C.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Alur tujuan pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun
secara logis menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase dan
disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan
dari hari ke hari.
Perumusan dan penyusunan Alur dan Tujuan Pembelajaran berfungsi untuk
mengarahkan guru dalam merencanakan, mengimplementasi dan mengevaluasi
pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara
sistematis, konsisten, terarah dan terukur.
Meskipun Pemerintah sudah menyediakan beberapa set alur tujuan pembelajaran
sebagai contoh pengembangan kurikulum yang siap digunakan satuan pendidikan,
Guru berhak untuk menyusun alur pembelajaran masing-masing sesuai dengan
kondisi di kelasnya.
Penggunaan kata kerja operasional dalam rumusan tujuan pembelajaran
memfasilitasi guru dalam mengidentifikasi indikator atau kegiatan/aktivitas
pembelajaran yang tentunya sangat terkait dengan pemilihan materi ajar dan jenis
evaluasi pembelajaran baik formatif maupun sumatif.
PRINSIP PENYUSUNAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Sederhana dan Informatif
Perumusan ATP dipahami oleh penulis sendiri maupun pengguna/pembaca. Hal ini
dapat dilakukan dengan menggunakan istilah atau terminologi yang umum dan tidak
bermakna ambigu atau tafsir ganda. Untuk penggunaan istilah khusus, penulis dapat
menyertakan penjelasan secukupnya dalam bentuk glosarium.
Esensial dan Kontekstual
Memuat aspek pembelajaran yang sangat mendasar atau penting yakni kompetensi,
konten, dan hasil pembelajaran. Selain itu, juga mempertimbangkan penyediaan
pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan atau dunia nyata berupa
aktivitas yang menantang, menyenangkan dan bermakna.
Berkesinambungan
Antarfase dan antartujuan pembelajaran saling terkait dan merupakan capaian
secara runtut, sistematis, dan berjenjang untuk memeroleh CP yang telah ditetapkan
dalam setiap mata pelajaran. Penyusunan dilakukan secara kronologis berdasarkan
urutan pembelajaran dari waktu ke waktu.
Pengoptimalan tiga aspek kompetensi
Pengoptimalan tiga aspek kompetensi yaitu: pengetahuan, keterampilan, dan sikap
yang berjenjang selaras dengan tahapan kognitif (mengingat, memahami,
mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta) serta dimensi
pengetahuan (faktual – konseptual – prosedural – metakognitif). Pengoptimalan
juga dilakukan pada penumbuhan kecakapan hidup (kritis, kreatif, komunikatif, dan
kolaboratif) serta P3 (Beriman, berkebinekaan global, bergotong-royong, kreatif,
bernalar kritis, dan mandiri)
Merdeka Belajar
Prinsip utama penyusunan ATP adalah pemahaman istilah merdeka belajar antara
lain: 1) Memerdekakan siswa dalam berpikir dan bertindak pada ranah akademis dan
bertanggung jawab secara moral. 2) Memfasilitasi dan menginspirasi kreativitas
siswa dengan mempertimbangkan keunikan individualnya (kecepatan belajar, gaya
dan minat). 3) Mengoptimalkan peran dan kompetensi guru dalam merumuskan
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Operasional dan Aplikatif
Rumusan ATP memvisualisasikan dan mendeskripsikan proses pembelajaran dan
penilaian secara utuh yang dapat menjadi acuan operasional yang aplikatif untuk
merancang modul ajar.
Adaptif dan Fleksibel
Sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa, dan karakteristik
satuan pendidikan serta mempertimbangkan alokasi waktu dan relevansi antarmata
pelajaran serta ruang lingkup pembelajaran yakni intra kurikuler, kokurikuler, dan
ekstra kurikuler.
LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
1. Melakukan analisis CP yang memuat materi dan kompetensi pengetahuan,
keterampilan, dan sikap.
2. Identifikasi kompetensi-kompetensi di akhir fase dan kompetensi-kompetensi
sebelumnya yang perlu dikuasai peserta didik sebelum mencapai kompetensi di akhir fase.
