsumen secara langsung baik melalui hubungan
langsung ataupun melalui media komunikasi seperti telepon dan internet. Konsultasi dan
koordinasi dengan pemerintah sangat penting dilakukan untuk mencari terobosan dalam bidang
pemasaran. Budidaya ikan hias merupakan suatu komoditi yang dapat dikembangkan sebagai
sumber mata pencaharian karena modal yang diperlukan kecil, dapat memanfaatkan lahan yang
sangat terbatas dan waktu yang relatif singkat serta cara budidaya yang mudah.
Laporan adalah segala sesuatu, baik itu peristiwa ataupun kegiatan yang dilaporkan dan dapat
berbentuk lisan ataupun tertulis berdasarkan fakta atau peristiwa yang terjadi. Laporan memiliki
berbagai jenis, seperti laporan perjalanan, laporan penelitian, dan laporan perjalanan. Pada
hakikatnya, laporan perjalanan adalah cerita tentang perjalanan yang kita lakukan dan termasuk
laporan nonformal karena tidak menggunakan sistematika standar laporan resmi. Laporan
kegiatan makanan khas daerah dibuat dalam bentuk proposal. Proposal ini yang dibuat
bermanfaat untuk:
Membantu wirausaha untuk mengembang kan usaha dan menguji strategi dan hasil yang di harap
kan dari sudut pandang pihak lain (investor).
Membantu wirausaha untuk berpikir kritis dan obyektif atas bidang usaha yang akan dijalankan
16
Sebagai alat komunikasi dalam memaparkan dan meyakinkan gagasan kepada pihak lain.
Membantu meningkat kan keberhasilan para wirausaha.
2. Menganalisis Laporan Kegiatan Usaha Pembenihan Ikan Hias
Laporan adalah alat pemberitahuan atau pertanggungjawaban dari suatu tim kerja yang disusun
secara lengkap, sistematis, dan kronologis. Laporan merupakan suatu keterangan mengenai suatu
peristiwa atau perihal yang ditulis berdasarkan berbagai data, fakta, dan keterangan yang
melingkupi peristiwa atau perihal tersebut. Laporan mengenai peristiwa atau perihal yang
bersifat penting atau resmi biasanya disampaikan dalam bentuk tulisan. Dalam menganalisis
laporan yang perlu diperhatikan hal-hal berikut.
Menyimak laporan dengan saksama, sehingga dapat menangkap informasi yang disampaikan
secara utuh dan lengkap serta terperinci.
Memahami isi laporan dari bentuk, isi, maupun kebahasaan.
Menguraikan secara detail atau rinci pokok-pokok isi laporan.
Melakukan pengecekan terhadap setiap hal yang dilaporkan secara detail dan cermat.
Tidak mencampuradukkan antara fakta (yang bersifat objektif) dan opini atau pendapat (yang
cenderung bersifat subjektif).
Melakukan kajian terhadap kebenaran atau ketepatan hasil laporan tersebut.
Memberikan suatu pandangan atau pendapat terhadap laporan berdasarkan suatu teori atau
definisi (referensi).
3. Membuat Laporan Kegiatan Usaha Budidaya Ikan Hias
Proposal usaha merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausahawan untuk
mengembangkan semua unsur yang relevan, sehingga orang luas tertarik untuk menjalin kerja
sama.
17
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Permintaan ikan hias setiap tahun meningkat, tetapi produksi benih ikan hias belum terpenuhi.
Pasar ekspor ikan hias di dunia sangat luas, namun jika hanya mengandalkan tangkapan alam
tidak mungkin memenuhi permintaan pasar, apalagi perdagangan ikan hias tangkapan alam
sudah dilarang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui usaha budidaya ikan hias,
namun tidak mudah menghasilkan ikan hias yang memiliki kualitas ekspor. Beberapa jenis ikan
hias sudah dapat dibudidayakan di Indonesia, di antaranya: arwana (Scleropages sp.), koi
(Cyprinus carpio), cupang (Betta sp.), dan mas koki (Carrasius auratus).
Sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat usaha pembenihan Ikan Hias tidak jauh berbeda
dengan usaha pembenihan ikan pada umumnya, yaitu dari aspek manusia (tenaga kerja), uang
berupa modal usaha, material atau bahan (seperti pakan, induk ikan, dll), mesin atau peralatan
berupa media hidup ikan, sistem kerja, dan pemasaran.
B. Saran
Selain perhitungan dan asumsi inti kegiatan pembenihan, untuk menghitung pembiayaan
keseluruhan usaha budidaya ikan cupang masih ada aspek yang harus diperhatikan seperti aspek-
aspek kegiatan pemeliharaan induk yang bertujuan menghasilkan induk matang gonad yang
berkualitas bagi kegiatan pembenihan, selain itu masih ada kegiatan pendederan dan pembesaran
yang memiliki pasar yang lebih luas lagi.
18
DAFTAR PUSTAKA
Bank Indonesia. 2010. Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK) Pembenihan Ikan Cupang. Jakarta:
Direktorat Kredit, BPR dan UMKM, Biro Pengembangan BPR dan UMKM, Bank Indonesia.
Bappenas. 2000. Budidaya Ikan Gurami. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan.
Jakarta: Bappenas.
Bappenas. 2000. Budidaya Ikan Cupang. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan.
Jakarta: Bappenas.
Chobiyah I. 2001. Pembesaran Ikan Bawal Air Tawar. Magelang: Balai Informasi Penyuluh
Pertanian.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan.
Yogyakarta: Kanisius.
Gusrina. 2008. Budidaya Ikan Untuk Sekolah Menegah Kejuruan Jilid 1. Jakarta: Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ratannanda R., I. Febriya, H. A. Priatna. 2011. Akuakultur Berbasis Trofik Level: Budidaya
Ikan Cupang dan Nila dengan Sistem Bejana Berhubungan. Program Kreativitas Mahasiswa.
Bogor: Institut Pertanian Bogor.
19