3. Melakukan analisis setiap elemen dan atau sub- elemen Profil Pelajar Pancasila yang
sesuai dengan mata pelajaran dan Capaian Pembelajaran pada Fase tersebut.
4. Berdasarkan identifikasi kompetensi-kompetensi inti di akhir fase, rumuskan tujuan
pembelajaran dengan mempertimbangkan kompetensi yang akan dicapai, pemahaman
bermakna yang akan dipahami dan variasi keterampilan berpikir apa yang perlu dikuasai
siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
5. Setelah tujuan pembelajaran dirumuskan, susun tujuan pembelajaran secara linear
sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari.
6. Tentukan lingkup materi dan materi utama setiap tujuan pembelajaran (setiap tujuan
pembelajaran dapat memiliki lebih dari satu lingkup materi dan materi utama)
7. Berdasarkan perumusan TP tentukan jumlah jam pelajaran yang diperlukan.
D. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi
yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau
lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan
pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju CP.
Rumusan tujuan pembelajaran tidak hanya mencakup tahapan kognitif (mengingat,
memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta) dan dimensi
pengetahuan (faktual, konseptual, procedural, metakognitif) tetapi juga
mengikutsertakan perilaku capaian seperti kecakapan hidup (kritis, kreatif,
komunikatif, dan kolaboratif) serta profil pelajar Pancasila (Beriman, berkebinekaan
global, bergotong-royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri).
Secara operasional komponen Tujuan Pembelajaran dapat memuat 3 aspek berikut
ini:
1. KOMPETENSI
Kompetensi adalah kemampuan yang dapat didemonstrasikan oleh siswa atau
diaktualisasikan dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan konkret) yang
menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Gunakan Kata
Kerja Operasional dapat diamati, mengacu pada Taksonomi Bloom yang direvisi.
Contoh: Peserta didik dapat menyajikan solusi utk menangani perubahan kondisi
alam di permukaan bumi akibat faktor manusia
2. KONTEN
Konten yaitu ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui
pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran.
Apa ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu dipahami di akhir satu unit
pembelajaran? Pertanyaan apa yang perlu dapat dijawab siswa setelah mempelajari
unit
tersebut?
Contoh: perubahan kondisi alam di permukaan bumi akibat faktor manusia.
3. VARIASI
Variasi adalah sebuah keterampilan berpikir apa saja yang perlu dikuasai siswa
untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan keterampilan berpikir
kreatif, kritis, dan tingkat tinggi, seperti mengevaluasi, menganalisis, memprediksi,
menciptakan, dan lain sebagainya.
Keterampilan berpikir apa saja yg perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan
pembelajaran? Gunakan keterampilan berpikir yang bervariasi terutama HOTS.
Contoh: Menganalisa hubungan antara kegiatan manusia dengan perubahan alam di
permukaan bumi dan menarik kesimpulan penyebab-penyebab utamanya.
--> Dimana untuk bisa menganalisa hubungan dan menarik kesimpulan, peserta perlu
mengetahui, memahami, mengaplikasi materi tersebut
Contoh Tujuan Pembelajaran dengan memuat 3 aspek yang telah
dijelaskan:
• Menjelaskan hukum Newton dengan menggunakan kata-kata
sendiri dan menceritakan fenomena dalam keseharian yang menggambarkan hukum
Newton
• Merancang solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang konservasi
energi dalam skala rumah tangga.
Catatan:
• Kompetensi (Kata kerja yang menunjukkan keterampilan/ aksi)
• Konten (materi yang dipelajari)
• Variasi (penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi)
E. Pengembangan Modul Ajar
Seperti RPP, namun dilengkapi dengan berbagai materi pembelajaran, lembar
aktivitas siswa, dan asesmen untuk mengecek apakah tujuan pembelajaran dicapai
siswa Perangkat ajar diharapkan membantu guru mengajar menggunakan metode
terdiferensiasi. (bersambung..)